cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pengaruh Peningkatan Pengetahuan Penyakit Hipertensi Terhadap Nilai Tekanan Darah pada Lansia di Posyandu Lansia Desa Pakisrejo Tulungagung Ana Amalia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4397

Abstract

 ABSTRAK Hipertensi sering terjadi pada lansia karena terjadi perubahan struktural dan fungsional pada sistem pembuluh perifer yang mengakibatkan penuruan distensi dan daya regang pembuluh darah. Kurangnya pengetahuan pasien tentang penyakit hipertensi menyebabkan target terapi pengobatan sulit untuk dicapai. Pada pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien lansia yang menderita hipertensi dengan cara pemberian informasi melalui leaflet. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan rancangan pre-eksperimental dengan cara pre test – post test design yaitu dengan melakukan intervensi berupa penyuluhan menggunakan leaflet. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pemberian leaflet dan edukasi terhadap peningkatan pengetahuan pasien hipertensi dengan nilai p-value 0,001. Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pemberian leaflet dan edukasi terhadap penurunan tekanan darah sistolik pasien hipertensi dengan nilai p-value 0,006 dan tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pemberian leaflet dan edukasi terhadap peningkatan pengetahuan pasien hipertensi dengan nilai p-value 0,414. Kata kunci: Hipertensi, Lansia, Leaflet, Pengetahuan  ABSTRACT Hypertension often occurs in the elderly due to structural and functional changes in the peripheral vascular system which results in decreased distension and stretching of blood vessels. The patient's lack of knowledge about hypertension causes the target of treatment therapy to be difficult to achieve. This community service aims to increase the knowledge of elderly patients suffering from hypertension by providing information through leaflets. This community service method uses a pre-experimental design by means of pre-test - post-test design, namely by intervening in the form of counseling using leaflets. The results of this community service show that there is a significant effect on the provision of leaflets and education on increasing the knowledge of hypertensive patients with a p-value of 0.001. There is a significant effect on the provision of leaflets and education on the reduction of systolic blood pressure in hypertensive patients with a p-value of 0.006 and there is no significant effect on leaflet provision and education on increasing knowledge of hypertensive patients with a p-value of 0.414. Keywords: Hypertension, Elderly, Leaflet, Knowledge
Edukasi Manajemen Demam dalam Pengendalian Kejang Demam Pada Anak di Masa Pandemi Covid-19 Nor Isna Tauhidah; Yosra Sigit Pramono
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4709

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan yang paling sering terjadi pada anak- anak yaitu demam,  demam merupakan gejala dari suatu penyakit yang jika tidak teratasi dengan baik dapat mengakibatkan komplikasi seperti kejang demam pada anak. Penting bagi orangtua untuk  mampu melakukan penanganan demam dengan baik dan benar. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang manajemen demam guna mencegah atau mengendalikan terjadinya kejang demam pada anak. Metode yang dilakukan adalah dengan cara ceramah, tanya jawab serta demostrasi  tentang manajemen demam yang dapat dilakukan oleh orangtua saat anaknya mengalami demam. Hasil dari kegiatan didapatkan peningkatan pengetahuan orangtua sebesar 10 % tentang manajemen demam. Kata Kunci: Edukasi, Kejang Demam, Manajemen Demam  ABSTRACT Healthy problems that most often occur in children are fever. fever is a symptom of a disease which if not handled properly can lead to complications such as febrile seizures in children. It is important for parents to be able to handle fever properly and correctly. This community service activity is carried out to increase knowledge and understanding of fever management in order to prevent or control the occurrence of febrile seizures in children. The method used is by means of lectures, questions, answers, demonstrations about fever management that can be done by parents when their child has a fever. The results of the activity showed an increase in parents' knowledge is 10 % about fever management. Keywords: Education, Fever Management, Fever Seizures
Upaya Penerapan Imajinasi Terbimbing Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Baik Heni Rispawati; Dewi Nursukma Purqoti; Ernawati Ernawati; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5505

Abstract

ABSTRAK Data world health organization (WHO) menunjukkan sekitar 1,13 Miliar orang di dunia menyandang hipertensi, artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi. Hipertensi disebut sebagai silent killer karena pada sebagian besar kasus tidak menunjukkan tanda dan gejala apapun, sehingga penderita tidak mengetahui jika dirinya terkena hipertensi. Tujuan Setelah diberikan penerapan imajinasi terbimbing diharapkan adanya perubahan tekanan darah pada penderita yg mengalami hipertensi pada Lansia dan mengetahui cara mengatasi hipertensi tanpa menggunakan obat. Pelaksanaan kegiatan ini dengan cara melakukan  sebelumnya pengukuran  tekanan  darah  pada  lansia selanjutnya melakukan imajinasi terbimbing. Ditemukan lansia menderita hipertensi tetapi blm tau cara pengobatan menggunakan non farmakologi dan Imajinasi Terbimbing ini belum pernah diterapkan di Desa lingsar. Dengan demikian program kesehatan ini sangat mendukung dan sangat efektif untuk dilakukan khususnya kegiatan Imajinasi Terbimbing ini agar dapat dijadikan sebagai program rutin seperti sosialisasi, program kesehatan. Pelaksanaan Imajinasi Terbimbing Ini sangat bagus untuk  menurunkan tekanan darah pada pasien Hipertensi. Oleh karena itu perawat di Puskesmas juga dapat mengaplikasikan teknik Imajinasi Terbimbing dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien yang mengalami hipertensi Kata Kunci: Imajinasi Terbimbing, Tekanan Darah, Pasien Hipertensi ABSTRACT World Health Organization (WHO) data shows approx 1.13 billion people in the world have hypertension, meaning that 1 in 3 people in the world is diagnosed with hypertension. Hypertension is called the silent killer because in most cases it does not show any signs and symptoms, so the patient does not know if he has hypertension. Objectives After being given the application of guided imagination, it is hoped that there will be changes in blood pressure in patients who have hypertension in the elderly and know how to treat hypertension without using drugs. The implementation of this activity is done by first measuring blood pressure in the elderly and then doing guided imagination. It was found that the elderly suffered from hypertension but did not know how to use non-pharmacological treatment and this Guided Imagination had never been applied in Lingsar Village. Thus this health program is very supportive and very effective to be carried out, especially this Guided Imagination activity so that it can be used as a routine program such as socialization, health programs. Implementation of Guided Imagination This is very good for lowering blood pressure in hypertensive patients. Therefore nurses at the Puskesmas can also apply the Guided Imagination technique to help lower blood pressure in patients with hypertension Keywords: Guided Imagination, Blood Pressure, Hypertension Patients
Penyuluhan Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Minas Upa Kota Makassar Sumarni Sikki; Rismawati Simbung
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4214

Abstract

ABSTRAK Dalam rangka menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi, UNICEF dan WHO merekomendasikan sebaiknya bayi hanya disusui air susu ibu (ASI) selama paling sedikit 6 bulan, dan pemberian ASI dilanjutkan sampai bayi berumur dua tahun (WHO, 2018). Dewasa ini fenomena yang terjadi pada ibu melahirkan anak pertama mengalami masalah menyusui dengan ketidaklancaran keluarnya ASI. Selain itu ibu sering mengeluhkan bayinya sering menangis atau menolak menyusu, Puting lecet sehingga tidak memberikan ASI. Sehingga sering menyebabkan diambilnya keputusan untuk menghentikan menyusui. (Maliha, dkk, 2016).  Tujuan pengabdian Masyarakat ini untuk memberikan informasi tentang pentinya pemberian ASI Eksklusif. Metode Pengabdian masyarakat ini yaitu dilakukan pre-test dan post- test pada 50 orang responden. Hasil olahan data menggunakan uji Paired Samples Test diperoleh ada peningkatan pengetahuan dari rata-rata nilai quisioner pre-test diperoleh nilai  jawaban yang benar 58,88 setelah penyuluhan berubah menjadi 76,40 dengan nilai ρ = 0.000 yang berarti terjadi peningkatan pengetahuan tentang pemberian ASI Ekslusif. Kata Kunci: Penyuluhan, ASI, Eksklusif, ABSTRACTIn order to decrease the morbidity and mortality in infants, UNICEF and WHO recommend should babies only breastfed water milk mothers (ASI) for the bit 6 months, and the provision of breastfeeding be continued until the baby is aged two years (WHO, 2018). Adults have phenomena that occur in mothers giving a birth child who first experience trouble breastfeeding with the unnormal release of ASI. In addition, mothers often complain that their babies often cry or refuse to breastfeed, and the nipples are blistered so they don’t give breast milk. Thus often causing taken the decision to stop breastfeeding (Maliha, et al, 2016). Community service goals to provide information about the importance of exclusive service goals to provide information about the importance of exclusive breastfeeding. Method devotion society is tested by pre-test and post-test at the 50 respondents. The processed using test paired samples test gained no increase in the knowledge of the average value quaternary pre-test obtained value of answer that is correct 58.88 after the counseling changed into 76.40 with the value ρ = 0.000 which means that the case increases knowledge about the provision of breastfeeding exclusively.     Key Word: Counseling, Breast Milk, Exclusive
Peningkatan Pengetahuan Anak dan Peran Orang Tua Serta Guru Sekolah Dalam Mempersiapkan Anak Kembali Bersekolah Selama Pandemi Gusgus Ghraha Ramdhanie; Bambang Aditya Nugraha; Ema Arum Rukmasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.5714

Abstract

ABSTRAK Pembukaan kembali sekolah pada masa pandemi bagi anak beresiko munculnya masalah baru terkait penularan Covid-19. Kembalinya metode belajar menjadi luring (offline), anak akan kembali berkumpul di sekolah, hal tersebut dapat berujung pada peningkatan resiko penularan infeksi virus Covid-19 pada anak. Pembukaan sekolah harus dilaksanakan dengan hati-hati agar sekolah tidak menjadi cluster baru penyebaran covid 19. Pembukaan kembali sekolah telah menciptakan tugas baru bagi orang tua untuk mengedukasi dan mempersiapkan anak kembali ke sekolah di masa pandemi, berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan. Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya protokol kesehatan dan persiapan anak bersekolah, maka yang dapat dilakukan adalah pendidikan kesehatan baik pada anak, orang tua maupun guru sekolah. Berdasarkan hasil evaluasi sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan, menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan, nilai mean pretest 73.48% dan nilai post test 84.33%, sedangkan pvalue 0,002 (pv<0,05). Anak, orang tua dan guru paham terkait protokol kesehatan selama anak bersekolah, kemudian dari respon yang diamati, mereka sangat menyukai pendidikan kesehatan ini dengan menuliskan komentar positif.         Kata kunci: covid-19, protokol kesehatan, anak bersekolah  . ABSTRACT The reopening of schools during the pandemic risks the emergence of new problems related to the transmission of Covid-19 in schools. With the offline learning method, children will gather at school, this can lead to an increased risk of transmitting Covid-19 to children. The opening of schools must be carried out carefully so that schools do not become new clusters of the spread of covid 19. The reopening of schools has created a new task for parents to educate and prepare children to return to school during the pandemic, related to the implementation of health protocols. In an effort to increase knowledge and understanding of the importance of health protocols for preparing children for school, what can be done is health education for children, parents, and school teachers. Based on the results of the evaluation, before and after being given counseling, there were differences in knowledge, the mean pretest value is 73.48% and the posttest value is 84.33%, while the p-value is 0.002 (pv<0.05). Children, teachers, and parents understand health protocols while children are in school, then from the observed response, they really like this Health education by writing positive comments. Keyword: covid-19, health protocol, children back to school
Kegiatan Pemantauan Kasus Covid 19 Indra Karana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5082

Abstract

ABSTRAKCOVID-19 adalah penyakit yang disebabkan Novel Coronavirus 2019. Gejalanya bergejala mirip dengan flu biasa, namun COVID-19 sampai saat ini memiliki fatalitas lebih tinggi dan virus ini juga menyebar dengan sangat cepat karena bisa pindah dari orang ke orang bahkan sebelum orang tersebut menunjukkan gejala. Cara isolasi mandiri dirumah yaitu selalu memakai masker dan membuang masker bekas ditempat yang ditentukan,  jika sakit (ada gejala demam, flu dan batuk) maka tetap di rumah. Jangan pergi bekerja, sekolah, ke pasar atau ke ruang publik untuk mencegah penularan masyarakat, manfaatkan fasilitas telemedicine atau sosial media kesehatan dan hindari transportasi publik. Beritahu dokter dan perawat tentang keluhan dan gejala, serta riwayat bekerja ke daerah terjangkit atau kontak dengan pasien COVID-19, selama dirumah, bisa bekerja di rumah. Gunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainya, dan jaga jarak 1 meter dari anggota keluarga, tentukan pengecekan suhu harian, amati batuk dan sesak nafas. Hindari pemakaian bersama peralatan makan dan mandi dan tempat tidur, terapkan perilaku hidup sehat dan bersih, serta konsumsi makanan bergizi, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan lakukan etika batuk dan bersin, jaga kebersihan dan kesehatan rumah dengan cairan desinfektan. Selalu berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi (±15-30 menit), Hubungi segera fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit berlanjut seperti sesak nafas dan demam tinggi, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melakukan pemantauan kasus covid 19 di Kota Bandung. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan pelayanan dengan melakukan pemantauan agar mengetahui keadaan, kondisi dan perkembangan yang dialami oleh warga yang terpapar covid 19 di Kota Bandung. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh seluruh warga yang terpapar covid 19 sudah dalam keadaan sehat dan pulih seperti sedia kala. Kata Kunci: Pemantauan kasus covid 19. ABSTRACT COVID-19 is a disease caused by the 2019 Novel Coronavirus. The symptoms are similar to the common cold, but COVID-19 has so far had a higher fatality and this virus also spreads very quickly because it can move from person to person even before the person shows symptoms. . The way to self-isolate at home is to always wear a mask and throw away used masks in the designated place, if you are sick (symptoms of fever, flu and cough) then stay at home. Do not go to work, school, to the market or to public spaces to prevent community transmission, take advantage of telemedicine facilities or health social media and avoid public transportation. Tell doctors and nurses about complaints and symptoms, as well as a history of working in infected areas or in contact with COVID-19 patients, while at home, you can work at home. Use a separate room from other family members, and keep a distance of 1 meter from family members, determine daily temperature checks, observe coughs and shortness of breath. Avoid sharing eating and bathing utensils and bedding, apply healthy and clean living habits, and consume nutritious food, wash hands with soap and running water and practice coughing and sneezing etiquette, keep your home clean and healthy with disinfectant liquid. Always be in an open space and bask in the sun every morning (±15-30 minutes), Contact the health care facility immediately if the illness persists such as shortness of breath and high fever, to get further treatment. The purpose of this community service is to monitor COVID-19 cases in the city of Bandung. This community service activity provides services by monitoring to find out the conditions, conditions, and developments experienced by residents exposed to COVID-19 in the city of Bandung. The results of community service were obtained that all residents who were exposed to COVID-19 were in good health and recovered as usual. Keywords: Monitoring cases of covid 19.
Pendampingan UMKM Menuju Digitalisasi Marketing Upaya Kebangkitan di Era New Normal Albet Maydiantoro; Muhammad Thoha B.Sampurna Jaya; Widya Hestiningtyas; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.5293

Abstract

ABSTRAK Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat dengan Judul Pendampingan UMKM Menuju Digitalisasi Marketing Upaya Kebangkitan di era new normal (Masyarakat Terdampak Tsunami Anak Gunung Krakatau) di desa Kunjir, Lampung Selatan mempunyai tujuan untuk meningkatkan kompetensi para pelaku UMKM di desa Kunjir Kabupaten Lampung Selatan dalam memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha yang mereka miliki agar operasi bisnis relevan dengan perkembangan zaman. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan ialah dengan tahapan identifikasi awal (Fase Pra Pendampingan), kemudian dilanjutkan Fase pendampingan (pelatihan dan Pembimbingan) dan yang terakhir ialah Pasca Pendampingan. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM tentang digitalisasi marketing. Kemudian diperoleh data akhir bahwa sebesar 87 % pelaku UMKM di Desa Kunjir Kabupaten Lampung Selatan dapat membuat media pemasaran secara online melalui aplikasi Marketplace di Facebook, Shopee, Bukalapak, dan WhatsApp, namun terdapat 13 % pelaku UMKM belum dapat membuat media pemasaran secara online. Kata Kunci: UMKM; Digitalisasi; Marketing; Lampung Selatan  ABSTRACT Implementation of Community Service with the title MSME Assistance Towards Marketing Digitalization Awakening Efforts in the New Normal (Communities Affected by the Tsunami of the Children of Mount Krakatau) in Kunjir village, South Lampung has the aim of increasing the competence of MSME actors in Kunjir village, South Lampung regency in utilizing technology to develop the business they have so that business operations are relevant to the times. The community service method used is the initial identification stage (Pre Mentoring Phase), followed by the Mentoring Phase (training and Guidance), and the last is Post Mentoring. Based on the implementation of community service activities that have been carried out, the results show an increase in the knowledge and skills of MSME actors regarding the digitalization of marketing. Then the final data obtained that 87% of MSME actors in Kunjir Village, South Lampung Regency can create online marketing media through the Marketplace application on Facebook, Shopee, Bukalapak, and WhatsApp, but there are 13% of MSME actors who have not been able to create online marketing media. Keywords: MSM; Digitalization; Marketing; South Lampung
Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) Dalam Rangka Pembiasaan Personal Hygiene Bagi Remaja Puteri di Desa Langensari Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung Prihantini Hanti Soedjiran; Kurniawati Nia Wati; Deti Ros Rostika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4608

Abstract

ABSTRAK Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja tidak semata-mata bertujuan mencegah penyakit atau gangguan lainnya tetapi juga bertujuan untuk menanamkan pembiasaan seseorang memiliki perilaku personal hygiene atau kebersihan diri terhadap system, fungsi, dan proses reproduksi. Alat reproduksi bagi remaja puteri merupakan organ tubuh yang sensitif dan memerlukan perawatan khusus. Penelitian terdahulu menyimpulkan bahwa 43,3 juta jiwa remaja berusia 15-24 tahun berperilaku hygiene tidak sehat dan salah dalam merawat area genital. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk membekali literasi kesehatan, pengetahuan kesehatan, dan pola hidup sehat kepada kelompok sasaran yang terdiri dari remaja putri, ibu-ibu rumah tangga, guru pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) jenjang sekolah dasar, dan guru bimbingan konseling jenjang sekolah menengah pertama dan sekolah menengah umum/kejuruan. Metode yang diterapkan adalah edukasi kelompok dan demonstrasi perawatan organ reproduksi dengan media visual power point dan pemberian buku saku kesehatan reroduksi remaja putri. Hasil yang diperoleh 80% dari peserta yang hadir dapat menjawab evaluasi tentang akibat dari tidak membiasakan personal hygiene organ reproduksi dan cara merawat organ reproduksi dengan benar. Kesimpulan, peserta sangat antusias dan terwujud komitmen Kelompok Kerja Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (Pokja PKK) bahwa edukasi kesehatan reproduksi remaja putri diagendakan  dalam pertemuan rutin. Kata kunci: kesehatan reproduksi remaja, personal hygiene  ABSTRACT Adolescent Reproductive Health Education is not only aimed at preventing diseases or other disorders but also aims at instilling a person’s habit of having personal hygiene behavior towards the reproductive system, function, and process. The reproductive organs for young women are sensitive organs and require special care. Previous research has concluded that 43,3 million adolescents aged 15-24 years have unhealthy hygiene behavior and are wrong in caring for the genital area. The purpose of community service activities is to provide health literacy, health knowledge, and healthy lifestyles to the target group consisting of young women, housewives, couch teachers of primary school health efforts, and counseling teachers at junior high school level and general/vocational high school. The method applied was group education and demonstration of reproductive organ care using visual PowerPoint media and the provision of reproductive health pocketbooks for young women. The results obtained were 80% of participants could answer evaluations about the consequences of not familiarizing themselves with the personal hygiene of the reproductive organs and how properly care for the reproductive organs. In conclusion, the participants were very enthusiastic and realized the commitment of the Family Welfare Empowerment Working Group that adolescent girls’ reproductive health education was scheduled in routine meetings. Keywords: adolescent reproductive health, personal hygiene.
Pelatihan Bidan tentang Komunikasi Interpersonal dan Konseling (KIP/K) dalam Upaya Peningkatan Kualitas Antenatal Care di Puskesmas Kalitidu Kabupaten Bojonegoro Siti Mar&#039;atus Sholikah; Sri Anggraeni; Ari Tri Rahayu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5309

Abstract

ABSTRAK Indikator keteraturan pemeriksaan kehamilan menggambarkan kualitas pelayanan Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Pada tahun 2019 di Puskesmas Kalitidu cakupan Kunjungan Kehamilan (K4) di Puskesmas Kalitidu belum mencapai target 100% yaitu tercapai 91%. Komplikasi kehamilan targetnya 15-20%, tercapai 40.96% dan komplikasi persalinan 44,17%. Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 8,13/1000 KH. Sedangkan Bidan di wilayah Puskesmas Kalitidu yang belum mengikuti pelatihan KIP/K sebesar 20 orang (90,91%) dari 22 bidan.Tujuan umum untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Bidan  melalui pelatihan bidan tentang Komunikasi Interpersonal dan Konseling (KIP/K) dalam upaya peningkatan kualitas ANC. Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari di Puskesmas Kalitidu, diikuti 22 bidan dengan metode ceramah tanya jawab,demonstrasi dan praktik KIP/K. Hasil kegiatan adalah peningkatan kualitas Bidan dalam KIP/K yaitu peningkatan pengetahuan dengan nilai rata-rata post tes 94,55 %, keterampilan KIP/K nilai rata-rata 82,50%, terbentuknya Komitmen Bersama Bidan dalam mendukung mensukseskan kegiatan Bidan tentang KIP&K dalam upaya peningkatan kualitas ANC. Luarannya peningkatan kualitas Bidan, HKI, Modul dan jurnal. Saran: sosialisasi KIP/K pada Bidan yang belum mengikuti pelatihan dan 7 hak ibu hamil pada pelayanan ANC serta menerapkannya dalam pelayanan ANC. Kata kunci: Bidan, KIP/K, Pengabmas, pelatihan.  ABSTRACT The indicators of regularity for antenatal care describe the quality of services for the Maternal and Child Health Program (MCH). In 2019 at the Kalitidu Health Center cThe coverage of Pregnancy Visits (K4) at the Kalitidu Health Center has not reached the 100% target, which is 91%. The target for pregnancy complications is 15-20%, achieved 40.96% and delivery complications 44.17%. The Infant Mortality Rate (IMR) is 8.13/1000 KH. Meanwhile, 20 midwives in the Kalitidu Community Health Center have not attended KIP/K training (90.91%) out of 22 midwives. ANC quality. This training was held for three days at the Kalitidu Health Center, attended by 22 midwives with a question and answer lecture method, demonstration, and KIP/K practice. The result of the activity is an increase in the quality of Midwives in KIP/K, namely an increase in knowledge with an average post-test score of 94.55%, KIP/K skills an average score of 82.50%, the formation of a Joint Commitment of Midwives in supporting the success of Midwives' activities on KIP&K in an effort to improve the quality of ANC. The output is improving the quality of midwives, HKI, modules, and journals. Suggestion: socialization of KIP/K to midwives who have not attended training and 7 rights of pregnant women in ANC services and apply them in ANC services. Keywords: Midwife, KIP/K, Community Service, training.
Pelatihan Keterampilan Kompres Tepid Water Sponge Sebagai Upaya Pencegahan Kejang Demam Anak Dimasa Pandemi Covid - 19 Siti Nur Solikah; Sunaryo Joko Waluyo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4544

Abstract

ABSTRAKPenyakit infeksi pada anak selalu ditandai dengan demam yang akan berlanjut terjadi kejang demam pada anak apabila tidak segera ditangani. Metode kompres dengan water tepid sponge efektif dalam menurunkan demam pada anak sehingga mampu mencegah terjadinya kejang demam. Kondisi pandemi COVID – 19 membuat masyarakat takut untuk memeriksakan anak ke Palayanan Kesehatan masyarakat. Ibu sering mengalami kepanikan saat anak kejang demam sehingga pengetahuan dan keterampilan penanganan demam dirumah sangat dibutuhakn masyarakat di masa pandemic COVID-19. Kader Posyandu sebagai penggerak kesehatan di masyarakat diharapkan mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang lebih untuk bisa meningkatkan derajad kesehatan mayarakat. Tujuan setelah pelatihan singkat melalui whatsapp group discussion diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan kejang demam dirumah. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa pelatihan singkat menggunakan media whatsapp, video pembelajaran keterampilan kompres WTS serta booklet penaganan kejang demam. Hasil evaluasi kegiatan terdapat  peningkatan  pengetahuan  dan keterampilan kompres pada kader Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Sangkrah Surakarta. Kata Kunci: water tepid sponge, kader posyandu, pademi COVID – 19.                                 ABSTRACTFever marks an infectious disease in children.  it can progress to febrile seizures if not treated immediately. The compressing method with the tepid water sponge effectively reduces fever in children to prevent febrile seizures. The COVID-19 pandemic has made people afraid to check their children at the community health service. Mothers often experience panic when their child has a febrile seizure, so the community very much needs that knowledge and skills in handling fever at home during the COVID-19 pandemic. Posyandu cadres, as health drivers in the community, are expected to have more knowledge and understanding to be able to improve the level of public health. After short training through WhatsApp group discussion, the goal is to increase knowledge and skills in handling febrile seizures at home. The activities carried out were short training using WhatsApp media, video learning of WTS compress skills, and booklets for handling febrile seizures. The activity evaluation results showed an increase in knowledge and skills in compressing the Posyandu cadres in the Sangkrah Surakarta Health Center Work Area.  Keywords: Water Tepid Sponge, Posyandu cadres, COVID-19 pandemic

Page 32 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue