cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
PENGGUNAAN BAHAN PANGAN LOKAL UMBI GEMBILI (Dioscorea esculenta L.SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF PERTUMBUHAN JAMUR Aspergillus sp Ari Khusuma; Baiq Husaevi Agustiningrum
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i3.4739

Abstract

Jamur Aspergillussp dapat menghasilkan beberapamikotoksin. Salah satunya adalahaflatoksin. Aflatoksinmerupakan jenis toksin yang bersifat karsinogenik dan hepatotoksik. Manusia dapat terpapar olehaflatoksindengan mengkonsumsi makanan yangterkontaminasioleh toksin yang dihasilkan oleh jamur selama pertumbuhanya. Kadang paparan sulit dihindari karena pertumbuhan jamur di dalam makanan sulit untuk dicegah. Pembuatan media pertumbuhan jamur memiliki syarat –syarat yang harus dipenuhi, seperti media harus mengandung nutrisi yangdibutuhkan oleh mikroba seperti karbohidrat yang merupakan sumber utama. Kandungan dari umbi gembili (Dioscorea esculenta L.) yang diperlukan untuk pertumbuhan jamur adalah karbohidrat dimana kandunganya tidak jauh dari kandungan  karbohidrat dari kentang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan umbi gembili (Dioscorea esculenta L.) sebagai media alternatif pertumbuhan jamur Aspergillus sp. Penelitian ini bersifat pre Eksperimen menggunakan 9 replikasi dan 4 perlakuan yaitu media PDAsebagaimedia kontrol, media tepung umbi gembili dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 75%. Hasil uji telah dilakukan selama 3 hari didapatkan diameter jamur pada semua perlakuan yaitu pada media kontrol PDA didapatkan diameter jamur 25 mm, media alternatif umbi gembili (Dioscorea esculenta L.) 25% didapatkan diameter jamur 25,55 mm, media alternatif umbi gembili (Dioscorea esculenta L.) 50% didapatkan diameter jamur 29,33 mm, dan media alternatif umbi gembili (Dioscorea esculenta L.) 75% didapatkan diameter jamur 27,88 mm. Pada pengamatan makroskopis dan mikroskopis ditemukan hampir sama pada semua perlakuansecara makroskopis ditemukan sporulasi cukup lebat berwarna kehijauan dan miselium putih tipis serta secara mikroskopis ditemukannya tangkaikonidia, spora berbentuk seperti gada. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan bahan pangan lokal umbi gembili (Dioscorea esculenta L.) dapat digunakan sebagai media alternatif pertumbuhan jamur Aspergillus sp.
TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP BPJS KESEHATAN KELAS III TERHADAP PELAYANAN DI RUMAH SAKIT AVICENNA BIREUEN Raihan Utari; Meri Lidiawati; Elmiyati Elmiyati
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i3.3920

Abstract

Rumah Sakit menurut WHO Expert Committee On Organization Of Medical Careadalah suatu bagian menyeluruh dari organisasi medis yang berfungsi memberikan pelayanan kesehatan lengkap kepada masyarakat baik kuratif maupun rehabilitative. Pada era Jaminan Kesehatan Nasiaonal (JKN), seluruh rakyat Indonesia yang terdaftar melalui Badan Pengelola Jaminan Nasional (BPJS) Kesehatan berhak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Hal ini adalah upaya pemerintah Indonesia untuk memenuhi hak kesehatan tiap individu masyarakat Indonesia. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat inap BPJS kesehatan kelas III di Rumah Sakit Avicenna Bireuen. Metode penelian yang dipakai adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Setelah dianalisis data yang didapatkan Responden terbanyak menyatakan puas (89.2%) berdasarkan dimensi bukti langsung. Menyatakan puas (82.8%) berdasarkan dimensi kehandalan. Menyatakan puas (79.6%) berdasarkan dimensi ketanggapan. Menyatakan puas (88.2%) berdasarkan dimensi bukti jaminan. Menyatakan puas (73.1%) berdasarkan dimensi bukti empati. Responden terbanyak menyatakan puas (83.9%) terhadap tingkat kepuasaan pasien di Rumah Sakit Avicenna Kabupaten Bireuen.
KECERDASAN EMOSIONAL (EQ) DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN Illustri Illustri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i3.4284

Abstract

Kecerdasan Emosional (EQ) yang rendah dalam suatu negara berkembang akan menjadi salah satu tolak ukur penyebab kelemahan pada sumber daya manusia. Kecerdasan Emosional (EQ) merujuk pada keterampilan non kognitif yang mempengaruhi kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan. Mengetahui  hubungan kecerdasan Emosional (EQ) dengan kinerja perawat dalam menerapkan pendokumentasian asuhan keperawatan. Metode  penelitian  yang  digunakan  adalah  penelitian  kuantitatif  cross  sectional. Populasi  dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang sedang praktek di Rumah sakit X Kota palembang.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proportional stratified random sampling. Analisis dilakukan dengan  uji Chi-Square.  Menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional (EQ) dengan kinerja perawat dalam pendokumentasi asuhan keperawatan. Dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,682 dan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Semakin tinggi dan baik Kecerdasan Emosional (EQ) seorang perawat maka pendokumentasian asuhan keperawatannya akan semakin baik. Saran dibutuhkan untuk meningkatkan keterampilan dalam pendokumentasian dengan diadakan pelatihan atau seminar tentang kecerdasan Emosional (EQ) agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan juga.
IMPLEMENTASI TERAPI MURROTAL DAN RELAKSASI NAPAS DALAM UNTUK MENGATASI MASALAH NYERI AKUT Shinta Maharani; Ema Melinda
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i3.4293

Abstract

Prosedur pembedahan seringkali mempunyai efek samping yang tidak bisa dihindari oleh setiap pasien yang menjalani operasi, diantaranya adalah nyeri. Nyeri pasca operasi itu sendiri merupakan efek klinis yang biasa dijumpai pada pasien yang menjalani operasi. Nyeri yang tidak mendapatkan penanganan yang tepat dapat menyebabkan masalah lain pada pasien seperti masalah mobilitas dan juga istirahat tidur pasien. Penanganan nyeri dapat dilakukan dengan dua pendekatan yaitu  farmakologi dan non farmakalogi. Studi kasus ini merupakan penerapan asuhan keperawatan pada Tn. M post operasi TURP dengan masalah nyeri akut. Fokus pemberian implementasi keperawatan untuk mengatasi masalah nyeri akut dengan tindakan non farmakologi terapi murottal dan teknik relaksasi napas dalam. Tindakan pemberian terapi murottal dan teknik relaksasi napas dalam dilakukan 2 kali sehari selama 3 hari.  Tindakan relaksasi napas dalam dilakukan 10 kali diselingi istirahat setiap 5 kali dan terapi murottal dilakukan selama 10 menit.  Kedua tindakan dilakukan bersamaan. Pada hari ketiga pelaksanaan asuhan keperawatan menunjukkan bahwa nyeri yang dirasakan klien mengalami penurunan. Tindakan pemberian terapi murottal dan teknik relaksasi napas dalam ini diharapkan dapat dijadikan tindakan mandiri perawat dalam mengatasi masalah nyeri yang dialami pasien.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) SEDIAAN KRIM TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Novisa Arizatul Fikriana; Dewi Chusniasih; Ade Maria Ulfa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i3.4834

Abstract

Jerawat atau acne vulgaris adalah kelainan pada kulit yang biasa terjadi pada usia remaja maupun dewasa. Jerawat disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Biji pepaya memiliki khasiat sebagai anti jerawat. Zat aktif pada biji pepaya dapat diperoleh dengan ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pada uji fitokimia menunjukkan bahwa didalam ekstrak biji pepaya positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Ekstrak biji pepaya yang diperoleh dibuat dalam sediaan krim dengan konsentrasi 5%, 7,5% dan 10%. Evaluasi krim meliputi uji organoleptis, uji daya sebar, uji pH, uji homogenitas, uji iritasi kulit, dan uji kesukaan. Hasil uji evaluasi sesuai kriteria sediaan krim yang baik dan uji kesukaan paling banyak diperoleh sediaan yang paling baik yaitu 5%. Uji daya hambat krim ekstrak biji pepaya menggunakan metode difusi sumuran. Aktivitas zona hambat krim ekstrak etanol yang terbentuk pada konsentrasi 5% yaitu sebesar 8,15 mm dengan efektivitas sebesar 53,9%. Hasil uji antibakteri dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan zona hambat yang signifikan yaitu (P<0,005) antara kontrol pembanding. Krim ekstrak biji pepaya efektif dalam menghambat bakteri Propionibacterium acnes.
PERBANDINGAN KADAR GULA DARAH PRE DIABETES DENGAN DIABETES MELITUS TERHADAP KEJADIAN STROKE ISKEMIK DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Ismalia Husna; Musli Musli; Aditya Pradana Putra; Siti Haryati; Fauzan Muhammad Yusuf; Putri Aisyah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i3.4277

Abstract

Stroke merupakan masalah neurologic primer yang ada di dunia sedangkan Indonesia merupakan nergara dengan jumlah terbesar di Asia. Rendahnya kesadaran akan faktor risiko stroke, kurang dikenalinya gejala stroke serta belum optimalnya pelayanan stroke dan ketaatan terhadap program terapi untuk pencegahan stroke berkontribusi terhadap peningkatan pasien stroke. Hiperglikemia terjadi pada sebagian besar penderita stroke dan ada sekitar 12-53% pasiens stroke tidak terdiagnosa diabetes sebelumnya. Diabetes mellitus merupakan faktor meningkatnya  resiko sebesar dua sampai tiga kali lipat untuk terjadinya stroke., baik stroke pertama maupun stroke berulang. Jenis penelitian kuantitatif. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini analitik dengan menggunakan studi komparatif. Populasi seluruh seluruh pasien stroke di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung pada tahun 2017 sebanyak 328 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Rata-rata kadar gula darah sewaktu kelompok pre diabetes adalah 125,19, kelompok diabetes melitus adalah 241,76 pada pasien sroke iskemik. Adanya perbedaan bermakna kadar gula darah sewaktu pasien pre diabetes dengan pasien diabetes mellitus pada penderita strok iskemik di RSUD. dr. H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2017 dengan diperoleh nilai p-value = 0,000.
AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL DAUN GAMBIR (Uncaria gambir Roxb) TERHADAP Candida albicans Yunilda Rosa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i3.4288

Abstract

Gambir dikenal sebagai jenis tanaman obat,  mengandung zat aktif yaitu katekin senyawa polifenol, berkhasiat sebagai antibakteri dan antijamur. Candida albicans adalah jamuryang hidup dalam rongga mulut, kulit dan alat kelamin, dapat menganggu kesehatan mulut, kulit dan kelamin. Tujuan penelitian untuk membuktikan kemampuan ekstrak daun gambir (Uncaria gambir Roxb) dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Penelitian bersifat eksperimental laboratories. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kimia Bahan Alam STIK Siti Khadijah dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK)  Palembang.  Bahan penelitian adalah Candida albicans dalam bentuk sediaan esktrak daun gambir dengan kosentrasi 0.781%, 1%, 2.5%,  kontrol positif (Choramfenicol) dan kontrol negatif (DMSO). Pembuatan ekstrak daun  gambir dengan metode maserasi dan rotaevaporator. Zona hambat didapatkan melalui pengukuran zona bening yang terbentuk menggunakan jangka sorong. Uji statistik  menggunakan program SPSS Versi 20.0,  dianalisis dengan uji ANOVA dan uji Least Significant Difference (LSD) atau uji lanjut BNT (P<0,05). Kesimpulan adalah 1. Ekstrak etanol daun gambir (Uncaria gambir Roxb) pada semua konsentrasi dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans2. Choramfenicol sebagai kontrol positiflebih efektifmenghambat pertumbuhan Candida albicans dari  ekstrak daun  gambir.
GAMBARAN KLINIS PASIEN EPIDURAL HEMATOMA DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Joan Willy Ansar; Wirawan Anggorotomo; Deviani Utami; Nur Alam Virdaus
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i3.4835

Abstract

Epidural Hematoma (EDH) merupakan kumpulan darah di antara duramater dan tabula interna akibat trauma. Sebagian besar EDH berlokasi di daerah temporoparietal (70-80%), sedangkan 10% EDH berlokasi di frontal maupun oksipital. Biasanya disertai dengan terjadi fraktur kranium (85-96%) pada daerah yang sama. Perdarahan yang terjadi dikarenakan robeknya arteri meningea media atau cabang-cabangnya, namun kadang dapat juga berasal dari vena. Volume EDH biasanya stabil, dan mencapai volume maksimum hanya beberapa menit setelah trauma, tetapi pada 9% penderita ditemukan progresivitas perdarahan sampai 24 jam pertama. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui gambaran klinis pasien Epidural Hematoma di RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2018-2019. Jenis penelitian ini adalah deskriptif retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medik. sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 112 pasien. Distribusi frekuensi terbanyak pasien yang terdiagnosa EDH ditemukan angka kejadian tertinggi pada kelompok usia 0–20 tahun yaitu sebanyak 49 orang (43,8%), berjenis kelamin yaitu laki-laki sebanyak 81 orang (72,3 %) sedangkan pada perempuan sebanyak 31 orang (27,7%), dari Skor GCS tertinggi yang ditemukan pada pasien EDH adalah 13-15 ringan yaitu sebanyak 61 orang (54.5%), dari gejala klinis penderita EDH terbanyak adalah sakit kepala dengan  jumlah pasien sebanyak 89 orang (79.5 %). Dari hasil pemeriksaan CT-Scan didapatkan lokasi terbanyak yaitu lokasi frontal dengan jumlah 31 orang (27.7%), Jumlah perdarahan EDH sebanyak 15 orang (13.4%) dan pergeseran midline dengan total sebanyak 16 orang (14.3%), dan Berdasarkan outcome pasien didapatkan outcome hidup lebih banyak dari pada outcome meninggal, yaitu outcome hidup berjumlah 102 orang (92.0%).
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Ni Komang Astriani; Dewi Chusniasih; Selvi Marcellia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i3.4350

Abstract

Infeksi saluran pencernaan merupakan infeksi yang disebabkan oleh beberapa bakteri antara lain yaitu bakteri Escherichia coli, bakteri flora normal pada kulit dan saluran pernafasan yang menyebabkan infeksi folikel rambut dan peradangan disebut Staphylococcus aureus. Daun jeruk purut (Citrus hystrix) mengandung senyawa kimia yang bermanfaat antara lain adalah flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin yang berfungsi sebagai antibakteri. Flavonoid sebagai antibakteri dengan menghambat fungsi membran sitoplasma. Tanaman yang mengandung Alkaloid dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram Positif dan Gram negatif. Saponin berperan sebagai antibakteri dengan mekanisme merusak permeabilitas dinding sel bakteri. Tanin memiliki fungsi mempresipitasi protein sehingga mempengaruhi peptidoglikan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri  ekstrak Daun jeruk purut (Citrus hystrix) terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, konsentrasi hambat minimum ekstrak daun jeruk purut (Citrus hystrix) terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan  metode difusi cakram, dan di ekstraksi secara Perkolasi menggunakan pelarut etanol 96%. Konsentrasi ekstrak daun jeruk purut yang digunakan adalah 0%; 2,5%; 5%,7; 5%; dan 10%. KHM didapatkan pada konsentrasi 5%. Ekstrak daun jeruk purut memiliki efek antibakteri, semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun jeruk purut, semakin luas zona hambatnya. Analisis data menggunakan one way ANOVA hasil menunjukan adanya perbedaan bermakna antara setiap kelompok perlakuan P<0,05.
STUDI LITERATUR: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) TERHADAP INDEKS LEE DAN MASSA LEMAK ABDOMINAL PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR JANTAN YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK Hetti Rusmini; Dita Fitriani; Ade Maria Ulfa; Ricki Gustiawan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i3.4617

Abstract

Obesitas didefinisikan sebagai akumulasi lemak yang tidak normal atau berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan. Obesitas terjadi karena adanya peningkatan kolesterol plasma, Low-Density Lipoprotein (LDL), trigliserida dan penurunan kadar High Density Lipoprotein (HDL) atau kombinasi dari beberapa abnormalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) terhadap indeks Lee dan massa lemak abdominal tubuh tikus putih wistar yang diinduksi diet tinggi lemak. Metode dalam penelitian ini adalah melakukan telaah artikel sesuai dengan issue yang akan diteliti. Dilakukan sesuai dengan analisis PICOST yaitu population, intervention, comparison, output, studi dan times dari 328 jurnal terpilih 6 jurnal. Literature dari 6 jurnal terdapat 2 jurnal yang membahas tentang ekstrak daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) (34%), 6 jurnal membahas diet tinggi lemak (100%), 1 jurnal membahas indeks Lee (50%) dan 1 jurnal membahas massa lemak abdominal (50%). Pemberian ekstrak daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) berpengaruh terhadap indeks Lee dan massa lemak abdominal tikus putih yang diinduksi diet tinggi lemak.

Page 28 of 138 | Total Record : 1379


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue