cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKLUS HAID PADA PENDERITA TUBERCULOSIS (TB) PARU DENGAN TERAPI OAT DI KOTA PEKANBARU Husna Farianti Amran; Dona Martilova
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i3.1367

Abstract

Latar Belakang : Tuberkulosis Paru (TB Paru) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. Di Indonesia kasus TB mengalami peningkatan setiap tahunnya. Setiap orang baik laki-laki maupun perempuan berisiko terkena TB. Penyakit TB paru dapat dicegah dan diobati. Pengobatan TB dengan menggunakan Obat Anti TB (OAT). Setiap penggunaan Obat Anti TB (OAT) menimbulkan efek samping, beberapa efek samping terjadi sesuai dengan tipe obat yang dikonsumsi. Efek samping yang paling sering adalah gangguan neorologi, ginjal, saluran cerna, masalah kulit dan alergi. Bahkan Pada beberapa perempuan penggunaan OAT dapat menyebabkan gangguan haid. Perempuan yang terinfeksi TB melaporkan perubahan pada masa haid.Tujuan : menganalisis Faktor-faktor yang mempengaruhi siklus haid pada wanita penderita TB Paru di Kota Pekanbaru. Adapun faktor tersebut meliputi Jenis OAT, Usia, jangka waktu penggunaan OAT, dan Status gizi.Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan design korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh wanita penderita TB Paru yang mengkonsumsi OAT yang berjumlah 243 orang dan diambil sampel 53 orang dengan menggunakan teknik stratified random sampling dari 5 Puskesmas yang ada di kota Pekanbaru. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalisa dengan teknik analisa data univariat dengan menggambarkan masing-masing variable dan teknik analisa data bivariate dengan pendekatan uji korelasi Chi-Square (X2). Hasil Penelitian: terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan OAT dan siklus haid wanita penderita TB Paru dengan P value sebesar 0,023 (P<0,05), tidak terdapat hubungan signifikan antara Jenis OAT yang dikonumsi wanita TB Paru dengan siklus haid dengan P value sebesar 0,525 (P > 0,05). terdapat hubungan yang signifikan antara usia reproduksi dan siklus haid wanita penderita TB Paru dengan P value sebesar 0,002 (P < 0,05). diketahui terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan siklus haid wanita penderita TB paru dengan P value sebesar 0,031 (P < 0,05).Simpulan : penelitian ini faktor yang mempengaruhi siklus haid wanita TB paru dengan terapi OAT adalah lama penggunaan OAT, usia, dan status gizi. Kata kunci : Wanita TB paru, OAT, lama penggunaan OAT, jenis OAT, Usia, Status gizi 
STUDI MENGENAI STATUS GIZI BALITA Syarifa Amalia Alhamid; Bunga Tiara Carolin; Rosmawaty Lubis
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i1.3068

Abstract

ABSTRACT: A STUDY OF THE NUTRITIONAL STATUS OF TODDLERS  Background: Nutrition is a very important part of the growth and development of toddlers which is related to health and intelligence. In 2019, the prevalence of malnutrition in Bula District Seram was 10.2%, malnutrition was 4.3% and over nutrition was 5.1%, where the incidence rate was increased from the previous year.Objective: To determine the factors related to the nutritional status of toddlers in the Bula Health Center, East Seram District, Maluku Province.Methodology: This study is a cross sectional correlation study. The samples in the study were all women who had children aged 1-5 years who visited the Bula Health Center, East Seram Regency, Maluku Province in 2020 which consisted 76 toddlers. The research instrument was a questionnaire, data analysis using the chi square test.Results: the results showed that malnourished toddlers were 59.2%, women with poor knowledge were 76.3%, women who had low level education were 63.2%, women with low family income were 72.4%, women who did not work were 55.3%, women who did not provide breast feeding was 71.1% and toddlers who had the history of infectious diseases were 71.1%. The bivariate results obtained knowledge (p=0,022), education (p=0,048), income (p=0,002), occupation (p=0,088), history of breastfeeding (p=0,001) and a history of infectious diseases (p=0,020).Conclusions: There is a relationship between knowledge, education, family income, history of breastfeeding, and a history of infectious diseases with the nutritional status of toddlers.Suggestions: It is hoped that health workers can provide education about nutrition to mothers, so that they could pay more attention to the nutritional status of their toddlers.Keywords: Toddler, Bula Health Centre, Nutritional Status ABSTRAK Latar belakang: Gizi menjadi bagian sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan balita yang didalamnya memiliki keterkaitan yang erat hubungannya dengan kesehatan dan kecerdasan. Pada tahun 2019 di Puskesmas Bula Kabupaten Seram prevelnsi gizi  kurang sebesar 10,2%, Gizi Buruk 4,3% dan gizi lebih 5,1% dimana angka kejadian ini menigkat dari tahun sebelumnya.Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di Wilayah Puskesmas Bula Kabupaten Seram Bagian Timur Provinsi Maluku.Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan cross sectional. Sampel dalam penelitian adalah semua ibu yang mempunyai balita usia 1-5 tahun yang berkunjung ke Puskesmas Bula Kabupaten Seram Bagian Timur Provinsi Maluku tahun 2020 berjumlah 76 balita. Instrumen penelitian adalah kuesioner, analisis data menggunakan uji chi square.Hasil penelitian: Pada hasil didapatkan balita gizi kurang (59,2%), ibu berpengetahuan kurang baik (76,3%), ibu berpendidikan rendah (63,2%). pendapatan keluarga rendah (72,4%), ibu yang tidak berkerja (55,3%), ibu yang tidak memberikan ASI (71,1%) dan balita yang memiliki riwayat penyakit infeksi (71,1%). Hasil bivariat didapatkan pengetahuan (p=0,022), pendidikan (p=0,048), pendapatan (p=0,002), pekerjaan (p=0,088), riwayat ASI (p=0,001) dan riwayat penyakit infeksi (p=0,020).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan, pendidikan, pendapatan keluarga, riwayat ASI, dan riwayat penyakit infeksi dengan status gizi balita.Saran: Diharapkan kepada petugas kesehatan dapat memberikan edukasi mengenai gizi kepada ibu agar lebih memperhatikan status gizi balitanya. Kata Kunci: Balita, Puskesmas Bula, Status gizi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGHAMBAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA POSYANDU MELATI KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2014 Susilawati Susilawati; Ria Maulina
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i1.541

Abstract

Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran tahun 2012sebesar 17,11% dari target 80%.Dari hasil pra survey yang peneliti lakukan di posyandu melati gedong tataan pesawaran terhadap 30 ibu yang menyusui, yaitu ditemukan bahwa 10 orang (33,3%) yang memberikan ASI secara ekslusif dan 20 orang (66,7%) yang tidak memberikan ASI secara ekslusif dan belum diketahuinya faktor-faktor penghambat pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penghambat pemberian ASI eksklusif di posyandu melati gedong tataan pesawaran tahun 2014Penelitian ini menggunakan desain penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang memiliki bayi usia 7-24 bulan di posyandu melati gedong tataan pesawaran tahun 2014 yang berjumlah 86 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian adalah teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan angket dengan alat kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.Hasil penelitian penelitian pengetahuan dengan penghambatan pemberian ASI eksklusif (p value = 0,002), hubungan pekerjaan dengan penghambat ASI eksklusif (p value = 0,027), hubungan dukungan keluarga dengan penghambat pemberian ASI eksklusif (p value = 0,017). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, pekerjaan dan dukungan keluarga dengan penghambatan pemberian ASI ekslusif di posyandu melati gedong tataan pesawaran tahun 2014. Peneliti menyarankan adanya tenaga kesehatan melalui penyuluhan kepada ibu hamil, ibu melahirkan dan ibu menyusui tentang manfaat ASI eksklusif dalam usaha peningkatan status kesehatan bayi dan balita. Kata kunci : ASI eksklusif, Faktor penghambat
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DALAM TATANAN RUMAH TANGGA DI DESA BANYUMAS WILAYAH KERJA PUSKESMAS BOJONG KABUPATEN PANDEGLANG TAHUN 2018 Sri Dinengsih; Tita Gustiani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v4i4.995

Abstract

Terwujudnya masyarakat yang sehat tidak terlepas dari perilaku hidup bersih, sehat, dan higinis di lingkungan rumah tangga. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang PHBS dengan memberikan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan berfungsi sebagai media untuk menyediakan kondisi sosio-psikologis sedemikian rupa sehingga individu atau masyarakat berperilaku sesuai dengan norma-norma hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam tatanan rumah tangga di Desa Banyumas Wilayah Kerja Puskesmas Bojong tahun 2018.Metode penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperimental dengan Pre and post test. Peneliti hanya melakukan intervensi pada satu kelompok tanpa pembanding. Pengaruh perlakuan dinilai dengan cara membandingkan nilai posttest dengan pretest.Intervensi yang dilakukan adalah dengan pemberian pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet dilakukan selama 25 menit terhadap 55 responden. Hasil pretest didapatkan rata-rata 34,55 dan postest rata-rata 40.93. Sebelum intervensi pendidikan kesehatan, mayoritas masyarakat di Desa Banyumas berperilaku kurang baik dalam menerapkan PHBS dalam tatanan rumah (52,7%), dan sesudah intervensi pendidikan kesehatan, mayoritas masyarakat berperilaku baik dalam menerapkan PHBS dalam tatanan rumah tangga (63,6%). Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap PHBS dalam tatanan rumah tangga.Diharapkan pihak Puskesmas memperbanyak kegiatan penyuluhan kepada masyarakat, sehingga diharapkan pengetahuan masyarakat tentang PHBS rumah tangga meningkat dan dapat menerapkan perilaku PHBS rumah tangga dengan baik. Kata Kunci  : PHBS, Rumah Tangga, Pendidikan Kesehatan 
JUS BIT MERAH (Beta vulgaris L.) BERMANFAAT MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DENGAN ANEMIA Dewita Dewita; Henniwati Henniwati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i4.2994

Abstract

ABSTRACT Background: Pregnant women are at risk of anemia caused by various things. In general, the cause of anemia in pregnant women is iron deficiency which triggers folate deficiency. According to WHO, the incidence of anemia around 42% occurs in pregnant women with middle to lower economic conditions. The impact of anemia on the mother can experience postpartum hemorrhage caused by uterine atony and premature birth. While the effects of anemia on infants can result in babies born with low birth weight, fetal death in the uterus, asphyxia and intra-uterine growth restriction (IUGR). Beetroot (Beta vulgaris L) contains vitamins A, B, and C, and contains iron, calcium and phosphorus which can stimulate the circulatory system.Purpose: to determine the provision of red beet juice to the increase in Hb levels in pregnant women with anemia in the working area of Langsa City Health Center.Methods: This type of research is quasi experimental, pretest and posttest one model design. This study consisted of 2 groups, namely the group giving Fe tablets as a control group, the group giving beetroot juice as the intervention group. Duration of treatment for 14 days. Each group was observed and checked for hemoglobin levels before and after the intervention. The analysis used to determine the effect of red beet juice and Fe tablets on the increase in hemoglobin levels of anemic pregnant women using the paired T-test (Sig 0.000).Results: Beetroot treatment group, mean hemoglobin at pretest was 10.033 gr / dl and posttest was 11.507 with a difference of 1.474, meaning that there was an increase in hemoglobin levels after being given red beet juice treatment of 1.474 gr / dl. The test used is the paired t-test with the Sig. 0.000 (<0.05), meaning that there is an effect of giving red beet juice with hemoglobin of pregnant women with anemia. In the control group, the mean hemoglobin at pretest was 10.027 g / dl and 10.747 g / dl in the posttest with a difference of 0.72, meaning an increase in hemoglobin levels was 0.72. The paired t-test results showed the Sig. 0.000 (<0.05), which means that there is an effect of giving Fe tablets with hemoglobin in pregnant women with anemia.Conclusion: There is an effect of Red Beet Juice and Fe Tablets to increase Hb levels in pregnant women with anemiaSuggestion For pregnant women, they can choose beetroot as an alternative to handling cases of anemia during pregnancy. Meanwhile, for health workers to carry out socialization about red beets is very beneficial for public health Keywords: Beetroot Juice, Fe Tablets, Hb Levels, Pregnancy Anemia. ABSTRAK Latar Belakang : Ibu hamil beresiko terjadi anemia yang disebabkan oleh berbagai hal. Secara umum penyebab ibu hamil anemia karena defisiensi besi yang memicu terjadi defisiensi folat. Menurut WHO angka kejadian anemia sekitar 42 % terjadi pada ibu hamil dengan kondisi ekonomi kalangan menengah kebawah. Dampak anemia pada ibu dapat mengalami perdarahan postpartum yang disebabkan karena atonia uteri dan kelahiran prematur. Sedangkan efek anemia pada bayi dapat mengakibatkan bayi lahir dengan BBLR, Kematian janin dalam Rahim, asfiksia dan intra uterin growth restriction (IUGR). Bit merah (Beta vulgaris L)  mengandung vitamin A, B, dan C, serta mengandung zat besi, kalsium dan fosfor yang dapat merangsang sistem peredaran darah.Tujuan : untuk mengetahui pemberian jus Bit merah terhadapa peningkatan kadar Hb pada ibu hamil dengan anemia di wilayah kerja Puskesmas Kota Langsa.Metode : Jenis penelitian quasi experimental, pretest and posttest one model design. Penelitian ini terdiri dari 2 kelompok yaitu kelompok pemberian tablet Fe sebagai kelompok kontrol, kelompok pemberian Jus Bit merah sebagai kelompok intervensi.  Lamanya Perlakuan yang dilakukan selama 14 hari. Setiap kelompok diobservasi dan dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin sebelum dan setelah diberikan intervensi.  Analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh pemberian Jus Bit merah dan tablet Fe terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil anemia dengan menggunakan uji paired T-test (nilai Sig 0.000).Hasil : kelompok perlakuan Bit merah, rerata hemoglobin pada saat pretest sebesar 10,033 gr/dl dan posttest sebesar 11,507 dengan selisih 1,474, artinya terjadi kenaikan kadar hemoglobin setelah diberikan perlakuan jus Bit merah sebesar 1,474 gr/dl. Uji yang digunakan adalah paired t-test dengan nilai Sig. 0,000 (< 0,05), artinya terdapat pengaruh pemberian jus bit merah dengan hemoglobin ibu hamil dengan anemia. pada kelompok kontrol dengan pemberian tablet Fe rerata hemoglobin saat pretest sebesar 10,027 gr/dl dan posttest 10,747 gr/dl dengan selisih 0,72, berarti terjadi kenaikan kadar hemoglobin sebesar 0,72. Hasil  uji paired t-test didapatkan hasil nilai Sig. 0,000 (< 0,05), artinya terdapat pengaruh pemberian tablet Fe dengan hemoglobin ibu hamil dengan anemia.Kesimpulan : ada pengaruh pemberian Jus Bit Merah dan Tablet Fe terhadap peningkatan kadar Hb pada ibu hamil dengan AnemiaSaran . Bagi ibu hamil agar dapat memilih Bit merah sebagai salah satu altrenatif terhadap penanganan kasus anemia selama kehamilan.  Sedangkan bagi petugas kesehatan agar melaksanakan sosialisasi tentang  buah Bit merah  sangat bermanfaat terhadap kesehatan masyarakat Kata Kunci : Jus Bit merah, Tablet Fe, Kadar kadar Hb, Anemia Kehamilan
PENGARUH RELAKSASI TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA IBU HAMIL BERISIKO TINGGI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMUR BATU BANDAR LAMPUNG TAHUN 2016 Anggraini Anggraini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v4i1.638

Abstract

Tingginya kasus kematian ibu akibat komplikasi bahaya kehamilan, informasi rasa nyeri padawaktu persalinan, berita kematian ibu saat proses maupun pasca persalinan sudah menjadi pokokpembicaraan para wanita sejak masa kehamilan sehingga dapat menimbulkan perasaan cemasterutama pada seorang ibu yang labil jiwanya. Kecemasan ini mencapai klimaksnya pada saatmenjelang  persalinan,  oleh  karena  itu  banyak  calon  ibu  yang  muda  belia menghadapi  kelahiran anaknya  dengan  perasaan  takut  dan  yang mempengaruhi respons cemas(1). Tujuan   penelitian  diketahui   pengaruh   relaksasi   terhadap penurunan  kecemasan pada ibu hamil berisiko tinggi diWilayah Kerja Puskesmas Sumur Batu Bandar Lampung tahun 2016. Jenis penelitian adalah kuantitatif, desain penelitian quasy eksperimen dengan pendekatan onegroup pre and post test. Populasi adalah seluruh ibu hamil berisiko tinggi terismester I, II dan III diPuskesmas Sumur Batu Bandar Lampung ibu hamil berisiko tinggi periode tanggal Januari – Juli  2016 sebesar 43 orang, besar sampel 15, teknik pengambilan sampel   simple   random   sampling.  Analisa   data   univariat   dan   bivariat   dengan menggunakan uji t dependen. Hasil penelitian didapat rata – rata skor kecemasan sebelum dilakukan relaksasi padapenderita hipertensi  sebesar 26.40  dan rata  –  rata  skor kecemasan  setelah dilakukan relaksasipada penderita hipertensi sebesar 22.00. Hasil uji t test dependen rata – rata skor penurunankecemasan sebelum dan setelah dilakukan relaksasi sebesar 4.400, p value = 0,000 < 0,05 artinyaHo di tolak, ada pengaruh relaksasi terhadap penurunan kecemasan pada ibu hamil berisiko tinggi. Diharapkan bagi petugas kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Sumur Batu BandarLampung untuk dapat menerapkan managemen penatalaksanaan penurunan kecemasan bukan hanyadari segi medis akan tetapi dapat menerapkan penatalaksanaan penurunan kecemasan dari segi nonmedis dengan menggunakan teknik relaksasi yang dapat dilakukan   setiap minggu pada kelas ibu atauPosyandu sehingga kecemasan dapat terkontrol dengan baik kebatas normal
PERAN PIK-R DENGAN PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA REMAJA Devy Lestari Nurul Aulia; Cindy Carlin Tan
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i2.2647

Abstract

 ABSTRAKLatar Belakang Pemerintah telah mengupayakan program generasi berencana bagi remaja untuk mengendalikan persoalan terkait remaja seperti kesehatan reproduksi dan perilaku seksual pada remaja dan salah satu organisasinya adalah PIK-R.Tujuan peneliti untuk mengetahui apakah ada hubungan peran PIK-R dengan perilaku seks pranikah.Metode Penelitian ini menggunakan metode cross sectional  yang dilaksanakan di SMA Negeri X dan Y pada bulan agustus 2019 dengan populasi dan sampel dari 70 siswa dan siswi anggota PIK-R. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling karena jumlah responden dibawah 100. Untuk menganalisa data digunakan uji chi square untuk menguji hubungan antar variable yang dibantu oleh program SPSS.Hasil penelitian dapatkan yang PIK-R nya berperan perilaku seks pranikah beresiko ada 2 orang (4,7%), dan yang PIK-R nya yang berperan perilaku seks pranikah tidak beresiko ada 41 orang (95,3%), PIK-R yang tidak berperan perilaku seks pranikah ada beresiko 7 orang (25,9%). Hasil uji statistic ada hubungan antara peran PIK-R dengan perilaku seks pranikah dengan p=0,12.Kesimpulan lebih dari setengah responden mengatakan PIK-R berperan karena seminggu sekali rutin berkumpul dan diberi pembekalan materi tentang kespro dan sex education sehingga lebih banyak perilaku seks tidak beresiko namun beberapa yang beresiko dikarenakan faktor lingkungan, rasa ingin tahu dan sosial media walaupun sudah pernah terpapar oleh materi tentang kespro dan sex education.Saran diharapkan agar dapat selalu meningkatkan kegiatan atau aktivitas yang dapat memberikan dampak positif bagi siswa dan siswi di SMA N X dan Y Kota Batam seperti bekerjasama dengan pihak genre untuk melakukan sosialiasi tentang perilaku seksual dan kesehatan reproduksi di sekolah SMA N X dan Y Kota batam, sehingga bisa menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat dan berpengetahuan lebih mengenai kesehatan  dan bermanfaat untuk masa depan negaraKata Kunci        : Peran PIK-R, Perilaku Seks Pranikah                          
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA BIDAN PRAKTEK SWASTA DI DESA MADIUN RAJABASA TAHUN 2015 Devi Kurniasari; Ratna Dewi Putri; Ferlinthany Ferlinthany
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v2i1.564

Abstract

Kematian ibu pada tahun 2012 di provinsi lampung dari 171.975 ibu bersalin adalah eklamsi 33,15 %, perdarahan 22,47 %, infeksi 2,25 %, penyebab lain 42,13 % dari 171.975 ibu bersalin. Hal yang memicu terjadinya kematian karena perdarahan dan infeksi adalah karena adanya robekan perineum yang diderita ibu nifas pasca persalinan. Robekan perineum yang terjadi secara spontan maupun episiotomi. Robekan jalan lahir bisa terjadi karena partus precipitatus, kepala janin besar dan janin besar, serta perluasan episiotomi. Hal ini berisiko menyebabkan infeksi postpartum karena adanya luka pada bekas perlukaan plasenta, laserasi pada saluran genital termasuk episiotomi pada perineum,   dinding   vagina   dan   serviks.Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian  ini adalah semua ibu nifas di BPS yang berada di Desa Madiun Rajabasa ada 56 orang ibu nifas yang mengalami luka perineum. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square.Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia dengan penyembuhan luka perineum dengan hasil analisis diperoleh p-value < 0,05 nilai p-value  = 0.012, ada hubungan antara cara perawatan dengan penyembuhan luka perineum dengan hasil analisis diperoleh p-value < 0,05 nilai p-value  = 0.004 dan ada hubungan antara personal hygiene dengan penyembuhan luka perineum dengan hasil analisis diperoleh p-value < 0,05 nilai p-value  = 0.003. Saran untuk tenaga kesehatan adalah Lebih meningkatkan kemampuan pelayanan sehingga dalam memberikan pelayanan kesehatan dapat lebih luas jangkauannya, termasuk pelayanan kesehatan pada ibu nifas, misalnya dengan lebih meningkatkan pendidikan kesehatan melalui pemberian penyuluhan tentang perawatan   luka perineum. Kata Kunci  : Faktor, Penyembuhan Luka Perineum
HUBUNGAN PENGGUNAAN POPOK INSTAN TERHADAP KEJADIAN RUAM POPOK PADA BAYI DI POSYANDU WILAYAH KERJA DESA PANCA TUNGGAL KABUPATEN LAMPUNG SELATAN 2018 anggraini dinnata bahruddin
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i2.1256

Abstract

Latar Belakang : Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada prevalensi iritasi kulit pada bayi cukup tinggi yaitu 25% dari 6.840.507.000 bayi yang lahir di dunia. Ruam popok merupakan infeksi kulit karena paparan urine dan kotoran yang berkepanjangan ditambah dengan tekanan dan gesekan popok.Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan penggunaan popok instan terhadap kejadian ruam popok pada bayi di Posyandu Wilayah Kerja Desa Panca Tunggal Kabupaten Lampung Selatan.Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional. Populasi adalah keseluruhan keseluruhan bayi usia 0-12 bulan yang teregister di 3 (tiga) Posyandu di wilayah kerja Desa Panca Tunggal Kabupaten Lampung Selatan pada bulan April-Juni sebanyak 58 bayi. Sampel ditentukan dengan tehnik total populasi sebanyak 58 responden. Instrumen penelitian adalah lembar kuisioner dan lembar observasi ruam popok. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square Test dengan tingkat kemaknaan 0,05.Hasil penelitian: distribusi distribusi frekuensi bayi yang menggunakan popok instan sebanyak 28 bayi (48,28%). Distribusi frekuensi bayi bayi yang mengalami ruam popok sebanyak 14 bayi (21,14%). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara penggunaan popok instan terhadap kejadian ruam popok pada bayi dengan p value: 0,022 dan OR: 5,824, sehingga dapat disarankan agar para tenaga kesehatan khususnya bidan untuk melakukan promosi kesehatan tentang cara penggunaan popok instan seperti informasi tentang kapan waktu yang tepat untuk mengganti popok serta jenis popok yang tepat untuk digunakan pada bayi guna menghindari kejadian ruam pada bayi akibat dari penggunaan popok instan.
PEMBERIAN SUPLEMEN KOLAGEN TERHADAP ELASTISITAS DAN WARNA KULIT WANITA MENOPAUSE Lhedys Angela; Sri Dinengsih; Risza Choirunissa
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i1.3138

Abstract

ABSTRACT GIVING COLLAGENT SUPPLEMENTS ON ELASTICITYAND MENOPAUSE WOMEN'S SKIN COLOR Background: Physical changes that are generally more visible when a person reaches menopause are changes in skin elasticity and skin color. Reduced water and oil content in the skin will result in reduced skin elasticity resulting in fine lines and wrinkles on the skin and factors that cause skin discoloration are the use of drugs, use of unsafe cosmetics or absorption of ultraviolet (UV) rays. that comes from sunlight. This is caused by reduced collagen production by cells. Due to the reduced amount of collagen, there will also be a reduction in the amount of reduced glycosaminoglycans which then results in reduced skin turgor.Purpose: The purpose of this study was to determine the effect of collagen consumption on skin elasticity and skin color in menopausal women in Cikande, Serang District, Banten Province.Methods: This study used quantitative descriptive statistics with a Quasi-Experimental research design with a One-Group Pretest-Posttest Design approach, which is a quasi-experiment where a group is measured and observed before and after the treatment (treatement). The sample of this research was 20 menopausal women in July in Cikande Village, Serang Regency, Banten Province.Results: Based on the results of the Paired Samples statistical test before and after collagen consumption on skin elasticity, a P value of 0.0118 was obtained from the significance value α => 0.05, this indicates that there is no effect between collagen consumption on skin elasticity. Based on the results of the Paired Samples statistical test before and after collagen consumption on skin color, the P value was obtained of 0.603 from the significance value α => 0.05, this indicates that there is no effect between collagen consumption on skin color.Conclusion: There is no effect of collagen consumption on skin elasticity and skin color in menopausal women in Cikande Village, Serang Regency, Banten Province. Suggestion:It is hoped that further researchers can carry out further research on the effect of collagen consumption on skin elasticity and skin color and for future researchers to be able to continue this research, as well as become a reference in conducting further research and can be developed again, especially on variables that have not been studied. Keywords: Menopause, Collagen, Skin elasticity, Skin color ABSTRAKLatar Belakang:Perubahan fisik yang umumnya lebih terlihat nampak ketika seorang sampai pada masa menopause adalah perubahan terhadap elastisitas kulit dan warna kulit.Berkurangnya kadar air dan minyak didalam kulit akan mengakibatkan berkurangnya elastisitas kulit sehingga timbul garis-garis halus dan kerut-kerut pada kulit dan faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan warna kulit adalah penggunaan obat-obatan, penggunaan kosmetik yang tidak aman atau penyerapan sinar ultraviolet (UV) yang berasal dari cahaya matahari. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya produksi kolagen yang dilakukan oleh sel. Akibat berkurangnya jumlah kolagen maka akan berkurang pula jumlah pengurangan glycosaminoglycans yang kemudian berakibat pada berkurangnya turgor kulitTujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsumsi kolagen terhadap elastisitas kulit dan warna kulit pada wanita menopause di Kelurahan Cikande Kabupaten Serang Provinsi Banten.Metode: Penelitian ini menggunakan kuantitatif stastistik deskriptif dengan desain penelitian Quasi-Eksperimen dengan pendekatan One-Group Pretest-Posttest Design yang merupakan quasi-experiment dimana sebuah kelompok diukur dan diobservasi sebelum dan setelah perlakuan (treatement).Sample penelitian ini adalah 20 wanita menopause pada bulan Juli di Kelurahan Cikande Kabupaten Serang Provinsi Banten.Hasil Penelitian:Berdasarkan hasil uji Paired Samples statistik sebelum dan sesudah konsumsi kolagen terhadap elastisitas kulit diperoleh nilai P value sebesar 0,0118 dari angka kemaknaan α = > 0,05 hal tersebut menunjukkan tidak ada pengaruh antara konsumsi kolagen terhadap elastisitas kulit. Berdasarkan hasil uji Paired Samples statistik sebelum dan sesudah konsumsi kolagen terhadap warna kulit diperoleh nilai P value sebesar 0,603 dari angka kemaknaan α = > 0,05 hal tersebut menunjukkan tidak ada pengaruh antara konsumsi kolagen terhadap warna kulit.Kesimpulan:Tidak ada pengaruh konsumsi kolagen terhadap elastisitas kulit dan warna kulit pada wanita menopause di di Kelurahan Cikande Kabupaten Serang Provinsi Banten.Saran:Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih lanjutmengenai pengaruh konsumsi kolagen terhadap elastisitas kulit dan warna kulit dan bagi peneliti selanjutnya agar dapat melanjutkan penelitian ini, serta menjadi sebuah acuan dalam melakukan penelitian selanjutnya dan dapat dikembangkan lagi terutama pada variabel-variabel yang belum diteliti. Kata Kunci:Menopause, Kolagen, Elastisitas kulit, Warna kulit.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue