cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 25977555     EISSN : 25989871     DOI : https://doi.org/10.22225/wicaksana
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2019)" : 10 Documents clear
PKM KELOMOK TANI IKAN DI DESA BEBETIN, KECAMATAN SAWAN, KABUPATEN BULELENG PROVINSI BALI Dewa Nyoman Sadguna; I Made Kawan; Ni Made Darmadi
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.3.2.2019.1-20

Abstract

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Anakan Jepun dan Unit Pembenihan Rakyat (UPR) di Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng adalah berdasarkan kebutuhan kelompok tani mitra untuk memproduksi benih ikan Nila baik secara kuantitas maupun berkualitas melalui penerapan teknologi tepat guna yaitu pemijahan ikan menggunakan “Kantong Jaring Tenggelam” dan panen benih menggunakan “Jaring Gelar” serta penerapan manajemen administrasi kegiatan kelompok pada kelompok mitra. Teknologi ini sangat diharapkan mengingat sampai saat ini kelompok belum mampu memenuhi kebutuhan benih ikan nila untuk pembudidaya ikan KJA di Danau Batur. Kelompok mitra yang telah diberikan penyuluhan & diskusi, pelatihan manajemen administrasi kegiatan kelompok dan praktek pemijahan ikan penggunakan “kantong jaring tenggelam” dan praktek panen benih menggunkan “jaring gelar”, telah mengikuti kegiatan dengan serius dan 95 persen (%) peserta mampu menenerapkan teknologi tepat guna yang telah diprogramkan. Hasil praktek penggunakan alat pemijahan dengan “kantong jaring tenggelam” dan penen benih dengan “jaring gelar”, dapat menghasilkan benih dengan daya hidup 99% dimana sebelumnya hanya bisa mencapai kurang dari 50%. Demikian pula benih yang dikirim sampai kepada konsumen benih (para Pembudidaya ikan di Danau Batur) dapat mecapai daya hidup 100% dibandingkan sebelumnya maksimal mencapai 70%. Kantong Jaring Tenggelam, Jaring Gelar, manajemen Kelompok
Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Pada Universitas Warmadewa Dalam Rangka Penguatan Daya Saing Perguruan Tinggi di Masa Depan Ida Bagus Agung Dharmanegara
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.3.2.2019.61-70

Abstract

Beberapa tahun terakhir telah terjadi pergeseran yang sangat penting dan fundamental pada ilmu pengetahuan, pendidikan, dan tehnologi. Revolusi industri 4.0. telah menjadi tanda alarm bagi perguruan tinggi yang berusaha meningkatkan daya saingnya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri karena fokus dari pendidikan tinggi sebelumnya telah bergeser dari input kepada output, dengan fokus pada mahasiswa dapat menguasai bagaimana menciptakan hasil sebelum bergerak ke konten pembelajaran yang lebih tinggi. Tetapi perlu diketahui bahwa sebuah perguruan tinggi terdiri tidak hanya dari mahasiswa selaku pelanggan utamanya, maupun dosen selaku ujung tombak dari tri dharma perguruan tinggi. Organisasi perguruan tinggi perlu untuk lebih memperhatikan pengelolaan sumber daya manusia secara keseluruhan. Artikel ini bertujuan untuk menawarkan gagasan penting terkait dengan pengelolaan sumber daya manusia di perguruan tinggi dengan lebih spesifik adalah bagi Universitas Warmadewa sebagai salah satu universitas terbesar di Bali. Kata Kunci: Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kompetensi Sumber Daya Manusia, Penguatan Daya Saing,
ANALISIS BIAYA RATA-RATA PASIEN RAWAT INAP DENGAN PENYAKIT DIABETES MELLITUS TYPE II (STUDI DI JEMBRANA DAN GIANYAR) AE Pratiwi; Hegard Sukmawati
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.3.2.2019.21-29

Abstract

Diabetes Mellitus type II merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan biaya perawatan sangat besar. Analisis beban biaya pada penyakit Diabetes Mellitus Type II dapat memberikan gambaran alokasi sumber daya yang dibutuhkan untuk pencegahan dan terapi yang dibutuhkan penderita Diabetes Mellitus.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata biaya langsung medis, biaya langsung non medis dan biaya tidak langsung. Jenis penelitian merupakan penelitian cross sectional survey dengan metode mixed method. Penelitian ini menggunakan kuesioner dan panduan wawancara mendalam.Metode sampling dalam penelitian ini adalah quota sampling dengan jumlah sample sebanyak 105 pasien. Analisis data menggunakan pearson korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kabupaten Jembrana, pasien rata-rata berjenis kelamin laki-laki dengan usia 50 tahun keatas, tidak bekerja dan rata-rata menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional. Di Kabupaten Gianyar, rata-rata pasien berjenis kelamin laki-laki dengan usia rata-rata diatas 45 tahun masih bekerja aktif, dan menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional. Beban biaya rata-rata di Kabupaten Jembrana dengan biaya medis paling besar dikeluarkan adalah biaya obat tambahan sebesar Rp 548.200, biaya medis tidak langsung yang paling besar dikeluarkan adalah biaya transportasi Rp 160.300, dan biaya tidak langsung adalah kehilangan pendapatan dengan jumlah sebesar Rp 300.000. Ada hubungan signifikan antara pendidikan, pendapatan rumah tangga, status sosial ekonomi dengan biaya langsung. Diabetes Mellitus, Biaya Langsung, Biaya Tidak Langsung, Biaya Rata-rata
MEDITATION FOR A BETTER LIFE AS A POTENTIAL WELLNESS TOURISM IN BALI Putu Indah Budi Apsari
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.3.2.2019.71-83

Abstract

Meditasi merupakan teknik latihan konsentrasi yang digunakan untuk dapat meningkatkan taraf kesadaran, yang selanjutnya dapat membawa proses-proses mental dapat lebih terkontrol secara safar. Saat orang melakukan meditasi, frekuensi getaran gelombang otak turun, nafas akan melambat, dan oksigen yang terpakai menjadi hemat. Gelombang otak tersebut akan mencapai alam bawah sadar dan gelombang otak akan mendatar dan berada pada keadaan alpha keadaan ini dinamakan keadaan homeostatis atau seimbang, sehingga otak akan mengeluarkan hormon endorphin dan terjadilah self healing. Meditasi selain bisa digunakan untuk mengurangi stres dan hipertensi tentunya bisa sebagai perkembangan wellness tourism. Wellness tourism saat ini perlahan sudah mulai muncul dan menjadi trend di masyarakat salah satunya yang dilakukan di Thailand dengan walking meditation. Wellness tourism adalah sebuah produk berupa jasa pariwisata yang dapat dikembangkan atau dikreasikan ragamnya sesuai dengan kondisi sebuah destinasi baik dari sisi sosial maupun lingkungan. Wellness tourism memiliki banyak cabang diantaranya spa, yoga, dan meditasi. Banyak negara yang mulai mengembangkan wellness tourism salah satunya di Thailand dan di Bali. Thailand dan Bali memiliki keunggulannya masing-masing. Meditasi di Thailand dimasukkan ke dalam paket tour sehingga wisatawan yang belum pernah mencoba meditasi sebelumnya bisa mencoba hal tersebut. Berbeda dengan di Bali meditasi biasanya jarang dimasukkan ke dalam paket tour sehingga tempat meditasi di Bali membutuhkan pemasaran yang lebih baik. Selain itu untuk masalah akses informasi mengenai meditasi di Bali sendiri masih kurang baik dibandingkan Thailand sehingga perlu ditingkatkan untuk akses informasi sehingga wisatawan akan lebih mudah mengetahui informasi. Harga meditasi di Bali juga cenderung lebih mahal dibandingkan Thailand.
RELIABILITAS KUSIONER PITTSBURGH SLEEP QUALITY INDEX (PSQI) VERSI BAHASA INDONESIA DALAM MENGUKUR KUALITAS TIDUR LANSIA Ni Made Hegard Sukmawati; I Gede Sandi Widarta Putra
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.3.2.2019.30-38

Abstract

Kualitas tidur merupakan fenomena universal yang terjadi di berbagai segmen demografi dan pengukurannya membutuhkan instrumen yang valid dan reliabel. Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dikenal sebagai standar instrumen internasional dan telah dibuat dalam berbagai versi bahasa serta dilaporkan memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang baik. Namun uji reliabilitas kusioner PSQI versi Bahasa Indonesia belum pernah dipublikasikan dan kemungkinan belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat reliabilitas kuisioner PSQI versi Bahasa Indonesia yang umum digunakan oleh peneliti di Indonesia. Total sebanyak 30 lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Abang II, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali dipilih secara konsekutif dan mengisi kuisioner PSQI berbahasa Indonesia. Uji reliabilitas dilakukan dengan analisa corrected item-total correlation dan uji Cronbach’s alpha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PSQI versi Bahasa Indonesia memiliki reliabilitas yang masih rendah dengan nilai Cronbah’s alpha sebesar 0.63. Kompone ke 7, yakni ‘disfungsi di siang hari’ berkontribusi terhadap rendahnya reliabilitas kusioner PSQI versi Bahasa Indonesia ini. Pertanyaan terkait komponen no 7 ini dinilai tidak sesuai dengan pertanyaan versi Bahasa Inggrisnya. Oleh karena itu, disarankan untuk dilakukan translasi ulang untuk komponen no 7 dalam kuisioner PSQI ini dan dilakukan uji term back translation serta uji validitas dan reliabilitas baik di populasi non-klinis maupun klinis. Kata kunci: PSQI, reliabilitas, Bahasa, lansia
KONTRIBUSI WARMADEWA DALAM KEBIJAKAN EKOWISATA A. A. Ayu Dewi Larantika
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.3.2.2019.84-89

Abstract

Pembangunan kepariwisataan di Bali berperan penting dalam perekonomian masyarakat. Namun tanpa disadari eksplorasi pariwisata berdampak pada lingkungan dan budaya masyarakat Bali. Hal tersebut dapat dilihat dari alih fungsi lahan, pergeseran nilai-nilai budaya dan gangguan ketertiban sosial lainnya yang semakin marak. Untuk meminimalisir dampak negatif industri pariwisata, pemerintah mengembangkan pembangunan pariwisata ekologi (ecotourism) atau pembangunan pariwisata berkelanjutan dalam bentuk ekowisata. Implementasi kebijakan ekowisata memiliki kendala yang harus dihadapi oleh aktor-aktor kebijakan. Pemerintah sebagai pemegang kendali kebijakan selayaknya melibatkan aktor lain seperti universitas untuk dapat berkontribusi didalamnya. Tulisan ini mendeskripsikan kontribusi universitas dalam hal ini Warmadewa sebagai salah satu aktor dalam kebijakan ekowisata di Bali.
Sikap Bahasa yang Positif terhadap Bahasa Inggris untuk Mengembangkan Ekowisata dan Persaingan Global di Kalangan Civitas Akademika Universitas Warmadewa I Nyoman Muliana
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.3.2.2019.90-97

Abstract

Ekowisata atau ekoturisme telah menjadi wacana yang sangat mengemuka di kalangan pelaku wisata pada dekade ini. Sebagai sebuah bentuk wisata, ekowisata memiliki 2 aspek penting, yakni konservasi lingkungan alam dan masyarakat secara sosial dan ekonomi. Univeristas Warmadewa telah menunjukkan kepekaan terhadap isu tersebut dan menuangkannya ke dalam visinya. Visi tersebut tentu harus ditindaklanjuti oleh seluruh civitas akademika di Universitas Warmadewa, salah satunya dengan kemampuan menggunakan bahasa Inggris sebagai syarat untuk kompetitif secara global dan terlibat dalam perencanaan ekowisata. Kata kunci: ekowisata, Universitas Warmadewa, bahasa Inggris
KERAJINAN PERAK DESA CELUK: PERSEPEKTIF PENGELOLAAN KEUANGAN BERDASARKAN SAK ETAP I Gd. Ny. Carlos Wiswanatha Mada; Ni Putu Riski Martini
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.3.2.2019.39-52

Abstract

Usaha UMKM di Provinsi Bali sangat terkait dengan pariwisata yang merupakan nadi Pulau Bali. Salah satu bentuk usaha yang dijalankan masyarakat Bali adalah usaha kerajinan perak. Desa Celuk memiliki potensi yang lebih besar dibandingkan desa-desa lainnya di bidang kerajinan perak pada tahun 2015 (Pradnya, 2015). Salah satu masalah utama yang menjadi fokus pengembangan UMKM adalah pengelolaan keuangan dimensi: penggunaan anggaran, pencatatan, pelaporan dan pengendalian) sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengelolaan keuangan (yang diterapkan oleh pengusaha kerajinan perak di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengusaha perak di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa usaha kerajinan perak di Desa Celuk, Sukawati sudah menerapkan pengelolaan keuangan. Hasil dari kesimpulan tersebut berdasarkan hasil yang diperoleh sebagai berikut:Ranking penerapan indikator pengelolaan keuangan yang paling tinggi diterapkan adalah indikator pelaporan (85%), pencatatan (83%), penggunaan anggaran (81%) dan pengendalian (66%). Kata Kunci: SAK ETAP, UMKM, Kerajinan Perak
KUALITAS AIR DANAU BATUR BERDASARKAN PARAMETER FISIKOKIMIA DAN NSFWQI Ni Made Hegard Sukmawati; AE Pratiwi; Ni Wayan Rusni
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.3.2.2019.53-60

Abstract

Danau merupakan salah satu sumber mata air yang memilliki berbagai peran di dalam masyarakat, baik ekonomi maupun sosial. Pencemaran air sungai maupun danau telah menjadi sorotan media dan masyarakat. Danau-danau di Bali diperkirakan telah mengalami pencemaran dan pendangkalan akibat aktivitas budidaya di sekitar danau, aktivitas pertanian, dan adanya limbah, baik limbah pemukiman maupun pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas air Danau Batur berdasarkan parameter fisikokimia dan NSF WQI. Lima titik sampling dipilih secara purposif di area sekitar dermaga danau. Dua belas parameter kualitas air diukur meliputi kandungan kimia yakni logam berat (tembaga, kadmium, timbal), ammonia, nitrat, BOD, COD, DO, fosfat, pH, residu terlarut, dan temperatur. Ke-12 parameter dibandingkan dengan baku mutu menurut Peraturan Gubernur Bali No 16 Tahun 2016, sedangkan 9 parameter yang terdiri atas perubahan temperatur, pH, TSS, DO, BOD, fosfat, nitrat, kekeruhan dan koli tinja dianalisa berdasarkan metode NSF WQI. Berdasarkan pemeriksaan 12 parameter fisikokimia pada air Danau Batur, diketahui bahwa terdapat 3 parameter yang tidak memenuhi kriteria baku mutu kelas 1 menurut Peraturan Gubernur Bali No 16 Tahun 2016. Ketiga parameter tersebut adalah residu terlarut (1644 ± 189.2 mg/l), COD (110.24 ± 67.23 mg/l) dan total fosfat (0.56 ± 014 mg/l). Tingginya nilai ketiga parameter tersebut di air Danau Batur umumnya disebabkan oleh tingginya materi organik dan anorganik akibat aktivitas domestik, pertanian dan perikanan. Sedangkan kualitas air Danau Batur berdasarkan NSFWQI menunjukkan kualitas air Danau Batur adalah baik (82) secara umum. Namun meskipun demikian, parameter fosfat dan reisdu memiliki kualitas di bawah skor 60 dan perlu dilakukan perbaikan. Kata kunci : Air, Batur, danau, fisikokimia, NSFWQI
STRATEGI PERENCANAAN KAWASAN HILIR SUNGAI DAN PANTAI DI KOTA DENPASAR BERBASIS EKOWISATA I Gusti Agung Putu Eryani; Putu Gede Suranata; I Kadek Merta Wijaya
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.3.2.2019.98-109

Abstract

Perencanaan kawasan hilir sungai dan pantai adalah sebagian dari pengelolaan sumber daya air dan lingkungan. Ekowisata sebagai suatu bentuk wisata yang menekankan tanggung jawab terhadap kelestarian alam, dan meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat. Berdasarkan data BPS Provinsi Bali 2018, total jumlah penduduk Kota Denpasar 788.589 jiwa. Bertambahnya jumlah penduduk dibutuhkan kebijakan dan strategi pengembangan pola ruang Kota Denpasar dengan mengembangkan ruang-ruang muka tepian air (waterfront) dalam bentuk kota tepian sungai (riverside city), yang terpadu dengan ruang terbuka hijau, mengkonservasi daerah aliran sungai dan konservasi daerah pantai yang produktif dan turistik sebagai usaha untuk memberi batas jelas antara kawasan konservasi dengan kawasan budidaya perkotaan. Tujuan kajian ini adalah menetapkan metode dalam perencanaan kawasan hilir sungai dan pantai di Kota Denpasar berbasis Ekowisata. Lokasi di kawasan hilir Sungai Ayung dan kawasan Pantai Padanggalak. Analisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Responden yang diambil adalah tim pengelola Pura Windu Segara, wisatawan, serta komunitas peduli hilir Sungai Ayung. Data yang dikumpulkan adalah topografi, bathimetri hilir sungai dan pantai, data gelombang, pasang surut, potensi air dan kondisi lingkungan. Perencanaan ekowisata bahari di hilir sungai Ayung dan pantai Padanggalak sampai saat ini belum berkembang secara optimal karena tidak didukung oleh aksesibilitas dan jaringan penataan sungai dan pantai yang baik. Strategi perencanaan dalam penataan kawasan berbasis ekowisata dapat dilaksanakan dengan tahapan : pertama kawasan yang dikembangkan sebagai daerah pariwisata disesuaikan dengan fungsi dan daya dukung masing-masing ruang/zone. Normalisasi kawasan hilir sungai, pengerukan sedimen di mulut muara sungai. Send by passing dan pembersihan sampah plastik di daerah pantai, terbentuknya bank sampah dengan melibatkan komunitas masyarakat peduli hilir sungai, menekan alih fungsi lahan pertanian di kawasan hilir sungai dan membangun pengaman pantai dari bahan yang ramah lingkungan. Penataan kawasan hilir sungai dan pantai sebagai daerah pariwisata yang berwawasan lingkungan, hendaknya melibatkan masyarakat, pemandu wisata dan agen perjalanan. Keywords: ekowisata, pantai, hilir sungai

Page 1 of 1 | Total Record : 10