cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
DIAGNOSA DAN TATALAKSANA CERVICAL ROOT SYNDROME : LAPORAN KASUS Bagas Prakoso Sihono; Fitriyani Fitriyani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i3.8923

Abstract

Cervical Root Syndrome (CRS) adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh iritasi atau kompresi radikulopati servikal yang disebabkan oleh tonjolan diskus invertebralis dengan hilangnya sensorik atau motoric. Telah dilaporkan satu kasus cervical root syndrome pada seorang laki-laki berusia 69 tahun yang ditegakkan diagnosisnya berdasarkan anamnesis didapatkan nyeri leher berdenyut menjalar ke tangan kiri. Pemeriksaan reflex fisiologis ditemukan triceps, biceps dan brachiradialis negatif dan pemeriksaan penunjang radiografi di temukan Osteofit a/r endplate corpora vertebra cervicalis, Osteo-arthritis(OA) Intervertebrae cervicalis. diberikan penanganan pemberian obat dengan Neurodex, Gabaventin, Paracetamol. 
KEPATUHAN MASYARAKAT DALAM PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19: STUDI KASUS DI PUSKESMAS SIDOMULYO KOTA PEKANBARU Lasiah Susanti; Ikhsan Julian; Novita Sari; Riffinola Mepa Venesia; Yohana Novelia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i3.8123

Abstract

Pandemi Coronavirus Disease-2019 (COVID-19) sudah berlangsung hingga 2 tahun. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah penyebaran pandemi diantaranya menerapkan protokol kesehatan. Setelah 2 tahun pandemi banyak masyarakat mengabaikan protokol kesehatan. Hal ini menyebabkan percepatan penularan kasus, dimana masa inkubasi penyakit menjadi semakin pendek. Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap terletak di Kecamatan Tampan termasuk memiliki jumlah sebaran kasus COVID-19 tertinggi di Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran tingkat kepatuhan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan setelah 2 tahun pandemi COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain studi cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah Accidental sampling. Penelitian menggunakan kuesioner tentang perilaku protokol kesehatan penggunaan masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan, menjaga jarak, menghindari berjabat tangan, membawa handsanitizer dari rumah. Hasilnya didapat tingkat kepatuhan masyarakat terhadap penerapan seluruh protokol kesehatan COVID-19 termasuk rendah yaitu hanya 19,03%. Meskipun, mayoritas memiliki tingkat kepatuhan yang baik dalam menggunakan masker ketika keluar rumah yaitu sebanyak 73,9%.
AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA EKSTRAK ETANOL KULIT PETAI (Parkia speciosa Hassk.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) Nabila Noviyani; Gusti Ayu Rai Saputri; Nofita Nofita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i3.9023

Abstract

Hiperurisemia atau asam urat merupakan produk akhir (eksresi) dalam tubuh dari metabolisme purin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antihiperurisemia dari ekstrak etanol kulit petai menggunakan maserasi. Metode maserasi lebih efektif karena tidak menggunakan pemanasan sehingga senyawa yang bersifat termolabil yang akan diambil tidak terurai atau rusak. Kulit petai memiliki senyawa flavonoid yang dapat mengatasi antihiperurisemia. Hewan uji yang digunakan pada penelitian ini adalah mencit putih jantan. Ditinjau dari penurunan kadar darah asam urat mencit dengan induksi Kalium oksanat dosis 250 mg/kgBB dilakukan pada 30 mencit yang dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok normal (Tidak ada perlakuan) kontrol negatif (Na CMC 0,5%) kontrol positif (Allopurinol 10 mg/kgBB) Perlakuan I (Ekstrak 75 mg/kgBB) Perlakuan II (Ekstrak 150 mg/kgBB) Perlakuan III (Ekstrak 300 mg/kgBB). Parameter yang dilihat adalah kadar asam urat yang diukur dengan menggunakan metode POCT (Point of Care Test) serta dianalisis menggunakan Repeated Measure Anova dan uji lanjut LSD (least Significance Different). Hasil penelitian menunjukan kelompok perlakuan dosis 150-300 mg/kgBB dapat menurunkan asam urat pada mencit dan dosis yang paling baik dalam menurunkan kadar asam urat mencit adalah dosis 150 mg/kgBB dengan persen penurunan 39%.
LARGE FOCUS VS SMALL FOCUS: STUDI KOMPARATIF TERHADAP NILAI EXPOSURE INDEX (EI) RADIOGRAFI MANUS I Putu Eka Juliantara; Putu Didit Suranta
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i3.9230

Abstract

Pemilihan ukuran fokus dalam suatu proses pencitraan radiografi secara garis besar didasari atas teknik radiografi yang akan dilakukan. Pada aplikasi modalitas Computed Radiography (CR) dosis pasien secara tidak langsung dapat diindikasikan oleh nilai Exposure Index (EI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisia pengaruh nilai Exposure Index (EI) menggunakan fokus besar dan fokus kecil. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan observasional. observasi dilakukan dengan dua kelompok yaitu, fokus besar dengan faktor eksposi 45 kV, 200 mA, 0.008 s dan kelompok dua fokus kecil dengan faktor eksposi 45 kV, 50 mA, 0.032 s. Nilai EI yang didapat berasal dari eksposi menggunakan objek ossa manus. Analisa data dilakukan dengan melihat sebaran nilai yang meliputi nilai minimum, maksimum, rerata beserta simpangan baku pada seluruh sampel. Perbandingan antara penggunaan fokus besar dan fokus kecil terhadap nilai Exposure Indeks (EI) dimana nilai rata-rata pada penggunaan fokus besar yaitu 409,6. Sedangkan nilai rata-rata pada penggunaan fokus kecil yaitu 523,5. Terdapat perbedaan nilai EI yang dihasilkan pada variasi penggunaan fokus dengan merujuk pada kecenderungan seluruh nilai EI yang diobservasi pada pemeriksaan ossa manus proyeksi PA, dimana nilai EI yang lebih rendah dihasilkan pada saat eksposi yaitu penggunakan fokus besar  dengan faktor eksposi 45 kV, 200 mA, 0.008 s.
EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) SEBAGAI ANTIOKSIDAN PADA LENSA KAMBING DI ISOLASI GLUKOSA Feriyani Feriyani; Hady Maulanza
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i3.9541

Abstract

Abstrak: Katarak Merupakan Penyakit Yang Berdampak Pada Kebutaan. Obat Penurun Kadar Sorbitol Memiliki Efek Mencegah Transformasi Glukosa Menjadi Sorbitol Yang Didapatkan Hasil Positif Pada Katarak Diabetes. Penelitian Ini Bertujuan Dengan Menilai Gambaran Kekeruhan Lensa Dan Penangkapan Radikal Bebas Dari Ekstrak Daun Binahong (Anredera Cordifolia (Tenore) Steenis) Sebagai Anti Katarak Dengan Percobaan Pada Lensa Kambing. Penelitian Ini Merupakan Penelitian Eksperimental. Penelitian Ini Dilakukan Preparasi Material Dan Ekstrak Tanaman Preparasi Sampel Daun Anredera Cordifolia (Tenore) Steenis Dan Melakukan Inkubasi Lensa Yang Terbagi Kedalam 5 Kelompok (Lensa Normal Dengan Glukosa 5,5 Mm, Lensa Katarak Diabetes Dengan Glukosa 55 Mm, Lensa Katarak Diabetes Dengan Ekstrak Daun Binahong 100 Μg/Ml, Lensa Katarak Diabetes Dengan Ekstrak Daun Binahong 200 Μg/Ml, Lensa Katarak Diabetes Dengan Vitamin E. Analisis Sampel Dengan Menilai Kekeruhan Lensa, Pengujian Antioksidan Menilai DPPH Dan IC 50. Hasil Penelitian Setiap Lensa Kelompok Eksperimen Menunjukan Perubahan Transparansi Lensa Apabila Dibandingkan Dengan Lensa Normal Serta Nilai IC50 Pada Kelompok Lensa Katarak Diabetes Dengan Ekstrak Etanol Daun Binahong 200 Μg/M Cukup Tinggi Dibandingkan Dengan Kelompok Katarak Diabetes Dengan Vitamin E. Ekstrak Daun Binahong (Anredera Cordifolia (Tenore) Steenis) Menunjukkan Sifat Antioksidan Kuat.
ANTROPOMETRI WAJAH MAHASISWA/I FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM SUMATRA UTARA BERSUKU BATAK BERDASARKAN JENIS KELAMIN Restimahara Ulandari; Wan Muhammad Ismail; Nondang Purnama Siregar; Aspri Astria
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i3.9437

Abstract

Abstrak: Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak pulau yang mana disetiap pulau tersebut terdapat penduduk dengan latar belakang etnis dan suku bangsa yang beragam salah satunya suku Batak. suku Batak merupakan kelompok Proto-Melayu yang terdiri dari beberapa subsuku yaitu Batak Toba,Batak Karo,Batak Simalungun. Perbedaan suku akan menyebabkan terbentuknya keanekaragaman genetik yang dapat dilihat berdasarkan variasi fenotip dikarenakan hal tersebut maka dapat diukur melalui pengukuran morfologi manusia menggunakan antropometri. Salah satu bagian terpenting dari antropometri adalah metode sefalometri yang mana sefalometri merupakan pengukuran manusia yang lebih difokuskan pada bagian kepala dan wajah adapun hasil dari pengukuran antropometri berguna untuk mengevaluasi keadaan klinis dibidang ortodonti, Kepentingan forensik, dan bedah plastik.Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui antropometri wajah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatra Utara bersuku Batak berdasarkan jenis kelamin .Metode : Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling dengan jumlah sampel total berjumlah 77 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatra Utara bersuku Batak.Hasil : Indeks wajah laki-laki paling banyak dijumpai indeks wajah Leptoprosopic (Sempit dan tinggi) sebesar 11,7%, indeks wajah perempuan Euryprosopic (Lebar dan pendek) sebesar 42,8% dan profil wajah laki – laki terbanyak lurus (straight) sebesar 23,4% sedangkan perempuan paling banyak cembung (convex) sebesar 55,8% yang mana hal tersebut didapatkan melalui uji statistik Mann-Whitney yang menunjukan adanya perbedaan indeks wajah laki – laki dan perempuan dengan nilai P sebesar 0,011 (p < 0,05) dan terdapat perbedaan profil wajah laki – laki dan perempuan dengan nilai P sebesar 0,000 (p < 0,05).
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT PETAI (Parkia speciosa) SEBAGAI ANTIINFLAMASI TERHADAP TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) JANTAN GALUR WISTAR YANG DI INDUKSI KARAGENAN Tri Isromi; Diah Astika Winahyu; Tutik Tutik
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i3.8912

Abstract

Kulit petai (Parkia speciosa) mengandung senyawa fenol, tannin dan flavonoid dalam jumlah yang besar, kulit petai telah digunakan masyarakat sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol kulit petai terhadap antiinflamasi ekstrak terhadap tikus putih dan mengetahui dosis optimum ekstrak kulit petai dalam antiiinflamasi. Ekstrak dibuat dengan metode sokletasi menggunakan pelarut metanol 96%. Hasil rendemen didapatkan 15 %, hasil skrining fitokimia ekstrak kulit petai  (Parkia speciosa) mengandung flavonoid, fenolik dan tanin. Uji efektivitas antiinflamasi yang dilakukan dibagi dalam 5 kelompok perlakuan. Setiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus jantan putih. kontrol negatif diberikan Na.CMC 0,5%, kontrol positif diberikan Ibufropen 7,2 mg/kgBB, dosis I 25,2 mg/kgBB, dosis II 50,4 mg/kgBB, dosis III 100,8 mg/kgBB. Ekstrak tersebut diberikan 30 menit sebelum tikus di induksi karagenan 1% sebanyak 0,1ml secara subplantar. Tebal udem dan volume udem di ukur selama 6 jam dengan interval waktu 60 menit. Uji antiinflamasi tikus diamati melalui data tebal udem, dan volume udem, AUC, dan persen inhibisi antiinflamasi. Analisis data menggunakan uji ANOVA (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol negatif memiliki perbedaan yang signifikan dengan kelompok perlakuan lain dimana kontrol negatif tidak menunjukkan efek antiinflamasi. Sebagai kesimpulan, ekstrak kulit petai pada dosis 100,8 mg/kgBB mempunyai efek antiinflamasi yang sama dengan kontrol positif tetapi tidak sebaik kontro positif dalam menghambat inflamasi.
ROLE OF LOW-DOSE AZITHROMYCIN IN THE MANAGEMENT OF CYSTIC BRONCHIECTASIS: A CASE SERIES Paulus Taufik; Maulid Hidayat; Prima Bela Fathana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i3.9540

Abstract

Bronchiectasis is an abnormal chronic and persistent dilatation of the bronchi that is accompanied by destruction of the bronchial walls due to congenital or acquired disorders such as chronic respiratory tract infections. Recurrent respiratory tract infections are characteristic of bronchiectasis. Radiological examination plays a role in diagnosis, a thin section CT to confirm a diagnosis of bronchiectasis when clinically suspected, and provides clearer information on lung morphology. The goals of treating bronchiectasis are to prevent exacerbations, reduce complaints, improve the patient's quality of life, and stop the disease from worsening. Therapy is expected to address the proven underlying cause, cutting off the vicious cycle of bronchiectasis Long-term antibiotics are considered in patients with bronchiectasis with frequent exacerbations three or more times per year to relieve symptoms and reduce the frequency of exacerbations. Macrolides are a plausible alternative antibiotic and anti-inflammatory agent with a lower burden of treatment for bronchiectasis patients. We present three cases of Bronchiectasis that were admitted to Mataram University Hospital. The three cases were given Long-term antibiotics with low-dose Azithromycin for 2 and 3 months. This report demonstrates clinical improvement in a reduction of exacerbation frequency, improvement in quality of life, decreased sputum production, and increased ability to carry out activities in patients treated with low-dose azithromycin. The most common side effect that appears in three cases is gastrointestinal disturbances.
HUBUNGAN ADVERSITY QUOTIENT DENGAN TINGKAT CEMAS PADA MAHASISWA BIMBINGAN SKRIPSI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG ANGKATAN 2O19 Alfian Akbar Dwi Agustian; Hesti Anggriani; Wijayanti Fuad
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i3.9327

Abstract

Mahasiswa kedokteran dikenal sebagai mahasiswa dengan tuntutan pendidikan yang berat. Sebagai syarat kelulusan, mahasiswa memiliki kewajiban untuk menyelesaikan tugas akhir yaitu skripsi. Banyak mahasiswa yang mendapati kesulitan dalam pengerjaan skripsi yang kemudian berkembang menjadi perasaan negatif dan menimbulkan masalah seperti cemas. Strategi koping sangat berperan bagaimana mengendalikan cemas tersebut. Adapun salah satu kecerdasan yang mampu memberikan pengaruh untuk respons perilaku ketika berhadapan pada permasalahan yang menimbulkan cemas adalah adversity quotient (AQ). Tingkat AQ yang lebih tinggi, mengakibatkan tingkat cemas yang individu alami lebih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan AQ dengan tingkat cemas pada mahasiswa bimbingan skripsi FK Unimus. Penelitian ini termasuk observasional analitik, pendenkatan corss sectional. Populasi yang ditentukan berupa mahasiswa bimbingan skripsi FK Unimus angkatan 2019 yang diambil melalui total sampling berjumlah 128. Analisis data mempergunakan uji korelasi rank spearman, signifikan jika p<0,05. Hasil uji korelasi rank spearman memperlihatkan p-value = 0,000 (p < 0,05) serta memiliki koefisien relasi (r) yaitu r = - 0,612. Terdapat hubungan kuat antara AQ dengan tingkat cemas pada mahasiswa bimbingan skripsi FK Unimus angkatan 2019 dengan arah korelasi negatif, semakin tinggi AQ maka semakin rendah tingkat cemas yang dialami.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG SEKS DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI KELAS XI SMA 2 KOTA MANNA BENGKULU SELATAN Gatot Supriyanto; Yuni Ramadhaniati; Titin Afriani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i3.9513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan hubungan pengetahuan dan sikap tentang seks dengan perilaku seksual remaja di Kelas XI SMA 2 Kota Manna Bengkulu Selatan.Penelitian ini menggunakan pendekatan Survey Analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas XI SMA 2 Kota Manna Bengkulu Selatan periode tahun ajaran  2021, sebanyak 262 siswa. Sampel diperoleh sebanyak 72 orang diambil secara teknik simple random sampling. Pengumpulan data yaitu menggunakan data skunder dan primer. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square (χ2) dan Uji Contingency Coefficient (C).Hasil penelitian didapatkan: (1) Dari 72 sampel terdapat 13 orang (18,1%) perilaku seksual remaja beresiko dan 59 orang (81,9%) perilaku seksual remaj tidak beresiko; (2) Dari 72 sampel terdapat 9 orang (12,5%) pengetahuan tentang seks kurang, 10 orang (13,9%) pengetahuan tentang seks cukup dan 53 orang (73,6%) pengetahuan tentang seks baik; (3) Dari 72 sampel terdapat  12 orang (16,7%) sikap tentang seks negatif dan 60 orang (83,3%) sikap tentang seks positif; (4) Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang seks dengan perilaku seksual remaja di Kelas XI SMA 2 Kota Manna Bengkulu Selatan, dengan kategori hubungan sedang dan (5) Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap tentang seks dengan perilaku seksual remaja di Kelas XI SMA 2 Kota Manna Bengkulu Selatan, dengan kategori hubungan erat

Page 45 of 138 | Total Record : 1379


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue