cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Optimalisasi Posyandu Lansia dalam Implementasi Status Gizi dan Kesehatan Reproduksi Menuju Lansia Mandiri di Kabupaten Karawang Tris Eryando; Daniah Daniah; Nurhidayah Nurhidayah; Warendi Warendi; Yulia Herawati; Nelly Apriningrum
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8379

Abstract

ABSTRAK Menurut WHO, di kawasan Asia Tenggara populasi Lansia sebesar 8% atau sekitar 142 juta jiwa. Pada tahun 2050 diperkirakan populasi Lansia meningkat 3 kali lipat dari tahun ini. Pada abad ke-21 tantangan khusus bidang kesehatan dari terus meningkatnya jumlah lansia yaitu timbulnya masalah degeneratif dan Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan gangguan-gangguan kesehatan jiwa lainnya. Salah satu pencengahan penyakit degeneratif bisa dicegah dengan kebutuhan status gizi, terutama monitoring intake karbohidrat dalam tuhuh pada setiap lansia dan Kesehatan Reproduksi pada lansia harus diperhatikan. Berdasarkan survey pendahuluan yang ditemukan  terdapat posyandu lansia yang tidak optimal sehingga pengetahuan lansia terhadap kebutuhan status gizi lansia dan kesehatan reproduksi kurang, tidak ada  aktivitas fisik pada lansia, tidak adanya kajian keagamaan yang dilakukan lansia, tidak adanya keterampilan pada lansia. Dengan demikian untuk bisa mengoptimalkan posyandu lansia harus adanya pendampingan khusus oleh para kader sesuai dengan tujuan menjadikan para lansia produktif dan mandiri. Adapun metode kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan pelatihan senam hipertensi, keterampilan dan pengukuran karbohidrat dengan aplikasi berbasis Android, memberikan materi tentang status gizi dan kesehatan reproduksi dalam bentuk ceramah dan tanya jawab. Dari hasil implementasi pengabdian kepada masyarakat yang sudah dilakukan dengan jumlah responden 50 lansia. Pengetahuan lansia terhadap kebutuhan status gizi dan pengetahuan kesehatan reproduksi pada lansia masih rendah terdapat 90% lansia tidak tahu tentang kebutuhan status gizi dan kesehatan reproduksi lansia. Lansia yang mengikuti senam sebanyak 6%, jumlah lansia dalam melakukan keterampilan juga rendah sebanyak 10%, dan lansia yang mengikuti kajian keagamaan sebanyak 20%. Alat keterampilan yang digunakan dengan  alat habis pakai menjadi keterampilan yang bisa dijual seperti bekas air mineral yang dikumpulkan, lalu didaur ulang hingga menjadi bahan yang bermanfaat seperti tempat air mineral, tempat pensil.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat dilakukan secara optimal dan bisa dikembangkan untuk wilayah RW yang lain, dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan lansia bisa lebih produktif dan mandiri serta tidak ketergantungan dengan keluarganya.Kata Kunci: Lansia, Posyandu Lansia, Gizi, Kesehatan Reproduksi, Keterampilan  ABSTRACT According to WHO, in the Southeast Asian region, the elderly population is 8% or around 142 million people.2 By 2050 it is estimated that the elderly population will increase 3 times from this year. In the 21st century, the specific challenges in the health sector from the continued increase in the number of the elderly are the emergence of degenerative problems and Non-Communicable Diseases (NCDs) such as diabetes mellitus, hypertension, and other mental health disorders. One of the diversions of degenerative diseases can be prevented by the need for nutritional status, especially monitoring the intake of carbohydrates in the elderly, and Reproductive Health in the elderly must be considered. Based on a preliminary survey, it was found that there are posyandu for the elderly that are not optimal so that the elderly's knowledge of the nutritional status needs of the elderly and reproductive health is lacking, there is no physical activity in the elderly, there is no religious study conducted by the elderly, there are no skills in the elderly. Thus, to be able to optimize the posyandu for the elderly, there must be special assistance by cadres to make the elderly productive and independent. The method of community service activities by conducting hypertension gymnastics training, skills, and carbohydrate measurement with an Android-based application, providing material on nutritional status and reproductive health in the form of lectures and questions and answers. From the results of the implementation of community service that has been carried out with the number of respondents 50 elderly. The elderly's knowledge of nutritional status needs and reproductive health knowledge in the elderly is still low, there are 90% of the elderly do not know about their nutritional status and reproductive health needs of the elderly. The number of elderly who participated in gymnastics was 6%, the number of elderly in performing skills was also low by 10%, and the number of elderly who participated in religious studies was 20%. Skill tools used with consumables become skills that can be sold such as used mineral water collected, then recycled into useful materials such as mineral water holders, and pencil cases. This community service activity is expected to be carried out optimally and can be developed for other RW areas, with this community service activity it is hoped that the elderly can be more productive and independent and not dependent on their families. Keywords: Elderly, Posyandu Elderly, Nutrition, Reproductive Health, Skills
Peningkatan Kemandirian Anak Cerebral Palsy dalam Memenuhi Kebutuhan Personal Hygiene di Ruang Belajar Semar Cakep Semarang Barat Endang Supriyanti; Dyah Restuning Prihati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.7738

Abstract

ABSTRAK Anak cerebral palsy akan mengalami kelainan gerakan, tonus otot, ataupun postur tubuh yang disebabkan kerusakan yang terjadi pada otak. Cerebral palsy tidak dapat disembuhkan, akan tetapi gejala klinis dan kecacacatan dapat diatasi melalui beberapa terapi yaitu terapi fisik, terapi okupasi, konseling psikologis, dan tindakan operasi. Terapi okupasi akan membantu anak meningkatkan kemampuan motorik yang baik, misalnya dalam memenuhi kebutuhan personal hygiene seperti memakai baju, makan, menggosok gigi dan lain-lain. Tujuan dari pelaksanaan PKM ini adalah upaya meningkatkan kemandirian dan kemampuan motorik anak cerebral palsy dalam  memenuhi kebutuhan personal hygiene. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan. Kegiatan pelatihan meliputi: pemberian edukasi kesehatan tentang personal hygiene,  melatih motorik dengan praktik cara menggosok gigi yang benar dan pendampingan dalam meningkatkan kemandirian memenuhi kebutuhan personal hygiene. Hasil kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan orang tua tentang personal hygiene, serta peningkatan kemampuan motorik anak dalam memenuhi kebutuhan personal hygiene. Berdasarkan hasil tersebut diharapkan orang tua mampu memberikan motivasi kepada anak untuk memenuhi kebutuhan personal hygiene secara mandiri sebagai bentuk terapi okupasi untuk meningkatkan kemampuan motorik anak. Kata Kunci: Kemampuan Motorik, Cerebral Palsy, Personal Hygiene. ABSTRACT Cerebral palsy children will have movement disorders, muscle tone, or posture caused by damage to the brain. Cerebral palsy is not could healed, will but symptom clinical and disability could overcome through a number of therapy that is therapy physical, therapy occupation, counseling psychology, and action operation. Therapy occupation will help child increase ability good motor, for example in Fulfill needs personal hygiene like use clothes, eats, rubs tooth and others. Destination from implementation PKM this is effort increase independence and ability motor child with cerebral palsy in Fulfill needs personal hygiene. Method used in activity this is training . Activity training includes : giving education health about personal hygiene, practice motor with practicum method rub correct teeth and accompaniment in increase independence Fulfill needs personal hygiene. Results activity this there is enhancement parental knowledge about personal hygiene, as well as enhancement ability motor child in Fulfill needs personal hygiene. Based on results the parents hope capable give motivation to child for Fulfill needs personal hygiene by independent as form therapy occupation for increase ability motor child.Keywords: Motor Ability, Cerebral Palsy, Personal Hygiene
Analisis Intervensi Keperawatan dengan Penggunaan Silver Calsium Alginate sebagai Balutan Primer pada Pasien Ny. R dan Ny. D pada Fase Poliferasi dengan Diagnosa Medis Diabetic Foot Ulcer di Klinik Wocare Center Bogor Sisilia Pardjer; Naziyah .
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8748

Abstract

ABSTRAK  International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2019 mengatakan bahwa diabetes merupakan salah satu issue di dunia kesehatan yang telah mencapai tahap “alarming“. Saat ini hampir setengah juta penduduk (463 juta) dunia yang mengidap diabetes mellitus, Indonesia masuk kedalam rangking ke 5 besar dunia orang dengan diabates mellitus dan merupakan peringkat kedua dunia pada tahun 2021 sebesar 19,5 juta orang (Internation Diabetes Federation, 2021). Yang digunakan adalah penggunaan silver calsium alginate sebagai balutan primer dengan menggunakan TIME Management dan implementasi yang di berikan adalah prinsip 3M (Mencuci luka, Mengangkat jaringan mati, Memilih balutan). Jumlah pasien yang diangkat dalam menganalisis penggunaan silver calsium alginate ini berjumlah 2 pasien yaitu Ny.R dan Ny.D. Menganalisis penggunaan silver calsium alginate pada fase poliferasi pada klien Ny. R dan Ny. D  dengan diagnosa medis diabetic foot ulcer di Wocare Center Kota Bogor. Setelah di lakukan penggunaan silver calsium alginate pada Ny.R dan Ny.D sebagai balutan primer pada fase poliferasi saat kunjungan kedua dapat di lihat perubahan kondisi luka Ny. R, granulasi mengalami kenaikan menjadi 100%, epitalisasi mulai terbentuk 100%. Kemudian saat kunjungan kedua Ny.D dapat di lihat perubahan kondisi luka granulasi mengalami kenaikan menjadi 50%, epitalisasi mulai terbentuk 25-50%. Pada intervensi penggunaan silver calsium alginate pada fase poliferasi kondisi luka pada Ny.R dan Ny.D sangat efektif dan dapat mempersingkat waktu dalam penyembuhan luka dan mempercepat pembentukan granulasi dan epitelisasi. Kata Kunci: Silver Calsium Alginate, Diabetic Foot Ulcer  ABSTRACT In 2019 the International Diabetes Federation (IDF) said that diabetes is an issue in the world of health that has reached the "alarming" stage. Currently, almost half a million people (463 million) in the world have diabetes mellitus. Indonesia is ranked in the top 5 in the world for people with diabetes mellitus and is ranked second in the world in 2021 with 19.5 million people (International Diabetes Federation, 2021). To analyze the use of silver calcium alginate in the proliferative phase of Mrs. R and Mrs. D with a medical diagnosis of diabetic foot ulcer at the Wocare Center, Bogor City. After using silver calcium alginate on Mrs.R and Mrs.D as a primary dressing during the proliferative phase during the second visit, you can see changes in the condition of Mrs. R, granulation has increased to 100%, epitalization begins to form 100%. Then during the second visit Mrs. D could see changes in the condition of the granulation wound which had increased to 50%, epithelialization had begun to form 25-50%. Conclusion: In the intervention using silver calcium alginate in the proliferative phase of the wound condition on Ny.R and Ny.D it is very effective and can shorten the time for wound healing and accelerate the formation of granulation and epithelialization. Keywords: Silver Calcium Alginate, Diabetic Foot Ulcer 
Penyuluhan tentang Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat pada Komunitas Bakul Laptop Jogja (Blj) Febriana Astuti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8635

Abstract

ABSTRAK Pada saat ini banyak masyarakat yang melakukan swamedikasi untuk mengobati penyakit yang sifatnya ringan tanpa harus datang ke dokter. Dalam melakukan  swamedikasi masyarakat sebaiknya mengikuti persyaratan yang mengacu pada cara yang benar dalam menggunakan obat. Hal itu terkait dengan cara penggunaan obat yang sesuai kebutuhan pasien dan sesuai dengan aturan pakai seperti yang ada pada petunjuk. Penyuluhan ini dilakukan untuk mengedukasi komunitas bakul laptop jogja (BLJ) terkait dengan cara menggunakan obat yang benar dan baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan atau pemberian edukasi. Selama kegiatan, peserta diminta untuk melakukan pretest dan postest dengan mengisi angket atau kuesioner yang bertujuan untuk melihat apakah ada perubahan tingkat pengetahuan setelah diberikan penyuluhan. Berdasarkan hasil analisi data terjadi peningkatan pengetahuan pada peserta penyuluhan yaitu untuk tingkat pengetahuan kurang dari 2 peserta menjadi 0, untuk tingkat pengetahuan cukup dari 18 peserta menjadi 7 dan untuk tingkat pengetahuan baik dari 18 peserta menjadi 36 peserta. Kesimpulan kegiatan penyuluhan tentang GeMa CerMat atau gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat anggota komunitas bakul laptop jogja (BLJ) sebesar 41,8%. Kata Kunci: Swamedikasi, Pengetahuan, Penyuluhan, GeMa CerMat  ABSTRACT These days, most of people often done self medication to treat their disease without doctor’s consultation. In regard of self medication, people should obey the proper use of drugs that consist of patient needs, instructions of use. These activity aim to give an education to Bakul Laptop Jogja (BLJ) Community. These Community Service Activities is done by using counseling methods. During the counseling period, the participants was asked to fill pre and post questionnaire to see the different of  knowledge level before and after counseling. Data Analisys showned that there are an increase of participant’s knowledge level after the counseling. Less knowledge levelchange from 2 to 0 participant, sufficient knowledge level decrease from 18 to 7 participants, a good knowledge level going up from 18 to 36 participants. The conclusion of counseling activities about GeMa CerMat or the smart community movement using drugs has succeeded in increasing the knowledge of members of the Jogja Laptop Basket Community (BLJ) by 41.8%.Keywords : Self Medication, Knowledge, Counseling, GeMa CerMat
Efforts to Prevent the Transmission of Covid-19 Through a Clean and Healthy Lifestyle in Kalibagor Regency Housing Kalibagor Sub- District Aris Fitriyani; Maisje Marlyn Kuhu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.9152

Abstract

ABSTRACT Data for March 31, 2020 showed that there were 1,528 confirmed cases of COVID-19 and 136 deaths in Indonesia. The COVID-19 mortality rate in Indonesia is 8.9%, this figure is the highest in Southeast Asia. This COVID-19 disease can be prevented by implementing a Clean and Healthy Lifestyle as a way to prevent COVID-19. The goal after socialization and education, is expected to be as an effort to prevent the transmission of COVID-19 through Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in Kalibagor Regency Housing, Kalibagor Village, Kalibagor District. The activities carried out were in the form of socializing the prevention of transmission of COVID-19 with PHBS with education through the WhatsApp (WA) group, installing posters and banners, distributing masks, and distributing simple hand washing facilities, distributing children's story books in the environment around the Kalibagor Regency Housing Complex, Kalibagor Village, District Calibagor and cooperate. There is an increase in knowledge and awareness about preventing the transmission of COVID-19 through Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) at Kalibagor Regency Housing, Kalibagor Village, Kalibagor District. Keywords: Prevention of transmission of COVID-19, Clean and Healthy Lifestyle, Residents of Kalibagor Regency Housing
Penguatan Kualitas Kesehatan Remaja, Calon Pengantin, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Bayi dan Balita melalui Program Desa Siaga Stunting di Kalurahan Kepuharjo Sleman Eka Vicky Yulivantina; Maryudela Afrida; Yunri Merida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8350

Abstract

ABSTRAK Desa siaga stunting dibentuk sebagai upaya untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia. Melalui inisiasi desa siaga stunting bertujuan agar masyarakat dapat mandiri dalam upaya pencegahan stunting di Kalurahan Kepuharjo. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas kesehatan remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita melalui program desa siaga stunting. Kegiatan ini dimulai dengan analisa awal,persiapan, pelaksanaan, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Adapun program peningkatan kualitas kesehatan remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita melalui desa siaga stunting meliputi pelatihan pengukuran standar penilaian stunting, pelatihan kader posyandu remaja, pelatihan kader posyandu calon pengantin, pelatihan pengolahan menu makanan sesuai dengan standar gizi pada kader, penyuluhan dan sosialisasi mengenai kehamilan melalui remodel kelas ibu hamil, penyuluhan dan pembentukan kelompok pendukung ibu, pelatihan pengelolaan taman gizi dan tanaman obat keluarga, dan pembentukan taman gizi dan tanaman obat keluarga. Upaya penguatan kualitas kesehatan remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita melalui program desa siaga stunting dilakukan agar masyarakat dapat mandiri dalam upaya pencegahan stunting di Kalurahan Kepuharjo. Kata Kunci: Desa Siaga, Kualitas Kesehatan, Stunting  ABSTRACT The stunting alert village was formed as an effort to support efforts to accelerate the reduction of stunting in Indonesia. Through the initiation of the stunting standby village, the aim is for the community to be independent in efforts to prevent stunting in Kepuharjo District. The purpose of this activity is to improve the health quality of adolescents, brides-to-be, pregnant women, nursing mothers, infants and toddlers through the stunting alert village program. This activity begins with initial analysis, preparation, implementation, mentoring, monitoring and evaluation. The program to improve the health quality of adolescents, prospective brides, pregnant women, breastfeeding mothers, infants and toddlers through the stunting alert village includes training in measuring stunting assessment standards, training for youth posyandu cadres, training posyandu cadres for prospective brides, food menu processing training in accordance with nutritional standards in cadres, counseling and socialization regarding pregnancy through class remodelling for pregnant women, counseling and formation of maternal support groups, training in the management of family nutrition and medicinal plants, and establishment of family nutrition and medicinal plants gardens. Efforts to strengthen the health quality of adolescents, prospective brides, pregnant women, nursing mothers, babies and toddlers through the stunting alert village program are carried out so that the community can be independent in efforts to prevent stunting in Kepuharjo Village. Keywords: Village Alert, Health Quality, Stunting
Analisis Asuhan Keperawatan Luka Kaki Diabetikum pada Ny.S dan Ny.Y dengan Penggunaan Alginet sebagai Balutan Sekunder pada Fase Proliferasi di Klinik Wocare Center Bogor Dhea Khumaera; Rizki Hidayat; Naziyah Naziyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8803

Abstract

ABSTRAK Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang disebabkan pangkreas sudah tidak lahi menghasilkan insulin secara optimal, komplikasi pada penderita DM yaitu luka kaki diabetic. Neuropati diabetikum menjadi factor risiko utama terjadinya ulkus pada kaki. Hilangnya sensasi nyeri akan merusak kaki secara langsung(Detty et al., 2020). Dalam proses penyembuhan luka diperlukan metode balutan modern dressing yang didasarkan pada prinsip lingkungan yang lembab untuk mengoptimalkan proses penyembuhan luka (Amiatussolihah, 2021). Salah satu balutan yang digunakan dalam peraawatan luka adalah alginate sebagai balutan sekunder. Tujan penelitian ini utuk mengalisa hasil dari perawatan luka dengan menggunakan alginate sebagai balutan sekunder. Metode penelitian menggunakan case study, sampel yang digunakan adalah 2 klien dengan menggunakan Instrumen pengkajian luka yang digunakan WINNERS Scale. Hasil dari penelitian ini adalah perawatan luka modern dengan alginate efektif digunakan pada luka kaki diabetik dengan eksudat sedang sampai banyak. Kesimpulannya adalah perawatan luka harus diimbangi dengan kadar gula darah yang terkontrol dan nutrisi yang baik sehingga diharapkan kepada petugas pelayanan kesehatan agar lebih memperhatikan lagi hal tersebut. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Luka Kaki Diabetik, Modern Dressing, Alginate  ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease caused by the pancreas no longer producing insulin optimally, complications in people with Diabetes Mellitus are diabetic foot injuries. Diabetic neuropathy is a major risk factor for foot ulcers. The loss of the painful sensation will directly affect the feet (Detty, Fitriani, Prasetya &; Florentina, 2020). In the process of treating injuries, modern dressing procedures are needed which are based on the principle of a moist area to maximize the process of treating injuries. (Aminatus Sholihah, A., 2021). One of the dressings used in the treatment of injuries is alginate as a secondary dressing. The purpose of this research is to analyze the results of injury treatment using alginate as a secondary dressing. The research procedure uses a case study, the illustration used is 2 clients using the injury evaluation instrument used WINNERS Scale. The result of this research is a modern injury treatment with alginate Efficient for use in diabetic foot injuries with moderate to heavy exudation. In conclusion, the treatment of injuries must be balanced with controlled blood sugar levels and good nutrition so that it is hoped that health workers will pay more attention to this matter. Keywords: Diabetes Mellitus, Diabetic Foot Wounds, Modern Dressing, Alginate.
Analisis Intervensi Keperawatan dengan Penggunaan Aquacel Ag dan Zinc Cream pada Fase Proliferasi Ulkus Dekubitus pada Pasien Tn.K Dan Tn.M dengan Diagnosa Ca Paru di Rs Siloam Semanggi Jakarta Selatan Hilda Mariyana; Naziyah Naziyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8682

Abstract

ABSTRAK Kejadian Decubitus Ulcer (luka tekan) diseluruh dunia berkisar 1% - 56%. Selanjutnya, dilaporkan juga dari prevalensi luka tekan yang terjadi dari Negara dan benua lain yaitu 49% di Eropa, 22% di Amerika Utara, 50% di Australia. Sedangkan prevalensi kejadian dekubitus pada pasien Cancer. Di Korea khususnya di kejadian luka tekan meningkat dari 10,5% - 45%. Di Indonesia, kejadian luka tekan pada pasien yang dirawat mencapai 33%. Angka ini sangat tinggi bila dibandingkan dengan angka luka tekan di Asia Tenggara yang berkisar 2,1% - 31,3%. Tekanan yang berkepanjangan merupakan penyebab utama luka tekan karena tekanan dapat menyebabkan insufisiensi aliran darah, anoreksia, dan iskemia jaringan lunak. Perawatan granulasi di fase proliferasi bisa menggunakan Aquacel Ag ditambah Zinc Cream. Aquacel Ag dapat mengganggu dan menghancurkan biofilm luka yang dapat membantu luka yang sulit sembuh untuk berkembang dan menciptakan antarmuka penyembuhan luka yang lembab (Metcalf et al, 2017) Dan Zinc Cream untuk area tepi dibalut dengan transparant dressing supaya luka tidak tergesek,terkena cairan/benda asing lainnya supaya tetap aman. Menganalisis efektivitas autolitik debridement dengan intervensi penggunaan aquacel ag dan metcovazin cream pada jaringan granulasi ulkus dekubitus pada klien dengan diagnosa medis ca paru di mrccc siloam semanggi jakarta selatan. Aquacel ag dan zinc cream digunakan pada Tn K 4 kali dan Tn M 4 kali dan dengan frekuensi perawatan 1 hari 1 kali. Perubahan luka dapat dilihat setelah penggunaan aquacel ag dan zinc cream masing-masing pada klien yaitu Tn K dengan ukuran luka di bokong kanan 11 x 8 cm, Luka di bokong kiri 8 x 5,5 cm menjadi luka decubitus putih keabu-abuan/hypopigmentasi jaringan maturasi, tampak luka di tengah atas dengan  ukuran 3x3.5cm disertai nekrotik di bagian tengan dengan ukuran 1x1 cm dan Tn M dengan luka ukuran 15x10cm menjadi 14x9cm. Penggunaan aquacel ag dan metcovazin cream pada Tn M ada nyeri seperti rasa perih tertusuk. Nyeri dapat dicegah dengan melindungi kulit sekitar luka dengan diberi zinc cream lalu ditutup Therasorb (foam) dan transparant dressing. Therasorb sebagai salah satu alternatif yang memiliki fungsi offloading yang melindungi luka dari tekanan berlebihan,menciptakan lingkungan yang moist/lembab dan kondusif untuk penyembuhan luka. Penggunaan aquacel ag dan metcovazin cream pada jaringan granulasi sangat efektif mempersingkat waktu dalam penyembuhan luka dan mempercepat pembentukan epitelisasi ditandai dengan perubahan ukuran luka yang signifikan dan keadaan kulit yang cepat membaik. Kata Kunci: Ulkus Dekubitus, Aquacel Ag & Zinc Cream, ProliferasiABSTRACT The incidence of Decubitus Ulcers (pressure sores) worldwide ranges from 1% - 56%. Furthermore, it is also reported from the prevalence of pressure sores that occur from other countries and continents, namely 49% in Europe, 22% in North America, 50% in Australia. While the prevalence of pressure sores in Cancer patients. In Korea, especially in the incidence of pressure sores increased from 10.5% - 45%. In Indonesia, the incidence of pressure sores in treated patients reaches 33%. This figure is very high when compared to the pressure ulcer rate in Southeast Asia which ranges from 2.1% - 31.3%. Prolonged pressure is a major cause of pressure sores because pressure can lead to insufficiency of blood flow, anorexia, and soft tissue ischemia. Granulation treatment in the proliferative phase can use Aquacel Ag plus Zinc Cream. Aquacel Ag can disrupt and destroy wound biofilms which can help poorly healed wounds to develop and create a moist wound healing interface (Metcalf et al, 2017) other foreigners to stay safe. Analyzing the effectiveness of autolytic debridement with the intervention of using Aquacel Ag and metcovazin cream on granulation tissue of decubitus ulcers in clients with a medical diagnosis of lung cancer at MRCCC Siloam Semanggi, South Jakarta Aquacel ag and zinc cream were used on Mr K 4 times and Mr M 4 times and with a treatment frequency of once every 1 day 1 time. Changes in the wound can be seen after using aquacel ag and zinc cream on each client, namely Mr. K with a wound on the right buttocks 11 x 8 cm, Wound on the left buttocks 8 x 5.5 cm to a grayish white decubitus wound / tissue hypopigmentation maturation, visible wound in the upper middle with a size of 3x3.5cm with necrotic in the middle with a size of 1x1 cm and Mr. M with a wound size of 15x10cm to 14x9cm. The use of aquacel ag and metcovazin cream on Mr. M has pain like a stabbing pain. Pain can be prevented by protecting the skin around the wound with zinc cream and then covered with Therasorb (foam) and transparent dressing. Therasorb as an alternative that has an offloading function that protects the wound from excessive pressure, creates a moist environment and is conducive to wound healing. The use of aquacel ag and metcovazin cream on granulation tissue is very effective in shortening the time in wound healing and accelerating the formation of epithelialization characterized by significant changes in wound size and rapidly improving skin conditions. Keyword:  Decubitus Ulcer, Aquacel Ag & Zinc Cream, Proliferasi
Sosialisasi dan Skrining Balita Stunting pada Masyarakat Kecamatan Sambikerep, Kelurahan Sambikerep, Kota Surabaya Naufalia Ghina Almira; Muhammad Yasir Syafa'atulloh
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8561

Abstract

ABSTRAK Pencegahan stunting saat ini merupakan salah satu program yang kini menjadi fokus pemerintah. Stunting merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Sebagai salah satu target capaian SDGs, maka diperlukan kontribusi dari semua pihak dalam mengentaskan masalah kesehatan ini, tak terkecuali mahasiswa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah berupa sosialisasi. Sosialisasi dan skrining stunting dengan lingkup masyarakat umum ini memiliki tujuan yaitu memberikan pengertian kembali mengenai stunting, tanda dan gejala, dampak jangka pendek maupun panjang, serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan. Kegiatan ini diselenggarakan demi kepentingan anak balita agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, sesuai dengan milestone anak balita seusianya. Dengan demikian, anak balita tersebut akan dapat memaksimalkan potensinya ketika kelak sudah dewasa. Kegiatan ini merupakan program kerja kolaborasi antara petugas Puskesmas Lontar dan mahasiswa KKN Kelompok Sambikerep I, II, dan III. Acara sosialisasi bertempat di Balai Kelurahan Sambikerep dan dihadiri oleh para ibu kader dan masyarakat umum dengan membawa balita mereka untuk dilakukan skrining. Kesimpulan kegiatan ini adalah para peserta mengalami peningkatan pemahaman dan pengetahuan mengenai stunting, serta memahami cara implementasi pencegahan stunting. Kata Kunci: Stunting, Sosialisasi, Skrining, Balita, Kesehatan  ABSTRACT Prevention of stunting is currently one of the programs that is now the focus of the government. Stunting is a health problem in Indonesia. As one of the SDGs achievement targets, contributions from all parties are needed in alleviating this health problem, including students. One effort that can be done is in the form of socialization. Stunting outreach and screening with the general public has the aim of providing a new understanding of stunting, signs and symptoms, short and long term impacts, as well as preventive measures that can be taken. This activity is held in the interests of toddlers so that they can grow and develop properly, in accordance with the milestones for children under five at their age. Thus, these toddlers will be able to maximize their potential when they grow up. This activity is a collaborative work program between Lontar Health Center staff and KKN Sambikerep Group I, II, and III students. The socialization event took place at the Sambikerep Village Hall and was attended by female cadres and the general public who brought their toddlers for screening. The conclusion of this activity is that the participants experienced an increase in understanding and knowledge about stunting, as well as understanding how to implement stunting prevention. Keywords: Stunting, Socialization, Screening, Toddlers, Health
Analisis Asuhan Keperawatan melalui Intervensi Latihan Batuk Efektif pada Klien An. A dan An. N dengan Diagnosa Medis Bronkopneumonia di RS Marinir Cilandak dan RSUD Pasar Rebo Jakarta Melinda Aryani; Diah Argarini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8811

Abstract

ABSTRAK Bronkopneumonia merupakan radang saluran pernapasan yang terjadi pada bronkus sampai dengan alveoli. Bronkopneumonia lebih sering dijumpai pada anak kecil dan bayi, biasanya sering disebabkan oleh bakteri streptococcus pneumonia dan hemofilus influenza. Kejadian bronkopneumonia di kota Jakarta Selatan menyumbang sebanyak (2,50 %) kasus pada tahun 2018. Untuk mengatasi bronkopnemonia anak dengan masalah keperawatan utama bersihan jalan napas tidak efektif maka dapat dilakukan intervensi utama latihan batuk efektif. Latihan batuk efektif merupakan suatu intervensi untuk melatih pasien yang tidak memiliki kemampuan batuk secara efektif untuk membersihkan laring, trakea, dan bronkiolus dari sekret atau benda asing di jalan napas. Studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan melalui intervensi latihan batuk efektif pada 2 orang klien An. A dan An. N dengan diagnosa medis bronkopneumonia dengan menggunakan metode deskriptif. Tindakan keperawatan latihan batuk efektif yang telah dilakukan selama 3 hari, pada klien An. A dan An. N terdapat perubahan yang signifikan sebelum dilakukan tindakan dan sesudah dilakukan tindakan dengan hasil klien mampu melakukan latihan batuk efektif, dahak dapat keluar, tidak ada suara napas tambahan dan frekuensi pernapasan dalam rentang normal. Diharapkan peran serta perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada anak dengan bronkopnemonia dengan intervensi latihan batuk efektif. Kata Kunci: Brokopneumonia, Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif, Latihan Batuk Efektif  ABSTRACT Bronchopneumonia is an inflammation of the respiratory tract that occurs in the bronchi up to the alveoli. Bronchopneumonia is most common in young children and infants, usually caused by streptococcus pneumoniae and hemophilus influenza bacteria. The incidence of bronchopneumonia in the city of South Jakarta contributed as many cases (2.50%) in 2018. To overcome bronchopneumonia in children with the main problem of breastfeeding, airway cleaning is not effective, the main intervention is effective coughing exercises. Effective cough practice is an intervention to train patients who lack the ability to cough effectively to clear the larynx, trachea, and bronchioles of secretions or foreign bodies in the airways. This case study aims to analyze nursing through effective cough practice interventions for 2 children. A and children. N with a medical diagnosis of bronchopneumonia using a descriptive method. Effective practical cough nursing actions that were performed for 3 days, on children. A and children. N there are significant changes before and after performing the procedure with the result that the client is able to perform effective coughing exercises, phlegm can flow, there are no additional breath sounds, and the respiratory rate is within the normal range. It is expected that the participation of nurses in providing nursing care to children with bronchopnemonia with effective cough practice interventions. Keywords: Brochopnemonia, Ineffective Airway Clearance, Effective Cough Exercise

Page 91 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue