cover
Contact Name
Jatmiko Wahyudi
Contact Email
jatmiko.mil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.litbangpati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
ISSN : 19782306     EISSN : 26556618     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Litbang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati dengan p-ISSN 1978-2306 dan e-ISSN 2655-6618. Jurnal Litbang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan Juni dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
KAJIAN PELAYANAN ANTENATAL K4 DAN PERTOLONGAN PERSALINAN DI PUSKESMAS KABUPATEN PATI Nafiah, Ulin; Setiawati, Indayana
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 15, No 2 (2019): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.058 KB) | DOI: 10.33658/jl.v15i2.142

Abstract

ENGLISHThe services of K4 pregnant women are a complete range of antenatal services that meet minimum service standards. This study aim was to analyze the implementation of antenatal K4 in the Community Health Center of Pati District. This research used a qualitative approach with phenomenological evidents, to provide an overview of the experiences of midwives in antenatal K4 and delivery assistance in community health centers in order to reduce MMR. The main informants were 5 midwives and triangulation including 2 head of the community health center, 2 doctors at the community health center, and 1 head of the family health section. The research used purposive sampling. The results showed that the K4 service at the community health center was carried out by midwives and doctors, with its operational application known as a minimum service standard (10T). Most childbirth assistance has been conducted at the community health center by midwives and doctors (on call). If complications are found in childbirth, the midwife will coordinate with the clinic doctor to make a referral letter. K4 coverage has not been fulfilled so it is necessary to promote K4 antenatal services to the community. INDONESIAPelayanan ibu hamil K4 merupakan  cakupan pelayanan antenatal secara lengkap yang memenuhi standar pelayanan minimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pelayanan antenatal K4 di Puskesmas Kabupaten Pati. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, untuk memberikan gambaran tentang pengalaman bidan dalam program K4 dan pertolongan persalinan di Puskesmas dalam rangka menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI). Informan utama 5 bidan dan triangulasi pada 2 Kepala Puskesmas, 2 dokter Puskesmas, dan 1 Kepala Seksi Kesehatan Keluarga. Teknik sampling menggunakan teknik purposive sample. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan K4 di Puskesmas dilaksanakan oleh bidan dan dokter dengan penerapan operasionalnya dikenal standar pelayanan minimal (10T). Pertolongan persalinan sebagian besar sudah di Puskesmas oleh bidan dan dokter (on call). Jika ditemukan penyulit dalam persalinan, bidan akan berkoordinasi  dengan dokter puskesmas untuk membuat surat rujukan. Cakupan K4 belum terpenuhi sehinggga perlu promosi pelayanan antenatal K4 kepada masyarakat.  
ANALISIS ASPEK INPUT PADA UPAYA PROMOSI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Prasetyowati, Tri Ari; Yuniastuti, Ari; Handayani, Oktia Woro Kasmini
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 15, No 1 (2019): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.635 KB) | DOI: 10.33658/jl.v15i1.128

Abstract

ENGLISHThe benefits of exclusive breastfeeding are in accordance with one of the goals of the Millennium Development Goals (MDGs), namely reducing child mortality and improving maternal health. The research objective is to analyze the implementation of input aspects of promotional efforts for exclusive breastfeeding including: 1) human resources (HR), 2) funding resources, 3) infrastructure, and 4) availability of Standard Operating Procedures (SOPs). This research uses qualitative approach which is focused on efforts to promote exclusive breastfeeding. The informants of the study were determined by purposive sampling and snowball sampling techniques. Data collection technique uses in-depth interview. The results of the study are: 1) midwives become official workers to promote exclusive breastfeeding, 2) the funding for exclusive breastfeeding promotion comes from the government, 3) the infrastructures to support exclusive breastfeeding are available sufficiently, and 4) standard operating procedures to support exclusive breastfeeding are not available yet. Finally, The Government is recommended to strengthen exclusive breastfeeding promotions by allocating special promotion workers in sufficient number, providing SOPs to promote exclusive breastfeeding. INDONESIAManfaat pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif sesuai dengan salah satu tujuan dari Millenium Development Goals (MDGs) yaitu mengurangi tingkat kematian anak dan meningkatkan kesehatan ibu. Tujuan penelitian untuk menganalisis implementasi aspek input upaya promosi pemberian ASI eksklusif yang meliputi: Sumber Daya Manusia (SDM), sumber dana, sarana prasarana, dan ketersediaan SOP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang difokuskan pada upaya-upaya promosi pemberian ASI eksklusif. Informan penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengambilan data dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan: 1) sumber daya manusia yang melakukan promosi ASI eksklusif adalah bidan, 2) sumber dana promosi ASI eksklusif dari pemerintah berupa dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), 3) ketersediaan sarana prasarana promosi ASI eksklusif sudah memadai, dan 4) belum tersedianya SOP promosi pemberian ASI eksklusif. Oleh karena itu Dinas Kesehatan perlu membuat SOP yang jelas untuk promosi pemberian ASI eksklusif bagi petugas promosi kesehatan. Puskesmas perlu melakukan upaya perekrutan tenaga khusus untuk promosi kesehatan.
PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN PERENCANAAN STUDI LANJUT PADA SISWA Nur Khixmah Yulihastuti
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 15, No 2 (2019): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.304 KB) | DOI: 10.33658/jl.v15i2.144

Abstract

ENGLISHThis Classroom Action Research is triggered by the existence of students from Public High School 2 in Pati who did not continue their education to higher education due to social problems that became obstacles for them in planning further studies. The purpose of this study was to improve further study planning in class XII IPA, Public High School 2 in Pati in  the Academic Year conducted in two cycles, each cycle consisting of two meetings. In each cycle includes several stages:  the formation stage, the transitional stage, the activity stage and the termination stage. The results of the study showed that there was an increase for students in their advanced study planning. This can be found that  in the initial conditions  of students experiencing social problems are 10 children, it became 5 children in cycle 1 and in cycle 2 as many as 0 children. The percentage increase in advanced study planning from 74.36% to 100%. The conclusion that the effectiveness of group guidance services with successful educational alumni modeling approach is able to improve advanced study planning. INDONESIABeberapa siswa SMA Negeri 2 Pati mengalami problem sosial sehingga menghalangi mereka dalam perencanaan studi lanjut ke perguruan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan perencanaan studi lanjut pada kelas XII IPA 3 SMA Negeri 2 Pati tahun ajaran 2019/2020. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Tiap siklus meliputi beberapa tahap, antara lain: tahap pembentukan, peralihan, kegiatan, dan tahap pengakhiran. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan siswa dalam perencanaan studi lanjut. Hal ini dapat dilihat  pada kondisi awal siswa yang mengalami problem sosial sebanyak 10 siswa, pada siklus 1 sebanyak 5 siswa dan pada siklus 2 sebanyak 0 siswa. Persentase peningkatan perencanaan studi lanjut dari 74,36% hingga 100%. Kesimpulannya bahwa efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan pendekatan modeling alumni sukses pendidikan mampu meningkatkan perencanaan studi lanjut.
FAKTOR DETERMINAN KONSISTENSI PEMAKAIAN KONDOM PADA PEKERJA SEKS PEREMPUAN Murtono, Dwi
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 15, No 1 (2019): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1309.76 KB) | DOI: 10.33658/jl.v15i1.129

Abstract

ENGLISHAwareness level of condom use consistently among high-risk groups is still low. HIV/AIDS incidents can be triggered by inconsistency of condom use. The purpose of this research was to determine the factors associated with the consistency of condom usage in female sex workers. The research used a quantitative descriptive approach with a cross sectional design. The research period was from June to September 2018 with the location of research in the prostitution areas in Margorejo Subdistrict, Pati. Sample selection used incidental sampling with 70 respondents. Data analysis used Chi square (X2) with Confidence Interval (CI) value of 95% (α = 0.05) by using 2x2 table. The results of the research:  factors that are related to the consistency of condom use in female sex workers are income level and marital status. Low income sex workers will try to find clients as many as possible without using a condom. Meanwhile , the married clients or those who have wife tended to use condom when having sex with female sex workers due to protecting their spouses. INDONESIAKesadaran untuk menggunakan kondom secara konsisten pada kelompok seks berisiko masih rendah. Kejadian HIV/AIDS salah satunya dipicu oleh kelompok yang mempunyai perilaku penggunaan kondom yang tidak konsisten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan konsistensi pemakaian kondom pada pekerja seks perempuan (PSP). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan rancangan desain potong lintang. Waktu penelitian bulan Juni sampai dengan September 2018 dengan lokasi penelitian di Lokalisasi Kecamatan Margorejo. Pemilihan sampel dengan insidental sampling dengan jumlah 70 responden. Analisis data menggunakan Chi square (X2) dengan nilai Confidence Interval (CI) sebesar 95% (α=0,05) dengan menggunakan tabel 2x2. Hasil penelitian yaitu faktor yang berhu- bungan dengan konsistensi pemakaian kondom pada pekerja seks perempuan adalah tingkat penghasilan dan status pernikahan. Pekerja seks dengan penghasilan rendah akan berusaha mencari pelanggan sebanyak-banyaknya tanpa memakai kondom. Laki-laki yang telah menikah dan memiliki pasangan resmi (istri) cenderung untuk menggunakan kondom saat melakukan hubungan seks dengan pekerja seks perempuan untuk mencegah adanya dampak negatif terhadap pasangan resminya.
CAPAIAN PROGRAM PENGEMBANGAN SAPI POTONG DI KABUPATEN WONOGIRI DAN KABUPATEN PATI Lilyk Eka Suranny; Arieyanti Dwi Astuti; Herna Octivia Damayanti
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 15, No 2 (2019): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1538.509 KB) | DOI: 10.33658/jl.v15i2.148

Abstract

ENGLISHCattle becomes the greatest meat producer among ruminants. Both Wonogiri Regency and Pati Regency are the centers of cattle farming in Central Java. This study aims to (1) investigate the development of cattle farming, (2) analyze the performance of the local government in developing cattle farming, (3) describe the differences between Wonogiri Regency and Pati Regency in managing the cattle farming business. This research uses a descriptive method. This research is located in Wonogiri Regency and Pati regency. The data used are secondary data obtained from Statistics Bereau (BPS) of Central Java Province, Wonogiri and Pati regencies, Agriculture Agency of Pati Regency, Fisheries, Marine and Livestockagency of Wonogiri regency. Data are analysed through a descriptive analysis. The results of the study are (1) Cattle farming in Wonogiri Regency and Pati Regency is still traditionally and simply by utilizing agricultural waste as feed, (2) there are 4 animal husbandry carried out by the government of Wonogiri Regency and Pati Regency, in general the performance of each program is achieved even though there is a small portion of indicators that have not yet been achieved, (3) Wonogiri Regency starts to apply communal management, while in Pati Regency, cattle farming is still managed individually. INDONESIAKabupaten Wonogiri dan Pati adalah sentra penghasil ternak sapi potong sebagai salah satu kontributor terbesar penghasil daging. Tujuan penelitian: (1) mengetahui kondisi pengembangan usaha budi daya sapi potong, (2) menganalisis kinerja program pemerintah daerah di bidang peternakan untuk pengembangan sapi potong, (3) menggambarkan perbedaan pengelolaan usaha beternak sapi potong. Penelitian menggunakan metode deskriptif. Lokasi penelitian di Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Pati. Data sekunder diperoleh dari BPS Provinsi Jawa Tengah, BPS Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Pati, Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Dinas Perikanan dan Kelautan dan Peternakan Kabupaten Wonogiri. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian yaitu (1) budi daya sapi potong oleh peternak di Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Pati masih dilakukan secara tradisional dan sederhana dengan memanfaatkan limbah pertanian sebagai pakan ternak sapi potong; (2) terdapat 4 program kerja di bidang peternakan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Pati, secara umum kinerja setiap program tercapai walaupun ada beberapa indikator yang belum tercapai; (3) terdapat perbedaan pola budi daya sapi potong di Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Pati, yaitu Kabupaten Wonogiri mulai menerapkan pengelololaan secara komunal, sedangkan di Kabupaten Pati pengelolaan masih bersifat individual. 
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM PENANGGULANGAN GIZI BURUK PADA ANAK BALITA DI PUSKESMAS JAKENAN KABUPATEN PATI Ernawati, Aeda
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 15, No 1 (2019): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.329 KB) | DOI: 10.33658/jl.v15i1.131

Abstract

ENGLISHCommunity Health Center in Jakenan has implemented a malnutrition prevention program but the number of malnutrition cases is still high. The purpose of the study was to describe the implementation of a malnutrition prevention program at the Community Health Center (Puskesmas) of Jakenan, Pati Regency. The research used qualitative approach. The focus of this research was on the aspects of input, process and output of the program. Data collection was conducted by using interview, field event observation and document-observation. Informants were selected through purposive sampling. This study results showed: Regarding the input aspect, Puskesmas Jakenan had lack of the number of nutrition officers. Meanwhile, the facilities, and infrastructures were sufficient. However, the funding for recovery program has not been sufficient yet. The program has been running but there were several obstacles, namely: 1) the lack of nutrition workers, 2) inadequate knowledge and skills of Integrated Health Care (Posyandu) cadres, 3) low awareness of the community regarding nutrition issues. The program output showed that many toddlers have not yet to improve their nutrition status due to congenital defect. The intervention of malnutrition can be focused on: (1) the addition of nutrition officers; (2) the quality improvement of Posyandu cadres through training; and (3) Intensification of the first 1000-day program. INDONESIAPuskesmas Jakenan sudah melaksanakan program penanggulangan gizi buruk tetapi kasus gizi buruk masih tinggi. Tujuan penelitian untuk menggambarkan implementasi program penanggulangan gizi buruk di Puskesmas Jakenan Kabupaten Pati. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Fokus penelitian pada aspek input, proses dan output pelaksanaan program penanggulangan gizi buruk. Data dikumpulkan dengan wawancara, observasi kejadian lapangan, dan observasi dokumen. Penentuan informan menggunakan teknik sampling purposif. Hasil penelitian terkait input menunjukkan jumlah petugas gizi di Puskesmas Jakenan masih kurang. Sarana dan prasarana secara umum cukup, namun belum tersedia dana yang cukup untuk program pemulihan. Program penanggulangan gizi buruk sudah berjalan, tetapi masih ada kendala yaitu: 1) petugas gizi yang kurang, 2) pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu yang belum memadai, 3) kesadaran masyarakat tentang masalah gizi rendah. Output program menunjukkan masih banyak Balita yang belum meningkat status gizinya karena adanya penyakit bawaan. Upaya perbaikan penanganan gizi buruk dapat dilakukan melalui: 1) penambahan petugas gizi; 2) peningkatan kualitas kader Posyandu melalui pelatihan; 3) penanganan gizi buruk melalui program 1000 hari pertama kehidupan dimulai sejak bayi dalam kandungan.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENJADI PEKERJA MIGRAN INDONESIA PEREMPUAN Nurul Aeni
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 15, No 2 (2019): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1699.95 KB) | DOI: 10.33658/jl.v15i2.151

Abstract

ENGLISHDecision of being woman migrant workers brings both positive and negative consequeces for the woman workers as well as their families live behind. This study aimed: (1) to describe the decision making of being migrant workers among the applicants of woman migrant workers from Pati District; (2) to explain the factors correlate to the migrate decision making, and (3) to explain factors correlate to destination country choosing. It used quantitave approach. The primary data were obtained by spreading questionnaires among women migrant worker applicants at four labour supply companies. Meanwhile the secondary data get through desk review. Then, the data were analysed descriptively using chi square and correspondence analysis. The study resulted: (1) economic was the main factor of decision making for being woman migrant workers; (2) the factors correlated to the decision making for being woman migrant workers were the position in household, previous income, and decision making process; (3) high salary was the main factor on choosing the destination country. The factors correlated to destination country preferences were: the reasons for choosing the destination countries, age, previous job, previous salary, and husband’s age. INDONESIAKeputusan menjadi pekerja migran perempuan dapat berkonsekuensi positif maupun negatif bagi pekerja migran maupun keluarga yang ditinggalkan. Penelitian ini bertujuan: (1) menggambarkan pengambilan keputusan menjadi pekerja migran perempuan pada calon pekerja migran di Kabupaten Pati; (2) mendeskripsikan faktor yang berhubungan dengan pengambilan keputusan; dan (3) mendeskripsikan faktor yang berhubungan dengan pemilihan negara tujuan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Data primer didapatkan melalui pengisian kuesioner oleh para calon pekerja migran perempuan di empat PPTKIS. Sementara data sekunder didapatkan melalui review penelitian terdahulu dan dokumen yang relevan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif menggunakan chi square dan analisis korespondensi. Hasil penelitian adalah: (1) ekonomi adalah faktor utama pengambilan keputusan menjadi pekerja migran perempuan; (2) faktor yang berhubungan dengan pengambilan keputusan menjadi pekerja migran adalah posisi dalam rumah tangga, pendapatan sebelumnya, dan proses pengambilan keputusan; (3) gaji yang tinggi merupakan alasan utama pemilihan negara tujuan migrasi. Adapun faktor yang berhubungan dengan pemilihan negara tujuan migrasi adalah alasan pemilihan negara, usia, pekerjaan sebelumnya, pendapatan sebelumnya, dan usia suami.
EMISI GAS RUMAH KACA (GRK) DARI PEMBAKARAN TERBUKA SAMPAH RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN MODEL IPCC Wahyudi, Jatmiko
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 15, No 1 (2019): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1287.657 KB) | DOI: 10.33658/jl.v15i1.132

Abstract

ENGLISHOpen burning is one of methods to manage municipal solid waste in particular in rural areas.  On one hand, open burning is easy and cheap for waste management to eliminate waste. On the other hand, burning of waste causes adverse impacts on the environment and health. One of the negative impacts of open burning is greenhouse gas (GHG) emission causing global warming. This study aimed to calculate and to compare GHG emissions from open burning of MSW in Pati Regency using Tier 1 and Tier 2 of IPCC method. Primary data was obtained through focus group discussions while secondary data was obtained through literature studies. The results showed that GHG emissions from waste combustion in Pati Regency based on Tier 1 and Tier 2 calculations indicating an increase during the period 2013-2017. The average of GHG emissions which is calculated by using Tier 1 is 5.18 GgCO2eq/year. This means it is lower than the average GHG emissions which are calculated by Tier 2, namely 33.86 GgCO2eq / year. INDONESIAPembakaran sampah secara terbuka merupakan salah satu alternatif pengelolaan sampah yang banyak dipilih oleh masyarakat khususnya perdesaan. Di satu sisi, pembakaran sampah merupakan metode pengelolaan sampah yang mudah dan murah untuk menghilangkan sampah. Di sisi lain, pembakaran sampah memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan. Salah satu dampak negatif pembakaran sampah adalah munculnya emisi gas rumah kaca yang menyebabkan terjadinya pemanasan global. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan membandingkan emisi GRK dari pembakaran sampah permukiman di Kabupaten Pati menggunakan metode yang dikembangkan oleh IPCC dengan 2 tingkat ketelitan yang berbeda yatu Tier 1 dan Tier 2. Data primer diperoleh melalui pelaksanaan diskusi kelompok terfokus sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emisi GRK dari pembakaran sampah di Kabupaten Pati berdasarkan perhitungan Tier 1 dan Tier 2 menunjukkan peningkatan selama periode 2013-2017. Emisi GRK rata-rata yang dihitung dengan Tier 1 sebesar 5,18 GgCO2eq/tahun. Hal ini berarti lebih rendah dibandingkan dengan  rerata emisi GRK yang dihitung dengan Tier 2 yaitu sebesar 33,86 GgCO2eq/tahun.
POTENSI EKONOMI INDUSTRI PENGOLAHAN LIMBAH UDANG DI KABUPATEN PATI Judhaswati, Ratna Dewi; Damayanti, Herna Octivia
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 15, No 1 (2019): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1080.064 KB) | DOI: 10.33658/jl.v15i1.126

Abstract

ENGLISHShrimp processing industry produces untapped waste, as result those have less economic value. Shrimp shell waste can be processed into chitinas a mixture of organic fertilizer. The research objectives were (1) to identify the type products produced from shrimp shell waste processing; (2) to estimate the products produced from shrimp shell waste processing; (3) to estimate the income and business feasibility of shrimp shell waste processing. This research uses descriptive study with a quantitative approach. The study is located in Pati district. This research was a development of the Implementation Procedure Manual Model prototype of shrimp shell waste utilization. Data analysis consists of (1) identify the type products produced from shrimp shell waste processing by descriptive; (2) estimation calculation of products produced from shrimp shell waste processing; and (3) Return-Cost analysis (R/C ratio). The results showed that (1) the products produced from shrimp shell waste processing are chitin, liquid fertilizer with pH 6,8 and organic fertilizer with chitin; (2) the estimated product yield was 73,926,258,753.48 kg/year; and (3) the estimated income of 592,052,603,686,220 IDR/year, profit 433,474,175,039,857 IDR/year, and R/C ratio 3.734. INDONESIAIndustri pengolahan udang menghasilkan limbah yang belum termanfaatkan. Limbah kulit udang yang belum dimanfaatkan menyebabkan limbah kulit udang kurang memiliki nilai ekonomis. Limbah kulit udang dapat diolah menjadi kitin sebagai campuran pupuk organik. Tujuan penelitian adalah (1) untuk mengidentifikasi jenis produk hasil olahan limbah udang di Pati; (2) untuk melakukan estimasi produk yang dihasilkan dari pengolahan limbah kulit udang; dan (3) untuk melakukan estimasi pendapatan serta kelayakan usaha dari pengolahan limbah kulit udang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan lokasi penelitian di Kabupaten Pati. Penelitian ini merupakan pengembangan dari Manual Prosedur Implementasi Model prototipe pemanfaatan limbah kulit udang. Analisis data (1) estimasi produk yang dihasilkan dari pengolahan limbah kulit udang secara deskriptif; (2) perhitungan estimasi produk yang dihasilkan dari pengolahan kulit udang; dan (3) analisis Return-Cost (Rasio R/C). Hasil penelitian yaitu (1) hasil dari pengolahan limbah kulit udang adalah kitin, pupuk cair dengan pH terukur 6,8  dan pupuk organik plus kitin; (2) estimasi produk yang dihasilkan sebesar 73.926.258.753,48 kg/tahun; dan (3) estimasi pendapatan sebesar Rp592.052.603.686.220,00/tahun, profit Rp433.474.175.039.857,00/tahun, dan rasio R/C 3,734.
PERILAKU JAJAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR Siti Qorrotu Aini
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 15, No 2 (2019): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1523.872 KB) | DOI: 10.33658/jl.v15i2.153

Abstract

ENGLISHSnacking behavior is very inherent in elementary school pupils. This study aims to describe the behavior of student’s snacking in elementary schools in the study location. The type of this research is descriptive one. The samples of this research were students of 5th grade. The research used purposive sampling. The number of samples included 68 students. The data in the research consisted of the habits of children's snacking at school and other habits related to snacking behavior. The data were obtained from survey by using questionnaire. The results showed that the majority of students ate snacks at school. Students had breakfast and they did not bring food to school. The student spends averagely IDR 4,000-IDR 5,000.00 to buy snacks per day. Some students buy snacks in the cafeteria or vendors around the school. The students buy snacks averagely 2 times a day during school breaks. Most students usually washed their hands before eating, however some students ever get sick after consuming snacks. Almost all elementary school students in the study area buy snacks even though they are accustomed to have breakfast. Food snacks are also widely bought by students who did not bring food to school. INDONESIAPerilaku jajan sangat melekat pada anak sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku jajan siswa di Sekolah Dasar dilokasi studi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas 5. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 68 siswa. Data yang dikumpulkan meliputi kebiasaan jajan anak di sekolah dan kebiasaan lain yang berhubungan dengan kebiasaan jajan. Data diperoleh dari hasil pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengonsumsi jajanan di sekolah. Siswa terbiasa mengonsumsi sarapan dan tidak membawa bekal makanan ke sekolah. Rata-rata siswa menghabiskan uang sebesar Rp4.000,00-Rp5.000,00 per hari untuk membeli makanan jajanan. Sebagian siswa membeli jajanan di kantin atau penjaja di sekitar sekolah. Rata-rata siswa jajan 2 kali dalam sehari pada waktu istirahat sekolah. Sebagian besar siswa terbiasa mencuci tangan sebelum makan, meskipun demikian sebagian siswa pernah sakit setelah mengonsumsi jajanan. Hampir semua Siswa SD di lokasi studi membeli makanan jajanan meskipun  terbiasa makan pagi. Makanan jajanan juga banyak dibeli oleh siswa yang tidak membawa bekal makanan ke sekolah.

Page 10 of 17 | Total Record : 163