cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
DETEKSI IgG4 ANTIFILARIA MENGGUNAKAN ANTIGEN REKOMBINAN Bm14 UNTUK DIAGNOSIS FILARIASIS LIMFATIK DI INDONESIA Devita Febriani Putri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/.v5i4.973

Abstract

Filariasis limfatik adalah penyakit tular vektor yang disebabkan oleh 3 spesies cacing filaria yaitu Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori. Filariasis ditargetkan untuk dieliminasi pada tahun 2020 oleh WHO. Teknik diagnostik yang digunakan adalah pemeriksaan mikrofilaria pada sediaan darah malam, namun teknik ini memiliki banyak kekurangan, sehingga perlu digunakan metode diagnosis lain, serologi, untuk memantau program eliminasi filariasis.Deteksi serologi menggunakan Rapid test yaitu diagnosis cepat untuk filariasis limfatik dengan mendeteksi antibodi melalui IgG telah lama digunakan. Namun, deteksi IgG antifilaria mempunyai spesifisitas rendah karena adanya reaksi silang dengan parasit nematoda lain. Akhirnya penggunaan antigen rekombinan B. malayi Bm14 dikembangkan, untuk mendeteksi subklas IgG4 antifilaria. Antigen rekombinan filaria B. malayi Bm14 dilaporkan memiliki sensitivitas tinggi untuk mendeteksi W. bancrofti, dan B. malayi.Deteksi antibodi IgG4 antifilaria menggunakan antigen rekombinan Bm 14 merupakan cara diagnosis yang tepat untuk filarisis. Hasil penelitian melaporkan bahwa antigen rekombinan Bm14 lebih sensitif dan spesifik dalam mendeteksi filariasis bankrofti dan filariasis Brugia, dibandingkan dengan antigen rekombinan yang lain yaitu WbSXP dan BmR1. Penelitian lain melaporkan bahwa pengukuran level antibodi IgG4 yang meningkat secara signifikan pada infeksi aktif dan penurunan level antibodi IgG4 tersebut setelah pengobatan massal. Selain itu IgG4 antifilaria juga dapat terdeteksi pada individu yang negatif mikrofilaria maupun antigen. Bm 14 merupakan rekombinan antigen yang memiliki sensitifitas dan spesifisitas yang baik dalam mendeteksi filariasis bankrofti dan filariasis brugia, sehingga dapat lebih efektif dan diandalkan di Indonesia.
HUBUNGAN KETERBATASAAN ANAK SINDROM DOWN DALAM MENJAGA KEBERSIHAN GIGI MULUT DENGAN TERJADINYA KARIES GIGI DI SLB DHARMA BHAKTI DHARMA PERTIWI BANDAR LAMPUNG Arini Audina Irwan; Nia Triswanti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/.v4i2.779

Abstract

Latarbelakang: Sindrom down merupakan kelainan genetik yang sering terjadi disebabkan oleh adanya kelainan kromosom, baik dalam jumlah ataupun strukturnya, selain itu sindrom down juga mempunyai banyak karakteristik gambaran klinis dan manifestasi oral. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterbatasan anak sindrom down dalam menjaga kebersihan gigi mulut dengan terjadinya karies gigi di SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi Bandar Lampung.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan desain cross sectional study, dengan jumlah sampel sebanyak 45 responden anak berusia 7-14 tahun.Hasil: Uji statistik menggunakan uji sommers’d didapatkan hasil keadaan rongga mulut (p-value = 0.048), tingkat pemeliharaan gigi mulut (p-value= 0.001) dan tingkat kunjungan ke pusat pelayanan kesehatan (p-value= 0.000), memiliki hubungan dengan terjadinya karies gigi di SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi Bandar Lampung.Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa keadaan rongga mulut, tingkat pemeliharaan gigi mulut dan tingkat kunjungan ke pusat pelayanan secara statistik berhubungan dengan terjadinya karies gigi di SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi Bandar Lampung.
ANALISIS RIWAYAT PENGGUNAAN BAHASA BILINGUAL DENGAN ANAK KETERLAMBATAN BICARA DI RS IMANUEL BANDAR LAMPUNG TAHUN 2019 Festy Ladyani Mustopa; Astri Pinilih; Muhamad Faqih
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v6i4.2084

Abstract

Keterlambatan berbicara merupakan salah satu aspek perkembangan bahasa dan bicara yang memerlukan perhatian. Gangguan bicara dan bahasa merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada anak-anak. Dengan masuknya globalisasi dan juga akulturasi budaya bangsa Indonesia yang kaya ditambah kurangnya pengetahuan orang tua dalam parenting sehingga menyebabkan anak menjadi speech delay. Faktor utamanya diantara lain yaitu riwayat penggunaan bahasa bilingual serta penggunaan gadget dan televisi yang kurang diawasi oleh orang tua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui riwayat penggunaan bahasa bilingual terhadap anak dengan keterlambatan bicara di RS Imanuel Bandar Lampung Tahun 2019. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari informan penelitian. Cara pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui teknik wawancara terstruktur atau wawancara terbuka. Penelitian ini dilakukan selama bulan Februari 2019 di RS Imanuel Bandar Lampung. Pada Penelitian ini terdapat 2 sampel dan 2 informan. Diketahui ada riwayat penggunaan bahasa bilingual lebih dari 3 bahasa dari keluarga dirumah, teknologi, dan di sekolah yang berpengaruh dalam perkembangan bahasa anak dengan keterlambatan bicara. Riwayat penggunaan bahasa bilingual memiliki pengaruh terhadap anak dengan keterlambatan berbicara.
PENGARUH LAMANYA KETUBAN PECAH DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD. MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2010-2014 Dwi Fiena; Ringgo Yulian
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/.v2i2.702

Abstract

Asfiksia neonatorum ialah keadaan dimana bayi baru lahir tidakdapat segera bernapas secara spontan dan teratur setelah lahir. Penyebabterjadinya asfiksia pada neonatus, diantaranya adalah faktor ibu yang meliputikejadian preeklampsia dan eklampsia, pendarahan abnormal (plasenta previa dansolusio plasenta), partus lama atau partus macet, kehamilan lewat waktu (sesudah42 minggu kehamilan), riwayat penyakit ibu, penolong persalinan dan lilitan talipusat.Sedangkan dari faktor bayi meliputi bayi prematur (sebelum 37 minggukehamilan), persalinan dengan tindakan, kelainan bawaan (kongenital), ketubanpecah dini dan air ketuban bercampur mekonium.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh lamanya ketuban pecah terhadap kejadianasfiksia neonatorum di RSUD Majalaya Kabupaten Bandung tahun 2013-2014.Metode:Desain penelitian yang digunakan adalah metode analitikretrospektif.Dari populasi bayi baru lahir yang mengalami asfiksia neonatorum denganriwayat ibu mengalami ketuban pecah dini pada kehamilan aterm di RSUDMajalaya Kabupaten Bandung tahun 2013-2014, didapat 57 responden denganmenggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil: Ibu dengan ketuban pecah dini (KPD) <12 jam dan bayi asfiksianeonatorum ringan sebanyak 0 pasien (0%), KPD <12 jam dan bayi asfiksianeonatorum sedang sebanyak 18 pasien (90%), KPD <12 jam dan bayi asfiksianeonatorum berat sebanyak 2 pasien (10%), KPD >12 jam dan bayi asfiksianeonatorum ringan sebanyak 0 pasien (0%), KPD >12 jam dan bayi asfiksianeonatorum sedang sebanyak 18 pasien (48,6%), KPD >12 jam dan bayi asfiksianeonatorum berat sebanyak 19 pasien (51,4%),Kesimpulan:Hasil uji statistik bivariat didapat ada pengaruh lamanya ketubanpecah dengan kejadian asfiksia neonatorum (p value 0,005< 0,05, OR 9.5).
PERBEDAAN SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) PADA SAYURAN DI PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN Rian Primadi Jasman; Rahmadani Sitepu; Selly Oktaria
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v6i1.944

Abstract

Infeksi Soil Transmitted Helmiths (STH) masih merupakan masalah di banyak daerah di dunia, terdapat lebih dari 1,5 milyar orang atau 2,4% dari populasi dunia terinfeksi kecacingan yang ditularkan melalui tanah.Distribusi STH di Indonesia mencakup seluruh pulau yang ada di Indonesia, dimana prevalensi tertinggi terdapat di Papua dan Sumatera Utara dengan prevalensi antara 50% hingga 80%. Salah satu sumber penularannya adalah air dan lumpur yang digunakan dalam budidaya sayuran. Kontaminasi cacingan dapat terjadi terutama pada sayuran yang menjalar di permukaan tanah atau ketinggiaannya dekat dengan tanah. Penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional (potong melintang). Sampel penelitian ini berupa sayuran yang terdiri dari selada, daun bawang, kol, bayam, dan sawi sebanyak 50 sampel yang di ambil dari pasar tradisional dan pasar modern di Kota Medan. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa hasil STH positif tertinggi di pasar tradisional sebanyak 10 sayuran atau (40%) dan hasil STH positif terendah di pasar modern sebanyak 3 sayuran atau (25%).Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan STH dari sayuran yang dijual di pasar tradisional dengan pasar modern yang dibuktikan dengan nilai p pada perbandingan ini adalah p=0,035, jadi terdapat perbedaan kontaminasi Soil Transmitted Helmints antara pasar tradisional dan pasar modern.  
ANEMIA IBU HAMIL PADA MASA PANDEMI COVID 19 Aning Subiyatin; Revinel Revinel
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i4.4830

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan dunia yang dapat meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Kondisi ibu hamil dengan anemia dapat mengancam pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) dalam kesehatan ibu dan anak. Selama pandemi, prevalensi anemia ibu hamil mengalami peningkatan, salah satunya karena  adanya keterbatasan akses pelayanan kesehatan Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia selama pandemi Covid 19. Jumlah populasi 138 ibu hamil yang mengalami anemia, sampel merupakan total populasi. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Analisa data mengunakan SPSS dengan uji statistic chi-square. Hasil penelitian,menunjukkan ibu hamil dengan anemia ringan sebesar 128 (93%) dan anemia sedang sebesar 10 (7%). Distribusi frekuensi usia terbanyak adalah 20-35 tahun  sebesar  111 orang (80.4%), pendidikan tinggi sebesar 98 orang (71%), ibu hamil tidak bekerja  sebesar 109 orang (79%), gravida 1-4  sebesar 132 orang ( 95.7%), paritas 0-1 sebesar 81 orang (58.7%), status gizi ibu hamil baik sebesar 87 orang (63%), kunjungan ANC lengkap sebesar  86 orang (62.3%). Kesimpulan tidak ada hubungan antara usia, pendidikan, gravida, paritas, pekerjaan dengan kejadian anemia ibu hamil  selama pandemi Covid-19 di Puskesmas Kecamatan Tanah Abang. Sehingga diperlukan upaya promosi kesehatan khususnya pada pelayanan Antenal Care (ANC).
PENGARUH EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans Irene Resti Rosari; Zulfian Sp.PK; Tessa Sjahriani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/.v1i2.308

Abstract

Kandidiasis vagina adalah infeksi jamur Kandida pada dinding vagina yang disebabkan oleh Candida albicans. Ekstrak daun pepaya mengandung alkaloid, saponin,dan flavonoid yang berperan sebagai antifungi. Tujuan penelitian ini untukmengetahui pengaruh ekstrak daun papaya (Carica papaya L.) terhadap pertumbuhanCandida albicans. Jenis penelitian yangdigunakan adalah eksperimental laboratorikdengan metode difusi menggunakan mediumSaboraud Dextrose Agar untuk melihat zona hambatan di sekitar kertas cakram yangdiukur dalam satuan millimeter.Jumlah ulangan dari tiap kelompok perlakuandihitung menggunakan rumus Federer.Penelitian memperlihatkan adanya zona hambatan di sekitar kertas cakram yaitupada ekstrak daun pepaya konsentrasi 100%,90%, 80%, 70%, 60%, 50%, 40%, 30%,20%, dan 10% dengan rata-rata daya hambat23,61 mm, 22,73 mm, 20,87 mm, 18,47 mm,16,18 mm, 14,32 mm, 12,58 mm, 11,03 mm,8,67 mm, dan 7,39 mm. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji One-WayANOVA.Uji statistik One-Way ANOVA menggunakan perangkat lunak didapatkan probabilitas (p) 0,000 dengan nilai α 0,05,maka p < α sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antar-kelompok perlakuan. Dengan demikian diperoleh simpulanekstrak daun pepaya mempunyai pengaruhterhadap pertumbuhan Candida albicans.
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIENRAWAT INAP BPJSDI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG TAHUN 2017 Achmad Farich; Zulhafis Mandala; Herlin Mega Susanti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/.v5i3.962

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan dapat diukur menggunakan lima dimensi mutu yaitu empati (empathy), kehandalan (reliability), bukti nyata (tangible), daya tanggap (responsiveness), dan jaminan (assurance). Mutu pelayanan merupakan salah satu faktor penentu kepuasan pasien. Pada pemberitaan di media online terdapat pemberitaan tentang ketidakpuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap BPJS di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Tahun 2017.Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan hubungan mutu pelayanan pasien rawat inap BPJS dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional dengan teknik accidental sampling. Sampel penelitian sebanyak 328 responden. Analisis data menggunakan uji Fisher.Hasil penelitian menunjukkan dari 328 responden didapatkan 297  responden (90,5%) merasa puas, 31 responden (9,5%) tidak puas. Empati (empathy) didapatkan 141 responden (43,0%) menyatakan baik, 187 responden (57,0%) kurang baik. Kehandalan (reliability) didapatkan 152 responden (46,3%) menyatakan baik, 176 responden (53,7%) kurang baik. Bukti nyata (tangible) didapatkan 175 responden (53,4%) menyatakan baik, 153 responden (46,6%) kurang baik. Daya tanggap (responsiveness) didapatkan 141 responden (43,0%) menyatakan baik,187 responden (57,0%) kurang baik. Jaminan (assurance) didapatakan 113 responden (34,5%) menyatakan baik, 215 responden (65,5%) kurang baik. Hasil uji Fisher didapatkan empati (p=0,254), kehandalan (p=0,574), bukti nyata (p=0,191), daya tanggap (p=0,254), jaminan (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan yang bermakna antara empati, buktinyata, kehandalan, daya tanggap terhadap kepuasan pasien dan terdapat hubungan yang bermakna antara jaminan terhadap kepuasan pasien.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN WANITA USIA 20-40 TAHUN MENGENAI PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) SEBAGAI SALAH SATU CARA MENDETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DI DUSUN SIDODADI Festy Ladyani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/.v4i1.770

Abstract

Latar Belakang : Angka kejadian kanker payudara di Indonesia masih terbilang tinggi, yaitu sekitar 28,7%. Sebagian besar kasus kanker payudara (60-80%) terdeteksi secara dini. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan wanita usia 20-40 tahun tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebagai salah satu cara mendeteksi dini kanker payudara di Dusun Sidodadi tahun 2016.Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah wanita usia 20-40 tahun yang bertempat tinggal di Dusun Sidodadi Kecamatan Bukit Kemuning. Dengan sampel sebanyak 84 orang. Teknik sampling cluster random sampling. Menggunakan uji statistik uji chi square.Hasil Penelitian : Dari 84 responden penelitian, 17 orang memiliki tingkat pendidikan rendah dan 67 orang memiliki tingkat pendidikan tinggi. Setelah dilakukan pengelompokan tingkat pengetahuan tentang SADARI didapatkan bahwa 88,1% responden memiliki pengetahuan yang baik dan hanya 11,9% responden yang memiliki pengetahuan kurang baik. Analisis data menggunakan uji chi square menunjukan p-value pada penelitian ini adalah 0,000 (dengan α = 0,1), OR : 0,067, CI : 0,015-0,302.Kesimpulan : Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan wanita usia 20-40 tahun tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebagai salah satu cara mendeteksi dini kanker payudara di Dusun Sidodadi tahun 2016. 
PERBEDAAN TINGKAT SELF DIRECTED LEARNING READINESS PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA, KEDUA DANKETIGA DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI Abdul Halim Subiakto S; Sri Maria Puji Lestari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/.v3i2.737

Abstract

The higher level an ability of Self Directed Learning Readiness (SDLR) a student is directly proportional to the level of his performance, as a research of Chakravarthi shows the difference of score SDLR based a semester being undertaken by the subject, where is have an increased score of SDLR in every semester , Showed how longer students take the level of education than make it better the ability of SDLR's level.Objective in this research to determine whether there are differences of SDLR's level in the first year students, second and third in the Faculty of Medicine, Malahayati University. this study used quantitative research with cross sectional approach, the data is primary data, taken using a questionnaire on 444 students of medical school (148 students of the first year, 148 students of the second year, and 148 students of the third-year ) were conducted entirely in January till February 2016.The obtained, there is no comparison of SDLR's level in a first-year student and the third with a p-value is 0.012 (≤ 0.05),  interpretation of the results that there are different levels of SDLR is significant in the first-year students and third year, there was no difference in the first-year students and second year with a p-value 0.094 and also on the second year students and third year students with a p-value 0.358 which both have a p-value ≥ 0.05. There are differences in the level of SDLR in the first-year students and the third year at the Faculty of Medicine, Malahayati University

Page 31 of 138 | Total Record : 1379


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue