cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,353 Documents
IDENTIFIKASI BAKTERI Escherichia coli DAN KUALITAS FISIK AIR PADA BAK PENAMPUNGAN AIR UMUM TERBUKA DESA TAPULAGA KECAMATAN SOROPIA TAHUN 2023 Ardila, Lala Sari; Tosepu, Ramadhan; Zainuddin, Asnia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i5.14234

Abstract

Standar penentuan kualitas air dalam skala standar kesehatan untuk media air sebagai keperluan kebersihan dan sanitasi secara mikrobiologi adalah total bakteri Coliform dan Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan bakteri Escherichia coli dan Kualitas Fisik Air pada Bak Penampungan Air Umum Terbuka di Desa Tapulaga. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif observasional dengan sampel dalam penelitian ini adalah air pada Bak Penampungan Umum Terbuka di Dusun 3 Desa Tapulaga dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan pada sampel air bak yang telah diperiksa ditemukan bakteri Escherichia coli dan memiliki kualitas fisik berwarna hijau kekuningan, berbau, berasa serta memiliki pH 5. Hasil pengetahuan diare responden yang memiliki pengetahuan buruk sebanyak 21 responden (70%) dan terdapat 9 responden (30%) berpengetahuan baik. Hasil pengetahuan personal higiene responden yang memiliki personal higiene buruk sebanyak 17 responden (56,7%) dan 13 responden (43,3%) memiliki personal higiene baik. Dapat disimpulkan bahwa sampel air bak penampungan umum terbuka di Desa Tapulaga positif bakteri Escherichia coli dengan kualitas fisik yang tidak memenuhi syarat, pengetahuan diare Masyarakat yang buruk dan personal higiene yang buruk.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale Var. Rubrum) DALAM MENINGKATKAN MOTILITAS DAN MORFOLOGI SPERMATOZOA MENCIT (Mus musculus L.) Iqra, Kuntum Nurul; Rahma Amelia, Anisha Chahya; BR Tarigan, Siti Nadiah Zahra; Akbar, Imam Qodri; Ahda, Yuni; Atifah, Yusni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i12.11344

Abstract

Abstrak: Pengaruh Pemberian Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale Var. Rubrum) Dalam Meningkatkan Motilitas dan Morfologi Spermatozoa Mencit (Mus musculus L.) Infertilitas adalah kegagalan dalam meneruskan keturunan akibat tidak mampu hamil setelah satu tahun tanpa menggunakan kontrasepsi dan bersifat primer. Tanaman Jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan rempah-rempah Indonesia dan menjadi tanaman obat yang kaya akan khasiat bagi kesehatan. Ekstrak jahe dikenal mengandung senyawa-senyawa aktif yang memiliki potensi untuk meningkatkan fungsi reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak jahe Merah dalam meningkatkan motilitas dan morfologi spermatozoa pada mencit jantan (Mus musculus L.). Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan desain acak lengkap. Sebanyak 15 mencit jantan dewasa dibagi secara acak menjadi tiga kelompok perlakuan. Pada kelompok pertama digunakan sebagai kontrol yang diberi air putih. Kelompok kedua dan ketiga diberikan perlakuan dengan ekstrak jahe merah dengan dosis berturut yaitu 300 mg/kg BB dan 600 mg/kg BB selama 15 hari. Perhitungan motiltas menggunakan analisis Guest sedangkan morfologi dengan mengamati spermatozoa di bawah mikroskop. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak jahe dosis rendah dan dosis tinggi berpengaruh pada motilitas dan morfologi spermatozoa mencit.  Sehingga disimpulkan pemberian ekstrak jahe merah dengan dosis 300 mg/KgBB meningkatkan motilitas dan morfologi sedangkan pada dosis 600 m/KgBB menurunkan motilitas spermatozoa mencit.
SPASMOFILIA: LAPORAN KASUS Aulia, Garizah; Astuti, Gusti Ayu Ema Widya; Rahman, M. Rizki; Hadi, M. Taufik; Susanto, Kevin; Putri, Pratiwi Hendro
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i4.13423

Abstract

Spasmofilia merupakan keadaan patologis dimana terjadi hiperiritabilitas saraf dan otot (neuromuskular) akibat adanya gangguan keseimbangan elektrolit, terutama ion kalsium (Ca2+) dan ion magnesium (Mg2+) yang ditandai dengan munculnya kedutan otot, kesemutan dan spasme karpopedal. Laporan kasus: Sejak 1 hari SMRS Pasien mengeluh kaku pada kedua tangan dan kaki. Kaku yang dirasakan muncul mendadak dan saat keluhan terjadi pasien tetap sadar. Selain kaku pasien juga mengeluh kram dan kedutan otot. Pasien juga mengeluh nyeri kepala, muntah 1x, dada terasa sesak dan kesemutan. Pasien juga mengatakan batuk kering sejak 2 hari SMRS. Riwayat demam dan luka disangkal. Pasien mengatakan memiliki riwayat keluhan yang sama sejak SD, keluhan dirasakan kaku pada tangan dan kaki. Keluhan yang dirasa menghilang dengan sendirinya dengan waktu <2 menit. Pasien mengatakan keluhan dirasakan 2 kali dalam setahun. Riwayat hipertensi dan diabetes mellitus disangkal. Riwayat keluhan yang sama pada keluarga disangkal. Pada pemeriksaan fisik dan pemeriksaan neurologis dijumpai kesadaran compos mentis GCS 15 (E4M6V5), tekanan darah 127/92 mmHg, respirasi 24 x/menit, Chvostek sign positif dan Trousseau sign positif. Pada pemeriksaan hasil laboratorium darah lengkap (06-11-2023) dijumpai penurunan nilai leukosit (2,96 103/µL), peningkatan eritrosit (5,33 103/µL), peningkatan MPV (9,50 fL), peningkatan GDS (151 mg/dl), penurunan kalsium ion (0,94 mmol/L) dan peningkatan pada PH (7,51 mmol/L). Pada pemeriksaan rontgen thorax dijumpai infiltrate pada kedua lapang paru. Hasil akhir disimpulkan diagnosa pasien yaitu Spasmofilia dan Pneumonia CAP. Diagnosis spasmofilia dapat ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan neurologis, dan pemeriksaan penunjang.
HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI TERHADAP KEJADIAN SEPSIS NEONATORUM DI RUANG PERINATOLOGI RSUD Dr.H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Murtado, Ahmad; Rukmono, Prambudi; Hatta, Muhammad; Octarianingsih, Fonda
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i11.10037

Abstract

Abstrak: Hubungan Ketuban Pecah Dini Terhadap Kejadian Sepsis Neonatorum Di Ruang Perinatologi Rsud Dr.H. Abdul Moeloek  Provinsi Lampung. Sepsis neonatorum adalah infeksi aliran darah yang bersifat invasif dan ditandai dengan ditemukannya bakteri dalam cairan tubuh seperti darah, cairan sumsum tulang atau air kemih. Ketuban Pecah Dini (KPD) atau ketuban pecah sebelum waktunya (KPSW), disebut juga dengan premature repture of the membrane (PROM) di definisikan sebagai pecahnya selaput ketuban sebelum waktunya melahirkan. Hal ini dapat terjadi pada kehamilan aterm maupun pada kehamilan preterm. Pada keadaan ini dimana risiko infeksi ibu dan anak meningkat. Ketuban pecah dini merupakan masalah penting dalam masalah obstetri yang juga dapat menyebabkan infeksi pada ibu dan bayi serta dapat meningkatkan kematian pada ibu dan bayi. Sepsis neonatorum sering dihubungkan dengan infeksi intra natal dan infeksi postnatal terutama nosocomial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada, hubungan antara ketuban pecah dini dengan kejadian sepsis neonatorum di Ruang Perinatalogi RSUD. H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dari 406 sampel pasien sepsis neonatorum di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2022, didapatkan sebanyak 37 (9,0%) pasien ketuban pecah dini, sebanyak 39 orang (9,5%) pasien sepsis neonatorum. Ada hubungan ketuban pecah dini dengan sepsis neonatorum dengan (p value 0,005 OR 15,835). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara bayi berat badan lahir rendah dengan terjadinya sepsis neonatorum.
HUBUNGAN FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT KECAMASAN LANSIA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA KERTA BARAT KECAMATAN DASUK KABUPATEN SUMENEP Abbas, Akhmadi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i1.13032

Abstract

Abstrak: Hubungan Faktor Sosiodemografi Dengan Tingkat Kecamasan Lansia Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Desa Kerta Barat Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep. Penyakit Corona virus disease (Covid-19) merupakan masalah kesehatan masyarakat. Salah satu kelompok usia yang rentan terpapar Covid-19 adalah kelompok usia lansia. Pada masa pandemi Covid-19, lansia mudah dihinggapi perasaan cemas berlebihan. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor sosiodemografi pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor sosiodemografi dengan tingkat kecemasan lansia pada masa pandemi Covid-19. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dan menggunakan teknik sampling Purposive Sampling. Pengambilan data dengan kuesioner dengan jumlah 71 responden dan analisa data menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan p-value = 0,046 untuk jenis kelamin, p-value = 0,312 untuk pendidikan. Sedangkan status pekerjaan dan pendapatan tidak dapat dianalisis secara statistik. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan jenis kelamin dengan tingkat kecamasan lansia. Tidak ada hubungan pendidikan dengan tingkat kecamasan lansia. Sedangkan variabel status pekerjaan dan pendapatan tidak dapat diketahui hubungannya dengan tingkat kecemasan lansia. Diharapkan petugas kesehatan aktif memberi edukasi kepada lansia. Selain itu, lansia dapat mengontrol kecemasan yang dialami dengan aktif mengikuti posyandu lansia.
Perbandingan Nilai Parameter Hematologi Hemoglobin Pada Sampel Darah Pasien Gagal Ginjal Kronis Multitransfusi Dengan Masa Simpan 1, 2, Dan 3 Hari Di Unit Transfusi Darah Rsud. Dr. H. Abdul Moelok Bandar Lampung Natasabila, Natasabila; Syuhada, Syuhada; Jhonet, Aswan; Nur, Muhammad
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i6.15033

Abstract

Pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa mengalami penurunan kadar hemoglobin sehingga memerlukan transfusi berulang.  Hal tersebut mengharuskan pasien melakukan pengambilan sampel darah untuk dilakukan Crossmatch dan pemeriksaan laboratorium lainnya, untuk melihat apakah pasien dapat ditransfusikan sehingga kebutuhan sampel darah untuk seorang yang melakukan hemodialisa cukup banyak. Penelitian ini ditujukan agar sampel yang diambil pada hari pertama dapat dipakai kembali pada hari kedua dan ketiga sesuai kebijakan tentang darah titip. Jika pasien memerlukan transfusi tambahan tanpa harus dilakukan pengambilan darah kembali untuk uji silang serasi darah donor. Diketahui perbandingan nilai parameter hematologi hemoglobin pada sampel darah pasien gagal ginjal kronis multitransfusi dengan masa simpan 1, 2, dan 3 hari di UTD RSUD Dr. H. Abdul Moelok. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain Analitik Observasional dengan pendekatan cross sectional melalui pemeriksaan hematologi menggunakan alat Hematology Analyzer dengan 45 sampel pasien gagal ginjal kronis. Hasil penelitian pada 45 sampel diketahui rerata kadar hemoglobin pada sampel darah pasien gagal ginjal kronis pada masa simpan 1 hari, dengan rerata 7,04 gr/dl, masa simpan 2 hari dengan rerata 6,91 gr/dl, dan masa simpan 3 hari dengan rerata kadar 6,80 gr/dl. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pemeriksaan hematologi jumlah hemoglobin pada sampel darah pasien gagal ginjal kronis multitransfusi dengan masa simpan 1, 2, dan 3 hari di RSUD. DR. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung dengan p-value = 0.388
KAJIAN PUSTAKA: PATOFISIOLOGI, DIAGOSIS, MANAJEMEN AWAL, DAN PENCEGAHAN SINDROM KORONER AKUT Chusaeri, Andhito Rafid
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i12.12594

Abstract

Abstrak: Kajian Pustaka: Patofisiologi, Diagosis, Manajemen Awal, Dan Pencegahan Sindrom Koroner Akut. Penyakit jantung koroner (PJK) telah menjadi perhatian utama bagi berbagai organisasi kesehatan dunia. Sekitar 20,1 juta orang dewasa berusia 20 tahun ke atas, atau sekitar 7,2% dari populasi dunia, mengalami kondisi ini. PJK terjadi ketika plak mengumpul di pembuluh darah koroner yang menyuplai darah ke otot jantung. Faktor risiko untuk PJK meliputi tingginya kadar kolesterol, tekanan darah tinggi, diabetes, merokok, dan obesitas.Pengenalan dini terhadap faktor risiko ini dan pencegahan primer telah berhasil mengurangi angka kejadian dan kematian yang terkait dengan PJK. Pemeriksaan awal EKG dan Marka Jantung dan intervensi terapi awal seperti MONA (Morfin, Oksigen, Nitrat, Aspirin) adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam mengatasi PJK ini.
PENATALAKSANAAN HOLISTIK PADA PASIEN HERPES ZOSTER OFTALMIKA MELALUI PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA Ago, Muhammad Bagus Nitei; Mayasari, Diana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i5.14017

Abstract

Herpes zoster adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh reaktivasi infeksi laten virus varisela zoster (VVZ). Herpes zoster oftalmikus (HZO) terjadi pada 10-20% dari kasus herpes zoster. Penanganan secara holistik menggunakan pendekatan kedokteran keluarga diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi dengan mengutamakan patient-centered dan community-oriented. Studi yang dilakukan adalah Case Report. Data primer diperoleh melalui alloanamnesis, pemeriksaan fisik, kunjungan rumah. Penilaian berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir penelitian dilakukan secara kuantitaif dan kualitatif. Pasien usia 52 tahun datang dengan keluhan utama muncul bintil berisi cairan disertai bercak kemerahan yang terasa nyeri pada dahi kanan, area sekitar mata kanan dan ujung hidung sejak 3 hari yang lalu. Lepuh timbul berkelompok berisi cairan jernih. Secara klinis pasien didagnosis herpes zoster oftalmika. Faktor risiko internal berupa kurangnya pengetahuan terkait penyakit dan riwayat menderita varisela zoster. Faktor risiko eksternal berupa Pasien sering lembur kerja, keluarga kurang menjaga kebersihan rumah. Dilakukan intervensi medikamentosa dan non-medikamentosa pada pasien dan keluarga dengan edukasi dalam 3 kali kunjungan. Berdasarkan hasil evaluasi didapatkan peningkatan pengetahuan mengenai penyakit dan adanya perubahan perilaku pada pasien.
PERBANDINGAN EVALUASI ANATOMI CITRA SISTEM BILIARIS ANTARA SEKUEN T2 SPIR DAN T2 SPAIR PADA PEMERIKSAAN CHOLELITHIASIS DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD PROVINSI NTB Madurini, Suci; Juliantara, I Putu Eka; Triningsih, Triningsih
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i11.12256

Abstract

Abstrak: Perbandingan Evaluasi Anatomi Citra Sistem Biliaris Antara Sekuen T2 Spir Dan T2 Spair Pada Pemeriksaan Cholelithiasis Di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB. Mendapatkan hasil gambar yang baik pada MRCP, maka perlu dilakukan pengaturan parameter yang tepat pada setiap pemeriksaan. Pada pemeriksaan MRCP, lemak dapat menjadi salah satu permasalahan pada gambar MRCP yang dihasilkan, karena lemak mengelilingi banyak struktur anatomi, jika tidak terdefinisi dengan baik akan mengganggu sinyal air untuk mendeteksi tumor, lesi dan adanya batu di sekitar anatomi. struktur sistem bilier. Penekanan Lemak (fat-sup) adalah teknik yang digunakan untuk menekan sinyal lemak sehingga gambar lemak akan tampak hitam (hipointense). Ada beberapa teknik sup lemak antara lain Fat Saturation (Fat-Sat), Water Excitation, Dixon, Short Taunversion Recovery (STIR), Spectral Presaturation Inversion Recovery (SPIR) dan Spectral Adiabatic Inversion Recovery (SPAIR). Untuk mengetahui perbedaan gambaran anatomi sistem bilier pada pemeriksaan MRCP menggunakan rangkaian T2 SPIR dan T2 SPAIR. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen dan wawancara terhadap responden. Teknik pengumpulan data dilakukan secara eksperimental pada 15 pasien MRCP dengan menggunakan sequence T2 SPIR dan T2 SPAIR dengan kasus kolelitiasis di RSUD Provinsi NTB dengan menggunakan alat MRI Phillips merek Achieva 1,5 tesla. Data berupa 90 gambar MRCP T2 SPIR dan T2 SPAIR. Penilaian hasil gambar oleh 3 orang dokter spesialis radiologi. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji beda Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan informasi gambar anatomi pada potongan MRCP Axial antara T2 SPIR dan T2 SPAIR dengan nilai ρ < 0,05. Metode T2 SPAIR lebih baik dibandingkan T2 SPIR dalam menampilkan informasi gambar anatomi pada bagian MRCP Axial dengan nilai mean rank SPAIR 6,50 dan SPIR 0,00. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode SPAIR lebih baik dibandingkan metode SPIR pada MRCP irisan Aksial.
LOW BACK PAIN E.C SCOLIOSIS VERTEBRA LUMBALIS : LAPORAN KASUS Mulqi, Kayla Rahma; Alamsyah, Riza Taufik; Fitriyani, Fitriyani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i4.8940

Abstract

Low Back Pain (LBP) adalah salah satu masalah Kesehatan yang paling umum dikeluhkan pasien. 60-80% orang di Eropa pernah mengeluhkan gangguan ini. Menurut pedoman klinis penatalaksanaan LBP yang dikeluarkan oleh American Physical Therapy Association yang terbaru, angka kejadian episode pertama LBP dalam 1 tahun berada antara 6,3-15,3% dan angka kejadian untuk LBP jenis apapun berkisar antara 1,5-36%. 24-33% penderita mengalami rekurensi dan 10,2% penderitas mengalami kronisitas. Gangguan ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, dari kelelahan otot, radikulopati, trauma (dari yang ringan seperti otot yang tertarik hingga yang berat seperti fraktur tulang belakang), degenerasi jaringan (seperti osteoporosis dan degenerasi discus intervertebralis), infeksi tulang belakang, stenosis spinal, kelainan bentuk tulang belakang (scoliosis, lordosis, dan kifosis) hingga kanker.

Page 64 of 136 | Total Record : 1353


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue