cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 395 Documents
Pengaruh Suara Predator terhadap Metabolisme dan Aktivitas Harian Tikus Sawah (Rattus argentiventer) di Laboratioum Ichsan Nurul Bari
Agrikultura Vol 28, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.055 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i3.15749

Abstract

ABSTRACTThe Effects of Recorded Predator Noise on Metabolism and Daily Activities of Rice-field RatThe use of poisonous rodenticides for controlling rice-field rat (Rattus argentiventer) in agricultural storehouses is the most common option, recently. This option was the easiest, the most effective and also efficient. In the other hand, the application of poisonous rodenticides causes various harmful risks. Rodenticides have potentialities for poisoning human, non-target animals, and other components of environment such as water and soil. The experiment aimed to explore the effects of recorded predator noise on metabolism and daily activities of rice-field rat. Results showed that the recorded of predator noise caused metabolic disorders that were indicated by the decrease of food and beverage intake by rice-field rat and the decrease of its body weight significantly, while the daily activities disorders were indicated by spending more time for locomotion and less time for foraging and resting. In conclusion, the treatments have an effect as repellent for rice-field rat.Keywords: Rice-field rat, Repellent, Pest, Metabolism, Daily activitiesABSTRAKPengendalian tikus sawah (Rattus argentiventer) di gudang-gudang tempat penyimpanan produk pertanian selama ini mengandalkan cara pengendalian kimiawi dengan menggunakan rodentisida. Salah satu potensi berbahaya dari cara pengendalian tersebut adalah sisa-sisa repihan rodentisida dapat pula mengontaminasi produk pertanian secara langsung, juga mengontaminasi lingkungan termasuk tanah dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi pengaruh rekaman suara predator tikus yang diputar secara terus menerus dan berulang-ulang terhadap metabolime dan aktivitas harian tikus sawah di laboratioum yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk pengedalian tikus sawah yang aman dan ramah lingkungan. Hasil penelitan menunjukkan bahwa tikus sawah yang diberi perlakuan suara predator mengalami gangguan metabolime yang ditandai dengan konsumsi makan dan minum, serta produksi feses dan sekresi urin yang berbeda dengan kontrol di kandang metabolisme. Tikus sawah yang diberi perlakuan suara predator juga mengalami gangguan pola aktivitas harian yang ditandai dengan jumlah waktu yang dihabiskan untuk locomotion (bergerak), foraging (makan dan minum) dan resting (terdiam dan tidur) yang berbeda dengan kontrol. Hasil ini menunjukkan bahwa suara predator memiliki potensi untuk diaplikasikan pada lokasi-lokasi tertentu, terutama gudang penyimpanan produk pertanian dengan tujuan untuk menolak dan mengusir serangan tikus sawah.Kata Kunci: Tikus sawah, Repelen, Hama, Metabolisme, Aktivitas harian
Zona Agroekologi Kabupaten Keerom Provinsi Papua Berdasarkan Pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) Hendrik Kubelaborbir; Karel Yarangga
Agrikultura Vol 21, No 1 (2010): April, 2010
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.891 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v21i1.989

Abstract

Ketersediaan data dan informasi zona agroekologi akan sangat membantu optimasi penggunaan lahan dan produksi tanaman yang berkelanjutan.  Kajian dengan tujuan untuk menyajikan informasi basis data keadaan fisik lingkungan Kabupaten Keerom dan menentukan zona agroekologi (ZAE) telah dilakukan di Kabupaten Keerom Provinsi Papua.  Data penelitian berupa data primer yaitu agroekosistem wilayah, jenis penutupan lahan dan penggunaan lahan; serta data sekunder berupa  keadaan umum wilayah, data sosial, data potensi dan produksi pertanian, data iklim, peta kontur, peta jenis tanah, dan peta penggunaan lahan. Data dianalisis dengan menggunakan program Sistem Informasi Geografis. Hasil menunjukkan bahwa luas Kabupaten Keerom adalah 1.017.027,22 ha dengan lima kawasan zona agroekologi yaitu Zona I  untuk kawasan lindung seluas 569.258,33 ha, Zona II untuk perkebunan (budidaya tanaman tahunan) seluas 150.641,84 ha,  Zona III, untuk wanatani seluas 75.063,49 ha, Zona  IV  untuk  tanaman  pangan  seluas  187.126,93 ha dan Zona V bertanah rawa atau gambut untuk pertanian lahan basah dan perikanan darat seluas 34.936,63 ha.
Curvularia sp. Jamur Patogen Baru Penyebab Penyakit Bercak Daun pada Tanaman Sawi Tarkus Suganda; Dinda Y Wulandari
Agrikultura Vol 29, No 3 (2018): Desember, 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.516 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v29i3.22716

Abstract

ABSTRACTCurvularia sp. a new fungal pathogen causing leaf spot on the leaf of mustard greenA new diseases symptom as small spots of 1.5 - 1 mm diameter has been found on mustard green's leaf of farmer's field at Tanjungsari Regency of Sumedang. This symptom is different from those previously known incited by Alternaria brassicae and A. brassicola, Pseudocercosporella capsellae as well as by Myscosphaerella brassicicola. Although the spots are small, they are abundant and accompanied with yellowing, making these symptoms detrimental to mustard green production which has to be green and healthy. A Koch Postulate has been performed and successfully identified that the fungal causal agent was of the genera of Curvularia. Previously, curvularia leaf spot disease has never been reported on mustard green in Indonesia.Keywords: Curvularia, Leaf spots, Mustard green, Brassica junceaABSTRAKGejala penyakit baru, berupa bercak hitam berukuran diameter 0,5 - 1 mm ditemukan pada daun tanaman sawi milik petani di daerah Tanjungsari Kabupaten Sumedang. Gejala demikian berbeda dengan gejala-gejala penyakit bercak yang selama ini dikenal disebabkan oleh Alternaria brassicae dan A. brassicola, Pseudocercosporella capsellae dan Myscosphaerella brassicicola. Walaupun gejalanya berukuran kecil, namun karena jumlahnya banyak dan menyebabkan daun menguning, menjadikan gejala penyakit ini merugikan tanaman sawi yang harus hijau dan sehat. Uji Postulat Koch telah dilaksanakan, dan berhasil mengidentifikasi bahwa berdasarkan morfologi mikroskopiknya, jamur tersebut adalah dari genus Curvularia. Penyakit bercak daun curvularia, sebelumnya, belum pernah dilaporkan terdapat pada tanaman sawi di Indonesia.Kata Kunci: Curvularia, Bercak daun, Sawi, Brassica juncea
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) terhadap Jarak Tanam dan Pupuk Pelengkap Cair Ruminta Ruminta; Yuyun Yuwariah; Nalendia Sabrina
Agrikultura Vol 28, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.215 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i2.14958

Abstract

ABSTRACTResposse of Growth and Yields of Jobs Tears to Row Spacing and Liquid Complement FertilizerJob’s tears (Coix laeryama-jobi L.) are a functional food crop in West Java Indonesia. It is rich of nutritions when used as food and also rich of essential chemicals when used as herbal. It can grow on marginal ecosystem, tolerance to water stress’s environment. However, Job’s tears are low in grain production. The problem could be overcome by treatment of row spacing and liquid complement fertilizers to increase the plants growth and yields. This study used three levels of row spacing (50 x 50 cm, 75 x 50 cm, and 100 x 50 cm) and three levels of liquid complement fertilizers (2 ml/l, 4 ml/l, and 6 ml/l) to examine the growth and yields of jobs tears. The experiment used Randomized Block Design (RBD) consisted of nine treatments and three replications. The experiment was conducted at Sukasari Sumedang West Java. Growth and yield indicators such as leaf area index, percentage of huskering and harvesting index were observed. The results showed that the treatments of row spacing and liquid complement fertilizer had significantly affected the leaf area index, percentage of huskering and Job’s tears harvesting index. The combination of plant spacing at 50 x 50 cm with the concentration of liquid complement fertilizer at level 2 ml/l showed the best effect to the jobs tears yield. It resulted the weight of seeds of 4.77 kg/ plot and the weight of seed was 5.96 tons/ha. This indicated that the row spacing and liquid complement fertilizer had significantly affecting the Job’s tears yield.Keywords: Job’s tears, Row spacing, Liquid complement fertilizer, Growth, YieldsABSTRAKTanaman hanjeli merupakan tanaman pangan fungsional di Jawa Barat Indonesia. Tanaman hanjeli sangat kaya nutrisi sebagai sumber makanan dan kaya bahan kimia penting sebagai tanaman herbal. Tanaman tersebut dapat tumbuh pada lahan marjinal dan toleran terhadap cekaman air, namun demikian hasilnya masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan jarak tanam dan pemberian pupuk pelengkap cair terhadap peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman hanjeli. Penelitian ini menggunakan tiga level jarak tanam (50x50 cm, 75x50 cm, dan 100x50 cm) dan tiga level konsentrasi pupuk pelengkap cair (PPC) (2 ml/l, 4 ml/l, dan 6 ml/l) sebagai perlakuan. Percobaan di lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 perlakuan dan tiga kali ulangan yang dilaksanakan di Sukasari Sumedang Jawa Barat. Data yang diamati adalah komponen pertumbuhan dan hasil tanam hanjeli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi jarak tanam dengan aplikasi pupuk pelengkap cair memberikan pengaruh terhadap indeks luas daun, rendemen pecah kulit, dan indeks panen. Kombinasi jarak tanam 50 x 50 dengan konsentrasi PPC 2 ml/l memberikan pengaruh terbaik terhadap hasil tanaman hanjeli. Perlakuan tersebut menghasilkan bobot biji per petak sebesar 4,77 kg per petak dan bobot biji per hektar sebesar 5,96 ton per hektar. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jarak tanam dan pupuk pelengkap cair memberikan pengaruh yang baik terhadap hasil tanaman hanjeli.Kata Kunci : Hanjeli, Jarak tanam, Pupuk pelengkap cair, Pertumbuhan, Hasil
Komposisi Komunitas Serangga Aphidophaga dan Coccidophaga pada Agroekosistem Kacang Panjang (Vigna sinensis l.) di Kabupaten Garut Lindung Tri Puspasari; Martua Suhunan Sianipar; Sri Hartati
Agrikultura Vol 27, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.077 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v27i1.8474

Abstract

ABSTRACTComposition of Aphidophaga and Coccidophaga Insect Communities on Long Bean Agroecosystem (Vigna sismensis L.) at Garut RegencyThe research about Aphidophaga and Coccidophaga insect composition comunity on long beans (Vigna sinensis L.) agroecosystems was done in the month of April to November 2011 in Haruman Village, Leles District, Garut Regency. Research was conducted in the form of surveys which were done by collecting insects directly and using various traps ie yellow traps board, fitfall traps, and nets swinging. The dominant insect pest that found was Aphis craccivora which causing percentage of damage to the plants ranging from 20% to 90%. Types of aphidophaga and coccidophaga found were belong to the Order of Coleoptera : Family Coccinellidae Menochilus sexmaculatus, Micraspis sp., Harmonia sp., Verania lineata, Curinus coeruleus, Scymnus sp., Coccinella transversalis); the Order of Diptera : Family Syrphidae namely Ischiodon scutellaris; Neuroptera: Family Hemerobiidae; the Order of Diptera : Family Cecidomyiidae Aphidoletes aphidimyza; and there was also Carabidae beetles of the Order Coleoptera with species diversity index wasl relatively low. The highest abundance of predators of coccidophaga and aphidophaga group was dominated by Ischiodon scutellaris and Menochilus sexmaculatus.Key words: Diversity, Abundance, Dominant species, Insect pestsABSTRAKPenelitian mengenai komposisi komunitas serangga aphidophaga dan coccidophaga pada Agroekosistem kacang panjang (Vigna sinensis (L.) telah dilaksanakan pada Bulan April–November 2011 di Desa Haruman Kecamatan Leles Kabupaten Garut. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei dengan mengoleksi serangga secara langsung, dan menggunakan berbagai perangkap antara lain perangkap papan kuning, fitfall trap, dan jaring ayun. Serangga hama dominan yang ditemukan adalah Aphis craccivora dengan persentase serangan berkisar 20% - 90%. Jenis aphidophaga dan coccidophaga lain yang ditemukan yaitu dari Ordo Coleoptera : Famili Coccinellidae: Menochilus sexmaculatus, Micraspis sp., Harmonia sp., Verania lineata, Curinus coeruleus, Scymnus sp., Coccinella transversalis; Ordo Diptera : Famili Syrphidae yaitu Ischiodon scutellaris; Neuroptera : Famili Hemerobiidae; Ordo Diptera : Famili Cecidomyiidae Aphidoletes aphidimyza; serta terdapat pula kumbang Carabidae dari Ordo Coleoptera dengan indeks keragaman spesies yang masih tergolong rendah. Kelimpahan tertinggi predator dari kelompok aphidophaga dan coccidophaga didominasi oleh spesies Ischiodon scutellaris dan Menochilus sexmaculatus.Kata kunci : Keragaman, Kelimpahan, Spesies dominan, Serangga hama
Fluktuasi Populasi dan Keragaman Musuh Alami Hama Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens Stal.) pada Lahan Padi Sawah di Wilayah Universitas Wiralodra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat Martua Suhunan Sianipar
Agrikultura Vol 29, No 2 (2018): Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.029 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v29i2.19250

Abstract

ABSTRACTPopulation fluctuation and natural enemy diversity of brown planthopper (Nilaparvata lugens Stal.) in the rice lowlands of Wiralodra University Area, Indramayu Regency, West JavaBrown Planthopper/BPH (Nilaparvata lugens Stal.) is a main pest of paddy. The purpose of this research was to study the population fluctuation and natural enemy diversity of BPH in rice plants. The research was carried out with a survey method conducted on three experimental lands located in the lowlands of Wiralodra University, Singaraja Village, Indramayu District, Indramayu Regency, West Java and in the greenhouse of the Department of Plant Pests and Diseases, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran from June to August 2015. The samples were collected by systematically diagonal sampling method using yellow stiky trap and manually or visual counting. The result showed that the BPH population fluctuations were below BPH economic threshold the results of correlation analysis showed that temperature, humidity and rainfall did not have a significant influence on the abundance of the BPH population. This is indicated by the results of regression analysis of temperature (Y = - 49.9 + 1.71 X1; R2 = 0.055; P/Sign = 0.484), humidity (Y = - 41.829 + 0.598 X2; R2 = 0.457; P/Sign = 0.016), and rainfall (Y = 2.845 + 0.512 X3; R2 = 0.217; P/Sign = 0.127), respectively. The relationship between temperature/T, humidity/RH and rainfall/CH on WBC (Y = - 94.2 + 3.00 T + 0.002 RH + 0.804 CH; R2 = 0.581; P/ ign = 0.062) had a significance level > 0.05. The natural enemy insect diversity index was in the medium category (1.63).Keywords: BPH, Abiotic factor, Natural Enemy, Lowland riceABSTRAKWereng Batang Cokat/WBC (Nilaparvata lugens Stal.) merupakan hama utama tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari fluktuasi populasi serta keragaman musuh alami WBC pada tanaman padi. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei yang dilakukan pada tiga lahan percobaan yang bertempat dataran rendah di wilayah Universitas Wiralodra, Desa Singaraja, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat dan di rumah kaca Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran pada bulan Juni sampai Agustus 2015. Metode pengambilan sampel dilakukan secara diagonal menggunakan perangkap kuning berperekat (yellow stiky trap) serta secara manual (visual counting). Hasil penelitian menunjukkan fluktuasi populasi WBC berada di bawah ambang ekonomi WBC dan hasil analisa korelasi menunjukkan suhu, kelembaban dan curah hujan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kelimpahan populasi WBC. Hal ini ditunjukkan dengan hasil analisis regresi masing-masing pada suhu (Y = - 49.9 + 1.71 X1; R2 = 0,055; P/Sign = 0,484), kelembaban (Y= - 41.829 + 0.598 X2; R2 = 0,457; P/Sign = 0,016) dan curah hujan (Y = 2.845 + 0.512 X3; R2 = 0,217; P/Sign = 0,127). Adapun hubungan antara Suhu/T, Kelembaban/RH dan Curah Hujan/CH terhadap WBC (Y = - 94.2 + 3.00 T + 0.002 RH + 0.804 CH; R2 = 0.581; P/Sign = 0.062) memiliki tingkat signifikansi > 0,05. Indeks keragaman serangga musuh alami WBC termasuk kategori sedang (1,63).Kata Kunci: WBC, Fakor Abiotik, Musuh alami, Lahan sawah
Peningkatan Kualitas Tanah Bekas Tambang Pasir Melalui Penambahan Amelioran Biologis Anne Nurbaity; Anni Yuniarti; Sungkono Sungkono
Agrikultura Vol 28, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.885 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i1.12295

Abstract

ABSTRACTImproving soil quality from sand mining area by application of biological ameliorantsSoil from disturbed mine sites render to be unfertile and have poor characteristics. One of the solutions to improve the soil and to rehabilitate the ecosystem is through application of biological amendments such as organic matter, soil microbes, and plant which known to be adaptive such as dragon fruit (Hylocereus costaricensis). This study was aimed at understanding the effects of arbuscular mycorrhizal (AM) fungi and organic matter on soil C-organic, soil N-total, soil C/N, and length of bud of dragon fruits grown on soil originated from sand mining, Sumedang, Indonesia under greenhouse condition. Different types of organic matter i.e. chicken manure, goat manure, cow manure and rabbit manure were applied. Results of experiment showed that application of manures and AMF was significantly improved soil C-organic content, N-total, and C/N, as well as length of bud of dragon fruit plants. Planting soil from sand mine sites with dragon fruit combined with organic matter and mycorrhiza has potential as restoration tools on ecosystem of sand-mining areas.Keywords: Sand-mine, Mycorrhiza, Manure, Dragon fruitABSTRAKTanah pada lahan bekas tambang galian pasir memiliki tingkat kesuburan yang rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas tanah dan ekosistem di wilayah penambangan pasir adalah melalui aplikasi amelioran biologis berupa bahan organik, mikroba tanah, dan tanaman yang dikenal adaptif terhadap lahan berpasir, seperti buah naga (Hylocereus costaricensis). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian berbagai jenis pupuk kandang (PK: berasal dari kotoran ayam, kambing, sapi, dan kelinci) dan fungi mikoriza arbuskula (FMA) terhadap kandungan C-organik, N-total, C/N tanah dan panjang tunas bibit buah naga super merah yang ditanam pada tanah bekas tambang pasir asal Sumedang, Indonesia pada kondisi rumah kaca. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberikan pupuk kandang dan mikoriza meningkatkan kandungan C-organik, N-total, C/N tanah dan panjang tunas bibit buah naga super merah secara nyata. Kombinasi PK sapi dengan FMA atau PK kelinci tanpa FMA menghasilkan tunas bibit buah naga terbaik. Penanaman buah naga di lahan bekas tambang pasir yang dikombinasikan dengan pupuk kandang dan mikroba tanah seperti fungi mikoriza memiliki potensi sebagai sarana untuk restorasi ekosistem di wilayah penambangan pasir.Kata kunci: Tambang pasir galian C, Pupuk kandang, Mikoriza, Buah naga
Potensi Limbah Media Jamur Konsumsi untuk Menekan Penyakit Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum) pada Tanaman Kentang Noor Istifadah; P. Rizky D. Sianipar
Agrikultura Vol 26, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.502 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v26i2.8465

Abstract

ABSTRACTThe Potential of Spent Mushroom Substrate to Control Bacterial Wilt Disease (Ralstoniasolanacearum) in PotatoBacterial wilt caused by Ralstonia solanacearum is one of important diseases in potato. One ofecofriendly-control measures is the use of organic matters including spent mushroom substrate.This paper discussed the study that examined the potential of spent substrates of oyster mushroom(Pleurotus sp.), shiitake (Lentinus edodes), Auricularia auricula and composted spent mushroomsubstrate to inhibit the growth of Ralstonia solanacearum in vitro and to suppress the diseaseincidence of bacterial wilt disease in potato. The results showed that spent substrate of shiitakemushroom slightly inhibited the growth of R. solanacearum in vitro with inhibition zone 1.5 mm.The spent mushroom substrate applied in the growth medium and drenching its water extractevery week significantly reduced the disease incidence of bacterial wilt disease, however thesuppression level was only 26.1%. The spent substrates of oyster mushroom (Pleurotus sp)., A.auricula and composted spent mushroom substrate did not suppress the disease incidence.Keywords : Lentinus edodes, Pleurotus, Auricularia auricula, organic matters, spent mushroomwater extractABSTRAKLayu bakteri yang disebabkan Ralstonia solanacearum merupakan salah satu penyakit penting padapertanaman kentang. Salah satu cara pengendalian penyakit yang ramah lingkungan adalahdengan menggunakan bahan organik, termasuk limbah media jamur konsumsi. Artikel inimendiskusikan penelitian yang mengkaji potensi limbah media tanam jamur tiram (Pleurotus sp.),jamur shiitake (Lentinus edodes), jamur kuping (Auricularia auricula) dan kompos limbah mediajamur konsumsi untuk menghambat R. solanacearum in vitro serta menekan penyakit layu bakteripada tanaman kentang. Hasil percobaan menunjukkan air rendaman limbah media jamur shiitakerelatif menekan R. solanacearum secara in vitro dengan zona penghambatan 1,5 mm. Limbahmedia jamur shiitake yang diaplikasikan pada medium tanam dan air rendamannya disiramkan ketanaman kentang setiap minggu sekali dapat menurunkan persentase tanaman layu secara nyatadibandingkan dengan kontrol, namun tingkat penekanannya hanya sebesar 26,1%. Limbah mediajamur tiram (Pleurotus sp.), jamur kuping (A. auricula) serta kompos limbah media jamur tidakmenghambat R. solanacearum secara in vitro dan tidak dapat menekan penyakit layu bakteri padatanaman kentang.Kata kunci : Lentinus edodes , Pleurotus, Auricularia auricula, bahan organik, air rendamanlimbah jamur
Pengaruh Mikroba Pelarut Fosfat dan Pupuk P terhadap P Tersedia, Aktivitas Fosfatase, P Tanaman dan Hasil Padi Gogo (Oryza sativa. L.) pada Ultisol Betty Natalie Fitriatin; Anny Yuniarti; Oviyanti Mulyani; Feni Siti Fauziah2; Mohamad Dion Tiara
Agrikultura Vol 20, No 3 (2009): Desember, 2009
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.914 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v20i3.961

Abstract

Mikroba pelarut fosfat (MPF) berperan penting dalam mobilisasi fosfor tanah dan selanjutnya memfasilitasi penyerapannya oleh akar tanaman. Penelitian rumah kaca telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh mikroba pelarut fosfat dan pupuk P terhadap P tersedia, aktivitas fosfatase, populasi mikroba pelarut fosfat, dan konsentrasi P tanaman serta hasil tanaman padi gogo (Oryza sativa L.) yang ditanam pada Ultisols Jatinangor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial yang terdiri atas dua faktor yaitu jenis inokulan MPF dan dosis pupuk fosfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara isolat mikroba pelarut fosfat dengan dosis pupuk P terhadap semua parameter penelitian. Namun inokulasi campuran Pseudomonas sp. dan Penicillium sp. mampu meningkatkan aktivitas fosfatase,  konsentrasi P tajuk hingga 19,23 % dan bobot gabah kering giling (GKG) padi gogo hingga 29,03 %. Aplikasi 75 kg P2O5 ha-1 mampu meningkatkan P tersedia hingga 20,66 % dan bobot GKG  hingga 15,23 % dibandingkan kontrol.
Uji Efektivitas Perangkap Feromon Terhadap Hama Oryctes rhinoceros L. dan Intensitas Kerusakan pada Tanaman Kelapa di Desa Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe, Pulau Ambon Betty Sahetapy; Ester D. Masauna; Rieske Luhukay
Agrikultura Vol 29, No 1 (2018): April, 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.015 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v29i1.16922

Abstract

ABSTRACTEffectiveness trial of pheromone traps against Oryctes rhinoceros L. and its damage intensity on coconut tree at Batulahat Village, Nusaniwe District, Ambon IslandThe research aimed to determine the efficacy of traps containing pheromone in catching the coconut pest, coconut rhinoceros beetle (Oryctes rhinoceros L.) and its effect on reducing the damage severity caused by the pest. The experiment was conducted by observing the damage intensity before treatment and continued with the efficacy testing of the traps containing pheromone (Ethyl 4-methyloctanoate) against the population of the coconut rhinoceros beetle. The damage intensity was measured following the traps treatment. The result demonstrated that the average of damage intensity before and after treatment were 13.33% and 9.61%, respectively. This indicated the effectiveness of traps in catching the coconut rhinoceros beetle. The number of O. rhinoceros caught during the experiment was analysed using quantitative analysis model. The highest number of coconut rhinoceros beetle caught was 9 bettles/2 months at traps containing pheromone. Whilst, the number of coconut rhinoceros beetle caught at traps containing pheromone with lamp demonstrated lower number of coconut rhinoceros beetle. Furthermore, the lower damage intensity at the experimental location was categorized as low. This was due to good agricultural practice implemented by the farmer.Keywords: Coconut, Pheromone, Damage intensityABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan perangkap feromon dalam memerangkap hama Oryctes rhinoceros L. dan pengaruhnya terhadap intensitas kerusakan yang disebabkan oleh hama tersebut. Penelitian dilakukan dengan menghitung Intensitas Kerusakan (IK) yang disebabkan oleh hama O. rhinoceros dan dilanjutkan dengan menguji efektivitas perangkap feromon (Ethyl 4-methyloctanoate) terhadap perkembangan populasi hama tersebut. Intensitas kerusakan dihitung dengan menggunakan formula IK untuk tanaman yang terserang dan yang tidak terserang O. rhinoceros sebelum dan sesudah aplikasi feromon. Hasil penelitian menunjukkan rerata IK sebelum dan sesudah aplikasi feromon masing-masing sebesar 13,33% dan 9,61%. Terjadi penurunan IK karena efektivitas feromon dapat memerangkap hama O.rhinoceros. Jumlah tangkapan O. rhinoceros tiap perlakuan dianalisa dengan model analisis kuantitatif sederhana. Jumlah tangkapan O. rhinoceros terbanyak dengan rerata tangkapan 9 ekor/2 bulan atau sama dengan 4,75 ekor/bulan pada perangkap berferomon saja. Sementara perangkap feromon dan lampu menghasilkan jumlah tangkapan hama O. rhinoceros yang lebih rendah. Lebih lanjut, rerata IK hama O. rhinoceros di desa Latuhalat tergolong kategori ringan karena sistem kultur teknik dari petani setempat sudah dilakukan dengan baik sehingga areal pertanaman kelapa cukup terawat.Kata Kunci: Kelapa, Feromon, Intensitas kerusakan

Page 9 of 40 | Total Record : 395