cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 33, No 2 (2022): Agustus, 2022" : 13 Documents clear
Pengaruh Kompos Limbah Pertanian terhadap Populasi Azotobacter sp., C-Organik, N-Total, Serapan-N, dan Hasil Pakcoy pada Tanah Inceptisol Jatinangor Setiawati, Mieke Rochimi; Salsabilla, Camilla; Suryatmana, Pujawati; Hindersah, Reginawanti; Kamaluddin, Nadia Nuraniya
Agrikultura Vol 33, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i2.40160

Abstract

Penggunaan lahan pertanian dengan status hara kurang optimal dapatmenghambat pertumbuhan tanaman, sehingga perlu upaya penambahan unsur hara ke dalam tanah tanpa menyebabkan permasalahan lingkungan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pupuk organik berupa kompos. Melimpahnya volume limbah pertanian dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari berbagai jenis kompos limbah pertanian dengan taraf dosis yang berbeda terhadap populasi Azotobacter sp., C-organik, N-total, Serapan-N, dan hasil pakcoy (Brassica rapa L.) pada tanah Incepstisol Jatinangor. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca kebun percobaan Ciparanje, Kecamatan Jatinangor menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 10 perlakuan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari: satu kontrol dan tiga taraf dosis dari setiap jenis kompos. Jenis kompos yang digunakan adalah kompos jerami padi, ampas tebu, dan tandan kosong kelapa sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos limbah pertanian berpengaruh nyata terhadap total populasi Azotobacter sp. dan hasil pakcoy. Parameter C-organik, N-total dan Serapan-N tidak berbeda nyata antar perlakuan dan kontrol. Pemberian kompos jerami padi 20 ton/ha merupakan perlakuan terbaik dalam menghasilkan 130,97 g bobot basah dengan 8,46 g bobot kering per tanaman pakcoy. Pemanfaatan limbah pertanian dapat menjadi alternatif yang ramah lingkungan dalam meningkatkan hasil tanaman pakcoy, walaupun hasil penelitian ini belum berpengaruh nyata terhadap C dan N.
Kemampuan Air Rendaman Limbah Media Jamur Tiram dan Serbuk Gergaji untuk Mengendalikan Penyakit Bercak Cokelat pada Tanaman Tomat Istifadah, Noor; Rohmah, Nanda Dea Nikmatu; Suganda, Tarkus
Agrikultura Vol 33, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i2.40460

Abstract

Penyakit bercak cokelat yang disebabkan oleh Alternaria solani Sorr. merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman tomat. Limbah jamur konsumsi dan serbuk gergaji merupakan limbah organik yang berpotensi untuk mengendalikan penyakit tanaman. Artikel ini membahas hasil penelitian yang mengevaluasi kemampuan air rendaman limbah jamur tiram (Pleurotus ostreatus) dan serbuk gergaji kayu albasia (Albizia chinensis ) untuk menghambat pertumbuhan A. solani secara in vitro dan menekan penyakit bercak cokelat pada daun tomat. Percobaan in vitro menggunakan rancangan acak lengkap dengan metoda poisonous food dan perlakuan berupa air rendaman limbah jamur tiram dan serbuk gergaji (steril dan non steril), fungisida (klorotalonil) serta kontrol. Percobaan pada tanaman tomat menggunakan rancangan acak kelompok dengan perlakuan serupa dengan percobaan in vitro, namun tanpa perlakuan air rendaman limbah steril. Hasil percobaan in vitro menunjukkan bahwa air rendaman limbah jamur tiram dan serbuk gergaji non-steril dapat menghambat pertumbuhan A. solani sebesar 69,3%-80,8%. Air rendaman non-steril limbah jamur tiram dan serbuk gergaji juga dapat menekan perkembangan bercak cokelat pada daun tomat sebesar 87,2% dan 62,1%.
Pengetahuan Petani Kentang terhadap Prosedur Pembiayaan Online di Kecamatan Pangalengan Akmal, Mochamad; Wulandari, Eliana
Agrikultura Vol 33, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i2.38498

Abstract

Kabupaten Bandung merupakan salah satu wilayah pertanian dengan memiliki hasil produksi komoditas kentang tertinggi di Jawa Barat. Adapun Kecamatan Pangalengan adalah kecamatan dengan produksi tertinggi di Kabupaten Bandung. Sumber permodalan menjadi masalah utama agar petani dapat menggarap lahannya. Petani sering kesulitan memperoleh pembiayaan dari bank karena tidak memiliki jaminan. Kini teknologi pembiayaan (financial technology) menawarkan pembiayaan online tanpa jaminan. Salah satu sektor yang dapat difasilitasi dengan pembiayaan online ialah pertanian. Agar dapat memperoleh pembiayaan secara online perlu melalui prosedur pembiayaan terlebih dahulu. Tujuan penelitian ini ialah mengidentifikasi pengetahuan petani kentang mengenai prosedur pembiayaan online di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Metode gap analysis dan Ordinary Least Square adalah teknik analisis yang digunakan dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan petani kentang di Kecamatan Pangalengan memiliki skor 0,30, yang berarti pengetahuannya terhadap prosedur pembiayaan online relatif rendah. Adapun faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan petani mengenai prosedur pembiayaan online adalah pengalaman usahatani dan pengalaman mendapat pembiayaan online.
Keragaan Agronomi Galur-Galur Padi (Oryza sativa L.) dengan Potensi Hasil Tinggi di Dataran Rendah Sukamandi Jaenuristy, Danti Nanda; Azizah, Elia; Samaullah, MY; Harmansis, Aris; Pramudyawardani, Estria Furry
Agrikultura Vol 33, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i2.39138

Abstract

Salah satu upaya peningkatan produktivitas padi sawah irigasi adalah dengan merakit Varietas Unggul Baru (VUB) yang memiliki daya hasil tinggi serta sesuai dengan kondisi agroekosistem, sehingga perlu adanya peningkatan stabilitas suatu galur agar tetap berproduksi tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi keragaan agronomi hasil 31 galur padi (Oryza sativa L.) inbrida sawah irigasi dengan potensi hasil tinggi pada dataran rendah Sukamandi. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2021 – Januari 2022 (Musim Tanam (MT) 2-2021) di Kebun Percobaan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 39 perlakuan yang terdiri dari 31 galur dan 8 varietas pembanding yaitu Inpari 30, Inpari 32, Inpari 42, Cakrabuana, Inpari Digdaya, Inpari Gemah, Inpari 47, dan Inpari 48 yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat galur-galur yang diuji memiliki perbedaan yang nyata pada seluruh karakter keragaan agronomi. Sebanyak delapan galur harapan nyata mempunyai hasil panen mendekati varietas pambanding terbaik Inpari 42 (5,5 t/ha) dengan kisaran 4,25-5,34 t/ha. Galur-galur tersebut yaitu BP 4126f-Kn-1-WBC-2-3-4, BP 30546D-SKI-19-3-2, B14667E-MR-18-5-Kn-1, B14928D-MR-27-2-5-3-PN-2, IR 102860-8:42-B-B, B1398E-KA-6-3, PR40786-16-2-0-SBY-0-CRB-0, dan BP18322-3-2-JK-0-IDN-2-SKI-6-PWK-2.
Araecerus fasciculatus (De Geer) (Coleoptera: Anthribidae): Biologi dan Kerusakannya pada Singkong Kering (Manihot esculenta Crantz) Salbiah, Salbiah; Hidayat, Yusup; Sudarjat, Sudarjat
Agrikultura Vol 33, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i2.40347

Abstract

Araecerus fasciculatus merupakan hama yang menginfestasi komoditas pertanian di gudang penyimpanan. Pada singkong kering, hama ini menyebabkan kerusakan sebesar 20,6-91,51%. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari biologi A. fasciculatus pada singkong kering dan tingkat kerusakan yang ditimbulkannya. Pengujian lama perkembangan telur dilakukan dengan menginfestasikan imago A. fasciculatus sebanyak 100 ekor ke masing-masing 50 potong singkong kering selama 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 hari. Pengujian lama perkembangan larva, pupa, dan imago ke masing-masing 305 potong singkong kering selama 1, 2, 3, 4, 5 hari, selanjutnya singkong kering 5 potong didestruksi setiap hari selama dua bulan. Pengamatan dilakukan setelah lama hari infestasi. Pengamatan dilakukan terhadap morfologi, morfometri, lama perkembangan setiap stadia, tingkat kerusakan singkong kering akibat infestasi A. fasciculatus. Pada pengujian ini, dilakukan analisis kandungan nutrisi singkong kering, pengukuran suhu, dan kelembapan ruang pengujian. Hasil penelitian menunjukkan lama perkembangan telur 5,82 hari. Perkembangan larva instar pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima selama 3,40; 3,80; 4,60; 5,80; 7,80 hari. Sedangkan pupa dan imago selama 7,20 dan 28,34 hari. Pada pengujian ini, disajikan morfologi gambar berwarna dan morfometri semua stadia. Periode penyimpanan 3 bulan menyebabkan persentase kehilangan singkong kering berlubang 61,58% dan bubuk singkong 11,08%. Pengujian biologi ini akan menjadi dasar dalam identifikasi dan pengendalian A. fasciculatus untuk setiap stadianya pada singkong kering.
Preferensi Konsumen terhadap Produk Olahan Ikan (Studi pada Industri Rumah Tangga Paguyuban Rawa Pesona) Fuliyana, Fuliyana; Maria, Maria
Agrikultura Vol 33, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i2.39210

Abstract

Salah satu industri rumah tangga yang mengolah keripik ikan yaitu anggota Paguyuban Rawa Pesona di Dusun Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui harga, kemasan, rasa, dan tekstur memiliki hubungan dengan preferensi konsumen terhadap pembelian produk olahan ikan (wader, cetol, dan mujair), dan (2) menganalisis tingkat preferensi berbagai produk olahan ikan (wader, cetol, dan mujair). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu teknik observasi, kuesioner dan studi pustaka. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan pendekatan non probability sampling. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian sebanyak 50 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel harga dan rasa berkorelasi secara signifikan dengan preferensi konsumen terhadap pembelian produk olahan ikan sedangkan kemasan dan tekstur tidak terdapat hubungan yang signifikan. Hasil sikap dalam kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa sikap konsumen terhadap atribut produk keripik ikan itu baik, diantaranya harga, kemasan, rasa, dan tekstur.
In Vitro Sensitivity of Phytophthora infestans (Mont.) de Bary Isolated from Cikajang, Garut, to Several Fungicides Widiantini, Fitri; Maksum, Muhammad; Dono, Danar
Agrikultura Vol 33, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i2.40357

Abstract

Penyakit hawar daun yang disebabkan oleh oomycete Phytphthora infestans merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman kentang. Metode pengendalian utama yang digunakan oleh petani adalah dengan menggunakan fungisida sintetis. Akan tetapi, penggunaan fungisida secara terus menerus dapat menyebabkan timbulnya populasi patogen yang resisten sehingga dapat menurunkan keefektifan fungisida tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengevaluasi sensitivitas P. infestans yang diisolasi dari pertanaman kentang di Desa Cikajang, Kabupaten Garut terhadap beberapa fungisida berbahan aktif metalaksil, mankozeb, dimetomorf, klorotalonil dan oksatiapiprolin. Eksperimen dilaksanakan dengan menggunakan metode makanan beracun dan detached-leaf assay. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa P. infestans sensitif terhadap metalaksil dan mankozeb pada konsentrasi 2000 ppm dengan penghambatan pertumbuhan koloni masingmasing mencapai 93,3%. Lebih lanjut, berdasarkan hasil detached leaf assay, penghambatan terbentuknya lesi mencapai 100% pada perlakuan fungisida berbahan aktif metalaksil. Sementara penghambatan sebesar 70% diperoleh pada perlakuan fungisida berbahan aktif mankozeb. Sensitivitas P. infestans dikategorikan sebagai sedang terhadap fungisida berbahan aktif dimetomorf pada konsentrasi 1000 ppm dan klorotalonil pada konsentrasi 2000 ppm dengan penghambatan koloni masing-masing sebesar 65,5% dan 75,8% serta penghambatan pembentukan lesi 54,7% dan 59,1%. Eksperimen ini juga menemukan adanya indikasi penurunan sensitivitas P. infestans terhadap oksatiapiprolin yang ditunjukkan dengan rendahnya penghambatan pertumbuhan yang hanya sebesar 8,5% dengan penghambatan pembentukan lesi sebesar 48,8% ketika dibandingkan dengan keempat jenis fungisida lainnya.
Pengaruh Penambahan Inhibitor Etilen dan Senyawa Antioksidan terhadap Regenerasi Kalus Padi Mentik Wangi Susu Fanata, Wahyu Indra Duwi; Setiawan, Dedi Edo; Sholikhah, A’idah Mar’atus
Agrikultura Vol 33, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i2.38064

Abstract

Kalus padi Mentik Wangi Susu memiliki tingkat regenerasi tunas yang rendah karena tingkat pencokelatan kalus yang tinggi dalam media regenerasi. Pencokelatan kalus dipicu oleh tingginya akumulasi etilen dan fenol selama kultur in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efikasi antara inhibitor etilen dan antioksidan dalam mengurangi pencoklatan kalus serta meningkatkan regenerasi tunas pada kalus Mentik Wangi Susu. Perlakuan dilakukan dengan melakukan penambahan inhibitor etilen (putrecine atau perak nitrat) atau antioksidan (polyvinylpyrrolidone atau asam askorbat) dengan konsentrasi yang berbeda ke semua media kultur jaringan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dilakukan apabila antar perlakuan menunjukkan perbedaan yang nyata. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pencoklatan kalus Mentik Wangi Susu hanya dapat dihambat secara nyata melalui penambahan polyvinylpyrrolidone ke dalam media regenerasi. Selain itu, perlakuan polyvinylpyrrolidone 0,3 g/l dan putresin 10 mM menghasilkan regenerasi tunas masing-masing sebesar 47% dan 41%, yang tertinggi di antara perlakuan lainnya. Oleh karena itu, polyvinylpyrrolidone dan putresin masing-masing merupakan antioksidan dan inhibitor etilen terbaik untuk meningkatkan regenerasi tunas kalus Mentik Wangi Susu.
Komunikasi Risiko Usahatani Kentang di Luar Daerah Sentra Produksi (Studi Kasus Kelompok Tani Palintang Jaya Desa Cipanjalu Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung) Alhasany, Puan Fawwaza; Fatimah, Sri
Agrikultura Vol 33, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i2.39132

Abstract

Kelompok Tani Palintang Jaya merupakan kelompok tani yang mengusahakan tanaman kentang. Petani pada kelompok tani tersebut menanam kentang di lokasi yang tidak memiliki basis budidaya kentang sehingga berpotensi memicu peningkatan risiko yang tidak terduga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami karakteristik petani, teknik budidaya kentang yang dilakukan, risiko yang dihadapi, serta cara para petani mengkomunikasikan risiko untuk mencari solusi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, triangulasi data, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan yang melibatkan 30 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Petani anggota kelompok tani Palintang Jaya merupakan petani gurem semi komersial, yang melakukan usahataninya dengan cara tradisional dan memiliki tiga tipe karakter individu yaitu Early Adopters, Early Majority dan Late Majority (2) Teknik budidaya kentang yang dijalankan mengikuti standar yang diberikan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang (3) Risiko yang paling mengkhawatirkan bagi petani adalah risiko produksi, risiko finansial, serta risiko sosial dan hukum. (4) Jaringan sosial antar petani berbentuk Radial Personal Network dan aktor yang paling berperan adalah Ketua dan Pembina dan para anggota melakukan komunikasi risiko dengan berkomunikasi langsung dengan para key person.
Inventarisasi Spesies dan Intensitas Serangan Hama Tanaman Terung (Solanum melongena L.) pada Dua Sistem Kultur Teknis di Daerah Kabupaten Agam, Sumatera Barat Arsi, Arsi; Lailaturrahmi, Lailaturrahmi; SHK, Suparman; Hamidson, Harman; Pujiastuti, Yulia; Gunawan, Bambang; Pratama, Rahmat; Umayah, Abu
Agrikultura Vol 33, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i2.40249

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) termasuk salah satu komoditas sayuran buah penting yang mempunyai banyak varietas dengan berbagai bentuk dan warna yang khas. Dalam budidaya tanaman terung, beberapa kendala yang sering dihadapi oleh petani. Kendala ini salah satunya adalah adanya serangan organisme pengganggu tanaman. Gangguan hama pada tanaman terung dapat penurunan produksi karena serangan hama mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi tidak optimum. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan inventarisasi spesies dan menentukan intensitas serangan hama tanaman terung pada dua sistem kultur teknis di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Penelitian dilakukan dari bulan Mei sampai Juli 2021. Metode yang digunakan adalah survey atau observasi langsung di lapangan untuk mengamati jenis spesies, jumlah populasi dan intensitas serangan hama dengan pengambilan sampel yang dilakukan secara acak. Penelitian dilakukan di dua lahan pertanaman terung dengan umur tanaman yang berbeda. Jumlah populasi dan intensitas serangan hama dianalisis menggunakan uji t pada taraf kepercayaan 5%. Hama yang ditemukan pada tanaman terung adalah Epilachna sparsa (Coleoptera: Coccinellidae), Empoasca sp. (Hemiptera: Cicadellidae), Bemisia tabaci (Hemiptera: Aleyrodidae), Spodoptera litura (Lepidoptera: Noctuidae), Chrysodeixis chalcites (Lepidoptera: Noctuidae) dan Bradybaena sp. (Stylommatophora: Bradybaenidae). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kultur teknis berpengaruh secara signifikan terhadap populasi hama dan intensitas serangan hama Empoasca sp., B. tabaci, E. sparsa, S. litura, Bradybaena sp. dan C. chalcites , akan tetapi populasi hama dan insitensitas serangan pada masing-masing pengamatan ada yang tidak berpengaruh secara signifikan.

Page 1 of 2 | Total Record : 13