cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Program Amancalistung untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Menulis dan Berhitung dengan Siswa-Siswi di SD Inpres Sulamu David Manafe; Ferdinandus Jonda; Helena Elni Nembo; Adventus Benge; Lidwina Jewati; Stefanus I. Tobi Sogen
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7848

Abstract

ABSTRAK AmanCalistung merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh anak yang menginjak SD, bukan anak usia dini. Membaca, menulis dan berhitung termasuk salah satu kemampuan kognitif yang perlu dikuasai anak-anak. Oleh karena itu peserta KKN melakukan pendekatan dengan pihak sekolah di SD Inpres Sulamu untuk menjalankan program AmanCalistung bersama para siswa dari kelas 1, 2, 3 dan 4. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan dasar kepada anak agar akan tetapi dalam proses pengajaran AmanCalistung kepada anak tidak boleh dipaksakan. Metode yang dilakukan yaitu penyuluhan untuk memberikan materi, pelatihan serta pendampingan dimana semua siswa dibagi di beberapa ruangan berdasarkan tingkat kelasnya dan dibimbing oleh peserta KKN yang sudah dibagi dalam beberapa kelompok. Hasilnya didapat pada saat melakukan Gebyar AmanCalistung, dimana para siswa mengalami peningkatan dalam membaca, menulis dan berhitung serta digelarnya perlombaan mengenai materi yang telah dipelajari selama proses kegiatan AmanCalistung setiap sore. Saran pada kegiatan ini adalah memotivasi para siswa serta para orang tua agar dapat menerapkan AmanCalistung ini bukan hanya disekolah melainkan dengan bantuan orang tua adik-adik bisa dibimbing di rumah oleh kedua orang tuanya maupun dilingkungan sekitarnya. Kata Kunci: AmanCalistung, Kognitif, Pelatihan  ABSTRACT AmanCalistung is a basic skill that must be mastered by children entering elementary school, not early childhood. Reading, writing and arithmetic are one of the cognitive skills that need to be mastered by children. Therefore, the KKN participants approached the school at SD Inpres Sulamu to run the AmanCalistung program with students from grades 1, 2, 3 and 4. cannot be forced. The method used is counseling to provide material, training and mentoring where all students are divided into several rooms based on their grade level and are guided by KKN participants who have been divided into several groups. The results were obtained during the AmanCalistung Gebyar, where students experienced improvements in reading, writing and arithmetic as well as holding competitions on the material that had been learned during the AmanCalistung activity every afternoon. Suggestions in this activity are to motivate students and parents to be able to apply AmanCalistung not only at school but with the help of parents, younger siblings can be guided at home by both parents and the surrounding environment. Keywords: AmanCalistung, Cognitive, Training
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Tatanan Rumah Tangga Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Shinta Maharani; Nelly Maryam; Tiara Pratiwi; Mardelia Astriani; Dedi Pahrul; Dhea Mega Arini; Latifah Latifah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.7296

Abstract

ABSTRAK Angka kejadian Covid-19 Indonesia terus meningkat. Dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan dalam upaya mengantisipasi penyebaran covid-19 di masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan gerakan PHBS. Tujuan utama dari gerakan PHBS adalah meningkatkan kualitas kesehatan melalui proses penyadartahuan yang menjadi awal dari kontribusi individu-individu dalam menjalani perilaku kehidupan sehari-hari yang bersih dan sehat. Masyarakat di Desa Sukadamai Kota Kayu Agung masih banyak yang mengabaikan PHBS terkait pencegahan penyebaran covid-19 yang dapat berdampak semakin tingginya masyarakat yang terkonfirmasi. Tujuan pemberian penyuluhan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang PHBS dalam masa adaptasi kebiasaan baru.  Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kesehatan dengan menggunakan leaflet dan power point.  Terdapat peningkatan pengetahuan tentang hubungan PHBS dengan pencegahan penyebaran covid-19 pada masyarakat di Desa Sukadamai Kota Kayu Agung. Kata Kunci: PHBS, Covid-19, Adaptasi Kebiasaan Baru ABSTRACT The number of cases of Covid-19 in Indonesia continues to increase. Public awareness is needed to take preventive measures in an effort to anticipate the spread of COVID-19 in the community. One of the efforts that can be done is through the PHBS movement. The main objective of the PHBS movement is to improve the quality of health through an awareness process that is the beginning of the contribution of individuals in living a clean and healthy daily life behavior. Many people in Sukadamai Village, Kayu Agung City, still ignore PHBS related to preventing the spread of covid-19 which can have an impact on the number of confirmed people. The purpose of providing health counseling is expected to increase public knowledge about PHBS in the adaptation period of new habits. The activities carried out were in the form of health education using leaflets and power points. There is an increase in knowledge about the correlation between PHBS and preventing the spread of covid-19 in the community in Sukadamai Village, Kayu Agung City. Keywords: PHBS, Covid-19, New Habit Adaptation
Penyuluhan tentang Napza dan Dampaknya terhadap Gangguan Jiwa pada Siswa SMK Qurrotu A’yun di Samarang Kabupaten Garut Iceu Amira; Hendrawati Hendrawati; Indra Maulana; Sukma Senjaya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7561

Abstract

ABSTRAK Masalah penyalahgunaan Napza telah mengkhawatirkan, jika tidak ditanggulangi merupakan ancaman bagi kesejahteraan generasi yang akan datang. Penyalahgunaan obat tersebut dapat menimbulkan gangguan, baik badan maupun jiwa seseorang, di ikuti dengan akibat    sosial yang tidak di inginkan. Apabila Napza dikonsumsi dengan cara ditelan, diminum, dihisap, dihirup, di hidu dan melalui suntikan maka Napza melalui peredaran darah sampai pada susunan saraf pusat (otak) yang mengganggu sistem neuro-transmitter sel-sel saraf otak. Akibat gangguan pada system neuro-transmitter itu terjadilah Gangguan Mental dan Perilaku akibat Napza. Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat bertujuan  untuk meningkatkan pengetahuan tentang Napza dan dampaknya terhadap gangguan jiwa  pada siswa SMK Qurrotu A’yun di Samarang Kabupaten Garut. pelaksanaan Pengabdian pada masyarakat  ini menggunakan metode tindakan preventif dengan mengadakan penyuluhan kesehatan  diawali menyusun media informasi leaflet mengenai konsep Napza dan konsep gangguan jiwa serta bagaimana dampaknya, selanjutnya melakukan penyuluhan kesehatan kepada siswa SMK Qurotu A’yun. Dalam pengabdian ini hasil yang dicapai adalah meningkatnya pengetahuan siswa  tentang Napza dan dampaknya terhadap gangguan jiwa.  Kegiatan Peyuluhan  ini telah dilaksanakan dan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan maka diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan siswa dari hasil pre dan post test yang dilaksanakan  di SMK  Qurrota  A'yun Samarang Kabupaten Garut. Kata Kunci: Gangguan Jiwa, Napza, Penyalahgunaan  ABSTRACT The problem of drug abuse has been worrying, if not addressed, it is a threat to the welfare of future generations. Misuse of these drugs can cause disturbances, both body and soul of a person, followed by unwanted social consequences. If the drug is consumed by swallowing, drinking, snorting, inhaling, inhaling and by injection, the drug through the blood circulation reaches the central nervous system (brain) which interferes with the neuro-transmitter system of the brain's nerve cells. As a result of disturbances in the neuro-transmitter system, mental and behavioral disorders due to drugs occur .The purpose of implementing this community service activity is to prevent drug use behavior in students of SMK Qurrota A’yun in Samarang, Garut Regency. The method of implementing this PPM is by Preventive Actions holding health counseling starting with compiling media information leaflets about the definition of drugs, kinds of drugs, the effects of drugs, and how to overcome them, then, conducting health education to students of SMK Qurrota  A'yun. The results achieved in this service are increasing students' knowledge about how to overcome drug abuse and its consequences on mental health. The conclusion is that this PPM activity has been carried out and based on the results of the evaluation of the implementation of the activity, it is known that there is an increase in students' knowledge about how to overcome drug abuse and its consequences on mental health at SMK  Qurrota  A'yun, Samarang Village, Garut Regency. Keywords: Mental Disorders, Drugs, Abuse
Pelayanan Kebidanan melalui Pemberdayaan Ibu Nifas di Desa Oelnasi Firda Kalzum Kiah; Mareta Bakale Bakoil; Agnes Thenu; Ayu Nappe; Charen Ratundima; Murni Rame
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7207

Abstract

ABSTRAKKabupaten Kupang memiliki jumlah penduduk 305.548 jiwa, dengan pasangan usia subur 46.404 pasangan. Cakupan kunjungan nifas di Kabupaten Kupang masih rendah yaitu KF 1 sebesar 32,87 %, KF 2 32,30 %, dan KF 3 30,07 %. Tujuan yakni melakukan penyuluhan dan pelayanan kesehatan pada ibu nifas dan menyusui di Desa Oelnasi Kecamatan Kupang Tengah. Kegiatan yang dilakukan adalah pelayanan kesehatan dan penyuluhan tentang pentingnya ASI Ekslusif pada bayi, perawatan payudara, kebersihan diri, pola nutrisi, pola istirahat, cara menyusui yang baik dan benar, dan perawatan bayi, serta pentingnya membawa bayi ke posyandu untuk di pantau tumbuh kembangnya berdasarkan KMS yang ada pada buku KIA. Kegiatan diikuti oleh 20 orang ibu. Hasil survey pengetahuan ibu-ibu setelah mendapatkan penyuluhan rata-rata 78,2% termasuk kategori baik. Peserta kegiatan berperan aktif dan terjadi peningkatan pengetahuan serta pemahaman ibu-ibu nifas tentang kesehatan ibu dan anak. Kata Kunci: Kesehatan, Pemberdayaan, Ibu Nifas  ABSTRACT Kupang Regency has a population of 305,548 people, with 46,404 couples of childbearing age. The coverage of postpartum visits in Kupang Regency is still low, namely KF 1 of 32.87%, KF 2 of 32.30%, and KF of 30.07%. The aim is to provide counseling and health services to postpartum and breastfeeding mothers in Oelnasi Village, Central Kupang District. The activities carried out are health services and counseling about the importance of exclusive breastfeeding for infants, breast care, personal hygiene, nutritional patterns, rest patterns, proper and correct breastfeeding methods, and baby care, as well as the importance of bringing babies to posyandu to monitor their growth and development based on KMS in the KIA book. The activity was attended by 20 mothers. The results of the survey of mothers' knowledge after receiving counseling were on average 78,2%, including the good category. Participants in the activity played an active role and there was an increase in knowledge and understanding of postpartum mothers about maternal and child health. Keywords: Health, Empowerment, Postpartum Mother
Pendampingan Pengelolaan Website Desa Hajimena sebagai Penunjang Program Digitalisasi Desa Iqbal Firdaus; Simon Sembiring; Agus Riyanto; Rudy Situmeang; Pulung Karo Karo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7638

Abstract

ABSTRAK Desa Hajimena merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Natar Lampung Selatan. Infrastruktur fasilitas umum dan pendidikan sudah sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan dasar dan pendidikan masyarakat setempat. Kelengkapan infrastuktur yang ada di desa hajimena belum didukung oleh perkembangan sistem informasi yang memadai salah satunya adalah media informasi desa berbasis website. Media informasi desa sangat diperlukan untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, dewasa ini tuntutan terhadap sistem informasi berbasis komputer dan internet hampir di segala bidang, baik pemerintahan, industri, bisnis pendidikan, dan bidang lainnya. Permasalahan tersebut mendorong untuk membuat sekaligus membina perangkat desa untuk mengelola website Desa sebagai sarana informasi digital yang di dalamnya terdapat layanan administrasi desa, pelayanan desa, dan profil desa. Metode yanga digunakan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan teknik ceramah, praktik, dan diskusi. Hasilnya kegiatan pengabdian yang telah dilakukan, masyarakat mampu memahami terkait pengelolaan website khususnya adalah operator desa, hal ini didukung dengan terjadi peningkatan pencapaian TIK sebesar 83,5% yang sebelum kegiatan pengabdian yaitu 41,83 %. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat tentang pengelolaan website Desa. Kata Kunci: Hajimena, Layanan, Informasi Digital, Website Desa,   ABSTRACT Hajimena Village is one of the villages in Natar District, South Lampung. The infrastructure of public facilities and education is very adequate to meet the basic needs and education of the local community. The completeness of the existing infrastructure in the Hajimena village has not been supported by the development of sufficient information systems, one of which is the website-based village information media. Village information media is very necessary to keep up with the very rapid information technology, this development of computer and internet-based information systems in almost all fields, be it government, industry, business, education, and other fields. This problem encourages the creation and development of village officials to manage the Village website as a means of digital information in which there are village administration services, village services, and village profiles. The method used in community service activities uses lecture, practice, and discussion techniques .The results of the service carried out, the community is able to understand the management of the website, especially village operators, this is supported by an increase in ICT by 83.5% before service activities, which is 41.83%. This shows that there is an increase in community knowledge and ability about managing the Village website. Keywords: Hajimena, Service, Digital Information, Village Website,
Penyuluhan Tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Banjir dan Paska Banjir Bagi Masyarakat Amiruddin Amiruddin; Abdurrahman Abdurrahman; Bustami Bustami; Anasril Anasril; Tri Mulyono Herlambang; Cut Mutiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6367

Abstract

ABSTRAK Aceh Barat merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Aceh yang sering mengalami bencana alam,  pada akhir tahun 2016, jumlah wilayah yang tergenang banjir meliputi sembilan kecamatan, 139 desa, dengan korban terdampak banjir serta pengungsian 14.245 kepala keluarga dengan 49.856 jiwa, 1 korban jiwa meninggal. Daerah yang mengalami banjir adalah gampong Blang Beurandang Kecamatan Johan Pahlawan. Dampak yang nyata akibat banjir bukan hanya pada masalah lingkungan fisik, namun status kesehatan juga bisa menurun karena munculnya penyakit-penyakit setelah banjir. Upaya kesiapsiagaan terhadap bencana tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, masyarakat juga perlu melakukan kesiapsiagaan bencana guna mengurangi kerugian akibat bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan warga masyarakat tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir, dalam rangka meminimalkan dampak buruk akibat bencana banjir. Hasil dari penyuluhan kesehatan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat telah berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir. Masyarakat sudah menyadari pentingnya melakukan persiapan-persiapan sebelum bencana banjir datang. Kata Kunci: Banjir, Kesiapsiagaan, Penyuluhan  ABSTRACT West Aceh is one of the regencies in Aceh Province that often experiences natural disasters, at the end of 2016, the number of areas that were inundated by floods included nine sub-districts, 139 villages, with victims affected by floods and the displacement of 14,245 families with 49,856 people, 1 person died. The area that experienced flooding was Blang Beurandang Village, Johan Pahlawan District. The real impact of flooding is not only on physical environmental problems, but health status can also decline due to the emergence of diseases after the flood. Disaster preparedness efforts are not only carried out by the government, the community also needs to carry out disaster preparedness in order to reduce losses due to disasters. This community service activity aims to increase the knowledge, understanding and ability of community members about preparedness to face flood disasters, in order to minimize the adverse effects of floods. The results of health counseling carried out in community service activities have succeeded in increasing public understanding of preparedness to face flood disasters. The community has realized the importance of making preparations before the flood disaster comes. Keywords: Flood, Preparedness, Counseling
Pendampingan Strategi Pemasaran Berbasis WEB Dan Pengembangan Usaha Dengan Metode Bisnis Model Canvas ( BMC) Pada UMKM KOJA Desa Kongsi Jaya Indramayu Agus Yudianto; Meddy Nurpratama
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7493

Abstract

ABSTRAK  IM Kongsijaya Indramayu merupakan usaha kecil menengah yang bergerak dibidang home industry dengan memproduksi bumbu instan khas Timur Tengah diantaranya bumbu briyani dan bumbu kebuli. UKM KOJA IM Kongsijaya Indramayu ini beralamat di Gg Purbaya RT/RW 001/003 Desa Kongsijaya Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu yang merupakan desa binaan dari Bank Indonesia yang didampingi oleh ibu Darwinah selaku pelopor usaha kecil menengah (UKM) di Indramayu dengan program, program kemandirian pekerja migram Indonesia purna dan TKI. Program ini merupaka program pilot project dan Bank Indonesia (BI) untuk membina dan melahirkan UKM-UKM baru di Indramayu. Tujuan dari pengabdian ini adalah Perkembanag   teknologi dan strategi sangat diperlukan oleh usaha kecil dan menengah dengan sebut  UMKM dengan persaingan yang semakn tinggi maka merupakan salah satu pembelajaran berupa pemberian pendampingan  dan pengalaman belajar yang berhubungan langsung dengan masyarakat khususnya dunia usaha, sehingga diharapkan dapat mengidentifikasi permasalahan dan mengatasinya. Usaha   kecil menengah (UMKM) Koja IM Kongsijaya Indramayu merupakan usaha kecil menengah yang bergerak dibidang  home industry dengan berbagai produk di dalamnya namun lebih memfokuskan pada produksi bumbu instan khas Timur Tengah diantaranya bumbu biryani dan bumbu kebuli. memaksimalkan pendampingan untuk membuat strategi pemasaran berbasis WEB dan pemasaran secara online, teknologi dan inovasi UMKM di Desa Konsgis jaya Kecamatan Widasari  Kabupaten Indramayu, terjadi perilaku masyarakat terhadap penggunaan teknologi informasi.Metode Pengabdian yaitu Di UMKM Koja IM Desa Kongsijaya  Kecamatan Widasari  Kabupaten Indramayu . . Masalah yang kan diselesaikan yaitu membantu pemasaran produk Koja IM secata online. Metode Penyelesaian Masalah Metode yang akan dipergunakan dalam penyelesaian masalah berupa pendampingan, baidalam bentuk penyuluhan maupun pelatihan Manajemen pemasaran online.  Prosedur dalam Menerapkan Metode Penyelesaian Masalah. Prosedur dalam menerapkan metode penyelesaian masalah sebagai berikut: . Melakukan obervasi dan diskusi dengan UMKM Koja IM. Rencana Kegiatan. Rencana kegiatan pengabdian masyarakat yang akan dilakukan oleh tim dosen Universitas wiralodra indramayu.Usaha kecil menengah (UKM) KOJA IM Kongsijaya Indramayu merupakan usaha kecil menengah yang bergerak dibidang home industry dengan memproduksi bumbu instan khas Timur Tengah diantaranya bumbu briyani dan bumbu kebuli. UKM KOJA IM Kongsijaya Indramayu ini beralamat di Gg Purbaya RT/RW 001/003 Desa Kongsijaya Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu yang merupakan desa binaan dari Bank Indonesia yang didampingi oleh ibu Darwinah selaku pelopor usaha kecil menengah (UKM) di Indramayu dengan program, program kemandirian pekerja migram Indonesia purna dan TKI. Program ini merupaka program pilot project dan Bank Indonesia (BI) untuk membina dan melahirkan UKM-UKM baru di Indramayu.Pada awal memproduksi ukm ini dulunya memproduksi bumbu basah yang hanya bertahan 3 sampai 4 hari saja yang membuat pendapatan berkurang dan gak berhenti disitu, salah satu anggota Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengusulkan ide kenapa kita tidak bikin seperti di Saudari aja bumbu kering yang instan dan disitu para rekan rekannya  dari ide tersebut ibu Watiah selaku pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) bangkit langsung menguji coba memproduksi bumbu kering yang instan setelah diuji coba bumbu tersebut bisa bertahan antara 10 bulan sampai 1 tahun  dan pada tahun tahun berikutnya UKM KOJA IM Kongsijaya Indramayu ini terus terusan memproduki bumbu kering yang instan sampai saat ini. Kondisi yang kita lihat dari aspek manajemennya sebagai berikut: Pertama aspek manajemen sumber daya manusianya Sejak pertama kali produksi ibu Watiah ini tidak menggunakan karyawan sama sekali hingga sekarang karena beliau beranggapan bahwasanya beliau masih mampu memproduksi dengan sendirinya sehingga dari pertama kali ia merintis usaha ini sampai sekarang usaha ini sudah berkembang beliau belum melakukan pengrekrutan karyawan untuk membantunya dan beliau juga beranggapan buruk jika beliau menggunakan karyawan. Jadi semua suka duka dari UKM KOJA IM Kongsijaya Indramayu ini beliau  yang rasakan. Aspek kedua yaitu manajemen operasionalnya Kegiatan operasional atau produksi bumbu briyani ini dilakukan ketika pihak pemasaran membutuhkan karena UKM KOJA IM Kongsijaya Indramayu ini memproduksi ketika pesanan masuk baru memproduksi jadi waktunya tidak tertentu namun setiap bulannya 3-4 kali produksi. Proses produksinya dilakukan oleh satu orang dan waktu yang dibutuhkan 5-6 jam biasanya dimulai dari pukul 09.00–14.00 WIB dengan sekali produksi sebanyak 2,5 kg. Aspek selanjutnya yaitu aspek pemasaran yang didalamnya membahas UKM KOJA IM Kongsijaya Indramayu menerapkan sistem bermitra dengan Migran Shop. Dimana semua produk yang di produksi oleh UKM KOJA IM Kongsijaya Indramayu seperti bumbu Timur Tengah yaitu nasi briyani dan nasi kebuli serta masih banyak produk lainnya yang di produksi oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) tersebut. Dan semua produknya itu diserahkan kepada Migran Shop untuk dipasarkan kepada konsumen, namun diluar dari sistem bermitra dengan Migran Shop UKM KOJA IM Kongsijaya Indramayu juga terkadang memasarkan produknya melalui metode klasik yaitu dengan  cara menawarkan produknya kepada konsumen melalaui pameran-pameran yang di selenggarakan oleh pihak tertentu. Dan aspek yang terakhir yaitu aspek manajemen keuangan, kami mendapatkan hasil yaitu setelah kami melakukan analisis terhadap UKM KOJA IM Kongsijaya Indramayu ini laporan keuangan yang mereka miliki bahkan mereka gunakan laporan yang manual hanya mencatat pembelian serta pendapatan. Setelah kami melakukan analisis terhadap UKM KOJA IM Kongsijaya Indramayu ini belum miliki laporan keuangan bahkan mereka masih menggunakan laporan yang manual hanya melakukan pencatatan atas  pembelian serta pendapatan. Kata Kunci: Strategi Pemasaran, Berbasis WEB, Bisnis Model Canvas  ABSTRACT  Small and Medium Enterprises (UKM) KOJA IM Kongsijaya Indramayu is a small and medium business engaged in the home industry by producing Middle Eastern instant spices including briyani and kebuli seasoning. UKM KOJA IM Kongsijaya Indramayu is located at Gg Purbaya RT/RW 001/003 Kongsijaya Village, Widasari District, Indramayu Regency, which is a fostered village from Bank Indonesia who was accompanied by Mrs. Darwinah as a pioneer of small and medium enterprises (SMEs) in Indramayu with programs, worker independence programs full-time Indonesian migrants and Indonesian migrant workers. This program is a pilot project program and Bank Indonesia (BI) to foster and give birth to new SMEs in Indramayu.The purpose of this service is that technology and strategy development is very much needed by small and medium-sized businesses called MSMEs. overcome it. Small and Medium Enterprises (UMKM) Koja IM Kongsijaya Indramayu is a small and medium business engaged in the home industry with a variety of products in it but focuses more on the production of Middle Eastern instant spices including biryani and kebuli seasoning. maximizing assistance to create WEB-based marketing strategies and online marketing, technology and MSME innovation in Konsgis Jaya Village, Widasari District, Indramayu Regency, there is community behavior towards the use of information technology.The method of service is in the UKM Koja IM, Kongsijaya Village, Widasari District, Indramayu Regency. . The problem to be solved is helping the marketing of Koja IM products online. Problem Solving Method The method that will be used in problem solving is in the form of assistance, both in the form of counseling and online marketing management training. Procedures in Applying Problem Solving Methods. The procedure in applying the problem solving method is as follows: . Conducting observations and discussions with SMEs Koja IM. Activity plan. Plans for community service activities that will be carried out by a team of lecturers from Wiralodra Indramayu University.At the beginning of producing this SME used to produce wet spices that only lasted 3 to 4 days which made income decrease and it didn't stop there, one member of the Indonesian Migrant Workers (PMI) suggested the idea why we don't make it like in Sister, just dry spices that are instant and there, her colleagues from the idea, Mrs. Watiah as Small and Medium Enterprises (SMEs) got up and immediately tried to produce instant dry seasonings after being tested the spices could last between 10 months to 1 year and in the following year UKM KOJA IM Kongsijaya Indramayu continues to produce instant dry spices until now. The conditions that we see from the management aspect are as follows: First, the aspect of human resource management. Since the first production, Mrs. Watiah has not used employees at all until now because she thinks that she is still capable of producing on her own, so that from the first time she started this business until now. this business has grown he has not recruited employees to help him and he also thinks it is bad if he uses employees. So all the joys and sorrows of UKM KOJA IM Kongsijaya Indramayu he felt. The second aspect is operational management. Operational activities or the production of briyani seasoning are carried out when the marketing party needs it because this UKM KOJA IM Kongsijaya Indramayu produces when an order comes in and produces only a certain time, but every month 3-4 times of production. The production process is carried out by one person and the time it takes is 5-6 hours usually starting from 09.00-14.00 WIB with a single production of 2.5 kg. The next aspect is the marketing aspect in which it discusses . UKM KOJA IM Kongsijaya Indramayu implements a partnership system with the Migrant Shop. Where all the products produced by UKM KOJA IM Kongsijaya Indramayu such as Middle Eastern spices, namely briyani rice and kebuli rice and many other products produced by the Small and Medium Enterprises (SMEs). And all of their products are handed over to the Migrant Shop to be marketed to consumers, but outside of the system of partnering with the Migrant Shop UKM KOJA IM Kongsijaya Indramayu also sometimes market their products through the classic method, namely by offering their products to consumers through exhibitions organized by certain parties. . And the last aspect, namely the financial management aspect, we got the results that after we conducted an analysis of the UKM KOJA IM Kongsijaya Indramayu, the financial reports they have even use manual reports that only record purchases and income. After we conducted an analysis of the UKM KOJA IM Kongsijaya Indramayu, they do not yet have financial reports, even they are still using manual reports, only recording purchases and income. Keywords: Marketing Strategy, WEB-Based, Business Model Canvas 
Implementasi Teknologi Alat Penetas dan Teropong Otomatis Untuk Meningkatkan Daya Tetas Telur Bebek di UKM Beki Karawang Garno Garno; Suparno Suparno; Asep Jamaludin; Apriade Voutama; Jamaludin Indra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7174

Abstract

ABSTRAK Pengabdian terintegrasi dengan penelitian di bidang peternakan bebek dan teknologi penetasan telur. Kegiatan membantu UKM Beki mengatasi kesulitan penetasan telur bebek menjadi itik. Satu tahun terakhir setiap kali menetaskan telur sejumlah 300 butir telur rata-rata menetas hanya 175 ekor itik atau berhasil hanya 58%. Team pengabdi mengimplementasikan metode dalam mengatasi kesulitan UKM. Pemilihan induk bebek yang berkualitas. Pemberian pakan pada bebek vitamin dan mineral yang cukup. Pengawinan induk yang baik dengan perbandingan maksimal 1 ekor bebek jantan digabung 6-9 ekor bebek betina. Ke dua pemilihan telur yang berkualitas, meneropong telur sebelum ditetaskan. Jika terlihat embrio atau fertile berarti telur ditetaskan, jika tidak berarti infertile, telur tidak ditetaskan. Pengaturan suhu dalam proses pengeraman, alat penetas telur otomatis diset point awal di 360-370C dan pertengahan 370-380C dan mengatur kelembaban ruang bok penetasan. Hasil pengabdian dengan menerapkan metode dapat menetaskan telur bebek mencapai 86,33%. Prosentase penetasan telur itik mengalami kenaikan sebesar 28,33% dari kondisi sebelumnya. Pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan metode pada UKM Beki penetasan telur bebek dapat meningkatkan jumlah produksi tetas telur menjadi itik. Kata kunci: Teknologi Penetas, Teropong Telur, Fertilitas Telur, Itik, Bebek  ABSTRACT Integrated service with research in the field of duck farming and egg hatching technology. Activities to help UKM Beki overcome the difficulties of hatching duck eggs into ducks. In the last one year, every 300 eggs hatched, on average, only 175 ducks hatched or only 58% succeeded. The service team implements methods in overcoming the difficulties of SMEs. Selection of quality duck mother. Feeding ducks adequate vitamins and minerals. A good parent mating with a maximum ratio of 1 male duck combined with 6-9 female ducks. Second, selecting quality eggs, observing the eggs before they are hatched. If you see an embryo or fertile, it means the egg was hatched, if it doesn't mean it is infertile, the egg is not hatched. Setting the temperature in the incubation process, the egg incubator automatically sets the initial point at 360-370C and mid-370-380C and adjusts the humidity of the hatching bok. The results of service by applying the method to incubate duck eggs reached 86.33%. The percentage of duck eggs hatching increased by 28.33% from the previous condition. Community service in the form of training methods Beki SMEs can increase the amount of egg hatching production to ducks. Keywords: Incubator Technology, Egg Binoculars, Egg Fertility, Ducks, Ducks
Jamu Kelor untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Desa Bendiljati Wetan di Era Pandemic Covid-19 Amalia Eka Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.6963

Abstract

ABSTRAK Desa Bendiljati Wetan termasuk desa yang juga mengalami wabah Covid-19. Hal yang dapat masyarakat lakukan untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19 adalah dengan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, serta menggunakan hand sanitizer, memakan makanan yang bergizi juga kaya antioksidan guna meningkatkan kekebalan/daya tahan tubuh. Daun kelor yang berpotensi sebagai antioksidan karena di dalamnya terkandung berbagai jenis vitamin (A, C, E, K, B1, B2, B3, B6), flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid. Tujuan pemberdayaan masyarakat desa Bendiljati Wetan dengan harapan masyarakat dapat mengolah kelor sebagai obat tradisional yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh yang  lebih ekonomis dan memiliki efek samping relative lebih kecil dibandingkan dengan penggunaan bahan kimia dan dapat dipergunakan sendiri. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat desa Bendiljati Wetan dalam pembuatan jamu daun kelor untuk menjaga daya tahan tubuh. Lebih dari 70 % mitra mengetahui pentingnya daun kelor sebagai jamu untuk meningkatkan daya tahan tubuh, diperoleh dari survey sebelum dan sesudah dilaksanakan pembelajaran. Mitra dapat membuat dan menegetahui tentang jamu daun kelor yang dapat digunakan untuk menjaga daya tahan tubuh di era pandemic covid 19. Kata Kunci: Daun Kelor, Meningkatkan Daya Tahan Tubuh, Covid 19 ABSTRACT Bendiljati Wetan Village is one of the villages that has also experienced the Covid-19 outbreak. Things that people can do to break the chain of spread of the Covid-19 virus are diligently washing hands with soap and clean water, and using hand sanitizers, eating nutritious food that is also rich in antioxidants to increase immunity/immunity. Moringa leaves have potential as antioxidants because they contain various types of vitamins (A, C, E, K, B1, B2, B3, B6), flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, and terpenoids. Community empowerment in Bendiljati Wetan village, it is hoped that the community can process Moringa as a traditional medicine that can be used to increase endurance which is more economical and has relatively smaller side effects compared to the use of chemicals and can be used alone. The activities carried out were in the form of socialization and empowerment of the Bendiljati Wetan village community in making Moringa leaf herbal medicine to maintain body resistance. More than 70% of partners know the importance of Moringa leaves as herbal medicine to increase body resistance, obtained from surveys before and after the learning is carried out. Partners can make and know about Moringa leaf herbal medicine that can be used to maintain body resistance in the pandemic era covid 19  Keywords: Moringa Oleifera, Increase Endurance, Covid 19
Bersinergi Meningkatkan Pemahaman Nutrisi Melalui Pilar SDGS “Tanpa Kelaparan” Di Desa Rancaekek Kulon Deden Indra Dinata; Meti Sulastri; Fikri Mourly Wahyudi; R. Nety Rustikayanti; Widhya Aligita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7613

Abstract

ABSTRAK Global Hunger Index menunjukkan tingkat kelaparan dan kekurangan gizi di dunia terus mengalami penurunan sejak tahun 2000. Penurunan ini lebih jauh terus diupayakan melalui SDGs, yaitu pilar kedua: mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, memperbaiki nutrisi dan mempromosikan pertanian yang berkelanjutan. Salah satu indikator dari kondisi kekurangan gizi dapat terlihat dari insidensi kejadian stunting yang muncul sebagai akibat dari keadaan yang berlangsung lama seperti kemiskinan, perilaku pola asuh yang tidak tepat, dan sering menderita penyakit secara berulang akibat kebersihan serta sanitasi yang kurang baik. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat Desa Rancaekek Kulon tentang stunting, dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai stunting. Target sasaran untuk kegiatan penyuluhan ini yaitu ibu-ibu desa yang memiliki anak balita sehingga dapat lebih paham tentang bagaimana cara mencegah dan menghadapi stunting bila terjadi pada balitanya. Kata Kunci: Tanpa Kelaparan, Stunting, Penyuluhan ABSTRACT The Global Hunger Index shows that the level of hunger and malnutrition in the world has continued to decline since 2000. This reduction is further pursued through the second pillar of SDGs: ending hunger, achieving food security, improving nutrition, and promoting sustainable agriculture. One indicator of the condition of malnutrition can be seen from the incidence of stunting that appears as a result of long-standing conditions such as poverty, inappropriate parenting behavior, and often suffering from repeated diseases due to poor hygiene and sanitation. The method used to solve this problem is by providing counseling to the people of Rancaekek Kulon Village about stunting, with the aim of rising public health, increasing public knowledge,awareness, and concern for for stunting. The targets for this counseling are mothers who have children under five and need education about stunting to understand how to prevent and deal with stunting when it occurs in their toddlers. Keywords: Without Hunger, Stunting, Counseling

Page 72 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue