cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Sosialisasi Penerapan Aplikasi Informed Consent Online terhadap Layanan dan Jaminan Kesehatan Pengobatan Tradisional di Bandar Lampung Rissa Afni Martinouva; Sri Maria Puji Lestari Lestari; Marcelly Widya Wardana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8531

Abstract

ABSTRAK  Pengabdian didasarkan pada hasil penelitian yang dilaksakan terkait analisis perlindungan hukum penyelenggaraan pengobatan tradisional Tahun 2019. Penelitian tersebut menyatakan bahwa dibutuhkan adanya perjanjian penyembuhan (informed consent). Perjanjian penyembuhan tersebut mendeskripsikan pertanggungjawaban ketika tindakan penyembuhan dilakukan. Perjanjian peyembuhan merupakan bidang keilmuan perdata yang berfungsi mengantisipasi kegiatan perjanjian pihak-pihak agar dapat melindungi hak dan kewajiban kedua pihak atau lebih. Tujuan pengabdian penerapan aplikasi informed consent online sebagai salah satu perlindungan hukum secara nyata layanan kesehatan pengobatan tradisional di Bandar Lampung. Metode sebelum dilaksanakan pengabdian yaitu, observasi, dokumentasi, wawancara dan kuesioner kepada pasien dan penyeleggara praktik pengobatan tradisional yang sudah beroprasional sebagai sampel penelitian yang ditunjuk secara purposive sampling. Hasil diperoleh pada bentuk isi informed consent perjanjian yang dibutuhkan masyarakat sebagai dilakukan berupa tindakan, syarat, dan saksi sebelum menerima pengobatan tradisional. Tindakan tersebut harus diketahui secara keseluruhan berupa gambaran penjelasan dan akibat yang akan ditimbulkan jika pengobatan dilaksanakan. Bentuk penerapan sosialisasi aplikasi informed consent online dilaksanakan dengan melakukan pembuatan aplikasi informed consent online. Aplikasi yang sudah dibuat, setelah itu dilanjutkan dengan melaksanakan sosialisasi penerapannya kepada para penyelenggara pengobatan tradisional di Bandar Lampung. Penyuluhan dilakukan dengan menghadirkan pemateri dari Ketua Forum Komunikasi (FORKOM) HATTRA Kota Bandar Lampung, Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung dan pihak pengembang teknologi informed consent online. Pelaksanaan adanya aplikasi informed consent online sebagai wujud nyata perjanjian pengobatan tradisional baik kepada penyelenggara pengobatan tradisional maupun kepada pasien sebagai konsumen. Kata Kunci : Hukum Perjanjian, Aplikasi, Teknologi, Kesehatan ABSTRACT The service is based on the results of research conducted regarding the analysis of legal protection for the implementation of traditional medicine in 2019. The research states that an informed consent is required. The healing agreement describes accountability when the healing act is performed. The healing agreement is a field of civil science that functions to anticipate the activities of the parties’ agreements in order to protect the rights and obligations of both parties or more. The purpose of the dedication of applying the online informed consent application as one of the real legal protections of traditional medicine health services in Bandar Lampung. The methods before the service was carried out, namely observation, documentation, interviews and questionnaires to patients and traditional medicine practice organizers who were operational as research samples designated by purposive sampling. The results were obtained in the form of the contents of the informed consent agreement needed by the community as a form of action, conditions, and witnesses before receiving traditional medicine. This action must be known in its entirety in the form of an explanation description and the consequences that will result if the treatment is carried out. The form of application of online informed consent application socialization is carried out by making an online informed consent application. After that, the application that has been made is carried out by carrying out socialization of its application to traditional medicine providers in Bandar Lampung. Counseling was carried out by presenting speakers from the Chairman of the HATTRA Communication Forum (FORKOM) of Bandar Lampung City, the Bandar Lampung City Health Office and the developer of online informed consent technology. The implementation of the online informed consent application is a concrete manifestation of traditional treatment agreements both for traditional medicine providers and for patients as consumers. Keywords: Agreement Law, Application, Technology, Health
Upaya Penurunan Stres Guru Dengan Meningkatkan Kompetensi Digitalisasi dan Modul Ajar Di Sekolah Penggerak Melda Rumia Rosmery Simorangkir; Hendrikus Male; Adisti Ratna Puri; Jitu Halomoan Lumbantoruan; Edison Siregar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.7652

Abstract

ABSTRAK Guru sebagai tenaga pendidik disekolah diharapkan memiliki kompetensi sesuai dengan Undang-undang No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen Pasal 10 pasal 1 mengungkapkan guru harus memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Pengabdian  kepada masyarakat (PKM) ini dilaksanakan disalah satu sekolah penggerak angkatan pertama di kabupaten Karawang yaitu SMAN 6, PKM dalam bentuk pelatihan tersebut dilakukan dalam bentuk pelatihan yang dilakukan selama 2 hari pada tanggal 13-15 Juli 2022. Pelaksanaan pelatihan guru dimulai dari kebutuhan kepala sekolah SMAN 6 Karawang yang menceritakan terdapat kebingungan tenaga pendidik disekolah tersebut terhadap pengoptimalan tehnologi digital dalam kegiatan pembelajaran disekolah secara khusus terhadap penerapan kurikulum merdeka yang telah diadopsi sekolah sejak 2021. Kegiatan PKM yang dilakukan di SMAN 6 Karawang sangat membantu guru memasuki tahun ajaran baru, pengembangan kemampuan guru merupakan salah satu upaya yang dilakukan sekolah terhadap kebutuhan tenaga pendidik disekolah tersebut. Kata Kunci: Stres, Kompetensi Guru, Sekolah Penggerak ABSTRACT Teachers as educators in schools are expected to have competence in accordance with Law no. 14 of 2005 Tebtang Teachers and Lecturers Article 10 article 1 states that teachers must have pedagogic competence, personality competence, social competence, and professional competence. This community service (PKM) was carried out at one of the first generation of schools in Karawang district, namely SMAN 6, PKM in the form of training was carried out in the form of training carried out for 2 days on July 13-15 2022. The implementation of teacher training started from the needs of the principal. the school of SMAN 6 Karawang which told that there was confusion among the educators at the school regarding optimizing digital technology in learning activities at school in particular to the application of the independent curriculum that the school had adopted since 2021. PKM activities carried out at SMAN 6 Karawang greatly helped teachers enter the new school year, development The ability of teachers is one of the efforts made by schools to meet the needs of educators in the school. Keywords: Stress; Teacher Competence; Driving School
Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak melalui Pelatihan Keluarga Ibu Hamil Ts Iii tentang Kesiapan menghadapi Persalinan Aman di Wilayah Puskesmas Tanjung Harjo Kabupaten Bojonegoro Sri Anggraeni; Ari Tri Rahayu; Yaimin Yaimin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8162

Abstract

ABSTRAK Di Wilayah Puskesmas Tanjungharjo Kasus Kematian Ibu Tahun 2019  ada 1 dari Lahir hidup 458 atau AKI sebesar 218/100.000 KH dari target 102/100.000 KH, Komplikasi kehamilan  tahun 2019 adalah 39,19% dan komplikasi persalinan 32,26% dari targetnya 15-20%, pada tahun 2020 komplikasi kehamilan 40.96% dan komplikasi persalinan 44,17% dan Puskesmas yang mempunyai wilayah desa kelurahan yang melaksanakan P4K Tahun 2019 sebesar 58%  dari Target 100%. Mengacu kepada butir analisa permasalahan yang teridentifikasi maka ditemukan dua masalah utama yang dihadapi mitra yaitu  belum maksimalnya keluarga dalam kesiapan menghadapi persalinan Aman dan belum maksimalnya pelayanan kesehatan dalam pemberian penyuluhan dan konseling mengenai persiapan persalinan pada saat antenatal care. Upaya penurunan kematian ibu diperlukan adanya pemberdayaan terhadap masyarakat, perlu dilakukan upaya peningkatan pengetahuan dan sikap keluarga dan masyarakat mengenai pentingnya memahami bahwa setiap kehamilan beresiko mengalami komplikasi yang mengancam jiwa, oleh karenanya perlu melakukan perencanaan persalinan dengan baik dan perencanaan untuk melakukan pencegahan dan pencarian pertolongan segera bila komplikasi terjadi (kesiapan transportasi, dana dan calon donor darah) dalam program KB. Berdasarkan analisis situasi dan permasalahan mitra tersebut diatas, kami melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemberdayaan masyarakat dalam upaya peningkatan kesehatan Ibu dan Anak melalui Pelatihan Keluarga Ibu Hamil TS III Tentang kesiapan menghadapi persalinan aman di wilayah Puskesmas Tanjung Harjo Kabupaten Bojonegoro. Pelatihan ini karena sasaran keluarga ibu hamil trimester III yaitu Suami, maka kegiatan dilaksanakan malam hari, karena suami pada siang hari bekerja, dilaksanakan selama 3 (tiga) hari bertempat di Balai Desa Tanjungharjo dengan protokol kesehatan yang ketat, diikuti 30 peserta dengan menggunakan metode ceramah, dan pemberian materi tentang kesiapan menghadapi persalinan aman dan KIE tentang kesiapan menghadapi persalinan aman. Hasil kegiatan adalah terbentuknya 30 Suami siaga dengan hasil rata-rata pengetahuan peserta pelatihan sebagian besar (85,50%) peserta pelatihan mempunyai nilai post test sangat baik dan nilai rata-rata keterampilan peserta dalam penyuluhan sangat baik (83,33%) dan  terbentuk komitmen bersama dari Kepala Puskesmas TanjungHarjo, Kepala Desa Tanjungharjo, Bidan Desa Tanjungharjo dan seluruh peserta pelatihan kesiapan menghadapi persalinan Aman (100%). Hasil Survey Kepuasan peserta didapatkan 96,67% menyatakan sangat puas.  Evaluasi pelaksanaan menilai Keluarga Ibu Hamil TS III (Suami) yang sudah dilatih membina 2 orang di lingkungan desa sekitarnya dari keluarga Ibu Hamil sejumlah 60 Suami dengan penyuluhan tentang kesiapan menghadapi persalinan aman dengan mengunakan leaflet, Pengisian Sticker P4K (Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) dan menempel Sticker P4K di Pintu Depan Rumah. Luaran Pengabdian masyarkat adalah tersusunnya Modul tentang kesiapan menghadapi persalinan aman bagi keluarga ibu hamil, publikasi dan HKI. Keluarga Ibu Hamil disarankan untuk mengetahui kehamilan yang beresiko dengan persiapan dan perencanaan persalinan dan kesiagaan menghadapi komplikasi Obstetri dan Neonatal. Kata Kunci: Keluarga Ibu Hamil TS III, Kesiapan Persalinan Aman  ABSTRACT In the Tanjungharjo Health Center area, there was 1 case of maternal mortality in 2019 there were 458 live births or an MMR of 218/100,000 KH from the target of 102/100,000 KH, pregnancy complications in 2019 were 39.19% and childbirth complications 32.26% of the target 15-20 %, in 2020 pregnancy complications were 40.96% and delivery complications were 44.17% and the Puskesmas which had urban village areas that carried out P4K in 2019 was 58% of the 100% target. Referring to the problem analysis items identified, it was found that two main problems faced by partners were that the family was not maximally prepared to face safe delivery and the health services were not maximal in providing counseling and counseling regarding preparation for childbirth during antenatal care. Efforts to reduce maternal mortality require empowerment of the community, efforts need to be made to increase knowledge and attitudes of families and communities regarding the importance of understanding that every pregnancy is at risk for life-threatening complications, therefore it is necessary to plan delivery properly and plan to prevent and seek immediate help. if complications occur (readiness of transportation, funds and prospective blood donors) in the family planning program. Based on the analysis of the situation and the problems of the partners mentioned above, we carried out community service activities in the form of community empowerment in an effort to improve maternal and child health through Family Training for Pregnant Women TS III on readiness to face safe delivery in the Tanjung Harjo Health Center, Bojonegoro Regency. This training is because the target family of pregnant women in the third trimester is husband, so the activity is carried out at night, because the husband works during the day, it is carried out for 3 (three) days at the Tanjungharjo Village Hall with strict health protocols, followed by 30 participants using the lecture method , and providing materials on readiness for safe delivery and IEC on readiness for safe delivery. The results of the activity were the formation of 30 standby husbands with the results of the average knowledge of the training participants (85.50%) that the training participants had very good post-test scores and the average value of participants' skills in counseling was very good (83.33%) and formed joint commitment from the Head of TanjungHarjo Health Center, Tanjungharjo Village Head, Tanjungharjo Village Midwife and all training participants in readiness to face safe delivery (100%). The results of the Satisfaction Survey of participants obtained 96.67% stated that they were very satisfied. The evaluation of the implementation assessed the families of pregnant women TS III (husbands) who had been trained to foster 2 people in the surrounding village environment from the families of 60 pregnant women with counseling about readiness to face safe delivery using leaflets, Filling in P4K Sticker (Delivery Planning and Complication Prevention) and stick the P4K Sticker on the front door of the house. Outcomes of Community Service are the compilation of Modules on readiness to face safe delivery for families of pregnant women, publications and HKI. Pregnant women's families are advised to find out which pregnancies are at risk by preparing and planning for delivery and being prepared for obstetric and neonatal complications. Keywords: Family of Pregnant Women TS III, Safe Delivery Readiness 
Edukasi Kesehatan Diet Tinggi Kalori Tingki Protein pada Pasien Pasca Operasi di Ruang Jasmin RSU Sumedang Hasniatisari Harun; Hartiah Haroen; Siti Ulfah Rifa’atul Fitri; Yusshy Kurnia Herliani; Andang Cahyadi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8548

Abstract

ABSTRAK  Dalam proses penyembuhan luka diperlukan Kebutuhan nutrisi yang adekuat agar masa penyembuhan singkat dan tidak terjadi perburukan. Kadar nutrisi yang kurang baik akan menyebabkan proses penyembuhan luka yang lebih lama dengan adanya proses inflamasi yang berkepanjangan, penurunan daya tahan tubuh, peningkatan angka kejadian infeksi luka. Oleh sebab itu tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melakukan pendidikan kesehatan mengenai Diet tinggi kalori dan tinggi protein pada pasca operasi. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian edukasi mengenai diet tinggi kalori dan tinggi protein pada pasien pasca operasi. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 13 orang yang terdiri dari pasien pasca operasi dan keluarga. Hasil yang didapatkan dari nilai pretest penyuluhan yaitu nilai tertinggi 80, nilai terendah 50, nilai rata-rata 65,8. Hasil yang didapatkan nilai posttest penyuluhan yaitu nilai tertinggi 100, nilai terendah 60 dengan nilai rata-rata 77. 15. Berdasarkan hasil posttest kegiatan pengabdian masyarakat, pengetahuan responden tentang Diet Tinggi Kalori dan Tinggi Protein meningkat, maka dapat disimpulkan bahwa responden dapat memahami dari apa yang sudah dijelaskan pada saat pendidikan Kesehatan. Pendidikan kesehatan terkait Nutrisi yang tepat untuk mempercepat penyembuhan luka pasca operasi sangat bermanfaat untuk pasien dan keluarga pasien yang merawat sehingga dapat mencegah timbulnya beberapa masalah seperti perburukan luka, penyembuhan luka yang lebih lama dengan adanya proses inflamasi yang berkepanjangan, penurunan daya tahan tubuh, peningkatan angka kejadian infeksi luka Kata kunci: Pasca Operasi, TKTP, Tinggi Kalori Tinggi Protein ABSTRACT In the process of wound healing, adequate nutritional needs are needed so that the healing period is short and no worsening occurs. Poor nutritional levels will lead to a longer wound healing process with a prolonged inflammatory process, decreased body resistance, increased incidence of wound infections. Therefore the purpose of this community service activity is to conduct health education regarding a high-calorie and high-protein diet post-surgery. The method used in this activity is the provision of education regarding a high-calorie and high-protein diet in postoperative patients. The number of participants who attended were 13 people consisting of postoperative patients and their families. The results obtained from the counseling pretest score are the highest score 80, the lowest score 50, the average value is 65.8. The results obtained for the counseling posttest score are the highest score 100, the lowest score 60 with an average value of 77. 15. Based on the posttest results of community service activities, the respondent's knowledge about the High Calorie and High Protein Diet increased, it means that the respondent can understand what which has been explained in health education. Health education related to proper nutrition to accelerate wound healing after surgery is very beneficial for patients and their families so that they can prevent the emergence of several problems such as worsening of wounds, longer wound healing in the presence of a prolonged inflammatory process, decreased immune system, increased mortality. wound infection Keywords: Postoperative, TKTP, High Calorie, High Protein
Edukasi dan Pemeriksaan Stunting di Posyandu Mawar Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar Fathra Annis Nauli; Viola Hamnesti; Elma Trina; Nurul Khofifah Lubis; Leli Suryana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.7821

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah kejadian balita pendek yang disebabkan gangguan pada tumbuh kembang anak akibat gizi buruk. Kabupaten Kampar menempati posisi keempat tertinggi kasus stunting di Provinsi Riau. Desa Koto Perambahan tempat pelaksanaan program kerja KUKERTA merupakan salah satu desa di Kabupaten Kampar. Pelaksanaan program kerja KUKERTA untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu – ibu mengenai pentingnya gizi pada balita sebagai bentuk pencegahan stunting. Pelaksanaan program kerja KUKERTA  dilakukan pada selasa, 09 Agustus 2022 pukul 09.00 – 12.00 wib di Posyandu Mawar Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar.  Tahapan yang dilakukan untuk pelaksanaan kegiatan yaitu tahap pengamatan, persiapan, pelaksanaan serta tahap penilaian. Pelaksanaan program kerja  KUKERTA, edukasi dan skrining (pemeriksaan) stunting di Posyandu Mawar Desa Koto Perambahan berjalan dengan baik. Pemeriksaan stunting yang dilakukan pada 23 orang bayi dan balita di posyandu Mawar Desa Koto Perambahan.  Terdapat 39,13 % atau 9 bayi dan balita yang terdiagnosis stunting. Sedangkan ada 52,17 % atau 14 bayi dan balita dinyatakan tidak stunting. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 52,17 % memiliki pengetahuan yang baik mengenai stunting sedangkan 47,82 % memiliki pengetahuan yang kurang baik mengenai stunting. Kesimpulan kegiatan program kerja KUKERTA berjalan dengan baik dan dari hasil pemeriksaan terdapat 39,13 % bayi dan balita yang terdiagnosis stunting. Kata kunci: Stunting, Edukasi, Pemeriksaan ABSTRACT Stunting is the incidence of short toddlers caused by disturbances in the growth and development of children due to malnutrition. Kampar Regency occupies the fourth position with the highest number of stunting cases in Riau Province. Koto Perambahan Village where the KUKERTA work program is implemented is one of the villages in Kampar Regency. Implementation of the KUKERTA work program to increase knowledge and understanding of mothers regarding the importance of nutrition in toddlers as a form of stunting prevention. The implementation of the KUKERTA work program was carried out on Tuesday, 09 August 2022 at 09.00 – 12.00 WIB at Posyandu Mawar, Koto Village, Kampa District, Kampar Regency. The stages carried out for the implementation of activities are the observation, preparation, implementation and evaluation stages. The implementation of the KUKERTA work program, education and screening (examination) for stunting at Posyandu Mawar in Koto Perambuhan Village is going well. A stunting examination was carried out on 23 infants and toddlers at the Mawar Posyandu in Koto Perambuhan Village. There were 39.13% or 9 babies and toddlers diagnosed with stunting. Meanwhile, 52.17% or 14 infants and toddlers were declared not stunted. From the research results it was found that 52.17% had good knowledge about stunting while 47.82% had poor knowledge about stunting. The conclusion of the KUKERTA work program activities is going well and from the results of the examination there are 39.13% of infants and toddlers diagnosed with stunting. Keywords : Stunting, Education, Screening
Sosialisasi Sistem Manajemen Rumah Sakit dalam Penanganan Keselamatan dan Kesehatan Pasien di Kelurahan Ulin Tengah Kota Banjarbaru Abdurrahman Sidiq; Eny Hastuti; Reny Marliadi; Esty Restiana Rusida; Liana Fitriani Hasymi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.7941

Abstract

ABSTRAK Keselamatan  pasien di rumah  sakit. Peraturan ini merupakan tonggak sejarah  Keamanan Operasional Paling Penting  Pasien di rumah sakit di seluruh Indonesia. Rumah Sakit adalah tempat yang  rentan terhadap infeksi nosokomial  infeksi baru selama pengobatan  (Iswati, 2013). Kejadian infeksi  Intranasal sesuai standar Permenkes  (2010) yaitu <1,5%. Penyelidikan  keluar dengan mencuci  Tangan dapat mengurangi kejadian sebesar 20% hingga 40%  Infeksi nosokomial (Saragih, 2014). Kelurahan Ulin Tengah adalah satu di antara kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru. Memiliki luas wilayah  1.818 hektar. Jumlah penduduk pada 2015 terdata sebanyak 2.586 KK. Metode pelatihan dilakukan dengan memberikan sosialisasi dan diskusi kepada Ibu-ibu warga Kelurahan Ulin Tengah tentang sistem keselamatan pasien. Penyampaian materi dilakukan dengan pemberian leaflet dengan peserta. Kata Kunci: Keselamatan Pasien, Rumah Sakit, Sosialisasi Sistem  ABSTRACT Patient safety in the hospital. This regulation is a milestone in the history of the Most Important Operational Safety of Patients in hospitals throughout Indonesia. Hospitals are places that are susceptible to nosocomial infections of new infections during treatment (Iswati, 2013). The incidence of Intranasal infection according to the standards of the Minister of Health (2010) is <1.5%. Investigations out by hand washing can reduce the incidence by 20% to 40% Nosocomial infections (Saragih, 2014). Ulin Tengah Village is one of the villages in the Landasan Ulin District, Banjarbaru City. It has an area of 1,818 hectares. The total population in 2015 was recorded as many as 2,586 households.The training method is carried out by providing socialization and discussion to the mothers of the residents of Ulin Tengah Village about the patient safety system. The delivery of the material was carried out by giving leaflets with participants. Keywords: Patient Safety, Hospital, System Socialization
Pemberdayaan Masyarakat Desa Kunir Tentang Pembuatan dan Pengaplikasian Obat Tradisional Sebagai Penambah Daya Tahan Tubuh Di Era Pandemi Covid-19 Choirul Huda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.7462

Abstract

ABSTRAK Sejak diumumkan pertama kali ada di Indonesia, kasus COVID19 meningkat jumlahnya dari waktu ke waktu sehingga memerlukan perhatian. Pada prakteknya di masa pandemi, tatalaksana COVID-19 diperlukan kerjasama semua profesi untuk menanganinya. Pada masa sekarang ini masyarakt perlu di berikan informasi terkait ramuan obat tradisional penambah daya tahan tubuh atau menjaga sitem imun, dan tidak hanya mengandalkan obat ataupun vitamin-vitamin yang beredar di pasaran, terkait dengan itu semua di butuhkan pengenalan dan inovasi agar masyarakat dapat menjaga sitem imun dengan memanfaatkan obat tradisional di sekitar rumah guna meningkatkan daya tahan tubuh. Memberikan pengetahuan tentang obat tradisional penambah daya tahan tubuh di era pandemi beserta pengatahuan tentang bahan dan cara pembuatan jamu penambah daya tahan tubuh yang benar di lingkungan di desa Kunir kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar. Metode yang digunakan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Disamping itu, juga akan diberikan beberapa materi tentang Obat tradisional serta praktek pembuatan dan pengolahan serta penyimpan Jamu penambah daya tahan tubuh yang baik dan benar. Diharapakan setelah adanya kegiatan ini masyarakat dapat membuat sendri jamu / obat tradisional penambah daya tahan tubuh yang baik dan benar sehingga kwalitas hidup masyarakat desa Kunir akan meningkat. Hasil yang di dapat dari pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat mengalami peningkatan pengetahuan terkait penggunaan dan pembuatan jamu tradisional sebagai penambah daya tahan tubuh sebesar lebih dari 70 %, sehingga program pembelajaran dapat disimpulkan sudah berjalan dengan Baik. Data itu di peroleh dari hasil surfey dan kuiseoner yang di berikan kepada masyarakat. Kesimpulan Setelah mengikuti pengabdian masyarakat ini masyarakat dapat membuat sendiri jamu tradisional dengan baik dan benar sehingga dapat meningkatkan derajat  Kesehatan masyarakat di era  pandemic. Kata Kunci:  Sitem Imun, Anti Virus, Obat Tradisional        ABSTRACT Since it was first announced in Indonesia, COVID19 cases have increased in number over time, requiring attention. In practice during the pandemic, THE management of COVID-19 requires the cooperation of all professions to deal with it. At this time masyarakt need to be given information related to traditional medicine potions to increase endurance or maintain the immune system, and not only rely on drugs or vitamins on the market, related to it all in need of introduction and innovation so that the public can maintain the immune system by utilizing traditional medicines around the house to improve endurance. Provide knowledge about traditional medicine immune enhancers in the pandemic era along with knowledge about the ingredients and how to make herbal medicines to increase the correct endurance in the environment in the village kunir district Wonodadi Blitar. Method that Used with method Talk and tanya answer. Besides thatalso will Given some material about Medicine traditional and practice Manufacture and Processing and Storage Herbal medicine Enhancer power endure body that good and true. Expected after the existence of Activities this community get make syringe Herbal medicine / medicine traditional Enhancer power endure body that good and true so that Quality live community village Turmeric will increase. The results obtained from this community service are that the community has experienced an increase in knowledge related to the use and manufacture of traditional herbal medicine as an immune booster by more than 70%, so that the learning program can be concluded that it is running well. The data was obtained from the results of surveys and questionnaires that were given to the public. Conclusion After participating in this community service, the community can make their own traditional herbal medicine properly and correctly so that they can improve the degree of public health in the pandemic era. Keywords: Immune System, Anti-Virus, Traditional Medicine
Enculturation of A-Pik (Anti-Senile) Gymnastic Program in Bandung's Elderly Community Afianti Sulastri; Mustika Fitri; Muhammad Zaky
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8340

Abstract

ABSTRACT Previous research has shown that A-Pik gymnastics improves cognition in healthy adults. Regular physical activity is related with healthier brains, enhanced memory, more effective planning, and other cognitive abilities, as well as a decreased chance of dementia. The brain continues to generate new cells and synapses throughout life, allowing us to continue learning. This skill is known as "brain plasticity." It is commonly known that the brain requires enough blood flow in order to receive sufficient oxygen and nutrients in order to function properly. Physical activity enhances the plasticity, survival, and development of brain cells, as well as their biological activities. This service initiative aims to offer APIK (Anti-senile) Gymnastics to senior citizens in the Bandung region. It is anticipated that after implementing this program, the elderly population will have enhanced physical and mental health. The socialization of the A-Pik Gymnastics program is conducted via videos uploaded to the A-Pik YouTube channel. Participants can learn the A-Pik gymnastics moves by using the URL provided, so individuals can practice whenever they like. Three times per week, the A-Pik gymnastics activities were conducted according to a predetermined timetable in order to track the participants' progress. Many passionate jumpers joined this program. Their enthusiasm for gymnastics shows this.  Keywords:Dementia, Cognitive Function, APIK (Anti-Pikun) Gymnastics
Upaya Peningkatan Pengetahuan Keluarga dalam Memelihara kesehatan Jiwa Saat Mengalami Kehilangan Berduka Di Kelurahan Muka Kabupaten Cianjur Jawa Barat Sifa Fauziah; Shinta Arini Ayu; Nafa Anggraeni; Nida Alifia Nurpadilah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8275

Abstract

ABSTRAK Kesehatan jiwa saat ini menjadi masalah yang perlu diatasi, salah satu masalah Kesehatan jiwa adalah kehilangan berduka. Kehilangan adalah pengalaman kehilangan orang yang dicintai yang dapat menimbulkan perasaan berduka dan mempunyai respon yang komplek, tetapi normal dan menimbulkan reaksi yang berbeda pada setiap individu atau keluarga. Perlu dukungan keluarga saat mengalami kehilangan salah satunya adalah dengan dilakukan edukasi bagaimana koping saat masa berduka agar beradaptasi dengan kondisi kehilangan berduka. Tujuan dari edukasi pengetahuan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan partisipan sehingga dapat beradaptasi dengan baik Ketika kehilangan berduka. Kegiatan pengabdian ini dilakukan secara interaktif dengan penyuluhan yang melibatkan partisipasi partisipan aktif. Penyampaian informasi mengenai kehilangan, tahapan dalam proses berduka, dan strategi koping keluarga saat kehilangan berduka. Hasil dari kegiatan ini menunjukan bahwa pengetahuan keluarga mengenai kesehatan jiwa saat masa kehilangan berduka sudah cukup baik setelah kegiatan berlangsung. Kesimpulan dari kegiatan ini bahwa pentingnya kelurga  diberikan pengetahuan tentang masalah Kesehatan jiwa sehingga keluarga dapat beradaptasi dengan baik saat mengalami kehilangan berduka. Diharapkan dengan penyuluhan ini para partisipan mampu beradaptasi dimasa berduka sehingga menjadikan keluarga sehat jiwa. Perawat pemegang program jiwa perlu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang Kesehatan jiwa pada keluarga dan menjadikan program pengabdian ini rutin dilakukan sebagai upaya preventif. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan Jiwa, Kehilangan Keluarga, Pengetahuan  ABSTRACT Mental health is currently a problem that needs to be overcome, one of the mental health problems is the loss of sure loss. Loss is the experience of losing a loved one can cause feelings of joy and has a complex, but normal response and a different reaction for each individual or family. Family support is needed when experiencing loss, one of which is education on how to cope during times of grief so that they can adapt to the conditions of loss. The purpose of this knowledge education is to improve the participants so that they can adapt well when they lose email knowledge. This service activity is carried out interactively with counseling involving the participation of active participants. Delivery of information about the loss, stages in the sureekaeka process, and family coping strategies when losing suree sukhaeka. The results of this activity indicate that the family's knowledge of mental health during the loss period is quite good after the activity takes place. The conclusion from this activity is that it is important for families to be given knowledge about mental health problems so that families can adapt well when experiencing loss and grief. It is hoped that with this counseling the participants will be able to adapt in the future so as to make the family mentally healthy. Nurses holding mental programs need to increase their knowledge and understanding of mental health in families and make this service program routinely carried out as a preventive measure. Keywords: Knowledge, Loss of Family, Mental Health Education
Pelatihan Kader tentang Penjaringan Kehamilan Resiko Tinggi dalam Upaya Peningkatan Kualitas Antenatal Care di Puskesmas Tanah Kali Kedinding, Kenjeran Surabaya Siti Mar&#039;atus Sholikah; Novita Eka Kusuma Wardani; Ani Media Harumi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8229

Abstract

ABSTRAK Masalah kematian ibu adalah masalah yang kompleks, berkaitan dengan medis dan non medis, karena itu dilakukan upaya intervensi dengan pelaksanaan Antenatal Care (ANC) terpadu yang diharapkan akan mempunyai dampak nyata dalam waktu relatif pendek untuk penurunan Angka Kematian Ibu (AKI). Indikator keteraturan pemeriksaan kehamilan menggambarkan kualitas pelayanan Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Pada tahun 2020 AKI 3/100.000 Kelahiran Hidup (KH) dan Angka Kematian Bayi (AKB) 6,28/1000 KH. Cakupan Kunjungan Kehamilan (K4) di Puskesmas Tanah Kali Kedinding belum mencapai target 100% yaitu tercapai 94%. Komplikasi kehamilan targetnya 15-20%, tercapai 39,15% dan komplikasi persalinan 44,17%. Sedangkan penjaringan kehamilan resiko tinggi oleh masyarakat tercapai 8,91% dari target 10% dan kader yang belum mengikuti pelatihan  30 orang (12,34%).Tujuan umum untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kader  melalui pelatihan Kader tentang penjaringan kehamilan resiko tinggi dalam upaya peningkatan kualitas ANC. Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari di Balai RW 4 Tanah Kali Kedinding, diikuti 30 Kader dengan metode ceramah tanya jawab,demonstrasi dan praktik penjaringan kehamilan resiko tinggi dengan Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR). Hasil kegiatan adalah peningkatan kualitas Kader yaitu peningkatan pengetahuan dengan nilai rata-rata post tes 93,33%, keterampilan dengan nilai rata-rata 82,50%, terbentuknya Komitmen Bersama Kader dalam mendukung mensukseskan kegiatan penjaringan kehamilan resiko tinggi dalam upaya peningkatan kualitas ANC. Luarannya peningkatan kualitas Kader, HKI, Modul dan jurnal. Saran: sosialisasi penjaringan kehamilan resiko tinggi pada Kader yang belum mengikuti pelatihan serta menerapkannya pada lingkungan sekitar terhadap ibu hamil. Kata kunci: Kader, Penjaringan Kehamilan Resiko Tinggi, pelatihan. ABSTRACT The problem of maternal mortality is a complex problem, related to medical and non-medical, therefore intervention efforts are made with the implementation of integrated Antenatal Care (ANC) which is expected to have a real impact in a relatively short time to reduce the Maternal Mortality Rate (MMR). The indicators of regularity for antenatal care describe the quality of services for the Maternal and Child Health Program (MCH). In 2020 the MMR is 3/100,000 KH and the Infant Mortality Rate (IMR) is 6.28/1000 Life Birth (LB). The coverage of Pregnancy Visits (K4) at the Tanah Kali Kewall Health Center has not yet reached the 100% target, which is 94%. The target for pregnancy complications is 15-20%, 39.15% is achieved and delivery complications are 44.17%. While screening for high-risk pregnancies by the community was 8.91% of the 10% target and 30 people (12.34%). The general objective is to increase the knowledge and skills of Cadres through Cadre training on screening for high-risk pregnancies in an effort to improve the quality of ANC. The training was held for three days at Citizen’s Council 4 Tanah Kali Kewall, followed by 30 Cadres with a question and answer lecture method, demonstration and practice of screening high-risk pregnancies with the Poedji Rochjati Score Card (KSPR). The results of the activity are an increase in the quality of cadres, namely an increase in knowledge with an average post-test score of 93.33%, skills with an average score of 82.50%, the formation of a Joint Cadre Commitment to support the success of high-risk pregnancy screening activities in an effort to improve the quality of ANC. The output is improving the quality of Cadres, Intellectual Property Rights, Modules and journals. Suggestion: socialization of high-risk pregnancy screening for cadres who have not attended training and apply it to the surrounding environment for pregnant women.  Keywords : Cadres, High Risk Pregnancy Screening, training.

Page 90 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue