cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pendidikan Kesehatan Spiritual Care Pemberian Makanan Bergizi dalam Pendekatan Islam dan Demonstrasi Dapur Sehat Abdullah Azam Mustajab; Marwiati Marwiati; Siti Khoiriyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8661

Abstract

ABSTRAK Stunting menjadi permasalahan kesehatan yang menjadi perhatian nasional. Masalah stunting menyebabkan anak mempunyai tinggi badan yang pendek atau kerdil. Selain permasalahan tinggi badan, stunting juga berdampak pada perkembangan otak, kecerdasan dan metabolisme tubuh terganggu sehingga perkembangan kognitif anak menurun, kesulitan belajar dan menurunnya kekebalan tubuh. Kegiatan ini untuk memotivasi masyarakat dari sudut pandang agama yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemauan masyarakat dalam mengatasi masalah stunting. Kegiatan menggunakan pendidikan kesehatan spiritual care dan demonstrasi dapur sehat untuk mengolah makanan yang bergizi untuk keluarga. Warga mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan antusias dibukikan dengan semua undangan hadir dan saat kegiatan berlangsung warga antusias dalam sesi tanya jawab. Orangtua memahami pemberian gizi pada bayi balita dimulai dengan pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan, MP-ASI, dan makanan yang bergizi seimbang. Orangtua memahami pemilihan bahan makanan yang bergizi, persiapan sebelum memasak dan pengolahan makanan yang benar supaya kandungan gizinya tidak rusak atau hilang. Kata Kunci: Stunting, Pendidikan Kesehatan, Spiritual Care, Dapur Sehat  ABSTRACT Stunting is a health issue that is a national concern. Stunting problems cause children to be short in height or dwarf. In addition to height problems, stunting also affects brain development, intelligence and body metabolism, resulting in decreased child cognitive development, learning difficulties and decreased immunity. This activity is to motivate the community from a religious point of view that aims to increase community awareness and willingness to deal with stunting problems. Activities using spiritual care health education and demonstrations of healthy kitchens to process nutritious food for the family. Residents participated in community service activities enthusiastically with all invitations present and during the activity, residents were enthusiastic in question and answer sessions. Parents understand that providing nutrition to infants under five begins with exclusive breastfeeding for 6 months, MP-ASI, and nutritionally balanced food. Parents understand the selection of nutritious food ingredients, preparation before cooking and proper food processing so that the nutritional content is not damaged or lost.Keywords: Stunting, Health Education, Spiritual Care, Healthy Kitchen
Peningkatan Peran Caregiver dalam Support System untuk Pasien Kanker Rhandyka Rafli; Yevri Zulfiqar; Fathiya Juwita Hanum; Vina Muspita; Arina Widya Murni; Puja Agung Antonius
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8512

Abstract

ABSTRAK Kasus kanker diprediksi akan terus meningkat di masa depan. Kanker menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia saat ini, terutama di Indonesia. Terapi kanker membutuhkan waktu yang lama dan berkelanjutan sehingga diperlukan daya juang yang tinggi dari pasien. Dalam menjalani terapi tersebut perlu adanya peran serta dari caregiver dan support system untuk pasien kanker tersebut. Adapun yang menjadi permasalahannnya saat ini adalah caregiver dan support system belum memiliki pemahaman yang mumpuni dalam hal perawatan, pendampingan, pemberian motivasi untuk pasien kanker. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan ilmu pengetahuan pada caregiver dalam memberikan support system kepada pasien dalam hal deteksi dini kanker, perawatan pasien kanker, dan dukungan psikologis terhadap pasien kanker dalam menjalani pengobatan. Sehingga diperlukan penyuluhan yang fokus untuk memberikan pemahaman perihal peranan caregiver dan support system dari berbagai stakeholder yang terlibat dalam penanganan kanker, seperti dokter, organisasi yang terkait kanker, mahasiswa, dan masyarakat umum. Menanggapi permasalahan tersebut, maka diadakanlah penyuluhan dengan konsep talkshow pada 9 februari di Rumah Sakit Universitas Andalas. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kalangan dan latar belakang. Penyuluhan ini menghadirkan empat narasumber yang berperan dalam penanganan kanker. Dengan hasil terdapat peningkatan pengetahuan berdasarkan post-test sebagai tolak ukur keberhasilan penyuluhan. Setidaknya 87.5 persen responden sepakat mengatakan bahwa penyuluhan ini sangat bermanfaat. Kata Kunci:  Caregiver, Support System, Kanker  ABSTRACT Cancer cases are predicted to continue to increase in the future. Cancer is one of the deadliest diseases in the world today, especially in Indonesia. Cancer therapy takes a long time and is sustainable, so it requires high fighting power from the patient. In undergoing this therapy, it is necessary to have the role and participation of the caregiver and support system for these cancer patients. The current problem is that caregivers and support systems do not have a qualified understanding of care, assistance, and motivation for cancer patients. The purpose of this community service is to provide knowledge to caregivers in providing a support system for patients in terms of early detection of cancer, care of cancer patients, and psychological support for cancer patients undergoing treatment. Counseling that focuses on understanding the role of caregivers and support systems from various stakeholders involved in cancer management, such as doctors, cancer-related organizations, students, and the general public, is needed. In response to these problems, a talk show concept was held on February 9 at Andalas University Hospital. Various circles and backgrounds attended this activity. This counseling presented four speakers who played a role in cancer treatment. The results show an increase in knowledge based on the post-test as a measure of the success of counseling. At least 87.5 percent of respondents agreed that this counseling was beneficial. Keywords: Caregiver, Support System, Cancer
Edukasi “Sejawat Hebat” Meningkatkan Kemampuan Kesehatan Jiwa Perawat Giri Widakdo; Naryati Naryati; Aisyah Aisyah; Nuraenah Nuraenah; Sugiatmi Sugiatmi; Elli Hidayat; Ineke Kusumo Waluyo; Erlin Rahmawati; Dwi Wendriani; Fatha Anisya Ayuningtyas
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8678

Abstract

ABSTRAK Kejadian pandemi covid 19 yang merupakan kejadian luar biasa pada seluruh  aspek kehidupan termasuk aspek/bidang kesehatan, bagi tenaga kesehatan  terutama perawat, yang menjadi salah satu subyek penting pada garda terdepan dalam memberikan pelayanan khususnya pemberian asuhan keperawatan secara paripurna, walau dengan kondisi pasien yang infeksius. Situasi kesehatan  pasien yang turun naik tanpa bisa di prediksi , makin banyaknya pasien baru bermunculan dan ketidak tersediaan ruang rawat di berbagai rumah sakit, akan meningkatkan resiko gangguan kesehatan mental emosional pada perawat itu sendiri, akhirnya   kondisi tersebut bagi tenaga kesehatan khususnya perawat dapat memperburuk daya tahan tubuh dan membuat rentan untuk juga terinfeksi covid 19. Tujuan program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah umtuk meningkatkan  pengetahuan dan kemampuan perawat dalam mengenal kesehatan mental emosionalnya serta mampu beradaptasi dalam berbagai kondisi sehinga terbentuknya pribadi sehat fisik dan mental yang profesional. Adapun metode pelaksanaan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan pendekatan advokasi,   bina suasana dan pemberdayaan perawat. Hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan . Pemberdayaan melalui Pembentukan Kelompok Kerja Kesehatan Jiwa (Pokja Keswa) “Edukasi Sejawat Hebat”. dan Pelatihan Pokja Keswa terhadap kesehatan jiwa, tehnik relaksasi serta  deteksi dini. Kata Kunci: Sejawat Hebat, Meningkatkan, Kesehatan Jiwa  ABSTRACT The Covid 19 pandemic is an extraordinary event in all aspects of life including aspects/fields of health, for health workers, especially nurses, who are one of the important subjects at the forefront in providing services, especially providing complete nursing care, even with the patient's infectious condition. . The patient's health condition fluctuates without being predictable, causing many new sufferers to emerge and the unavailability of inpatient rooms in various hospitals, will increase the risk of emotional mental health disorders for the nurses themselves, ultimately these conditions for health workers, especially nurses, can improve endurance. and makes you more vulnerable to contracting COVID-19. The purpose of this community partnership program (PKM) is to increase the knowledge and ability of nurses to recognize their emotional mental health and to be able to adapt to various conditions so that a healthy, physically and mentally professional person is formed. The implementation method in community service is by advocacy, atmosphere building and nurse empowerment approaches. The results of the community service carried out: Empowerment through the Formation of a Mental Health Working Group (Pokja Keswa) "Great Peer Education"and Keswa Working Group training on mental health, relaxation techniques and early touch. Keywords: Great Colleague, Improving, Mental Health
Pemanfaatan Brosur Kreatif dalam Kegiatan Sosialisasi dan Promosi Institusi Pendidikan Mareta Bakale Bakoil; Veki Edizon Tuhana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.6781

Abstract

ABSTRAK Sosialisasi dan promosi bertujuan untuk memberikan informasi tentang pendidikan di Poltekkes Kemenkes Kupang mulai Diploma III sampai Sarjana Strata 1 dan Profesi, menarik minat dan animo masyarakat untuk mendaftar dan mengikuti pendidikan serta mendekatkan, memudahkan layanan pendidikan. Selama kegiatan promosi berlangsung, tim melakukan pemaparan dan penjelasan tentang profil Poltekkes Kemenkes Kupang. Proses kegiatan dimulai dengan ceramah, brainstorming, dan testimoni lulusan Poltekkes, serta evaluasi. Pada akhir kegiatan, tim menyediakan atau membagi semua materi, brosur serta link brosur dan link web Poltekkes kepada pihak sekolah maupun langsung kepada siswa-siswi. Kata Kunci: Brosur, Kreatif, Sosialisai, Promosi ABSTRACT The socialization and promotion  aim to provide information education at the Health Poltekkes, Kupang Ministry of Health, starting from Diploma III to Bachelor's Degrees and Professions, attracting public interest and interest to register and participate in education as well as bringing closer, easier education services. During the promotional activities, the team presented and explained the profile of the Poltekkes Kemenkes Kupang. The activity process begins with lectures, brainstorming, and testimonials from Poltekkes graduates, evaluations. At the end of the activity, the team provides or distributes all materials, brochures and brochure links and Poltekkes web links to the school or directly to students. Keywords: Brochure, Creative, Socialization, Promotion
Analisis Asuhan Keperawatan Intervensi Cadexomer Iodine Powder dan Zinc Cream untuk Biofilm pada Pasien Ny. E & Ny. D Diagnosa Diabetic Foot Ulcer di Wocare Center Bogor Eneng Aminah; Naziyah Naziyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8746

Abstract

ABSTRAK DFU (Diabetic Foot Ulcer) adalah penyakit kaki penderita diabetes dengan karakteristik neuropati sensorik, motorik, otonom, gangguan makrovaskuler dan mikrovaskuler, perlu pendekatan multidisipliner untuk mengatasi terjadinya amputasi. Amputasi merupakan konsekuensi yang serius dari DFU. Sebanyak 14,3% akan meninggal dalam setahun setelah amputasi, dan sebanyak 37% akan meninggal 3 tahun pasca amputasi. Menganalisis asuhan keperawatan melalui intervensi penggunaan Cadexomer iodine dan zinc cream untuk mengurangi jaringan biofilm pada klien Ny.E dan Ny.D dengan diagnosa medis diabetic foot ulcer di wocare center kota Bogor. Hasil dari penggunaan cadexomer iodine powder ( iodisorb ) dan zinc cream (metcovazine) perubahan pada luka dapat dilihat setelah digunakannya pada Ny.E jaringan biofilm berkurang dengan kondisi luka jaringan granulasi menjadi 50% dan epitelisasi 75-100%. Pada Ny.D hasilnya jaringan biofilm pada luka yang sebelumnya tebal sudah berkurang, kondisi luka jaringan granulasi menjadi 50% dan epitelisasi 75-100%, dan eksudatnya berkurang. Penggunaan cadexomer iodine powder ( iodisorb ) dan zinc cream (metcovazine) signifikan dalam mengurangi jaringan biofilm dan mampu mempercepat proses penyembuhan luka. Penggunaannya bisa menjadi bahan acuan  berbasis evidence base practice baik untuk penulis,  wocare center  dan bisa menjadi pustaka untuk di universitas Kata Kunci:  Diabetic Foot Ulcer, Cadexomer Iodine, Zinc Cream, Biofilm  ABSTRACT DFU (Diabetic Foot Ulcer) is a foot disease of diabetics with characteristics of sensory, motor, autonomic neuropathy, macrovascular and microvascular disorders, requiring a multidisciplinary approach to address the occurrence of amputation . Amputation is a serious consequence of DFU. As many as 14.3% will die within a year after the amputation, and as many as 37% will die 3 years after the amputation i. To analyze nursing care through interventions using Cadexomer iodine and zinc cream to reduce biofilm tissue on Mrs.E and Mrs.D clients with a medical diagnosis of diabetic foot ulcer at the wocare center in Bogor city. The results of using cadexomer iodine powder (iodisorb) and zinc cream (metcovazine) changes in the wound can be seen after its use on Mrs.E the biofilm tissue is reduced with the condition of the wound granulation tissue being 50% and epithelialization 75-100%. In Ny.D the result is that the biofilm tissue in the wound which was previously thick has been reduced, the condition of the wound is granulation tissue to 50% and epithelialization to 75-100%, and the exudate is reduced. The use of cadexomer iodine powder (iodisorb) and zinc cream (metcovazine) is significant in reducing biofilm tissue and can accelerate the wound healing process. Its use can be a reference material based on evidence base practice both for writers, wocare centers and can become a library for universities Keywords: Diabetic Foot Ulcer, Cadexomer Iodine, Zinc Cream, Biofilm
Pemberdayaan Remaja dalam Optimalisasi Peningkatan Kesehatan Reproduksi Irfan Irfan; Linda Risyati; Fitri Handayani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8596

Abstract

ABSTRAK Kesehatan reproduksi remaja mencakup perilaku seksual beresiko antara lain seks pra nikah yang dapat berakibat pada kehamilan yang tidak diinginkan, perilaku seksual berganti-ganti pasangan, aborsi tidak aman, dan perilaku beresiko tertular infeksi menular seksual (IMS) termasuk HIV. Mencegah dan melindungi remaja dari perilaku seksual beresiko dan perilaku beresiko lainnya serta mempersiapkan remaja untuk menjalani kehidupan reproduksi yang sehat dan bertanggung jawab yang meliputi persiapan fisik, psikis, dan social untuk menikah dan menjadi orang tua pada usia yang matang. Pengabdian masyarakat dilakukan dalam kegiatan bertahap yaitu tahapan pretest, penyuluhan tentang kesehatan reproduksi remaja, postest, pemilihan duta kesehatan reproduksi remaja, dan pelatihan duta remaja. Hasil pre-test dan post-test ditampilkan dalam bentuk tabel deskripsi. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan remaja perihal kesehatan reproduksi remaja diantaranya definisi Kesehatan reproduksi, organ reproduksi, kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, dan kekerasan seksual. Terdapat perubahan persentase pengetahuan responden dengan peningkatan pengetahuan baik sebesar 60% serta penurunan persentase pengetahuan kurang sebesar 16%. Terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman pelajar MAN Kota Kupang tentang Kesehatan reproduksi remaja. Kata Kunci: Remaja, Kesehatan Reproduksi, Infeksi Menular Seksual  ABSTRACT Adolescent reproductive health includes risky sexual behavior, including premarital sex which can result in unwanted pregnancies, multiple sexual partners, unsafe abortion, and risky behaviors for contracting sexually transmitted infections (STIs) including HIV. Prevent and protect adolescents from risky sexual behavior and other risky behaviors as well as prepare adolescents to lead a healthy and responsible reproductive life which includes physical, psychological, and social preparation for marriage and parenthood at a mature age. Community service is carried out in stages, namely the pretest stage, counseling on adolescent reproductive health, posttest, selection of healthy adolescent ambassadors, and training of healthy adolescent ambassadors. The results of the pre-test and post-test are displayed in the form of a description table. Based on the results of the analysis, it is known that there is an increase in adolescent knowledge about adolescent reproductive health including the definition of reproductive health, reproductive organs, unwanted pregnancy, sexually transmitted infections, and sexual violence. There is a change in the percentage of respondents' knowledge with an increase in good knowledge of 60% and a decrease in the percentage of less knowledge by 16%. There is an increase in knowledge and understanding of students of MAN Kupang City about adolescent reproductive health. Keywords: Adolescents, Reproductive Health, Sexually Transmitted Infections
Intervensi Terapi Musik Instrumental terhadap Kualitas Tidur pada Klien dengan Diagnosa Medischronic Kidney Disease Stage V yang Menjalani Hemodialisis di Rs Universitas Kristen Indonesia Okta Dwistyana Putri; Dayan Hisni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8930

Abstract

ABSTRAK Pada pasien dengan chronic kidney disease (CKD), produksi eritropoeitin menurun sehingga mengakibatkan terjadinya anemia, nafas pendek, insomnia dan kelelahan. Salah satu komplikasi yang terjadi pada pasien hemodialisis yaitu insomnia dan penurunan kualitas tidur. Oleh karena itu, komplikasi ini perlu diantisipasi, dikendalikan, serta diatasi agar kualitas hidup pasien tetap optimal dan kondisi yang lebih buruk tidak terjadi. Salah satu tindakan non farmakologis untuk mengantisipasi adalah dengan memberikan terapi musik instrumental. Tujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan melalui intervensi terapi musik instrumental terhadap kualitas tidur pada klien dengan diagnosa medis chronic kidney disease stage V yang menjalani hemidialisis. Metode menggunakan case study, sampel yang digunakan adalah 2 klien dengan menggunakan Instrumen berupa kuesioner The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil penelitian ini adalah terapi musik instrumental efektif digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur. Kesimpulan terdapat adanya pengaruh terapi musik instrumental terhadap kualitas tidur pada klien chronic kidney disease (CKD). Analisis terapi menunjukkan adanya peningkatan pada kualitas tidur terhadap kedua klien tersebut. Bagi penelitian keperawatan, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar penelitian selanjutnya dalam mengembangkan penelitian kuantitatif dengan desain lain yang terkait dengan kualitas tidur. Kata Kunci :  Chronic Kidney Disease (CKD), Terapi Musik Instrumental, Kualitas Tidur  ABSTRACT In patients with chronic kidney disease (CKD), erythropoietin production decreases resulting in anemia, shortness of breath, insomnia and fatigue. One of the complications that occurs in hemodialysis patients is insomnia and decreased sleep quality. Therefore, these complications need to be anticipated, controlled, and addressed so that the patient's quality of life remains optimal and worse conditions do not occur. One of the non-pharmacological measures to anticipate is to provide instrumental music therapy. Objective to analyze nursing care through instrumental music therapy intervention on sleep quality in clients with a medical diagnosis of chronic kidney disease stage V undergoing hemodialysis. The method uses a case study, the sample used is 2 clients using an instrument in the form of the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire. The results of this study are that instrumental music therapy is effectively used to improve sleep quality. The results of this study are that instrumental music therapy is effectively used to improve sleep quality. The conclusion is that there is an effect of instrumental music therapy on sleep quality in chronic kidney disease (CKD) clients. Therapy analysis showed an increase in sleep quality for both clients. For nursing research, the results of this study can be used as a basis for further research in developing quantitative research with other designs related to sleep quality. Keywords : Chronic Kidney Disease (CKD), Instrumental Music Therapy, Sleep Quality.
Hypnobreast Feeding dalam Upaya Bebas Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Hutabaginda Emilia Silvana Sitompul; Juana Linda Simbolon
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.7923

Abstract

ABSTRAK Hypnobreast Feeding membantu ibu untuk memastikan agar ibu bisa terus memberikan Air Susu Ibu (ASI), minimal secara eksklusif enam bulan pertama. Metode hypnobreaastfeeding sangat tepat digunakan untuk ibu nifas sehingga menjadi percaya diri dan lebih siap menyusui bayinya sehingga produksi Air Susu Ibu (ASI) meningkat. Untuk mencegah stunting tersebut, optimalisasi pemberian ASI dengan Hypnobreast Feeding dapat menekan angka stunting sehingga dapat tercapai target Sustainable Development Goals (SDG’s) pada tahun 2025 yaitu penurunan angka stunting hingga 40%. Meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang Hypnobreast Feeding  dalam memberikan Air Susu Ibu (ASI) secara ekslusif untuk pencegahan stunting. Mendata Ibu menyusui yang ada di wilayah kerja Puskesmas Hutabaginda. Tahap pertama adalah Tahap Persiapan: Survei awal, pemantapan dan penentuan lokasi dan sarana dan penyusunan bahan materi. Tahap kedua adalah pelaksanaan pre test, pelatihan dan post test/evaluasi. Setelah dilaksanakan pelatihan tingkat pengetahuan ibu meningkat menjadi tingkat pengetahuan baik 37 orang (77%), Cukup 11 orang (23%). Mayoritas ibu sudah dapat melakukan untuk meningkatkan Produk ASI dengan Hypnobreast Feeding. Kata Kunci: ASI,  Hypnobreast Feeding, Stunting  ABSTRACT Hypnobreast Feeding helps mothers to ensure that they can continue to provide breast milk (ASI), at least exclusively for the first six months. The hypnobreaastfeeding method is very appropriate to use for postpartum mothers so that they become confident and more ready to breastfeed their babies so that breast milk production (ASI) increases. To prevent stunting, optimizing breastfeeding with Hypnobreast Feeding can reduce stunting rates so that the 2025 Sustainable Development Goals (SDG's) target can be achieved, namely reducing stunting rates by up to 40%. To increase the knowledge of breastfeeding mothers about Hypnobreast Feeding in providing exclusive breast milk for stunting prevention. recording breastfeeding mothers in the working area of the Hutabaginda Health Center. The first stage is the Preparatory Stage: Initial survey, stabilization and determination of locations and facilities and preparation of materials. The second stage is the implementation of pre-test, training and post-test/evaluation. After the training was carried out, the knowledge level of mothers increased to a good level of knowledge, 37 people (77%), 11 people (23%) were sufficient. Conclusion: The majority of mothers have been able to increase milk production with Hypnobreast Feeding. Keywords: ASI, Hypnobreast Feeding, Stunting
Analisis Asuhan Keperawatan melalui Intervensi Mengajarkan Pasien Berinteraksi Bertahap pada Ny.H dan Ny.A dengan Diagnosa Medis Skizofrenia di Panti Sosial Bina Laras Harapan 2 Fauziah Fidya Jahja; Nita Sukamti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8795

Abstract

ABSTRAK Gangguan jiwa merupakan suatu keadaan individu yang dirinya merasa terganggu dari aspek mentalnya dan tidak dapat mengendalikan pikiran dengan sebagaimana mestinya. Isolasi sosial merupakan suatu keadaan dimana seorang tidak dapat bersosialisasi terhadap orang yang ada disekitarnya. Analisis Asuhan Keperawatan Melalui Intervensi Mengajarkan Pasien Berinteraksi Bertahap Pada Ny.H dan Ny. A Dengan Diagnosa Medis Skizofrenia Di Panti Sosial Bina Laras Harapan 2. Tindakan keperawatan dilakukan selama tiga hari. Intervensi utama yang diberikan kepada klien Ny.H dan Ny.A dengan masalah keperawatan utama isolasi sosial yaitu dengan menganjurkan berinteraksi bertahap. Evaluasi keperawatan pada klien Ny.H dan Ny.A dengan masalah keperawatan utama isolasi sosial berdasarkan catatan perkembangan, setelah melakukan interaksi bertahap selama tiga hari pertemuan pada klien didapatkan hasil bahwa klien mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Mengajarkan berinteraksi bertahap pada pasien isolasi sosial dapat meningkatkan kemampuan sosialisasi dengan orang lain. Kata Kunci: Skizofrenia, Isolasi Sosial, Berinteraksi Bertahap  ABSTRACT Mental disorder is a condition of an individual who feels disturbed from his mental aspect and cannot control his mind properly. Social isolation is a condition where a person cannot socialize with the people around. Analysis of Nursing Care Through Intervention Teaching Patients to Interact Gradually in Ny.H and Ny.A With a Medical Diagnosis of Schizophrenia at the Bina Laras Harapan Social Institution 2. Nursing actions carried out for three days. The main intervention given to Ny.H and Ny.A clients with the main nursing problem of social isolation is to encourage gradual interaction. Nursing evaluation of Ny.H and Ny.A clients with the main nursing problem of social isolation based on progress notes, after conducting gradual interactions over three days of meetings with clients, the results show that clients are able to interact with the surrounding environment. Teaching social isolation patients to interact gradually can improve their ability to socialize with others. Keywords: Schizophrenia, Social Isolation, Interact Gradually
Edukasi Penggunaan Antibiotika Yang Bijak dan Aman Evi Sovia; Welly Ratwita; Iqbal Anugrah Fitriyanto; Lutfhi Nurlaela
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8665

Abstract

ABSTRAK Resistensi antibiotik terjadi di seluruh dunia. Resistensi antibiotik dipercepat oleh penyalahgunaan dan penggunaan antibiotik yang berlebihan, serta pencegahan dan pengendalian infeksi yang buruk. Langkah-langkah dapat diambil di semua lapisan masyarakat untuk mengurangi dampak dan membatasi penyebaran resistensi antibiotika. Masyarakat dapat membantu mencegah resistensi dengan menggunakan antibiotika hanya dengan resep dokter, selalu meminum resep dengan lengkap, tidak pernah menggunakan antibiotik sisa dan tidak berbagi antibiotika dengan orang lain. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara penggunaan antibiotika secara bijak dan aman. Metode yang digunakan adalah penyuluhan secara daring (webinar) karena masih kondisi pandemi. Pada kegiatan ini juga peserta diberikan kuesioner untuk mengetahui pengetahuan peserta webinar tentang antibiotika. Sebagian besar peserta webinar berjenis kelamin perempuan (91,2%) dengan rentang usia terbanyak yaitu 20-29 tahun (51%) dan 50% berpendidikan perguruan tinggi. Pekerjaan peserta webinar paling banyak adalah ibu rumah tangga (48%). Hasil survey penggunaan antibiotika menunjukkan bahwa sebagian besar (93%) peserta webinar mengetahui antibiotika, tetapi yang menjawab dengan tepat kegunaan antibiotika hanya 68 orang (66,7%). Peserta webinar hampir seluruhnya pernah menggunakan antibiotika (95,1%), dan 45 orang (44,1%) pernah menggunakan antibiotika tanpa resep dokter. Alasan terbanyak peserta webinar yang menggunakan antibiotika tanpa resep dokter adalah karena sudah tahu jenis antibiotika yang dipakai (58,8%). Jenis antibiotika yang paling banyak digunakan adalah amoksisilin (82,2%), sedangkan penggunaan antibiotika terbanyak adalah untuk demam (53,9%). Sebagian besar peserta webinar tidak pernah mengubah aturan pakai antibiotika dengan sengaja (88,2%) ataupun mengganti antibiotika pada saat pengobatan sendiri (85,3%). Pengetahuan peserta webinar sudah cukup baik tetapi masih banyak yang menggunakan antibiotika tanpa resep dokter. Kata Kunci: Antibiotika, Resistensi, Edukasi  ABSTRACT Antibiotic resistance occurs worldwide. Antibiotic resistance is accelerated by the misuse and overuse of antibiotics, and by poor infection prevention and control. Steps can be taken at all levels of society to reduce the impact and limit the spread of antibiotic resistance. Communities can help prevent resistance by using antibiotics only with a doctor's prescription, always taking the full prescription, never using leftover antibiotics and not sharing antibiotics with other people. This community service aims to educate the public about how to use antibiotics wisely and safely. Method: The method used is online counseling (webinar) because it is still a pandemic. In this activity, participants were also given a questionnaire to find out the knowledge of webinar participants about antibiotics. Most of the webinar participants were female (91.2%) with the largest age range about 20-29 years (51%) and 50% had a tertiary education. Most of the jobs for webinar participants were housewives (48%). The results of the survey on the use of antibiotics showed that most (93%) of the webinar participants knew about antibiotics, but only 68 people (66.7%) answered correctly the use of antibiotics. Almost all of the webinar participants had used antibiotics (95.1%), and 45 people (44.1%) had used antibiotics without a doctor's prescription. The most reason for webinar participants using antibiotics without a doctor's prescription was because they already knew the type of antibiotic used (58.8%). The most widely used type of antibiotic was amoxicillin (82.2%), while the most used antibiotic was for fever (53.9%). Most of the webinar participants never intentionally changed the rules for using antibiotics (88.2%) or changed antibiotics during self-medication (85.3%). The knowledge of the webinar participants is quite good, but there are still many who use antibiotics without a doctor's prescription.  Keywords: Antibiotics, Resistance, Education

Page 94 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue