cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Upaya Peningkatan Pengetahuan Dan Self Efikasi Untuk Mengurangi Kecemasan Pada Ibu Pra Menopause Melalui Media Video Animasi Di Desa Marga Tabanan Ni Made Ayu Yulia Raswati Teja; Ni Wayan Erviana Puspita Dewi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6756

Abstract

ABSTRAK Kecemasan semakin meningkat pada masa menopaus, kecemasan dapat disebabkan oleh pengetahuan,Pendidikan, budaya, adat istiadat, persepsi citra tubuh dan self efikasi. Berbagai mitos juga dapat menimbulkan kecemasan wanita dalam menghadapi masa menopause, sehingga wanita menopause perlu memiliki pengetahuan yang baik mengenai masa menopause. Pada masa menopause terjadi perubahan hormonal yang mengakibatkan perubahan fisik dan emosional yang menimbulkan gejala psikologis antara lain depresi, mudah tersinggung, mudah marah, mudah curiga, cemas, insomnia dan gelisah. Kecemasan yang berkelanjutan dapat mengakibatkan depresi pada wanita menopause. Kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan self efikasi untuk mengurangi kecemasan pada ibu pra menopause melalui media video Animasi Di Desa Marga Tabanan. Pengabdian kepada masyarakat di Desa Marga Tabanan dilakukan melalui dua tahapan yaitu tahap pertama diberikan pre test dan diberikan pemaparan mengenai kecemasan menopause dan pemberian video edukasi. Tahap kedua ibu dilakukan pemeriksaan TTV selanjutnya diberikan pemaparan materi dan video edukasi dan diakhiri dengan pemberian post test. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatnya pengetahuan dan self efikasi dan menurunnya kecemasa ibu pra menopause di Desa Marga Tabanan. Berdasarkan hasil pre test didapatkan hasil sebanyak 47,5% ibu memiliki pengetahuan baik mengenai masa menopause,ibu pra menopause yang memiliki efikasi diri baik sebanyak 54%,  Ibu pra menopause sebanyak 43% ibu mengalami kecemasan ringan. Setelah diberikan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan dan penurunan kecemasan, sebanyak 64,5% ibu memiliki pengetahuan baik, ibu yang memiliki efikasi diri baik sebanyak 71,2 % dan sebanyak 24% ibu memiliki kecemasan ringan. Terjadi peningkatan pengetahuan dan self efikasi pada ibu menopause, serta terjadi penurunan pada ibu yang mengalami kecemasan ringan. Kegiatan edukasi kecemasan melalui video edukasi pada ibu menopause bermanfaat untuk menurunkan kecemasan, sehingga diharapkan ibu menopause mampu meningkatkan pengetahuan dan self efikasi untuk menurunkan kecemasan ibu menopause. Kata Kunci: Pengetahuan, Efikasi Diri, Kecemasan      ABSTRACT Anxiety increases during menopause, anxiety can caused by knowledge, education, culture, customs, perception of body image and self-efficacy. Myths can cause anxiety in menopausal women, so menopausal women need to have good knowledge about menopause. During menopause, hormonal changes occur which result in physical and emotional changes that cause psychological symptoms, including depression, irritability, irritability, suspicion, anxiety, insomnia and restlessness. Continuosly anxiety can lead depression in postmenopausal women. This activity is to increase knowledge and self-efficacy to reduce anxiety in pre-menopausal mothers through animation video media in Marga Tabanan Village. Community service in Marga Tabanan Village is carried out in two stages, namely the first stage is given a pretest and given an explanation about menopause anxiety and providing educational videos. The second stage of the mother's TTV examination was then given a presentation of material and educational videos and ended with giving a post test. The results of this community service activity are increased knowledge and self-efficacy and decreased anxiety for pre-menopausal mothers in Marga Tabanan Village. Based on the results of the pre-test, 47.5% of mothers had good knowledge about menopause, 54% of pre-menopausal mothers who had good self-efficacy, 43% of pre-menopausal mothers experienced mild anxiety. After being given counseling there was an increase in knowledge and a decrease in anxiety, as many as 64.5% of mothers had good knowledge, 71.2% of mothers had good self-efficacy and as many as 24% of mothers had mild anxiety. There is an increase in knowledge and self-efficacy in menopausal women, and a decrease in women who experience mild anxiety. Anxiety education activities through educational videos for menopausal women are useful for reducing anxiety, so it is hoped that menopausal women can increase knowledge and self-efficacy to reduce anxiety in menopausal women. Keywords : Knowledge, Anxiety, Self Efficacy
Asuhan Keperawatan Komprehensif Metode Baby Massage pada Bayi dengan Masalah Kebutuhan Istirahat Tidur di Desa Hadimulyo 22 Kota Metro Setiawati Setiawati; Aryanti Wardiyah; Eva Listiyo Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7360

Abstract

ABSTRAK Di Negara Indonesia banyak bayi yang sulit tidur. Diperkirakan sekitar 20% anak dengan umur 3 tahun di Negara Swiss memiliki masalah kesulitan tidur persisten, sedangkan di Amerika Serikat anak berumur 1-3 tahun diperkirakan 84% mengalami masalah tidur. Sebagian besar anak tersebut mengalami kesulitan tidur serta pada malam hari sering terbangun pada tidurnya. Berdasarkan hasil prasurvey yang dilakukan di Desa Hadimulyo 22 Kota Metro didapat 3 bayi usia 0-40 hari dengan masalah gangguan tidur, selanjutnya di Wilayah Desa Hadimulyo belum memiliki tempat praktik klinik untuk pijat bayi, dan selama ini ibu yang memiliki bayi dengan usia 0-40 hari tidak memahami teknik pijat bayi dan manfaat pijat bayi. Melaksanakan asuhan keperawatan pada bayi dengan masalah kebutuhan istirahat tidur melalui metode baby massage di Desa Hadimulyo 22 Kota Metro. Metode pengabdian masyarakat ini ialah penyuluhan untuk mengetahui kualitas tidur bayi dengan menggunakan baby massage, yang dilakukan di Desa Hadimulyo 22 Kota Metro pada tanggal 27 mei 2022 sampai 29 mei 2022. Responden yang digunakan sebanyak 3 responden, data yang didapat dari hasil pengamatan, tanya jawab, serta pemeriksaan fisik. Terdapat perubahan kualitas tidur pada ketiga bayi dari hari pertama inntervensi sampai hari ketiga. Dimana kualitas tidur bertambah dari 2,5-3 jam. Terdapat penambahan kualitas tidur pada ketiga bayi, pada responden pertama  sebelum diberikan baby massage total lama waktu tidur pada hari pertama 10 jam, pada hari ketiga ketika sudah diberikan baby massage 13 jam. Pada responden kedua pada hari pertama sebelum diberikan lama waktu tidur 11 jam, sedangkan pada hari ketiga setelah diberikan 13,5 jam. Pada responden ketiga pada hari pertama sebelum diberikan baby massage lama waktu tidur 10 jam, pada hari ketiga stetalah diberikan baby massage 12,5 jam. Berdasarkan hasil tersebut yang berarti baby massage dapat membantu meningkatkan kualitas tidur pada bayi. Diharapkan orang tua bayi dapat menerapkan baby massage ini secara rutin sehingga waktu tidur bayi dapat tercukupi. Kata Kunci : Baby Massage, Bayi, Masalah Kebutuhan Istirahat Tidur     ABSTRACT In Indonesia, many babies have difficulty sleeping. It is estimated that about 20% of children aged 3 years in Switzerland have persistent sleep problems, while in the United States, it is estimated that 84% of children aged 1-3 years have trouble sleeping. Most of these children have difficulty sleeping and at night often wake up in their sleep. Based on the results of a pre-survey conducted in Hadimulyo Village 22 Metro City, there were 3 babies aged 0-40 days with sleep problems, then in the Hadimulyo Village Area there was no clinical practice place for baby massage, and so far mothers who have babies aged 0-40 I don't understand baby massage techniques and the benefits of baby massage. To carry out nursing care for infants with sleep rest needs through the baby massage in Hadimulyo Village 22 Metro City. This community service method is counseling to determine the quality of baby sleep using baby massage, which was carried out in Hadimulyo Village 22 Metro City on 27 May 2022 to 29 May 2022. The respondents used were 3 respondents, the data obtained from observations, questions and answers, as well as a physical examination. There was a change in sleep quality in the three infants from the first day of intervention to the third day. Where the quality of sleep increases from 2.5-3 hours. There was an increase in the quality of sleep in the three infants, in the first respondent before being given baby massage the total length of sleep on the first day was 10 hours, on the third day when the baby massage was given 13 hours. In the second respondent on the first day before being given 11 hours of sleep, while on the third day after being given 13.5 hours. In the third respondent on the first day before being given a baby massage, the sleep time was 10 hours, on the third day after being given a baby massage 12.5 hours. Based on these results, it means that baby massage can help improve the quality of sleep in babies. It is hoped that the baby's parents can apply this baby massage regularly so that the baby's sleep time can be fulfilled.  Keywords: Baby Massage, Babies, Sleep Rest Needs Problems
Pelatihan Terapi Penghentian Pikiran Pemicu Kecemasan untuk Tenaga Kesehatan di Puskesmas Klasaman Kota Sorong Butet Agustarika; Yehud Maryen; Panel Situmorang; Nursiah Yusdiranti Barus
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6330

Abstract

 ABSTRAK Penyakit  dapat  menimbulkan  dampak bagi kesehatan, dalam hal ini kesehatan jiwa yaitu  kecemasan. Terapi Penghentian Pikiran merupakan teknik yang efektif dan cepat untuk membantu menghadapi pikiran yang membuat stres dan kecemasan yang seringkali disertai serangan panik, kecemasan, dan agorafobia.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melatih petugas Kesehatan di Puskesmas tentang terapi penghentian pikiran. Kegiatan pelatihan dilakukan selama 2 hari dengan metode Hybrid. Jumlah peserta yang mengikuti  kegiatan sebanyak 30 orang. tim pengabdian kepada masyarakat membagikan materi berupa modul terapi penghentian pikiran, memutar video tutorial pelaksanaan terapi penghentian pikiran dan mendemonstrasikannya kepada peserta pelatihan yang hadir, dan feedback kepada peserta tentang impelementasi role play yang dilakukan sebagai evaluasi keterampilan yang telah dilakukan. Setelah dilakukan pemberian materi dan pelatihan selama 2 hari, didapatkan hasil bahwa dari 20 tenaga kesehatan,  sebagian besar mempunyai nilai post test > 80 (50%), mempunyai kemampuan cukup baik dan kurang dalam melakukan role play, masing-masing 8 orang (40%) dan memiliki kemampuan berkomunikasi baik dalam melakukan role play 10 orang (50%). Pelatihan terapi penghentian pikiran dalam mengatasi kecemasan dapat meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan di Puskesmas Klasaman. Perlu ditingkatkan layanan kesehatan jiwa dari tenaga kesehatan dengan meningkatkan latihan melakukan terapi penghentian pikiran dalam mengatasi masalah kecemasan pasien. Selain itu, Perlu dibuat pedoman berupa modul yang lebih sederhana dan buku kerja terkait terapi penghentian pikiran yang dapat digunakan di Puskesmas dengan fasilitas ruang rawat jalan terutama melayani pasien dengan kecemasan, Perlu dilakukan evaluasi secara periodik terhadap pelaksanaan terapi penghentian pikiran pada tenaga kesehatan yang bekerja   Kata kunci: Terapi Penghentian Pikiran, Kecemasan, Stress        ABSTRACT Disease can impact health, in this case, mental health, namely anxiety. Thought Stopping Therapy is an effective and rapid technique to help deal with stressful and anxious thoughts often accompanied by panic attacks, anxiety, and agoraphobia. The purpose of this community service is to train health workers at the Puskesmas on mind-stopping therapy. The training activities were carried out for two days using the Hybrid model. The number of participants who took part in the action was 30 people. The community service team distributed material in the form of a mind stopping therapy module, played a video tutorial on the implementation of thought-stopping therapy and demonstrated it to the training participants who were present, and gave feedback to participants about the performance of role play as an evaluation of the skills that had been done. After providing material and training for two days, it was found that of the 20 health workers, most of them had a post-test score > 80 (50%), had reasonably good abilities, and lacked role play, eight people each ( 40%) and have good communication skills in doing role play ten people (50%). Mind cessation therapy training in overcoming anxiety can increase health workers' knowledge at the Klasaman Health Center. It is necessary to improve mental health services from health workers by expanding the practice of mind-stopping therapy to overcome the patient's anxiety problem. In addition, it is essential to make guidelines in the form of simpler modules and workbooks related to thought-stopping treatment that can be used in health centers with outpatient facilities, primarily serving patients with anxiety. Keywords: Thought-Stopping Therapy, Anxiety, Stress
Pelatihan Peningkatan Minat Menabung untuk Anak Usia Sekolah Dasar Maria Bernadethe Mawarni Gelu Wutun; Rosadalima Tisu; Apryanus Fallo; Hedwigh Hendrikus Temai Lejap
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7054

Abstract

ABSTRAKAnak-anak harus dibekali pengetahuan tentang uang dan mengatur keuangan sejak usia dini agar ketika besar nanti mereka sudah terbiasa dengan hal ini. Salah satu kegiatan dalam mengatur keuangan adalah anak-anak diajarkan untuk menabung mulai dari mempunyai celengan di rumah maupun memiliki buku tabungan di bank. Hal sederhana dan mudah yang dapat langsung dilakukan oleh anak untuk menabung adalah memiliki celengan di rumah. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah menambah pengetahuan anak-anak tentang pentingnya uang dan menabung serta melatih anak-anak membuat celengan dari botol bekas air mineral untuk mengurangi sampah plastik demi menjaga bumi kira tercinta. Metode yang digunakan adalah memberikan penyampaian materi, diskusi tentang uang, menabung dan menjaga bumi serta memberikan pelatihan bagaimana cara membuat celengan sederhana untuk menabung di rumah. Hasil kegiatan adalah anak-anak semakin memahami pentingnya uang, menabung dan menjaga bumi dari sampah plastikserta mereka memiliki celengan masing-masing yang dibawa pulang ke rumah. Sehingga dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberi nilai positif bagi anak-anak peserta kegiatan.Kata Kunci: Uang, Menabung, Botol Bekas untuk Celengan.ABSTRACTChildren must be equipped with knowledge about money and managing finances from an early age so that when they grow up they are familiar with this. One of the activities in managing finances is that children are taught to save starting from having a piggy bank at home or having a savings book at the bank. A simple and easy thing that children can immediately do to save is to have a piggy bank at home. The purpose of this community service activity is to increase children's knowledge about the importance of money and saving and to train children to make piggy banks from used mineral water bottles to reduce plastic waste in order to protect our beloved earth. The method used is to deliver material, discuss money, save and protect the earth and provide training on how to make a simple piggy bank for saving at home. The result of the activity is that the children understand the importance of money, saving, and protecting the earth from plastic waste and they have their own piggy bank to take home. So that from this community service activity it gives a positive value to the children participating in the activity.Keywords: Money, Saving, Used Bottles for Piggy Banks
Pemberdayaan Keluarga dalam Deteksi Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir dengan Buku Kia Sukesi Sukesi; Sri Utami; Rekawati Susilaningrum
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.6877

Abstract

ABSTRAK Bayi baru lahir (BBL) merupakan periode kritis pada awal kehidupan. Jika orang tua tidak waspada dan tidak mengenali tanda bahayanya, bisa berakibat fatal. Untuk mencegah kondisi ini, ibu perlu memahami buku KIA yang telah dimiliki. Dalam hal ini, kepemilikan buku KIA ini belum seiring dengan pemahaman isinya. untuk meningkatkan pemahaman buku KIA melalui pemberdayaan keluarga dalam deteksi tanda bahaya BBL. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan pelatihan kepada orang tua tentang deteksi tanda bahaya pada bayi baru lahir. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil di wilayah Puskesmas Sidotopo Surabaya. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, simulasi dan demontrasi. Jumlah sasaran 30 orang. Karakteristik ibu hamil, terbanyak berusia antara 21-30 tahun (73,4%), sebagian besar sebagai ibu rumah tangga (63,3) dan lulus SMA (53,3%). Sebagaian besar ibu tidak mengalami keluhan (80%) dan berada pada trimester 3 (53%). Hampir semua ibu telah memiliki buku KIA (93,35), namun sebagian besar (76,7) jarang mempelajarinya. Setelah pelatihan, ada peningkatan pemahaman (pengetahuan) tentang tanda bahaya bayi baru lahir dengan menggunakan buku KIA. Sebelum pelatihan nilai rata-rata pengetahuan sebesar 76, setelah pelatihan menjadi 86,7. Sebagai evaluasi pelatihan, hampir seluruh ibu menyatakan sangat bermanfaat adanya kegiatan pelatihan tentang pemantauan deteksi tanda bahaya BBL. Kata Kunci: Pemberdayaan, buku KIA, Tanda Bahaya  ABSTRACT Newborns (BBL) is a critical period in early life. If parents are not alert and do not recognize the danger signs, it can be fatal. To prevent this condition, mothers need to understand the MCH handbook that they already have. However, ownership of this KIA book has not been matched by understanding its contents. The purpose of the activity is to improve understanding of the MCH handbook through empowering families in detecting the danger signs of BBL. The method used is to provide training to parents about BB detection. The target of the activity is pregnant women in the Sidotopo Public Health Center Surabaya. The methods used in this training are lectures, questions and answers, discussions, simulations and demonstrations. The target number is 30 people. The characteristics of pregnant women, mostly between the ages of 21-30 years (73.4%), mostly as housewives (63.3) and graduated from high school (53.3%). Most of the mothers had no complaints (80%) and were in the 3rd trimester (53%). Almost all mothers already have MCH books (93.35), but most (76.7) rarely study them. After the training, there was an increase in understanding (knowledge) of the danger signs for newborns using the MCH handbook. Before training the average value of knowledge was 76, after training it was 86.7. As an evaluation of the training, almost all mothers stated that it was very useful to have training activities on monitoring the detection of the danger signs of BBL. Keywords: Empowerment, MCH Book, Danger Sign
Penyuluhan Kesehatan Dampak Pergaulan Bebas pada Remaja di SMK YBKP3 Garut Sandra Pebrianti; Iwan Shalahuddin; Theresia Eriyani; Bambang Aditya Nugraha
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7968

Abstract

ABSTRAK Remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi dan pencarian jati diri, yang karenanya sering melakukan perbuatan-perbuatan yang dikenal dengan istilah kenakalan remaja dan pergaulan bebas. Kejadian pergaulan bebas yang terjadi pada remaja berasal karena ekploitasi seksual pada media dan slaha satunya akibat perkembangan IPTEK. Eksploitasi seksual yang berasal dari internet, televisi, film, majalah ternyata mendorong para remaja untuk melakukan aktivitas seks secara sembarangan di usia muda. Dengan memilih tampilan atau tayangan seks di media, para remaja beranggapan bahwa seks adalah sesuatu yang bebas dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Banyak  remaja  yang  terjerumus  pergaulan  bebas  lainnya  seperti  merokok, narkoba  dan  minum  minuman  keras.  Dapat  diperkirakan  2  juta  remaja  di Indonesia mempergunakan rokok maupun narkoba. Oleh karena itu, perlu dilakukannya penyuluhan kesehatan terkait pergaulan bebas remaja sebagai bahan informasi bagi remaja. Dengan kegiatan penyuluhan ini diharapkan para remaja untuk tidak salah langkah dalam mengambil keputusan oleh karena perubahan pola  pikir  yang terjadi  pada  dirinya. Selain itu  dapat  membantu  siswa  dalam mengetahui berbagai dampak pergaulan bebas remaja serta dapat membentengi diri dan lingkungan pergaulannya agar tidak terjerumus ke dalam berbagai bentuk pergaulan bebas tersebut. Kata Kunci: Penyuluhan Kesehatan, Pergaulan Bebas, Remaja  ABSTRACT Teenagers are those aged 13-18 years. At that age, a person is beyond childhood, but it is still not mature enough to be said to be an adult. He was in a period of transition and self-discovery, which is why he often committed acts known as juvenile delinquency and promiscuity. The incidence of promiscuity that occurs in adolescents comes from sexual exploitation in the media and the only reason is due to the development of science and technology. Sexual exploitation originating from the internet, television, movies, magazines apparently encourages teenagers to engage in sex activities carelessly at a young age. By choosing the appearance or impression of sex in the media, teenagers assume that sex is something that is free to be done by anyone and anywhere. Many teenagers fall into other promiscuity such as smoking, drugs and drinking.  It can be estimated that 2 million teenagers in Indonesia use maup cigarettes.  presented. It is estimated that 2 million teenagers in Indonesia use cigarettes and drugs. Therefore, it is necessary to carry out health counseling related to adolescent promiscuity as information material for adolescents. With this counseling activity, it is hoped that teenagers will not take the wrong step in making decisions because of the change in mindset that occurs in them. In addition, it can help students in knowing the various impacts of adolescent promiscuity and can fortify themselves and their social environment so as not to fall into these various forms of promiscuity Keywords: Health Counseling, Promiscuity, Youth
Counseling and Semen Analysis of the COVID-19 Survivors in Indrapura Hospital, Surabaya Supardi Supardi; Jefry Albari Tribowo; Eko Budi Siswidiyanto; Joice Marlina Budiharto; Eni Maria Sisca; Patricia Silpiani Kandar; Maitra Djiang Wen; Tiara Kirana; Reny I'tishom
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6601

Abstract

ABSTRAK Pandemi coronavirus disease (COVID-19) telah menjadi masalah di seluruh dunia. diketahui bahwa COVID-19 dapat mempengaruhi banyak organ dalam tubuh manusia, seperti paru-paru, ginjal, jantung, dan testis. Efek COVID-19 pada kesuburan pria masih menjadi kekhawatiran oleh para penyintas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan informasi kepada para penyintas COVID-19 mengenai dampak infeksi pasca-COVID-19 terhadap kesuburan pria. Kami melakukan sesi konseling dan analisis semen para penyintas COVID-19 di RS Indrapura, Surabaya, untuk menginformasikan dan mengevaluasi pengaruh penyakit tersebut terhadap kesuburan mereka. Sebanyak 10 peserta setuju untuk memeriksakan spermanya di Unit Andrologi RS Soetomo Surabaya. Sebelum pemeriksaan, kami melakukan penyuluhan dan edukasi masyarakat kepada para Survivor COVID-19 di RSUD Indrapura dengan menggunakan platform zoom meeting. Konseling yang kami berikan menjelaskan bagaimana COVID-19 dapat memengaruhi status kesuburan pria dan bagaimana melakukan aktivitas seksual yang aman selama pandemi. Hasil dari analisis semen didapatkan teratozoospermia 70%, oligoashtenozoospermia berat 10%,  oligozoospermia berat 10%, dan azoospermia post centrifuge 10%. Konseling dan analisis semen para penyintas COVID-19 merupakan langkah penting dalam mengedukasi dan mengevaluasi status kesuburan pria. Partisipan diinformasikan dan memahami status kesuburannya setelah terinfeksi COVID-19. Kata kunci: konseling, coronavirus, pandemi, analisis semen, kesuburan pria                                                                                                                                     ABSTRACT The coronavirus disease (COVID-19) pandemic has been a problem worldwide. It has been known that COVID-19 could affect many organs in the human body, such as the lungs, kidneys, cardiovascular, and testes. The effect of COVID-19 on male fertility is still a concern for many survivors.This community service activity aims to provide education and information to COVID-19 survivors regarding the impact of post-COVID-19 infection on male fertility. We do a counseling session and semen analysis of COVID-19 survivors in Indrapura Hospital, Surabaya, to inform and evaluate the effect of the disease on their fertility. A total of 10 participants agreed to check their semen in Andrology Unit, Soetomo Hospital, Surabaya. Before the examination, we performed community counseling and education of the COVID-19 Survivors in Indrapura Hospital using a zoom meeting. The counseling we give explains how COVID-19 could affect male fertility status and how to do safe sexual activity during pandemics. The results of the semen analysis are teratozoospermia 70%, severe oligoashtenozoospermia 10%,  severe oligozoospermia 10%, and azoospermia post centrifuge 10%. Counseling, and semen analysis of the COVID-19 survivors is an essential step in educating and evaluating male fertility status. Participants were informed and understood their fertility status after being infected by COVID-19.  Keywords: counseling, coronavirus, pandemic, semen analysis, male fertility 
Upaya Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Melalui Posbindu-PTM Di Dusun Watukaras Desa Jenggrik Wilayah Kerja Upt Puskesmas Gemarang Kabupaten Ngawi Raudhotun Nisak; Hamidatus Daris Sa'adah; Edy Prawoto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7562

Abstract

ABSTRAK  PTM (Penyakit Tidak Menular) masih menjadi penyebab kematian tinggi di dunia. Penyakit ini meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat. PTM, seperti hipertensi, Diabetes Mellitus, Penyakit Paru Obstruktif Kronis, dan Kanker menjadi penyakit yang mengancam nyawa manusia saat ini. Peningkatan PTM dapat dikendalikan dengan memberdayakan masyarakat melalui Posbindu-PTM. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan mengendalikan PTM dengan melakukan pembentukan Posbindu-PTM. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Dusun Watukaras Desa Jenggrik Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi pada tanggal 13 Juni sampai dengan 8 Juli 2022. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan pendidikan kesehatan, pembentukan Posbindu-PTM dan pemeriksaan kesehatan sederhana. Hasil kegiatan berupa pemahaman masyarakan tentang Posbindu-PTM, terbentuknya Posbindu-PTM dan deteksi dini terhadap 102 warga dengan hasil normotensi 14 orang, pra hipertensi 60 orang, hipertensi tingkat 1 sebanyak 11 orang, hipertensi tingkat 2 sebanyak 1 orang, hipertensi sistolik 16 orang, GDA diatas normal sebanyak 9, dan peningkatan kolesterol 7 orang. Kegiatan Posbindu-PTM merupakan kegiatan efektif untuk mengendalikan kejadian PTM, sehingga perlu adanya dukungan dari berbagai pihak baik puskesmas, pemerintah desa, kader kesehatan maupun wargasyarakat itu sendiri. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Penyakit Tidak Menular (PTM), Posbindu-PTM ABSTRACT PTM (Non-Communicable Diseases) is still a high cause of death in the world. This disease is increasing along with changes in people's lifestyles. PTM, such as hypertension, Diabetes Mellitus, Chronic Obstructive Pulmonary Disease, and Cancer are diseases that threaten human life today. The increase in PTM can be controlled by empowering the community through Posbindu-PTM. The purpose of this community service activity is to increase awareness and control PTM by establishing Posbindu-PTM. This community service activity was carried out in Watukaras Hamlet, Jenggrik Village, Kedunggalar District, Ngawi Regency on June 13 to July 8, 2022. This activity was divided into three stages, namely the preparation, implementation and evaluation stages. The implementation of this activity is carried out with health education, the establishment of Posbindu-PTM and simple health checks. The results of the activity in the form of community understanding about Posbindu-PTM, formation of Posbindu-PTM and early detection of 102 people with normotension results 14, pre-hypertension 60, hypertension level 1 as many as 11, hypertension level 2 as many as 1 person, systolic hypertension 16, GDA above normal as many as 9, and increased cholesterol 7 people. The Posbindu-PTM activity is an effective activity to control the incidence of PTM, so there needs to be support from various parties, including the puskesmas, village government, health cadres and the community itself. Keywords: Community Empowerment, Non-Communicable Diseases, Posbindu-PTM
Orang Tua Peduli Gizi Balita di Masa Pandemi Evanny Indah Manurung; Martina Pakpahan; Eva Chris Veronica Gultom; Deborah Siregar; Peggy S. Tahulending
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7273

Abstract

ABSTRAK Konsumsi makanan berdampak langsung pada status gizi. Konsumsi yang tidak memenuhi standar gizi dapat menimbulkan masalah gizi terutama pada bayi dan balita, seperti, stunting, underweight, dan gagal tumbuh. Pemenuhan gizi yang adekuat menunjang pertumbuhan bayi dan balita sesuai tumbuh dan kembangnya. Peningkatan pengetahuan terkait gizi balita menjadi hal penting yang dapat membantu pencegahan masalah gizi balita. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam bentuk webinar, dilaksanakan pada hari Jumat, 8 April 2022, pukul 10.00-12.00 WIB. Webinar menggunakan platform zoom dalam bentuk edukasi mengenai masalah gizi balita dan pemberian nutrisi yang baik untuk balita. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orangtua mengenai kebutuh nutrisi balita dan gangguan nutrisi pada balita, yang kemudian diharapakan dapat mencegah resiko stunting. Peserta webinar sebanyak 66 orang, yaitu sebanyak 11 (16.7%) adalah laki-laki, 83.3% adalah perempuan, dan sebanyak 50 (75.8%) bekerja dan 16 (24.2%) tidak bekerja. Hasil pre-test (mean= 49) dan post-test (mean=64) menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebanyak 15 poin. Sesi ceramah dan diskusi berlangsung dengan baik. Peserta antusias megikuti edukasi dan aktif mengajukan pertanyaan aplikatif terkait pemenuhan gizi balita sehari-hari. Peningkatan pengetahuan terkait kebutuhan dan permasalah gizi pada Balita, diharapkan dapat berkontribusi dalam mencegah kejadian stunting. Kata Kunci: Balita, Gizi, Pandemi, Stunting  ABSTRACT Food consumption has a direct impact on nutritional status. Consumption that does not meet nutritional standards can cause nutritional problems, especially in infants and children under five, such as stunting, being underweight, and failure to thrive. Fulfillment of adequate nutrition supports the growth of children under five years according to their growth and development. Increasing knowledge related to toddler nutrition is an important thing that can help prevent nutritional problems for toddlers. Community Service Activities in the form of a webinar, held on Friday, April 8, 2022, 10:00-12:00 WIB. The webinar uses the zoom platform in the form of education about nutritional problems and the provision of good nutrition for children under five years. The activity aims to increase parents' knowledge about the nutritional needs and nutritional disorders in children under five years, which is then expected to prevent the risk of stunting. There were 66 participants in the webinar, of which 11 (16.7%) were male, 83.3% were female, 50 (75.8%) worked and 16 (24.2%) did not. The results of the pre-test (mean = 49) and post-test (mean = 64) showed an increase in knowledge by 15 points. The lecture and discussion sessions went well. Participants enthusiastically participated in the education and actively asked applicable questions related to the daily nutritional fulfillment of in children under five years, which is then expected to prevent the risk of stunting. There were 66 participants in the webinar, of which 11 (16.7%) were male, 83.3% were female, 50 (75.8%) worked and 16 (24.2%) did not. The results of the pre-test (mean = 49) and post-test (mean = 64) showed an increase in knowledge by 15 points. The lecture and discussion sessions went well. Participants enthusiastically participated in the education and actively asked applicable questions related to the daily nutritional fulfillment of Children Under Five Years. Increased knowledge related to nutritional needs and problems in children under five is expected to contribute to preventing stunting. Keywords: Children Under Five Years, Nutrition, Pandemic, Stunting
Pendidikan Kesehatan tentang Metode Dietary Approaches To Stop Hypertension (Dash) untuk Penderita Hipertensi di Desa Padokan Wetan Dusun Sawahan Ngemplak Boyolali Ganik Sakitri; Ratna Kusuma Astuti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.6818

Abstract

ABSTRAK Lanjut usia atau yang sering disebut lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah kesehatan. Masalah tersebut semakin bertambah ketika seseorang bertambah dalam usianya. Kejadian hipertensi pada lansia meningkat seiring bertambahnya usia. Pada lanjut usia penyakit-penyakit tersebut sangat rentan sehingga dianjurkan untuk dapat mengontrol hipertensi dengan baik, untuk mencegah penyakit yang lebih parah. Maka dari itu perlu dilakukan penanganan baik itu secara farmakologis maupun non farmakologis. Modifikasi diet merupakan salah satu penatalaksanaan nonfarmakologis yang dapat menurunkan tekanan darah, mencegah terjadinya hipertensi. Diet yang dapat diterpakan pada penderita hipertensi adalah diet DASH atau Dietary Approaches to Stop Hypertension. Kegiatan Pendidikan Kesehatan dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Hasil pelaksanaan kegiatan didapatkan 15 lansia dan 5 kader posyandu mengikuti kegiatan. Evaluasi yang dilakukan bahwa peserta antusias dan pengetahuan tentang penanganan hipertensi meningkat. Kata kunci: Lansia, Hipertensi,  Diit DASH   ABSTRACT The elderly or often called the elderly are an age group that is prone to health problems. This problem increases as a person gets older. The incidence of hypertension in the elderly increases with age. In the elderly, these diseases are very susceptible, so it is recommended to be able to control hypertension properly, to prevent more severe diseases. Therefore, it is necessary to handle both pharmacologically and non-pharmacologically. Diet modification is one of the non-pharmacological treatments that can lower blood pressure and prevent hypertension. The diet that can be applied to people with hypertension is the DASH diet or Dietary Approaches to Stop Hypertension. Health Education activities are carried out using lecture and question and answer methods. The results of the implementation of the activity found 15 elderly and 5 posyandu cadres participated in the activity. The evaluation was carried out that the participants were enthusiastic and knowledge about hypertension management increased.  Keywords : Elderly, hypertention, DASH diet

Page 71 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue