cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,353 Documents
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGHADAPI OSCE PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN ANGKATAN 2019 Meidy, Annisa Rosyifa; Febriyani, Upik; Sudiadyani, Ni Putu; Anggraini, Marisa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i10.12727

Abstract

Abstrak: Hubungan Motivasi Belajar Dengan Tingkat Kecemasan Dalam Menghadapi OSCE Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Angkatan 2019. Motivasi adalah dorongan penggerak dalam diri kita untuk melakukan kegiatan belajar untuk mencapai sesuatu. Jika seseorang memiliki keinginan dan kemauan yang tinggi untuk belajar, maka seseorang tersebut dapat mengendalikan kecemasan yang ada di dalam diri orang tersebut. Kecemasan adalah kondisi psikologis seseorang yang penuh dengan rasa takut dan khawatir akan sesuatu hal yang  belum pasti terjadi. Salah satu penyebab dari kecemasan adalah ujian OSCE di mana mahasiswa merasa khawatir dan takut tidak bisa mengerjakan ujian tersebut dengan baik. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui apakah terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi OSCE pada mahasiswa kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis analitik. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode cross sectional, alat ukur dengan kuesioner MSLQ dan DASS. Serta menggunakan teknik total sampling. Didapatkan responden penelitian berjumlah 103 mahasiswa dengan motivasi belajar terbanyak pada kategori sedang yaitu sebanyak 64 orang (62.14%). Tingkat kecemasan terbanyak pada kategori parah yaitu berjumlah 32 orang (31,07%). Hasil penelitian menunjukan nilai p-value adalah 0,705 (p>0,05) dan uji korelasi sebesar -0,038. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi OSCE pada mahasiswa kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2019.
GAMBARAN POLA MAKAN MAHASISWA PRODI KEDOKTERAN TAHUN PERTAMA DAN KO-ASSISTEN PROFESI DOKTER DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI Mustofa, Festy Ladyani; Silvia, Eka; Kawalis, Yuni Vita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i2.14259

Abstract

Abstrak : Gambaran Pola Makan Mahasiswa Prodi Kedokteran Tahun Pertama Dan Ko-Assisten Profesi Dokter Di Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Tahun. Mahasiswa adalah golongan kelompok usia yang relatif sangat bebas dalam memilih jenis makanan yang ingin dikonsumsi. Pada mahasiswa terutama tahun pertama, terdapat beberapa perubahan yang dapat berpengaruh terhadap konsumsi makanan. Pada mahasiswa juga terjadi perubahan gaya hidup, perilaku, tidak terkecuali pengalaman dalam menentukan makanan apa yang akan dikonsumsi atau kebiasaan makan. Mahasiswa sering mengonsumsi makanan yang tidak sehat, sering tidak teratur, sering jajan, dan sering tidak makan pagi maupun makan siang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola makan pada mahasiswa tahun pertama dan mahasiswa ko-assisten Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Kota Bandar Lampung. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskirptif kantitatif dengan desain cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah mahasiswa tahun pertama dan mahasiswa ko-assisten Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati yang berjumlah 147 orang. Keterangan kelaikan etik 3938/EC/KEP-UNMAL//VIII/2023. Pada Penelitian ini didapatkan hasil Mahasiswa Prodi Kedokteran Tahun Pertama sebanyak 73 responden (49,6%) dan pada mahasiswa Koass 74 responden (50,4%). Dan pola makan yang paling banyak pada mahasiswa Prodi yaitu pola makan kurang  sebanyak 44 responden (60,3%) dan pada mahasiswa Koass Profesi pola makan cukup sebanyak 34 responden (45,9%). Tempat tinggal mahassiwa Prodi yang paling banyak tinggal sendiri yaitu 54 responden (74%) dan pada mahasiswa Koass profesi sebanyak 58 responden (78,4%). Pada IMT yang paling banyak normal pada mahasiswa Prodi sebanyak 48 responden (65,8%) sedangkan IMT terbanyak overweight pada mahasiswa Koass profesi sebanyak 32 responden (43,2 %). Gambaran pada mahasiswa prodi kedokteran tahun pertama dan ko asissten Profesi dokter di Fakultas Kedokteran Universitas malahayati tahun 2023 yaitu pola makan, tempat tinggal dan IMT.
Hubungan Ukuran Tumor Dan Grading Pada Pasien Karsinoma Payudara Di RSUD Jenderal Ahmad Yani (RSAY) Kota Metro Lampung Oktaprianti, Diah; Sahara, Nita; Sani, Nopi; Prasetyo, Wien Wiratmoko Guritno Tedjo
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i6.14952

Abstract

Karsinoma payudara adalah keganasan yang paling sering menyebabkan kematian wanita di seluruh dunia. Penentuan ukuran tumor dan grade sangat diperlukan untuk menentukan jenis terapi dan prognosis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Ukuran Tumor Dan Grade Pada Pasien Karsinoma Payudara Di RSUD Jenderal Ahmad Yani (RSAY) Kota Metro Lampung. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan Metode Analitik Observasional menggunakan pendekatan Cross Sectional dilakukan pada bulan Oktober 2023 di RSUD Jenderal Ahmad Yani (RSAY) Kota Metro Lampung dengan subjek penelitian data rekam medis pasien yang terdiagnosis Karsinoma Payudara Tahun 2019-2023 menggunkan uji statistik Chi-square dengan jumlah sampel 138 sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penilitian menunjukkan Jumlah pasien yang memiliki ukuran tumor ≥5 memiliki presentase terbesar sebanyak 125 (90,6 %) dengan Kategori high grade pada pasien karsinoma Payudara memiliki presentase terbesar sebanyak 109 (79,0%) dan terdapat hubungan yang signifikan antara Ukuran Tumor dan Grade pada pasien Karsinoma Payudara di RSUD Jenderal Ahmad Yani (RSAY) Kota Metro Lampung Tahun 2023 dengan nila p value 0,030. Penilaian grade akan bagus apabila tidak/kurang terjadi kekambuhan sehingga angka harapan hidup menjadi tinggi. Sebaliknya, penilaian grade semakin buruk jika terjadi kekambuhan sehingga angka harapan hidup menjadi rendah.Bagi pasien disarankan untuk melakukan pemeriksaan secara dini ke rumah sakit jika terdapat benjolan payudara.
STUDI LITERATUR: CONGENITAL ADRENAL HYPERPLASIA Savitri, Gaida Gita; M H., Amrullah; R Chusaeri, Andhito; G Kayla, Baiq; Shaffiranisa, Elviena; A K Putri, Trisna; Azmi, Ulul; H I., Zulfa; E Ajmala, Indana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i12.12487

Abstract

Abstrak: Studi Literatur: Congenital Adrenal Hyperplasia. Congenital Adrenal Hyperplasia (CAH) dapat menyebabkan kelainan endokrin yang langka dan mengancam jiwa. CAH merupakan kelainan autosomal resesif yang menyebabkan gangguan pembentukan kortisol akibat hambatan dari salah satu tahap enzimatik yang dibutuhkan untuk biosintesis kortisol dan aldosteron. Kondisi tersebut umumnya ditemukan pada 1 dari 10.000 dan 1 dari 20.000 bayi. Frekuensi pembawa/ karier defisiensi 21- hydroxylasetipe klasik diperkirakan 1 diantara 60 orang. Manifestasi klinis CAH dapat diklasifikasikan menjadi CAH klasik dan CAH non-klasik. lambat CAH klasik terjadi akibat defisiensi enzim yang parah, sehingga menyebabkan rendahnya kadar aldosteron dan kortisol, namun kadar androgen tinggi, sedangkan CAH Non-klasik terjadi karena kelainan pada tahap sintesis steroid dari protein steroidogenic acute regulatory protein (StAR). Diagnosis CAH dapat ditegakkan berdasarkan peningkatan kadar 17-OHP. Tata laksana yang dapat diberikan pada pasien CAH adalah glukokortikoid, mineralokortikoid, dan terapi pembedahan. 
RESISTENSI ANTI JAMUR PADA DERMATOFITOSIS : LITERATURE REVIEW Wahyu, Fadlan Fadilah; Eka Putra, Carolus Byli Pandu; Sayoeti, Muhammad Fitra Wardhana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i5.13947

Abstract

Dermatofitosis atau disebut juga tinea adalah sekelompok infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur dermatofita. Telah terjadi peningkatan infeksi dermatofita yang resisten terhadap antijamur di seluruh dunia. Resistensi anti jamur awalnya tercatat di India namun kini juga dilaporkan di beberapa negara Eropa, Iran, Jepang, dan Tiongkok, serta baru-baru ini telah terjadi di Amerika Serikat. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengkaji penelitian terdahulu mengenai resistensi anti jamur pada dermatofitosis. Penelitian ini menggunakan desain literature review, yaitu melakukan tinjauan sistematis dengan memilih artikel yang relevan dan sesuai dengan tujuan penelitian. Proses seleksi studi literatur diadaptasi dari PRISMA-ScR. Kriteria inklusi penelitian ini meliputi orisinalitas, penggunaan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, kata kunci meliputi dermatofita, dermatofitosis, tinea, resistensi, terbinafine, azol, dan griseovulfin. Resistensi anti jamur banyak terjadi pada terbinafine dibandingkan golongan azol. Agen penyebab dapat beragam seperti Trichophyton interdigitale, T. mentagrophytes, T. rubrum, Epidermopyton floccosum, dan Microsporum audouinii. Faktor penyebab resistensi anti jamur antara lain faktor jamur, host, obat, dan presentasi klinis. Dermatofitosis resisten anti jamur ditandai dengan dermatofitosis yang meluas dengan kekambuhan berulang setelah menjalani pengobatan yang berbeda, lesi seringkali berukuran besar dengan rasa gatal yang parah, serta keterlibatan beberapa lokasi tinea. Tatalaksana yang dapat dilakukan yaitu menaikan dosis terbinafine atau itrakonazol, penggunaan golongan azole yang baru, atau dengan terapi laser. Penggunaan anti jamur yang rasional, diagnosis dermatofitosis yang tepat dan pengujian susceptibility antijamur untuk memilih antijamur yang tepat penting dilakukan untuk keberhasilan pengobatan, sehingga dapat meningkatkan keberhasilan praktik klinis dalam mencegah infeksi dermatofita yang resisten.
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTA ALAM BANDA ACEH Akbar, Azrial; Fahdhienie, Farrah; Andria, Dedi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i11.12200

Abstract

Abstrak: Hubungan Kebiasaan Merokok Dengan Kejadian TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh. TB paru merupakan salah satu penyakit infeksi yang menjadi masalah utama kesehatan masyarakat di dunia. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan merokok. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor risiko kebiasaan merokok dengan kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam tahun 2023. Desain penelitian ini dalam bentuk observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita TB Paru (BTA+) yang merokok dan berjenis kelamin laki-laki berjumlah 12 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sebagai sampel kasus total populasi sebanyak 12 dan sampel kontrol sebanyak 24 (1:2) dan dilakukan matching berdasarkan umur dan jenis kelamin. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian yaitu 66,7% responden yang tidak menderita TB paru, 50% responden dengan perokok berat, 50% responden yang merokok ≥ 15 tahun, 55,6% responden yang menghisap rokok dengan jenis filter, 52,8% responden yang berpengetahuan kurang dan 55,6% responden yang berpenghasilan cukup. Hasil uji chi-square diperoleh bahwa ada hubungan antara jumlah rokok p = 0,000 (OR= 26.7, Cl = 2.877-248.023), lama merokok p = 0,005 (OR= 10.0, Cl = 1.756-56.933), jenis rokok p = 0,018 (OR= 7.0, Cl = 1.252-39.149), pengetahuan p = 0,002 (OR= 12.1, Cl = 2.100-70.220) dan tidak ada hubungan antara penghasilan p = 0,885 dengan kejadian TB paru. Ada hubungan antara jumlah rokok, lama merokok, jenis rokok, pengetahuan dan tidak ada hubungan antara penghasilan dengan kejadian TB paru.
HEMIPARESIS DEXTRA EC STROKE NON HEMORAGIK : LAPORAN KASUS Firlanda, Zeni Reviza Safta; Fitriyani, Fitriyani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i3.9192

Abstract

Abstrak: Hemiparese Dextra e.c Stroke Non Hemoragik : Laporan Kasus. Stroke menurut World Health Organization (WHO) didefinisikan sebagai tanda-tanda klinis yang terjadi secara cepat atau mendadak berupa defisit lokal (atau global) pada fungsi otak, dengan gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih atau menyebabkan kematian, tanpa penyebab yang jelas selain penyebab vaskular. Adapun pedoman nasional pelayanan kedokteran (PNPK) tata laksana stroke 2019 mendefinisikan stroke sebagai manifestasi klinis akut akibat disfungsi neurologis pada otak, medula spinalis, dan retina baik sebagian atau menyeluruh yang menetap selama >24 jam atau menimbulkan kematian akibat gangguan pembuluh darah. Stroke iskemik adalah terjadi karena tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau keseluruhan terhenti. Hal ini disebabkan oleh aterosklerosis yaitu penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah ke otak.
Hubungan Pengetahuan Dan Perilaku Pencegahan Tentang Osteoarthritis Pada Lansia Di Panti Werdha Jakarta Selatan Fadhilah Maimuna, A Siti; Farhan, Fanny Septiani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i8.14384

Abstract

Osteoarthritis adalah penyakit umum dengan prevalensi tinggi pada lansia, yang menyebabkan penurunan fungsional dan kualitas hidup. Faktor risiko seperti usia, obesitas, dan riwayat cedera mempengaruhi progresi penyakit. Pengetahuan individu terkait osteoarthritis memainkan peran penting dalam pemahaman lingkungan sekitar dan mempengaruhi sikap serta tindakan terkait gaya hidup. Diketahuinya hubungan pengetahuan dan perilaku terhadap osteoarthritis pada lansia di panti werdha Jakarta Selatan. Penenelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. 78 responden ditentukan menggunakan teknik non probability dengan purposive sampling, data primer berupa pengisian kuesioner di Panti Werdha Jakarta Selatan. Hasil pada penelitian ini terdapat mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (83,3%) dan perilaku baik (85,9%) terkait osteoarthritis. Pada Fisher exact test menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku lansia terhadap osteoarthritis (p value = 0,001 < 0.05). Terdapat hubungan pengetahuan dan perilaku pencegahan tentang osteoarthritis pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3 Jakarta Selatan.
HUBUNGAN USIA DAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN KEJADIAN KANKER PAYUDARA DI RSUD K.M.R.T WONGSONEGORO: STUDI CROSS SECTIONAL Salman, Salman; Prasetyo, Bondan; Romadhoni, Romadhoni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i10.11976

Abstract

Abstrak: Hubungan Usia dan Penggunaan Alat Kontrasepsi Hormonal Dengan Kejadian Kanker Payudara di RSUD K.M.R.T Wongsonegoro: Studi Cross Sectional. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2020 secara global ditemukan diagnosis tumor ganas (kanker) sebanyak 2,3 juta wanita dan 685.000 mengalami kematian. Hal-hal yang berpengaruh terjadinya kanker payudara, yaitu usia >50 tahun dikarenakan seiring bertambahnya usia, anatomi dan fungsi jaringan payudara semakin memburuk, dan penggunaan alat kontrasepsi hormonal dalam jangka panjang, hal ini diperkirakan memiliki pengaruh terhadap risiko terjadinya keganasan.  Untuk mengetahui hubungan usia dan pengunaan alat kontrasepsi hormonal terhadap kejadian kanker payudara di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Penelitian ini menganut jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Teknik purposive sampling digunakan dalam pengambilan sampel pada penelitian ini, menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara pasien tumor jinak dan ganas (kanker) payudara di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro. Kemudian diolah dengan Uji statistik Chi-square. Pada kelompok usia beresiko (< 50 tahun) menjadi sebagian besar responden dengan jenis tumor ganas (kanker) payudara dan sebagian besar pada riwayat penggunaan alat kontrasepsi hormonal >5 tahun. Berdasarkan uji Chi-Square diperoleh variabel jenis tumor (kanker) payudara dengan variabel riwayat penggunaan alat kontrasepsi hormonal diperoleh p-value = 0,003 artinya terdapat hubungan antara riwayat penggunaaan alat kontrasepsi hormonal dengan kejadian kanker. Hasil uji variabel stadium kanker payudara dengan variabel usia diperoleh p-value = 0,011 artinya terdapat hubungan antara usia dengan kejadian kanker payudara. Terdapat hubungan antara usia dan penggunaan alat kontrasepsi hormonal dengan kejadian tumor payudara dan kanker payudaara.
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK, SOSIAL EKONOMI KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU BERBASIS ANALISIS SPASIAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANARAGAN JAYA Cana, Arla Erit Siktia; Rengganis Wardani, Dyah Wulan Sumekar; Susianti, Susianti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i2.13246

Abstract

Abstrak: Hubungan Faktor Lingkungan Fisik, Sosial Ekonomi Kejadian Tuberkulosis Paru Berbasis Analisis  Spasial Di Wilayah Kerja Puskesmas Panaragan Jaya.  Tuberculosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yang dapat menyerang paru dan organ lainnya. Pada tahun 2022 Kementerian Kesehatan bersama seluruh tenaga kesehatan berhasil mendeteksi  TBC di Indonesia sebanyak lebih dari 717.941 kasus. Berdasarkan data laporan Puskesmas Panaragan Jaya selama tahun 2020-2022 kasus TBC terus mengalami peningkatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan fisik (akses ke pelayanan Kesehatan dan cakupan rumah sehat) dan sosial ekonomi (kepadatan penduduk dan keluarga pra sejahtera) dengan kejadian TBC berbasis analisis spasial di wilayah kerja puskesmas Panaragan Jaya Tahun 2020 - 2022. Penelitian ini terbagi menjadi dua jenis yaitu sub penelitian 1 yang membahas tentang hubungan lingkungan fisik sosial ekonomi secara individu dan merupakan penelitian Case-control dan sub penelitian ke 2 membahas tentang analisis spasial dengan wilayah persebaran penyakit TBC. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja puskesmas panaragan jaya  yang memiliki 8 kelurahan. Pelaksanaan Penelitian dilakukan pada bulan agustus - november tahun 2023. Hasil penelitian yang telah dilakukan diwilayah kerja puskesmas panaragan jaya menunjukkan bahwa faktor lingkungan fisik, sosial ekonomi yang berhubungan dengan penyakit TB paru adalah rumah sehat, kepadatan hunian , pendapatan perkapita dengan nilai p value < 0,05 sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan penyakit TB paru adalah akses ke pelayanan Kesehatan. Hasil analisis spasial persebaran Kasus TB paru tertinggi tahun 2020-2022 berada di kelurahan Panaragan Jaya dengan jumlah 49 kasus.

Page 68 of 136 | Total Record : 1353


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue