cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
PENGARUH KONSUMSI JAMBU BIJI MERAH TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI BPS LOLITA PUSPITA SARI PUNGGUR LAMPUNG TENGAH TAHUN 2017 Yuli Yantina
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v4i3.665

Abstract

Menurut data dari WHO pada tahun 2010, Didapatkan kejadian sebesar 55% ibu hamilmengalami anemia defesiensi zat besi. Di Indonesia angka kejadian anemia pada ibu hamil sebesar(70%) atau dari 7 dari 10 ibu hamil menderita anemia. Angka kejadian anemia pada ibu hamil diProvinsi Lampung tahun 2013 berkisar 56,39 dari 313,381 ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengaruh konsumsi jambu biji merah terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamiltrimester I di BPS Lolita Puspitasari Punggur Lampung Tengah Tahun 2017. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuntitatif. Rancangan penelitian ini menggunakanone grouppretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu hamil anemia pada trimesterI di BPS Lolita Puspitasari Punggur Lampung Tengah Tahun 2017 berjumlah 15 orang. Sampel diambil dengan menggunakan Total Sampling yang berjumlah 15 orang. Pengumpulan datamenggunakan lembar observasi. Analisa data dilakukan dengan cara uji T-dependen dan penyajianhasil menggunakan distribusi frekuensi. Hasil analisis diperoleh ibu hamil trimester I yang mengalami anemia sebelum mengkonsumsijambu biji merah memiliki rata-rata hemoglobin yaitu 8.26. Ibu hamil trimester I yang mengalamianemia sesudah mengkonsumsi jambu biji merah memiliki rata-rata hemoglobin yaitu 11.51.Sedangkan berdasarkan anlisa data  diperoleh ada  pengaruh mengkonsumsi jambu biji  merahterhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil di BPS Lolita Puspitasari Punggur Lampung TengahTahun 2017 (p-value = 0,000) . Saran peneliti adalah diharapkan pada ibu hamil mengkonsumsijambu biji merah sebagai pilihan alternative untuk mencegah anemia pada kehamilan
DUKUNGAN SUAMI BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE Nurhasanah Nurhasanah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i3.2798

Abstract

ABSTRACT  Background Most of the deaths of pregnant women are caused due to the delay in health personnel in detecting complications in the course of a mother's pregnancy. Several studies have shown that by doing a good pregnancy check can meet the basic needs of pregnant women, especially in increasing knowledge about the state of pregnancy, this can be a basic knowledge where a mother must be able to detect any complications, so that they can be immediately identified and handled properly. In this case the husband's support is needed in order to meet the psychological needs of a pregnant woman .. Purpose to find the relationship between husband support as an independent variable with the mother's attitude in antenatal care visits as a dependent variable, each of which data is collected at the same time. Methods This study uses analytic surveys using a cross sectional approach. With a sample of 30 pregnant women third trimester pregnant women and all mothers have a MCH book in the working area of the Astanagarib Health Center in Cirebon City. The results showed that respondents have a good picture of husband support with a presentation value of (96.7%), then most respondents visited the complete ANC which is equal to (66.7%), after statistical calculations the Fisher test results obtained p value of 0.767 (sig> 0.05) which means that Ha is rejected or there is no relationship of husband support for antenatal care visits. The conclusion in this study there is no relationship of husband support for antenatal care visits. Suggestions for adding other variables such as education, occupational level, and economy, health service factors to antenatal health awareness.  Keywords: Antenatal visit, husband support  ABSTRAK  Latar Belakang :Sebagian besar Kematian ibu hamil disebabkan karena terlambatnya tenaga kesehatan dalam mendeteksi adanya komplikasi pada perjalanan kehamilan seorang ibu. Beberapa penelitian membuktikan bahwa dengan melakukan pemeriksaan kehamilan dengan baik dapat memenuhi kebutuhan dasar ibu hamil tertutama dalam peningkatan pengetahuan akan keadaan kehamilannya, hal ini dapat menjadi pengetahuan dasar dimana seorang ibu harus mampu mendeteksi adanya komplikasi, sehingga dapat segera di ketahui dan ditangani dengan baik. Dalam hal ini dukungan suami sangat diperlukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan psikologis seorang ibu hamil.. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara dukunga suami sebagai variabel bebas dengan sikap ibu dalam kunjungan antenatal care sebagai variabel terikat yang masing-masing datanya dikumpulkan dalam satu waktu yang sama. Metode Penelitian ini menggunakan survey analitik denganmenggunakan pendekatan cross sectional. Dengan sampel sebanyak 30 ibu hamil ibu hamil trimester III dan semua ibu memiliki buku KIA yang berada di wilayah kerja Puskesmas Astanagarib Kota Cirebon. Hasil penelitian didapatkan reponden memiliki gambaran dukungan suami baik dengan nilai presentasi sebesar (96,7%), kemudian sebagian besar responden melakukan kunjungan ANC secara lengkap yakni sebesar (66.7 %), setelah dilakukan perhitungan secara statistic didapatkan data hasil uji Fisher didapat p value sebesar 0,767 (sig > 0,05) yang bermakna Ha ditolak  Kesimpulan dalam penelitian ini tidak adanya hubungan dukungan suami terhadap kunjungan antenatal care.  Saran untuk menambahkan variabel lainnya seperti pendidikan, tingkat pekerjaan, dan ekonomi, faktor pelayanan kesehatan terhadap kesadaran kesehatan pada antenatal.  Kata kunci : Kunjungan Antenatal, Dukungan suami
KARAKTERISTIK IBU BERSALIN KAITANNYA DENGAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA 1 DI KOTA BOGOR Nimade Gusti Ayu; Elin Supliyani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v3i4.629

Abstract

Kontraksi pada saat melahirkan akan menimbulkan perasaan nyeri yang timbul akibat kontraksi servik serta dilatasi serviks dan segmen bawah rahim. Intensitas nyeri sebanding dengankekuatan kontraksi dan tekanan yang terjadi, nyeri bertambah ketika mulut rahim dalam keadaandilatasi penuh akibat tekanan bayi terhadap stuktur panggul diikuti regangan dan perobekan jalan lahir.Ibu hamil mengharapkan dapat bersalin tanpa rasa nyeri. Tingginya operasi sesar salah satunyapenyebabnya karena para ibu lebih memilih persalinan yang relatif tidak nyeri. Kondisi nyeri yangtidak terkelola dengan baik akan menimbulkan berbagai efek bagi ibu maupun janin. Banyak faktoryang dapat memengaruhi nyeri yang dirasakan ibu bersalin dan dapat meningkatkan atau menurunkantoleransi terhadap nyeri dan memengaruhi reaksi terhadap nyeri. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui karakteristik ibu bersalin yang meliputi paritas dan usia ibu bersalin dengan intensitasnyeri persalinan kala I di wilayah Kota bogor Metode penelitian kuantitatif menggunakan desain cross sectional. Pemilihan sampeldilakukan secara proporsional random samping dengan jumlah sampel sebanyak 56 responden.Intensitas nyeri diukur dengan menggunakan numeric rating scale. Analisis data menggunakan ujistatistic Chi-Square. Hasil analisa nilai p>0.05 maka tidak ada keterkaitan antara karakteristik ibu bersalin yangmeliputi parita, usia, dan pendidikan dengan intensitas nyeri kala I persalinan. Oleh sebab itu diharapkan setiap penolong persalinan dapat memberikan kenyamanan selama persalinan kepadasemua ibu bersalin tidak membeda-bedakan asuhan berdasarkan paritas,usia, maupun pendidikan ibu.Semua ibu bersalin berhak mendapatkan pelayanan dan asuhan yang sesuai terutama dalammenghadapi nyeri persalinan dan diperlukan upaya pengendalian nyeri saat persalinan yang sifatnyaalami.
DURASI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP MORDIBITAS BAYI DALAM SATU TAHUN PERTAMA KEHIDUPAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAWAN I Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Lina Anggaraeni Dwijayanti; Luh Ayu Purnami; Ari Pertama Watiningsih Pertama Watiningsih; Kadek Nadia Sintia Dewi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i2.2402

Abstract

 ABSTRAK Latar Belakang Pemberian ASI Eksklusif yang tidak optimal meningkatkan risiko kematian pada bayi. Indonesia memiliki cakupan pemberian ASI yang masih jauh dari target global. Tujuan  untuk menganalisis pengaruh durasi pemberian ASI Eksklusif terhadap mordibitas bayi. Metode Penelitian longitudinal analitik dengan pendekatan secara kohort retrospektif dan pengambilan secara crossectional. Analisis yang digunakan adalah cox regresi menggunakan SPSS versi 17. Sampel berjumlah 189 orang menggunakan metode wawancara. Hasil Insiden rate mordibitas bayi dengan durasi pemberian ASI kurang dari enam bulan sebesar 46 per 100 PY (person years) dengan median time mordibitas pada 1.63 bulan. Terbukti durasi pemberian ASI kurang dari enam bulan berisiko terhadap mordibitas bayi hingga 14.6 kali (9.28-22.97 p 0.01). Ibu dengan status bekerja 1.5 kali  (1.13-2.12 p 0.01) dan lama bekerja lebih dari enam jam 1.5 kali (1.03-2.26 p 0.03) berisiko terhadap mordibitas bayi dalam satu tahun kehidupan pertama. Durasi pemberian ASI kurang dari enam bulan, status ibu bekerja dan lama bekerja lebih dari enam jam berisiko terhadap tingkat mordibitas pada bayi. KesimpulanDurasi pemberian ASI Eksklusif berpengaruh terhadap tingkat mordibitas pada bayi. Durasi pemberian ASI kurang dari enam bulan terbukti 14.6 kali meningkatkan mordibitas pada bayi dibandingkan pemberian ASI lebih dari enam bulan. Selain itu karakteristik sosial yaitu dengan ibu yang bekerja lebih dari enam jam sehari 1.5 kali meningkatkan mordibitas pada bayinya.Saran Konseling terhadap pekerja wanita yang menyusui harus direalisasikan dengan memberikan ruang dan fasilitas yang dapat mendukung pemberian ASI Eksklusif sehingga dapat menurunkan kejadian mordibitas pada bayi. Informasi mengenai ASI perah dan cara menyimpan ASI juga perlu disosialisasikan dengan baik. Kata Kunci : Durasi, eksklusif, mordibitas 
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUNJUNGAN LANSIA KE POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS REJOSARI PEKANBARU TAHUN 2015 Ani Triana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v3i1.597

Abstract

Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fasekehidupannya. Salah satu faktor yang mempengaruhi kunjungan lansia ke posyandu lansia adalahdukungan keluarga. Salah satu Puskesmas yang ada di kota Pekanbaru yang memiliki PosyanduLansia dengan jumlah kunjungan lansia terendah pada tahun 2014 adalah Puskesmas Rejosari.Tujuanpenelitian adalah diketahui hubungan dukungan keluarga dengan kunjungan lansia ke PosyanduLansia di wilayah kerja Puskesmas Rejosari Pekanbaru tahun 2015.Penelitian inimenggunakan desainpenelitian cross-sectional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh lansia yang ada di Wilayah KerjaPuskesmas Rejosariyang terdata pada tahun 2014dengan sampel berjumlah 125 orang.Tekniksampling yang digunakan dalampenelitian ini menggunakan simple random sampling.hasil penelitianmenunjukkan bahwa sebagian besar lansia tidak melakukan kunjungan ke Posyandu Lansia sebanyak86 orang (68,8%). Sedangkan lansia tidak ada dukungan keluarga sebanyak 76 orang (60,8%). Adahubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kunjungan lansia ke Posyandu Lansia diWilayah Kerja Puskesmas Rejosari Tahun 2015, hasil p value 0,014 (< 0,05) OR 2,8 CI 95% (1,29-6,17). Oleh karena itu perlunya petugas kesehatan memberikan informasi dan pendekatan kepadakeluarga pentingnya Posyandu Lansia dapat melalui penyuluhan ataupun kunjungan rumah.Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Kunjungan Lansia, Posyandu Lansia
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KADER TENTANG STUNTING PADA BALITA USIA 12 – 36 BULAN MELALUI PENERAPAN APLIKASI ANAK BEBAS STUNTING (ABS) Titi Purwitasari Handayani; Vita Murniarti Tarawan; Juntika Nurihsan
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i4.2058

Abstract

Latar Belakang : Permasalahan Gizi di Indonesia masih tinggi, dengan angka kejadian stunting di Indonesia tahun 2013 sekitar 37,2%, melebihi dari standar yang ditetapkan yaitu   20%. Efek stunting pada balita mengakibatkan terhambatnya perkembangan kognitif yang berpengaruh terhadap kecerdasan, ketangkasan berpikir serta  produktivits kerja. Pengetahuan kader yang baik dan sikap positif mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan melakukan penilaian deteksi dini secara awal terjadinya stunting maupun masalah gizi di masyarakat. Aplikasi Anak Bebas Stunting (ABS) berisikan informasi mengenai stunting diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap kader sehingga mampu melakukan penilaian awal.Tujuan : untuk menganalisis pengaruh aplikasi anak bebas stunting (ABS) terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap kader tentang stunting pada balita usia 12 – 36 bulan.Metode : Desain penelitian quasi experiment one group  pre test and post test, dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Leuwigoong,. Subjek penelitian 80 orang kader dengan simple random sampling. Hasil penelitian : didapatkan bahwa terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap kader setelah diberikan Aplikasi Anak Bebas Stunting (ABS) dengan nilai p <0,005, presentase peningkatan pengetahuan 25,1% dan  persentase sikap 76,2%. Simpulan penelitian terdapat pengaruh penerapan aplikasi Anak Bebas Stunting (ABS) terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap kader tentang stunting . Kata kunci : Aplikasi ABS, kader, Pengetahuan, Sikap
EFEKTIVITAS ASI EKSKLUSIF PADA PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR BAYI Melati Julizar; Muslim Muslim
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i1.3346

Abstract

ABSTRACT THE EFFECTIVENESS OF EXCLUSIVE BREASTFEEDING ON INFANT GROSS MOTOR DEVELOPMENT  Background: The coverage of exclusive breastfeeding in Indonesia has not reached the expected rate, which is around 80%. Exclusive breastfeeding is very important for the baby's growth and development. Babies who are exclusively breastfed and with good nutritional status have normal gross motor development. Breastfeeding exclusively supports the baby's growth, improves brain cell development, language development, and motor development of the baby because breast milk contains various nutrients that can promote growth and brain development. This study aims to analyze the effectiveness of exclusive breastfeeding on infant gross motor development in Syamtalira Aron, Aceh Utara.Methods: This study used a comparative design with a cross sectional approach. The number of research respondents was 92 respondents, with a total sampling technique. Exclusive breastfeeding data and gross motor development were collected using a Developmental Pre-Screening Questionnaire (KPSP).Results: In this study, it is known that the frequency distribution of exclusive breastfeeding was 37 people (37.5%), and 55 people (62.5%) were not exclusively breastfed. The data analysis used the Mann Whitney U. The results of the bivariable study showed that the exclusive breastfeeding group had a minimum value of 7 and a maximum value of 10. While the non-ASI group had a median score of 7 with a minimum value of 6 and a maximum of 10, the average rating of the exclusive breastfeeding group was 66.50 higher than the non-ASI group with a value of 33.05 and a p-value of 0,000.Conclusion: Exclusive breastfeeding is better than non-exclusive breastfeeding for infants aged 0-6 months for infant development.Suggestion: it is hoped that further researchers can research using a qualitative approach so that they can find out more deeply and get accurate information about exclusive breastfeeding and it is hoped that mothers who have babies can exclusively breastfeed for six months. Key words: Exclusive breastfeeding; Gross motor development of infants ABSTRAK Latar Belakang: Cakupan ASI eksklusif di Indonesia belum mencapai angka yang diharapkan, yaitu sekitar 80%. ASI eksklusif sangat penting untuk tumbuh kembang bayi. Bayi yang mendapat ASI eksklusif dan berstatus gizi baik mempunyai perkembangan motorik kasar normal. Pemberian ASI secara eksklusif mendukung pertumbuhan bayi, meningkatkan perkembangan sel otak, perkembangan bahasa, dan perkembangan motorik bayi karena ASI mengandung berbagai nutrien yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan otak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas Asi Eksklusif pada perkembangan motorik kasar bayi di Syamtalira Aron, Aceh Utara.Metode: Penelitian ini menggunakan design komparatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden penelitian yaitu 92 responden, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data ASI Eksklusif dan perkembangan motorik kasar diambil dengan menggunakan kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP).Hasil: Pada penelitian ini diketahui distribusi frekuensi pemberian ASI Eksklusif sebanyak 37 orang (37,5%), dan tidak ASI eksklusif sebanyak 55 orang (62,5%). Analisis data menggunakan Mann Whitney U. Hasil penelitian bivariabel menunjukkan median kelompok ASI Eksklusif 9 dengan nilai minimal 7 dan nilai maksimal 10. Sedangkan kelompok Tidak ASI nilai median 7 dengan nilai minimal 6 dan maksimal 10, rata-rata peringkat kelompok ASI Eksklusif 66,50 lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok Tidak ASI dengan nilai 33,05 serta nilai pvalue 0,000.Kesimpulan: Pemberian ASI Eksklusif lebih baik dari pada yang tidak diberi ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan untuk perkembangan bayi.Saran : diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat meneliti dengan menggunakan pendekatan kualitatif sehingga dapat menggali lebih dalam dan didapatkan informasi yang lebih akurat mengenai Asi Eksklusif dan diharapkan bagi ibu yang memiliki bayi agar dapat memberikan ASI secara eksklusif selama enam bulan. Kata kunci: ASI Eksklusif; Perkembangan motorik kasar bayi
PENGARUH METODE KANGGURU UNTUK MENGURANGI NYERI PENYUNTIKAN INTRA MUSCULAR IMUNISASI HB 0 PADA BAYI BARU LAHIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGAMBUR KABUPATEN PESISIR BARAT TAHUN 2017 Susilawati Susilawati; Pramesti Putri Wardani; Neneng Siti Lathifah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v4i2.656

Abstract

Pada tahun 2013 secara nasional diperkirakan terdapat 1,2% penduduk di Indonesia mengidappenyakit Hepatitis, dan kondisi ini meningkat 2 kali lipat dibandingkan tahun 2007, yaitu sekitar 0,6%.Berdasarkan hasil prasurvey dengan cara wawancara langsung, pada bulan Februari 2017, kepada 16orang bidan dan 15 orang ibu yang memiliki bayi baru lahir diwilayah Puskesmas Ngambur ditemukanadanya ketidaktahuan dari ibu tentang pengaruh dari metode kanguru dalam mengurangi rasanyeripada penyuntikan intramuscular. Tujuan dari penelitian ini adalahdiketahui pengaruh metodekanguru dalam mengurangi nyeri penyuntikan intramuscular imunisasi hb0 pada bayi baru lahir diwilayah kerja Puskesmas Ngambur Kabuapten Pesisir Barat tahun 2017. Jenis Penelitian Kuantitatif, rancangan penelitianmetode quasi eksperimen dengan pendekatanposttest-Only Contol Group Design. Populasi seluruh bayi baru lahir sebanyak 30 orang. Sampelsebanyak 30 orang dengan kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah, bayi baru lahir usia 0-7 hari,berat badan bayi normal (>2500 gram), bayi yang tidak terdapat kegawatan pernafasan dan sirkulasi,bayi yang mampu bernafas sendiri, bayi yang belum mendapatkan suntikan IM berupa imunisasihepatitis  0, ibu bayi bersedia menjadi subjek penelitian, lengan teknik sampling simple randomsampling. Analisa data dengan uji T-test. Hasil penelitian menunjukan rata-rata nyeri pada kelompok intervensi sebesar 1.67, rata-ratanyeri pada kelompok control sebesar 4.27. Diketahui Ada pengaruh  metode kangguru untukmengurangi rasa nyeri penyuntikan intra muscular imunisasi Hb0 pada bayi baru lahir di wilayah kerjaPuskesmas Ngambur Kabupaten Pesisir Barat tahun 2017. Hasil uji t didapat p value 0,000 < α (0,05).Disarankan bagi tenaga kesehatan khususnya bidan agar menyarankan kepada ibu yang anaknya akandilakukan imunisasi agar melakukan metode kangguru karena dapat menurunkan nyeri pascaimunisasi
PEMBERIAN ASI DAN BBLR BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-36 BULAN Ita Novianti; Diana Mardianti; Asrianti Safitri Muchtar
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i3.2701

Abstract

ABSTRACT  Background: One of nutritional problems in toddlers that requires more attention is stunting based on the TB/U index. Stunting is a condition of short or too short body that it exceeds the SD-2 deficit below the median length or height of body that affect to the failure of reaching normal and healthy height which is  associated with the child's age. Stunting is a condition where chronic malnutrition is caused by poor nutritional intake, LBW (Low Birth Weight) and a history of disease. It includes unbalanced food and inappropriate exclusive breastfeeding, which is caused by limited food consumption.  Purpose: To determine the relationship of breastfeeding and low birth weight infants to the incidence of stunting in infants aged 12-36 months in the working area of Puskesmas Ulaweng in 2019.  Method: This study used a cross sectional design. The population were 105 young people aged 12-36 months who were registered at the Posyandu. The sample in this study were 52 people. Purposive sampling technique sampling and data collection by questionnaire were applied. Data were processed using SPSS 20 and univariate and bivariate analysis with chi-square statistical tests, and presented in the form of frequency distribution tables.  Result: There is a relationship between exclusive breastfeeding and the occurrence of Stunting, where the value (p) =.000, there is a relationship between LBW and the event of Stunting, where the value (p) =.000. Conclusion: There is a relationship of breastfeeding and low birth weight to stunting in the work area of Puskesmas Ulaweng. Suggestion: Further increase counseling on WUS about breastfeeding and stunting  Keywords: Breastfeeding, Low Birth Weight, and Stunting Event  ABSTRAK  Latar Belakang : Salah satu masalah gizi pada balita yang mendapat banyak perhatian yaitu stunting berdasarkan indeks TB/U. Stunting merupakan keadaan tubuh yang pendek dan sangat pendek hingga melampaui deficit -2 SD di bawah median panjang atau tinggi badan, yang mengakibatkan kegagalan dalam mencapai tinggi badan yang normal dan sehat sesuai usia anak. Stunting merupakan suatu kondisi dimana kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang, BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) dan riwayat penyakit. Asupan makanan yang tidak seimbang termasuk dalam pemberian ASI eksklusif yang tidak sesuai yang diakibatkan karena keterbatasan makanan yang dikonsumsi.  Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pemberian asi dan berat badan lahir rendah dengan kejadian stunting pada balita usia 12-36 bulan di wilayah kerja puskesmas ulaweng tahun 2019.  Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi berjumlah 105 orang balia usia 1236 bulan yang tercatat di posyandu. Sampel dalam penelitian ini adalah 52 orang. Teknik pengambilan sampel purposive sampling, pengumpulan data dengan kuesinoer. Data diolah menggunakan SPSS versi 20 dan analisa secara univariat dan bivariat dengan uji statistic chi-square serta disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.  Hasil: Ada hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting dimana diperoleh nilai (p) = ,000 ada hubungan BBLR dengan kejadian Stunting dimana diperoleh nilai (p) = ,000.  Kesimpulan: Terdapat hubungan Pemberian ASI dan Berat Badan Lahir Rendah dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Ulaweng. Saran : Lebih meningkatkan penyuluhan pada WUS tentang pemberian ASI dan Stunting  Kata Kunci : Pemberian ASI, Berat Badan Lahir Rendah dan Kejadian Stunting
PENGARUH PEMBERIAN PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG BAHAYA PEMBERIAN MP-ASI DINI Arum Dwi Anjani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v3i3.620

Abstract

Menurut Riset Kesehatan Dasar (2013), bayi yang mendapatkan ASI eksklusif berjumlah30,2% sedangkan bayi yang telah diberikan MP-ASI adalah 69,8% dari seluruh total bayi di Indonesia.Berdasarkan studi pendahualuan pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif sebesar 34 orang (42%), danpraktek pemberian MP-ASI pada bayi berusia 0 – 6 bulan sebesar 68 orang (84%). Tujuan Penelitianini adalah mengetahui pengetahuan sebelum, sesudah dan pengaruh setelah pemberian informasipromosi kesehatan tentang bahaya pemberian MP-ASI dini di Posyandu wilayah kerja PuskesmasTanjug Sengkuang. Penelitian ini menggunakan Total Sampling, dilakukan pada bulan Mei-Juni 2015.Sampelnya adalah ibu nifas sebanayk 49 orang. Teknik analisa yang diganakan adalah teknik analisisbivariat yang digunakan adalah uji T-Test. Pengetahuan ibu nifas tentang bahaya pemberian MP-ASIdini sebelum diberikan promosi kesehatan didapatkan hasil rata-rata 15,92 sedangkan sesudahdiberikan promosi kesehatan didapatkan hasil rata-rata 18,59 dari total skor 20 soal dan mengalamipeningkatan sebesar 2,67. Semakin besar informasi yang didapatkan ibu nifas tentang bahayapemberian MP-ASI dini maka semakin minim tingkat kejadian pemberian MP-ASI dini. Diharapkanuntuk peneliti selanjutnya dapat memilih ibu hamil trimester III sebagai sampel yang lebih tepat lagidalam penelitian ini

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue