cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KANKER PAYUDARA Ledy Octaviani Iqmy; Setiawati Setiawati; Dhiny Easter Yanti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i1.3581

Abstract

ABSTRACT RISK FACTORS RELATED TO BREAST CANCER Background The trend of breast cancer incidence in Abdoel Moeloek Regional General Hospital increased in 2015 by 5.62% (101 people) compared to the incidence of breast cancer in 2014. In 2014 breast cancer patients treated in the women's operating room were 1797 (49.3 %) of the total 3645 inpatients, while in 2015 the incidence of breast cancer was recorded as much as 1,898 (52.4%) of a total of 3795 patients (Women's Surgical Room at Abdul Moeloek Hospital, Lampung Province).The purpose of this study was to know the risk factors associated with breast cancer at Dr. H. Abdul Moeloek, Lampung Province, 2016.Methods This type of research uses quantitative methods with cross sectional research design. The study population was all mothers who had children and were treated in the Women's Surgery Room Dr. Hi. Abdul Moeloek in June 2015 with 265 patients. The research sample was 159 people. The sampling technique used simple random sampling method. Data analysis was performed using chi square and logistic regression.The results showed that there was a relationship between age and breast cancer OR = 26,667, there was a relationship with a history of using hormonal contraceptives with breast cancer OR = 5,000. There was a relationship between history of breastfeeding and breast cancer OR = 6,473, there was a relationship between the age of menarche and breast cancer and OR = 5,163, there was a relationship between family history and breast cancer OR = 11,711, there was a relationship between obesity and breast cancer OR = 6,473, there was a relationship between the age of first child birth with breast cancer OR = 6,473.Conclusion, the most dominant risk factor associated with breast cancer is a history of hormonal contraceptive use.Suggestion, the results of this study can be used as input for health workers at Dr. H. Abdul Meoloek, Lampung Province to provide direction and counseling regarding the selection of contraceptives with low risk of breast cancer Key words: risk factors, breast cancer                                                                                               ABSTRAK Latar Belakang Tren kejadian kanker payudara di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek meningkat pada tahun 2015 sebanyak 5,62% (101 orang)  dibandingkan kejadian kanker payudara pada tahun 2014. Pada tahun 2014 pasien kanker payudara  yang dirawat di ruang bedah wanita adalah 1797 (49,3%) dari total pasien rawat inap 3645 orang, sedangkan pada tahun 2015 kejadian kanker payudara tercatat sebanyak 1.898 (52,4%) dari total 3795 pasien (Ruang Bedah Wanita RSUD Abdul Moeloek Propinsi Lampung).Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya fakto risiko yang berhubungan dengan kanker payudara di RSUS Dr. H. Abdul Moeloek Propinsi Lampung Tahun 2016.Metode Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian seluruh ibu yang telah memiliki anak dan dirawat  di Ruang Bedah Wanita RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek pada bulan Juni 2015 dengan jumlah pasien 265 pasien. Sampel penelitian adalah 159 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan chi square dan regresi logistik.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan usia dengan kanker payudara OR = 26.667, ada hubungan riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal dengan kanker payudara OR = 5.000. Ada hubungan riwayat pemberian ASI dengan kanker payudara OR = 6.473, ada hubungan usia menarche dengan kanker payudara danOR = 5.163, ada hubungan riwayat keluarga dengan kanker payudara OR = 11.711, ada hubungan obesitas dengan kanker payudara OR = 6.473, ada hubungan usia melahirkan anak pertama dengan kanker payudara OR = 6.473.Kesimpulan,  faktor risiko yang paling dominan berhubungan dengan kanker payudara adalah riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal.Saran, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi tenaga kesehatan di RSUD Dr. H. Abdul Meoloek Propinsi Lampung untuk memberi  arahan dan konseling mengenai pemilihan alat kontrasepsi yang berisiko rendah terhadap kejadian kanker payudara Kata kunci : Faktor risiko, kanker payudara
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MIOMA UTERI DI RSUD DR. H ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2016 Rasella Kurniaty; Sunarsih Sunarsih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v4i3.660

Abstract

Jumlah kejadian mioma uteri di Dunia diprediksi mencapai 60-75% terjadi pada wanita berusia di atas 20-35 tahun (Word Health Organization, 2014). Jumlah kejadian mioma uteri diindonesia menempati urutan kedua setelah kanker serviks, sedangkan angka kejadiannya diprediksimencapai 20−30% terjadi pada wanita berusia di atas 35 tahun. Sedangkan menurut Profil DinkesProvinsi Lampung kejadian mioma uteri di Lampung di perkirakan sekitar 6.549.000 pada tahun 2011dan mengalami peningkatan di tahun 2013 yaitu sebanyak 9.345.000. Tujuan penelitian ini adalahuntuk diketahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Mioma Uteri Di RSUD Dr. HAbdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2016.  Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan penelitian ini adalah survey analitik denganmenggunakan pendekatan casse control, jumlah populasi dan sampel sebanyak 100 responden, yangdibagi menjadi dua, yaitu 50 kelompok kasus, dan 50 kelompok kontrol, teknik sampling dalampenelitian ini adalah random sampling, uji statistic menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistic menggunakan chi square didapat nilai p-value 0.023 yang artinya terdapathubungan antara usia dengan kejadian mioma uteri, p-value 0.000 yang artinya terdapat hubunganantara paritas dengan kejadian mioma uteri, p-value 0.000 yang artinya terdapat hubungan antarausiamenarce dengan kejadian mioma uteri di RSUD Dr. H Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2017.Bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan penyuluhan terhadap pasien yang berkunjungataupun yang telah melakukan perawatan, agar selalu menjaga kesehatan diri dan selalu rutinmemeriksakan kesehatan reproduksinya.
PIJAT BAYI DAPAT MENINGKATKAN BERAT BADAN BAYI Bunga Tiara Carolin; Siti Syamsiah Syamsiah; Mita Mauliah Khasri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i3.2745

Abstract

ABSTRACT  Background: Weight problems in babies are very sensitive, as evidenced by World Health Organization (WHO) data stating the incidence of infant weight in the world is still below the standard of more than 5% with the prevalence of underweigh in southeast asia 26.9% (WHO, 2017). One of the efforts to optimize weight gain in infants in addition to the nutrition provided by the women, one of which needs to be the stimulation of stimuli or commonly known as baby massage.  Puprose: This study aims to determine the effect of infant massage on infant weight in the Alanda Care working area of Pangkalpinang City, Bangka Belitung Province.  Methods: The study used the Quasy Experiment method with Two Group pretest and postest Design. The population in this study is infants aged 2-5 months. The sample in this study are 30 respondens. Data were analyzed using paired t-test and Independen T-Test. Results: The results showed that there were 793 grams of infant weight in the intervention group and 400 grams in the control group. There were differences in the results of the pretest and posttest in each of the intervention groups (p=0,000) and the control group (p=0,000) and there is an effect of baby massage on baby weight (p=0,000). Conclusion: Although both of them gained weight in the intervention group and the control group, the weight gain in the intervention group almost doubled compared to the control group and there was also the effect of massage on baby weight.  Suggestion: It is expected that health workers can provide education about baby massage and its benefits to parents, especially those who have babies, so that public participation in the health sector can be increased  Keywords: Baby, Massage, Weight   ABSTRAK  Latar Belakang: Permasalahan berat badan pada bayi sangatlah sensitif, terbukti dari data World Health Organization (WHO) tahun 2017 menyatakan angka kejadian berat badan bayi di dunia masih di bawah standar yaitu lebih dari 5% dengan prevalensi underweigh di asia tenggara 26,9%. Salah satu upaya untuk mengoptimalkan berat badan pada bayi di samping nutrisi yang diberikan oleh ibu, salah satunya perlu juga adanya rangsangan stimulus atau yang biasa di kenal dengan pijat bayi.  Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap berat badan bayi di wilayah kerja Alanda Care Kota Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung.  Metode: Penelitian menggunakan metode Quasy Experimen dengan Two Group pretest and postest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi 2-5 bulan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi dari 2 kelompok. Data dianalisa dengan Paired t test dan Independen T-Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kenaikan berat badan bayi pada kelompok intervensi sebanyak 793 gram dan pada kelompok kontrol sebanyak 400 gram. Terdapat perbedaan hasil pretest dan posttest pada masing-masing kelompok intervensi (p=0,000) dan kontrol (p=0,000) dan terdapat pengaruh pemberian pijit bayi terhadap berat badan bayi (p=0,000). Kesimpulan: Walaupun sama-sama terdapat kenaikan berat badan bayi pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol, tetapi kenaikannya berat pada kelompok intervensi mencapai hampir dua kali lipat daripada kelompok control dan juga ada pengaruh pijat terhadap berat badan bayi.  Saran: Diharapkan bagi petugas kesehatan dapat memberikan pendidikan tentang pijat bayi dan manfaatnya kepada para orangtua terutama yang memiliki bayi agar peran serta masyarakat di bidang kesehatan dapat meningkat.  Kata Kunci: Bayi, Pijat, Berat Badan
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA DI BPM BIDAN A., WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIAWI Nurfurqoni Nurfurqoni
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v3i4.624

Abstract

Menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, terdapat 37,1% ibu hamil yang mengalami anemia (Hb <11,0 gr/dl). Data tersebut menunjukkan Indonesia mendekati masalah kesehatan masyarakat berat (severe public health problem) dengan batas prevalensi anemia mendekati 40%.(2) Anemia dapat mengakibatkan komplikasi kehamilan maupun persalinan, diantaranya perdarahan, keguguran, lahir mati, infeksi pada ibu dan janin, berat badan lahir rendah, kelahiran premature, bahkan dapat mengakibatkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang Tablet Fe dengan kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Ciawi, Kabupaten Bogor.Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross sectional, dilakukan pada bulan Mei-Juli 2017. Sampel dalam penelitian ini adalah 51 orang ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Ciawi yang memeriksakan kehamilannya ke BPM Bidan A. Kriteria inklusi bisa membaca dan menulis, memahami bahasa Indonesia, dalam kondisi sehat. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling.Sebagian besar responden berusia 20-35 tahun (82,4%), pendidikan rendah (60,8%), tidak bekerja (96,1%), multigravida (66,7%), mengetahui informasi tablet Fe dari tenaga kesehatan (84,3%), tidak anemia (52,9%), dan memiliki pengetahuan tentang tablet Fe yang kurang (56,9%). Hasil uji Spearman menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan tentang tablet Fe dengan kejadian anemia dengan nilai p = 0,014. Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang tablet Fe dengan kejadian anemia. Agar kejadian anemia dapat menurun perlu diselenggarakan pelatihan oleh dinas kesehatan untuk meningkatkan kemampuan interpersonal dan konseling bagi tenaga kesehatan agar pendidikan kesehatan dapat sampai secara efektif kepada ibu hamil. Tenaga kesehatan harus dapat memberikan pendidikan kesehatan yang adekuat mengenai tablet Fe kepada ibu hamil
PENGARUH PEMBERIAN KALSIUM DENGAN PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA IBU PREEKLAMPSIA DI PUSKESMAS GEDUNG NEGARA, PUSKESMAS NEGARA RATU, DAN PUSKESMAS BATU NANGKOP KABUPATEN LAMPUNG UTARA Eva Nauli; Devi Kurniasari; vida Wira Utami
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i2.1737

Abstract

ABSTARK  Pendahuluan: Hasil studi pendahuluan, Kabupaten Lampung Utara diketahui memiliki 23 kecamatan dengan data ibu hamil preeklampsia yang cukup tinggi, diantaranya Bukit Kemuning (8 kasus), Abung Tinggi (6 kasus), Tanjung  Raja   (7 kasus), Abung Barat (5 kasus), Abung Tengah (4 kasus), Abung Kunang (4 kasus), Abung Pekurun (5 kasus), Kotabumi (14 kasus),  Kotabumi Utara (5 kasus), Kotabumi Selatan (7 kasus), Abung Selatan (9 kasus), Abung Semuli (8 kasus), Blambangan Yagar (7 kasus), Abung Timur (5 kasus), Abung Surakarta (6 kasus), Sungkai Selatan (7 kasus), Muara Sungkai (9 kasus), Bunga Mayang (16 kasus), Sungkai Barat (7 kasus), Sungkai Jaya (6 kasus), Sungkai Utara (17 kasus), Hulu Sungkai (13 kasus), Sungkai Tengah (10 kasus).Tujuan: Untuk mengetahui adakah pengaruh pemberian kalsium dengan penurunan tekanan darah pada ibu preeklampsia di Puskesmas Gedung Negara, Puskesmas Negara Ratu, dan Puskesmas Batu Nangkop Kabupaten Lampung Utara.Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik intervensional, sedangkan rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimental study dengan pre-post group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester II dan III sebanyak 40 orang dan sampel sebanyak 40 orang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan uji statistik yang digunakan yaitu uji paired sample t-test.Hasil Penelitian: Hasil uji statistik pada kelompok intervensi menggunakan ujipaired sample t-test pada α = 0,05 didapatkan nilai   p value masing-masing 0,000< 0,05 untuk tekanan darah sistolik dan diastolik pada ibu preeklampsia setelah diberikan suplementasi kalsium.Kesimpulan: Ada pengaruh pemberuan kalsium dengan penurunan tekanan darah pada ibu preeklampsia (p-value 0,000 < 0,05).Saran: Ibu hamil melakukan pemeriksaan urine satu minggu sebelum persalinan untuk cek urine kembali agar dapat ditentukan persalinannya nanti apakah termasuk persalinan dengan kategori preeklampsia atau tidakKata Kunci : Kalsium, Preeklampsia 
HUBUNGAN RIWAYAT HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA BERAT PADA IBU BERSALIN DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 201 Ana Mariza
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v2i4.592

Abstract

Faktor penyebab kematian ibu diantaranya adalah pendarahan nifas sekitar 26,9%, preeklampsia dan eklampsia saat bersalin 23%, usia <20 tahun mempunyai resiko terjadi preeklampsia 3,58 kali lebih besar dibandingkan ibu hamil yang berusia 20-35 tahun, infeksi 11%, komplikasi puerpurium 8%, trauma obstetrik 5%, emboli obstetrik 8%, aborsi 8%, dan lain-lain 10,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat hipertensi dengan kejadian preeklampsia berat pada ibu bersalin di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2015.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder. Dilakukan pada tanggal 12 Juli 2016, Populasinya adalah ibu bersalin multigravida di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek provinsi Lampung pada tahun 2015 sebanyak 1.210 ibu bersalin. Pengumpulan data menggnakan lembar checklist kemudian dianalisa dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekensi. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil uji statistik menggunakan uji Chi Square didapatkan p-value = 0,000 (p-value < α = 0,05), dengan OR: 9,817 (3,683 – 26,168) CI 95%, dapat disimpulkan secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat hipertensi dengan kejadian pre-eklampsia berat di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2015. Berdasarkan pendapat peneliti, responden yang memiliki riwayat hipertensi lebih antisipasi terhadap kesehatan dirinya dengan menekankan pemeriksaan kehamilan, sehingga terhidar dari resiko preeklampsia berat
Hubungan Antara Penambahan Berat Badan Ibu Selama Hamil Dengan Antropometri (Berat Badan, Panjang Badan, Lingkar Kepala) Bayi Baru Lahir Di Puskesmas PONED Sukabumi Wilayah Kerja Kota Sukabumi Nuur Octascriptiriani Rosdianto; Harry Herman; Vita Murniati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i4.1879

Abstract

Salah satu faktor yang memengaruhi pertumbuhan janin yaitu  masalah nutrisi pada ibu hamil yang berhubungan dengan penambahan berat badan yang tepat selama kehamilan. Penambahan berat badan selama kehamilan dapat memengaruhi angka kematian ibu, komplikasi selama kehamilan, persalinan, dan cara persalinan. Penambahan berat badan selama kehamilan salah satu hal yang penting dalam melakukan evaluasi status kehamilan dan prediksi berat badan, panjang badan dan lingkar kepala bayi baru lahir. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara penambahan berat badan ibu selama hamil dengan antropometri (berat badan, panjang badan, lingkar kepala) bayi baru lahir di Puskesmas PONED Sukabumi Wilayah Kerja Kota Sukabumi.Penelitian ini menggunakan rancangan bersifat analitik komparatif studi dengan pendekatan cross sectional, dengan sampel 72 orang ibu nifas. Menggunakan data sekunder berupa data yang tercantum dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Dilakukan analisis data menggunakan Anova dilanjutkan dengan T-Test Unequal Variances.Hasil penelitian terdapat hubungan antara penambahan berat badan ibu selama hamil trimester 2 terhadap berat badan janin (p=0,03), terdapat hubungan antara penambahan berat badan ibu selama hamil trimester 1 & 2 terhadap panjang badan bayi baru lahir (p=0,008, p=0,02) dan terdapat hubungan antara penambahan berat badan ibu selama hamil trimester 2 & 3 terhadap lingkar kepala bayi (p=0,004, p=0,004).            Simpulan penelitian ini adalah penambahan berat badan ibu selama hamil trimester 2 berhubungan dengan berat badan bayi baru lahir. Pada trimester 1 dan 2 dapat berhubungan dengan panjang badan bayi, penambahan berat badan ibu selama hamil pada trimester 2 dan 3 berhubungan dengan lingkar kepala bayi. Kata Kunci : Penambahan Berat Badan Ibu Selama Hamil, Antropometri Bayi Baru, Lahir  
KARAKTERISTIK IBU YANG MENGALAMI KEJADIAN ABORTUS INSIPIENS DI RSUD. Dr. A. DADI TJOKRODIPO KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 Ana Mariza; Rosmiyati Rosmiyati; Novi Sulistiyowati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i3.559

Abstract

Abortus merupakan salah satu kejadian obstetrik langsung yang dapat menyebabkan perdarahan, bahkan dapat menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan baik. Di RSUD Dr. A Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung  dalam periode bulan April – Juni 2014 ditemukan kasus abortus sebanyak 166 orang yang mengalami abortus diantaranya Abortus Insipiens 64 orang (38,5%), abortus,abortus incomplete 52 orang (31,4%), imminens 50 orang (30,1%). Tujuan penelitian ini adalah diketahui Karakteristik Ibu yang Mengalami Kejadian Abortus Insipiens di RSUD Dr. A Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung Tahun 2014.Metode Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan  rancangan/ desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh  Ibu yang Mengalami Kejadian Abortus Insipiens di RSUD Dr. A Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung Tahun 2013, sebanyak 64 orang. Teknik analisis data yang dipergunakan analisis univariat. Sampel pada penelitian ini adalah total populasi, yaitu seluruh ibu yang mengalami kejadian abortus insipiens di RSUD dr. A Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung sebanyak 64 orang. Analisa data secara univariat.Hasil penelitian didapatkan yaitu karakteristik ibu yang mengalami kejadian abortus insipiens di RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung terdiri dari anemia, riwayat abortus dan hipertensi. Distribusi frekuensi ibu yang mengalami abortus insipiens berdasarkan anemia sebagian besar tidak mengalami anemia sebanyak 40 orang (62,5%). Distribusi frekuensi ibu yang mengalami abortus insipiens berdasarkan riwayat abortus sebagian besar tidak memiliki riwayat abortus sebanyak 42 orang (65,6%), Distribusi frekuensi ibu yang mengalami abortus insipiens berdasarkan hipertensi sebagian besar tidak mengalami hipertensi sebanyak 46 orang (71,9%). Saran penelitan adalah diharapkan diharapkan dapat menjadi bahan masukan sehingga dapat memberikan tindakan preventif dan promotif kepada masyarakat baik melalui promosi kesehatan tentang abortus. Kata kunci : Karakteristik, Ibu hamil, Abortus insipiens
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI BPS ZUBAIDAH SYAH, S.ST KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2017 Ike Ate Yuviska
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v4i2.651

Abstract

Berdasarkan data prasurvey pada bulan Maret 2017 Di Puskesmas Bengkunat Belimbing Kabupaten Pesisir Barat, terdapat 10 ibu dengan bayi usia 0-6 bulan, berdasarkan data wawancara,terdapat 7 dari 10 ibu (70%) ibu dengan bayi usia 0-6 bulan tidak memberikan ASI namun susuformula, setelah dilakukan pengkajian lebih lanjut, 2 dari 7 ibu (28,6%) mengatakan tidak mengetahuitentang pentingnya pemberian ASI, 3 dari 7 ibu (42,8%) mengatakan karena sibuk bekerja yangbanyak menyita waktu, dan 2 dari 7 ibu (28,6%) mempunyai pendidikan terakhir Sekolah Dasar (SD).Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian susuformula pada bayi usia 0-6 bulan Di BPS Zubaidah Syah, S.ST Kota Bandar Lampung Tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan Rancangananalitik dan menggunakan pendekatan cross sectional. populasi dalam penelitian ini adalah rata-rataibu yang memiliki bayi dengan usia 0-6 bulan dalam setiap bulannya yang berjumlah 30 responden.Teknik pengambilan sample dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling. Analisis datayang digunakan oleh peneliti yaitu dengan chi square. Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan p-value 0,046, 0,029 dan 0,011 atau p-value < 0,05yang artinya terdapat hubungan antara faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian Susuformula pada bayi usia 0-6 bulan Di BPS Zubaidah Syah, S.ST Kota Bandar Lampung Tahun 2017.Diharapkan kepada petugas kesehatan agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan dengan caramemberikan pendidikan kesehatan kepada ibu hamil tentang pentingnya pemberian Susu formula padabayi.
PEMBERIAN AIR KELAPA HIJAU DAPAT MENURUNKAN DISMENORE Irma Rismaya; Rosmiyati Rosmiyati; Ana Mariza
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i3.1764

Abstract

ABSTRACT  Backgrund : Dysmenorrhea is the occurrence of discomfort during menstruation, usually with pain and centering on the lower abdomen. In Indonesia, in 2014 the incidence of dysmenorrhea was 64.25%, consisting of 54.89% of primary dysmenorrhea and 9.36% of secondary dysmenorrhea. One of the non-pharmacological treatments that can be done to treat pain in dysmenorrhea is to use green coconut water Purpose : It is known that there is an effect of giving green coconut water to decrease dysmenorrhea in Midwifery Students Level I and II Malahayati University. Methode : This type of research uses quantitative research methods. The research design used was an experiment (pre-experiment) with a Pretest - posttest with control group design approach. The study population was all of the first and second grade midwifery students of Malahayati University as many as 54 people. The  sampling technique used purposive sampling as many as 30 midwifery students who experienced dysmenorrhea every menstruation . Bivariate analysis using the Independent T-test sample test Result : The results obtained an average value of dysmenorrhea pain before being given coconut water by 8.40 and the average after being given coconut water by 2.73 in the intervention group. And obtained the average value of dysmenorrhea pain in the control group with a pretest value of 8.67 and posttest 4.00. Independent Ttest sample test results obtained p-value (0.006). Conclusion there is an influence of coconut water administration to decrease dysmenorrhea in midwifery students level I and II, Malahayati University. Sugestion: It is recommended that teenagers consume green coconut water as an alternative to reduce and reduce dysmenorrea.  Keywords : teenagers, green coconut water, dysmenorrhea  ABSTRAK  Latar Belakang : Dismenore adalah kejadian ketidaknyamanan selama menstruasi, biasanya dengan rasa sakit dan berpusat pada perut bagian bawah . Di Indonesia, pada tahun 2014 angka kejadian dismenore 64,25 %, terdiri dari 54,89 % dismenore primer dan 9,36 % dismenore Sekunder. Salah satu pengobatan nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri pada dismenore adalah dengan menggunakan air kelapa hijau. Tujuan : Diketahui ada pengaruh pemberian air kelapa hijau terhadap penurunan dismenore pada Mahasiswi Kebidanan Tingkat I dan II Universitas Malahayati  Metode : Jenis penelitian mengunakan metode penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen (preeksperimen) dengan pendekatan Pretest – posttest with control grup design .Populasi penelitian adalah seluruh seluruh mahasiswi kebidanan tingkat I dan II Universitas Malahayati sebanyak 54 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak  30 mahasiswi kebidanan yang mengalami dismenore setiap menstruasi.. Analisa bivariat dengan menggunakan uji T-test sample Independent  Hasil : Hasil penelitian diperoleh nilai rata – rata nyeri dismenore sebelum diberikan air kelapa sebesar 8.40 dan rata – rata setelah diberikan air kelapa sebesar 2.73 pada kelompok intervensi. Dan diperoleh nilai rata  - rata nyeri dismenore pada pada kelompok kontrol dengan nilai pretest 8.67 dan posttest 4.00. Hasil uji T-test sample Independent diperoleh nilai p-Value (0.006). Disarankan para remaja mengkonsumsi air kelapa hijau sebagai salah satu alternative untuk menurunkan serta mengurangi dismenorea.   Kesimpulan : ada pengaruh pemberian air kelapa terhadap penurunan dismenore pada mahasiswi kebidanan tingkat I dan II Universitas Malahayati.  Kata Kunci : remaja , air kelapa hijau , dismenore  

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue