cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
GENOTIPE MOLEKULAR Giardia lamblia PADA PENDUDUK ASIMPTOMATIK DI LOMBOK BARAT, INDONESIA Ersandhi Resnhaleksmana; Ida Bagus Rai Wiadnya; I Gusti Ayu Nyoman Danuyanti; I Wayan Getas
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i4.5406

Abstract

Giardia Lamblia merupakan parasit usus yang sering ditemukan mencemari lingkungan dan bersifat patogen terhadap manusia. Penyebaran Giardia dapat terjadi anatara manusia asimtomatis ke manusia lainnya dan bahkan kelingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi genotipe G. Lamblia pada penduduk asimptomatis di wilayah Lombok barat. Pemeriksaan Giardia dilakukan secara mikroskopis dan molekular menggunakan gen COX1. Giardia teridentifikasi 1.37% (6/438) dari sampel tinja penduduk asimptomatis. Analisa filogenetik menunjukkan bahwa G. lamblia isolat lombok  memiliki kekerabatan monofiletik dengan isolat G. lamblia pada GenBank dengan no X55287.1. Jumlah infeksi rendah G. Lamblia pada penduduk asimptomatis di wilayah lombok dapat berperan sebagai sumber infeksi patogen bagi penduduk yang rentan. Hasil ini menunjukkan perlunya perhatian khusus bagi program kesehatan sebagai pencegahan terhadap infeksi G. lamblia.
STUDI LITERATUR PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KEMANGI (Ocimum basilicum L.) TERHADAP KADAR HDL PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN GALUR WISTAR YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK Dita Fitriani; Neno Fitriyani Hasbie; Rahmah Rahmah; Ahkmad Kheru Darmawan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i4.4259

Abstract

Hiperlipidemia adalah suatu kelainan metabolisme dari lipoprotein yang ditandai dengan peningkatan kolesterol total, trigliserida, LDL (Low Density Lipoprotein) dan juga penurunan HDL (High Density Lipoprotein). Memperbaiki pola makan dan asupan makan dapat dijadikan sebagai upaya preventif dari penyakit hiperlipidemia karena akan memperbaiki profil lipid dan mencegah penumpukan lipid. Tanaman yang sudah digunakan dan terbukti manfaatnya adalah kemangi (Ocimum basilicum L.), selain sebagai bahan pangan dilaporkan sebagai pengobatan alternatif karena memiliki struktur kimia yang beragam diantaranya senyawa fenolik dan flavonoid sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap kadar HDL pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar yang diberi diet tinggi lemak. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan metode studi pustaka menggunakan database scholar.google.co.id dan ncbi.mlm.nih.gov dengan menggunakan kata kunci yang digunakan dalam pencarian data untuk menelusuri jurnal yang terkait dengan ekstrak kemangi, HDL, tikus, dan diet tinggi lemak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2021 sampai dengan Februari 2021 dengan jumlah 11 sampel. Hasil dari penelitian ini adalah dari 11 jurnal yang telah ditelaah didapatkan bahwa kadar HDL mengalami peningkatan. Ekstrak kemangi (Ocimum basilicum L.) terbukti secara preklinis dan klinis mampu meningkatkan kadar HDL dan sebagai upaya pencegahan hiperlipidemia. Ekstrak kemangi (Ocimum basilicum L.) dengan dosis 200 mg/kgBB/hari selama 5 minggu dapat meningkatkan kadar HDL secara signifikan yaitu >70%.
DIABETES MELLITUS AND HEALTH EDUCATION’S ROLE IN PATIENT MANAGEMENT: A LITERATURE REVIEW Ajeng Defriyanti Pusparini; Reni Zuraida; Susianti Susianti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i4.5090

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis disebabkan organ pankreas tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau ketika tubuh tidak efektif menggunakan insulin yang diproduksinya sehingga terjadi kadar gula darah yang meningkat. Penderita DM terus meningkat setiap tahunnya selama beberapa dekade terakhir. Sekitar 463,0 juta atau 9,3 % dari orang dewasa berusia 20-79 tahun di seluruh dunia menderita DM pada tahun 2019. Perlunya pengelolaan dan pencegahan DM dimana melibatkan multi disiplin ilmu sesuai dengan kompetensi dan penugasan klinis. Beberapa upaya penatalaksaan dalam upaya pengelolaan dan pencegahan penyakit DM antara lain edukasi, melakukan aktifitas fisik, pengaturan diet dan pola makan, terapi farmakologi dan pemantauan laboratorium secara berkala. Pengelolaan secara komprehensif difokuskan terhadap upaya mengubah perilaku ke arah perilaku sehat dan modifikasi gaya hidup. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan dalam pengelolaan DM adalah dengan cara pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan dapat meningkatkan kontrol glikemik dan dapat meningkatkan pemahaman serta kemampuan pasien dan keluarga dalam perawatan diri pasien DM sehingga dapat mengurangi komplikasi dan rehospitalisasi.
PENGARUH JENIS PELARUT EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TERHADAP LARVA Aedes aegypti Safira Hanifatuz Zuhro; Tutik Tutik; Selvi Marcellia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i4.5263

Abstract

Kulit bawang merah (Allium cepa L.) memiliki kandungan senyawa fitokimia yang berpotensi sebagai larvasida alami. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui rendemen serta pengaruh yang lebih efektif antara pelarut metanol dan aseton ekstrak kulit bawang merah terhadap larva Aedes aegypti. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental yang dianalisis secara deskriptif. Hasil ekstraksi kulit bawang merah diperoleh rendemen berturut turut yaitu dengan menggunakan pelarut metanol sebesar 10,58%, dan pelarut aseton sebesar 9,26%. Berdasarkan hasil rata-rata mortalitas yang terbaik pada jam ke 12 adalah ekstrak metanol sebesar 96,8%, sedangkan rata-rata mortalitas ekstrak aseton sebesar 96%. Hasil uji waktu yang baik LT50 untuk membunuh 50% hewan uji yaitu ekstrak metanol dalam waktu 0,774 jam, sedangkan ekstrak aseton dalam waktu 0,974 jam. Ekstrak metanol kulit bawang merah efektif sebagai larvasida alami terhadap larva Aedes aegypti. Hasil uji regresi probit pada ekstrak metanol kulit bawang merah (Allium cepa L.) diperoleh nilai koefisien determinasi (R)ekstrak metanol sebesar 0,983 dan ekstrak aseton sebesar 0,964.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG ISPA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PADA BALITA D I WILAYAH KERJA PUSKESMAS PASAR AMBON BANDAR LAMPUNG TAHUN 2016 Upik Pebriyani; Ringo Alfarizi; Gita Herminda Putri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/.v3i3.747

Abstract

Angka kematian ibu lebih tinggi pada wanita yang memiliki usia-usia ekstrim yaitu <20 dan >35ISPA merupakan penyakit saluran pernafasan yang banyak diderita. Berdasarkan data SP2TPPuskesmas Pasar Ambon tahun 2015, ISPA menempati urutan pertama dari 10 penyakit terbesar yaitu15.561 kasus dialami oleh balita. Tujuan penelitian ini mengetahui adanya hubungan tingkatpengetahuan ibu tentang ISPA dengan perilaku pencegahan pada balita di wilayah kerja PuskesmasPasar Ambon Bandar Lampung Tahun 2015.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasipenelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak balita yang tinggal Di Wilayah kerja PuskesmasPasar Ambon 2016 sebanyak 373 orang, sampel diambil menggunakan teknik Purposive samplingsampel sebanyak 79 responden. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan Chisquare.Hasil penelitian Diketahui bahwa bahwa pengetahuan ibu tentang penyakit ISPA sebagian besarmemiliki pengetahuan kurang baik yaitu sebanyak 44 responden (55,7%), memiliki perilaku pencegahanyang kurang baik yaitu sebanyak 49 responden. (62,0%). Ada hubungan tingkat pengetahuan ibutentang ISPA dengan perilaku pencegahan pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pasar AmbonBandar Lampung Tahun 2015 (p=0,004)
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN MUNCULNYA PERILAKU BULLYING PADA SISWA SMA AL-AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG TAHUN 2019 Tyani Khoerunnisa Sutrisno; Hetti Rusmini; Supriyati Supriyati; Nina Herlina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v7i1.2532

Abstract

Perilaku bullying di sekolah saat ini menjadi marak terjadi di berbagai negara termasuk di Indonesia. Secara umum, penyebab utama perilaku tersebut, yakni: tuntutan orangtua terkait nilai akademik siswa di sekolah, hubungan siswa dengan teman-temannya, gaya pengasuhan  yang keliru, dan masalah malnutrisi. Pelaku bullying ini memiliki dampak terhadap korban, meningkatkan gejala-gejala emosional, pelaku awalnya merasa tidak bahagia, tertekan dan sangat sedih, depresi yang semakin sering dirasakan oleh pelaku bullying maka semakin tinggi tingkat depresinya, rendahnya harga diri, meningkatkan stres. Selain itu, pengalaman pelaku bullying di sekolah juga memiliki dampak terhadap performansi siswa di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Tingkat Stres dengan Munculnya Perilaku Bullying pada Siswa SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan metode kuantitatif dan desain penelitian pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 176 dari 243 orang siswa kelas XI di SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung. Dari 176 responden yang diteliti, didapat kategori usia yang terbanyak adalah responden yang berusia 16 tahun, yaitu sebanyak 127 responden (72,2%), sementara itu untuk karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, lebih banyak siswa berjenis kelamin perempuan, yaitu berjumlah 97 responden (55,1%). Jika dilihat dari distribusi frekuensi tingkat bullying siswa, yang berada pada kategori tingkat bullying rendah yaitu, sebanyak 118 responden (67,1%), selanjutnya untuk distribusi frekuensi tingkat stres siswa, didapatkan hasil sebanyak 127 responden (72,2%) yang berada pada kondisi tingkat stres yang sangat berat. Tidak terdapat Hubungan antara Tingkat Stres dengan Munculnya Perilaku Bullying pada Siswa SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung Tahun 2019 dengan nilai p-value 0,521 (p-value > 0,05).
PERBEDAAN ANTARA DIAGNOSIS PEMERIKSAAN ULTRASONOGRAFI (USG) DAN PEMERIKSAAN HISTOPATOLOGI PADA KARSINOMA PROSTAT DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG Wien Wiratmoko; Deviani Utami
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/.v2i3.711

Abstract

Karsinoma prostat merupakan keganasan yang berasal dari epitelkelenjar asini prostat. Keganasan ini menyerang pasien yang berusia di atas 50 tahun, diantaranya 30% menyerang pria berusia 70-80 tahun dan 75% pada usia lebih dari 80tahun. Insiden karsinoma prostat di Indonesia tidak diketahui.Metode diagnosis untukmendeteksi kanker prostat meliputi DRE (Digital Rectal Examination), USG dan PSA(ProstatSpesific Antigen).Tujuan: untuk mengetahui perbedaan akurasi antara diagnosis pemeriksaan USG danpemeriksaan Histopatolgi pada karsinoma prostat.Metode: Desain penelitian yang digunakan ialah studi Cross Sectional Analytic. Metodepengambilan sampel adalah n sampel, yaitu semua pasien yang di diagnosis menderitakarsinoma prostat dalam rekam medik dicantumkan hasil pemeriksaan USG danpemeriksaan Histopatologinya.Uji hipotesis menggunakan metode uji Chi Square dan ujidiagnostik.Analisis menggunakanan alisis univariat, analisis bivariat, dan uji diagnostikuntuk menilai sensitivitas, spesifisitas, akurasi, Nilai Duga Positif (NDP), dan Nilai DugaNegatif (NDN).Hasil: Hasil uji statistik dengan Chi Square didapatkan Pvalue = 0,075 (Pvalue>α = 0,05)yang berarti terdapat perbedaan antara diagnosis pemeriksaan ultrasonografi danpemeriksaan histopatologi pada karsinoma prostat di RSUD. Dr. H. Abdul MoeloekProvinsi Lampung. Dan pada uji diagnostik diperoleh nilai sensitivitas 72,7%, spesifisitas63,3%, akurasi 65,85%, Nilai Duga Positif (NDP) 42,10% dan Nilai Duga Negatif (NDN)86,6%. Pemeriksaan Ultrasonografi merupakan pemeriksaan penunjang yang cukupefektif untuk dilakukan pada KarsinomaProstat.Kesimpulan: Terdapat perbedaan antara diagnosis Pemeriksaan Ultrasonografi danPemeriksaan Histopatologi pada Karsinoma Prostat di RSUD. Dr. H. Abdul MoeloekProvinsi Lampung (akurasi USG = 65,85%).
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN DENGAN PEMAHAMAN PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIS PADA TINDAKAN BEDAH DI RUMAH SAKITPERTAMINA BINTANG AMIN (RSPBA) BANDAR LAMPUNG BULAN MARET 2015 Rakhmie Rafie; Yusmaidi Yusmaidi; Mira Fitriyani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v6i1.2290

Abstract

Berdasarkan Permenkes 585/1989 dikatakan bahwa informed consent adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarganya atas dasar penjelasan mengenai tindakan medis yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut. Peran dan tanggung jawab dokter terhadap pelaksanaan tindakan medis berdasarkan imformed consent sangat penting untuk mencegah kemungkinan yang akan terjadi kepada pasien nantinya. Pemahaman terhadap informasi yang diberikan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya karakteristik orang tersebut. Survey analitik dengan desain cross sectional dengan wawancara terpimpin menggunakan kuesioner terhadap 100 responden, dan diolah menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: yang berusia dewasa 84 responden (84%) dan yang berusia muda sebanyak 16 responden (16%), laki- laki 63 responden (63%) dan perempuan 37 responden (37%), yang berpendidikan rendah 41 responden (41%) dan yang berpendidikan tinggi 59 responden, yang tidak bekerja 24 responden (24%) sedangkan yang bekerja 76 responden (76%), yang mempunyai pemahaman baik 58 responden (58%) dan yang tidak baik sebanyak 42 responden (42%). Variabel yang terdapat hubungan bermakna dengan pemahaman terhadap persetujuan tindakan medis pada tindakan bedah di RSPBA pada bulan Maret 2015 adalah umur (nilai p value = 0,037) OR = 3.761 dengan nilai Confidence Interval (1.195-11.835)dan pendidikan (nilai p value = 0,00) OR = 8.551 dengan Confidence Interval (3.436-21.285). Sedangkan variabel yang tidak terdapat hubungan bermakna dengan pemahaman persetujuan tindakan medispada tindakan bedah di RSPBA pada bulan Maret 2015 adalah jenis kelamin (nilai p value = 0,987) dan pekerjaan (p value = 0,251). Terdapat hubungan bermakna antara umur dan pendidikan dengan pemahaman terhadap persetujuan tindakan medis pada tindakan bedah di RS Pertamina Bintang Aamin (RSPBA) pada bulan Maret 2015.  
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN NANGKA (Artocarpus Heterophyllus L.) TERHADAP Candida albicans Reza Pebriyani; Selvi Marcellia; Tutik Tutik
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i4.5266

Abstract

Infeksi opurtunistik daninfeksi kandidiasis vaginalis berupa infeksi genetalia pada perempuan dengan gejala rasa gatal, pedih dan disertai keputihan disebabkan oleh Candida albicans.Daun Nangka (Artocarpus Heteropullus L.) mengandung senyawa kimia yang bermanfaat antara lain adalah flavonoid, alkaloid, saponin, steroid dan tanin yang berfungsi sebagai antifungi. Penelitiaan ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi paling efektif ekstrak Daun Nangka (Artocarpus Heteropullus L.) dalam menghambat  Candida albicans. Ektraksi daun nangka menggunakan metode perkolasi dengan pelarut etil asetat. Hasil ekstrasi di uji antifungi dengan metode difusi cakram kemudian dianalisis. Hasil ekstraksi diperoleh rendemen ekstrak daun nangka sebesar 13,621%. Hasil uji aktivitas antifungi diperoleh daya hambat paling efektif pada konsentrasi 100% sebesar 8,525 kategori sedang.  Analisis data menggunakan one way ANOVA hasil menunjukan adanya perbedaan bermakna antar setiap kelompok perlakuan P<0,05. Kesimpulan penelitian ekstrak etil asetat daun nangka memiliki aktivitas antifungi terhadap Candida albicans dengan konsentrasi efektif 80% dan 100% dengan zona hambat sebesar 5,25 dan 8,525 tergolong kategori sedang.
HUBUNGAN FAKTOR USIA, JENIS KELAMIN DAN GEJALA KLINIS DENGAN KEJADIAN KARSINOMA NASOFARING DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2013 – 2014 Resti Arania; Sri Maria Pujilestari; Irne Jayanti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/.v1i3.678

Abstract

Karsinoma nasofaring merupakan keganasan di daerah kepala dan leheryang selalu berada dalam kedudukan lima besar diantara keganasan tubuhlainnya dan menempati urutan pertama di bidang Telinga, Hidung danTenggorok (THT). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktorusia, jenis kelamin dan gejala klinis dengan kejadian karsinoma nasofaring diRSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Metode penelitian inideskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional.Diperoleh data dari 80 pasien yang terdiagnosis karsinoma nasofaringsebesar 41 orang dan tidak karsinoma nasofaring 39 orang, distribusi frekuensiusia pasien lebih tinggi pada kategori usia berisiko (>40 tahun) sebesar 34 orang(60,7 %), distribusi frekuensi jenis kelamin pasien lebih tinggi pada kategorilaki-laki sebesar 54 orang (32.5 %), distribusi frekuensi gejala klinis padakategori gejala pilek lama sebesar 62 orang (77.5 %) dan sakit kepala hebatsebesar 62 orang (77.5 %), kemudian diikuti oleh gejala epistaksis 59 orang(73.8 %) serta gejala tinitus 58 orang (72.5 %).Kesimpulan pada penelitian ini Ada hubungan yang bermakna antarausia dengan kejadian karsinoma nasofaring dengan nilai p=0.010. ada hubunganyang bermakna antara jenis kelamin dengan kejadian karsinoma nasofaringdengan nilai p=0.003 dan gejala klinis yang memiliki hubungan bermaknaadalah gejala epistaksis dengan nilai p=0.015.

Page 30 of 138 | Total Record : 1379


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue