cover
Contact Name
Siti Nur Qomariah
Contact Email
snurq18@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
snurq18@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Journals of Ners Community
Published by Universitas Gresik
ISSN : 20870744     EISSN : 25412957     DOI : -
Core Subject : Health,
Journals of Ners Community hanya menerima naskah asli yang belum pernah diterbitkan. Naskah dapat berupa hasil penelitian, konsep-konsep pemikiran inovatif hasil tinjauan pustaka, kajian, dan analitis di bidang keperawatan dan kesehatan yang bermanfaat untuk menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik keperawatan profesional.
Arjuna Subject : -
Articles 1,434 Documents
PENGARUH LATIHAN ISOMETRIK TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT PADA LANSIA Wahyuni, Siti Nur; Widiatie, Wiwiek; Muniroh, Siti
Journals of Ners Community Vol 10 No 2 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i2.915

Abstract

Asam urat adalah produk metabolisme yang normal dari hasil pencernaan protein atau dari hasil uraian purin yang seharusnya dibuang lewat urin, tinja, atau keringat. Penyakit asam urat atau arthritis gout merupakan penyakit pada sendi karena kadar asam urat yang tinggi dalam darah. Tingginya kadar asam urat karena ketidakmampuan tubuh untuk mengontrol proses kristalisasi asam urat yang menyebabkan keluhan nyeri, bengkak, rasa kesemutan. Keluhan tersebut sering dialami oleh lansia, sehingga lansia sulit melakukan aktivitas. Latihan isometrik merupakan salah satu pengobatan non farmakologis untuk membantu menurunkan kadar asam urat dalam tubuh sertadapat memperbaiki metabolism tubuh. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh latihan isometrik terhadap penurunan kadar asam urat pada lansia.Jenis penelitian ini adalah Quasy Exsperimen dengan teknik Purposive Sampling. Jumlah sampel 10 responden pada tiap kelompok kontrol dan perlakuan 1kali per minggu dalam 1 bulan. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan, menggunakan uji Mann Whitney untuk membandingkan antara kelompok kontrol dan perlakukan dengan tingkat kemaknaan ?=0,05.Hasil penelitian ini pada kelompok kontrol nilai ? = 0.327, dan kelompok perlakuan nilai ? = 0.005 sedangkan nilai uji Mann-Whitney di dapatkan ?= 0.049 artinya ? ? ? maka H1 diterima, nilai Z= - 1.968 jadi berbeda secara bermakna antara kadar asam urat pada kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Latihan isometrik berkontribusi terhadap penurunan kadar asam urat dalam tubuh melalui proses metabolisme sehingga asam urat keluar melalui urine.DOI: 10.5281/zenodo.3563252
KOMBINASI TEKNIK RELAKSASI BENSON DAN EDUKASI HIGIENE TIDUR DALAM MEMPENGARUHI KUALITAS TIDUR PASIEN PASCA STROKE Rohmah, Anis Ika Nur; Irawaty, Dewi; Dahlia, Debie
Journals of Ners Community Vol 10 No 2 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i2.916

Abstract

Stroke terjadi karena adanya gangguan aliran darah ke bagian otak yang banyak menyebabkan kecacatan fisik. Perawatan rehabilitasi jangka panjang seringkali menjadi stresor tersendiri bagi pasien. Kecemasan dan depresi bisa menyebabkan gangguan tidur pada pasien pasca stroke. Dalam mengatasi gangguan tidur dibutuhkan intervensi psikologis dan perilaku. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh teknik relaksasi benson dikombinasikan dengan edukasi higiene tidur terhadap kualitas tidur pasien pasca stroke.Metode yang digunakan quasi experiment pre-post test design with control group. Kuesioner Pittburgh Sleep Quality Index (PSQI) digunakan untuk mengukur kualitas tidur dalam penelitian ini. Teknik pengambilan sampel menggunakan concecutive sampling. Dari 58 responden, 30 responden pada kelompok intervensi menerapkan Teknik Relaksasi Benson dikombinasikan dengan Edukasi Higiene Tidur dan 28 responden menerapkan Teknik Relaksasi Benson sebagai kelompok kontrol. Perbedaan jumlah responden disebabkan sejumlah 2 orang responden diantaranya drop out. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kualitas tidur, sedangkan variabel independennya adalah kombinasi Teknik Relaksasi Benson dan Edukasi Higiene Tidur. Uji statistik menggunakan paired t-test dan independen t-test.Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan kualitas tidur pada kedua kelompok (p=0,0001) setelah perlakuan dan terdapat perbedaan yang bermakna antara dua kelompok tersebut (p=0,0001).Relaksasi Benson dikombinasikan dengan Edukasi Higiene Tidur direkomendasikan sebagai salah satu terapi non farmakologi untuk mengoptimalkan kualitas tidur pada pasien pasca stroke.Kata Kunci:  Kualitas Tidur, Pasca Stroke, Relaksasi Benson, Edukasi Higiene TidurDOI: 10.5281/zenodo.3573048
PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KESIAPAN MENOLONG KORBAN KECELAKAAN PADA TUKANG OJEK Basri, Ahmad Hasan; Istiroha, Istiroha
Journals of Ners Community Vol 10 No 2 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i2.918

Abstract

ABSTRAK Pemberian pertolongan pertama terhadap korban kecelakaan lalu lintas di sering tidak dilakukan oleh petugas medis atau orang yang berkompeten. Tukang ojek yang ada disepanjang Jl. Raya Daendles sering melakukan pertolongan kepada korban kecelakaan lalu lintas Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh pelatihan BHD terhadap pengetahuan dan kesiapan menolong tukang ojek di wilayah Jl. Raya Daendles Manyar Gresik. Desain penelitian ini menggunakan Quasy Eksperimental dengan jenis one group pre post test design. Sample diambil dengan menggunakan purposive sampling yaitu sebanyak 21 responden diberikan pelatihan BHD. Variabel independen yaitu pelatihan BHD dan variabel dependen yaitu tingkat pengetahuan dan kesiapan menolong tukang ojek. Instrumen yang digunakan adalah SOP pelatihan BHD dan kuisioner pengetahuan dan kesiapan menolong. Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan ada perbedaan tingkat pengetahuan dan tingkat kesiapan menolong setelah diberikan pelatihan BHD dengan nilai p= 0,002 untuk tingkat pengetahuan dan p=0,000 untuk tingkat kesiapan menolong. Pelatihan BHD dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapan menolong karena dengan pendidikan kesehatan dengan demonstrasi dapat mempermudah responden dalam mengingat kembali materi yang telah diberikan. Petugas kesehtan diharapkan dapat memberikan pelatihan BHD kepada masyarakat awam lain sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan. Kata kunci: Pelatihan, Bantuan Hidup Dasar, Pengetahuan, Kesiapan Menolong, Tukang Ojek DOI: 10.5281/zenodo.3561989
MOTIVASI SPIRITUAL MENINGKATKAN KEPATUHAN MINUM OBAT ARV PADA PASIEN HIV/AIDS Umah, Khoiroh; Irawanto, Didit
Journals of Ners Community Vol 10 No 2 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i2.919

Abstract

Pasien ODHA dalam kepatuhan minum obat kurang, sebagaian besar pasien tidak patuh minum obat dikarenakan lupa dan sibuk dengan aktivitasnya. Perawat atau tenaga kesehatan di poli VCT hanya memberikan pendidikan kesehatan untuk kepatuhan minum obat ARV, namun pasien masih tidak patuh dikarenakan motivasi kepatuhan minum obat kurang. Tujuan penelitian ini menjelaskan pengaruh motivasi spiritual terhadap kepatuhan minum obat ARV pada pasien HIV/AIDS di RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik.Penelitian ini menggunakan metode penelitian Pre Eksperimental dengan rancangan One Group Pre test - Post test Design. Sampel dipilih menggunakan metode Purposive sampling. Sampel didapatkan sebanyak 44 responden yang mendapat terapi obat ARV. Variabel independen dalam penelitian ini adalah motivasi spiritual, sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah kepatuhan minum obat ARV. Instrumen yang di gunakan adalah kuesioner kepatuhan minum obat MMAS (Morisky Medication Adherence Scale) dan SOP motivasi spiritual. Data dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test dengan SPSS 16.0.Hasil dari penelitian ini kepatuhan minum obat ARV pada pasien sebelum dilakukan intervensi termasuk kategori kepatuhan rendah dan sesudah dilakukan intervensi termasuk kategori kepatuhan sedang. Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test di dapatkan nilai p = 0,000 (p <0,05), yang berarti ada pengaruh motivasi spiritual terhadap kepatuhan minum obat ARV pada pasien HIV/AIDS.Motivasi spiritual berpengaruh terhadap kepatuhan minum obat di karenakan motivasi dapat meningkatkan keyakinan sikap dan kepatuhan sehingga ada perubahan sikap dan tingkah laku dalam mengkonsumsi obat. Penelitian diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan terapi dalam meningkatkan kepatuhan minum obat ARV pada pasien HIV/AIDS.Kata Kunci : ARV, HIV/AIDS, Kepatuhan Minum Obat, Motivasi Spiritual.DOI:10.5281/zenodo.3573276
EDUKASI HIPOGLIKEMI TERHADAP KEJADIAN HIPOGLIKEMIA PENDERITA DM DI POSYANDU LANSIA BALOWERTI KOTA KEDIRI Santoso, Puguh; Setyowati, Novita
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.924

Abstract

Upaya untuk mencegah komplikasi hipoglikemia pada Penderita DM dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan yang baik dan tepat sehingga kesadaran penderita DM untuk mau mengubah perilaku dalam menjalani program pengobatan yang diberikan meningkatkan dan kadar gula dapat dikendalikan. Peningkatan pengetahuan merupakan prinsip dasar penanggulangan hipoglikemia pada pasien diabetes mellitus secara mandiri dan secara intensif. Pendidikan dan perilaku sudah menunjukkan berkurangnya resiko hipoglikemia bagi pasien diabetes melitus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui  pengaruh edukasi hipoglikemi terhadap kejadian hipoglikemiaPenelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimen dengan pendekatan The Pretest-Postest design tanpa grup kontrol. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah penderita DM yang datang di Posyandu Lansia Desa Balowerti yang mempunyai masalah kesehatan diabetes melitus. Kriteria inklusi adalah penderita DM lama dan berusia 50 tahun ke atas. Jumlah sampel yang diambil sebesar 20 responden. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September  2019. Analisa bivariat dilakukan dengan uji statistik dependent sampel t-test (paired t test.) edukasi diberikan setelah responden mengisi kuesioner.Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0.048 yang berarti p value kurang dari alpha (p<0.05) yang artinya Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar gula darah pasien diabetes melitus sebelum dan sesudah edukasi  di posyandu lansia desa Balowerti Kota Kediri.Pemberi pelayanan kesehatan dapat melakukan kegiatan edukasi melalui penyuluhan kesehatan sebagai upaya pencegahan hipoglikemia di masyarakat.Kata kunci: Edukasi Hipoglikemia, Diabetes MellitusDOI: 10.5281/zenodo.4735962
HUBUNGAN KNOWLEDGE TRANSFER TERHADAP BUDAYA PATIENT SAFETY PERAWAT Yuliansari, Pratiwi Pratiwi; Nugroho, Christianto
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.933

Abstract

Budaya keselamatan adalah elemen mendasar dalam meningkatkan atau mempertahankan kualitas dalam pelayanan kesehatan. Salah satu cara efektif mengurangi kejadian keselamatan pasien, perlu menggunakan pendekatan yang berfokus pada kegagalan dalam sistem di mana tenaga kesehatan memberikan pelayanannya. Kesalahan klinis dilaporkan sebagai penyebab kematian tertinggi ketiga di negara berkembang, dengan laporan yang menunjukkan bahwa 80% dari kesalahan klinis tersebut sebenarnya dapat dicegah. Berbagi pengetahuan adalah bidang penelitian yang relatif baru. Metode yang mencakup proses dan strategi, yang dapat mengarah pada pemanfaatan temuan penelitian dan peningkatan hasil untuk keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan berbagi pengetahuan terhadap budaya keselamatan pasien pada perawat.Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 80 responden yang dipilih secara cluster sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan kuesioner. Data penelitian kemudian dianalisis dengan uji regresi linier dengan tingkat signifikansi p <0,05.Hasil penelitian menemukan nilai signifikansi berbagi pengetahuan pada budaya keselamatan pasien adalah p = 0,00. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada hubungan antara berbagi pengetahuan pada keselamatan pasien dengan persentase peluang untuk mempengaruhi sebesar 40%.Ada hubungan yang sangat kuat antara berbagi pengetahuan dengan budaya keselamatan pasien. Penyedia layanan kesehatan, terutama rumah sakit, diharapkan dapat menerapkan dan membentuk budaya berbagi pengetahuan sebagai program rutin dan terdokumentasi dengan baik untuk meningkatkan kualitas layanan keperawatan.Kata Kunci: Berbagi Pengetahuan, Keselamatan Pasien, Kualitas Layanan KeperawatanDOI: 10.5281/zenodo.4724260
HUBUNGAN POLA ASUH DAN POLA PEMBERIAN MP – ASI PADA BAYI KEKURANGAN ENERGI PROTEIN Widiyanti, Hafsah; Irianto, Irianto; Darawati, Made
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.984

Abstract

Menurut penelitian, pola asuh memiliki hubungan signifikan terhadap gizi kurang pada anak. Berdasarkan Riskesdas 2018, di Nusa Tenggara Barat, kasus kurang gizi pada bayi di bawah dua tahun paling banyak ditemukan di Lombok Tengah (19,08%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan pola pemberian MP – ASI pada bayi KEP usia 6 – 11 bulan di wilayah kerja Puskesmas Puyung Lombok Tengah.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menerapkan desain cross-sectional. Populasi penelitian yaitu 27 orang ibu atau pengasuh bayi KEP usia 6 – 11 bulan di wilayah kerja Puskesmas Puyung Lombok Tengah yang dipilih dengan total sampling sehubungan dengan jumlah populasi yang relatif kecil. Pengambilan data melalui wawancara terstruktur dan observasi dengan instrumen kuesioner dan timbangan dacin, dilengkapi dengan data sekunder dari instansi terkait. Analisis data menggunakan uji independent chi-square dan deskriptif.Berdasarkan hasil penelitian diketahui 11,10% responden memiliki pola asuh berkategori baik, serta 11,10% responden memiliki pola pemberian MP – ASI yang sesuai. Terdapat hubungan signifikan secara statistik antara pola asuh dengan pola pemberian MP – ASI (p = 0,005). Mobilisasi dan sosialisasi lintas program dan lintas sektor dalam meningkatkan pola asuh dan pola pemberian MP – ASI secara khusus pada bayi KEP 6 – 11 bulan, serta secara umum pada balita perlu ditingkatkan.Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pola asuh dengan pola pemberian MP – ASI, artinya terdapat perbedaan pola pemberian MP – ASI pada bayi KEP usia 6 – 11 bulan yang disebabkan perbedaan pola asuh. Semakin baik pola asuh, maka sebaik pula pemberian MP – ASI.Kata Kunci: Bayi KEP, Pola Asuh, Pola Pemberian MP – ASIDOI: 10.5281/zenodo.4736100
KUNYIT ASAM (CURCUMA DOEMSTICA VAL) MENURUNKAN INTENSITAS NYERI HAID Fatmawati, Lilis; Syaiful, Yuanita; Nikmah, Kusrotin
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.1002

Abstract

Masa remaja (Pubertas) merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanakke masa dewasa, Pada masa ini terjadi perubahan-perubahan baik fisiologis maupun psikologis. Dismenore adalah nyeri haid sebelum atau selama menstruasi, yang membuat wanita tidak dapat bekerja dan hanya tidur. Alternatif terapi herbal yang digunakan adalah minum jamu kunyit asam untuk mengurangi rasa nyeri pada nyeri haid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi jamu kunyit asam terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri di Desa Kedungsoko Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan.Desain penelitian yang digunakan adalah Pra Eksperimental One Group Pre-Post Test Design. Populasinya adalah remaja putri berusia 12-18 tahun yang yang belum menikah yang sudah mengalami menstruasi sebanyak 35 responden. Dengan teknik sampel penelitian menggunakan Purposive Sampling, jumlah sampel 32 responden, variabel independen jamu kunyit asam dan variabel dependen intensitas nyeri haid. Instrument yang digunakan penelitian ini adalah Standart Operational Prosedure (SOP) pembuatan jamu kunyit asam dan lembar observasi skala nyeri Bourbanis. pemberian jamu kunyit asam yaitu 1 kali sehari sebanyak 150 ml selama 4 hari yang dilakukan 2 hari sebelum menstruasi sampai hari ke 2 menstruasi.Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebelum diberikan jamu kunyit asam adalah 3.2188 dan nilai standart deviasinya 1.03906 sedangkan nilai rata-rata sesudah diberikan jamu kunyit asam adalah 1.4062 dan nilai standart deviasinya 0.66524. Dengan nilai signifikan = 0.000, berarti p<0,05 maka H1 diterima artinya ada potensi jamu kunyit asam terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri.Hal ini menunjukkan bahwa jamu kunyit asam memiliki potensi terhadap intensitas nyeri haid sehingga bagi wanita bisa menerapkannya apabila mengalami nyeri haid.Kata Kunci: Jamu Kunyit Asam, Nyeri HaidDOI: 10.5281/zenodo.4724269 
HUBUNGAN LINGKUNGAN SEKOLAH DENGAN PENYIMPANGAN PERILAKU PADA REMAJA AWAL USIA 13-14 TAHUN DI SMPN MOJOANYAR Mustikasari, Surya; Effendy, Henny Vidia
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.1004

Abstract

Berdasarkan perspektif psikologi perkembangan, masa remaja merupakan masa yang kritis. Lingkungan sekolah turut mempengaruhi tingkat keberhasilan belajar. Kualitas guru, metode mengajarnya, kesesuaian kurikulum dengan kemampuan anak, keadaan fasilitas atau perlengkapan di sekolah, pelaksanaan tata tertib sekolah, dan sebagainya, semua ini turut mempengaruhi keberhasilan anak. fenomena yang terjadi saat ini banyak sekali pergaduhan yang dilakukan oleh remaja, merokok di lingkungan sekolah, sering tidak masuk sekolah kadang bertengkar di area sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan edukasi terhadap remaja awal tentang penyimpangan perilaku sehingga dapat menumbuhkan  karakter yang baik bagi siswa.Desain yang digunakan dalam penelitian ini, adalah Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMPN Mojoanyar Kabupaten Mojokerto yang masuk catatan BK, sejumlah 78 siswa. Sampel yang diambil sebanyak 65 responden. Metode sampling yang digunakan simple random sampling. Kriteria inklusi seluruh siswa kelas VIII yang berusia 13-14 tahun di SMPN Mojoanyar  Teknik pengumpulan data dependen dan independen penelitian diambil dengan menggunakan kuesioner. Setelah dianalisis dengan menggunakan uji spearman correlation dengan tingkat kemaknaan 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden penyimpangan perilakunya dalam kategfori negative sebanyak 36 responden (55,4%). Beradasarkan hasil uji statistic diketahui bahwa nilai Uji corelasi spearman rho p value = 0,555 artinya ada hubungan antara lingkungan sekolah dengan penyimpangan perilaku pada remaja awal usia 13-14 tahun di  SMPN Mojoanyar Kabupaten Mojokerto.Melihat hasil penelitian ini maka upaya yang dapat dilakukan di lingkungan sekitar khususnya sekolah yaitu dengan cara mengubah sistem pengajaran yang lebih menekankan pada aspek kognitif, ke sistem pengajaran yang seimbang antara kognitif, afektif dan psikomotor.Kata Kunci: Lingkungan Sekolah, Penyimpangan PerilakuDOI: 10.5281/zenodo.4736076
BERMAIN GAME EDUKASI ISLAMI DAPAT MENURUNKAN KECEMASAN ANAK USIA 6-12 TAHUN PADA WAKTU SIRKUMSISI Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Gustomi, Mono Pratiko; Wahyuni, Diah Sri; Aziza, Yulanticha Diaz Ahwalia
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.1015

Abstract

Sirkumsisi ialah prosedur yang cenderung menakutkan bagi anak-anak dan sebagian besar masyarakat menganggap tindakan sirkumsisi merupakan tindakan yang biasa saja tanpa memperhatikan aspek psikologi anak, sehingga anak menangis, memberontak dan menolak untuk melanjutkan proses sirkumsisi dan menyebabkan anak menjadi cemas ketika akan di sirkumsisi, beberapa metode digunakan untuk membantu menurunkan kecemasan, salah satunya adalah terapi bermain game edukasi islami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi bermain game edukasi islami pada tingkat kecemasan anak yang akan menjalani sirkumsisi.Desain penelitian ini menggunakan Pra Eksperimental, One Group Pretest-Posttest. Metode sampling menggunakan Total sampling. Sampel diambil sebanyak 25 responden. Penelitian dilakukan di Klinik AG Wound Care Gresik dan di rumah 19 responden. Instrumen yang digunakan gadget dan kuesioner STAIC. Variabel independen yaitu terapi bermain game edukasi islami. Variabel dependen yaitu tingkat kecemasan.Pada penelitian ini mayoritas menggunakan metode sirkumsisi smartclamp (76%). Hasil kecemasan sebelum intervensi kecemasan sedang (72%), setelah intervensi kecemasan ringan (56%). Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai signifikansi (r = 0.000, Z= - 4.375) artinya H1 diterima, sehingga ada pengaruh terapi bermain game edukasi islami terhadap tingkat kecemasan sirkumsisi pada anak usia 6-12 Tahun.Penelitian ini diharapkan dapat menjadikan terapi bermain game edukasi islami sebagai intervensi dalam mengurangi kecemasan akibat sirkumsisi pada anak usia 6-12 tahun.Kata Kunci: Anak, Game Edukasi Islami, Kecemasan, Sirkumsisi, Terapi BermainDOI: 10.5281/zenodo.4739798

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16 No 2 (2025): Journals of Ners Community Vol 16 No 1 (2025): Journals of Ners Community Vol 15 No 2 (2024): Journals of Ners Community Vol 15 No 1 (2024): Journals of Ners Community Vol 14 No 4 (2023): Journals of Ners Community Vol 14 No 3 (2023): Journals of Ners Community Vol 14 No 2 (2023): Journals of Ners Community Vol 14 No 1 (2023): Journals of Ners Community Vol 13 No 3 (2023): Journals of Ners Community Vol 13 No 2 (2023): Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2023): Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community Vol 13 No 4 (2022): Journals of Ners Community Vol 13 No 3 (2022): Journals of Ners Community Vol 13 No 2 (2022): Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2022): Journals of Ners Community Vol 12 No 2 (2021): Journals of Ners Community Vol 12 No 1 (2021): Journals of Ners Community Vol 11 No 2 (2020): Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community Vol 10 No 2 (2019): Journals of Ners Community Vol 10 No 1 (2019): Journals of Ners Community Vol 9 No 2 (2018): Journals of Ners Community Vol 9 No 1 (2018): Journals of Ners Community Vol 8 No 2 (2017): Journals of Ners Community Vol 8 No 1 (2017): Journals of Ners Community Vol 7 No 2 (2016): Journals of Ners Community Vol 7 No 1 (2016) Vol 6 No 2 (2015): Journals of Ners Community Vol 6 No 1 (2015) Vol 5 No 2 (2014) Vol 5 No 1 (2014) Vol 4 No 2 (2013) Vol 4 No 1 (2013) Vol 3 No 2 (2012) Vol 3 No 1 (2012) More Issue