cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Skrining dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sebagai Upaya dalam Pencegahan Penyakit Maryati Sutarno; Novita Novita; Masruloh Masluroh; Nurlaela Nurlaela; Sari Widianingrum
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.9122

Abstract

ABSTRAK Keberhasilan program kesehatan ibu dapat dinilai melalui indikator utama Angka Kematian Ibu (AKI). Kematian ibu dalam indikator ini didefinisikan sebagai semua kematian selama periode kehamilan, persalinan, dan nifas yang disebabkan oleh kehamilan, persalinan, dan nifas atau pengelolaannya, tetapi bukan karena sebab lain seperti kecelakaan atau insidental. Tinggi rendahnya Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi ukuran kemampuan pelayanan obsetrik suatu Negara. Indonesia dengan Angka Kematian Ibu (AKI) 359 per 100.000 persalinan hidup, menunjukkan bahwa kemampuan pelayanan obsetrik belum menyentuh masyarakat dengan cakupan bermutu dan menyeluruh, (Manuaba, dkk, 2009). Membantu menemukan masalah kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setempat. Mengumpulkan data primer melalui wawancara dengan beberapa masyarakat setempa dan data sekunder yaitu mencari data informasi pendukung dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini. Hasil pemeriksaan dari seluruh anak yang berjumlah 93 anak,  yang termasuk dalam kategori normal sebesar 58  anak (62,4%), yang datang untuk melakukan imunisasi sebanyak 17 anak ( 18,3%), yang mempunyai keluhan dengan mengalami batuk pilek 12 anak (12,9%), demam sebanyak 4 anak (4,3%), termasuk BGM sebanyak 2 anak (2,1%) dan tidak didapatkan anak dengan kategori Stunting. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Stikes Abdi Nusantara Jakarta sudah berjalan dengan lancar. Kata kunci: Kehamilan, Angka Kematian Ibu, Imunisasi  ABSTRACT The success of maternal health programs can be measured using a key indicator, maternal mortality ratio (MMR). Maternal mortality for this indicator is defined as all deaths during pregnancy, childbirth, and childbirth attributable to pregnancy, childbirth, childbirth, or its treatment, and not attributable to other causes, such as accidents or incidents. The level of maternal mortality ratio (MMR) is a measure of the effectiveness of a country's maternity services. In Indonesia, the maternal mortality rate (MMR) is 359 per 100,000 live births, indicating that midwifery opportunities have not yet reached communities (Manuaba, et al., 2009). It helps us discover health problems and improve the health of our communities. Gathering primary and secondary data from multiple local community interviews, i.e. finding supporting information data in the performance of this community service. Test results for all 93 patients showed that 58 (62.4%) were healthy, 17 (18.3%) were vaccinated, 12 (12.9%) had cough and cold symptoms, and 4 (4.3%) had fever, had including BGM in 2 children (2.1%) and no children in the stunting category. The implementation of community services by the Stikes Abdi Nusantara Jakarta faculty and student team is well underway. Keywords: Pregnancy, Maternal Mortality Rate, Immunization
Analisis Asuhan Keperawatan Luka Kaki Diabetik pada Ny.E Dan Tn.A dengan Penggunaan Zink Krim sebagai Balutan Primer di Wocare Center Bogor Anggun Puja Yanti; Rizki Hidayat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.8804

Abstract

ABSTRAK Salah satu komplikasi dari diabetes yang sering ditemui adalah ulkus kaki diabetik. Ulkus diabetikum adalah keadaan ditemukannya infeksi, tukak dan atau destruksi ke jaringan kulit yang paling dalam di kaki pada pasien Diabetes Mellitus (DM) akibat abnormalitas saraf dan gangguan pembuluh darah arteri perifer.(Roza, et al 2015). Salah satu modern dressing yang terbukti dapat digunakan sebagai perawatan ulkus diabetikum dengan metode autolisis debridemen ialah zink krim. Zink krim dapat digunakan sebagai balutan primer dan berfungsi untuk menjaga kelembapan pada luka sekaligus mempercepat regenerasi jaringan. Tujuan penelitian untuk menganalisa hasil dari perawatan luka modern dengan penggunaan zink krim sebagai balutan primer. Metode penelitian menggunakan wawancara dan observasi. , sampel yang digunakan adalah 2 klien dengan menggunakan Instrumen pengkajian luka yang digunakan WINNERS Scale. Hasil dari penelitian ini adalah perawatan luka modern dengan zink krim efektif dalam menjaga kelembaban pada luka kedua klien oleh karna itu proses autolisis debridemen menggunakan Zinc Cream sebagai balutan primer dianggap lebih efisien dan aman untuk digunakan dalam mengobati luka, terutama luka kaki diabetik, Kesimpulan pada penelitian ini Penggunaan zinc cream signifikan dalam mengurangi jaringan nekrotik dan mampu mempercepat proses penyembuhan luka. Penggunaannya bisa menjadi bahan acuan  berbasis evidence base practice baik untuk penulis,  wocare center  dan bisa menjadi pustaka untuk di universitas Kata Kunci: Diabetes Melitus, Luka Kaki Diabetik, Zink Krim  ABSTRACT One of the most common complications of diabetes is diabetic foot ulcers. Diabetic ulcer is a condition where infection, ulcers and/or destruction of the deepest skin tissue on the feet is found in patients with Diabetes Mellitus (DM) due to nerve abnormalities and peripheral arterial disorders. (Roza, et al 2015). One of the modern dressings that is proven to be used as a treatment for diabetic ulcers with the autolysis debridement method is zinc cream. Zinc cream can be used as a primary dressing and functions to maintain moisture in the wound while accelerating tissue regeneration. The aim of this study was to analyze the results of modern wound care using zinc cream as a primary dressing. The research method uses interviews and observation. , the samples used were 2 clients using the WINNERS Scale instrument for assessing wounds. The results of this study are modern wound care with zinc cream is effective in maintaining moisture in the wounds of both clients. Therefore, the autolysis debridement process using Zinc Cream as a primary dressing is considered more efficient and safe to use in treating wounds, especially diabetic foot wounds, The conclusion in this study is that the use of zinc cream is significant in reducing necrotic tissue and is able to accelerate the wound healing process. Its use can be a reference material based on evidence base practice both for writers, wocare centers and can become a library for universities Keywords: Diabetes Mellitus, Diabetic Foot Sores, Zinc Cream
Pelatihan Terapi Komplementer untuk Pencegahan Stunting bagi Kader Posyandu Balita di Desa Dukun Selasih Putri Hadi; Nessy Anggun Primasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.9217

Abstract

ABSTRAK Permasalahan gizi anak saat ini masih cukup memperihatinkan dan saat ini masih menjadi fokus perhatian pemerintah Indonesia. Berdasarkan data, angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Banyak upaya yang dapat dilakukan baik secara farmakologis maupun non farmakologis, salah satunya yakni dengan terapi komplementer untuk meningkatkan nafsu makan pada anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bermaksud dapat memberikan pengetahuan dan skill terapi komplementer untuk meningkatkan nafsu makan pada anak yang ditujukan pada kader posyandu balita di Desa Dukun, dengan harapan dapat diajarkan kepada masyarakat sehingga dapat diimplementasikan terutama ibu-ibu yang memiliki anak balita. Kegiatan ini dilakukan secara tatap muka di Balai Desa Dukun pada tanggal 27 Agustus 2022 dengan menggunakan kombinasi beberapa metode yakni metode ceramah, demostrasi dan praktik. Kegiatan ini dihadiri 21 kader posyandu balita yang berasal dari 11 dusun di Desa Dukun. Keberhasilan kegiatan ini terlihat dari kenaikan nilai rata-rata dari pre test 88,57 menjadi 90,47 saat post test. Peserta sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini dan puas terhadap kegiatan ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan serta skill terapi komplementer untuk meningkatkan nafsu makan pada anak bagi kader posyandu balita di Desa Dukun, sehingga diharapkan dapat memberikan konstribusi terhadap penurunan angka stunting pada anak. Kata Kunci: Anak, Kader, Komplementer, Nafsu Makan  ABSTRACT The current problem of child nutrition is still quite concerning and is currently still the focus of the attention of the Indonesian government. Based on the data, the stunting rate in Indonesia is still quite high. Many efforts can be made both pharmacologically and non-pharmacologically, one of which is complementary therapy to increase appetite in children. This community service e activity intends to provide complementary therapy knowledge and skills to increase appetite in children aimed at toddler posyandu cadres in the Dukun Village, with the hope that it can be taught to the community so that it can be implemented especially for mothers with toddlers. This activity was carried out face-to-face at the Shaman Village Hall on August 27 2022 using a combination of several methods, namely the lecture, demonstration and practice methods. This activity was attended by 21 toddler posyandu cadres from 11 hamlets in Dukun Village. The success of this activity can be seen from the increase in the score average from the pre test 88.57 to 90.47 during the post test. Participants were very enthusiastic to take part in this activity and were satisfied with this activity. This community service activity can increase the knowledge and skills of complementary therapy to increase appetite in children for toddler posyandu cadres in Dukun Village, so that it is expected to contribute to reducing stunting rates in children. Keywords: Children, Cadres, Complementary, Appetite
Pelatihan Aplikasi Sehat Indonesiaku sebagai Deteksi Dini Ptm pada Kader Kesehatan di Wilayah Puskesmas Guntur Garut Udin Rosidin; Umar Sumarna; Nina Sumarni; Iwan Shalahuddin; Rohmahalia M Noor; Anggi Putri Ariyani; Nida Luthfiyani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.8988

Abstract

ABSTRAK Pada saat ini kasus PTM telah menyebabkan meningkatnya angka kesakitan dan kematian.  Seringkali Gejala PTM tidak tampak sehingga lolos dari deteksi melalui anamnese tenaga medis. Hal ini menyebabkan PTM dijumpai pada tingkat yang lebih parah sehingga susah untuk dipulihkan. Untuk mengatasi permasalahan itu pengetahuan kader kesehatan tentang deteksi dini PTM harus diupayakan untuk ditingkatkan lagi.  Maka kegiatan ini bertujuan untuk menambah tingkat pengetahuan kader kasehatan mengenai deteksi PTM secara lebih awal melalui aplikasi ASIK. Dengan kegiatan ini diharapkan kader kesehatan memiliki kemampuan yang baik tentang deteksi dini pada PTM. Metode sosialisasi pada kegiatan ini adalah pendidikan dan pelatihan para kader kesehatan tentang deteksi dini pada PTM dengan menggunakan aplikasi ASIK. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 60 kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan rata rata nilai hasil prestest sebesar 65 point dan rata rata nilai posttest sebesar 80 point. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah  bertambahnya tingkat pengetahuan kader kesehatan tentang PTM serta pengelolaan posbindu sebesar 15 point. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat berkelanjutan secara mandiri oleh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Guntur. Setiap kelurahan dapat melaksanakan pelatihan kader kesehatan dalam penggunaan aplikasi ASIK secara rutin melalui anggaran kelurahan. Kata Kunci: Aplikasi ASIK, Deteksi Dini, Penyakit Tidak Menular  ABSTRACT Currently, almost all countries are facing problems due to Non-Communicable Diseases (PTM). PTM often goes undetected because it is asymptomatic and there are no complaints. This causes PTM to be found at a more advanced level making it difficult to recover and ending with disability or premature death. To overcome this problem, knowledge of community health workers about early detection of PTM should be made to improve again. The objective about this activity is to add of the knowledge level of community health workers in early detection about NCDs by way of the ASIK application. With this activity it is hoped that community health workers will have good skills in early detection about non-communicable diseases. The activity method used is training for community health workers on early detection of non-communicable diseases through the ASIK application. The whole of participants who attended were 60 community health workers. The results of the activity show an average pretest result of 65 points and an average posttest score of 80 points. The conclusion of this activity is that there is an increase in the knowledge of community health workers about non-communicable diseases and posbindu management by 15 points. The activities that have been do are expected to be sustainable independently by the community in the working area of Puskesmas Guntur. Each sub-district can carry out training for health cadres in using the ASIK application on a regular basis through the sub-district budget. Keywords: ASIK Application, Early Detection, Non-Communicable Diseases 
Program Edukasi Kesehatan dan Gizi Dalam Tata Kelola Hipertensi pada Lansia di Kecamatan Gunungpati Semarang Natalia Desy Putriningtyas; Widya Hary Cahyati; Galuh Nita Prameswari; Latifah Rachmawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.8830

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan faktor risiko penyakit kardiovascular. Prevalensi hipertensi banyak ditemukan pada lansia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi program edukasi kesehatan dan gizi yang berkaitan dengan tata kelola hipertensi. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian menggunakan penyuluhan, pemberdayaan sekaligus pendampingan dan pelatihan. Mitra pengabdian kepada masyarakat adalah para kader kesehatan dan para lansia di kecamatan Gunungpati Semarang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pemberdayaan yang dilakukan terhadap kader kesehatan memberikan peningkatan pengetahuan berkaitan dengan pengolahan pangan lokal yang dapat dijadikan makanan bagi para lansia penderita hipertensi. Para lansia yang memiliki hipertensi juga memiliki kesadaran dan kemampuan secara mandiri dalam mengelola Kesehatan sendiri melalui berbagai kegiatan. Monitoring dan evaluasi yang dilakukan bersama dengan petugas Kesehatan dapat menjadi penjamin keberlangsungan program. Kata Kunci: Edukasi, Gizi, Hipertensi, Lansia  ABSTRACT Hypertension is a major risk factor for cardiovascular disease. A high prevalence of hypertension is found in elderly. It is necessary to identity program in elderly for optimal therapy management. The method of community service activities uses counselling, empowerment as well as mentoring and training. Community service partners are health cadres and the elderly in the Gunungpati, Semarang. The results of the activity showed that the empowerment carried out for health cadres provide an increase in knowledge related to local food processing which can be used as food for elderly people with hypertension. The elderly who have hypertension also have awareness and ability to independently manage their own health through various activities. Monitoring and evaluation carried out together with health workers can guarantee the sustainability of the program. Keywords: Education, Nutrition, Hipertension, Elderly
Gerakan Masyarakat Mencegah Penyakit DBD dengan 3M Plus Ahmad Irfandi; Fierdania Yusvita; Erna Veronika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.9031

Abstract

ABSTRAK Demam berdarah merupakah masalah penyakit yang ditularkan oleh vector nyamuk Aedes aegypty yang terjadi terutama di Negara-negara berkembang. Masalah DBD terjadi ketika pergantian musim hujan ke kemarau dimana banyak terdapat tempat penampungan air. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah melakukan gerakan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mencegah DBD dengan 3M Plus. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan penyuluhan kesehatan dan pemberian leaflet, dan gotong royong memperbaiki kondisi lingkungan. Hasil dari pengabdian masyarakat ini berdasarkan pre test diketahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang pencegahan prnyakit DBD dengan 3M Plus sebesar 81,45% dan hasil post test sebesar 93,45%. Sehingga terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah penyuluhan sebesar 12,09%. Dengan hasil ini dapat disimpulkan bahwa penyuluhan tentang pencegahan penyakit DBD dengan 3M Plus cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penyakit DBD dan diharapkan gerakan 3M Plus bisa berdampak terhadap kasus DBD yang menurun. Kata Kunci: Gerakan, Mencegah DBD, 3M Plus  ABSTRACT Dengue fever is a disease problem that is transmitted by the Aedes aegypty mosquito vector which occurs mainly in developing countries. The DHF problem occurs when the rainy season changes to dry season where there are many water reservoirs. The purpose of this community service is to carry out community movements by increasing public knowledge in preventing DHF with 3M Plus. This community service method is carried out by health counseling and giving leaflets, and mutual cooperation to improve environmental conditions. The results of this community service based on the pre-test found that the level of public knowledge about DHF disease prevention with 3M Plus was 81.45% and the post-test results were 93.45%. So that there is an increase in public knowledge before and after counseling by 12.09%. With these results, it can be concluded that counseling on prevention of DHF with 3M Plus is quite effective in increasing public knowledge about prevention of DHF and it is hoped that the 3M Plus movement will have an impact on decreasing DHF cases. Keywords: Movement, Prevent Dengue, 3M Plus
Peningkatan Kapasitas Guru dan Orang Tua Murid tentang Pangan sebagai Imun Booster bagi Anak Endang Sri Wahyuni; Nawasari Indah Putri Sejati; Roza Mulyani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.7181

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran tatap muka (PTM) pada satuan pendidikan di Bandar Lampung dimulai 14 Maret 2022 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19 untuk mencegah penularan covid. Pelaksanaan puasa ramadhan yang jatuh di awal bulan April 2022, berisiko menurunkan asupan gizi anak. Hal ini dapat menurunkan imunitas tubuh, sementara virus covid-19 masih berkembang di masyarakat. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru dan orang tua murid tentang pangan sebagai imun booster. Metode yang digunakan adalah edukasi lewat virtual maupun tatap muka serta praktek mengolah sosis modifikasi. Edukasi dilakukan secara virtual melalui media grup WhatsApp dan secara tatap muka. Beberapa pertanyaan diajukan peserta edukasi pada saat edukasi tatap muka maupun lewat media grup WhatsApp. Nilai rata-rata pengetahuan tentang pangan sebagai imun booster meningkat sebesar 23,34 point (46,10%) dari 50,62 pada pre-test menjadi 73,96 pada post-test. Berdasarkan uji paired t test, edukasi dan praktek mengolah sosis modifikasi berpengaruh pada tingkat pengetahuan guru dan orang tua murid  (p=0,000). Edukasi tentang gizi dan kesehatan pada institusi pendidikan dapat meningkatkan pengetahuan tentang pangan sebagai imun booster pada orang tua murid dan guru Kata Kunci: Kapasitas, Guru, Orang Tua Murid, Pangan, Imun Booster  ABSTRACT Face-to-face learning (PTM) at education units in Bandar Lampung begins March 14, 2022 while continuing to implement the Covid-19 health protocol to prevent Covid transmission. Implementation of Ramadan fasting which falls in early April 2022, risks reducing children's nutritional intake. This can reduce the body's immunity, while the Covid-19 virus is still developing in society. Community service activities aim to increase the knowledge of teachers and parents of students about food as an immune booster. The method used is counseling via virtual, face-to-face and demonstrate of processing modified sausages. Education is carried out virtually by WhatsApp group and face to face. Several questions were asked by counseling participants during face-to-face counseling or through the WhatsApp group media. The average value of knowledge about food as an immune booster increased by 23.34 points (46.10%) from 50.62 in the pre test to 73.96 in the post test. Based on the paired t test, counseling and the practice of processing modified sausages had an effect on the level of knowledge of teachers and parents (p=0.000). Education about nutrition and health in educational institutions can increase the knowledge about food as an immune booster for parents and teachers Keywords: Capacity, Teachers, Parents, Food, Immune Booster
Pelatihan Kegawatdaruratan untuk Penanganan Kecelakaan Sehari – Hari di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Payamuba Desa Bareng Kecamatan Babadan Ponorogo Metti Verawati; Filia Icha Sukamto; Hery Ernawati; Lina Ema Purnawanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.9046

Abstract

ABSTRAK Panti asuhan merupakan tempat yang sangat rawan terjadi kecelakaan seperti tersedak, luka bakar, perdarahan, cidera (dislokasi atau fraktur) dan pingsan. Hal ini disebabkan karena fasilitas dan kenyamanan yang berbeda dengan kehidupan di rumah. Mereka harus terbiasa mandiri dengan keadaan, dan dituntut bisa melakukan pertolongan sederhana. Program ini bertujuan memberikan edukasi dan melatih penghuni panti asuhan untuk melaksanakan tindakan penanganan kegawatdaruratan sehari-hari. Metode yang digunakan ceramah dan demonstrasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Payamuba desa Bareng Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Pesertanya berjumlah 43 orang, yang terdiri dari 8 orang pengasuh panti asuhan dan 35 santri penghuni panti. Kegiatan berjalan lancar, materi yang disampaikan dapat diditerima dan dipahami dengan baik. Sebagian besar peserta dapat mengulang materi dan mendemonstrasikan kembali. Program pelatihan kegawatdaruratan sederhana sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para santri penghuni panti asuhan dalam melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan sehari-hari. Selanjutnya, memerlukan kerjasama yang baik antara pembina LKSA dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan secara non-formal. Kata Kunci: Pelatihan, Kegawatdaruratan, Sehari – hari, Panti Asuhan  ABSTRACT Orphanages are places that are very prone to accidents such as choking, burns, bleeding, injuries (dislocations or fractures), and fainting. This is because the facilities and comfort are different from life at home. They have to get used to being independent with the situation and are required to be able to do simple help. This program aims to provide education and train residents of orphanages to carry out daily emergency management actions. The method used is lectures and demonstrations. This activity was carried out at the Payamuba Child Welfare Institution (LKSA), Bareng Village, Babadan District, Ponorogo Regency. There were 43 participants, consisting of 8 orphanage caretakers and 35 santri residents of the orphanage. The activity went smoothly, and the material presented was well received and understood. Most participants can repeat the material and demonstrate again. The simple emergency training program is very useful for increasing the knowledge and skills of the students who live in orphanages in performing first aid for everyday accidents. Furthermore, it requires good cooperation between LKSA supervisors and health workers to increase knowledge about health in a non-formal manner. Keywords: Training, Emergencies, Every Day, Orphanage
Penanganan Dampak H + 14 Pasca Bencana Gempa Bumi dengan Masalah Kesehatan di Desa Mangun Kerta Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur Mahyar Suara; Bayu Laksamana Jati; Alwan Ghufron; Hilmie Hilmani; Helmalia Helmalia; Nur Lailatul Fitri; Andhia Andhia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.8946

Abstract

ABSTRAK Gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Penanggulangan bencana terdiri dari tiga fase, yaitu fase prabencana, fase saat terjadi bencana, dan fase pasca bencana. Berdasarkan data dari badan penanggulangan bencana kabupaten Cianjur 14 hari pasca bencana jumlah korban jiwa  keseluruhan 329 jiwa,korban luka berat tercatat 593 orang  dan yang dirawat di rumah sakit wilayah Cianjur 59 orang, jumlah pengungsian dari hasil validasi ada 494 titik  dan 375 terpusat dan 119 mengungsiu secara mandiri. USG (Urgency, Sriousness,Growth) merupakan metode yang digunakan dalam penelitan ini berupa partisifasi danrangkaian sebagai berikut : tahap pertama Observasi dan pemetaan masalah , tahap kedua Perencanaan program,tahap ketiga pelaksanaan program,tahap ke empat Evaluasi program ,tahap kelima tindak lanjut. Kegiatan ini terdiri dari Pemeriksaan kesehatan,pengobatan gratis dan melakukan tarauma healing   dengan therapi bermain dan teraphi kognitif. Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari dimulai Senin 5-7 Desember 2022,  di hari pertama mulai pukul 10.00 WIB melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik, selama tiga hari  dilapangan melakukan pengobatan dan pengkajian kepada  81 orang denagan kualifikasi :  anak-anak,dewasa dan lanjut usia  dari hasil pengkajian dan pengobatan  didapatkan data dengan beberapa keluhan yang dirasakan dari aspek fisik dan psikologis. Keluah dari aspek fisik  yaitu 35 % warga mengalami batuk filek,  35 % demam, 7% diare, 15% pusing ,7% gatal-gatal.  Aspek psikologis 71% warga masih trauma dengan kejadian bencana ini warga masih enggan pergi kesawah dan kebun karena hawatir ada gempa susulan. Penanganan trauma healing dilaksanakan pada dua kelompok yaitu pada anak-anak dan dewasa. Evaluasi  hasil kegiatan penelitian  diantaranya: berkurangnya keluhan secara fisik demam sudah hilang, batuk filek sudah berkurang, diare hilang, pusing hilang dan gatal gatal sudah muali berkurang, dari aspek psikologis masyarakat Desa Mangunkerta setelah diberikan trauma healaing dengan metode bermain rasa tarauma terhadap kejadian mulai berkurang dengan tidak terjadi mimpi buruk,rasa khawatir berkurang terhadap gempa susulan, masyarakat dewasa mulai mampu melakukan aktifitas seperti sebelum terjadi bencana gempa. Kata Kunci: Gempabumi, Bencana, Cianjur,Trauma Healing,MangunkertaABSTRACT An earthquake is an event where the earth vibrates due to a sudden release of energy in the earth which is characterized by the breaking of rock layers in the earth's crust. Disaster management consists of three phases, namely the pre-disaster phase, the phase when a disaster occurs, and the post-disaster phase. Based on data from the Cianjur district disaster management agency 14 days after the disaster the total number of fatalities was 329 people, 593 seriously injured victims were recorded and 59 people were treated at Cianjur regional hospitals, the number of evacuees from the validation results was 494 points and 375 centralized and 119 displaced. independently. USG (Urgency, Seriousness, Growth) is the method used in this research in the form of participation and series as follows: the first stage is Observation and mapping of problems, the second stage is program planning, the third stage is program implementation, the fourth stage is program evaluation, the fifth stage is follow-up. This activity consisted of health checks, free medical treatment and tarauma healing with play therapy and cognitive therapy. The activity was carried out for 3 days starting Monday 5-7 December 2022, on the first day starting at 10.00 WIB conducting interviews and physical examinations, for three days in the field conducting treatment and assessment of 81 people with the qualifications: children, adults and elderly from the results assessment and treatment obtained data with several complaints that were felt from the physical and psychological aspects. Complaints from the physical aspect, namely 35% of the residents had a cold cough, 35% fever, 7% diarrhea, 15% dizziness, 7% itching. Psychologically, 71% of residents are still traumatized by this disaster. Residents are still reluctant to go to their fields and gardens for fear of aftershocks. Trauma healing treatment was carried out in two groups, namely children and adults. Evaluation of the results of research activities including: the reduction in physical complaints the fever has disappeared, the cough with colds has decreased, diarrhea has disappeared, dizziness has disappeared and itching has begun to decrease, from the psychological aspect of the people of Mangunkerta Village after being given trauma healing with the tarauma feeling game method for the incident began to decrease with no nightmares, less worry about aftershocks, adults began to be able to carry out activities as before the earthquake occurred. Keywords: Earthquake, Disaster, Cianjur, Trauma Healing, Mangunkerta 
Pelatihan Peningkatan Pengetahuan dan Ketrampilan Siswa LPK Majime Indonesia dalam Perawatan Dasar Lansia di Kelurahan Jatimulya Tambun Selatan Salamah Thomasita Batubara; Sunirah Sunirah; Puji Astuti; Ponirah Ponirah; Rika Harini; Yusrini Yusrini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.9476

Abstract

ABSTRAK Menurut World Health Organisation (WHO) lansia adalah orang yang telah memasuki usia 60 tahun ke atas. Pada tahun 2000 jumlah penduduk lansia di seluruh dunia sebanyak 426 juta atau 6,8 %, jumlah ini akan meningkat hampir dua kali lipat pada tahun 2025 yaitu sekitar 828 juta jiwa atau sekitar 9,7 % dari total penduduk dunia. Metode yang digunakan berupa Pendidikan  Kesehatan yang dilakukan dengan bantuan leaflet serta metode ceramah, tanya jawab serta diskusi. Dari 30 peserta siswa keterampialn dasar LPK majime Siswa mampu menerapkan budayaan dan komunikasi pada Lansia Anatomi manusia Penyakit yang terjadi pada lansia Aktivitas/mobilisasi Body mekanik Nutrisi Eliminasi Komunikasi Personal hygiene. Kegiatan Pendidikan Kesehatan  ini berjalan kondusif disebabkan peserta memperhatikan materi yang disampaikan oleh penyaji dengan baik. Kata Kunci: Pengetahuan,Ketrampilan  Siswa, LPK, Majime  ABSTRACT According to the World Health Organization (WHO) elderly are people who have entered the age of 60 years and over. In 2000 the number of elderly people worldwide was 426 million or 6.8%, this number will almost double in 2025, namely around 828 million people or around 9.7% of the total world population. Implementation. The method used is in the form of Health Education which is carried out with the help of leaflets as well as lecture, question and answer and discussion methods. Of the 30 participants, the basic skills of LPK majime Students were able to apply culture and communication to the elderly Human anatomy Diseases that occur in the elderly Activities/mobilization Body mechanics Nutrition Elimination Communication Personal hygiene. This health education activity runs conducively because the participants pay attention to the material presented by good presenter. Keywords: Knowledge, Student Skills, LPK, Majime

Page 96 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue