cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL KULIT SALAK (Salacca zalacca) TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN DAN KADAR GULA DARAH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Aldy Valentino; Rido Gunawan; Wiranto Wiranto; Febyami Neimsegel Simatupang; Miranda Sortalina Baringbing; Ermi Girsang; Ali Napiah Nasution
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i3.4883

Abstract

Menurut data BPSI tahun 2003, diperhitungkan orang-orang Indonesia yang berumur lebih dari 20 tahun sekitar 133 juta jiwa, memiliki prevalensi diabetes melitus sekitar 14,7% di perkotaan dan 7,2% di pedesaan. Diabetes adalah metabolisme karbohidrat yang tidak normal, yang ditandai dengan hiperglikemia akibat sekresi insulin yang tidak mencukupi. Obesitas adalah kelainan kronis yang penyebabnya banyak faktor dan disebut juga kelainan radang kronis yang ditandai dengan bertambahnya kadar lemak tubuh. Menurut perhitungan organisasi kesehatan dunia obesitas meningkat banyak jumlah penderitanya di seluruh kawasan dunia diperhitungkan sebanyak diatas 2 kali lipat  sejak tahun 1980. Untuk mengetahui apakah ekstrak etanol kulit salak efektif dalam menurunkan BB dan KGD dari tikus putih. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental labor dengan teknik in vivo, dengan metode desain yang ditentukan adalah True Experimental Pre-Test and Post-Test control Group Design.Uji kruskal walis memberikan hasil adanya efek yang berpengaruh signifikan p<0,05 antara EEKS terhadap penurunan KGD tikus, sedangkan untuk BB didapatkan hasil yang kurang signifikan. Dosis EEKS yang berpengaruh paling besar dalam menurunkan nilai KGD tikus adalah dosis 600 mg/kgBB.
TUNGAU DEBU RUMAH DAN KAITANNYA DENGAN PENYAKIT ASMA (STUDI PUSTAKA) Annisa Mulia Anasis; Ismalia Husna; Ari Khusuma
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i3.4547

Abstract

Asma adalah gangguan inflamasi kronik pada saluran pernapasan yang terjadi karena respons tubuh terhadap berbagai faktor eksogen, antara lain alergen, iritasi, dan infeksi virus. Faktor eksogen penyebab asma antara lain alergen yang berasal dari kecoa, tungau, kucing, serbuk sari, dan jamur. Prevalensi asma di dunia semakin meningkat dalam beberapa dekade terakhir, diperkirakan meningkat menjadi 400 juta orang pada tahun 2025. Sekitar 50-80% angka kejadian asma di dunia tercetus karena debu rumah. Sementara itu, 90% pasien asma di Indonesia rentan terhadap pajanan debu rumah dan tungau debu rumah (TDR). Tungau debu rumah merupakan sumber alergen penyebab alergi, misalnya rhinokonjungtivitis alergi, asma, dermatitis atopik, dan penyakit kulit lain.Interaksi gen dan lingkungan menyebabkan inflamasi saluran napas kronik pada pasien asma. Interaksi dapat terjadi dengan berbagai faktor lingkungan, yang terpenting adalah alergen tungau dan polusi udara.Pasien asma mengalami perkembangan gejala asma karena pajanan debu rumah. Hal itu dikaitkan dengan meningkatnya respons imun berupa produksi IgE spesifik terhadap alergen TDR.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIARE PADA BALITA SYSTEMATIC REVIEW BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT Novita Tri Wahyuni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i3.4667

Abstract

Diare merupakan penyakit endemis yang sering disertai dengan kematian di Indonesia. Kematian anak di bawah lima tahun hampir seperempat dari semua kematian disebabkan  diare. Penyakit diare adalah penyakit yang sudah umum dan kebanyakan terjadi di masa kecil. Penelitian ini berupa systematic review  10 penelitian yang dilakukan pada tahun 2016 sampai 2021 yang bertujuan untuk melihat faktor risiko diare pada balita di beberapa  wilayah di Indonesia. Data yang dikumpulkan dianalisa secara univariat dan bivariat. Sebagian besar penelitian menggunakan literatur berasal dari buku, bahan dari  kesehatan, dan jurnal yang sudah publikasi di sinta situs. Alat ukur yang digunakan dalam 10 penelitian ini adalah lembar observasi yang dibuat sesuai standar kesehatan dan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Faktor yang di teliti berupa faktor risiko penyebab diare menurut faktor ibu, faktor risiko penyebab diare menurut faktor anak, dan  faktor risiko penyebab diare menurut faktor lingkungan . Hasil dari review didapatkan faktor yang banyak diteliti adalah pemberian makanan tambahan  selain ASI (MPASI) dengan OR 7,89 dan ASI  dengan OR 3,19 yang semuanya signifikan.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK ETIL ASETAT DAN N-HEKSANA KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) SEBAGAI LARVASIDA Aedes aegypti Anggi Pranata; Tutik Tutik; Selvi Marcellia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i4.5140

Abstract

Kulit bawang merah yang dianggap sebagai limbah memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai larvasida. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ekstrak kulit bawang merah efektif sebagai larvasida dalam pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti dan untuk mengetahui waktu kematian yang paling efektif sebagai larvasida nyamuk Aedes aegypti. Metode ekstraksi kulit bawang merah dengan metode perkolasi menggunakan dua pelarut yaitu etil asetat dan n-heksana dengan masing masing konsentrasi 2,5% untuk uji perbandingan potensi larvasida ekstrak kulit bawang merah sebagai pengendali larva nyamuk Aedes aegypti. Hasil ekstraksi etil asetat kulit bawang merah dengan rendemen 7,84 % dan ekstrak n-heksana kulit bawang merah dengan rendemen 6,50 %. Ekstrak etil asetat kulit bawang merah dengan konsentrasi 2,5% memiliki efektivitas sebagai larvasida dengan LT50 6,944 jam dan mortalitas  yang didapatkan 40,8 %, ekstrak n-heksana kulit bawang merah dengan konsentrasi 2,5% memiliki efektivitas sebagai larvasida dengan LT50 6,300 jam dan mortalitas yang didapatkan 41,6 %. Ekstrak n-heksana kulit bawang merah lebih baik sebagai larvasida dibandingkan ekstrak etil asetat kulit bawang merah.
UJI LARVASIDA EKSTRAK ETIL ASETAT DAN N-HEKSANA DAUN KOPI ROBUSTA (Coffea robusta) TERHADAP LARVA Aedes aegypti Selvi Marcellia; Ade Maria Ulfa; Fitri Nur Azizah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i4.4863

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue atau sering disebut DBD merupakan salah satu penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamuk betina yang membawa virus dengue. Penularan nyamuk Aedes aegypti dapat dikendalikan dengan cara mencegah atau memutus vektornya yaitu larva nyamuk Aedes aegypti. Cara pengendalian larva Aedes aegypti yaitu dengan menggunakan larvasida alami yaitu daun kopi robusta. Daun kopi robusta memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai larvasida. Cara ekstraksi yang dilakukan yaitu dengan metode perkolasi. Jenis pelarut yang dapat digunakan yaitu etil asetat dan n-heksana yang memiliki sifat senyawa yang berbeda untuk melihat perbandingan efektivitas dari pelarut tersebut. Senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai larvasida yaitu senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak etil asetat dan n-heksana daun kopi robusta sebagai larvasida alami terhadap larva Aedes aegypti. Penelitian ini bersifat eksperimental, yang dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan analisis statistik uji LT50 ekstrak n-heksana daun kopi robusta (Coffea robusta) pada konsentrasi 1% ekstrak n-heksana membutuhkan waktu sebesar 1.565 jam dan konsentrasi 1% etil asetat membutuhkan waktu sebesar 1.766 jam. Pada konsentrasi 2,5% membutuhkan waktu sebesar 1.349 jam lebih efektif dibandingkan dengan ekstrak etil asetat daun kopi robusta (Coffea robusta) pada konsentrasi 2,5% membutuhkan waktu sebesar 1.446 jam dalam membunuh 50% larva Aedes aegypti.
HASIL FUNGSI KLINIS PASIEN FRAKTUR PROKSIMAL FEMUR YANG DITERAPI DENGAN HEMIARTHROPLASTY Asagabe Rizki Sianturi; Rico Alexander; Linda Chiuman
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i4.5255

Abstract

Fraktur proksimal femur merupakan ketidaksinambungan batang femur yang disebabkan oleh trauma secara langsung. Menurut lokasinya fraktur femur proksimal dibagi menjadi fraktur leher femur, fraktur intertrochanter dan subtrochanter. Tatalaksana fraktur proksimal femur terdiri dari konservatif dan operasi. Terapi operasi biasanya menggunakan internal fiksasi dan Hemiarthroplasty. Hemiarthroplasty merupakan salah satu jenis arthroplasty yaitu tindakan pengambilan caput femur dan collum femur yang diganti dengan prostesis. Tetapi acetabulum tetap dipertahankan lalu menggantinya dengan tulang palsu yang ukurannya sama. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan April 2021 data diperoleh dari rekam medis Rumah Sakit Royal Prima Medan. Setelah itu diiakukan penilaian outcome  menggunakan Oxford Hip Score. Responden penelitian ini berjumlah 22 pasien fraktur proksimal femur. Hasil analisis data didapatkan bahwa terdapat 12 pasien dengan hasil fungsi good (55%), pasien dengan hasil fungsi mild-moderate adalah 6 orang (27%), dan hasil fungsi moderate-severe sebanyak 4 orang (18%). Hasil fungsi klinis pasien fraktur proksimal femur yang diterapi menggunakan hemiarthroplasty menunjukkan hasil fungsi baik.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG DI MASA PANDEMI COVID-19 Dessy Suswitha; Dewi Rury Arindari; Lela Aini; Lenny Astuti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i4.5230

Abstract

Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang dilakukan secara online antara dosen dan mahasiswa. Dengan adanya pembelajaran daring seringkali membuat mahasiswa menjadi cemas yang dapat mempengaruhi proses belajar dan hasil belajar mahasiswa. Tujuan Untuk mengetahui Hubungan Tingkat Kecemasan Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Keperawatan STIK Siti Khadijah Palembang Di Masa Pandemi Covid-19. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi. Populasi penelitian adalah semua mahasiswa Prodi D.III Keperawatan STIK Siti Khadijah Palembang berjumlah 130 siswa. Sampel penelitian menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner dengan instrumen berbasis online berupa google form dan analisis data menggunakan uji t-test. Hasil menunjukkan Tingkat Kecemasan ringan pada mahasiswa sebanyak 109 responden, tingkat kecemasan berat sebanyak 6 responden (4.6%) dan prestasi belajar mahasiswa Sangat memuaskan (2.76 – 3.50) sebanyak 109 responden (83.8). Kesimpulan Tidak ada Hubungan Tingkat Kecemasan Terhadap Hasil Belajar Pada Mahasiswa STIK Siti Khadijah Palembang di masa Pandemi Covid - 19 dengan tingkat signifikan (r= 1.000; sig 0.478>0.05). Saran Bagi peneliti selanjutnya dapat menambah jumlah sampel penelitian dan dapat menggunakan metode penelitian lain untuk dapat dibandingkan agar diperoleh pendekatan yang efektif.
KORELASI SITOKIN INTERLEUKIN 6 (IL 6) DENGAN ADIPONEKTIN PADA PENDERITA OBESITAS DENGAN SINDROMA METABOLIK Hidayat Hidayat; Ilu Sulfihat Parawansa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i4.5421

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan yang terjadi diseluruh dunia. Menurut WHO, diperkirakan 650 juta atau sekitar 13% populasi orang dewasa didunia mengalami obesitas. Obesitas dikaitkan dengan peningkatan jaringan adipose yang berlebih sehingga menghasilkan ketidakseimbangan sitokin pro-inflamasi dan anti-inflamasi. Ketidakseimbangan tersebut menyebabkan menurunnya adiponektin sebagai sitokin anti-inflamasi dan meningkatnya sitokin pro-inflamasi seperti IL-6 serta menimbulkan peradangan kronis derajat rendah yang berhubungan dengan gangguan kesehatan seperti sindrom metabolik. Ketidakseimbangan sitokin dapat dicegah dengan menjaga aktivitas fisik, olahraga yang teratur, menjaga prilaku makan yang sehat, istirahat secara cukup serta menjaga pola hidup sehat. Tujuan penelitian ini untuk melihat profilsitokin interleukin6 (IL-6) dan adiponektin serta melihat hubungan profil sitokin interleukin 6 (IL-6) dan adiponektin pada penderita obesitas dengan sindrom metabolik. Jenis penelitian yaitu studi pustaka menggunakan 15 artikel dari 15 jurnal ilmiah serta literatur lainnya yang terpublikasi secara nasional dan internasional. Hasil studi pustaka yang dilakukan pada 15 artikel didapatkan adanya peningkatan IL-6, terdapat penurunan adiponektin dan terdapat hubungan yang signifikan antara kadar IL-6 dengan kadar adiponektin pada penderita obesitas dengan sindrom metabolik, dimana semakin tinggi kadar IL-6 maka akan semakin rendah kadar adiponektin.
EFEKTIVITAS ANTI NYAMUK EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera) SEBAGAI LILIN AROMATERAPI UNTUK MENGATASI MASALAH KESEHATAN PASCA BANJIR KALIMANTAN SELATAN Nur Annisa Julianti; Hadijah Hadijah; Nazwa Salsabila Hadni; Siti Atthahirah Alhasani; Ummu Nur Ainun Sajida; Ida Yuliana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah Kesehatan pasca banjir kebanyakan diakibatkan oleh perkembangbiakan vektor penyakit khususnya nyamuk. Genangan air mengakibatkan berkembang biaknya nyamuk yang dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti malaria, tipus, dan kolera. Telah ditunjukkan bahwa ekstrak lidah buaya dapat bersifat larvasida karena memiliki sifat sekunder senyawa metabolit yang merupakan zat toksik bagi larva nyamuk, terdiri dari alkaloid, saponin, tanin, flavonoid dan glikosida. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas dari lilin aromaterapi dengan ekstrak lidah buaya yang mempunyai sifat repellent terhadap nyamuk. Kelompok perlakuan dilakukan pada tiga konsentrasi yang berbeda yaitu dengan dosis 200mg, 300mg, 400mg, dan ditambah kelompok tanpa perlakuan, dengan parameter keadaan nyamuk mati, lemah, dan hidup. Analisis data menggunakan uji Anova One Way dengan tingkat kepercayaan 95% dan uji Post Hoc Bonferroni. Hasil pengujian efektivitas lilin aromaterapi mengindikasikan adanya potensi dari lilin aromaterapi ekstrak lidah buaya dengan sifat anti nyamuknya. Dalam pengamatan ini, ketiga kelompok dengan dosis ekstrak lidah buaya menunjukkan kemampuannya sebagai anti nyamuk, dan juga aktivitas repellent tergantung pada konsentrasi ekstrak lidah buaya didalam lilin aromaterapi. Semakin tinggi konsentrasi dari ekstrak lidah buaya semakin baik. Perlakuan dosis 400mg memiliki nilai jumlah nyamuk mati lebih tinggi dibandingkan kelompok konsentrasi lainnya (61,54%). Formulasi lidah buaya sebagai anti nyamuk dalam bentuk lilin aromaterapi memiliki potensi dalam kemampuannya mencegah gigitan nyamuk dan bersifat repellent terhadap nyamuk.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS SEDIAAN KRIM ANTI JERAWAT EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) TERHADAP Propionibacterium acnes Putri, Bella Rimbun; Ulfa, Ade Maria; Marcellia, Selvi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i4.5262

Abstract

Jerawat merupakan topik permasalahan utama pada kulit. Jerawat disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Bunga telang memiliki senyawa metabolit sekunder alkaloid, tanin, flavonoid, dan saponin yang memiliki khasiat sebagai anti jerawat. Uji daya hambat krim ekstrak bunga telang menggunakan media blood agar plate dengan metode sumuran. Ekstrak bunga telang yang diperoleh dibuat dalam sediaan krim dengan masing-masing konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Evaluasi krim meliputi uji organoleptis, uji daya sebar, uji daya lekat, uji homogenitas, uji pH, dan uji iritasi kulit. Uji evaluasi krim diperoleh sediaan krim yang baik di setiap konsentrasi. Aktivitas zona hambat yang diperoleh yaitu konsentrasi 5% sebesar 8,76 mm, konsentrasi 10% sebesar 11.89 mm, dan konsentrasi 15% sebesar 13.71 mm. Perlakuan konsentrasi 15% memiliki efek terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes dengan nilai rata-rata zona hambat sebesar 13.71 mm. Hasil uji antibakteri dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil analisis statistik menunjukan adanya zona hambat yang signifikan yaitu nilai (p<0.05) antara seluruh konsentrasi krim ekstrak bunga telang. Semakin tinggi konsentrasi krim ekstrak bunga telang maka semakin luas diameter zona hambat. Uji Analisis Statistika Komparasi Ganda (LSD) menunjukan nilai (p<0.05), hal ini menjelaskan bahwa terdapat perbedaan bermakna pada rata-rata zona hambat masing-masing kelompok perlakuan. Krim ekstrak etanol bunga telang dapat menghambat bakteri Propionibacterium acnes dan masuk kedalam kategori kuat.

Page 29 of 138 | Total Record : 1379


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue