cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pemanfaatan Media Edukasi Audio Visual dengan Pendekatan Family Centered Nursing dalam Penatalaksanaan Diabetes Melitus Ria Desnita; Defrima Oka Surya; Weny Amelia; Salsabila Ramadhani Putri; Gusti Prisda Yeni; Vonnica Amardya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8446

Abstract

ABSTRAK Pencegahan komplikasi Diabetes Melitus dapat dilakukan dengan pemberian edukasi kepada pasien dengan melibatkan keluarga sebagai support sistem pasien dalam mengelola penyakitnya. Kampuang Health Care Center merupakan salah satu tempat praktik mandiri perawat yang banyak melayani pasien DM dengan komplikasi ulkus kaki diabetik. Edukasi pilar penatalaksanaan DM belum optimal diberikan pada pasien DM yang berkunjung ke Kampung Health Care Center, keluarga dan pasien juga belum sebenuhnya memahami perawatan penyakit diabetes di rumah sehingga bisa berdampak pada munculnya berbagai komplikasi DM yang akhirnya dapat menurunkan status kesehatan pasien. Solusi permasalahan dan metode pelaksanaan kegiatan yaitu dengan menyediakan media edukasi audiovisual dan booklet penatalaksanaan DM yang dapat dengan mudah digunakan mitra dalam memberikan edukasi, pendampingan mitra dalam menggunakan media edukasi kepada pasien dan keluarga dalam pengelolaan penyakit diabetes di rumah. Hasil kegiatan ini didapatkan program edukasi dapat berjalan optimal sebagai tindakan pencegahan komplikasi lanjut DM pada pasien, terdapat peningkatan pengetahuan keluarga tentang penatalaksanaan DM. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan status kesehatan pasien DM melalui peningkatan pengetahuan dan kepatuhan dari pasien dan keluarga dalam mengelola penyakitnya. Kata Kunci: Edukasi, Diabetes Melitus,  Family Centered Nursing  ABSTRACT Prevention of complications of Diabetes Mellitus can be done by providing education to patients by involving the family as a support system for patients in managing their disease. Kampuang Health Care Center is a nurse's independent practice that serves many DM patients with complications of diabetic foot ulcers. Education on the pillars of DM management has not been optimally given to DM patients who visit the Kampung Health Care Center, families and patients also do not fully understand diabetes care at home so that it can have an impact on the emergence of various DM complications which can ultimately reduce the patient's health status. The solution to the problem and method of implementing the activity is by providing audiovisual educational media and DM management booklets that partners can easily use in providing education, assisting partners in using educational media to patients and families in managing diabetes at home. The results of this activity show that educational programs can run optimally as a preventive measure for advanced complications of DM in patients, there is an increase in family knowledge about the management of DM. The education provided is expected to improve the health status of DM patients through increased knowledge and compliance of patients and families in managing their disease. Keywords: Education, Diabetes Mellitus, Family Centered Nursing
Pendirian Pos Kesehatan Pertama dan Bantuan Makanan bagi Korban Banjir Kelurahan Semarang Kota Bengkulu Fernalia Fernalia; Kheniva Diah Anggita; Lista Fefrylia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8655

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan daerah yang rawan mengalami bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, dan bencana lainnya. Dalam beberapa tahun terakhir, tercatat banyak bencana alam yang terjadi di wilayah Indonesia. Bantuan bagi korban bencana harus dilakukan sesera mungkin untuk mencegah kesakitan dan kerusakan bagi korban banjir. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk pencegahan awal penyakit  pasca banjir dan kekurangan makanan bagi korban banjir. Kegiatan dilakukan berupa pendirian pos Kesehatan pertama dan bantuan makanan bagi korban banjir. terbentuknya pos Kesehatan pertama dan terdistribusinya makanan bagi korban banjir. Disimpulkan bahwa pendirian pos Kesehatan utama mampu mengatasi masalah gangguan Kesehatan dan mampu memenuhi kebutuhan pangan awal fase bencana. Kata Kunci: Pos Kesehatan, Bantuan Makanan, Banjir  ABSTRACT Indonesia is an area prone to natural disasters, such as earthquakes, tsunamis, floods, landslides, and other disasters. In recent years, many natural disasters have occurred in Indonesia. Assistance for disaster victims must be done as soon as possible to prevent pain and damage to flood victims . The purpose of this Community Service is to prevent early post-flood disease and food shortages for flood victims. Activities carried out in the form of establishing the first health post and food assistance for flood victims. Establishment of the first health post and distribution of food for flood victims. It was concluded that the establishment of the main health post was very helpful for flood victims who experienced health problems and food assistance helped fulfill food needs at the beginning of the disaster phase. Keywords: Health Post, Food Aid, Flood
Peningkatan Keterampilan Kader Posyandu dalam Deteksi Stunting sesuai Permenkes Ri Nomor 2 Tahun 2020 Rinayati Rinayati; Safira Fegi Nisrina; Harsono Harsono; Sugeng Santoso
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8389

Abstract

ABSTRAK Stunting paling banyak (71.8 % ) terjadi pada 1000 hari pertama kelahiran, anak stunting beresiko pendek, memiliki pendapatan perkapita rendah, stamina lebih rendah, tingkat kecerdasan lebih rendah, dan berisiko lebih besar terkena berbagai penyakit seperti  stroke, obesitas, sakit jantung dan lainya. Stunting bersifat irreversible maka penting dilakukan pencegahan. Kader posyandu memiliki peran penting dalam deteksi dini stunting melalui pelayanan posyandu. Menjadi kewajiban  pemerintah melalui puskesmas, kelurahan dan perguruan tinggi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu. Analisa masalah, RW IX Gondoriyo memiliki 10 kader posyandu, potensial  yang dapat diharapkan kontribusinya dalam mendeteksi dini kejadian stunting, terdapat balita dengan weight faltering.  Tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan  kader dalam mendeteksi stunting berdasarkan Standar Antopometri Anak,mampu melakukan pemeriksaan antropetri dengan tepat, mendokumentasikan ke buku Kesehatan ibu dan Anak dengan benar, mampu memberikan penyuluhan kesehatan balita kepada ibu yang memiliki balita melalui media flashcard. Metode pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi dan pendampingan cara   pemeriksaan antropometri Berat Badan/Umur (BB/U), Panjang Badan /Umur(PB/U) atau Tinggi Badan /Umur(TB/U), Berat Badan / Tinggi Badan (BB/TB) atau Berat Badan/ Panjang Badan ( BB /PB) dan proses pengisian buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), deteksi dini pertumbuhan  balita menggunakan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan pembuatan media penyuluhan berupa flashcard. Hasil: terdapat peningkatan pengetahuan kader skor nilai rata rata (mean)  sebelum diberikan pendampingan adalah  73, skor setelah diberikan pendampingan  nilai rata rata  86 dan peningkatan keterampilan kader posyandu dalam melakukan pemeriksaan antropometri, dokumentasi buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan kemampuan memberikan penyuluhan kepada ibu dengan flashcard. Kesimpulan:  pendampingan ini terbukti meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam mendeteksi dini stunting. Saran: adanya keberlanjutan dari Pengabdian kepada masyarakat ini baik berupa komunikasi dan pendampingan berkala. Kata Kunci:  Antropometri,  Kader, Posyandu, Stunting    ABSTRACT Most stunting (71.8%) occurs in the first 1000 days of birth, stunting children are at risk of being short, have a low per capita income, lower stamina, lower intelligence Quotien, and a greater risk of various diseases such as stroke, obesity, heart disease and others. Stunting is irreversible, it’s important to do prevention. Posyandu cadres have an important role in early detection of stunting through posyandu services. Problem analysis: RW IX Gondoriyo has 10 posyandu cadres, potential cadres whose contribution can be expected in early detection of stunting,there are toddlers with weight faltering, The aim is to increase the knowledge and skills of cadres in detecting stunting based on the Child Anthropometry Standards, Able to perform anthropometric examinations correctly, properly documenting the Maternal and Child Health book, able to provide health education for toddlers to mothers who have toddlers through flashcard media. Methods: Focus Group Discussion (FGD),  socialization and assistance on anthropometric examination of Weight/Age,Body Length/Age,or Height/Age,Weight/Height or Weight/Length and the process of filling out the MCH book, early detection of under-five growth using the MCH book and making outreach media in the form of flashcards. Results: there was an increase in knowledge of cadres, the mean score before being given counseling was 73, the score after being given counseling was the mean value 86 and an increase in the skills of posyandu cadres in conducting anthropometric examinations, documentation of MCH books and the ability to provide counseling to mothers with flashcards. Conclusion: this assistance has been proven to increase the knowledge and skills of cadres in early detection of stunting. Suggestion: there is continuity of this activity in the form of communication and periodic assistance Keywords: Anthropometry, Cadres, Posyandu, Stunting 
Pendampingan Pembuatan Frozen Food Berbahan Dasar Ikan sebagai Makanan Tinggi Protein dimasa Pandemi Covid-19 Joyeti Darni; Retno Wahyuningsih; Yuli Laraeni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8450

Abstract

ABSTRAK Pandemi Covid-19 dapat memperburuk situasi yang sebelumnya telah dihadapi banyak keluarga dalam mengakses makanan berkualitas yang terjangkau. Teknologi pembekuan makanan (Frozen Food Technology) merupakan salah satu solusi dalam memperpanjang umur simpan dan daya tahan suatu produk. Frozen Food Technology merupakan teknologi mengawetkan makanan dengan menurunkan temperaturnya hingga di bawah titik beku air. Keunggulan dari teknik pembekuan makanan adalah kualitas makanan seperti nilai nutrisi dan sifat organoleptik tetap terjaga. Protein sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak pada anak. Kandungan protein ikan tidak kalah dengan protein yang berasal dari daging. Budaya mengkonsumsi ikan sejak usia balita perlu mendapat perhatian, mengingat pola makan bagi keluarga dimulai dari kebiasaan makan sejak masih kecil. Tujuan kegiatan adalah melakukan pemberdayaan kader dalam pembuatan Frozen Food berbahan dasar ikan sebagai makanan tinggi protein dimasa pandemi Covid-19 untuk memperbaiki status gizi balita. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan dan pendampingan pembuatan produk frozen food. Evaluasi kegiatan edukasi menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan pre-post test, sedangkan evaluasi kegiatan pendampingan pembuatan produk produk frozen food dengan mengadakan kegiatan lomba produk frozen food. Hasil rata-rata pengetahuan sebelum penyuluhan dengan skor benar <60 sebanyak 30%, setelah pemberian edukasi, tingkat pengetahuan mulai membaik dibuktikan dengan nilai responden yang <60 sudah tidak ada lagi. Skor pengetahuan sebelum penyuluhan dengan kategori skor >80 sebanyak 10% dan mengalami peningkatan skor pengetahuan setelah penyuluhan menjadi 90%. Kata Kunci: Pendampingan, Frozen Food, Ikan, Protein, Covid-19  ABSTRACT The Covid-19 pandemic could exacerbate the situation that many families had previously faced in accessing affordable good quality food. Food freezing technology (Frozen Food Technology) is one solution for extending the shelf life and durability of a product. Frozen Food Technology is a technology to preserve food by lowering its temperature to below the freezing point of water. The advantage of the food freezing technique is that food quality such as nutritional value and organoleptic properties is maintained. Protein is needed for body growth and brain development in children. The fish protein content is not inferior to protein derived from meat. The culture of consuming fish from the age of toddlers needs attention, considering the diet for the family starts from eating habits since childhood. The purpose of the activity is to empower cadres in making fish-based Frozen Food as a high-protein food during the Covid-19 pandemic to improve the nutritional status of toddlers. The method used is counseling and assistance in the manufacture of frozen food products. The evaluation of educational activities used a pre-post test knowledge level questionnaire, while the evaluation of assistance activities for the manufacture of frozen food products was carried out by holding a frozen food product competition. The average result of knowledge before counseling with a correct score of <60 was 30%, after giving education, the level of knowledge began to improve as evidenced by the value of respondents who were <60 no longer. Knowledge score before counseling with a score category > 80 was 10% and there was an increase in knowledge score after counseling to 90%. Keywords: Frozen Food, Fish, Protein, Covid-19
Posko Kesehatan untuk Warga Terdampak Banjir di Kelurahan Padang Serai Kota Bengkulu Pawilliyah Pawilliyah; Fernalia Fernalia; Anugerah Aprioni; Ariance Sanaki; Monica Lesti Ayu; Lander Tri Agung Pri Hartanto; Lander Rana Jaya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8741

Abstract

ABSTRAK Bencana banjir yang diakibatkan oleh hujan deras yang sudah tidak dapat menampung debit air yang masuk. Dampak hujan deras tersebut menggenangi sebagian wilayah Padang Serai. Hal tersebut dapat menyebabkan kerugian fisik, materi dan kesehatan yang cukup besar   bagi masyarakat. Mengingat hal tersebut, maka tim  melakukan  upaya pendirian pos kesehatan dan pelayanan dalam meminimalisir dampak keseahtan yang ditimbulkan bagi masyarakat korban banjir. Adalah untuk pencegahan awal penyakit  pasca banjir. Kegiatan dilakukan berupa pendirian pos Kesehatan di  lokasi posko banjir di Kecamatan Padang Serai. Terbentuknya posko kesehatan kepada masyarakat yang terkena banjir di wilayah Padang Serai dari pengabdian masyarakat ini, dapat disimpulkan bahwa terbentukya posko kesehatan sangat membantu masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan akibat dampak banjir. Kata Kunci: Posko kesehatan , Korban, Banjir  ABSTRACT Flood disasters caused by heavy rains that are no longer able to accommodate the incoming water discharge. The impact of the heavy rains inundated parts of Padang Serai. This can cause substantial physical, material and health losses for the community. Given this, the team made efforts to establish health posts and services to minimize the health impact for the flood victims. Is for early prevention of post-flood disease. The activity was carried out in the form of establishing a health post at the location of the flood post in Padang Serai District. Of the establishment of a health post for flood-affected communities in the Padang Serai area. From this community service, it can be concluded that the formation of a health post is very helpful for the community in overcoming health problems due to the impact of the flood. Keywords: Health posts, Victims, Floods
Optimalisasi Self-efficacy dan Kemampuan Mahasiswa Keperawatan dalam Melaksanakan Bantuan Hidup Dasar melalui Refreshing Algoritma Cardio Pulmonary Resuscitation Rycco Darmareja; Triana Dewi Safariah; Iqbal Taufik Ismail
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8422

Abstract

ABSTRAK Kasus henti jantung tiba-tiba dinilai sebagai satu masalah kesehatan utama dengan prosentase 50% dari penyebab kematian akibat gangguan kardiovaskuler. Penanganan kegawatdaruratan perlu dilaksanakan dengan cepat, tepat, cermat dan akurat melalui bantuan hidup dasar. Kesiapan dan kepercayaan diri (Self-efficacy) berdampak pada kemampuan penolong untuk melaksanakan tindakan, yang berbanding lurus pada kesempatan pasien untuk dapat bertahan hidup. Pemberian pelatihan bantuan hidup dasar secara berkala dinilai sebagai salah satu strategi meningkatkan perfoma individu dalam melaksanakan pertolongan. Tujuan umum kegiatan ini adalah mengoptimalkan self-efficacy mahasiswa keperawatan dalam melaksanakan bantuan hidup dasar melalui kegiatan refreshing algoritma CPR. Program berhasil dilaksanakan pada 50 orang mahasiswa program studi diploma III keperawatan melalui metode hybrid dengan pendekatan perception participant have, problem based learning, demonstration dan re-demonstration. Hasil kegiatan diperoleh bahwa terdapat peningkatan kemampuan partisipan dalam mempraktikan algoritma bantuan hidup dasar terupdate dengan baik, yang secara nyata juga berespon positif pada self-efficacy/ kepercayaan dirinya. Sehingga demikian, kegiatan refreshing algoritma CPR dapat dinilai sebagai langkah optimalisasi self-efficacy individu dalam melaksanakan bantuan hidup dasar. Diharapkan dengan kegiatan ini, mahasiswa senantiasa terus melakukan peningkatan wawasan dan kapasitas diri untuk melaksanakan tindakan bantuan hidup dasar secara nyata dengan rasio keberhasilan tindakan yang tinggi. Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, Mahasiswa Keperawatan, Resusitasi Jantung Paru, Self-efficacy.  ABSTRACT Cases of sudden cardiac arrest are considered one of the main health problems with a percentage of 50% of the causes of death due to cardiovascular disorders. Emergency treatment needs to be carried out quickly, precisely, carefully, and accurately through basic life support. Readiness and self-efficacy have an impact on the individual’s ability to carry out the action, which is directly proportional to the patient’s chance of survival. Providing basic life support training regularly is considered one of the strategies to improve individual performance in carrying out assistance. The purpose of this event is to optimize the self-efficacy of nursing students in carrying out basic life support through refreshing algorithms. The program was successfully implemented for 50 students of the diploma III study program in nursing through the hybrid learning method with the perception participant have approach, problem-based learning, demonstration, and re-demonstration. The results showed that there was an increase in the participant’s ability to practice well-updated basic life support algorithms, which also had a positive response to self-efficacy.  Thus, the CPR algorithm refreshing activity can be assessed as a step in optimizing individual self-efficacy in carrying out basic life support. It is hoped that with this event, students will continue to improve their knowledge and capacity to carry out basic life support actions in real terms with a high success ratio.  Keywords: Basic Life Support, Student of Nursing, Cardio Pulmonary Resuscitation, Self-efficacy.
Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi Kesehatan pada Lansia di Kelurahan Kapuk Jakarta Barat Yizri Novfrida Novfrida; Erna Juliana Simatupang; Yully Kusnadi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8451

Abstract

ABSTRAK Peningkatan populasi jumlah penduduk lansia dari tahun ketahun sampai tahun 2050 harus dipersiapkan dengan upaya-upaya peningkatan lansia yang produktif dan sehat pula, karena pada saat seseorang berada pada usia lansia mulai menunjukkan penurunan kondisi kesehatan dan timbulnya berbagai penyakit kronis.  Penyakit yang sering terjadi pada lansia adalah hipertensi dan diabetes melitus. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan dan informasi yang tepat untuk penanganan kesehatan di masa lansia. Kegiatan dilakukan di Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat kepada lansia sebanyak 105 orang. Metode pelaksanaan yang dilakukan meliputi : Tahap persiapan : melakukan  pendekatan melalui RT dan RW setempat, persiapan bahan dan alat; Tahapan pelaksanaan: melakukan pelayanan kesehatan dan edukasi kesehatan berupa penyuluhan dan konsultasi gizi perorangan; Tahapan evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Setiap tahapan kegiatan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah disepakati bersama serta menerapkan protokol kesehatan. Hasil kegiatan mayoritas responden kategori pralansia (53,3%), mayoritas perempuan (71,4%), mayoritas menikah (75,2%), mayoritas dengan pendidikan SD (55,23%), mayoritas ibu rumah tangga (65,7%). Mayoritas responden dengan kategori hipertensi tingkat II (31,4%), responden dengan diabetes melitus (16,2%) dan responden dengan asam urat (21%). Mayoritas responden diberikan konsultasi gizi mengenai hipertensi (67,61%) dan terkecil dengan kategori konsultasi gizi mengenai diabetes mellitus (16,19%). Setelah mendapatkan pelayanan kesehatan, mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik (73,53%). Demikian juga pada responden setelah mendapatkan konsultasi gizi mengenai diabetes, hipertensi, asam urat, mayoritas memiliki pengetahuan yang baik. Responden menyampaikan pelayanan yang diterima sangat memuaskan, baik pada pelayanan penyuluhan kesehatan (61,76%), pada responden yang diberikan konsultasi gizi mengenai diabetes melitus (88,23%), pada responden yang diberikan konsultasi gizi mengenai hipertensi (69,01%) dan pada responden yang diberikan konsultasi gizi mengenai asam urat (72,72%). Setelah dilakukan kegiatan pengetahuan responden baik dan responden sangat puas dengan pelayanan yang diberikan. Diharapkan kegiatan pengabdian masyarakat pada lansia dapat dilakukan secara continue dan dapat dilakukan juga pada kelompok fase dewasa tengah (40-60 tahun) untuk mempersiapkan masa tua yang produktif dimasa yang akan datang dan mencegah resiko penyakit pada masa lanjut usia. Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Diabetes Mellitus, Asam Urat, dan Pengetahuan   ABSTRACT The increase in the population of the elderly population from year to year until 2050 must be prepared with efforts to increase the elderly who are productive and healthy as well, because when someone is at an elderly age they begin to show a decline in health conditions and the emergence of various chronic diseases. Diseases that often occur in the elderly are hypertension and diabetes mellitus. This community service activity aims to provide appropriate health services and information for health care in the elderly. The activity was carried out in Kapuk Village, West Jakarta for 105 elderly people. The implementation method used includes: Preparatory stage: approaching through the local RT and RW, preparing materials and tools; Stages of implementation: providing health services and health education in the form of counseling and individual nutrition consultations; The evaluation stage is carried out using a questionnaire. Each stage of the activity is carried out according to mutually agreed standard operating procedures (SOP) and implements health protocols. The results of the activities of the majority of respondents were in the pre-elderly category (53.3%), the majority were women (71.4%), the majority were married (75.2%), the majority had elementary school education (55.23%), the majority were housewives (65.7 %). The majority of respondents were in the category of hypertension level II (31.4%), respondents with diabetes mellitus (16.2%) and respondents with gout (21%). The majority of respondents were given nutrition consultations regarding hypertension (67.61%) and the smallest were in the category of nutritional consultations regarding diabetes mellitus (16.19%). After receiving health services, the majority of respondents had good knowledge (73.53%). Likewise for the respondents after receiving nutritional consultation regarding diabetes, hypertension, gout, the majority had good knowledge. Respondents said that the services they received were very satisfactory, both in health counseling services (61.76%), in respondents who were given nutritional consultations about diabetes mellitus (88.23%), in respondents who were given nutritional consultations about hypertension (69.01%) and the respondents who were given nutritional consultation regarding gout (72.72%). After carrying out activities the knowledge of the respondents was good and the respondents were very satisfied with the services provided. It is hoped that community service activities for the elderly can be carried out continuously and can also be carried out in the middle adult phase group (40-60 years) to prepare for a productive old age in the future and prevent the risk of disease in the elderly. Keywords: Elderly, Hypertension, Diabetes Mellitus, Gout, and Knowledge
Asuhan Keperawatan terhadap Perubahan Perilaku Penderita Halusinasi Pendengaran pada Pasien Skizofrenia melalui Terapi Musik di Klinik Aulia Rahma Kota Bandar Lampung Umsani Umsani; Eka Trismiyana; M. Ricko Gunawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8368

Abstract

ABSTRAK Skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang termasuk berat. Menurut World Health Organization (WHO, 2016) bahwa skizofrenia diderita lebih dari 21 juta orang di seluruh dunia Menurut WHO (World Health Organization) tahun 2017 masalah gangguan jiwa di dunia ini sudah menjadi masalah yang semakin serius. WHO memperkirakan ada sekitar 450 juta orang di dunia ini ditemukan mengalami ganguan jiwa. Berdasarkan data statistik, angka pasien gangguan jiwa memang sangat menghawartikan. Berdasarkan hasil pengkajian di Klinik Aulia Rahma Kota Bandar Lampung dengan melihat data rekam medik klien yang dirawat didapat jumlah penderita dengan diagnosa halusinasi pendengaran sebanyak 29 orang. Untuk mengetahui asuhan keperawatan terhadap perubahan perilaku penderita halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia melalui terapi musik di Klinik Aulia Rahma Kota Bandar Lampung Tahun 2022. Pendekatan pada penulisan laporan tugas akhir berfokus pada asuhan keperawatan terhadap perubahan perilaku penderita halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia melalui terapi musik di Klinik Aulia Rahma Kota Bandar Lampung Tahun 2022. Hasil pengkajian pada Tn. S, Tn. Y, Tn. A didapatkan keluhan utama pasien mengatakan mendengar bisikan-bisikan gaib. Diagnosa keperawatan yang didapat adalah gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran Intervensi dilakukan selama 3 hari dengan pemberian terapi musik klasik selama 3 hari dengan durasi 30 menit selama 1 kali perlakuan. Kajian implementasi selama 3 hari didapat hasil sebagian msalah teratasi, yang ditandai dengan perubahan perilaku dan berkurangnya tanda gejala halusinasi. Hasil evaluasi yang dilakukan selama tiga hari menunjukkan semua masalah dapat teratasi. Meningkatkan kemampuan dan kualitas dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien khususnya dengan masalah gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran. Melakukan asuhan keperawatan sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang ditetapkan dilanjutkan dengan SOAP pada klien khususnya dengan gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengara. Kata Kunci: Halusinasi Pendengaran, Pasien Skizofrenia,Terapi Musik    ABSTRACT Schizophrenia is a severe mental disorder. According to the World Health Organization (WHO, 2016) that schizophrenia affects more than 21 million people worldwide. According to the WHO (World Health Organization) in 2017, the problem of mental disorders in the world has become an increasingly serious problem. WHO estimates that around 450 million people in the world are found to have mental disorders. Based on statistical data, the number of patients with mental disorders is very worrying. Based on the results of the study at the Aulia Rahma Clinic, Bandar Lampung City by looking at the medical record data of the clients who were treated, it was found that the number of patients with a diagnosis of auditory hallucinations was 29 people. To find out nursing care for behavioral changes in patients with auditory hallucinations in schizophrenic patients through music therapy at the Aulia Rahma Clinic, Bandar Lampung City in 2022. The approach to writing a final project report focuses on nursing care for behavioral changes in patients with auditory hallucinations in schizophrenia patients through music therapy at the Aulia Rahma Clinic, Bandar Lampung City in 2022. The results of the study on Mr. S, Mr. Y, Mr. A, the patient's chief complaint was that he heard magical whispers. The nursing diagnosis obtained was sensory perception disorder: auditory hallucinations. The intervention was carried out for 3 days by giving classical music therapy for 3 days with a duration of 30 minutes for 1 treatment. The implementation study for 3 days showed that some of the problems were resolved, which were marked by changes in behavior and reduced signs of hallucinations. The results of the evaluation carried out for three days showed that all problems could be resolved. Improve ability and quality in providing nursing care to clients, especially those with sensory perception disorders: auditory hallucinations. Perform nursing care in accordance with the established SOP (Standard Operating Procedure) followed by SOAP on clients, especially those with sensory perception disorders: auditory hallucinations. Keywords: Auditory Hallucinations, Schizophrenic Patients, Music Therapy  
Program Teknik Relaksasi untuk Nyeri Akut dengan Masalah Post Apendiktomi di Desa Talang Jawa Lampung Selatan Mega Haryanti; Rahma Elliya; Setiawati Setiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.7295

Abstract

ABSTRAK Radang usus buntu, peradangan akut usus buntu vena, adalah penyebab paling umum dari operasi perut darurat yang disebut usus buntu. Pada pasien pasca operasi usus buntu, pasien umumnya mengalami masalah nyeri karena setiap operasi menyebabkan jaringan (luka) pecah, luka merangsang rasa sakit yang disebabkan oleh sekresi prostaglandin dan leukotrien dari jaringan luka, merangsang sistem saraf pusat, kemudian diteruskan ke sumsum tulang belakang. melepaskan impuls nyeri. Tujuan kegiatana ini untuk mengurangi nyeri post apendiktomi dapat dilakukan dengan teknik non farmakologi. Terapi pendamping untuk masalah nyeri akut melalui teknik relaksasi benson di desa Talang Jawa Lampung Selatan. Metode pada kegiatan ini menggunakan studi kasus. Subjek yang digunakan 3 orang dengan post apendiktomi yang memiliki keluhan nyeri akut di desa Talang Jawa Lampung Selatan. Terapi relaksasi benson diberikan sebelum pemberian analgetik dengan durasi 10-30 menit sebanyak 3 hari dalam satu minggu. Sebelum dan sesudah pemberian terapi relaksasi benson diukur skala nyeri menggunakan Numeric rating scale (NRS). Hasil pada 3 pasien mengalami penurunan intensitas skala nyeri. Kesimpulan bahwa relaksasi benson terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi apendiktomi. Kata Kunci: Apendisitis, Apendiktomi, Nyeri, Relaksasi Benson ABSTRACT Appendicitis, an acute inflammation of the appendix vein, is the most common cause of emergency abdominal surgery called appendicitis. In post-appendicitis patients, patients generally experience pain problems because each operation causes the tissue (wound) to rupture, the wound stimulates pain caused by the secretion of prostaglandins and leukotrienes from the injured tissue, stimulates the central nervous system, then is passed on to the spinal cord. releasing pain impulses. The purpose of this activity to reduce post-appendectomy pain can be done with non-pharmacological techniques. Companion therapy for acute pain problems through Benson relaxation techniques in the village of Talang Jawa, South Lampung. The method in this activity uses a case study. The subjects used were 3 people with post-appendectomy who had complaints of acute pain in the village of Talang Jawa, South Lampung. Benson relaxation therapy is given before administering analgesics with a duration of 10-30 minutes 3 days a week. Before and after the administration of Benson relaxation therapy, the pain scale was measured using the Numeric Rating Scale (NRS). The results in 3 patients experienced a decrease in the intensity of the pain scale. The conclusion is that Benson relaxation is proven to be effective in reducing pain intensity in post-appendectomy patients. Keywords: Appendicitis, Appendectomy, Pain, Benson Relaxation
Inovasi Sediaan Serbuk Jamu Kering Siap Saji Daun Majapahit dan Rimpang sebagai upaya Meningkatkan Konsumsi Jamu Masyarakat Desa Bendiljati Wetan Choirul Huda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.7463

Abstract

ABSTRAK Dalam upaya peningkatan pengatahuan tentang obat tradisional dan kesehatan di era pandemi juga meningkatkan konsumsi obat tradisional kami mengajak masyarakat desa bendiljati, khususnya ibu rumah tangga untuk membuat sediaan jamu kering siap saji dimana sediaan tersebut juga dapat dijadikan ide usaha pada nantinya serta dapat meningkatkan konsumsi jamu masyarakat.Pemberdayaan Masyarakat desa Bendiljati Wetan dengan harapan masyarakat dapat membuat dan mengolah daun majapahit sebagai obat tradisional cepat saji yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta meningkatkan konsumsi jamu pada masyarakat. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat desa Bendiljati Wetan dalam pembuatan ramuan jamu kering cepat saji daun majapahit dan rimpang untuk menjaga daya tahan tubuh dan peningkatan konsumsi jamu masyarakat. Lebih dari 70 % mitra mengetahui ramuan jamu kering cepat saji daun majapahit dan rimpang sebagai jamu untuk meningkatkan daya tahan tubuh, diperoleh dari survey sebelum dan sesudah dilaksanakan pembelajaran. Kesimpulan: mitra dapat membuat dan menegetahui tentang jamu kering  cepat saji yang dapat digunakan untuk menjaga daya tahan tubuh di era pandemic covid 19. Setelah mengikuti pengabdian masyarakat ini masyarakat dapat membuat sendiri jamu tradisional dengan baik dan benar sehingga dapat meningkatkan derajat  Kesehatan masyarakat di era  pandemi Kata Kunci:  Obat Tradisional, Daun Majapahit, Rimpang  ABSTRACT In an effort to increase knowledge about traditional medicine and health in the pandemic era as well as increase the consumption of traditional medicine, we invite the people of Bendiljati village, especially housewives to make ready-to-eat dry herbal preparations where these preparations can also be used as business ideas in the future and can increase the community's consumption of herbal medicine. Empowering the Bendiljati Wetan village community with the hope that the community can make and process majapahit leaves as a fast food traditional medicine that can be used to increase endurance and increase consumption of herbal medicine in the community. The activities carried out were in the form of socialization and empowerment of the Bendiljati Wetan village community in the manufacture of fast-food dried herbal ingredients of majapahit leaves and rhizomes to maintain body resistance and increase the consumption of herbal medicine in the community. More than 70% of partners know the ingredients of fast-food dried herbal medicine majapahit leaves and rhizomes as herbs to increase endurance, obtained from surveys before and after the learning is carried out. Conclusion: partners can make and know about fast-food dry herbs that can be used to maintain body resistance in the era of the covid 19 pandemic. After participating in this community service, the community can make their own traditional herbal medicine properly and correctly so that it can improve the degree of public health in the pandemic era Keywords: Traditional Medicine, Majapahit Leaves, Rhizome

Page 89 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue