cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 413 Documents
Penetapan Kelembaban, Tekstur Tanah dan Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Kina (Chinchona spp.) di Sub Das Cikapundung Hulu Melalui Citra Satelit Landsat-TM Image Abraham Suriadikusumah; Aryupti Pratama
Agrikultura Vol 21, No 1 (2010): April, 2010
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2257.725 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v21i1.993

Abstract

Penggunaan citra satelit Landsat TM telah banyak digunakan dalam bidang pertanian, terutama dalam hal penetapan atau identifikasi tutupan permukaan lahan seperti vegetasi, penggunaan lahan, kemiringan lereng, genangan air dan sungai, serta tutupan lainnya.  Studi ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana citra satelit Landsat TM dapat mengiden­tifikasi kelembaban dan tekstur tanah serta analisis kesesuaian lahan tanaman kina (Chinchona spp.) pada Sub-DAS Cikapundung Hulu di Kabupaten Bandung Jawa Barat dengan ketinggian tempat  1000-1500 m di atas permukaan laut. Metode yang digunakan dalam pene­litian ini adalah analisis deskriptif melalui interpretasi citra dengan membuat citra Normalized Difference Soil Index (NDSI), citra transformasi model Tasseled Cap: Wetness Index, survey lapangan dan analisis laboratorium. Hasil studi menunjukkan bahwa interpretasi citra satelit Landsat-TM dengan menggunakan pendugaan citra transformasi, dapat mengiden­tifikasi kelembaban tanah dengan tingkat akurasi 57,14 % dan untuk tekstur tanah sebesar 42,85 %. Karakteristik lahan pada Sub-DAS Cikapundung Hulu dikategorikan cukup sesuai (S2) untuk pengembangan tanaman kina dengan luasan area sebesar 68,69 ha.
1 Pengaruh Biji EKstrak Barringtonia asiatica L. (Kurz) (Lecythidaceae) Terhadap Mortalitas Larva dan Fekunditas Crocidolomia pavonana F. (Lepidoptera: Pyralidae) Danar Dono; Syarif Hidayat; Ceppy Nasahi; Emelda Anggraini
Agrikultura Vol 19, No 1 (2008): April, 2008
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2528.08 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v19i1.601

Abstract

Ekstrak biji Barringtonia asiatica (Lecythidaceae) memiliki aktivitas insektisida, namun pengaruhnya terhadap fekunditas Crocidolomia pavonana (Lepidoptera: Pyralidae) belum diketahui. Percobaan uji toksisitas dilakukan urituk mendapatkan nilai LC50 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri aras perlakuan ekstrak biji B. asiatica pada konsentrasi 0.02%: 0.05%: 0,1%: 0.2%; 0.3%: dan kontrol. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Pengujian dilakultan dengan menggunakan metode residu pada daun sawi pakan. Uji pengaruh ekstrak biji B. asiatica terhadap fekunditas C. pavonana dilakukan dengan metode residu pada daun sawi pakan ke dalam ekstrak biji B asiatica pada konsentrasi 0.09%; 0,15%; 0,22% - (setara dengan LC30, LC50, LC70); dan kontrol. Imago yang berkembang dari larva yang diberi pakan perlakuan diamati fekunditasnya. Hasil percobaan menunjukkan bahwa ekstrak biji B. asiatica bersifat toksik terhadap larva C. pavonana dengan nilai LC50 sebesar 0,15% dan memiliki pengaruh sebagai penghambat aktivitas makan (antifidan). Ekstrak biji B. asiatica pada selang konsentrasi 0,09%-0.22% yang diberikan pada larva C. pavonana berpengaruh terhadap waktu pembentukkan telur, produksi telur, masa oviposisi, dan fertilitas dibandingkan dengan perlakuan kontrol.
Hubungan Bobot Isi dan Kemantapan Agregat Tanah dengan Biomassa Tanaman Jagung Manis dan Cabai Merah setelah diberikan Kombinasi Terak Baja dan Bokashi Sekam Padi pada Andisol, Lembang Henly Yulina; Rina Devnita; Rachmat Heryanto
Agrikultura Vol 30, No 1 (2019): April, 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.851 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v30i1.22696

Abstract

ABSTRACTRelationship between bulk density and soil agaregate stability on biomass of sweet corn and red chili after given combination steel slag and bokashi of husk on Andisol LembangThe objective of this research was to find out relationship between bulk density and soil agaregate stability on biomass of sweet corn and red chili after given combination steel slag and bokashi of husk on Andisol Lembang.This study used a Randomized Block Design Factorial with two factors. The first factor was steel slag and the second factor was bokashi of husk. Each of them consisted of 4 levels of 0%, 2.5%, 5.0% and 7.5% with two replications. The result of this research showed there was relationship between bulk density and soil agaregate stability on biomass of sweet corn and red chili, however only the biomass of red chili was influenced of bulk density and soil agaregate stability.Keywords: Steel slag, Bokashi of husk, Bulk density, Soil agaregate stability, Plant biomassABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bobot isi dan kemantapan agregattanah terhadap biomassa tanaman jagung manis dan cabai merah setelah diberikan kombinasi terakbaja dengan bokashi sekam padi pada Andisol Lembang. Penelitian menggunakan Rancangan AcakKelompok Pola Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama terak baja dan faktor kedua bokashisekam padi masing-masing 4 taraf yaitu 0%, 2,5%, 5,0%, dan 7,5%, diulang dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara bobot isi dan kemantapan agreagat tanahdengan biomassa tanaman jagung manis dan cabai merah, namun hanya biomassa tanaman cabaimerah yang dipengaruhi oleh bobot isi dan kemantapan agregat tanah.Kata Kunci: Terak baja, Bokashi sekam padi, Bobot isi, Kemantapan agregat, Biomassa tanaman
Kualitas Sawo (Achras zapota L.) Kultivar Sukatali Selama Penyimpanan Kusumiyati Kusumiyati; Syariful Mubarok; Wawan Sutari; Farida Farida; Yuda Hadiwijaya; Ine Elisa Putri
Agrikultura Vol 28, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.579 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i2.14959

Abstract

ABSTRACTQuality of sapodilla (Achras zapota L.) cv. Sukatali during storageSapodilla is tropical fruit which contains vitamin, mineral and antioxidant that needed for human health. Process after harvesting before reaching the consumers are includingdistributionto seller or retailer at the market. The purpose of this research aimed to analyze sapodilla quality during storage since harvest to the consumers, such as, firmness, moisture content, total dissolved solid and color. The research was conducted on March to July 2017 at the Laboratory of Horticulture Agriculture Faculty, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. The method used in this experiment was Randomize Block Designed (RBD) with three treatments and nine replications. Total sample were 270 fruits. Sapodillas were harvested at the same maturity stage from the orchad, then stored for 0, 5, and 10 days indoor at room temperature. The result showed that storage duration has an effect to yield quality of sapodilla, specifically the changes at value of firmness, total dissolved solid, and color changes (L*, a*, b*, ohue, and chroma).Keywords: Moisture content, Firmness, Total dissolved solidABSTRAKSawo merupakan buah tropik yang mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan yang diperlukan untuk kesehatan manusia. Proses setelah panen sebelum sampai ke tangan konsumen, pada umumnya melalui jalur distribusi ke pedagang atau penjual di pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas buah sawo selama penyimpanan dari mulai panen hingga di tangan konsumen. Komponen yang diamati meliputi kekerasan buah, kadar air, total padatan terlarut, dan warna. Penelitiandilakukan pada Maret sampai Juli 2017 di Laboratorium Teknologi Produksi Tanaman Divisi Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan diulang sebanyak 9 kali. Total sampel yang digunakan sebanyak 270 buah. Buah sawo dipanen dari kebun sawo pada stadia kematangan yang sama, lalu disimpan selama 0, 5 dan 10 hari dalam ruangan dengan suhu kamar. Hasil penelitian menunjukan bahwa lama penyimpanan berpengaruh terhadap kualitas hasil buah sawo, yaitu perubahan pada nilai kekerasan buah, kadar air, total padatan terlarut, dan perubahan warna (L*, b*, ohue, dan chroma).Kata kunci : Kadar air, Kekerasan buah, Total padatan terlarut
Dampak Penerapan Program SLPTT terhadap Pendapatan Usahatani Padi di Kecamatan Telagasari Kabupaten Karawang Fajar Firmana; Rita Nurmalina
Agrikultura Vol 27, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.323 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v27i1.8475

Abstract

ABSTRACTThe Impact of the Program SLPTT on the Paddy Farm Business Income in Telagasari District, Karawang RegencyOver the past five years, rice consumption level of Indonesian population is still relatively high, at an average of 136.268 kg per capita per year. Although rice production in Indonesia has increased, government still imports to meet domestic demand. One of government's efforts to solve the problem is by implementing the Field School of Integrated Crop Management (SLPTT). The purposes of this research are to describe the activity of technology on rice farming, to evaluate the implementation of SLPTT and non-SLPTT program, and to analyze the income of rice farm business from SLPTT and non-SLPTT program in Kalibuaya Village. The study was conducted with direct observation and interview to the rice farmers in Kalibuaya Village as respondents selected by cluster sampling and purposive sampling method. The differences of the technology components used in the rice farming activities were detected between farmers of the SLPTT and non-SLPTT program. Rice farm business of the SLPTT program wass more efficient than non-SLPTT program with ratios of R/C on total cost were 1.88 and 1.79, respectively.Keywords: Rice production, Rice farming activities, R/ C, SLPTTABSTRAKSelama lima tahun terakhir, tingkat konsumsi beras penduduk Indonesia masih tergolong tinggi yaitu rata-rata 136,268 kg per kapita per tahun. Meskipun saat ini produksi beras di Indonesia mengalami peningkatan, akan tetapi sampai saat ini pemerintah masih melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan menerapkan program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan keragaan teknologi usahatani, mengevaluasi penerapan komponen teknologi program SLPTT dan non program SLPTT, menganalisis pendapatan usahatani padi program SLPTT dan non program SLPTT. Penelitian dilakukan dengan observasi langsung dan wawancara kepada petani sebagai responden di Desa Kalibuaya melalui metode cluster sampling dan purposive sampling, Terdapat beberapa perbedaan penggunaan komponen teknologi antara petani program SLPTT dan non SLPTT ketika melakukan kegiatan usahatani padi. Usahatani padi program SLPTT lebih efisien dibandingkan dengan non program SLPTT dengan rasio R/C atas biaya total masing-masing sebesar 1,88 and 1,79.Kata Kunci: Produksi padi, Activitas usahatani padi, R/C, SLPTT
Penambahan Gula untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Antagonisme Khamir Rhodotorula minuta terhadap Colletotrichum acutatum Penyebab Antraknosa Cabai secara In-vitro Sri Hartati; Wahyu Daradjat Natawigena; Noor Istifadah; Sri Rosmala Dewi
Agrikultura Vol 29, No 2 (2018): Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.875 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v29i2.19251

Abstract

ABSTRACTThe addition of sugar to increase the growth and antagonism of Rhodotorula minuta against Colletotrichum acutatum, the causal agent of anthracnose on chilli in-vitroBiocontrol can be used as an alternative in controlling anthracnose disease on chilli caused by Colletotrichum acutatum. One of the antagonistic agents that reported to be able to control anthracnose on chilli is Rhodotorula minuta. Some sugars can be utilized by R. minuta for its growth and antagonism. This research was objected to study the effect of addition of some sugars to increase the growth and antagonism of R. minuta. The experiment was arranged in the completely randomized design with 16 treatments and 3 replications. The treatments were addition of glucose, sucrose, trehalose, D-mannitol, and D-xylose at 1%, 2.5% and 5% each. The results showed that the addition of glucose, sucrose, trehalose, D-mannitol, and D-xylose were able to increase the growth of R. minuta. The addition of glucose, sucrose, trehalose, and D-mannitol increased antagonism of R. minuta. The addition of 1% sucrose was able to stimulate the highest growth rate of R. minuta at the cell density of 3.87 x 107 cells/ml. The addition of trehalosa 2.5% increased the colony growth at 3 and 6 days after treatment. Sucrose 2.5%, D-manitol 5%, and glukosa 2,5% caused the highest relative inhibition of R. minuta against C. acutatum.Key words: antagonistic yeast, glucose, sucrose, trehalose, D-mannitol, D-xyloseABSTRAKPengendalian hayati dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengendalikan penyakit antraknosa pada cabai. Salah satu agens antagonis yang telah dilaporkan mampu mengendalikan penyakit antraknosa pada cabai yang disebabkan oleh Colletotrichum acutatum adalah khamir Rhodotorula minuta. Beberapa gula dapat dimanfaatkan oleh R. minuta untuk pertumbuhan dan antagonismenya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan beberapa gula untuk meningkatkan pertumbuhan dan antagonisme R. minuta. Percobaan dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 16 perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari penambahan gula glukosa, sukroa, trehalosa, D-mannitol dan D-xylose dengan konsentrasi masing-masing gula 1%, 2,5% dan 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penambahan gula glukosa, sukrosa, trehalosa, D-mannitol, dan D-xylose dapat meningkatkan pertumbuhan R. minuta. Penambahan gula glukosa, sukrosa, trehalosa, dan D-mannitol dapat meningkatkan antagonisme R. minuta. Perlakuan penambahan gula sukrosa 1% merupakan perlakuan yang dapat meningkatkan pertumbuhan R. minuta dengan kerapatan sel tertinggi yaitu sebesar 3,87 x 107 sel/ml. Penambahan trehalosa 2,5% dapat meningkatkan pertumbuhan koloni pada 3 HSP dan 6 HSP. Sukrosa 2,5%, D-manitol 5% dan glukosa 2,5% menyebabkan tingkat hambatan relatif R. minuta tertinggi terhadap C. acutatum.Kata kunci : Khamir antagonis, glukosa, sukrosa, trehalosa, D-mannitol, D-xylosa
Reproduksi, Fekunditas dan Lama Hidup Tiap Fase Perkembangan Plutella xylostella (Lepidoptera : Ypnomeutidae) pada Beberapa Jenis Tumbuhan Cruciferae Nenet Susniahti; Tarkus Suganda; Sudarjat Sudarjat; Danar Dono; Andhita Nadhirah
Agrikultura Vol 28, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.102 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i1.12296

Abstract

ABSTRACTReproduction, fecundity and period of each growth phase of Plutella xylostella on some species of crucifersPlutella xylostella L. is one of major pests of cabbage (Brassica oleracea). P. xylostella, also known as diamondback moth, is an oligophagous with limited host only a crucifers. The pest often causes damage on the plant in the low to high altitude of the land. It is able to attack cabbage leaf from seedling to harvesting. An alternative controlling method that can be done is by using potential parasitoid, Diadegma semiclausum. Its application can be done using conservation technique through environment modification such as planting ornamental plants as parasitoid food source and alternative host for P. xylostella. The research aimed to find alternative host for P. xylostella. Experiment was conducted at greenhouse of Department Plant Pests and Disease, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. Experiment was carried out by observation method using Randomized Blocked Design consisted of five treatments and four replications. The result demonstrated that Rorippa indica and Cardamine hirsuta were alternative host for P. xylostella. The average number of eggs laid on R. indica and C. hirsuta were 226.75 and 216.25 eggs, respectively. Survival rate of P. xylostella infested on R. indica was 32.50% whereas the survival rate of P. xylostella infested on C. hirsute was 28.75%. It can be concluded that P. xylostella was able to spend its whole life cycle on both plants.Keywords: Crucifers, Fecundity, Growth phase, P. xylostella, ReproductionABSTRAKPlutella xylostella L. merupakan salah satu hama utama kubis (Brassica oleracea). P. xylostella, juga dikenal sebagai Diamondback moth, yang bersifat oligofag dengan inang terbatas hanya pada tanaman kubis-kubisan. Hama ini sering menyebabkan kerusakan tanaman pada dataran rendah dan tinggi. Hama ini dapat menyerang pertanaman kubis pada saat bibit sampai panen. Sebuah metode pengendalian alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan parasitoid, Diadegma semiclausum. Penerapannya dapat dilakukan dengan menggunakan teknik konservasi melalui modifikasi lingkungan seperti menanam tanaman hias sebagai sumber pakan untuk parasitoid dan inang alternatif untuk P. xylostella. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan inang alternative dari P. xylostella. Percobaan dilakukan di rumah kaca Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Percobaan ini dilakukan dengan metode observasi menggunakan RancanganAcak Kelompok yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rorippa indica dan Cardamine hirsuta merupakan inang alternatif bagi P. xylostella. Rata-rata jumlah telur yang diletakan pada R. indica dan C. hirsuta adalah 226, 75 dan 216,25 butir. Kelulusan hidup P.xylostella yang di-infestasikan pada R. indica adalah 32,50% dan pada C. hirsuta adalah 28,75%. serta pada kedua jenis tanaman tersebut, P.xylostella dapat menyelesaikan seluruh siklus hidupnya.Kata Kunci : Cruciferae, Fase perkembangan, Fekunditas, P. xylostella, Reproduksi
Pengaruh Jarak Tanam dan Aplikasi Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merril) Varietas Kaba Deden Deden
Agrikultura Vol 26, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.07 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v26i2.8466

Abstract

ABSTRACTEffect of Plant Spacing and NPK Fertilizer Application on Plant Growth and Yield of Soybean(Glycine max L. Merril) of Kaba VarietyThis study aim was to determine the effect of plant spacing and NPK fertilizer application on thegrowth and yield of soybean of Kaba variety. The experiment was conducted in the field of theUPTD Balai Pengembangan Benih Palawija (BPBP), Plumbon Sub district, Cirebon District, WestJava from April to July 2014. The experimental method used was an experimental method withRandomized Block Design (RAK) with factorial arrangement of two treatment factors that wasrepeated three times. The first factor was the plant spacing consisted of three levels of 40x10, 40x15and 40x20 cm of plant spacing, while the second factor was the dose of NPK fertilizer whichconsisted of four levels of 200, 250, 300 and 350 kg/ha. Result showed that there was interactionbetween plant spacing and dose of NPK fertilizer to the average of leaf area index of soybean Kabavariety at the age of 21 days after planting. The treatment of Phonska NPK fertilizer in the dose of350 kg/ha gave the best soybean production of 1.44 kg/plot or the equivalent of 1.91 tons/ha(assuming of effective land conversion of 80%/ha), while the plant spacing did not show anysignificant effects the soybean production.Keywords: soybean, plant spacing, NPK fertilizerABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan aplikasi pupuk NPK terhadappertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max) varietas Kaba. Penelitian dilaksanakan dilahan di UPTD Balai Pengembangan Benih Palawija (BPBP), Plumbon, Cirebon, Jawa Barat daribulan April sampai dengan Juli 2014. Metode percobaan yang digunakan yaitu metode eksperimendengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan perlakuan terdiri dari dua faktoryang diulang tiga kali. Faktor yang pertama adalah jarak tanam yang terdiri dari tiga taraf yaitu40x10, 40x15 dan 40x20 cm, sedangkan faktor yang kedua adalah dosis pupuk NPK yang terdiri dariempat taraf yaitu 200, 250, 300 dan 350 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksiantara jarak tanam dan dosis pupuk NPK terhadap rata-rata indeks luas daun tanaman kedelaivarietas Kaba pada umur 21 hari setelah tanam. Dosis pupuk NPK Phonska 350 kg/hamenghasilkan produksi terbaik sebanyak 1,44 kg/petak atau setara dengan 1,91 ton/ha (asumsikonfersi lahan efektif 80%/ha), sedangkan jarak tanam pada perlakuan tidak menunjukkan adanyapengaruh nyata terhadap produksi kedelai.Kata kunci: kedelai, jarak tanam, pupuk NPK
Pengaruh Umur Pindah Tanam Bibit dan Populasi Tanaman terhadap Hasil dan Kualitas Sayuran Pakcoy (Brassica campestris L., Chinensis group) yang Ditanam dalam Naungan Kasa di Dataran Medium Ferry Firmansyah; Tino M. Onngo; Aos M. Akyas
Agrikultura Vol 20, No 3 (2009): Desember, 2009
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.424 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v20i3.963

Abstract

Di daerah tropis, intensitas cahaya dan suhu udara  tinggi adalah masalah yang dihadapi pada budidaya sayuran introduksi dari daerah subtropis sehingga sayuran tersebut harus ditanam di dataran tinggi. Dalam usaha penanaman tanaman sayuran dataran tinggi di dataran medium, penaungan adalah salah satu usaha untuk mengatasi masalah tersebut. Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh interaksi dari naungan bahan ­kasa untuk memanipulasi faktor lingkungan  dengan kultur teknik (umur pindah tanam bibit dan populasi tanaman) terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas hasil tanaman pakcoy.  Metode percobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi  dengan dua faktor dan tiga ulangan. Petak utama adalah penggunaan naungan  dan anak petak adalah kombinasi umur pindah tanam  dan populasi tanaman. Hasil percobaan menunjukkan bahwa interaksi antara penggunaan naungan dan  kombinasi teknik budidaya hanya terlihat pada luas daun saat panen. Penggunaan naungan pada populasi 50 tanaman m-2 dengan umur bibit 2 dan 3 minggu menghasilkan luas daun yang lebih lebar dibandingkan perlakuan lainnya. Naungan kasa mampu menurunkan intensitas cahaya matahari pada siang hari sampai sekitar 32 % dan berakibat pada penurunan suhu siang hari sekitar 2 OC – 3 OC.  kondisi ini menyebabkan pertumbuhan tanaman lebih tinggi, hasil panen lebih banyak, persentase jumlah tanaman layak pasar lebih besar, serta warna hijau daun yang lebih cerah. Kombinasi umur bibit 2 minggu dan populasi 50 tanaman m-2, menghasilkan tanaman dengan jumlah daun lebih banyak. Pada pertanaman dengan populasi 50 tanaman m-2, bobot kering pupus dan akar lebih tinggi sedangkan dengan populasi 100 tanaman m-2 hasil panen lebih tinggi.
Pengaruh Pemberian Pupuk Mikro Zn dan Cu serta Pupuk Tanah terhadap Perkembangan Empoasca sp. pada Areal Tanaman Teh Fani Fauziah; Restu Wulansari; Erdiansyah Rezamela
Agrikultura Vol 29, No 1 (2018): April, 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.752 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v29i1.16923

Abstract

ABSTRACTThe effect of Zn and Cu micro-fertilizer and soil fertilizer on the development of Empoasca sp. in tea plantation areaFertilization has an important role for the entire process of metabolism and improves plant health. Tea plants are plants that require macro and micro nutrient inputs. The micro elements of Zn and Cu are needed for energy production, protein synthesis, formation of auxin hormones and increament of plant resistance to pest attack. This study aimed to determine the effect of Zn and Cu micro fertilizer and soil fertilizer on the development of Empoasca sp. The study was conducted from January to July 2017 at Gambung Experimental Station with an altitude of 1350 asl. The experiment was designed with Randomized Block Design (RBD) Factorial pattern with the following treatment arrangement: Factor A = 1) Without Micro Fertilizer, 2) Micro Fertilizer of Zn and Cu 200 g/ha/application, and 3) Zn and Cu 300 g/ha/application; Factor B = 1) Soil fertilizer of 100% recommended dosage, 2) Soil fertilizer of 75% recommended dosage, and 3) Soil fertilizer of 50% recommended dosage. All treatmnets were repeated three times. Application of micro fertilizers was carried out after six times of tea-leaf picking, while soil fertilizer was applied once at the beginning of the experiment. Observation parameters were population and attack intensity of Empoasca sp., as well as shoot production (kg/25 m2 plot size). The results showed that the application of fertilizers had an effect on the decrease of attack intensity and the population of Empoasca sp. in all treatments. Average attack intensity and population of Empoasca sp. at the end of the observation did not differ significantly of 31.64% and 2.55 Empoasca sp. per plant. Meanwhile, the highest total production of 36.56 kg/plot was obtained from the application of micro fertilizer Zn and Cu in the dosage of 200 g/ha/application at all doses of soil fertilizer, but there was no interaction between treatment factors.Keywords: Micro fertilizer, Soil fertilizer, Empoasca sp., Tea plantABSTRAKPemupukan memegang peranan penting untuk seluruh proses metabolisme dan meningkatkan kesehatan tanaman. Tanaman teh merupakan tanaman yang memerlukan input unsur hara makro dan mikro. Unsur mikro Zn dan Cu diperlukan tanaman untuk produksi energi, sintesis protein, pembentukan hormon auksin serta meningkatkan resistensi terhadap serangan organisme pangganggu tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pemberian pupuk mikro Zn dan Cu serta pupuk tanah terhadap perkembangan Empoasca sp. Penelitian dilaksanakan dari bulan Januari hingga Juli 2017 di Kebun Percobaan Gambung dengan ketinggian 1.350 mdpl. Percobaan dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Faktorial dengan susunan perlakuan sebagai berikut: Faktor A = 1) Tanpa Pupuk mikro, 2) Pupuk mikro Zn dan Cu 200 g/ha/aplikasi, dan 3) Pupuk mikro Zn dan Cu 300 g/ha/aplikasi; Faktor B = 1) Pupuk tanah 100% dosis anjuran, 2) Pupuk tanah 75% dosis anjuran, dan 3) Pupuk tanah 50% dosis anjuran. Perlakuan diulang sebanyak tiga kali ulangan. Aplikasi pupuk mikro dilaksanakan setelah pemetikan sebanyak enam kali, sedangkan pemberian pupuk tanah dilakukan satu kali diawal percobaan. Parameter pengamatan yaitu populasi, intensitas serangan Empoasca sp., dan produksi pucuk (kg/plot 25 m2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk berpengaruh terhadap penurunan intensitas serangan dan populasi Empoasca sp. pada seluruh perlakuan. Rata-rata intensitas serangan dan populasi Empoasca sp. pada akhir pengamatan tidak berbeda nyata sebesar 31,64% dan 2,55 ekor per tanaman. Sementara itu, total produksi tertinggi diperoleh dari aplikasi pupuk mikro Zn dan Cu dosis 200 g/ha/aplikasi pada semua dosis pupuk tanah yaitu sebesar 36,56 kg/plot, namun tidak terjadi interaksi antar faktor perlakuan.Kata Kunci: Pupuk mikro, Pupuk tanah, Empoasca sp., Tanaman teh