cover
Contact Name
PUTU ESA GUSTAFELLASER
Contact Email
esa.gustafellaser@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
esa.gustafellaser@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Public Inspiration : Jurnal Administrasi Publik
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 25812378     EISSN : 25805975     DOI : https://doi.org/10.22225
PUBLIC INSPIRATION: Jurnal Administrasi Publik is a journal research published by Postgraduate program of Public Administration, Universitas Warmadewa. This Journal is a group of research including; Social science, Psychology, Politic, Anthropology, Information technology, Culture, and Law. This Journal is published twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 131 Documents
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TELEVISI SWASTA SIARAN JARINGAN DI BALI OLEH KOMISI PENYIARAN INDONESIA DAERAH BALI Emma Ratna Sari Moedy
Public Inspiration : Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 No. 1 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pi.2.1.2017.27-37

Abstract

Frequencies are public property in accordance with the mandate of Act No. 32 of 2002 on broadcasting that it contains the principles of broadcasting is based on the diversity of content and diversity of ownership. Television broadcast network is a realization of the principle of the commitment of 10% local content and legal entities owned by the television network members. Empirical facts network broadcasting system failure with the dominance of the content of the center and centralization at the central network. The purpose of this study was to determine the factors that affect KPID Bali at the implementation of private television broadcasting network in Bali and find out how the implementation of policies of private television broadcasting network in Bali. The study used descriptive qualitative approach. Data collection through interviews with informants purposively, and observation. Processing and analysis of data using triangulation using the model of implementation of the public policy of George Edward III. The results of this study indicate that only reached 6-7% local content and the presence of a legal entity for a network not directly make network has full authority. Implementation of a networked private television broadcasting policy is ineffective because communication is by cases, budget constraints, lack of commitment to carry local broadcast in a networked broadcast system in Bali as well as the high costs required for setting up local broadcasts. Member of network does not have full authority although it has had its own legal entity because it is still dominated by the network in the center. Punishment has not been able to ensure a deterrent effect because the authority KPID Bali only limited administrative sanctions for those who violate the regulation. Anugrah KPID Award rewards in the form can not be implemented on a regular basis because of the SOP licensing and supervision of broadcast content in accordance with regulation KPID Bali. Fragmentation in the implementation of networks broadcasting in Bali involving the Communication and Information Ministry and the Provincial Government of Bali. Television programs run on economical reasons not usefulness to the public under the existing regulations.
KUALITAS PELAYANAN PENERBITAN IZIN UNTUK MEWUJUDKAN GOOD GAVERNANCE DI BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BADUNG I Made Sumada
Public Inspiration : Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pi.2.2.2017.65-75

Abstract

Abstrak Pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat merupakan tugas yang sangat. Pelayanan yang di berikan kepada masyarakat di bidang penerbitnan izin selama tiga tahun berturut-turut, oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Badung belum maksimal. Berdasarkan hal di atas, penulis dapat merumuskan masalah penelitian ini yaitu : Bagaimana kualitas pelayanan publik di Badan Pelayanan PerizinanTerpadu (BPPT) Kabupaten Badung. Dalam pelaksanaan pelayanan izin di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Badung dianalisis dengan menggunakan teori Kotler (dalam Supranto,1997 : 231) berdasarkan dimensi kualitas pelayanan, yaitu bukti fisik (tangibles), keandalan (Reliability), keresponsifan (Responsiveness), keyakinan (Confidence), dan empati (Emphaty). Pendekatan penelitian yang penulis gunakan deskriptif kualitatif, mempergunakan informan kunci (key informan). Dari hasil penelitian yang penulis lakukan bahwa belum maksimalnya pelayanan yang di lakukan oleh BPPT Kabupaten Badung di sebabkan oleh sering errornya system, dan masih ditemukan penempatan SDM yang kurang sesuai dengan keahliannya.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, MOTIVASI KERJA, DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI BAGIAN KEUANGAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN TABANAN Gusti Ayu Putu Sri Suningsih; I.B. Darma Negara; Nengah Ganawati
Public Inspiration : Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 No. 1 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pi.2.1.2017.38-49

Abstract

Employee performance is the key to progress and success of the organization. Performance that is owned by the Organization on the fact of the matter is a result of work requirements to be met by employees. The company's performance is highly determined by the qualified employees. This research aims to know the role of disciplined employee in mediated influence of organizational culture, work motivation on performance employee in the financial section of the regional secretariat of the Tabanan Regency. The research method used is descriptive quantitative. Data processing technique using the analysis of Partial Least Squares (PLS) multivariate statistical techniques. The sample of this research was the performance of employees in the financial section of the regional secretariat of the Tabanan Regency as much as 85 respondents. Results of the study prove that organizational culture positive and significant effect against the discipline of work.organizational culture positive effect against the discipline of employees. Motivation work a positive and significant against the discipline pf work. A positive and significant effect of motivation against the performance of employees. The positive effect of work discipline against the performance of the employees, but not significant. The discipline of work is not mediation variables between the culture of the Organization against the performance of employees. The discipline of work is not a variable mediation between motivation on performance employee. To the employees of the Regional Secretariat of the financial part of Tabanan Regency recommended to further investigate the factors that affect performance, and the issue of what happened, and how should they fix the issue, thus achieved an optimal employee performance.
PERLUNYA BADAN PENGELOLA WARISAN BUDAYA DUNIA DI DAERAH PROVINSI BALI I Gde Parimartha
Public Inspiration : Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pi.2.2.2017.58-64

Abstract

Pemerintah Provinsi Bali sepakat menjadikan situs-situs itu sebagai areal yang dipertahankan keberadaannya, sebagai situs yang dilindungi dari berbagai upaya perubahan atau perusakan atas keadaan dan makna yang diberikan kepadanya. Suatu situs diakui sebagai WBD bukan perkara gampang. Pengakuan didapat melalui suatu proses pengkajian yang mendalam mengenai keadaan, fungsi dan makna yang dimiliki oleh situs tersebut. Dalam bidang kehidupan sosial, masyarakat Bali memiliki bentuk-bentuk sistem organisasi sosial, seperti desa, banjar, dan subak yang berfungsi mewadahi kreativitas manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Terakhir, benda-benda hasil karya manusia Bali, seperti: candi, rumah, keris, kain-kain dalam berbagai corak yang menunjukkan juga adanya konsep atau ide-ide di dalamnya. Namun ketika di dalam hasil karya manusia itu juga terselip ide atau gagasan, maka hasil karya itu (keris maupun kain), dapat juga dikategorikan sebagai warisan budaya tak benda yang perlu dilindungi dan dilestarikan. Memperhatikan keadaan situs Warisan Budaya Dunia seperti demikian, tampak penting dirumuskan Ranperda yang kemudian dapat menjadi Perda Badan Pengelola Warisan Budaya Dunia. Formulasi peraturan tersebut diharapkan dapat dijadikan payung hukum dalam praktek pengelolaan, tanpa mengabaikan hal-hal penting yang menjadi keistimewaan atau kekhususan wilayah yang dijadikan WBD. Dalam hubungan ini, juga penting adanya kesamaan persepsi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menjalankan tugas melestarikan nilai warisan kebudayaan Bali.
Petikan Uttara Kanda Dalam Marginalisasi Perempuan Hindu Pasca Perceraian Di Kota Denpasar Made Detrichyeni Winaya
Public Inspiration : Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pi.3.2.2018.68-71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperkaya wawasan tentang kajian adat, budaya, dan agama berkenaan dengan marginalisasi perempuan Hindu pasca perceraian. Penelitian ini juga bertujuan utuk melakukan pengembangan, pengujian, dan penemuan teori agama dan budaya berkaitan dengan topik dimaksud. Hasil Penelitian ini mencakup 1) aspek bentuk marginalisasi, 2) aspek faktor penyebab marginalisasi, dan 3) aspek implikasi marginalisasi itu sendiri. Dari aspek no 1) akan dibahas tentang bentuk-bentuk marginalisasi berkenaan dengan social, adat dan budaya. Dari aspek no 2) akan dilihat faktor-faktor penyebab mengapa terjadi marginalisasi. Sedangkan dari aspek no 3) akan dilihat dampak dari marginalisasi tersebut terhadap perempuan Hindu pascaperceraian ditinjau dari haknya dalam melakukan kegiatan sosial, adat, budaya, dan agama, serta dampak psikologisnya.
MANAJEMEN KONFLIK PADA MASYARAKAT DI ERA GLOBAL Ardaha i ketut
Public Inspiration : Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pi.2.2.2017.50-57

Abstract

Tahun 2018 adalah tahun politik. Diperlukan kesiapan untuk mengatasi berbagai permasalahan social budaya, ekonomi dan politik yang cenderung menguat menjelang hingga selesainya tahun politik ini. Di satu pihak proses demokratisasi hendaknya dibiarkan berjalan sesuai dinamika zamannya, namun di pihak yang lainnya upaya cerdas dalam mengantisipasinya perlu dipikirkan dengan baik, sehingga diperlukan upaya manajemen konflik yang memiliki wawasan kebangsaan berdasarkan pengalaman kesejarahan masa lalu. Tulisan ini membahas bagaimana riak-riak yang terjadi di masa lalu, yang dapat dipergunakan sebagai bekal dalam menghadapi masa sekarang menuju pembangunan demokrasi masyarakat yang dewasa cerdas. Dengan ini tentu pembangunan demokrastisasi masyarakat Indonesia diharapkan berjalan dengan baik, sehingga tidak mengganggu kestabilan kehidupan masyarakat luar terlebih-lebih akan mengarah pada proses disintegrasi. Kata kunci:tahun politik, pilkada, konflik dan manajemen konflik
PENGARUH SISTEM DIGITAL DAN KEAMANAN ARSIP TERHADAP EFISIENSI WAKTU KERJA PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KOTA DENPASAR Dayu Junie
Public Inspiration : Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pi.2.2.2017.81-90

Abstract

One of the step that Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Denpasar has taken to improve work time efficiency, have pay attention for influence of the factors amongs digital archives system and safety archives. The formulation of the problem in this research is whether digital archives system has the influence to work time efficiency at Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Denpasar, whether safety archives the influence to work time efficiency at Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Denpasar, whether digital archives system and safety archives in simultaneous has influence to work time efficiency at Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Denpasar. Distination of this research is to know influence digital archives system toward work time efficiency at Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Denpasar, to know influence safety archives toward work time efficiency at Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Denpasar, to know influence digital archives system and safety archives in simultaneous toward work time efficiency at Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Denpasar To solve the problems, the research conducted with the study sample of 35 employees at Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Denpasar. The techniques of data collection through questionnaire. The analysis technique used is linier regression analysis. Based on the results obtained conclusions include there is positive and significant influence between digital archives system to work time efficiency at Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Denpasar. There is positive and significant influence between safety archives to work time efficiency at Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Denpasar. There are positive and significant influence between digital archives system and safety archives to work time efficiency at Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Denpasar.
BUDAYA PELAYANAN PUBLIK DESA WISATA TRADISIONAL PANGLIPURAN KELURAHAN KUBU BANGLI A.A Gde Raka; Anak Agung Istri Manik Warmadewi
Public Inspiration : Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pi.2.2.2017.76-80

Abstract

Pelayanan yang prima menjadi kata kunci keberhasilan suatu destinasi wisata dalam menarik minat wisatawan. Pola-pola pelayanan publik seringkali dihubungkan dengan model pelayanan modern. Padahal system pelayanan tradisional berbasis budaya local boleh jadi menjadi ciri tersendiri dalam menunjang animo wisatawan untuk datang berkunjung. Artikel ini berupaya mencermati budaya pelayanan publik desa wisata tradisional penglipuran Kelurahan Kubu Bangli dalam menjaga citra wisata Bali sebagai Daerah Tujuan Wisata (DTW) dunia. Masalah yang dikaji mencakup: (1) bagaimanakan bentuk-bentuk pelayanan publik yang diterapkan, dan (2) apa implikasinya terhadap perkembangan desa wisata tradisional Penglipuran. Metode yang digunakan dalam mengungkapkan budaya pelayanan publik adalah melalui wawancara mendalam kepada sejumlah pengelola desa wisata Penglipuran. Data yang terhimpun dianalisis dengan metode hermeneutik. Hasil kajian menunjukan bahwa bentuk-bentuk pelayanan publik yang diterapkan oleh pengelola destinasi wisata bersumber dari budaya lokal yang ternyata tidak jauh berbeda dengan prinsip-prinsip pelayanan modern. Model pelayanan di Desa Wisata Tradisional Penglipuran mampu mendongkrat citra daya Tarik wisata yang ada sehingga menjadi salah satu desa wisata yang terkenal di Bali.
PELAYANAN BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN DI JAWA BARAT Ika Widiastuti
Public Inspiration : Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pi.2.2.2017.91-101

Abstract

Peningkatan kualitas pelayanan publik pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Jawa Barat sangatlah penting agar dapat meningkatkan kepuasan terhadap masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, sistem serta harga yang terjangkau. Cita-cita awal pelaksanaan BPJS Kesehatan adalah agar masyarakat bisa terlayani dengan baik di puskesmas namun masih terdapat permasalahan yang harus dibenahi. Tujuan penulisan adalah 1) untuk mengetahui dan membahas pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Jawa Barat, 2) mengumpulkan informasi serta mengembangkan konsep pelayanan BPJS kesehatan di Jawa Barat. Metode penulisan ini adalah kajian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif dan eksploratif. Dapat disimpulkan bahwa 1) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang selanjutnya disingkat BPJS adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial. BPJS terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Kesehatan adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan. 2) terdapat permasalahan yang harus dibenahi baik berupa sistem, prosedur, SDM (tenaga medis), maupun sarana prasarana serta belum menerapkan prinsip responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik bidang kesehatan di Jawa Barat, 3) pelayanan bidang kesehatan belum memenuhi standar pelayanan publik yang baik, akses masyarakat untuk mendapatkan manfaat pelayanan sangat terbatas, masyarakat belum bisa mendapatkan pelayanan disemua fasilitas kesehatan. Kata kunci: pelayanan, BPJS, kesehatan
Reformasi Administrasi dan Birokrasi Pemerintahan Daerah Dalam Menigkatkan Kualitas Layanan Publik di Daerah Gede Sandiasa; Putu Agustana
Public Inspiration : Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 1 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pi.3.1.2018.1-8

Abstract

Tujuan pelaksanaan reformasi administrasi dan birokrasi pemerintahan daerah adalah untuk meningkatkan kualitas layanan publik di daerah, untuk menjadikan kinerja organisasi pemerintah daerah yang lebih efektif, menyentuh kebutuhan masyarakat di daerah, memaksimalkan pengelolaan sumberdaya pembangunan berbasis kepentingan masyarakat. Reformasi administrasi dan birokrasi pemerintah daerah dapat diwujudkan dalam tiga hal, yaitu pertama adalah a) penguatan pada regulasi dan kebijakan pemerintah; b) penerapan e-government dan e-governance dan c) kerjasama antar pemerintah “collaborative Governance”, bertujuan pertama, memperkuat pemerintahan di daerah, meredifinisi hubungan pusat dan daerah, daerah dengan daerah lainnya dalam territorial bond. Kedua, reformasi mendorong partisipasi dan kepercayaan publik kepada pemerintah daerah melalui system kerja yang trasfaran, efektif, efisien, responsif dan di dukung oleh akuntabilitas yang tinggi. Rekomendasi, diperlukan sinergitas antar pemerintah yang bertumpu pada kepentingan nasional dan kepentingan masyarakat, menyusun regulasi dan kebijakan yang bersifat fleksibel, adaptif, kreatif dan dapat mendorong peningkatan kapasitas daerah dalam mengelola potensi daerah, serta mampu bersaing pada era kekinian dan di masa mendatang.

Page 2 of 14 | Total Record : 131