cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pelatihan Penanganan Kasus Trauma Gigi dan Mulut Sederhana pada Kader Masyarakat Rw 02 Grogol Mikha Sundjojo; Deviyanti Pratiwi; Bernard O Iskandar; Jeddy Jeddy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7645

Abstract

ABSTRAK Kejadian trauma gigi dan mulut dapat terjadi di kehidupan sehari-hari pada usia anak hingga dewasa. Trauma gigi yang sering ditemui meliputi fraktur mahkota gigi dan kegoyangan gigi. Pengetahuan dan pemahaman yang kurang mengenai kejadian trauma gigi dan mulut yang tidak tertangani dengan tepat dapat berakhir dengan kondisi yang lebih buruk. Pada masyarakat RW 02 Grogol terdapat kader masyrakat yang bersedia mendapatkan pelatihan program kesehatan untuk membangun kesejahteraan keluarga di lingkungan sekitar. kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan pelatihan yang tepat kepada kader masyarakat agar mampu memberikan penanganan darurat pada kasus trauma gigi dan mulut sebelum dibawa ke tempat pelayanan Kesehatan terdekat. Kegiatan ini dilakukan secara langsung tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol Kesehatan di masa pandemi Covid-19. Penyampaian materi dilakukan secara menarik dan memanfaatkan teknologi dalam pelatihan untuk manfaat yang efektif bagi masyarakat. kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan berdasarkan hasil pretest dan posttest peserta serta kemampuan peserta dalam memperagakan secara langsung materi pelatihan. Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan tingkat keberhasilan yang baik karena pemilihan materi dan metode pelaksanaan yang telah disesuaikan dengan permintaan kader masyarakat RW 02 Grogol. Kata Kunci: Trauma, Gigi, Mulut, Kader, Masyarakat  ABSTRACT Dental and oral trauma might happen in daily activities of adolescent or adults. These events often encountered with involvement of tooth mobility and crown fracture. Lack of knowledge and understanding about dental and oral trauma that is not handled properly might end up with worse condition. Community in RW 02 Grogol had community cadre who willing to receive education and training for health programme to support wellbeing of families in their regions.  This activity to distribute education and training for community cadre so they can help giving emergency treatment at dental and oral trauma until the patient brought to nearby dental health facilities. This activity done directly and physically present with standard health protocol of Covid-19 pandemic. Explanation is arranged with modern instrument and delivered with entertaining presentation for the audience.  This activity showed increased understanding of participants from postest and pretest scores. Participants also demonstrate directly what to do in scenario of dental trauma event. The activity done with a good success rate considering topic selection and method performed have met the requests of community cadre in RW 02 Grogol. Keywords: Trauma, Dental, Oral, Cadre, Community
Implementasi Water Tepid Sponge dalam Mengatasi Masalah Hipertemia pada Penderita Demam Berdarah Dangue Lela Aini; Lenny Astuti; Dessy Suswitha; Dewi Rury Arinda; Shinta Maharani; Sri Muliasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6483

Abstract

ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular infeksi yang memiliki gejala peningkatan suhu tubuh atau hipertermia, apabila kurangnya penangan yang tepat dapat menimbulkan dengue shock syndrome. Salah satu penangan demam dapat berupa pemberian kompres hangat (tepid sponge). Water Tepid Sponge merupakan satu upaya untuk menurunkan suhu (hipertermia) yang menggabungkan teknik kompres blok pada pembuluh darah supervisial dengan teknik seka atau tindakan memandikan dengan tujuan terapeutik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang implementasi tepid water sponge dalam mengatasi masalah hipertemia pada penderita demam berdarah dengue. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah berbentuk pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan demontrasi. Seluruh (100%) pasien yang berkunjung di Puskesmas Sei Baung Palembang dapat memahami implementasi water tepid sponge dengan baik. Adanya peningkatan pengetahuan yang berkunjung di Puskesmas Sei Baung Palembang tentang implementasi water tepid sponge dalam mengatasi masalah hipertemia pada penderita demam berdarah dangue Kata Kunci: Water Tepid Sponge, Hipertermia, Demam Berdarah Dangue  ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious infectious disease that has symptoms of increased body temperature or hyperthermia, if the lack of proper handling can cause dengue shock syndrome. One of the fever handlers can be in the form of giving a warm compress (tepid sponge). Tepid Water Sponge is an effort to reduce temperature (hyperthermia) that combines the technique of compressing the block on the superficial blood vessels with the technique of wiping or bathing for therapeutic purposes. water sponge in overcoming the problem of hyperthermia in patients with dengue hemorrhagic fever. The method used in community service activities is in the form of health education with lecture and demonstration methods. All of the patient (100%) who had visited Sei Baung Public Health Center Palembang could understand the implementation of water tepid sponge well. The conclusion is that there is an increase in respondents' knowledge (100%) at the Sei Baung Health Center Palembang about the implementation of water tepid sponges in overcoming the problem of hyperthermia in patients with dengue fever and dengue.  Keywords: Water Tepid Sponge, Hyperthermia, Dengue Hemorrhagic Fever
Analisis Asuhan Keperawatan Luka Kaki Diabetik pada Tn.I dan Ny.A dengan Penggunaan Zinc Cream dan Chitosan sebagai Balutan Primer di Wocare Center Bogor Putri Fauzia Sukmawati; Rizki Hidayat; Naziyah Naziyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7530

Abstract

ABSTRAK Kondisi kronis yang menjadi penyebab utama morbiditas, mortalitas, dan kematian pada penderita diabetes melitus adalah luka kaki diabetik. Salah satu modern dressing yang terbukti dapat digunakan sebagai autolisis debridemen ialah Zinc Cream dan Chitosan. Kedua bahan tersebut dapat digunakan sebagai balutan primer dan berfungsi untuk menjaga kelembapan pada luka sekaligus mempercepat regenerasi jaringan. Tujuan analisis ini adalah untuk mengetahui manfaat penggunaan Zinc Cream dan Chitosan sebagai balutan primer pada luka kaki diabetik. Metode yang dilakukan merupakan pendekatan studi kasus dengan dua subjek penelitian dan dilaksanakan selama dua kali pertemuan dengan waktu dua kali dalam seminggu. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Analisis penggunaan Zinc Cream dan Chitosan sebagai balutan primer yang berfungsi sebagai autolisis debridemen menunjukkan bahwa kedua bahan tersebut efektif dalam menghilangkan jaringan nekrotik pada luka kedua klien. Hal ini lebih lanjut ditunjukkan pada saat kunjungan berikutnya, ketika jaringan nekrotik pada luka kedua klien mulai meluruh dan mulai memperlihatkan dasar luka. Penggunaan Zinc Cream dan Chitosan sebagai balutan primer pada luka kaki diabetik menunjukkan bahwa teknik perawatan luka dengan modern dressing dapat membantu proses autolisis debridemen, menjaga kelembapan luka (moisture balance) dan mempercepat waktu penyembuhan luka. Selain itu, proses autolisis debridemen menggunakan Zinc Cream dan Chitosan sebagai balutan primer dianggap lebih efisien dan aman untuk digunakan dalam mengobati luka, terutama luka kaki diabetik. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Luka Kaki Diabetik, Zinc Cream, Chitosan  ABSTRACT Chronic conditions that are the main cause of morbidity, mortality, and death in people with diabetes mellitus are diabetic foot ulcers. One of the modern dressings that are proven to be used as autolysis debridement are Zinc Cream and Chitosan. Both of these materials can be used as a primary dressing and function to maintain moisture in the wound while accelerating tissue regeneration. The purpose of this analysis is to determine the benefits of using Zinc Cream and Chitosan as a primary dressing for diabetic foot wounds. The method used is a case study approach with two research subjects and is carried out for two meetings twice a week. Data collection techniques using interviews and observation. Analysis of the use of Zinc Cream and Chitosan as a primary dressing that functions as an autolysis debridement showed that both were effective in removing dead tissue from the wounds of both clients. This was further demonstrated at the next visit when the dead tissue in both clients' wounds began to slough off and begin to reveal the wound bed. The use of Zinc Cream and Chitosan as primary dressings for diabetic foot wounds shows that modern dressing techniques can assist the autolysis debridement process, maintain wound moisture (moisture balance), and accelerate wound healing time. In addition, autolysis debridement using Zinc Cream and Chitosan as a primary dressing is considered more efficient and safe to use in treating wounds, especially diabetic foot wounds. Keywords: Diabetes Mellitus, Diabetic Foot Ulcers, Zinc Cream, Chitosan
Edukasi Masyarakat Khususnya Ibu Balita dalam Mencegah Terjadinya Masalah Gizi pada Anak dengan Pendekatan Terapi Pijat Tuina Fitri Wahyuni; Rini Rahmayanti; Delvi Hamdayani; Hidayatul Hasni; Velga Yazia; Ises Reni; Mitakheny Megalasa; Diva Shelfioni Wilanda; Sasmi Sasmi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7204

Abstract

ABSTRAK Masalah gizi di Indonesia semakin kompleks, tidak hanya gizi lebih tetapi juga masalah gizi kurang dan akibatnya semakin meningkat. Penyebab utama masalah gizi salah satunya pola makan dan gaya hidup. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan salah satunya dapat diperoleh melalui edukasi gizi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan status gizi balita sehingga dapat menurunkan kejadian balita gizi buruk atau kurang di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kelurahan Pasir Nan Tigo. Setiap peserta yang hadir tampak sangat antusias selama kegiatan dan tidak ada yang meninggalkan tempat saat kegiatan berlangsung. Tanya jawab cukup hangat dan ini menandakan bahwa peserta yang hadir tertarik dan memiliki kesadaran untuk menerapkan pola yang baik dalam memenuhi gizi balita. Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah terlaksana di kelurahan Pasir Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Lubuk Buaya Padang dapat disimpulkan kegiatan berjalan dengan baik, mencapai target dan tepat sasaran. Kata Kunci: Balita, Pijat Tuina, Status Gizi ABSTRACT Nutrition problems in Indonesia are increasingly complex, not only overnutrition but also undernutrition and are increasing. One of the main causes of nutritional problems is diet and lifestyle. One of the efforts to increase knowledge, one of which can be obtained through nutrition education. The purpose of this community service is to improve the nutritional status of toddlers so that they can reduce the incidence of malnutrition or malnutrition in the working area of the Lubuk Buaya Health Center, Pasir Nan Tigo Village. Every participant who attended seemed very enthusiastic during the activity and did not leave the place during the activity. The questions and answers were quite warm and this indicated that the participants were interested and had the awareness to apply good patterns in fulfilling toddler nutrition. Based on community service activities that have been carried out in the Pasir Nan Tigo village, Koto Tangah District, Lubuk Buaya Padang, it can be said that the activity went well, achieved the target and was right on target. Keywords: Nutritional Status, Toddler, Tuina Massage
Optimalisasi PHBS dan Diet Gizi Seimbang pada Siswa/Siswi di SMKS Karya Ruteng Makrina Sedista Manggul; Maria Sriani Banul; Eufrasia P. Padeng; Ordilia Yoselina Viven; Yuni Kartika Miniarti Sudin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.7159

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan negara besar yang memiliki banyak masalah yang harus ditangani secara serius terutama di bidang kesehatan. Menjawab tantangan tersebut perlu memberikan edukasi pendidikan sebagai bentuk investasi untuk menentukan masa depan bangsa yang lebih baik. SMKS Karya Ruteng merupakan tempat yang strategis untuk mempromosikan kesehatan yang efektif dan efisien. Data keberadaan Siswa/siswi di SMKS Karya Ruteng tahun pelajaran 2021/2022 yang diperoleh melalui wakasek kesiswaan sebanyak 896 orang yang terdiri dari tiga program keahlian yaitu Administrasi Perkantoran berjumlah : 285 orang, Akuntansi berjumlah : 525 orang  dan Pemasaran berjumlah : 86 orang. (sumber: Data Wakasek Kesiswaaan Tahun Pelajaran 2021/2022). Dari data tersebut yang dijadikan sampel dan bersedia mengisi kuisioner serta bersedia mengikuti sosialisasi tentang PHBS dan diet gizi seimbang sebanyak 60 orang yang diambil dari dua kelas. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengukur pengetahuan siswa/siswi SMKS Karya Ruteng tentang PHBS dan diet gizi seimbang. Kesimpulannya terdapat peningkatan  pengetahuan terhadap siswa/siswi SMKS Karya Ruteng yang signifikan setelah diberikan edukasi. Kata Kunci: Remaja, PHBS, Gizi Seimbang  ABSTRACTIndonesia is a large country that has many problems that must be taken seriously, especially in the health sector. Responding to these challenges, it is necessary to provide educational education as a form of investment to determine a better future for the nation. SMKS Karya Ruteng is a strategic place to promote effective and efficient health. Data on the whereabouts of students at SMKS Karya Ruteng for the academic year 2021/2022 obtained through the student deputy head of department were 896 people, consisting of three skill programs, namely Office Administration: 285 people, Accounting: 525 people and Marketing: 86 people. (Source: Data for Vice Head of Student Affairs for the 2021/2022 Academic Year). From this data, 60 people were sampled and were willing to fill out questionnaires and were willing to participate in the socialization about healthy lifestyle and a balanced nutrition diet. The purpose of this service is to measure the knowledge of SMKS Karya Ruteng students about PHBS and a balanced nutritional diet. In conclusion, there is a significant increase in knowledge of SMKS Karya Ruteng students after being given education. Keywords: Youth, Healthy Lifestyle, Balanced Nutrition
Edukasi Masyarakat dan Pelatihan Kader dalam Pencegahan Serta Pemeriksaan Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Maja Kabupaten Pesawaran Misbahul Huda; Marhamah Marhamah; Filia Yuniza
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.6782

Abstract

ABSTRAK Puskesmas Maja merupakan salah satu puskesmas yang ada di daerah endemis malaria di Kabupaten Pesawaran. Beberapa penyebab tingginya kasus malaria di wilayah kerja Puskesmas tersebut antara lain letaknya yang dekat dengan pantai, banyak lokasi tambak tidak terurus yang menjadi sumber perindukan nyamuk, kurangnya pengetahuan kader tentang penyakit malaria dan kurangnya kesadaran masyarakat akan cara pencegahan penyakit malaria. Pemegang program malaria juga menganggap perlu dilakukan percepatan penemuan kasus baru malaria, sehingga dipandang perlu ada upaya meningkatkan kemampuan kader untuk melakukan pemeriksaan malaria. untuk melakukan edukasi masyarakat dan pelatihan kader sebagai upaya pencegahan serta pemberantasan malaria di wilayah kerja Puskesmas Maja. penyuluhan masyarakat, pelatihan kader, pemberian perlengkapan untuk memutus mata rantai penyebaran malaria, praktek pemasangan kawat nyamuk pada ventilasi, serta pengenalan dan pemberian contoh tanaman pengusir nyamuk. setelah dilakukan kegiatan pengabdian, tampak adanya kenaikan pemahaman dan pengetahuan peserta yang signifikan. Kenaikan ini dinilai sangat baik, karena peserta menunjukan antusiasme dan penerimaan yang baik terhadap kegiatan yang dilakukan. kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan telah berhasil meningkatkan pemahaman dan pengetahuan peserta tentang malaria. Kata Kunci: Edukasi Masyarakat, Malaria, Pelatihan Kader  ABSTRACT Puskesmas Maja is one of the public health centers with the highest malaria cases in the Pesawaran Regency. The causes of the high number of malaria cases in the working area of the Puskesmas include its location close to the beach, many sites of unmanaged ponds that are a source of mosquito breeding, lack of knowledge of cadres about malaria, and a lack of public awareness of how to prevent malaria. The holder of the malaria program also considers it necessary to accelerate the discovery of new malaria cases so that it is deemed necessary to increase the capacity of cadres to carry out malaria examinations.  to conduct public education and training of cadres to prevent and eradicate malaria in the working area of the Maja Health Center.  community education, cadre training, provision of equipment to break the chain of malaria transmission, the practice of installing mosquito nets on ventilation, as well as introducing and providing examples of mosquito repellent plants.  After the service activities were carried out, there was a significant increase in participants' understanding and knowledge. This increase in value was considered very good because the participants showed good enthusiasm and acceptance of the activities. Community service activities carried out have succeeded in increasing participants' understanding and knowledge about malaria. Keywords : Cadres Training, Malaria, Public Education
Pemahaman KIPI melalui Penyuluhan tentang Manajemen KIPI pada Mahasiswa Universitas Advent Indonesia Imanuel Sri Mei Wulandari; Monalisa Sitompul; Masta Haro; Evelin Malinti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7456

Abstract

ABSTRAK Covid-19 merupakan penyakit saluran pernafasana yang mudah menular melalui udara dan kontak langsung dengan penderita. Usaha yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi Pandemik Covid-19, salah satunya dengan pemberian vaksin kepada penduduk Indonesia yang berusia 6 tahun ke atas. Bahkan saat ini telah dilaksanakan vaksin dosis 3 yang merupakan boster bagi masyarakat dengan usia lebih dari 18 tahun. Banyak laporan yang menyebutkan adanya masalah yang terjadi paska mendapatkan vaksin atau yang sering disebut dengan Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI), hal ini membuat masyarakat cenderung ragu untuk mengikuti program pemerintah. Tujuan penyuluhan Kesehatan yang dilakukan untuk mengetahui pemahaman penanganan KIPI pada mahasiswa Universitas Advent Indonesia. Metode yang digunakan adalah ceramah dengan media power point dan leaflet yang dibagikan pada peserta penyuluhan. Hasil yang didapatkan melalui pos tes adalah pemahaman mahasiswa mengenaia penanganan KIPI 76% memiliki hasil pemahaman yang baik, dan 24% dengan pemahaman sedang. Hal ini menujukan penyuluhan yang diberikan efektif dengan tingkat pemahaman yang baik. Kata Kunci: Booster Vaksinasi, Covid-19, Kejadian Ikutan Paska Imunisasi. ABSTRACT Covid-19 is a respiratory disease that is easily transmitted through the air and direct contact with sufferers. Efforts made by the government to overcome the Covid-19 pandemic, one of which is by providing vaccines to Indonesian residents aged 6 years and over. Even now, dose 3 vaccine has been implemented which is a booster for people over 18 years of age. Many reports mention that there are problems that occur after getting the vaccine or what is often referred to as Post-Immunization Adverse Events (KIPI), this makes people tend to hesitate to participate in government programs. The purpose of health education is to find out the understanding of handling AEFI in Indonesian Adventist University students. The method used is a lecture using power point media and leaflets which are distributed to the counseling participants. The results obtained through the post-test were students' understanding of the handling of AEFI, 76% had good understanding, and 24% had moderate understanding. This shows that the counseling provided is effective with a good level of understanding. Keywords: Covid-19, Post-Immunization Follow-Up Events (AEFI), Vaccinations
Upaya Preventif dan Kuratif Era Covid-19 dengan Perawatan Gigi dan Mulut Sederhana di Desa Donomulyo, Kulonprogo Erma Sofiani; Maulida Nurhasanah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7735

Abstract

ABSTRACT Coronavirus disease 2019 (COVID-19) which stated as global pandemic by World Health Organization with its massive spread of the virus through oral cavity has affected dental treatments regulation. The dental treatment limited to emergency cases only, while non-emergency cases given with careful consideration and avoiding aerosol treatments during pandemic. The limitation of dental treatment has impacted the oral health status in the community. Furthermore, the preventive and curative approaches in form of simple dental treatments such as fluor application, pit and fissure sealant, medication, simple tooth extraction, filling, and trepanation were done at Donomulyo Village, Kulonprogo, Yogyakarta. The community service began with structured planning then continued to the program implementation and program evaluation. The evaluation result of the community service found that 57 people received dental treatment in form of preventive and curative. The evaluation showed that all respondents gave the positive feedbacks about the treatments and better disease progress after treatment given. The positive response from the community indicates the preventive and curative approaches in form of simple dental treatments in oral health community improvement were successful. Keywords: Community Service, Curative, Dental Treatment, Preventive  ABSTRAK Virus Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang ditetapkan sebagai pandemi global oleh World Health Organization (WHO) dengan tingkat penyebarannya yang masif terutama melalui rongga mulut berdampak pada segala perawatan kesehatan gigi dan mulut masyarakat. Selama kondisi pandemi perawatan gigi terbatas hanya pada kasus emergency, sedangkan untuk kasus non-emergency dilakukan dengan menghindari prosedur tindakan yang menghasilkan aerosol. Pembatasan perawatan gigi ini mempengaruhi derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat pada masa pandemi. Berdasarkan hal ini, dilakukan upaya preventif dan kuratif berupa perawatan gigi dan mulut sederhana seperti aplikasi bahan fluor dan fissure sealant pada anak, serta upaya kuratif berupa medikasi, pencabutan gigi sederhana, penambalan gigi berlubang, dan trepanasi di Desa Donomulyo, Kulonprogo, Daerah Istimera Yogyakarta. Pengabdian masyarakat ini terdiri dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan perawatan pada bakti sosial, terdapat total 57 orang yang mendapat perawatan kuratif maupun preventif dan 34 diantaranya menjadi responden evaluasi kegiatan, dimana seluruh responden memberikan feedback positif terhadap perawatan maupun perkembangan keluhan yang dirasakan. Hasil evaluasi yang menunjukkan respon positif dari warga menunjukkan keberhasilan upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut di masa pandemi melalui upaya preventif maupun kuratif bagi warga di Desa Donomulyo, Kulonprogo. Kata Kunci: Kuratif, Pengabdian Masyarakat, Perawatan Gigi, Preventif
Health Education and Screening HIV/AIDS untuk Pekerja dan Mitra Kerja di FT. Pertamina Maumere Pasionista Vianitati; Yuldensia Avelina; Pembronia Nona Fembi; Anggia Riske Wijayanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.7699

Abstract

ABSTRAK Human immunodeficiency Virus (HIV) merupakan jenis virus yang menginfeksi sel-sel pada sistem kekebalan tubuh, menghancurkan serta merusakan fungsinya sehingga dapat menyebabkan terhambatnya semua aktivitas manusia yang diakibatkan oleh kelemahan dari sistem kekebalan tubuh. Hal ini dapat mempengaruhi orang sangat mudah lelah dan dapat mempengaruhi motivasi kerja pun menurun. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan agar peserta dengan sukarela melakukan testing/screening HIV dengan baik sebagai upaya pencegahan penularan HIV/AIDS serta menghindari dari perilaku berisiko. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada pekerja dan mitra kerja di FT. Pertamina Maumere dengan memberikan health education, membagikan leaflet dan screening HIV/AIDS sebanyak 56 orang pekerja. Semua tahapan Kegiatan pendidikan kesehatan (health education) dan screening HIV/AIDS bagi pekerja dan mitra kerja di FT. Pertamina Maumere berjalan dengan lancar, peserta sangat kooperatif dan sikap antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Peserta kegiatan ini merupakan karyawan baik staff office maupun staff lapangan yang terdiri dari 52 orang laki-laki (92,9%) dan perempuan 4 orang (7,1%) dengan jumlah status perkawinan sebanyak 41 orang (73,3%) dan yang belum kawin sebanyak 15 orang (26,8%) serta 12 orang (21,4%) berisiko tertular HIV. Hasil screening HIV/AIDS yang diperoleh negative sebanyak 56 peserta (100%). Diharapkan dari hasil kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dalam upaya pencegahan penularan HIV/AIDS sehingga dengan sukarela melakukan tes HIV secara berkala dan bagi peserta yang berisiko tertular HIV agar mengurangi dan menghindari dari perilaku yang berisiko. Kata kunci: Health Education, Screening HIV/AIDS, Virus ABSTRACT Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a type of virus that infects cells in the immune system, destroys and damages their function so that it can cause inhibition of all human activities caused by weakness of the immune system. Immunodeficiency Virus (HIV) is a type of virus that infects cells. cells in the immune system, destroying and impairing their function so that it can cause inhibition of all human activities caused by the weakness of the immune system. This can affect people very easily and can affect work motivation to decrease. Purpose to increase knowledge so that participants voluntarily carry out HIV testing/screening properly as an effort to prevent HIV/AIDS transmission and avoid risky behavior. This service activity is carried out for workers and partners in FT. Pertamina Maumere by providing health education, distributing leaflets and HIV/AIDS screening for 56 workers. All stages of health education and HIV/AIDS screening activities for workers and partners in FT. Pertamina Maumere runs smoothly, the participants are very cooperative and enthusiastic to take part in this activity. Participants in this activity were employees of both office staff and field staff consisting of 52 men (92.9%) and 4 women (7.1%) with a total marital status of 41 people (73.3%) and unmarried as many as 15 people (26.8%) and 12 people (21.4%) at risk of contracting HIV. The results of the HIV/AIDS screening obtained were negative as many as 56 participants (100%). It is hoped that the results of this activity can increase knowledge in efforts to prevent HIV/AIDS transmission so that they voluntarily carry out regular HIV tests and for participants who are at risk of contracting HIV to reduce and avoid risky behavior.  Keywords: Health Education, Screening HIV, Virus
Edukasi Pemanfaatan Daun Sirih sebagai Antiseptik Pada Perempuan di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Kabupaten Tapanuli Utara Marni Siregar; Maya Handayanisinaga; Hetty W.A. Panggabean
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.8232

Abstract

ABSTRAK  Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat termasuk wanita di seluruh Indonesia. Dalam mencapai derajat kesehatan yang tinggi, wanita sebagai salah satu penerima layanan kesehatan, harus berperan dalam menjaga kesehatan fisik maupun psikologisnya agar tetap sehat sepanjang hidupnya. Kesehatan fisik  tersebut adalah kebersihan alat genitalia sebagai salah satu alat reproduksi wanita yang sangat penting untuk di jaga. Hal ini tentunya menjadi sebuah hal yang harus diupayakan oleh wanita itu sendiri sehingga tidak timbul masalah di kemudian hari seperti keputihan bahkan kanker serviks. Tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terhadap pemanfaatan daun sirih sebagai antiseptik pada perempuan. Metode pelaksanaan kegiatan mendata, membuat perencanaan serta pelaksanaan yang dimulai dengan pre test, penyuluhan, demonstrasi dan diakhiri dengan post test sebagai evaluasi terhadap pemanfaatan daun sirih sebagai antiseptik pada perempuan. Hasil tingkat pengetahuan dan keterampilan perempuan sebelum demonstrasi pengetahuan kurang 3 orang (6%), baik 2 orang (4%) dan cukup 45 orang (90%). Setelah dilaksanakan demonstrasi pengetahuan dan keterampilan perempuan meningkat yaitu cukup 4 orang (8%) dan baik 46 (92%).  Bisa disimpulkan terjadi peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi. Kata Kunci: Edukasi, Pemanfaatan Dauh Sirih, Perempuan, Antiseptik  ABSTRACT Health development aims to improve public health, including women throughout Indonesia. In achieving a high degree of health, women as one the recipients of health services must play a role in maintaining their physical and psychological health so that they remain healthy throughout their lives. Physical health is the cleanliness of the genitals as one of the female reproductive organs which is very important to be maintained. This is certainly something that the woman herself must strive for so that problems do not arise in the future such as vaginal discharge and even cervical cancer. The aim is to increase knowledge and skills on the use of betel leaf as an antiseptic for women. The method of carrying out data collection activities, planning, and implementing begins with a pre-test, counseling, and demonstration and ends with a post-test as an evaluation of the use of betel leaf as an antiseptic for women. The results of the level of knowledge and skills of women before the demonstration of knowledge were less than 3 people (6%), both 2 people (4%) and 45 people (90%). After the demonstration, women's knowledge and skills increased, namely 4 people (8%) and 46 (92%). It can be concluded that there was an increase in knowledge after education. Keywords: Education, Utilization of Dauh Sirih, Women, Antiseptic

Page 70 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue