cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
PERBANDINGAN POLA RESISTENSI ANTIMIKROBA BAKTERI GRAM POSITIF DAN BAKTERI GRAM NEGATIF PADA PASIEN HIV YANG MENGALAMI INFEKSI SALURAN NAFAS BAWAH DENGAN CD4 Dedy Oceriza; Ricke Loesnihari; Tambar Kembaren
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i4.5183

Abstract

Penelitian observasional ini mendeskripsikan pola resistensi anti mikroba bakteri dengan Gram positif serta pada bakteri dengan Gram negatif penyebab infeksi saluran nafas bagian bawah (BTA negatif) dan perbedaan jenis bakteri berdasarkan kadar CD4 yang diisolasi dari sputum pasien HIV/AIDS di Poli Pelayanan Khusus (Posyansus) Penyakit Dalam RSUP Haji Adam Malik di Medan. Tujuan dari penelitian ini Perbandingan Pola Resistensi Antimikroba Bakteri Gram Positif dan Bakteri Gram Negatif pada Pasien HIV yang Mengalami Infeksi Saluran Nafas Bawahdengan CD4 <100 cell/µL dan CD4 ≥100 cell/µL. Pengumpulan data secara cross-sectional, menentukan jenis dari bakteri dengan Gram positif dan bakteri Gram dengan negatif dengan kutur dan pewarnaan gram kemudian dilakukan test resistensi antimikroba. Analisis uji Fisher exact dengan kemaknaan (p<0,05). Hasil: Bakteri terisolasi terbanyak bakteri Gram-negatif (52,8%) dari 16/28 sputum pasien. Spesies terbanyak Klebsiella pneumoniae ssp pneumoniae (25%) dan Staphilococcus epidermis (13%). Antimikroba yang digunakan sebanyak 23, pola resistensi antmikroba pada bakteri Gram positif sebesar 69%, intermediet 2% dan sensitif 29%. Pola resistensi antimikroba bakteri Gram negatif 61%, intermediet 3%, sensitif 35%. Kesimpulan : Hasil statistik menunjukkan ada perbedaan jenis bakteri berdasarkan kadar dari CD4 daripada pasien dengan HIV/AIDS dengan Infeksi saluran nafas bawah (p<0,05).
UJI LARVASIDA EKSTRAK ETANOL BATANG PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP LARVA Aedes aegypti Gusti Ayu Rai Saputri; Selvi Marcellia; Dwiki Okta Eldianta
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i4.5264

Abstract

Demam Berdarah Dengue atau DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes. Program pengendalian demam berdarah dengan cara memutus rantai vektornya yaitu larva Aedes aegypti Perlakuan yang dilakukan untuk memberantas perkembangan nyamuk Aedes aegypti dengan cara larvasida alternatif yaitu larvasida alami. Larvasida alami merupakan larvasida yang dibuat dari tanaman yang mempunyai kandungan beracun terhadap larva. Larvasida alami pada penggunaannya diharapkan tidak mempunyai efek samping terhadap lingkungan, manusia dan tidak menimbulkan resistensi bagi serangga.Salah satu jenis tanaman yang mempunyai potensi sebagai sumber larvasida alami adalah tanaman batang pepaya (Carica papaya L.) Senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai larvasida yaitu senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid/terpenoid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol batang pepaya sebagai larvasida alami terhadap larva Aedes aegypti. Cara ekstraksi yang dilakukan yaitu dengan metode maserasi dan jenis pelarut yang digunakan yaitu etanol, metode ini tidak menggunakan pemanasan sehingga senyawa kimia yang bersifat termolabil yang akan digunakan tidak rusak. Etanol merupakan pelarut universal karena mampu mengekstraksi senyawa  polar maupun nonpolar dan etanol juga bersifat tidak toksik sehingga aman digunakan. Berdasarkan analisis statistik uji LC50 ekstrak etanol batang pepaya (Carica papaya L.) dengan konsentrasi 2% lebih efektif dari pada konsentrasi 0,5%, 0,75%, 1%, dan 1,5% dalam membunuh larva Aedes aegypti memiliki nilai LC50 sebesar 8,275% dalam membunuh larva Aedes aegypti.
PENGETAHUAN ORANG TUA DAN PERILAKU PICKY EATING TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Wulan Siaza Pratiwi; Andri Yulianto; Wahyu Widayati
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i4.5151

Abstract

Pengetahuan orang tua adalah suatu faktor yang penting dalam pemberian makanan pada usia balita. Sedangkan Picky eating merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi status kesehatan pada balita Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua dalam pemberian makan dan perilaku picky eating dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Gadingrejo Kabupaten Pringsewu tahun 2021. Desain penelitian ini menggunakan correlation study dengan pendekatan cross sectional. Dalam pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 53 responden. Instrumen ini menggunakan kuesioner kejadian kuesionerpengetahuan ibu dalam pemberian makan dan kuesioner perilaku picky eating. Hasil dari analisis data dengan menggunakan uji chi square didapatkan hasil yang signifikan pada pengetahuan orang tua dalam pemberian makan dengan nilai p-value 0,005 atau α < 0,05 dan pada perilaku picky eating dengan nilai p-value 0,005 atau α > 0,05. Hal ini berarti terdapat hubungan antara hubungan pengetahuan orang tua dalam pemberian makan dan perilaku picky eating dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Gadingrejo. Dalam penelitian ini bahwa orang tua yang memiliki pengetahuan yang baik dalam pemberian makan dan balita dengan tidak memiliki perilaku picky eating maka tidak akan mengalami kejadian stunting.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN LOTION DARI EKSTRAK DAUN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-difenil-1-pikrihidazil) Elvina Rosalia; Selvi Marcellia; Ade Maria Ulfa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i4.4836

Abstract

Antioksidan didefinisikan sebagai senyawa yang mampu menunda, memperlambat, atau menghambat reaksi oksidasi. Antioksidan alami merupakan jenis antioksidan yang berasal dari tumbuhan dan hewan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan alami adalah Daun kopi robusta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya aktivitas antioksidan pada sediaan lotion ekstrak daun kopi robusta dan untuk mengetahui seri konsentrasi ekstrak daun kopi robusta (Coffea canephora) dalam sediaan lotion yang memiliki nilai IC50 paling baik. Ekstraksi dilakukan dengan metode Perkolasi dengan menggunakan etanol 96%, dengan nilai rendemen yaitu 10,80%. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun kopi robusta mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, fenolik dan steroid. Sediaan lotion dibuat menggunakan konsentrasi ekstrak pada formulasi (0,1%) dari 0,1% nantinya dibuat seri konsentrasi yaitu 10ppm, 30ppm, 50ppm, 70ppm dan 90ppm. Dari hasil penelitian ini pada seri konsentrasi 10-50 ppm menunjukkan bahwa sediaan lotion memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 45,56ppm. Lotion ekstrak daun kopi robusta dengan tipe M/A telah memenuhi syarat uji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, dan daya lekat. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode DPPH yang memiliki prinsip penurunan nilai absorbansi yang sebanding dengan kenaikan konsentrasi senyawa antioksidan yang dinyatakan dalam IC50. Ekstrak daun kopi robusta (Coffea canephora) dapat diformulasikan menjadi sediaan lotion sebagai antioksidan pada konsentrasi 0,1%. Hasil IC50 yang diperoleh pada sediaan lotion yaitu 45,56 ppm yang menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan sediaan lotion tergolong sangat kuat (<50 ppm).
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BANGGAI TAHUN 2020 Kesumawati Hinelo; Jamaluddin Sakung; Gunarmi Gunarmi; Cipta Pramana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i4.5184

Abstract

Preeklampsia sebagai salah satu komplikasi kehamilan dan persalinan masih merupakan masalah kebidanan. Tujuan penelitian yaitu mengetahui faktor risiko kejadian preeklampsia di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Banggai. Metode yang digunakan adalah penelitian analitik observasional, dengan desain case control study. Sampel penelitian meliputi pasien preeklampsia sebanyak 61 orang dan pasien normal tanpa preeklampsia 61 orang dan berkunjung tahun 2020. Analisis data untuk menentukan faktor risiko variabel dependen dan variabel independen menggunakan uji odds ratio. Hasil analisis menunjukkan Indeks massa tubuh dengan nilai odd ratio sebesar 5,784, riwayat preeklampsia sebelumnya dengan nilai odd ratio sebesar 4,735, umur ibu dengan nilai odd ratio sebesar 2,751, paritas dengan odds ratio sebesar 1,550 (OR>1). Sehingga dapat disimpulan bahwa Indeks massa tubuh, riwayat preeklampsia sebelumnya, umur ibu dan paritas merupakan faktor risiko kejadian preeklampsia di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Banggai Tahun 2020.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN KUMUR EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) TERHADAPStreptococcus mutans Meilfi Willya Dola; Nofita Nofita; Ade Maria Ulfa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i4.5265

Abstract

Daun kemangi (Ocimum sanctum L.) telah diketahui memiliki manfaat untuk mengobati penyakit yang ada dalam rongga mulut seperti keries gigi dan bau mulut yang disebabkan oleh bakteri yaitu Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dari ekstrak etil asetat daun kemangi serta konsentrasi ekstrak dalam sediaan kumur yang efektif dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Metode ekstraksi yang digunakan pada penelitian ini adalah perkolasi dan uji aktivitas antibakteri ekstrak daun kemangi dan sediaan kumur ekstrak daun kemangi menggunakan metode disk cakram. Aktivitas antibakteri pada masing-masing konsentrasi ekstrak etil asetat daun kemangi dan sediaan kumur ekstrak etil asetat daun kemangi memiliki aktivitas sebagai antibakteri, aktivitas ekstrak daun kemangi terbesar pada konsentrasi 10% dengan diameter daya hambat sebesar 16,28 mm, sedangkan diameter daya hambat terkecil pada konsentrasi 0,625% sebesar 5,10 mm. Sediaan kumur esktak daun kemangi (Ocimum sanctum L.) konsentrasi 2,5%  memiliki diameter daya hambat sebesar 15,19 mm dan paling kecil konsentrasi 0,625% sebesar 12,92 mm dan tidak berbeda dengan K(+) sebesar 13,65 mm.
UJI EFEKTIVITAS DIURETIK PADA EKSTRAK DAUN TIN (Ficus carica L) TERHADAP TIKUS JANTAN GALUR WISTAR Gusti Ayu Rai Saputri; Martianus Perangin Angin; Nyoman Youpita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i1.5478

Abstract

Hipertensi adalah keadaan ketika seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal secara kronis (dalam jangka waktu yang lama) yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik. Macam-macam golongan obat hipertensi adalah golongan penghambat angiotensin-converting enzyme (ACE-Inhibitor), Calcium Chanel Blocker, Penyekat Reseptor Beta Adrenergik (β-bloker), Angiotensin receptor blocker (ARB) dan Diuretik. Salah satu Golongan obat untuk mengobati hipertensi adalah obat Golongan Diuretik. Diuretik merupakan suatu zat yang dapat meningkatkan laju pengeluaran volume urin. Salah satu obat golongan diuretik adalah Furosemid yang merupakan kelompok obat golongan diuretik kuat (Loop). Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui adanya pengaruh efek dan pada dosis berapakah yang berpengaruh sebagai diuretik pada esktrak daun tin (Ficus carica L) terhadap Tikus Jantan Galur Wistar Model Hipertensi. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian ekperimental dan diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan Analisis data menggunakan one way ANOVA. Sebanyak 25 ekor tikus jantan galur wistar dibagi menjadi 5 kelompok uji. Kelompok kontrol negatif diberikan Na-CMC 0,5%, kelompok kontrol positif diberikan Furosemid,  kelompok Dosis ekstrak daun tin yang digunakan adalah 200 mg/KgBB, 400 mg/KgBB dan 800 mg/KgBB. Pengamatan dilakukan dengan mengukur volume urin yang keluar setiap 2 jam sekali selama 6 jam. Hasil penelitian menunjukkan, Secara statistik pemberian ekstrak daun tin (Ficus carica L) memiliki efek diuretik yang baik pada dosis 400 mg/KgBB dan 800 mg/kgBB karena nilai signifikan menujukkan P<0,05 atau terdapat perbedaan bermakna. Dosis pada estrak daun tin dapat ditingkatkan, karena semakin tinggi dosis ekstrak daun tin yang digunakan maka semakin banyak jumlah urin yang dihasilkan.
FORMULASI SEDIAAN GEL HAND SANITIZER EKSTRAK DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus Neneng Lisnawati; Selvi Marcellia; Tutik Tutik
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i1.5829

Abstract

Gel Hand Sanitizer banyak digunakan masyarakat sebagai salah satu cara untuk menjaga kesehatan dan kebersihan tangan yang praktis dan efektif. Salah satu tanaman yang memiliki daya antibakteri adalah daun nangka (Artocarpus heterophyllus L.). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya hambat minimum ekstrak daun nangka (Artocarpus heterophyllus L.) dan aktivitas sediaan gel hand sanitizer dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Ekstraksi daun nangka menggunakan metode perkolasi dengan pelarut etanol 96%. Pengujian daya hambat bakteri pada ekstrak daun nangka menggunakan metode disk dan pada sediaan gel hand sanitizer menggunakan metode sumuran. Ekstrak daun nangka memiliki konsentrasi hambat minimum (KHM) terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 1% dengan zona hambat sebesar 6,19 mm dan termasuk dalam kategori sedang. Pada sediaan gel hand sanitizer ekstrak daun nangka formula I dengan konsentrasi 11% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan rata-rata zona hambat 12,32 mm dengan kategori kuat. Hasill uji antibakteri dianalisis menggunakan ONE WAY ANOVA, pada hasil analisis statistik pada ekstrak daun nangka dan sediaan gel hand sanitizer menunjukkan adanya perbedaan zona hambat yang signifikan yaitu 0,000 (P=<0,05) antara seluruh konsentrasi. Ekstrak daun nangka dapat diformulasikan sebagai sediaan gel hand sanitizer dan memiliki aktivitas dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus dengan kategori kuat.
Aktivitas Antibakteri Pelepah Pisang Mas (Musa acuminata Colla), Pisang Kepok (Musa x paradisiaca L) dan Pisang Kluthuk (Musa balbisiana Colla) terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis Annisa Primadiamanti; Vida Elsyana; Cucu Ria Savita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i1.6238

Abstract

Tanaman pisang (Musa paradisiaca) merupakan tanaman yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk dijadikan obat luka, karena efektif, efisien, dan ekonomis. Kandungan kimia yang terdapat pada pelepah pisang yaitu flavonoid, tanin, dan saponin. Penelitian ini bertujuan menentukan daya hambat ekstrak pelepah pisang mas, kepok, dan kluthuk terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis penyebab infeksi pada luka dengan metode difusi agar. Pembuatan ekstrak dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Konsentrasi uji yang digunakan yaitu 25%, 50%, 75%, dan 100%. Aktivitas antimikroba yang ditandai dengan adanya zona bening terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Antibiotik kloramfenikol 30 µg sebagai kontrol positifnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol pelepah pisang mas dan kepok tidak memiliki zona hambat. Ekstrak etanol pelepah pisang kluthuk memiliki hambatan rata-rata pada bakteri Staphylococcus aureus sebesar 8.81 mm, 10,81 mm, 12,03 mm, 15,78 mm dan pada bakteri Staphylococcus epidermidis sebesar 8,72 mm, 10,78 mm, 12,2 mm, 15,68 mm. Ekstrak etanol pelepah pisang mas dan kepok dinyatakan tidak memiliki aktivitas antibakteri, dan ekstrak etanol pelepah pisang kluthuk dinyatakan memiliki aktivitas antibakteri.
HUBUNGAN ANTARA BERAT BADAN LAHIR DAN ASUPAN NUTRISI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Pitri Subani; Yuni Ramadhaniati; Dewi Aprilia; Susilo Wulan; Meta Kosasi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i1.5379

Abstract

Stunting dapat mengakibatkan kurang energy dan protein,  penurunan intelegensia (IQ), meningkatkan angka kermatian. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara berat badan lahir dan asupan nutrisi dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung Palik Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita diwilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung Palik Kabupaten Bengkulu Utara sebanyak 525 ibu. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Proposional Sampling sebanyak 122 ibu. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan skunder. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan Uji Chi-Square (X2). Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa dari 122 balita terdapat 40 balita (32,8%) mengalami stunting  dan 82 balita (67,2%) tidak stunting dan ini menunjukkan bahwa masih tingginya kejadian stunting pada balita, menunjukkan bahwa terdapat 44 balita (36,1%) memiliki berat badan lahir < 2500 gram dan ada 78 balita (63,9%) memiliki berat badan lahir > 2500 gram, sehingga  masih tingginya kelahiran dengan berat badan lahir < 2500 gram , dan  terdapat 44 balita (36,1%) memiliki asupan nutrisi tidak seimbang dan 78 balita (63,9%) memiliki asupan nutrisi yang seimbang, hal ini menunjukkan bahwa masih tingginya asupan nutrisi tidak seimbang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung Palik Kabupaten Bengkulu Utara. Hasil penilitian bivariate yang di dapatkan yaitu, adanya hubungan berat badan lahir dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung Palik  Kabupaten Bengkulu Utara, dengan kategori hubungan lemah, adanya hubungan asupan nutrisi dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung Palik  Kabupaten Bengkulu Utara, dengan kategori hubungan erat.

Page 32 of 138 | Total Record : 1379


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue