cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN MIOPIA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN ANGKATAN 2009 UNIVERSITAS MALAHAYATI Eko Nuzul Abdillah Khairul Rizky; Eka Silvia; Deviani Utami
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.398 KB) | DOI: 10.33024/.v1i2.302

Abstract

Miopia atau rabun jauh merupakan keadaan dimana cahaya yang datang pada mata jatuh di depan retina, sehingga pandangan akan terasa kabur pada saat melihat objek jauh. Mahasiswa Fakultas Kedokteran cenderung mengalami miopia karena diakibatkan oleh faktor keturunan, lama mata bekerja dan jarak dekat mata bekerja. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan rancangan penelitian cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 42 orang. Analisa data univariat digunakan untuk mengetahui distribusi frekuensi, sedangkan analisa bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel dengan cara uji statistik Chi square.Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa faktor-faktor yang saling berhubungan dengan miopia adalah faktor lama mata bekerja dan jarak dekat mata bekerja, sedangkan faktor keturunan tidak memiliki hubungan. Hasil p value dari faktor keturunan adalah 3,055, faktor lama mata bekerja p value 0,000 dan factor jarak dekat mata bekerja p value 0,038. Faktor-faktor yang memiliki hubungan dengan kejadian miopia adalah faktor lama mata bekerja dan faktor jarak dekat mata bekerja, sedangkan faktor yang tidak memiliki hubungan adalah faktor keturunan.
HUBUNGAN PENERIMAAN DIRI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK (LES) DI KOMUNITAS ODAPUS PROVINSI LAMPUNG (KOL)TAHUN 2018 Firhat Esfandiari; Hetti Rusmini; Nandito Ridho Santoso
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.71 KB) | DOI: 10.33024/.v5i3.947

Abstract

Prevalensi SLE di Indonesia, jumlah penderita penyakit Lupus secara tepat belum diketahui. Prevalensi Lupus Eritematosus Sistemik (LES) dimasyarakat berdasarkan survey yang dilakukan oleh Prof. Handono Kalim, dkk di Malang memperlihatkan angka sebesar 0,5 % terhadap total populasi.  Diketahui hubungan penerimaan diri dengan kualitas hidup pada pasien lupus eritematosus sistemik (LES) di Komunitas Odapus Provinsi Lampung (KOL) Tahun 2018. Jenis penelitian kuantitatif, rancangan survei analitik dengan pendekatan cross sectional, Populasi seluruh pasien Lupus sebanyak 40 orang. Sampel sebanyak 40 orang dengan teknik total sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Distribusi frekuensi penerimaan diri pada pasien lupus eritematosus sistemik (LES) sebagian besar dengan kategori kurang baik sebanyak 22 responden (55,0%). Distribusi frekuensi kualitas hidup pada pasien lupus eritematosus sistemik (LES) sebagian besar dengan kategori tinggi sebanyak 25 responden (62,5%),Ada hubungan antara penerimaan diri dengan kualitas hidup pada pasien lupus eritematosus sistemik (LES) (p-value 0,005 < α 0,05). OR:11,556.
HUBUNGAN COPING MECHANISM DENGAN HASIL UJIAN AKHIR BLOK BASIC MEDICAL SCIENCE PADA MAHASISWA ANGKATAN 2016 Anggunan Anggunan; Hendric Hariansyah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.413 KB) | DOI: 10.33024/.v4i1.764

Abstract

Latar Belakang : Mahasiswa kedokteran lebih sering mengalami stres dibanding mahasiswa jurusan lainnya. Stres yang paling sering dialami adalah stres akademik yang salah satunya adalah ujian. Individu yang mengalami stres membutuhkan kemampuan untuk menghadapi stres kemampuan tersebut disebut Coping Mechanism. Coping Mechanism terdiri dari dua strategi yaitu problem solving focused coping strategi koping yang berfokus menyelesaikan masalah dan emotion focused coping strategikoping dengan mengabaikan stressor untuk mengatasi masalahnya sementara.Tujuan : Mengetahui apakah terdapat hubungan antara Coping Mechanism dengan hasil ujian akhir blok basic medical science pada mahasiswa angkatan 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati.Metodologi : Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan rancangan analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah Mahasiswa angkatan 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati sebanyak 327 orang. Sample diambil dengan metode simple random sampling sebanyak 180 orang. Analisis data yang digunakan adalah chi square.Hasil : Sebagian besar mahasiswa angkatan 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati menggunakan Problem Solving Focused Coping sebanyak 171 orang (95%). Sebagian besar mahasiswa lulus ujian akhir blok Basic Medical Science sebanyak 175 orang (97,22%). Hasil analisis bivariat didapatkan p-value = 0,000 dan OR = 42,25.Kesimpulan : Ada hubungan antara Coping Mechanism dengan hasil ujian akhir blok Basic Medical Science padaMahasiswa angkatan 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati.
Hubungan Gaya Belajar dengan Kelulusan Ujian Blok pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama Ade Kiki Riezky; Rauza Akmalia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.519 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v6i2.2218

Abstract

Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Proses belajar akan lebih efektif dan efisien ketika mahasiswa mampu memahami gaya belajarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis gaya belajar mahasiswa dann mengetahui hubungan antara gaya belajar mahasiswa dengan tingkat kelulusan ujian blok. Penelitian ini pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan januari 2016. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama. Sampel diambil menggunakan teknik random sampling.Sampel penelitian berjumlah 200 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner VARK dan data hasil ujian blok. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa chi kuadrat. Hasil penelitian memperlihatkan mahasiswa pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama mempunyai gaya belajar audio 68 mahasiswa, gaya belajar visual 64 mahasiswa, gaya belajar kinestetik 61 mahasiswa, dan gaya belajar membaca 7 mahasiswa. Hasil chi-square test didapat nilai α 0,870 (α < 0,05). Kesimpulan penelitian yaitu tidak ada hubungan antara gaya belajar dengan tingkat kelulusan ujian blok.
KARAKTERISTIK PENDERITA OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS (OMSK) DI POLIKLINIK THT-KL RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG PERIODE JANUARI 2013-DESEMBER 2014 Aria Nova Lisa; Fatah Satya Wibawa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.997 KB) | DOI: 10.33024/.v1i4.686

Abstract

Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK)merupakan radangkronis telinga tengah dengan gejala otorea ≥ 2 bulan serta diikuti dengangangguan pendengaran. OMSK dapat disertai dengan komplikasi yangfatal.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Karakteristik PenderitaOMSK di Poliklinik THT - KL RSUD H. Abdul Moeloek Periode Januari 2013 -Desember 2014.Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain crosssectionalstudy. Kemudian dilakukan pengumpulan data rekam medis pasienOMSK. Karakteristik seperti usia, jenis kelamin, gejala klinis, tanda klinis, jenisperforasi membran timpani, sisi yang terkena, komplikasi, dan penatalaksanaanakan dicatat. Teknik sampel menggunakanpurposive sampling.Lalu data diprosesmenggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS).Hasil : 205 data telah dikumpulkan. Distribusi frekuensi usia terbanyak terjadipada orang dewasa > 24 tahun sebanyak 97 orang ( 47 % ). Jenis kelamindidominasi oleh perempuan sebanyak 106 orang ( 52 % ). Tipe OMSK terseringadalah OMSK tipe benigna sebanyak 193 orang (94 %). Gejala klinis terbanyakadalah otorea sejumlah 167 orang (81,5 %). Sisi telinga yang terkena yaitu telingaunilateral sebanyak 155 orang (76 %). Tanda klinis didominasi denganditemukannya sekret pada telinga sebanyak 160 orang (88 %). Perforasi MT yangsering ditemukan adalah bagian sentral sebanyak 158 orang (77,1 %).Kemungkinan komplikasi yang sering terjadi adalah mastoiditis sebanyak 9 orang( 4 %). Penatalaksanaan medis terbanyak dilakukan untuk pasien adalahmedikamentosa sebanyak 196 orang (96 %).Diskusi :Insidensi OMSK yang berulang pada kalangan dewasa cukup tinggi.Oleh karena itu, pasien disarankan untuk menuntaskan pengobatan dan melakukanpemeriksaan penunjang guna mengetahui kemungkinan terjadinya komplikasi.
FAKTOR-FAKTOR PROGNOSTIK KESEMBUHAN PENGOBATAN MEDIKAMENTOSA RINOSINUSITIS KRONIS DI POLI THT RSUD A. DADI TJOKRODIPO BANDAR LAMPUNG TAHUN 2017 Yesi Nurmalasari; Dera Nuryanti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.552 KB) | DOI: 10.33024/.v4i3.1316

Abstract

Latar Belakang: Rinosinusitis kronis merupakan peradangan pada mukosa hidung dan sinus paranasalis yang berlangsung lebih dari 8 minggu yang dapat ditandai oleh discharge mukopurulen, hidung berbau, hidung tersumbat, nyeri wajah dan lain-lain. Pengobatan untuk rinosinusitis kronis tanpa komplikasi adalah dengan terapi medikamentosa. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan pengobatan medikamentosa antara lain faktor alergi, kebiasaan merokok, usia dan jenis kelamin.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor prognostik yang berhubungan dengan kesembuhan pengobatan medikamentosa rinosinusitis kronis di Poli THT RSUD A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung tahun 2017.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah jenis peneltian kuantitatif dengan pendekatan retrospetive, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rinosinusitis kronis di Poli THT RSUD A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung sebanyak 45 orang. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan program SPSS versi 16.Hasil Penelitian: Ada hubungan yang bermakna antara alergi (p-value = 0,011 dan OR = 5,000), kebiasaan merokok (p-value = 0,001 dan OR = 11,375), umur (p-value = 0,026 dan OR = 4,000) dan jenis kelamin (p-value = 0,019 dan OR = 4,480) dengan kesembuhan pengobatan medikamentosa rinosinusitis kronis di Poli THT RSUD A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung tahun 2017Kesimpulan: Ada hubungan alergi, kebiasaan merokok, umur dan jenis kelamin dengan kesembuhan pengobatan medikamentosa rinosinusitis kronis di Poli THT RSUD A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung tahun 2017
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN C TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR MENCIT JANTAN DEWASA (Mus musculus L) YANG DIINDUKSI MONOSODIUM GLUTAMMATE Resti Arania; Sariningsih Sariningsih
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.473 KB) | DOI: 10.33024/.v1i1.293

Abstract

Monosodium Glutammate (MSG) merupakan penambah rasa makanan yang sering digunakan di seluruh dunia dan merupakan radikal bebas yang dapat merusak sel hepar. Vitamin C merupakan antioksidan yang menangkal efek radikal bebas dari MSG. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh vitamin C terhadap gambaran histologi hepar mencit jantan dewasa (Mus musculus L) yang diinduksi Monosodium Glutammate Subjek penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit jantan dewasa strain DD Webster yang dibagi secara acak dalam 5 kelompok yaitu K (-)(MSG 4mg/grBB), K(+) (makan dan minum), P1 (MSG 4 mg/grBB dan vitamin C 0,07 mg/grBB), P2 (MSG 4 mg/grBBdan vitamin C 0,2 mg/grBB), P3 (MSG 4 mg/grBB dan vitamin C 0,6 mg/grBB) setelah 15 hari perlakuan dilakukan penghitungan jumlah kerusakan pada hepar mencit . Analisis data yang digunakan uji Kruskal wallis yang dilanjutkan dengan uji analisis U-Mann Whitney . Diperoleh hasil setelah bahwa pemberian MSG dan pemberian vitamin C terdapat penurunan jumlah kerusakan pada hepar mencit dimana P < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa pemberian MSG dan vitamin C berpengaruh terhadap gambaran histologi hepar mencit. 
ANALISIS POLA KUMAN DAN POLA RESISTENSI PADA HASIL PEMERIKSAAN KULTUR RESISTENSI DI LABORATORIUM PATOLOGI KLINIK RUMAH SAKIT DR. H. ABDOEL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG PERIODE JANUARI-JULI 2016 Festy Ladyani; Mutia Zahra
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.275 KB) | DOI: 10.33024/.v5i2.789

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan suatu masalah global di negaramaju maupun di negara berkembang, baik yang terjadi di rumah sakit maupun didalam komunitas. Infeksi oleh bakteri yang resisten secara merugikan telah mempengaruhi hasil terapi, biaya terapi, penyebaran penyakit, dan lama sakit. Untuk mengontrol infeksi tersebut, maka diperlukan pengawasan terhadap kuman yangresisten serta diperlukan pengawasan penggunaan antibiotik di rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola kuman dan pola resistensi pada hasil pemeriksaan kultur resistensi antibiotik di laboratorium Patologi Klinik Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek periode januari – juli 2016.Penelitian deskriftif dengan pendekatan retrospektif. Pengumpulan data dengan cara mengambil data rekam medik. Analisa data dengan univariat. Dari 764 data hasil pemeriksaan kultur dan uji resistensi di lab mikrobiologi patologi klinik RSUD H. Abdoel Moeloek.Hasil penelitian menunjukkan 308 pertumbuhan bakteri terdiri dari 5 macam bakteri yaitu, Staphylococcus sp, Pseudomonas sp, Klebsiella sp, Proteus sp dan Escherichia coli. Dengan uji sensitifitas antibiotik Meropenem, Ceftazidime, Amoksilin, Ceftriaxone, Tetrasiklin, Sulbaktam-Ampi, Ampisilin, Cefepime, Cefotaxime, Penisilin.Data pola kuman bakteri Staphylococcus sp (43%), Klebsiella sp (21%), Proteus sp (19%), Pseudomonas sp (15%) dan Escherichia coli (2%). Data uji sensitifitas antibiotik yang resisten yaitu, Penisilin (98%), Ampisilin (83%), Amoksilin (78,6%), Cefotaxime (33%), Tetrasiklin (28,6%), Ceftriaxone (22,7%), dan antibiotik yang sensitif yaitu Meropenem (75%).
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PENGHARGAA N DENGAN KEAKTIFAN KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2016 Tessa Sjahriani; Neno Fitriyani Hasbie; Jaunah Nisa Rahma Pratiwi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.029 KB) | DOI: 10.33024/.v3i4.755

Abstract

Latar belakang: Kader posyandu pada umumnya adalah relawan yang berasal dari tokohmasyarakat yang dipandang memiliki kemampuan lebih dibanding anggota masyarakat lainnya.Mereka inilah yang memiliki peranan besar dalam memperlancar proses pelayanan kesehatan primer,namun keberadaan kader relatif labil karena keaktifan kader bersifat sukarela sehingga belummenjalankan fungsinya dengan baik seperti yang diharapkan.Tujuan penelitian : Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan danpenghargaan dengan keaktifan kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Natar KabupatenLampung Selatan tahun 2016.Metode penelitian : Jenis penelitian adalah kuantitatif, desain penelitian analitik dengan pendekatancross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kader di Wilayah kerja Puskesmas NatarKab. Lampung Selatan tahun 2016 sebesar 61 orang, dan menggunakan 61 responden sebagaisampel. Analisa data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi squareHasil penelitian : Uji bivariat didapat dari 41 responden dengan pengetahuan kategori kurang baikada sebanyak 29 orang (70,7%) kader Posyandu tidak aktif, sedangkan pada responden denganpengetahuan kategori baik dari 20 orang ada sebanyak 13 orang (65,0%). Dan dari 38 respondendengan penghargaan kategori kurang baik ada sebanyak 28 orang (73,3%) kader posyandu tidakaktif, sedangkan pada responden dengan penghargaan kategori baik dari 23 orang ada sebanyak 15orang (65,2%). Hubungan pengetahuan dengan keaktifan kader p value=0,017, hubunganpenghargaan dengan keaktifan kader p value=0.006.Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan dan penghargaan dengan keaktifan kaderPosyandu di Wilayah kerja Puskesmas Natar Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2016
PENGARUH PENGGUNAAN KOSMETIK TERHADAP ACNE VULGARIS PADA REMAJA PUTRI KELAS I DAN KELAS II SMA NEGERI 4 BANDA ACEH Mila Mauliza; Elmiyati Elmiyati; Andri Andri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.326 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v7i1.2320

Abstract

Acne Vulgaris adalah suatu kondisi inflamasi umum pada unit polisebaseus yang sering terjadi pada remaja dan dewasa muda. Penyebab pasti acne vulgaris sampai saat ini belum diketahui secara pasti, namun terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya seperti genetic, hormonal, diet, penggunaan kosmetik, trauma, infeksi dan psikis. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh antara penggunaan kosmetik dengan acne vulgaris pada remaja putri kelas I dan kelas II SMAN 4 Banda Aceh. Desain penelitian mengunakan desain korelasional dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 327 remaja. Sampel penelitian menggunakan simple random sampling sebanyak 180 remaja. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pendekatan dan observasi. Metode analisa data yang di gunakan yaitu chi-square. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, dan pemeriksaan fisik (inspeksi). Variabel independen penelitian adalah penggunaan kosmetik sedangkan variabel dependen adalah acne vulgaris. Hasil penelitian membuktikan bahwa sebagian besar siswi mengggunakan kosmetik yaitu sebanyak 143 (79,4%), dan sebanyak 37 (20,6%) siswi tidak menggunakan kosmetik. Hasil analisis chi-square didapatkan nilai p value = 0,017< α (0.05) yang berarti terdapat pengaruh antara Penggunaan Kosmetik dengan Acne Vulgaris pada Remaja Putri Kelas I dan Kelas II SMAN 4 Banda Aceh.

Page 17 of 138 | Total Record : 1379


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue