cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12" : 36 Documents clear
MENGURANGI KETIDAKNYAMANAN NYERI PINGGANG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III: STUDI KASUS Rahayu, Maimunah; Fitria, Rahmah; Mundari, Risa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i12.12643

Abstract

Abstrak: Mengurangi Ketidaknyamanan Nyeri Pinggang pada Ibu Hamil Trimester III: Studi Kasus. Nyeri pinggang adalah hal yang fisiologis terjadi dalam masa kehamilan dikarenakan kondisi fisik dan hormonal yang mengalami perubahan serta merupakan salah satu ketidaknyamanan dalam kehamilan yang dapat terjadi dalam setiap trimester dan paling sering terjadi pada trimester akhir kehamilan. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil trimester III dalam upaya menangani keluhan nyeri pinggang. Desain penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan dari 22 Februari-18 Maret 2023. Subyek penelitian adalah Ny. A umur 23 tahun. Instrumen yang digunakan yaitu alat pemeriksaan fisik dan format pengkajian. Penelitian ini menggunakan data primer. Subyek kasus telah dimintai informed consent untuk mengikuti penelitian. Dari data pengkajian didapatkan ibu mengatakan mulai dari usia kehamilannya 24 minggu sudah sering merasakan nyeri pada bagian pinggang sampai dengan trimester III kehamilannya saat ini. Asuhan  kebidanan yang diberikan berupa cara mengatasi nyeri pinggang yang dirasakan dengan merubah posisi saat tidur, jalan pagi, prenatal yoga dan pemberian kalsium. Penatalaksaaan yang diberikan berhasil untuk mengatasi nyeri pinggang pada ibu hamil setelah dievaluasi selama 3 minggu. Merubah posisi saat tidur, jalan pagi, prenatal yoga dan pemberian kalsium dapat mengurangi ketidaknyamanan nyeri pinggang pada ibu hamil trimester III. Petugas kesehatan diharapkan mampu dalam memberikan asuhan dalam upaya mengurangi nyeri pinggang selama kehamilan.
STUDI LITERATUR: DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA ATRESIA ESOFAGUS Syifa, R.R. Ditya Mutiara; Kurnia Rizki, Dira; Natasya Putri, Erdira; Apryani, Reny; Restia, Restia; Haikal, Zikrul
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i12.12484

Abstract

Abstrak: Studi Literatur: Diagnosis Dan Tatalaksana Atresia Esofagus. Atresia esofagus (AE) merupakan kondisi langka dengan insiden 2,43 kasus per 10.000 kelahiran. Atresia esofagus (AE) adalah cacat perkembangan saluran pencernaan bagian atas berupa inkontinuitas antara esofagus bagian atas dan bawah. Adanya pelayanan intensif pada bayi dapat menekan angka kematian pada bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Namun, terdapat juga beberapa bayi dengan kelainan atresia esofagus disertai dengan kelainan kongenital penyerta sehingga memiliki harapan hidup yang rendah. Diagnosis atresia esofagus dapat ditegakkan melalui diagnosis prenatal dan juga postnatal. Diagnosis prenatal dilakukan dengan cara USG pada ibu hamil. Diagnosis postnatal pada atresia esofagus ditegakkan jika terjadi ketidakmampuan atau kesulitan NGT atau OGT melewati esofagus. Pemeriksaan lain untuk menegakkan diagnosis postnatal adalah dengan hasil endoskopi (bronkoskopi ataupun esofagoskopi) dan hasil patologis. Tatalaksana yang dapat dilakukan pada atresia esofagus yaitu pembedahan, perawatan suportif serta pemberian antibiotik, ampicillin, dan gentamisin sesuai dengan kasus yang ditangani. Tujuan dari pembedahan adalah untuk menyambungkan kantung esofagus bagian atas dengan bagian bawah. Penegakan diagnosis atresia esofagus dianjurkan dilakukan sedini mungkin agar komplikasi pada paru dapat diminimalkan.
PROSEDUR PEMERIKSAAN CT SCAN THORAX SEBAGAI GUIDING PEMERIKSAAN FNAB PADA KASUS TUMOR PARU DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT (NTB) Hariani, Ida Ayu Sutresna; Prasetya, I Made Lana; Mahendrayana, I Made Adhi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i12.12283

Abstract

Abstrak: Prosedur Pemeriksaan CT Scan Thorax  Sebagai Guiding Pemeriksaan FNAB Pada Kasus Tumor Paru Di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB. Pemeriksaan CT scan thorax  dapat memberikan pencitraan untuk lokalisasi dan karakterisasi lesi, akan tetapi tidak dapat menunjukkan keganasan lesi/nodul. Pelaksanaan pemeriksaan CT Scan thorax sebagai guiding pemeriksaan FNAB dapat membantu dalam menegakkan diagnosis sitologi. Prosedur pemeriksaan CT Scan thorax  sebagai Guiding pemeriksaan FNAB pada kasus Tumor Paru yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB  tidak sama dengan teori yang dikemukakan oleh Trumm CG, Hoffmann R, Thomas C, 2009. Tujuan  penelitian untuk mengetahui prosedur pemeriksaan yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB, kelebihan dan kekurangan dari pemeriksaan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus,Subjek penelitian berjumlah 6 orang. Data yang telah diambil dianalisis secara descriptive,dimana hasil observasi dan wawancara  dimasukkan ke bentuk transkrip,menentukan kategori – kategori data  dalam pemilihan data,melakukan koding. Data dikaji dengan teknik kuotasi. Pemeriksaan CT Scan Thorax sebagai guiding pemeriksaan FNAB dilakukan tanpa persiapan pasien khusus, tahapan pemeriksaan  CT Scan Thorax sebagai guiding Pemeriksaan FNAB dan  pemeriksaan CT Scan Thorax evaluasi post pemeriksaan FNAB. Pemeriksaan CT Scan Thorax sebagai guiding pemeriksaan FNAB pada kasus tumor paru di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB tanpa ada persiapan pasien khusus, posisi pasien tergantung pada letak tumor pada paru dan HU ( Hounsfield Unit) tumor dan hanya dilakukan CT Scan Thorax evaluasi Post pemeriksaan FNAB.Terdapat kelebihan dan kekurangan dalam pemeriksaan CT Scan Thorax sebagai guiding pemriksaan FNAB.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS I DENPASAR TIMUR Vidianti, Ni Komang Vera; Suryaningsih, Ni Putu Aryati; Satrya Dewi, Dewa Ayu Putu
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i12.12998

Abstract

Abstrak : Pengaruh Edukasi Terhadap Tingkat Kepatuhan Pasien Hipertensi Di Puskesmas I Denpasar Timur. Hipertensi merupakan penyakit kronis adanya peningkatan tekanan pembuluh darah arteri. Pasien hipertensi diharuskan mengkonsumsi obat secara teratur. Edukasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kepatuhan pasien minum obat. Salah satu contoh edukasi yaitu Booklet. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap tingkat kepatuhan pasien hipertensi di Puskesmas I Denpasar Timur. Rancangan penelitian ini merupakan pre-experimental design tipe one group pretest-postest dan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan metode purposive sampling dimana jumlah sampel sebanyak 30 orang diberikan edukasi. Pengukuran tingkat kepatuhan dilihat dari Pill count. Data yang dianalisis dengan software komputer dengan uji wilcoxon test untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap tingkat kepatuhan pasien hipertensi. Hasil uji wilcoxon test menunjukkan hasil terdapat perbedaan signifikan kepatuhan minum obat pasien hipertensi sebelum dan sesudah diberikan intervensi 0.025<0.05. Dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi melalui Booklet dapat meningkatkan kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Puskesmas I Denpasar Timur
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale Var. Rubrum) DALAM MENINGKATKAN MOTILITAS DAN MORFOLOGI SPERMATOZOA MENCIT (Mus musculus L.) Iqra, Kuntum Nurul; Rahma Amelia, Anisha Chahya; BR Tarigan, Siti Nadiah Zahra; Akbar, Imam Qodri; Ahda, Yuni; Atifah, Yusni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i12.11344

Abstract

Abstrak: Pengaruh Pemberian Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale Var. Rubrum) Dalam Meningkatkan Motilitas dan Morfologi Spermatozoa Mencit (Mus musculus L.) Infertilitas adalah kegagalan dalam meneruskan keturunan akibat tidak mampu hamil setelah satu tahun tanpa menggunakan kontrasepsi dan bersifat primer. Tanaman Jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan rempah-rempah Indonesia dan menjadi tanaman obat yang kaya akan khasiat bagi kesehatan. Ekstrak jahe dikenal mengandung senyawa-senyawa aktif yang memiliki potensi untuk meningkatkan fungsi reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak jahe Merah dalam meningkatkan motilitas dan morfologi spermatozoa pada mencit jantan (Mus musculus L.). Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan desain acak lengkap. Sebanyak 15 mencit jantan dewasa dibagi secara acak menjadi tiga kelompok perlakuan. Pada kelompok pertama digunakan sebagai kontrol yang diberi air putih. Kelompok kedua dan ketiga diberikan perlakuan dengan ekstrak jahe merah dengan dosis berturut yaitu 300 mg/kg BB dan 600 mg/kg BB selama 15 hari. Perhitungan motiltas menggunakan analisis Guest sedangkan morfologi dengan mengamati spermatozoa di bawah mikroskop. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak jahe dosis rendah dan dosis tinggi berpengaruh pada motilitas dan morfologi spermatozoa mencit.  Sehingga disimpulkan pemberian ekstrak jahe merah dengan dosis 300 mg/KgBB meningkatkan motilitas dan morfologi sedangkan pada dosis 600 m/KgBB menurunkan motilitas spermatozoa mencit.
KAJIAN PUSTAKA: PATOFISIOLOGI, DIAGOSIS, MANAJEMEN AWAL, DAN PENCEGAHAN SINDROM KORONER AKUT Chusaeri, Andhito Rafid
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i12.12594

Abstract

Abstrak: Kajian Pustaka: Patofisiologi, Diagosis, Manajemen Awal, Dan Pencegahan Sindrom Koroner Akut. Penyakit jantung koroner (PJK) telah menjadi perhatian utama bagi berbagai organisasi kesehatan dunia. Sekitar 20,1 juta orang dewasa berusia 20 tahun ke atas, atau sekitar 7,2% dari populasi dunia, mengalami kondisi ini. PJK terjadi ketika plak mengumpul di pembuluh darah koroner yang menyuplai darah ke otot jantung. Faktor risiko untuk PJK meliputi tingginya kadar kolesterol, tekanan darah tinggi, diabetes, merokok, dan obesitas.Pengenalan dini terhadap faktor risiko ini dan pencegahan primer telah berhasil mengurangi angka kejadian dan kematian yang terkait dengan PJK. Pemeriksaan awal EKG dan Marka Jantung dan intervensi terapi awal seperti MONA (Morfin, Oksigen, Nitrat, Aspirin) adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam mengatasi PJK ini.
HUBUNGAN SANITASI TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA DINI DI KOTA SAMARINDA Apriyani, Apriyani; Suwignyo, Suwignyo; Mareta Kusumawati, Rindha; Wulandari, Kartina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i12.12449

Abstract

Abstrak: Hubungan Sanitasi Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Usia Dini di Kota Samarinda. Berdasarkan data prevalensi stunting provinsi Kalimantan Timur tahun 2018-2020 khususnya di Samarinda pada tahun 2018 kasus stunting sebanyak 26,26 % pada tahun 2019 mengalami penurunan 24,75 dan pada tahun 2020 tetap di angka 24,7% (satuan data Kalimantan Timur, 2021). Sedangkan berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Samarinda pada tahun 2020 prevalensi stunting 11,9% dan pada tahun 2021 mengalami penurunan 10,7%. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan 30 sampel serta dilakukan uji statistic Chi Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa yang tidak mengalami stunting sebesar 22 (73%) dan yang memiliki sanitasi baik sebesar 21 sampel atau  70 %. Hasil uji statistik memperlihatkan bahwa P value sebesar 0,632. Tidak terdapat hubungan antara kejadian stunting dengan kondisi sanitasi.
OBSERVASI HASIL PEMERIKSAAN DARAH RUTIN PADA LANSIA DIABETES MELITUS DI KLINIK ISLAMIC CENTER SAMARINDA Triana, Nadya Nur; Hartini, Supri; Rica, Fitri Nur
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i12.12082

Abstract

Abstrak: Observasi Hasil Pemeriksaan Darah Rutin Pada Lansia Diabetes Melitus Di Klinik Islamic Center Samarinda. Diabetes melitus merupakan suatu penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat di dunia dan di Indonesia. Prevalensi diabetes melitus di Indonesia telah mengalami peningkatan yaitu sebesar 0,5 persen yang mana ditahun 2013 prevalensi diabetes melitus sebesar 1,5 persen dan mengalami peninngkatan hingga menjadi 2 persen. Kadar glukosa darah yang tinggi akan mempengaruhi sel-sel darah merah dan dapat menimbulkan perubahan-perubahan pada organ-organ tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah sel leukosit, eritrosit, trombosit, kadar hemoglobin dan kadar hematoktrit pada lansia diabetes melitus di Klinik Islamic Center Samarinda. Diabetes melitus juga dapat menimbulkan komplikasi kronik yaitu nefropati (gangguan fungsi ginjal) yang angka kejadiannya dapat diprediksikan cukup tinggi sekitar 20-40 persen. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan crosssectional yang merupakan pengumpulan data yang dilakukan sekaligus dalam waktu tertentu dan hanya dilakukan satu kali pendataan pada semua variabel yang diteliti. Penelitian ini dilakukan di Klinik Islamic Center Samarinda dengan metode automatic menggunakan alat hematology analyzer. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil pada pemeriksaan darah rutin yang termasuk pemeriksaan sel leukosit, sel eritrosit, sel trombosit, kadar hemoglobin, dan kadar hematokrit didapatkan hasil yang normal. Dapat disimpulkan bahwa hasil pemeriksaan darah rutin pada lansia diabetes melitus di Klinik Islamic Center Samarinda yaitu normal.
PENGARUH HIPERKOLESTEROLEMIA TERHADAP SKOR KALSIUM ARTERI KORONER Adnyana, Made Adhyatma Kuwerabrata; Priyana, Andria
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i12.12696

Abstract

Abstrak: Pengaruh Hiperkolesterolemia terhadap Skor Kalsium Arteri Koroner. Penyakit Kardiovaskuler merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia dengan hiperkolesterolemia sebagai faktor risiko utama. National Cholesterol Education Program Adult Treatment Panel III (NCEP ATP III) menyatakan hiperkolesterolemia adalah suatu kondisi dimana kadar LDL ≥ 130 mg/dL. Prevalensi hiperkolesterolemia meningkat seiring bertambahnya usia yang didukung oleh data Kementerian Kesehatan RI tahun 2016 yang menyatakan bahwa sebagian besar penderita hiperkolesterolemia berada pada kelompok usia > 60 tahun (58,7%). Salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk menilai risiko CVD adalah Coronary Artery Calcium score (CAC). Namun, masih sangat sedikit penelitian mengenai manfaat Coronary Artery Calcium (CAC) pada hiperkolesterolemia, khususnya di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 187 subjek yang diambil dengan teknik consecutive non random sampling. Sampel diambil di Rumah Sakit Siloam TB Simatupang. Data diperoleh dari data sekunder yaitu rekam medis. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah Subjek yang melakukan medical check up di Siloam Hospital TB Simatupang dari tahun 2017-2023 dan melakukan pemeriksaan Coronary Artery Calcium (CAC) score dengan kriteria eksklusi tidak ada perhitungan pada hasil pemeriksaan CAC. Analisis hipotesis dilakukan dengan uji Mann-whitney menggunakan program SPSS dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Sebanyak 187 subjek penelitian yang menjalani pemeriksaan CAC berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya pengaruh hiperkolesterolemia terhadap skor Coronary Artery Calcium (CAC) (p=0,032). Berdasarkan hasil penelitian, terdapat pengaruh yang signifikan antara hiperkolesterolemia terhadap skor Coronary Artery Calcium (CAC) yang menunjukan peningkatan kadar kolesterol akan meningkatkan probabilitas terjadinya peningkatan skor Coronary Artery Calcium (CAC).
STUDI LITERATUR: CONGENITAL ADRENAL HYPERPLASIA Savitri, Gaida Gita; M H., Amrullah; R Chusaeri, Andhito; G Kayla, Baiq; Shaffiranisa, Elviena; A K Putri, Trisna; Azmi, Ulul; H I., Zulfa; E Ajmala, Indana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i12.12487

Abstract

Abstrak: Studi Literatur: Congenital Adrenal Hyperplasia. Congenital Adrenal Hyperplasia (CAH) dapat menyebabkan kelainan endokrin yang langka dan mengancam jiwa. CAH merupakan kelainan autosomal resesif yang menyebabkan gangguan pembentukan kortisol akibat hambatan dari salah satu tahap enzimatik yang dibutuhkan untuk biosintesis kortisol dan aldosteron. Kondisi tersebut umumnya ditemukan pada 1 dari 10.000 dan 1 dari 20.000 bayi. Frekuensi pembawa/ karier defisiensi 21- hydroxylasetipe klasik diperkirakan 1 diantara 60 orang. Manifestasi klinis CAH dapat diklasifikasikan menjadi CAH klasik dan CAH non-klasik. lambat CAH klasik terjadi akibat defisiensi enzim yang parah, sehingga menyebabkan rendahnya kadar aldosteron dan kortisol, namun kadar androgen tinggi, sedangkan CAH Non-klasik terjadi karena kelainan pada tahap sintesis steroid dari protein steroidogenic acute regulatory protein (StAR). Diagnosis CAH dapat ditegakkan berdasarkan peningkatan kadar 17-OHP. Tata laksana yang dapat diberikan pada pasien CAH adalah glukokortikoid, mineralokortikoid, dan terapi pembedahan. 

Page 1 of 4 | Total Record : 36


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue