cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 413 Documents
Penampilan Fenotipik Anyelir Interspesifik Hasil Persilangan Dianthus caryophyllus ‘Pradorafit’ x Dianthus chinensis ‘SK11_1’ Minangsari Dewanti; Neni Rostini; Murdaningsih Haeruman Karmana; Anas Anas
Agrikultura Vol 27, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.392 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v27i3.10876

Abstract

ABSTRACTPhenotypic of interspecific hybridization of carnation Dianthus caryophyllus „Pradofit‟ x Dianthus chinensis „SKII_I‟Interspecific hybridization becomes an effective strategy in ornamental plant breeding. This technique is an important tool to create a new type of variety. The objective of this study was to get F1 carnation hybrid which have superior performance as potted ornamental plant. The experiment was conducted at the Indonesian Ornamental Crops Research Institute experiment station in Cipanas – Cianjur, from November 2014 – July2015. The experiment was conducted with an experimental method using randomized block design (RBD). The treatment consisted of 17 F1 genotypes of interspecific carnation. The result showed that a large part of C population genotype have some characters that agree with potted carnation, i.e shorter plant, larger stem diameter, many number of branch, early flowering, longer vase life and many bloomed flower at the same time. C5. C8, C9, C10 and C12 genotype potential used as potted carnation.Keywords: Plant breeding, Potted characteristics, Ornamental plantABSTRAKHibridisasi interspesifik dapat menjadi strategi yang efektif dalam pemuliaan tanaman hias. Teknik ini merupakan sarana yang penting untuk menghasilkan varietas tipe baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hybrid F1 anyelir yang berpenampilan unggul sebagai tanaman hias pot. Percobaan dilaksanakan di rumah serre Kebun Percobaan Penelitian Tanaman Hias Cipanas-Cianjur, dari bulan November 2014 sampai Juli 2015. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan terdiri dari 17 genotip anyelir interspesifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar genotip populasi C memiliki karakter yang sesuai dengan karakter anyelir tipe pot, yaitu tanaman pendek, diameter batang besar, jumlah cabang banyak, genjah, bunga bertahan lama dan jumlah bunga mekar/waktu banyak. Genotip C5, C8, C9, C10 dan C12 potensial dijadikan anyelir tipe pot.Kata kunci: Pemuliaan tanaman, Karakteristik tipe pot, Tanaman hias
Hubungan antara Kemiringan dan Posisis Lereng dengan Tekstur Tanah, Permeabilitas dan Erodibilitas Tanah pada Lahan Tegalan di Desa Gunungsari, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya Henly Yulina; Daud Siliwangi Saribun; Zulkarnaen Adin; Muhammad Hilda Rizki Maulana
Agrikultura Vol 26, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.249 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v26i1.8456

Abstract

ABSTRACTRelationship between slope and position of the slopes with soil texture, organic matter, soil permeability anderodibility on dry land in the Gunungsari Village,Cikatomas Sub District, Tasikmalaya DistrictIndonesia has a lot of potential lands especially for agricultural uses. In the areas with steep slopingtopography and high human population, agricultural practices such as seasonal upland crops productionbecomes one of the issues in land damaging in Indonesia. This study aims were to determine the relationshipbetween the land slope and the texture, organic matter, permeability and erodibility of soils at differentslope positions in a land use so that can be used as a source of information and guidance to the communityor the population around the village as well as the institutions involved in land management. The study useda free survey method based on toposekuen. The study techniques used comparative and descriptive methodsto compare samples that collected in the conducted survey then performed explanation and description ofthe conditions in the field that qualitatively observed. The results showed that there was no significantrelationship between the slope and the texture, organic matter, permeability and erodibility of soils invarious slope positions. The 26-40% slopes in the middle and upper slope positions had the highesterodibility value compared to other slope and slope position.Keywords: Slope, slope position, land use, erodibility, organic matterABSTRAKIndonesia memiliki banyak lahan yang sangat potensial khususnya di bidang pertanian. Pada daerah-daerahyang memiliki topografi berlereng curam dan berpenduduk padat, usaha pertanian seperti tanaman semusimtegalan merupakan salah satu sumber kerusakan tanah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan antara kemiringan lereng dengan tekstur, bahan organik, permeabilitas danerodibilitas tanah pada berbagai posisi lereng di suatu penggunaan lahan sehingga dapat dijadikan sebagaisumber informasi dan arahan bagi masyarakat atau penduduk di sekitar desa serta instansi yang terkaitdalam pengolahan lahannya. Penelitian ini menggunakan metode survei bebas berdasarkan toposekuen.Teknik penelitian menggunakan metode komparatif dan deskriptif yaitu membandingkan sampel-sampelyang diambil berdasarkan metode survei yang dilakukan, kemudian menjelaskan dan menggambarkankondisi di lapangan yang diamati secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapathubungan yang kuat antara kemiringan lereng terhadap tekstur tanah pada berbagai posisi lereng,kemiringan lereng terhadap bahan organik tanah pada berbagai posisi lereng, kemiringan lereng terhadappermeabilitas tanah pada berbagai posisi lereng serta antara kemiringan lereng terhadap erodibilitas tanahpada berbagai posisi lereng. Kemiringan lereng 26-40% pada posisi lereng tengah dan atas mempunyai nilaierodibilitas yang tertinggi dibandingkan dengan kemiringan dan posisi lereng lainnya.Kata Kunci: Kemiringan, posisi lereng, penggunaan lahan, erodibilitas, bahan organik
Pengarahan Pusat Pertumbuhan melalui Analisis Keunggulan Komparatif di Kabupaten Garut Endah Djuwendah; Hepi Hapsari; Erna Rachmawati
Agrikultura Vol 20, No 3 (2009): Desember, 2009
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.94 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v20i3.941

Abstract

Sektor pertanian berperan penting dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Garut. Oleh karena itu strategi pengembangan daerah yang sesuai dengan potensi sumberdaya pertanian  mutlak diperlukan di Kabupaten Garut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komoditas pertanian yang menjadi unggulan  untuk dikembangkan dan sistem hierarki pusat-pusat pelayanan dan pertumbuhan  yang mendukung pengembangan wilayah di  Kabupaten Garut. Desain penelitian yang digunakan adalah survey deskriptif dengan unit analisis  berupa 42 kecamatan di Kabupaten Garut. Obyek penelitian adalah  produksi sektor pertanian dan  kondisi sarana prasarana ekonomi dan sosial yang berada di Kabupaten Garut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas  pertanian unggulan untuk dikembangkan  adalah tanaman pangan padi sawah, kacang tanah, kedelai,  jagung dan ubi kayu serta tanaman  hortikultura kentang, cabe besar, wortel, tomat, alpukat, jeruk keprok,  pisang dan pepaya. Komoditas unggulan pertanian tersebut menunjukkan kecenderungan terlokalisasi di beberapa kecamatan. Sebanyak 31 Kecamatan (73,81 %) memiliki kecenderungan spesialisasi  kegiatan pertanian sedangkan 11 kecamatan (26,19 %) lainnya  tidak  mengkhususkan kegiatan pertaniannya pada komoditas tertentu. Kecamatan Garut dan  Karangpawitan merupakan titik pertumbuhan. Terdapat enam Kecamatan sebagai pusat pelayanan utama, 13 kecamatan  sebagai pusat pelayanan lokal dan 23  Kecamatan  menjadi pusat pelayanan terkecil.
Regenerasi Berbagai Jenis Eksplan Nilam Klon Sidikalang dan Aplikasi Azotobacter pada Tahap Aklimatisasi Erni Erni; Denny Sobardini Sobarna; Anne Nuraini; Syariful Mubarok; Pujawati Suryatmana; Yudhistari Sihombing; Christine Angel
Agrikultura Vol 27, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.998 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v27i2.9992

Abstract

AbstrakKondisi produktivitas nilam di Indonesia saat ini masih rendah, hal ini diduga disebabkan oleh rendahnya penggunaan benih unggul serta kendala ketersediaan benih yang tepat waktu, jumlah bibit yang seragam dan bebas penyakit, serta masih rendahnya mutu genetik tanaman. Sehingga perlu dilakukan upaya perbanyakan maupun peningkatan mutu genetik dengan aplikasi teknologiin vitro. Percobaan I: Pertumbuhan eksplan nilam pada komposisi sitokinin yang berbeda secara in Vitro (Rancangan Acak Lengkap pola faktorial), faktor pertama (jenis ekplan : mata tunas, pucuk, dan daun), sedangkan faktor kedua (0 mg/l sitokinin; 0,5 mg/l BAP; 1,0 mg/l BAP; 0,5 mg/l Zeatin; dan 1,0 mg/l Zeatin). Percobaan II: Multiplikasi stek mikro nilam secara in vitro (Rancangan Acak Lengkap). Percobaan III: Respon stekmikro terhadap inokulasi Azotobacter sp. pada tahap aklimatisasi (Rancangan Acak Kelompok) terdiri dari lima perlakuan (tanpa inokulasi, 1 ml, 2 ml dan 3 ml Azotobacter sp.). Hasil Percobaan I menunjukkan tidak terdapat interaksi antara jenis eksplan dengan jenis dan konsentrasi sitokinin. Penggunaan eksplan pucuk menghasilkan rata-rata jumlah tunas, pertambahan jumlah daun serta rata-rata bobot segar eksplan lebih baik serta penambahan 0,5 mg/l BAP pertambahan jumlah daun dan rata-rata bobot segar eksplan nilam lebih baik pada 8 MST. Percobaan II menunjukkan bahwa penggunaan 0,01 mg/l NAA dan 1 mg/l BAP merupakan perlakuan yang terbaik untuk multiplikasi tunas nilam pada peubah jumlah tunas dan jumlah daun. Percobaan III menunjukkan inokulasi Azotobacter sp. dengan dosis 3 ml memberikan rata-rata pertambahan jumlah daun, jumlah akar dan panjang tanaman relatif lebih baik.Kata kunci : Aklimatisasi, Azotobacter, Cytokinin, Eksplan, Nilam, Regenerasi
Pola Pendapatan Petani Akar Wangi Di Kecamatan Samarang Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat Dini Rochdiani
Agrikultura Vol 19, No 3 (2008): Desember, 2008
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.697 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v19i3.1001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan kontribusi pendapatan petani akar wangi, serta kendala  dalam usahatani akar wangi di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus terhadap 35 petani akar wangi. Hasil penelitian memperlihatkan  bahwa 87% pendapatan  petani akar wangi berasal dari usahatani polikultur dan non pertanian, serta 13% berasal dari usahatani monokultur akar wangi. Pendapatan total petani akar wangi adalah Rp. 13.970.000,00 per tahun. Petani dengan pendapatan total tersebut termasuk kategori nyaris miskin. Kontribusi pendapatan petani yang berasal dari usaha pertanian (40%) lebih rendah  dibandingkan dengan usaha non pertanian (60%).  Kendala yang dihadapi oleh petani akar wangi antara lain adalah keterbatasan modal, rendahnya produktivitas, keterbatasan dalam pemasaran, lemahnya  kemampuan petani untuk bergerak di bidang off-farm, dan masih lemahnya kemampuan asosiasi petani baik dalam hal permodalan maupun sumber daya manusianya.
Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah Kultivar Kuning pada Status Hara P Total Tanah dan Dosis Pupuk Fospat yang Berbeda Lajang Sauman Hamdani
Agrikultura Vol 19, No 1 (2008): April, 2008
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2219.069 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v19i1.631

Abstract

Percobaan bertujuan untuk memperoleh dosis pupuk fosfat yang tepat pada tiga jenis tanah dengan status hara P total tanah yang berbeda (Vertisol, Inceptisol, dan Ultisol) yang berpengaruh paling baik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah Kultivar Kuning. Percobaan dilaksanakan dari bulan Oktober 2005 sampai Ianuari 2006 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Iatinangor, pada ketinggian tempat 754 m di atas permuakaan air laut, dan tipe iklim D3 menurut Oldeman, dengan menggunakan tiga jenis tanah yaitu Vertisol, lnceptisol, dan Ultisol. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, yang terdiri atas dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah status hara P total tanah yang terdiri atas tiga taraf yaitu rendah (1-20 mg.100g-1, Ultisol), sedang (2l-40 mg.100g-1, Inceptisol), dan tinggi (> 40 mg.100g-1, Vertisol). Faktor kedua adalah dosis pupuk Fosfat (P2O5) yang terdiri atas 5 taraf yaitu 0; 60; 120; 180; dan 240 kg.ha-1. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada status hara P total yang berbeda tidak bergantung pada dosis pupuk fosfat yang diberikan. Status hara P total tanah berpengaruh terhadap serapan P tanaman dan semua parameter yang diamati Bawang merah yang ditanam pada tanah dengan status hara P tinggi (jenis tanah Vertisol) menghasilkan bobot umbi tertinggi yaitu 65,03 g/rumpun (16,25 ton.ha-1). Pemberian dosis pupuk fosfat 180 kg.ha-1 memberikan bobot umbi per tanaman tertinggi yaitu 59,8 g (14,6 ton.ha-1), serta memberikan indek panen tertinggi.
Pengaruh Pemberian Kombinasi Jenis dan Dosis Pupuk Kandang terhadap pH, N-Total, Serapan-N, serta Hasil Tanaman Pakchoi (Brassica chinensis L.) pada Fluventic Eutrudepts Dewi Septian Pujiningsih; Anni Yuniarti; Apong Sandrawati
Agrikultura Vol 30, No 1 (2019): April, 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.343 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v30i1.22701

Abstract

ABSTRACTThe effect of the combination types and dosages of manure on soil reaction, N-total, N-uptake, and yield of pakchoi (Brassica chinensis L.) on fluventics eutrudeptsThis research was conducted to determine the effect of the combination types and dosages of manure on soil reaction, N-total, N-uptake, and yield of pakchoi (Brassica chinensis L.) on Fluventics Eutrudepts. The study was conducted from April to Agustus 2010 in the research station Greenhouse Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, Jatinangor Sumedang, West Java, elevated at 700 meters above sea level. The experimental design used was Randomized Block Design (RBD) with eleven treatments and three replications, consisted of without fertilizer (control); one dose of inorganic fertilizer and chicken manure 25 g/polybag; 0.75 dose of inorganic fertilizer and chicken manure 37.5 g/polybag; 0.5 dose of inorganic fertilizer and chicken manure 50 g/polybag; 0.25 dose of inorganic fertilizer and chicken manure 62.5 g/polybag; no inorganic fertilizer and chicken manure 75 g/polybag; one dose of inorganic fertilizer and sheep manure 25 g/polybag; 0.75 dose of inorganic fertilizer and sheep manure 37.5 g/polybag; 0.5 dose of inorganic fertilizer and sheep manure 50 g/polybag; 0.25 dose of inorganic fertilizer and sheep manure 62.5 g/polybag; no inorganic fertilizer and sheep manure 75 g/polybag. The results showed that significant effects of soil reaction, N-total, N-uptake, and yield of pakchoi from combination of types and dosages of manure. Treatment of 0.25 dose of inorganic fertilizer and chicken manure 62.5 g/polybag increased yields of pakchoi became 76.77 g.Keywords: Manure combination, Pakchoi, Fluventics EutrudeptsABSTRAKPercobaan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi jenis dan dosis pupuk kandang terhadap pH tanah, N-total, serapan-N, dan hasil tanaman pakchoi (Brassica chinensis L.)pada Fluventics Eutrudepts. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Agustus 2010 di Rumah kaca kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dengan ketinggian tempat 700 meter di atas permukaan laut. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan sebelas perlakuan dan tiga ulangan, yaitu yang terdiri dari tanpa pupuk (Kontrol); 1 dosis pupuk anorganik dan Pupuk kandang ayam 25 g/polibeg; 0,75 dosis pupuk anorganik dan Pupuk kandang ayam 37,5 g/polibeg; 0,5 dosis pupuk anorganik dan Pupuk kandang ayam 50 g/polibeg; 0,25 dosis pupuk anorganik dan Pupuk kandang ayam 62,5 g/polibeg; tanpa pupuk anorganik dan pupuk kandang ayam 75 g/polibeg; 1 dosis pupuk anorganik dan pupuk kandang domba 25 g/polibeg; 0,75 dosis pupuk anorganik dan Pupuk kandang domba 37,5 g/polibeg; 0,5 dosis pupuk anorganik dan pupuk kandang domba 50 g/polibeg; 0,25 dosis pupuk anorganik dan pupuk kandang domba 62,5 g/polibeg; dan tanpa pupuk anorganik dan pupuk kandang domba 75 g/polibeg. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh terhadap pH, N-total, serapan N, dan hasil tanaman anorganik dan pupuk kandang ayam 62,5 g/polibeg dapat meningkatkan hasil tanaman pakchoi menjadi 76,77 g.Kata Kunci: Kombinasi pupuk kandang, pakchoi, Fluventics Eutrudepts
Percepatan Penyediaan Benih Sumber Kedelai Unggul Secara In Vitro Erni Suminar; Sumadi Sumadi; Syariful Mubarok; Toto Sunarto; Nita Suswati Endah Rini
Agrikultura Vol 28, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.554 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i3.15744

Abstract

ABSTRACTIn vitro method to fasten availability high quality soybean seedsSoybean is an important crop as a source of food and its demand has increased every year. Several new varieties of soybean have been generated, but the number is still limited. Furthermore, the infestation of pests and infection of diseases have also limited the new soybean varieties production as it increase the risk of growth failure. Therefore, methods to fasten the availability of high quality of soybean seeds need to be developed. One of which can be done through in vitro culture method. The objective of this study was to obtain the best type and the best concentration of cytokinin for the growth of soybean explants in vitro. The experiment was conducted in Seed Technology and Tissue Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The experimental design used was Completely Randomized Design with 13 treatments and four replications. The basic media used were Murashige and Skoog (MS) + Vitamin B5 with addition of BAP (1.0 mg/l, 1.5 mg/l, and 2.0 mg/l), Kinetin (0.5 mg/l, 1.0 mg/l, and 1.5 mg/l), TDZ (0.01 mg/l, 0.1 mg/l, and 1.0 mg/l), and coconut water (10%, 15%, and 20%). The result showed that cytokinin types and concentrations gave different effect to soybean explant growth. The best treatment was demonstrated by BAP at the concentration of 1.5 mg/l as shown by the highest percentage of leaves and the number of shoots. However, it did not affect the percentage of buds produced by explant and the percentage of callus produced by explant.Keyword : BAP, Kinetin, TDZ, Coconut water, Soybean.AbstrakKedelai merupakan komoditas yang memegang peranan penting. Permintaan akan kedelai meningkat setiap tahunnya. Varietas kedelai baru yang bersifat unggul sudah banyak dihasilkan, namun jumlahnya masih terbatas. Tingginya serangan hama dan penyakit saat perbanyakkan benih di lapangan menyebabkan tingginya resiko kegagalan dalam pertumbuhan varietas baru tersebut. Sehingga perlu dilakukan percepatan penyediaan benih sumber varietas unggul di laboratorium secara in vitro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan jenis dan konsentrasi sitokinin yang terbaik untuk pertumbuhan eksplan kedelai in vitro. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan tiga belas perlakuan dan empat ulangan. Media dasar yang digunakan adalah Murashige dan Skoog (MS) + Vitamin B5 dengan penambahan BAP (1,0 mg/l; 1,5 mg/l; 2,0 mg/l), Kinetin (0,5 mg/l; 1,0 mg/l; 1,5 mg/l), TDZ (0,01 mg/l; 0,1 mg/l; 1,0 mg/l), dan air kelapa (10%; 15%; 20%). Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian jenis dan konsentrasi sitokinin memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pertumbuhan eksplan. Perlakuan terbaik diperoleh pada BAP dengankonsentrasi 1,5 mg/l yang ditunjukkan dengan tingginya persentase jumlah daun dan tunas yang terbentuk. Akan tetapi, penambahan sitokinin tersebut tidak memberikan pengaruh terhadap persentase eksplan dalam membentuk tunas dan persentase eksplan dalam membentuk kalus.Kata Kunci : BAP, Kinetin, TDZ, Air Kelapa, Kedelai
Pertumbuhan Biji Palem Putri (Veitchia merilli (beec) h.f. moors) pada Berbagai Media Tumbuhan Nurul Sumiasri; Dody Priadi; Ink Kabinawa
Agrikultura Vol 21, No 1 (2010): April, 2010
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.239 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v21i1.981

Abstract

Palem putri (Veitchia merillii (Beec) H.F.Moors) adalah tanaman hias penting di kota-kota sehingga studi perkecambahan biji untuk tujuan komersil perlu dilakukan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkecambahan dan pertumbuhan biji palem putri pada berbagai media tumbuh yang diberi zat pengatur tumbuh (ZPT). Penelitian di rumah kaca ini menguji empat jenis media tumbuh yaitu kompos, pasir,  Latosol dan Podsolik merah kuning (PMK). Hasil studi menunjukkan bahwa media terbaik untuk perkecambahan dan pertumbuhan bibit palem putri adalah  kompos. Media  pasir, tanah Latosol maupun Podsolik merah kuning tidak mendukung perkecambahan dan pertumbuhan bibit sebaik kompos.
Analisis Kelayakan Ekonomi Mesin Pencacah Rumput Gajah Tipe Reel Wahyu Kristian Sugandi; Asep Wahyu
Agrikultura Vol 29, No 3 (2018): Desember, 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.097 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v29i3.22727

Abstract

ABSTRACTEconomic analysis reel type cutting machine for elephant grassThe need grass for fodder in the region Lembang has been increasing, but it does not followed by its quality. Therefore, cutting machine which is able to cut the fodder no more than 5 cm size is needed. The Laboratory of Agricultural Machinery and Machinery Department of Agricultural Engineering and Biosystem FTIP Unpad had been developed an elephant grass enchant machine in accordance with the requirements of making the silage, but no economic feasibility analysis has been done for the machine. Therefore it was necessary to study the economic feasibility analysis of elephant grass cutting machine. The method used in this study was the economic analysis method which includes the cost ofproduction and the breakeven point, and business feasibility including net present value (NPV), benefit cost ratio analysis (BCR), internal rate of return (IRR) and payback period analysis (PBP). The results showed that the cost of production of elephant grass enemies was Rp 2,178 / kg with production breakeven 18.769 kg, BC ratio of 1.15, NPV1 of Rp 70,770, - NPV2 of Rp 61.333, - IRR of 27% and payback period during 2 months. So it can be concluded that the use of elephant-type elephant chopper machine was feasible to use.Keywords: Elephant grass, economic analysis, cutting machineABSTRAKKebutuhan rumput gajah untuk pakan ternak (silase) di daerah Lembang terus meningkat. Syarat pembuatan silase tersebut bahwa panjang potongan rumput gajah sebaiknya < 5 cm. Untuk itu diperlukan sebuah mesin pencacah rumput gajah sesuai syarat pembuatan silase. Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTIP Unpad telah mengembangkan sebuah mesin pencacah rumput gajah sesuai syarat pembuatan silase tersebut, tetapi belum dilakukan analisis kelayakan ekonomi untuk mesin tersebut. Oleh karena it diperlukan suatu penelitian berkenaan dengan analisis kelayakan ekonomi mesin pencacah rumput gajah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis ekonomi yang meliputi biaya pokok produksi dan titik impas, serta kelayakan usaha yang meliputi net present value (NPV), benefit cost ratio analysis (BCR), internal rate of return (IRR) dan payback period analysis (PBP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya pokok produksi mesin pencacah rumput gajah adalah Rp 2.178/kg dengan titik impas produksi 18.769 kg, BC rasio sebesar 1,15, NPV 1 sebesar Rp 70.770,- NPV 2 = Rp 61.333,-IRR sebesar 27% dan payback period selama 2 bulan. Maka dapat disimpulkan bahwapengunaan mesin pencacah rumput gajah tipe reel layak digunakan.Kata Kunci : Rumput Gajah, Analisis Ekonomi, Mesin Pencacah

Page 10 of 42 | Total Record : 413