cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,429 Documents
Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Orang Tua Terhadap Pemberian Antibiotik Pada Anak Tanpa Menggunakan Resep Dokter Di Desa Tengah Baru Kecamatan Labuhanhaji Kabupaten Aceh Selatan Andara, Puji Dwi; Marzuki, Muhammad Syakir; Kurniawan, Rizky
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21173

Abstract

Tingginya penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan meningkatnya angka kejadian resistensi terhadap antibiotik. Kesadaran dan pengetahuan sangat berperan penting terhadap pemberian antibiotik yang tepat. Semakin baik pengetahuan yang dimiliki maka akan semakin tepat juga pemberian antibiotiknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan sikap orang tua terhadap penggunaan antibiotik pada anak tanpa resep dokter di Desa Tengah Baru, Aceh Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan observasional deskriptif yang menggambarkan situasi dan permasalahan yang terjadi di lapangan menggunakan data primer yaitu kuesioner. Sampel penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak dengan rentang usia 0-17 tahun sebanyak 62 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan orang tua di desa tersebut memiliki tingkat pengetahuan yang buruk sebanyak 36 orang (58,1%) dan baik sebanyak 26 orang (41,9%). Penggunaan antibiotik oleh masyarakat ditemukan pada 31 dari 62 responden, dengan jenis antibiotik yang paling banyak digunakan adalah golongan penisilin sebesar 50% dan golongan sefalosporin sebesar 9,8%, sedangkan sebanyak 40,2% responden tidak memberikan jawaban terkait penggunaan jenis antibiotik. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan orang tua yang masih buruk berkontribusi terhadap penggunaan antibiotik tanpa resep dokter, sehingga diperlukan upaya edukasi yang berkelanjutan untuk mendorong penggunaan antibiotik yang lebih tepat dan aman pada anak.
Gambaran Derajat Stres Pada Pasien Tumor Ginekologi Yang Menjalani Kemoterapi Di Rumah Sakit Ibnu Sina Herlina, Besse; Jaya, Muhammad Alim; Swarga, Tirta; Dewi, Anna Sari; Ismail, Wirasto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.22174

Abstract

Pasien dengan tumor ginekologi yang menjalani kemoterapi berisiko mengalami stres psikologis akibat diagnosis penyakit yang mengancam jiwa, efek samping kemoterapi, serta perubahan fisik dan sosial. Stres yang tidak tertangani dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup dan kepatuhan terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan derajat stres pada pasien tumor ginekologi yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling pada pasien yang terdiagnosis tumor ginekologi dan sedang menjalani kemoterapi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale-42 (DASS-42) yang telah tervalidasi. Dari total 64 responden, sebagian besar pasien berada pada kategori stres sedang, yaitu sebanyak 39 responden (60,9%), diikuti oleh stres tinggi sebanyak 18 responden (28,1%), dan stres rendah sebanyak 7 responden (10,9%). Faktor yang berkontribusi terhadap stres antara lain lamanya menjalani kemoterapi, dukungan sosial, dan kondisi ekonomi. Kesimpulannya, mayoritas pasien tumor ginekologi yang menjalani kemoterapi mengalami tingkat stres sedang, sehingga diperlukan skrining dan intervensi psikologis sejak dini untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. 
Faktor Lingkungan Dan Perilaku Pencegahan Terhadap Kejadian Malaria Di Wilayah Endemis Rendah Di Desa Cilimus Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Chairunnisa, Syeufira Rizky; Triwahyuni, Tusy; Rimawati, Veronica Ela; Putri, Devita Febriani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.20762

Abstract

Salah satu penyakit tropis yang masih menjadi masalah kesehatan di dunia terutama di Indonesia adalah malaria.  Malaria menyebabkan demam, mengigil, sakit kepala, mual dan muntah pada penderitanya. Faktor risiko dalam kejadian malaria adalah faktor lingkungan dan perilaku pencegahan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi masyarakat berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pendidikan dan mengetahui hubungan faktor lingkungan dalam dan luar rumah dan perilaku pencegahan terhadap kejadian malaria di wilayah endemis rendah di Desa Cilimus Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran. Penelitian ini menggunakan metode observasional-deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Hasil uji statistik chi-square (p = 0.000 0,05) menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara faktor lingkungan dalam dan luar rumah terhadap kejadian malaria dan (p = 0.029 0,05) menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku pencegahan terhadap kejadian malaria di wilayah endemis rendah di Desa Cilimus.
Efektivitas Logoterapi Medical Ministry Dalam Menurunkan Kecemasan Dan Depresi Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Citradewi, Septiana; Suwito, Djoko; Nugroho, Indro; Suseno, Aryo
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.22506

Abstract

Studi eksperimental ini menggunakan desain pra-pasca uji dengan kelompok kontrol yang melibatkan 28 pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Partisipan dibagi menjadi kelompok intervensi yang menerima empat sesi logoterapi medical ministry dan kelompok kontrol yang menerima perawatan standar. Kecemasan dan depresi dinilai menggunakan Skala Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), dan Hamilton Depression Rating Scale (HDRS). Hasil menunjukkan penurunan yang signifikan pada skor kecemasan dan depresi pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol (p 0,001). Logoterapi medical ministry efektif dalam mengurangi kecemasan setelah sesi kedua dan depresi setelah sesi pertama.
Gambaran Karakteristik Kasus Vulnus Pada Pasien Di Instalasi Gawat Darurat RS Bintang Amin Nurdiansyah, Ragil; Ladyani, Festy; Anggunan, Anggunan; Sahara, Nita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.20911

Abstract

Luka merupakan kondisi terputusnya kontinuitas jaringan yang menyebabkan pemisahan jaringan yang sebelumnya sehat. Setiap kerusakan pada kulit, membran mukosa, atau jaringan di bawahnya dapat dikategorikan sebagai luka, yang dapat berupa luka superfisial sederhana hingga luka kompleks yang melibatkan struktur lebih dalam seperti otot, saraf, dan pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kasus vulnus di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Bintang Amin tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dari rekam medis pasien dengan vulnus pada tahun 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 80 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berada pada kelompok usia dewasa muda 20–45 tahun (86,25%) dan berjenis kelamin laki-laki (63,75%). Penyebab tersering vulnus adalah kecelakaan kerja (42,5%), diikuti oleh kecelakaan lalu lintas dan penyebab lainnya. Jenis luka yang paling sering ditemukan adalah vulnus laceratum (78,75%). Kesimpulannya, kelompok dewasa muda berjenis kelamin laki-laki merupakan kelompok yang paling banyak mengalami vulnus, dengan kecelakaan kerja sebagai penyebab utama dan vulnus laceratum sebagai jenis luka yang paling dominan.
Faktor Risiko Kejadian Miopia Pada Anak Usia 7–11 Tahun Di JTEC RS Harapan Bunda Jakarta Timur Sari, Evi Nurlita; Nofita, Rosi; Sartika, Aprilina; Elizabeth, Beatrix
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.25199

Abstract

Prevalensi miopia pada anak-anak terus meningkat setiap tahunnya, termasuk di Indonesia. Miopia yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius seperti glaukoma, katarak, dan ablasi retina serta atrofi. Berdasarkan studi pendahulu di JTEC Rumah Sakit Harapan Bunda, prevalensi miopia meningkat dari 33% menjadi 67%. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor genetik, jenis kelamin, aktivitas luar ruangan, dan penggunaan gadget dengan kejadian miopia pada anak usia 7-11 tahun di JTEC Rumah Sakit Harapan Bunda. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 81 anak usia 7-11 tahun yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui membagian informed consent, serta kuesioner terkait faktor risiko. Kemudian, data dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan komputer dengan program komputer. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara jenis kelamin dan kejadian miopia dengan nilai 0,007 (p 0,05). Faktor genetik nilai p = 0,002(p 0,05). Aktivitas luar ruangan nilai p = 0,039 (p 0,05). Penggunaan gadget dengan nilai p = 0,001(p0,05). Terdapat hubungan signifikan antara faktor genetik, jenis kelamin, aktivitas luar ruangan, dan penggunaan gadget dengan kejadian miopia pada anak usia 7–11 tahun.
Analisis Prosedur Pemeriksaan Mri Brain Pada Kasus Parese Cranial Nerve VI Dengan Sekuen 3D bSSFP: Studi Kasus Di Instalasi Radiologi Rs Di Daerah Jakarta Prima, Regitha Debiesga; Jeniyanthi, Ni Putu Rita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.22701

Abstract

Parese CN VI merupakan kelumpuhan saraf kranialis keenam yang menyebabkan gangguan pergerakan bola mata dan penglihatan ganda. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan prosedur MRI Brain pada parese CN VI serta mengevaluasi peran 3D bSSFP (FIESTA) dalam visualisasi saraf dan deteksi kelainan. Metode penelitian ini kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melibatkan satu pasien yang dilakukan pemeriksaan MRI Brain. Hasil penelitian menunjukkan persiapan pasien meliputi melepaskan benda logam, mengganti pakaian, screening medis, dan buang air kecil. Dan menggunakan MRI 1,5 T dengan head coil, body strap, spons/busa, selimut, dan emergency buzzer. Protokol pemeriksaan mencakup 3-plane localizer, Sagital T1 SE, Sagital T2, Coronal T2, Axial DWI b-value 1000, Axial T1, Axial T2 Propeller, Axial T2* GRE, Axial T2 FLAIR, dan Axial 3D bSSFP (FIESTA). Peran 3D bSSFP (FIESTA) untuk menilai jalur CN VI, mendeteksi kompresi saraf. Kesimpulan pemeriksaan MRI Brain pada parese CN VI dengan sekuen 3D bSSFP (FIESTA) meningkatkan visualisasi nervus abducens dan deteksi kelainan dibandingkan sekuen rutin.
Hubungan Obesitas Dengan Kejadian Preeklampsia Di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung Fachriansyah, Muhammad Rafly Triyadi; Shariff, Fonda Octatrianingsih; Hatta, Muhammad; Dekasari, Heni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.21415

Abstract

Preeklampsia merupakan kumpulan gangguan spesifik kehamilan yang mempengaruhi banyak sistem organ. Di tahun 2023, preeklampsia menyumbang 412 kematian ibu di Indonesia, ini menunjukkan tingginya angka prevalensi preeklampsia.     Faktor risiko utama yang banyak dialami di masyarakat adalah obesitas. Penelitian bertujuan untuk menyelidiki korelasi antara obesitas dengan kejadian preeklampsia di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar lampung. Peneliti menggunakan jenis penelitian studi analitik kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan menggunakan data sekunder rekam medis dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Populasi sebesar 189 ibu hamil trimester kedua dan trimester ketiga. Jumlah sampel minimum sebanyak 128 sampel. Uji statistik analisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil uji chi-square memperlihatkan korelasi antara obesitas dengan kejadian preeklampsia benar adanya, dengan nilai p = 0,021 (p0,05).
Hubungan Tingkat Stres Menghadapi OSCE dengan Kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang Dwiasti, Anindya; Auwyang, Jacobus Albertus; Faizin, Chamim
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.22964

Abstract

Prevalensi GERD pada mahasiswa kedokteran sebanyak 15,2%. Tingkat stres mahasiswa kedokteran mencapai angka 88,9%. Mahasiswa kedokteran rentan mengalami GERD salah satunya karena stres menghadapi ujian. Salah satu ujian mahasiswa kedokteran yang dianggap memiliki stresor yang lebih tinggi yaitu Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan stres menghadapi OSCE dengan kejadian GERD pada mahasiswa FK UNIMUS. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden adalah mahasiswa FK UNIMUS angkatan 2022 semester 5 sebanyak 106 orang dengan teknik total sampling. Kuesioner yang digunakan untuk menilai stres menghadapi OSCE yaitu Depression Anxiety Stress Scale 42 dan Gastroesophageal Reflux Disease Questionnaire untuk mengetahui kejadian GERD. Data diuji menggunakan uji chi square. Dari 106 responden penelitian, 27,4% mengalami stres dan 10,4% menderita GERD. Hasil uji chi square didapatkan nilai p=0,001 (p0,05) yang artinya meskipun angka kejadian GERD tergolong kecil tetapi memiliki hubungan dengan stres menghadapi OSCE. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan yang signifikan antara stres menghadapi OSCE dengan kejadian GERD pada mahasiswa FK UNIMUS.
Peran Radiografer Dalam Pemeriksaan Angiografi Koroner Pada Pasien Post-Cabg (Coronary Artery Bypass Grafting) Dengan Bantuan Injector Di Laboratorium Kateterisasi Dewi, Ni Kadek Mira Prastya; Prasetya, I Made Lana; Hascaryo, Dwi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.22603

Abstract

Radiografer memiliki peran penting dalam tindakan angiografi koroner, khususnya pada pasien post-CABG (Coronary Artery Bypass Grafting) yang memiliki tantangan visualisasi akibat kompleksitas anatomi graft. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran radiografer dalam mendukung keberhasilan tindakan angiografi koroner pada pasien post-CABG dengan bantuan injector kontras otomatis di laboratorium kateterisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan. Data diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara semi-struktural terhadap radiografer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa radiografer berperan penting dalam persiapan, mengoperasikan fluoroskopi dan injector berdasarkan instruksi dari dokter, serta memastikan parameter teknis sesuai protokol klinis agar prosedur berjalan lancar. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa akurasi teknis, kesiapan alat, dan koordinasi radiografer sangat mendukung keberhasilan visualisasi graft dan keselamatan pasien.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5 Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue