cover
Contact Name
Supriyadi
Contact Email
jurnalindustriunsera@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalindustriunsera@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya
ISSN : 2407781X     EISSN : 26552655     DOI : -
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya, dengan nomor terdaftar ISSN 2407-781X (Print) dan 2655-2655 (online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Sudi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Serang Raya. Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian di bidang Teknik Industri yang diterbitkan dua kali setahun. Ruang lingkup Ilmu mencakup Riset Operasi, Sistem Manufaktur, Manajemen Industri, Ergonomi dan Sistem Kerja, Logistik dan Manajemen Rantai Pasokan, dan studi ilmiah lainnya sesuai dengan bidang lingkup penelitian Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2020)" : 10 Documents clear
Evaluasi Kerusakan Barang dalam Proses Pengiriman dengan Menggunakan Metode Seven Tools Somadi Somadi; Benowo Seto Priambodo; Putu Rimayanthi Okarini
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.204 KB) | DOI: 10.30656/intech.v6i1.2008

Abstract

PT. Titipan Mahakam Express merupakan perusahaan ekspedisi yang merupakan vendor dari Toyota untuk mengirim suku cadang mobil dari Jakarta ke Balikpapan. Namun dalam pengiriman barang, seringkali barang mengalami kerusakan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui barang yang mengalami kerusakan pada proses pengiriman dan faktor penyebab terjadinya kerusakan barang, serta upaya yang dilakukan untuk mengurangi kerusakan barang. Penelitian dilakukan pada barang kiriman dari Toyota yang mengalami kerusakan ketika dilakukan pengiriman oleh PT. Titipan Mahakam Express dari bulan Juli 2019 hingga Desember 2019. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis menggunakan metode Seven Tools dan analisis 5W+1H. Berdasarkan hasil penelitian bahwa barang yang mengalami kerusakan dalam proses pengiriman yaitu accu, kaca, bumper, kap mesin, dan radiator. Terjadinya kerusakan barang disebabkan oleh kurangnya jumlah SDM, kurangnya skill mengemudi, driver mengejar waktu, kualitas material packaging kurang bagus, barang terguncang saat perjalanan, keterbatasan jumlah armada, biaya transportasi mahal, tidak adanya pelatihan dan SOP kerja. Upaya untuk meminimalisir terjadinya kerusakan barang yaitu perekrutan SDM berpengalaman, pengawasan pada proses bongkar muat, pemberian estimasi waktu perjalanan, karyawan mentaati peraturan kerja, pelatihan peningkatan kemampuan SDM, pemberian perintah kerja sesuai job description, penambahan jumlah armada, penghematan biaya transportasi, perawatan dan perbaikan mesin kendaraan secara berkala, menggunakan material packaging yang kuat, melakukan penyusunan barang dengan benar ketika muat barang.
Analisis Lean Manufacturing untuk Minimasi Waste pada Proses Door PU Ratna Novitasari; Irwan Iftadi
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.472 KB) | DOI: 10.30656/intech.v6i1.2045

Abstract

PT XYZ merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam penyedia alat-alat rumah tangga, salah satunya adalah kulkas. Pada proses produksi Door PU di divisi refrigerator terdapat permasalahan pencapaian output produksi yang lebih rendah dibandingkan dengan target produksi pada Door PU produk kulkas 1 pintu serta freezer. Penelitian ini membahas mengenai analisis lean manufacturing pada proses identifikasi dan minimasi waste yang ada pada proses Door PU di divisi refrigerator PT XYZ. Penelitian dilakukan dengan 4 tahapan. Tahap pertama adalah pembuatan Value Stream Mapping (VSM) untuk menunjukan keseluruhan proses produksi Door PU. Tahap kedua dilakukan identifikasi waste dan break down tahapan proses produksi dalam bentuk process activity mapping. Tahap ketiga adalah proses identifikasi akar permasalahan dari waste yang telah diketahui dengan menggunakan root cause analysis - 5 Why's. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil waste berupa waiting dan defect, dengan nilai operasi value added sebesar 11,54%, non value added 7,69%, dan operasi necessary non value added sebesar 76,43%. Rekomendasi perbaikan mampu mengurangi total aktivitas proses dari 26 menjadi 24 serta peningkatan nilai PCE menjadi 31,45%.
Analisis Human Error pada Proses Produksi Keramik dengan Menggunakan Metode HEART dan SHERPA As Shiddiq Putra Utama; Willy Tambunan; Lina Dianati Fathimahhayati
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.492 KB) | DOI: 10.30656/intech.v6i1.2114

Abstract

Unit Pelaksana Teknis Dinas Pusat Pengembangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Samarinda melakukan proses produksi untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan produk tanpa harus memesan keluar pulau. UPTD P2KUKM mempunyai empat workshop, salah satunya workshop keramik, Workshop keramik memproduksi dua jenis yaitu earthenware dan stoneware. Proses produksi keramik dilakukan dengan mengandalkan tenaga manusia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi human error yang terjadi pada proses produksi dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk meminimalkan human error yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode SHERPA dan HEART dalam menganalisis human error yang terjadi. Metode kualitatif menggunakan SHERPA untuk mengidentifikasi human error. Metode kuantitatif dengan metode HEART untuk mengetahui nilai probabilitas terjadinya human error. Berdasarkan data yang diperoleh dengan menggunakan HTA, pada proses produksi keramik mempunyai 6 tahapan yang terbagi dalam 18 sub-pekerjaan. Analisis secara kualitatif menggunakan metode SHERPA memperoleh 18 kemungkinan error yang dapat dilakukan oleh pekerja. Berdasarkan analisis secara kuantitatif didapatkan nilai Human Error Probability (HEP) tertinggi yaitu pada sub-pekerjaan membersihkan tanah dari kotoran dengan nilai HEP sebesar 0.99. Rekomendasi perbaikan untuk mengurangi terjadinya kesalahan manusia (human error) yaitu briefing sebelum melakukan pekerjaan, membuat display, membuat form checklist, melakukan pengawasan dan training. Meminimalkan human error pada suatu proses produksi secara tidak langsung mampu meningkatkan tingkat produktivitas pekerja.
Optimalisasi Panjang Jaringan Pipa Air Bersih di Dki Jakarta Menggunakan Minimum Spanning Tree Glisina Dwinoor Rembulan; Julliete Angel Luin; Vri Julianto; Giovandri Septorino
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.195 KB) | DOI: 10.30656/intech.v6i1.2164

Abstract

Ketahanan air adalah prioritas utama untuk mencapai kedaulatan pangan nasional. Saat ini ketersediaan akses air bersih belum merata. Jaringan pipa air bersih memainkan peran penting untuk menunjang terpenuhinya permintaan air bersih oleh masyarakat. Jaringan pipa air bersih di DKI Jakarta diakomodasi oleh PT Aetra Air Jakarta (AETRA) dan PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA). Minimum Spanning Tree (MST) merupakan metode yang digunakan untuk meminimalkan biaya yang dikeluarkan dengan mengoptimalkan jarak. Metode MST digunakan untuk mengoptimalkan panjang jaringan pipa air bersih di DKI Jakarta sehingga dapat meminimalkan total biaya. Hasil dari pengolahan data setelah menggunakan metode MST diperoleh panjang minimum dari jaringan pipa air bersih untuk PT Aetra Air Jakarta dan PT PAM Lyonaisse Jaya sehingga mengurangi total biaya yang dikeluarkan. Total biaya PT PAM Lyonaisse Jaya berkurang 2 kali lipat dan PT Aetra Air Jakarta 16 kali lipat lebih rendah dari semula.
Pengendalian Persediaan Insert Tools dengan Metode Economic Order Quantity dan Klasifikasi ABC Amanda Sofiana; Diki Ahmad Tasdiqul Haq
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.21 KB) | DOI: 10.30656/intech.v6i1.2174

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang otomotif yang memproduksi komponen kendaraan dan perakitan mesin. Pengendalian persediaan yang mendukung proses produksi merupakan suatu proses internal yang cukup vital bagi operasional perusahaan otomotif karena banyaknya mesin serta target produksi untuk memenuhi permintaan konsumen. Insert tools merupakan salah satu alat yang sangat penting dalam memastikan keberlangsungan proses produksi yang menggunakan mesin CNC. Potensi terjadinya kerusakan dan masa pakai yang habis dapat terjadi kapan saja, hal ini berarti persediaan insert tools harus selalu tersedia untuk digunakan pada waktunya. Penelitian ini menyediakan solusi bagi masalah pengendalian persediaan perusahaan. Dengan menggunakan metode EOQ perusahaan dapat menentukan pembelian yang optimal sehingga dapat meminimumkan total biaya inventory. Selain itu, Klasifikasi ABC digunakan untuk menentukan prioritas insert tools yang memerlukan perhatian lebih dalam pengendalian persediaannya. Hasil penelitian ini adalah keputusan persediaan jumlah order quantity yang optimal dan ekonomis dari berbagai insert tools, jumlah safety stock dan reorder point. Hasil klasifikasi ABC, dari 27 insert tools diklasifikasikan menjadi: 6 jenis insert tools kelas A, 5 jenis kelas B dan 16 jenis kelas C. Hasil klasifikasi ini bisa digunakan perusahaan untuk prioritas pengamanan persediaan insert tools.
Penguatan Strategi Pemasaran Pudak di Tengah Pandemi Covid-19 untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing Usaha Mikro Kecil Menengah Kota Gresik Narto Narto; Gatot Basuki HM
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.437 KB) | DOI: 10.30656/intech.v6i1.2195

Abstract

Pudak merupakan makanan khas Kota Gresik yang menjadi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang sudah menjadi usaha turun temurun masyarakat kota Gresik. Adanya pandemi COVID 19 berdampak pada tingkat penjualan UMKM Pudak di Kota Gresik mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi terhadap faktor internal dan eksternal menggunakan pendekatan analisis SWOT dan melakukan perumusan strategi terpilih menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan memberikan kuesioner kepada 50 responden yang terdiri dari pelaku UMKM, kelompok usaha, pemerintah dan konsumen Pudak Kota Gresik. Hasil analisis SWOT diperoleh nilai IFAS sebesar 2,7013 sedangkan nilai EFAS sebesar 2,9400. Dengan demikian matrik IE untuk UMKM Pudak Gresik berada di posisi pertumbuhan dan stabilitas. Hasil pemilihan strategi menggunakan metode AHP untuk menentukan strategi alternatif yaitu mempertahankan harga dan meningkatkan kualitas produk tanpa bahan pengawet untuk meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk dan memperoleh keuntungan yang menjanjikan, dengan nilai bobot sebesar 0,300. Prioritas kedua yaitu strategi melakukan promosi berbasis online dan memberikan diskon agar lebih dikenal luas dan menarik minat para konsumen diluar kota Gresik. Kedua strategi ini merupakan kombinasi yang dipilih untuk penguatan strategi pemasaran sehingga dapat meningkatkan keunggulan bersaing UMKM Pudak Gresik.
Perancangan Ulang Alat Perontok Biji Jagung dengan Metode Quality Function Deployment Mahmud Basuki; Selvia Aprilyanti; Azhari Azhari; Erwin Erwin
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.19 KB) | DOI: 10.30656/intech.v6i1.2196

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah merancang alat pemipil biji jagung menggunakan pendekatan Quality Function Deployment (QFD). Langkah awal penelitian ini adalah melakukan identifikasi kebutuhan konsumen yang bertujuan mengetahui dan menjawab kebutuhan konsumen. Hasil identifikasi kebutuhan konsumen tersebut, digunakan untuk membangun House of Quality (HOQ). Berdasarkan House of Quality (HOQ), persentase bobot tertinggi yaitu ergonomis dengan nilai 100 %, dimensi ukuran sesuai dengan nilai 93 %, desain bentuk sesuai dengan nilai 87 %. Dengan prinsip ergonomis, dimensi ukuran sesuai dengan rata-rata postur tubuh masyarakat Indonesia, serta desain bentuk yang sesuai kebutuhan seperti mengatasi supaya jagung tidak berhamburan. Rancangan alat didesain bentuk corong, sesuai kebutuhan konsumen yaitu alat mudah, nyaman, aman untuk digunakan. Penelitian ini menghasilkan rancangan alat berukuran dengan tinggi alat 85 cm, panjang 50 cm, dan lebar 30 cm.
Analisis Produktivitas dengan Metode Objective Matrix (OMAX) di Lantai Produksi Perusahaan Botol Minuman Gina Ramayanti; Guntur Sastraguntara; Supriyadi Supriyadi
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.882 KB) | DOI: 10.30656/intech.v6i1.2275

Abstract

Produktivitas merupakan salah satu indikator performansi suatu perusahaan. Pada tahun 2018, sebuah perusahaan botol minuman di daerah Banten kesulitan mencapai target produksi jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini menyebabkan produktivitas perusahaan secara keseluruhan mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penurunan produktivitas yaitu dengan mengukur nilai produktivitas yang didasarkan pada 3 kriteria yaitu kriteria efisiensi produksi, kriteria efektivitas, kriteria jam kerja mesin. Metode yang digunakan adalah Objective Matrix (OMAX), dengan langkah penentuan kriteria, perhitungan rasio, perhitungan interpolasi nilai matriks, penetapan sasaran, penentuan bobot dan pembentukan matriks. Nilai produktivitas pada tahun produksi 2018 tertinggi terjadi pada periode 7 dengan nilai 455,7 sedangkan nilai produktivitas terendah terjadi pada periode 1 dengan nilai 196,35. Kriteria yang kurang memberikan kontribusi terhadap produktivitas dan perlu diperbaiki adalah kriteria efisiensi produksi karena nilai kriteria menunjukkan kinerja dibawah standar. Sedangkan kriteria efektivitas dan kriteria inferensial (jam kerja mesin) menunjukkan nilai yang cenderung baik. Kualitas dan efisiensi pemakaian bahan baku mempunyai peranan penting untuk meningkatkan produktivitas pada rasio 3 dan menciptakan sistem produksi yang efisien.
Analisis Efektivitas Jadwal Proyek Implementasi Software dengan Critical Path Method: Studi Kasus Dian Aprilia Larasati; Wahyudi Sutopo
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.105 KB) | DOI: 10.30656/intech.v6i1.2292

Abstract

Artikel ini membahas efektivitas jadwal proyek implementasi software MineMarket. Masalah ini sangat penting untuk dibahas karena keterlambatan yang tidak diketahui oleh perusahaan. Kendala keterlambatan dapat diantisipasi ketika rencana proyek dapat dilaksanakan secara efektif. Analisis efektivitas jadwal proyek dilakukan dengan melihat waktu pelaksanaan serta biaya yang dikeluarkan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi dalam implementasi proyek dan memberikan solusi alternatif untuk menjalankan jadwal secara efektif. Critical Path Method (CPM) digunakan untuk menentukan jalur penting dalam proyek, yang kemudian dianalisis menggunakan diagram tulang ikan dan untuk memberikan jadwal yang direkomendasikan. Metode ini dapat menghasilkan waktu proyek yang optimal dan menunjukkan masalah yang terjadi. Rencana alternatif yang optimal dapat diimplementasikan di perusahaan untuk proyek lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang digunakan dapat memberikan waktu proyek optimal 341 hari, dan masalah telah diselesaikan dari faktor organisasi, budaya, lingkungan, dan sumber daya manusia. MJK dapat membantu dengan menganalisis jadwal proyek yang telah terjadi dan memeriksa efektivitas jadwal proyek yang direncanakan.
Perbaikan Proses Produksi pada IKM Tahu Sari Murni Mojosongo Menggunakan Metode Good Manufacturing Practice (GMP) dan Work Improvement In Small Enterprise (WISE) Bambang Suhardi; Riska Permana Sari; Pringgo Widyo Laksono
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.035 KB) | DOI: 10.30656/intech.v6i1.2297

Abstract

IKM Tahu Sari Murni Mojosongo adalah industri tahu yang sedang berkembang di Surakarta. Proses produksi di IKM Tahu ini belum menerapkan standar Good Manufacturing Practices (GMP) yang dikeluarkan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan belum memperhatikan keselamatan kerja karyawan seperti dalam pedoman Work Improvement In Small Enterprise (WISE). Hal ini dibuktikan dengan hasil evaluasi kondisi aktual dengan pedoman GMP dan WISE masih banyak ditemukan penyimpangan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbaikan proses produksi di IKM yang dievaluasi menggunakan daftar periksa GMP-WISE. Daftar periksa GMP-WISE yang diperoleh memiliki 6 kriteria yaitu penyimpanan dan penanganan material/peralatan, desain tempat kerja, fasilitas kesejahteraan, organisasi pekerjaan, pengendalian proses produksi, dan program higiene dan sanitasi. Penilaian daftar periksa tersebut diperkuat dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mendapatkan keputusan terbaik dari sejumlah kriteria pada daftar periksa GMP-WISE. Hasil dari penilaian menunjukkan bahwa kriteria program higiene dan sanitasi di IKM merupakan prioritas perbaikan proses produksi. Usulan yang diberikan untuk perbaikan proses produksi di IKM adalah perancangan peraturan rutin karyawan produksi dan perancangan Standard Operating Procedure (SOP) kebersihan area kerja.

Page 1 of 1 | Total Record : 10