cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Program Peningkatan Pengetahuan untuk Lansia dengan Sindroma Metabolik di Cimahi Hanna Goenawan; Ronny Lesmana; Vita Murniati Tarawan; Aziiz Mardanarian Rosdianto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8532

Abstract

ABSTRAK Sindroma metabolik (SM) merupakan masalah kesehatan yang meningkat di seluruh dunia. Di Indonesia, angka penderita sindroma metabolik mencapai 21,8%. Penderita SM meningkat pada lansia karena telah terjadi berbagai kelainan metabolisme. Sehingga diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai komplikasi SM. Masyarakat juga diharapkan untuk mengendalikan faktor resiko SM seperti pengaturan pola aktivitas fisik. Aktifitas fisik seperti olahraga telah terbukti dapat menurunkan resistensi insulin dan memperbaiki profil lipid. Penyuluhan mengenai komplikasi SM dan pengendaliannya dengan cara meningkatkan aktivitas fisik diharapkan dapat memberikan edukasi pada masyarakat. Kegiatan yang dilakukan berupa wawancara mengenai pengetahuan masyarakat mengenai SM dan olahraga yang tepat dalam penanganan sindroma metabolik. Survey pada masyarakat menunjukkan sebagian besar masyarakat (72%) telah mengetahui sindroma metabolik, namun tidak mengetahui penyakit yang dapat disebabkan oleh SM (63%). Disamping itu, hanya 55% responden yang megetahui pengaruh olahraga dalam perbaikan SM. Kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan dan tanya jawab mengenai SM.  Melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, diharapkan terjadi perubahan gaya hidup di masyarakat sehingga SM dapat diatasi. Kata Kunci: Lansia, Olahraga, Penyuluhan, Sindroma Metabolik  ABSTRACT Metabolic syndrome (MS) prevalence is increasing worldwide. In Indonesia, MS prevalence was 21.8% in 2018. MS is a risk factor for cardiovascular disease and diabetes. MS risk factor is increased in the elderly. An increase in physical activity has been proven to reduce the MS risk factor. Thus, behavioral changes are the key factor to manage MS. In this community service, we gave education to the elderly population in the Cimahi area, Bandung, West Java about MS was done prior to the education. We found that most of the community members already know about MS. However, only 55% of respondents understand a complication of MS. To educate the local people about the MS prevention program, we gave seminars and counseling. Changes in behavior including diet programs and exercise are the key factor to prevent MS.  Keywords: Elderly, Education, Metabolic Syndrome, Physical Exercise
Pengenalan Kelor (Moringa Oleifera) sebagai Sumber Pangan dan Pakan Fungsional di Kwt Melati Muaro Jambi, Jambi Rahmi Dianita; Afriani H; Henny H; A. Rahman Sy.; Firmansyah Firmansyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8765

Abstract

ABSTRAK Pangan dan pakan fungsional merupakan bahan pangan atau pakan yang tidak hanya berperan sebagai sumber untuk pemenuhan nutrisi bagi manusia dan ternak namun juga mempunyai potensi membantu menjaga metabolism tubuh dan daya yahan tubuh. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Wanita Tani tentang kelor (Moringa oleifera) sebagai pangan dan pakan fungsional di masa pandemi. Kegiatan ini dilaksanakan di KWT Melati Dusun Karang Mulyo, Muaro Jambi, Jambi. Pengenalan kelor dilakukan dengan menyediakan dan memberikan benih dan bibit serta informasi tentang kelor dan manfaatnya dengan metode Pendidikan Masyarakat melalui kegiatan penyuluhan. Setelah kegiatan PPM ini seluruh anggota KWT Melati telah mengetahui lebih banyak manfaat Moringa baik sebagai pangan maupun sebagai pakan ternak. Anggota KWT Melati sangat antusias untuk mengetahui proses fortifikasi pangan dengan Moringa. Anggota KWT Melati mau mengadopsi dengan menanam Moringa di lahan pekarangan setelah mengetahui Moringa sangat mudah untuk dibudidayakan dan manfaatnya sebagai pangan dan pakan fungsional. Kata Kunci: Moringa Oleifera, Pangan Dan Pakan Fungsional, Peningkatan Pengetahuan  ABSTRACT Functional food and feed are food or feed ingredients that not only act as a source of nutrition for humans and livestock but also have the potential to help maintain the body's metabolism and immune system. The purpose of this community service activity was to increase farmer women's understanding of Moringa oleifera as functional food and feed which is very useful during the Covid 19 pandemic. This activity was carried out at the Melati Women Farmers Group (WFG) Karang Mulyo Village, Muaro Jambi Regency, Jambi Province. The introduction of Moringa plants is done by providing Moringa seeds and seedlings as well as information about Moringa and its benefits with Public Education method through outreach activities. XXX. After the outreach activity, all members of WFG of Melati have known more benefits of Moringa for food as well as feed. Members of WFG are very enthusiastic to know how to process Moringa as food fortification. Members of WFG are willing to plant Moringa in their yard after learning that Moringa is very easy to be cultivated and its benefit for functional food and feed. Keywords: Moringa Oleifera, Functional Food And Feed, Knowledge Improvement
Edukasi Indeks Gizi Seimbang pada Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Sumowono Kabupaten Semarang Dina Rahayuning Pangestuti; Naintina Lisnawati; Alfi Fairuz Asna; Apoina Kartini; Mohammad Zen Rahfiludin; Sulistyawati Sulistyawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8644

Abstract

ABSTRAK Indeks Gizi Seimbang (IGS) pada masyarakat di Indonesia masih tergolong rendah. Hal tersebut menunjukkan bahwa konsumsi pangan masyarakat belum sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Konsumsi masyarakat yang belum sesuai dengan gizi seimbang dapat disebabkan karena adanya faktor rendahnya pengetahuan. Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi terkait IGS untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik yang lebih baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik yang baik terakit indeks gizi seimbang pada kader posyandu sehingga kader dapat menerapkan konsumsi pangan yang sesuai dengan pedoman gizi seimbang dan dapat menyampaikan kepada masyarakat. Program pengabdian masyarakat dilakukan dengan pendekatan pada kader untuk melakukan edukasi dengan metode ceramah dan menggunakan media booklet serta powerpoint. Kegiatan dimulai dengan pemberian pre test kemudian pemberian edukasi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diakhiri dengan pemberian post test. Jumlah peserta edukasi sebanyak 20 kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Sumowono. Rata-rata skor pengetahuan, sikap, dan praktik subjek sebelum dan sesudah dilakukan edukasi mengalami peningkatan. Rata-rata skor pengetahuan subjek sebelum dilakukan edukasi adalah 7,74 dan setelah dilakukan edukasi skornya menjadi 8,63 (p=0,466). Rata-rata skor sikap subjek sebelum dilakukan edukasi adalah 5,47, sesudah edukasi skornya 6,63 (p=0,160). Skor praktik subjek sebelum dilakukan edukasi adalah 5,47 sedangkan setelah nya menjadi 9,00 (p=0,003). Tidak terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap setelah dilakukan edukasi Indeks Gizi Seimbang, namun terdapat perbedaan praktik kader setelah dilakukan edukasi IGS. Kata Kunci: Edukasi, IGS, Kader, Booklet, Gizi Seimbang, Sumowono  ABSTRACT Healthy Eating Index (HEI) for people in Indonesia is still relatively low. This shows that people's food consumption is not following balanced nutrition guidelines. Community consumption that is not yet by balanced nutrition is caused by a factor of low knowledge. Therefore, it is necessary to carry out education related to HEI to increase knowledge, attitudes, and better practices. This community service activity aims to increase knowledge, attitudes, and good practices regarding the balanced nutrition index for posyandu cadres so that cadres can consume food according to balanced nutrition guidelines and can convey it to the community.  The community service program is carried out with an approach to cadres to conduct education using the lecture method using booklets and PowerPoint media. The activity began with giving a pre-test then giving education followed by a question and answer session and giving a post-test at the end of the activity. The number of participants was 20 posyandu cadres in the working area of the Sumowono Health Center.  The average score of knowledge, attitudes, and practice subjects before and after education has increased. The average score of subject knowledge before education was 7.74 and after education, the score was 8.63 (p=0.466). The average score of the subject's attitude before education was 5.47, after education the score was 6.63 (p=0.160). The subject's practice score before the education was 5.47 while after that it was 9.00 (p=0.003).  There were no differences in knowledge and attitudes after education on the Health Eating Index, but there were differences in cadre practices after HEI education Keywords: Education, HEI, Cadres, Booklets, Balanced Nutrition, Sumowono
Pendampingan UMKM dan Manajemen Usaha pada UMKM LK Buah Desa Pawidean Jatibarang Kabupaten Indramayu Agus Yudianto; Meddy Nurpratam
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8434

Abstract

ABSTRAK Mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki oleh UMKM dan kelemahan yang dimiliki oleh UMKM sebaiknya mulai diperbaiki. UMKM juga harus memanfaatkan peluang yang ada untuk merebut pangsa pasar dan diharapkan mampu mencapai tujuan UMKM. Selain itu ancaman yang ada tidak boleh dihiraukan, UMKM harus memiliki tindakan preventif dalam menghadapi segala acaman yang muncul. Meningkatkan pelayanan prima serta layanan purna jual dapat dilakukan melalui penanganan cepat pada keluhan konsumen dan melayani dengan 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun).Memperbaiki lokasi Toko supaya lebih banyak pelanggan yang datang. Kata Kunci:  Pendampingan UMKM dan Pengelolaan Usaha  ABSTRACT Based on the results of internal factor analysis, it can be identified that its main strength is the use of quality raw materials and its weakness is that the mango raw material cannot be continuously available every month. Meanwhile, from the analysis of external factors, it can be identified that the main opportunity is a well-known Brand Image and the threat of the establishment of a similar business. Based on the results of the SWOT analysis, the appropriate alternative strategy to increase the marketing of processed LK Buah mango products in Pawidean Village, Jatibarang District, Indramayu Regency is to use an aggressive strategy, namely by maximizing internal strengths to take advantage of and seize external opportunities through marketing activities to gain profits in order to achieve growth Processed Mango Products LK Fruit in a sustainable manner. Keywords:  MSME Assistance and Business Management
Promosi Kesehatan dalam Meningkatkan Pengetahuan dalam Deteksi Dini Serangan Sindrom Koroner Akut (Ska) pada Lansia di Panti Sosisal Tresna Werda Wana Seraya Denpasar, Bali Yustina Ni Putu Yusniawati; Emanuel Ileatan Lewar; I Gde Agus Shuarsedana Putra; I Komang Ardidhana Nugraha Putra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8559

Abstract

ABSTRAK Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab utama kematian di dunia. Diperkirakan 17,9 juta orang meninggal karena penyakit kardiovaskular pada 2019, angka ini mewakili 32% dari semua kematian secara global. Dari kematian tersebut, 85% disebabkan oleh stroke dan serangan jantung/sindrom koroner akut (SKA). Kasus SKA di Indonesia terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Dibutuhkan suatu penanganan yang cepat dan tepat (<2jam) untuk mencegah morbiditas dan mortalitas saat SKA terjadi. Namun dengan kurangnya pengetahuan dan adanya faktor resiko penyakit SKA pada lansia harus segera ditangani, sehingga perlu untuk dilakukan penyuluhan kesehatan tentang pencegahan penyakit SKA. Untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan lansia dalam mendeteksi penyakit Sindrom koroner akut dan terlaksananya kegiatan deteksi dini terhadap faktor resiko penyakit Sindrom koroner akut sehingga lansia dapat mengontrol faktor resiko yang dimilikinya. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 3 tahap yaitu Tahap 1: Memberikan penyuluhan tentang prokes covid 19 yaitu cara mencuci tangan yang baik dan benar menurut WHO dan cara menggunakan masker dengan baik dan benar serta diskusi. Tahap 2: Melakukan penyuluhan tentang SKA dan diskusi. Tahap 3: Review prokes covid 19 dengan mencuci tangan 6 langkah dan menggunakan masker dengan baik dan benar serta pengetahuan tentang SKA dan Post test secara lisan. Evaluasi post test secara lisan diperoleh hasil bahwa lansia dapat menjawab semua pertanyaan yang diberikan oleh presenter tentang pengertian dari SKA, penyebab SKA, tanda dan gejala SKA, serta penanggulangan SKA. penyuluhan yang diberikan pada lansia tentang mencuci tangan dengan baik dan benar, cara menggunakan masker dengan benar dan penyuluhan tentang SKA dapat meningkatkan pengetahuan lansia. Maka perlu dilakukan pemberian informasi secara berkelanjutan dengan materi kedaruratan yang lainnya. Kata Kunci: Pengetahuan, Kemampuan, Deteksi Dini, Sindrom Koroner Akut  ABSTRACT Cardiovascular disease is still the leading cause of death in the world. An estimated 17.9 million people died from cardiovascular disease in 2019, this figure represents 32% of all deaths globally. Of these deaths, 85% are caused by strokes and heart attacks/acute coronary syndrome (ACS). Cases of ACS in Indonesia continue to increase every year. It requires a fast and appropriate treatment (<2 hours) to prevent morbidity and mortality when ACS occurs. However, with a lack of knowledge and the presence of risk factors for ACS in the elderly, it must be addressed immediately, so it is necessary to carry out health education about the prevention of ACS. coronary heart disease so that the elderly can control their risk factors. This community service method is carried out in 3 stages, namely Stage 1: Providing counseling about the COVID-19 health program, namely how to wash hands properly and correctly according to WHO and how to use masks properly and correctly and discuss. Stage 2: Conduct counseling about SKA. Stage 3: Review of the covid 19 health program by washing hands 6 steps and using masks properly and correctly as well as knowledge about SKA and Post test orally. understanding of ACS, causes of ACS, signs and symptoms of ACS, and prevention of ACS. counseling on hand washing programs properly and correctly, how to use masks properly and counseling about SKA can increase the knowledge of the elderly at the Wana Seraya Nursing Home, Denpasar. Keywords: Knowledge, Ability, Early Detection, Acute Coronary Syndrome
Program Pengabdian Kepada Masyarakat melalui Kegiatan Donasi terhadap Korban Gempa Bumi Cianjur 21 November 2022 Febriana Astuti; Delfi Iskardyani; Rafiastiana Capritasari; Redha Okta Silfina; Pristina Adi Rachmawati; Marisa Elfina; Unsa Izzati; Monik Krisnawati; M. Sofyan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8812

Abstract

ABSTRAK Gempa Bumi berkekuatan 5,6 Skala Ritcher yang melanda Cianjur pada tanggal 21 November 2022 menimbulkan korban jiwa serta menimbulkan kerusakan fasilitas publik maupun pribadi. Dampak fisik maupun psikis yang dialami oleh korban gempa Cianjur membutuhkan uluran tangan kemanusiaan dari semua pihak termasuk Sivitas Akademika Poltekkes TNI AU Adisutjipto Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk menampung Donasi dan menyalurkan bantuan tersebut kepada korban Gempa Cianjur dengan harapan dapat meringankan beban para korban. Pengabdian kepada masyarakat ini dibagi dalam empat tahapan yang terdiri dari perencanaan dan penggalangan dana yang dilaksanakan pada tgl 2-9 Desember 2022, pembelian kebutuhan donasi, tahapan pendistribusian bantuan secara langsung, serta tahapan evaluasi. Berdasarkan hasil penggalangan dana, dilakukan pembelian beberapa item yang terdiri dari peralatan mandi, diapers, pakain dalam serta obat - obatan. Kegiatan penyaluran bantuan dilaksanakan pada kamis, 15 Desember 2022 di desa padaluyuh RT 04 RW 06 kampung balandingan dengan sasaran 148 KK serta desa talaga Kecamatan Cugenang kota Cianjur dengan sasaran 45 KK. Pemilihan lokasi dan daftar kebutuhan para korban diperoleh berdasarkan informasi langsung dari Satgas Kopasgat TNI Angkatan Udara yang bertugas di lokasi pengungsian. Donasi dan penyaluran bantuan yang dilakukan secara langsung sudah dilakukan dengan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan para korban gempa bumi cianjur. Kata Kunci: Gempa Bumi, Cianjur, Donasi  ABSTRACT An Eartquake with magnitude 5,6 SR that struck Cianjur on November 21th, 2022 has caused casualities and damage to public and private facilities. The physical and psychological impacts experienced by the victims of the Earthquake require humanitarian assistance from all parties, including the Academic Community of Poltekkes TNI AU Adisutjipto Yogyakarta. This activity aims to accommodate donations and to distribute them to the victims of the Cianjur Earthquake in the hope of easing their burden. This community service is divided into four stages consisting of planning and fundraising that has carried out on December 2nd -9th, 2022, purchasing donation needs,direct aid distribution stages, and evaluation stages. Based on the fundraising results, several items were purchased consisting of toiletries, diapers, underwear and medicine. The aid distribution activity was carried out on Thursday, December 15th, 2022 in Padaluyuh Village RT 04 RW 06 Balanding with 148 families and Talaga Village, Cugenang District, Cianjur with 45 families. The choise of location and the list of the needs were obtained based on direct information from Satgas Kopasgat of Indonesian Air Force on duty at the evacuation site. Donations and direct distribution of aid have been carried out on target and according to the needs of the victims of Cianjur earthquake. Keywords: Earthquake, Cianjur, Donations
Edukasi Terapi Non-Farmakologi saat Anak Demam, Batuk, dan Pilek Ditengah Kekhawatiran Terjadinya Gagal Ginjal Akut pada Anak di Puskesmas Cibolerang Kota Bandung Meti Sulastri; Vivop Marti Lengga; Ai Rahmawati; Lia Marliana; Gilang Fajar Rachadi; Ana Ikshan Hidayatullah; Deni Candra Ramadhan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8700

Abstract

ABSTRAK Laporan peningkatan kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal/Acute Kidney Injury (AKI) yang tajam pada anak, terutama balita telah diterima Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sejak akhir Agustus 2022. Hasil uji cemaran EG tersebut belum dapat mendukung kesimpulan bahwa penggunaan sirup obat tersebut memiliki keterkaitan dengan kejadian AKI karena selain penggunaan obat, masih ada beberapa faktor risiko penyebab lainnya seperti infeksi virus atau bakteri. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan ilmu pengetahuan kepada kalangan masyarakat mitra mengenai terapi non-farmakologi saat anak demam, batuk dan pilek. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut yaitu dengan melakukan penyuluhan kesehatan secara langsung kepada masyarakat. Target sasaran untuk kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu kepada masyarakat terutama orang tua yang mempunyai anak di wilayah kerja puskesmas cibolerang kota bandung. Kata Kunci: Edukasi, Gagal Ginjal Akut, Terapi Non-Farmakologi  ABSTRACT Reports of a sharp increase in cases of Acute Kidney Injury (MMR) in children, especially toddlers, have been received by the Ministry of Health (Kemenkes) and the Indonesian Pediatric Association (IDAI) since the end of August 2022. The results of the EG contamination test have not been able to support the conclusion that the use of drug syrup is related to the incidence of MMR because in addition to the use of drugs, there are still several other causative risk factors such as viral or bacterial infections.  The purpose of this community service is to improve knowledge among partner communities regarding non-pharmacological therapies when children have fevers, coughs and colds. The method used to solve the problem is by conducting health counseling directly to the community. The target target for this community service activity is to the community, especially parents who have children in the work area of the Cibolerang Health Center in Bandung City. Keywords: Education, Acute Renal Failure, Non-pharmacological Therapy
Edukasi Pemberian Asi pada Bayi yang Baik dan Benar pada Ibu Menyusui melalui Media Booklet Naintina Lisnawati; Wilis Putu Purantira; Anggit Rizkika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8587

Abstract

ABSTRAK Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik untuk bayi. Pemerintah telah mencanangkan program ASI Eksklusif, namun terdapat permasalahan yaitu ibu belum memberikan ASI Eksklusif pada bayinya karena kurangnya pemahaman Ibu mengenai teknik menyusui yang benar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang cara pemberian ASI pada bayi yang baik dan benar sehingga ibu dapat menerapkannya agar proses menyusui dapat berjalan dengan lancar dan cakupan pemberian ASI Eksklusif dapat meningkat. Program pengabdian masyarakat dilakukan dengan pendekatan pada ibu menyusui untuk melakukan edukasi menggunakan booklet tentang pemberian ASI pada bayi yang baik dan benar. Kegiatan dimulai dengan pemberian pre test kemudian pemberian edukasi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diakhiri dengan pemberian post test. Jumlah peserta edukasi sebanyak 10 ibu menyusui di Desa Dangkel. Monitoring dan evaluasi terkait peningkatan pengetahuan dari ibu kaitannya dengan edukasi dan pendampingan dilakukan dari bagian gizi FKM UNDIP. Rata-rata pengetahuan ibu menyusui mengenai ASI dan pemberian ASI sebelum dilakukan edukasi adalah 70 dengan skor terendah 50 dan skor tertinggi 90. Setelah diberikan materi terdapat kenaikan pengetahuan ibu dilihat dari kenaikan rata-rata pengetahuan ibu menjadi 96 dengan skor terendah 80 dan skor tertinggi 100. Pengetahuan ibu menyusui setelah diberikan edukasi mengalami peningkatan dilihat dari skor yang diperoleh sebelum dan sesudah edukasi. Kata Kunci: Edukasi, Booklet, ASI , Pengetahuan Ibu  ABSTRACT Breast milk is the best food for babies. The government has launched an exclusive breastfeeding program, but several mothers have not given exclusive breastfeeding to their babies due to the mother's lack of understanding regarding proper breastfeeding technique. This community service activity aims to increase the knowledge of breastfeeding mothers about how to properly breastfeed their babies, so that mothers can apply it, the breastfeeding process can run smoothly, and the coverage of exclusive breastfeeding increase. The community service program is carried out with an approach to breastfeeding mothers to educate using booklets about the properly of breastfeeding for babies. The activity began with giving a pre test then giving education followed by a question and answer session and giving a post test in endline of the activity. The number of participants who involved this activity were 10 breastfeeding mothers in Dangkel Village. Monitoring and evaluation related to increasing knowledge from mothers in relation to education and assistance is carried out from the nutrition department of FKM UNDIP. The average knowledge of breastfeeding mothers about breastmilk and breastfeeding before education was 70 with the lowest score was 50 and the highest score was 90. After being given the material there was an increase in breastfeeding mother’s knowledge seen from the increase in the average knowledge of breastfeeding mothers to 96 with the lowest score was 80 and highest score was 100. Knowledge of breastfeeding mothers after being given education has increased as seen from the scores obtained before and after education. Keywords: Education, Booklets, Breastfeeding, Mother's Knowledge
Analisis Asuhan Keperawatan melalui Intervensi penggunaan Balutan Foam Dressing Sekunder pada pasien Ny. S Dan Tn. A dengan diagnosis medis Diabetic Foot Ulcer (DFU) di Klinik Home Care Setia Indah Puspitasari Dewi; Rizki Hidayat; Naziyah Naziyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8828

Abstract

ABSTRAK International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2019 mengatakan bahwa diabetes merupakan salah satu issue di dunia kesehatan yang telah mencapai tahap “alarming”. Saat ini hampir setengah juta penduduk (463 juta) dunia yang mengidap diabetes. pada tahun 2019 dan diperkiraan prevelensi meningkat pada tahun 2045 menjadi 700 juta orang menderita diabetes (IDF, 2019). Metode perawatan luka yang berkembang saat ini adalah menggunakan prinsip moisture balance, yang disebutkan lebih efektif dibandingkan metode konvensional. Perawatan luka menggunakan prinsip moisture balance ini dikenal sebagai metode modern dressing (Angriani, 2020). Salah satu balutan yang sering digunakan adalah balutan foam dressing sekunder. Tujuan penelitian untuk menganalisa hasil dari perawatan luka modern dengan penggunaan foam dressing sebagai balutan sekunder. Metode penelitian menggunakan case study, sampel yang digunakan adalah 2 klien dengan menggunakan instrument pengkajian luka yang digunakan WINNERS Scale. Hasil dari penelitian ini adalah perawatan luka modern dengan foam dressing efektif digunakan pada luka kaki diabetik dengan eksudat banyak sampai sedang. Kesimpulan adalah perawatan luka harus diimbangi dengan kadar gula darah yang terkontrol dan nutrisi yang baik sehingga diharapkan kepada petugas pelayanan Kesehatan agar lebih memperhatikan lagi hal tersebut. Kata Kunci: International Diabetes Federation, Metode Perawatan Luka, Modern Dressing, Foam Dressing Sekunder  ABSTRACT The International Diabetes Federation (IDF) in 2019 said that diabetes is an issue in the world of health that has reached the "alarming" stage. Currently, almost half a million people (463 million) in the world have diabetes. in 2019 and it is estimated that the prevalence will increase in 2045 to 700 million people suffering from diabetes (IDF, 2019). The current wound care method is using the principle of moisture balance, which is said to be more effective than conventional methods. Wound care using the principle of moisture balance is known as the modern dressing method (Angriani, 2020). One of the most frequently used dressings is secondary foam dressing. The aim of this study was to analyze the results of modern wound care using foam dressing as a secondary dressing. The research method uses a case study, the sample used is 2 clients using the wound assessment instrument used the WINNERS Scale. The result of this study is that modern wound care with foam dressings is effective in diabetic foot wounds with a lot of to moderate exudate. The conclusion is that wound care must be balanced with controlled blood sugar levels and good nutrition so it is hoped that health care workers will pay more attention to this Keywords: International Diabetes Federation, Methods of Wound Care, Modern Dressing, Secondary Foam Dressing
Penyuluhan Pemberantasan Sarang Nyamuk dalam Upaya Pencegahan Penyakit Demam Berdarah di Desa Citimun Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang Balkis Fitriani Faozi; Akhmad Faozi; Popon Haryeti; Ahmad Purnama Hudaya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8545

Abstract

ABSTRAK Salah satu penyakit endemik yaitu penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit dengan penularannya yang cepat, disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue. Faktor iklim tropis,  faktor kepadatan penduduk dan meningkatnya mobilitas menjadi salah satu akibat dari terus melonjaknya kasus DBD. Tercatat hingga bulan Juli 2020 kasus DBD di Indonesia mencapai 71.633 kasus. Provinsi Jawa Barat menempati peringkat pertama sebagai Provinsi dengan jumlah kasus terbanyak yaitu sebanyak 10.772 kasus(Barat, 2021). Kabupaten Sumedang merupakan daerah yang berada di kawasan Provinsi Jawa Barat yang terus mengalami pelonjakan kasus setiap tahun nya, dimana pada tahun 2021 per bulan Januari hingga November sebanyak 762 kasus dengan 8 kasus kematian.  Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sikap atau perilaku responden melalui peningkatan pengetahuan dengan melakukan penyuluhan kesehatan menggunakan media audio-visual tentang pelaksanaan PSN 3M Plus dalam mengatasi DBD. Adapun tahapan pelaksanaan acara Pengabdian Masyarakat ini adalah 21 Juli 2022 yang  diikuti oleh kader dan masyarakat. Adapun media yang digunakan adalah power point untuk penyuluhan Pemberantasan Sarang Nyamuk. Sebelum penyuluhan peserta diberikan pretest mengenai DBD didapatkan hasil rata-rata pengetahuan peserta yaitu 60. Setelah dilakukan posttest mengenai Pemberantasan Sarang Nyamuk didapatkan rerata nilai audiens yaitu 80. Penyuluhan terbukti dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pelaksanaan PSN 3M Plus dalam mengatasi DBD. Kata Kunci: Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Demam Berdarah Dengue (DBD), Penyuluhan Kesehatan  ABSTRACT One of the endemic diseases, namely Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease with rapid transmission, caused by the Aedes aegypti mosquito which carries the dengue virus. Tropical climate factors, population density factors and increased mobility are one of the consequences of the continued increase in DHF cases. As of July 2020, there have been 71,633 cases of DHF in Indonesia. West Java Province is ranked first as the province with the highest number of cases, namely 10,772 cases (Antara News, 2021). Sumedang Regency is an area in West Java Province which continues to experience a spike in cases every year, where in 2021 as of January to November there are 762 cases with 8 deaths. This service aims to find out changes in the attitude or behavior of respondents through increasing knowledge by conducting health education using audio-visual media about the implementation of PSN 3M Plus in dealing with DHF. The stages of implementing this Community Service event are July 21, 2022 which are attended by cadres and the community. The media used is power point for counseling on the Eradication of Mosquito Nests. Before counseling the participants were given a pretest regarding DHF, the average knowledge of the participants was 60. After the posttest was carried out on Eradicating Mosquito Nests, the average audience score was 80. Counseling was proven to be able to increase community knowledge in implementing PSN 3M Plus in dealing with DHF. Keywords: Eradication of Mosquito Nests, Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), Health Education

Page 92 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue