cover
Contact Name
Andy Sapta
Contact Email
saptaandy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppm_stmik@royal.ac.id
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Published by Smart Education
ISSN : 26154307     EISSN : 26153262     DOI : -
Journal of Science and Social Research is accepts research works from academicians in their respective expertise of studies. Journal of Science and Social Research is platform to disclose the research abilities and promote quality and excellence of young researchers and experienced thoughts towards Change for Development. The journal releases on February and July.
Arjuna Subject : -
Articles 1,307 Documents
PERAN UNDANG UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2012 DALAM MENCEGAH TINDAK PIDANA ANAK DAN DAMPAKNYA PADA PENEGAKAN HUKUM Sinurat, Asri Vivi Yanti
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4342

Abstract

 Abstract: This study aims to analyze the role of Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System (UU SPPA) in preventing juvenile crime and its impact on law enforcement in Indonesia. The research method used is normative juridical with a legislative approach and conceptual through literature study. The results of the study indicate that the SPPA Law provides a strong legal basis for the implementation of diversion and restorative justice so as to reduce recidivism rates, reduce stigma, and protect the rights of children in conflict with the law. The existence of the Correctional Center (BAPAS) also plays an important role in accompanying children, developing community literacy, and facilitating diversion. The impact on law enforcement is a paradigm shift from repressive to humanistic, rehabilitative, and educational authorities. However, the implementation of the SPPA Law still faces obstacles in the form of limited human resources, infrastructure, and suboptimal public understanding. The conclusion of this study confirms that the SPPA Law contributes significantly to preventing juvenile crime while strengthening the protection of children's rights in the criminal justice system in Indonesia.Keyword: SPPA Law; child criminal offenses; restorative justice; diversion; law enforcement  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) dalam mencegah tindak pidana anak dan dampaknya terhadap penegakan hukum di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UU SPPA memberikan dasar hukum yang kuat untuk penerapan diversi dan keadilan restoratif sehingga dapat menekan angka residivisme, mengurangi stigma, dan melindungi hak anak yang berhadapan dengan hukum. Keberadaan Balai Pemasyarakatan (BAPAS) juga berperan penting dalam pendampingan anak, penyusunan litmas, serta fasilitasi diversi. Dampak yang muncul terhadap penegakan hukum adalah pergeseran paradigma aparat dari represif ke arah humanis, rehabilitatif, dan edukatif. Namun, implementasi UU SPPA masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan pemahaman masyarakat yang belum optimal. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa UU SPPA berkontribusi signifikan dalam mencegah tindak pidana anak sekaligus memperkuat perlindungan hak anak dalam sistem peradilan pidana di Indonesia.Kata kunci: UU SPPA; tindak pidana anak; keadilan restoratif; diversi; penegakan hukum
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, PENGAWASAN, DAN TELADAN PIMPINAN TERHADAP DISIPLIN KERJA PEGAWAI KANWIL KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI SUMATERA UTARA Tarigan, Resa Kania Br; Rizky, Muhammad Chaerul; Syahfitri, Amanda; Azhari, Nabila
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4211

Abstract

Abstract: This study aimed to analyze the influence of organizational culture, supervision, and leadership role modeling on the work discipline of civil servants at the Regional Office of the Ministry of Religious Affairs of North Sumatra Province. The population included all civil servants excluding top-level leadership, totaling 158 employees, with a sample size of 61 respondents selected through saturated purposive sampling. The research was conducted in 2025. Data were collected using questionnaires and analyzed through multiple linear regression using a quantitative-associative approach with SPSS version 25. The results indicated that organizational culture, supervision, and leadership role modeling had a positive and significant influence on employee work discipline, both partially and simultaneously. Among the independent variables, organizational culture was found to be the most dominant factor affecting work discipline, as indicated by the highest Beta coefficient. The regression model explained 90.3% of the variation in work discipline, while the remaining 9.7% was attributed to other unexamined factors. The findings also revealed a very strong relationship between work discipline and the three independent variables. Keyword: Organizational Culture, Supervision, Leadership Role Modeling, Work Discipline. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi, pengawasan, dan teladan pimpinan terhadap disiplin kerja pegawai negeri sipil di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai negeri sipil selain pimpinan, berjumlah 158 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 61 responden yang ditentukan melalui teknik purposive sampling jenuh. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda dengan pendekatan asosiatif-kuantitatif melalui bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa budaya organisasi, pengawasan, dan teladan pimpinan secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja pegawai. Di antara ketiga variabel bebas, budaya organisasi merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi disiplin kerja, ditunjukkan oleh nilai koefisien Beta tertinggi. Model regresi mampu menjelaskan variabel disiplin kerja sebesar 90,3%, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Temuan ini juga menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara disiplin kerja dengan ketiga variabel bebas.  Kata kunci: Budaya Organisasi, Pengawasan, Teladan Pimpinan, Disiplin Kerja.
PENGARUH CITRA SEKOLAH DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN ORANG TUA MEMILIH SEKOLAH DENGAN WORD OF MOUTH (WOM) SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA SMP BRUDER PONTIANAK Syamsiar, Benus; Pradiani, Theresia; Handarini, Dany Moenindyah
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4242

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of school image (brand image) and service quality on parents’ decision to choose a school, with word of mouth (WOM) as an intervening variable, in the context of SMP Bruder Pontianak as an educational institution for their children. The background of this research is a positive phenomenon: despite the growing number of private schools in Pontianak City, each offering various strengths, SMP Bruder Pontianak continues to gain the trust of parents in enrolling their children at the institution. The school consistently meets its target of admitting seven classes annually. Based on preliminary interviews during the student admission process (PPDB) and field observations prior to the study, three main factors emerged as key considerations for parents: school image (brand image), service quality, and word of mouth as an intervening factor.This research adopts a quantitative method with a survey approach, involving 157 randomly selected parents of seventh-grade students. The data were analyzed using regression techniques to test the relationships between independent variables (school image and service quality), the dependent variable (parents’ decision to choose the school), and the intervening variable (word of mouth), with data processing conducted through SPSS 27.The results reveal that school image (brand image) significantly influences word of mouth, but does not directly affect the decision-making process. Service quality, on the other hand, has a positive and significant effect both on word of mouth and on the decision to choose the school. These findings suggest important implications for SMP Bruder Pontianak: to enhance its school image so it becomes a more decisive factor in parents’ school selection, and to optimize service quality to ensure that all stakeholders—especially parents—receive standardized, high-quality services. Additionally, word of mouth serves as a mediating influence through interactions among parents, friends, family members, and others. Keywords: School Image, Brand Image, Service Quality, Word Of Mouth, Decision-                Making In School Selection Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh citra sekolah (brand image), kualitas pelayanan, terhadap keputusan orang tua memilih sekolah dengan WOM sebagai intervening pada SMP Bruder Pontianak sebagai sebuah Lembaga Pendidikan bagi anak-anak mereka. Penelitian ini memiliki latar belakang atau fenomena objek yang positif dimana dengan banyaknya jumlah sekolah swasta di Kota Pontianak dengan berbagai keunggulan masing-masing, namun SMP Bruder Pontianak tetap mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk menyekolahkan anaknya pada lembaga ini. Target penerimaan sebanyak tujuh kelas selalu terpenuhi. Berdasarkan hasil wawancara sederhana pada saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan hasil pengamatan dilapangan dan pra penelitian dilakukan, didapatkan ada tiga faktor yang menjadi pertimbangan bagi orang tua yaitu citra sekolah (brand image), kualitas pelayanan, dan word of mouth sebagai intervening. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei yang melibatkan 157 orang tua kelas tujuh dengan teknik acak (random). Data analisis menggunakan regresi untuk menguji hubungan antar variabel bebas (citra sekolah dan kualitas pelayanan) dengan variabel terikat (keputusan orang tua memilih sekolah) dan word of mouth (intervening) dengan pengolahan data menggunakan SPSS 27. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Citra Sekolah (brand image) memiliki pengaruh signifikan terhadap word of mouth. Kualitas pelayanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap word of mouth dan terhadap keputusan memilih sekolah. Citra sekolah memiliki pengaruh namun tidak signifikan terhadap keputusan memilih sekolah. Temuan ini memunculkan implikasi bagi SMP Bruder Pontianak untuk meningkatkan citra sekolah agar citra sekolah mampu menjadi salah satu faktor keputusan bagi orang tua memilih sekolah, selain itu memaksimalkan kualitas pelayanan agar semua warga sekolah atau orang tua mendapatkan pelayanan standar yang diberikan. Selain itu Word of Mouth telah berperan sebagai mediasi antar orang tua, teman, keluarga dan orang lain. Kata Kunci: Citra Sekolah, Brand Image, Kualitas Pelayanan, Word Of Mouth,                     Keputusan Memilih
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN METODE SAW UNTUK SELEKSI PPNPN TELADAN DI STASIUN METEOROLOGI AHMAD YANI Palupi, Dian; Eksawati, Rini; Raharjo, Fajar; Wiratno, Amat; Nugroho, Kristiawan; Ardhianto, Eka
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4157

Abstract

Abstract: The selection of exemplary Government Employees Non-Civil Servants (PPNPN) is a strategic initiative aimed at fostering a productive, disciplined, and professional work culture within government institutions. This system is designed to assist the evaluation and selection process of outstanding PPNPN at Ahmad Yani Meteorological Station, replacing conventional assessment methods that previously focused mainly on attendance and communication, which were often considered subjective and time-consuming. The evaluation involved 10 PPNPN assessed based on eight key criteria: productivity, personality and loyalty, attendance, job responsibility, initiative, honesty, neatness, and teamwork. Data were collected through questionnaires distributed to Civil Servants (ASN) at Ahmad Yani Meteorological Station, who are directly involved in the daily performance assessment of the PPNPN. The results show that the Simple Additive Weighting (SAW) method effectively ranked PPNPN performance, with the highest score of 100 achieved by MH and the lowest score of 95.2 by HS. The implementation of the SAW method is expected to provide transparent, objective, and measurable results to support data-driven decision-making in employee performance evaluations. Keyword: Decision Support System; SAW; PPNPN; Performance Evaluation Abstrak: Pemilihan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) teladan merupakan langkah strategis dalam mendorong budaya kerja yang produktif, disiplin, dan profesional di lingkungan instansi pemerintahan. Sistem ini dirancang untuk menjadi alat bantu dalam proses evaluasi dan seleksi PPNPN teladan di Stasiun Meteorologi Ahmad Yani, menggantikan metode penilaian konvensional yang sebelumnya hanya berpusat pada presensi dan komunikasi yang dinilai kurang objektif dan memakan waktu. Prosesevaluasi melibatkan 10 orang PPNPN yang dinilai berdasarkan delapan kriteria utama, yakni produktivitas, perilaku kepribadian dan loyalitas, kehadiran, tanggung jawab pekerjaan, inisiatif, kejujuran, kerapihan, dan kerjasama. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Stasiun Meteorologi Ahmad Yani sebagai responden yang terlibat langsung dalam penilaian kinerja harian para PPNPN. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode SAW berhasil menyusun peringkat kinerja PPNPN secara efektif. Dimana didapat nilai tertinggi yaitu 100 atas nama MH dan nilai terendah yaitu HS dengan nilai 95.2. Dengan metode SAW ini diharapkan mampu memberikan hasil yang transparan, objektif, dan terukur dalam mendukung proses pengambilan keputusan berbasis data dalam evaluasi kinerja pegawai. Kata kunci: Sistem Pendukung Keputusan; Simple Additive Weighting; PPNPN;                    Penilaian Kinerja
KEJAKSAAN DALAM PELAKSANA PRINSIP DOMINUS LITIS PADA SISTEM PERADILAN PIDANA Tarigan, Pristina Sari Ananda; Trisna, Wessy; Andrianti, Syarifah Lisa
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4256

Abstract

Abstract: In lawenforcementpractice, prosecutorsnolongeractivelyact as dominuslitis. In fact, bybeingactivelyinvolvedsincetheinvestigationstage in thepolice, prosecutorscaneasilyprepareindictmentsandcharges, thusencouragingtherevisionoftheDominusLitisprinciple in the RUUHAP. The purposeofthis study istoanalyzetheimplementationoftheDominusLitisprinciple in thepre-prosecutionprocessandthe ideal conceptionoftheDominusLitisprinciple in the RUUHAP. The resultsofthe study statethattheDominusLitisprinciple in Law Number 8 of 1981 concerningCriminalProcedure Law is not regulatedatall, thereisnodirectinvolvementofprosecutors in caseexaminationssuch as examinationofsuspects, witnessesandotherevidencesothatthedominuslitisprincipleis not visible in theCriminalProcedure Code. Thisiswhatcausesthebackandforthofcaseexaminationsbecausethevisionofprosecutorsandinvestigators in examiningcriminalcasesbeinghandledis not aligned. The applicationoftheDominusLitisprinciple in thepre-prosecutionprocessconsistsof 2 obstacles, namely internal obstaclesandexternalobstacles.  Keyword:Prosecutor’s, Dominus Litis, RUUHAP  Abstrak: Dalam praktik penegakan hukum, jaksa tidak lagi bersifat dominuslitis secara aktif. Padahal, dengan terlibat aktif sejak tahap penyidikan di kepolisian, jaksa dapat dengan mudah menyusun surat dakwaan dan tuntutan, sehingga hal ini mendorong adanya revisi asas DominusLitis dalam RUUHAP. Tujuan penelitian adalah menganalisis implementasi asas DominusLitis dalam proses prapenuntutan dan konsepsi ideal asas DominusLitis dalam RUUHAP. Hasil penelitian menyatakan bahwa Asas DominusLitis dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana sama sekali tidak diatur, tidak ada keterlibatan langsung Jaksa dalam pemeriksaan perkara seperti pemeriksaan tersangka, saksi dan alat bukti lainnya sehingga asas dominuslitis secara kasat mata tidak terlihat dalam KUHAP. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya bolak-balik pemeriksaan perkara karena visi Jaksa dan penyidik dalam memeriksa perkara pidana yang ditangani belum sejalan. Penerapan asas DominusLitis dalam proses prapenuntutan terdiri dari 2 hambatan, yaitu hambatan internal dan hambatan eksternal.   Kata kunci: Jaksa, DominusLitis, RUUHAP   
OPTIMALISASI CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT MELALUI MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN LOYALITAS DAN KEPUASAN PELANGGAN PADA UMKM NAFARA BEDSHEET Putri, Pristiyanilicia; Syafwan, Havid
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4149

Abstract

Abstract: This study aims to explore and develop strategies for optimizing Customer Relationship Management (CRM) through social media in enhancing customer satisfaction and loyalty at NAFARA Bedsheet, a micro, small, and medium enterprise (MSME) in Padang City. By utilizing social media platforms such as WhatsApp, Instagram, TikTok, and Facebook, CRM is expected to foster more personal, responsive, and value-driven relationships with customers. This research employs a quantitative approach using the Structural Equation Modeling method based on Partial Least Squares (SEM-PLS), assisted by SmartPLS 3.0 software. The sample consists of 100 respondents who are active customers of the MSME, selected through simple random sampling. The research findings show that the Satisfaction variable, with an R-square value of 0.573, indicates that 57.30% of the satisfaction can be explained or influenced by CRM, and the Loyalty variable, with an R-square value of 0.448, suggests that 44.80% of customer loyalty can be explained or influenced by CRM. With a moderate predictive model, it means that the model adequately captures the studied variables. These results indicate that CRM implementation through social media has a significant effect on customer satisfaction and loyalty. This finding highlights the importance of leveraging social media as a strategic tool in customer relationship management, particularly for MSMEs. The study provides recommendations for business practitioners to integrate digital CRM strategies into their business operations to enhance competitiveness and business sustainability.Keywords: CRM; Social Media; Loyalty; Satisfaction; SEM-PLS Method.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan strategi optimalisasi Customer Relationship Management (CRM) berbasis media sosial dalam meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan pada UMKM NAFARA Bedsheet di Kota Padang. Dengan memanfaatkan platform media sosial seperti WhatsApp, Instagram, TikTok, dan Facebook, CRM diharapkan dapat menciptakan hubungan yang lebih personal, responsif, dan bernilai dengan pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui bantuan perangkat lunak SmartPLS 3.0. Sampel terdiri dari 100 responden yang merupakan pelanggan aktif UMKM tersebut, dipilih secara acak sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Kepuasan dengan nilai R-square 0,573 bermakna bahwa 57,30% dari variabel kepuasan dapat dijelaskan/dipengaruhi oleh CRM dan variabel Loyalitas dengan nilai R-square 0,448 bermakna bahwa 44,80% variabel loyalitas dapat dijelaskan/dipengaruhi oleh CRM. Dengan model prediksi moderat bermakna bahwa model cukup menangkap variabel yang diteliti. Hasil ini menunjukkan implementasi CRM melalui media sosial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan. Temuan ini menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai alat strategis dalam manajemen hubungan pelanggan, terutama bagi UMKM. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pelaku usaha untuk mengintegrasikan strategi CRM secara digital dalam operasional bisnis mereka guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.Kata kunci: CRM; Media Sosial; Loyalitas; Kepuasan; Metode SEM-PLS.
PERENCANAAN SISTEM INFORMASI STARTEGIS MEGGUNAKAN METODE EAP PADA RS SAKIT KESREM LHOKSEUMAWE Akbar, Anggi Rizki; Yulisda, Desvina; Fitria, Rahma
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4305

Abstract

Abstract: Strategic information system planning is an important process to combine business strategy with information technology needs, especially in the field of health services. The purpose of this research is to use the Enterprise Architecture Planning (EAP) approach to design an integrated strategic information system at Kesrem Lhokseumawe Hospital. EAP includes stages such as planning initialisation, business modelling, analysis of current systems and technologies, design of data architecture, application architecture, and technology architecture, and preparation of a system implementation plan. The analysis results show that business activities at Kesrem Hospital are divided into two main categories: medical and nursing services; and supporting categories, such as financial management, human resources, and infrastructure facilities. The current information system is still manually created and not integrated, which causes data errors and high delays in decision-making. The identification of key data entities, list of candidate applications based on business functions, proposed network topology, and prioritised application implementation roadmap are all part of the resulting architecture design. It is expected that this strategic planning serves as a model for building information systems that are flexible, effective, and capable of assisting data-driven and rapid management decision-making.Keyword: Strategic Information System Planning; Enterprise Architecture Planning (EAP); Hospital; Data Architecture; Application Portfolio.Abstrak: Perencanaan sistem informasi strategis adalah proses penting untuk menggabungkan strategi bisnis dengan kebutuhan teknologi informasi, khususnya dalam bidang layanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggunakan pendekatan Enterprise Architecture Planning (EAP) untuk membuat rancangan sistem informasi strategis yang terintegrasi di Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe. EAP mencakup tahapan seperti inisialisasi perencanaan, pemodelan bisnis, analisis sistem dan teknologi yang sedang berjalan, perancangan arsitektur data, arsitektur aplikasi, dan arsitektur teknologi, dan penyusunan rencana implementasi sistem. Hasil analisis menunjukkan bahwa aktivitas bisnis di RS Kesrem terbagi menjadi dua kategori utama: pelayanan medis dan keperawatan; dan kategori pendukung, seperti manajemen keuangan, sumber daya manusia, dan sarana prasarana. Sistem informasi saat ini masih dibuat secara manual dan tidak terintegrasi, yang menyebabkan kesalahan data dan keterlambatan pengambilan keputusan yang tinggi. Identifikasi entitas data utama, daftar calon aplikasi berdasarkan fungsi bisnis, usulan topologi jaringan, dan roadmap implementasi aplikasi prioritas adalah semua bagian dari rancangan arsitektur yang dihasilkan. Diharapkan perencanaan strategis ini berfungsi sebagai model untuk membangun sistem informasi yang fleksibel, efektif, dan mampu membantu pengambilan keputusan manajemen yang berbasis data dan cepat.Kata kunci: Perencanaan Sistem Informasi Strategis; Enterprise Architecture Planning (EAP); Rumah Sakit; Arsitektur Data; Portofolio Aplikasi.
ANALISIS METODE FUZZY C-MEANS UNTUK DETEKSI DAN KLASTERISASI PENYAKIT DIABETES DI RSUD PIDIE JAYA Arifah, Mutia; Muthmainnah, Muthmainnah; Abdullah, Dahlan
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4201

Abstract

Abstract: Diabetes is a chronic disease with a steadily increasing number of suf Mutia Arifah ferers every year, including in Pidie Jaya Regency. Early detection and clustering of sufferers are crucial to support effective disease management, personalized care, and more targeted allocation of health resources. This study aims to cluster sub-districts based on the number of diabetes sufferers using the Fuzzy C-Means (FCM) method. This method was chosen because it can flexibly group data by calculating the degree of membership of each data item within each cluster. The data used is secondary data on the number of diabetes sufferers from 12 sub- districts in Pidie Jaya Regency during the 2021-2024 period. The clustering process is carried out through several stages: parameter initialization, random creation of an initial partition matrix, calculation of cluster centers, degree of membership, and iterative evaluation of the objective function until convergence. The results show that Fuzzy C-Means successfully divides the data into two clusters: high and low clusters. Subdistricts such as Trienggadeng and Meureudu are in the high cluster, while Cubo and Jangka Buya are in the low cluster. The objective function value decreased significantly and reached convergence at the 13th iteration. The results of this study are expected to assist local governments and health agencies in developing more targeted policies based on the geographic distribution of diabetes sufferers in the Pidie Jaya region.Keyword: Diabetes, Clustering, Fuzzy C-Means.Abstrak: Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang jumlah penderitanya terus meningkat setiap tahun, termasuk di Kabupaten Pidie Jaya. Deteksi dini dan klasterisasi penderita sangat penting untuk mendukung manajemen penyakit yang efektif, personalisasi perawatan, serta alokasi sumber daya kesehatan yang lebih tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengklaster wilayah kecamatan berdasarkan jumlah penderita diabetes menggunakan metode Fuzzy C-Means. Metode ini dipilih karena mampu mengelompokkan data secara fleksibel dengan memperhitungkan derajat keanggotaan setiap data terhadap masing-masing klaster. Data yang digunakan berupa data sekunder jumlah penderita diabetes dari 12 kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya selama periode 2021, 2022, 2023 hingga 2024. Proses klasterisasi dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu inisialisasi parameter, pembuatan matriks partisi awal secara acak, perhitungan pusat klaster, derajat keanggotaan, dan evaluasi fungsi objektif secara iteratif hingga konvergensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fuzzy C-Means berhasil membagi data menjadi dua klaster, yaitu klaster tinggi dan rendah. Kecamatan seperti Trienggadeng dan Meureudu termasuk klaster tinggi, sedangkan Cubo dan Jangka Buya termasuk klaster rendah. Nilai fungsi objektif menurun signifikan dan mencapai konvergensi pada iterasi ke-13. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dan instansi kesehatan dalam membuat kebijakan yang lebih tepat sasaran berdasarkan distribusi geografis penderita diabetes di wilayah Pidie Jaya.Kata kunci: Diabeter, Clustering, Fuzzy C-Means.
ANALISIS YURIDIS KEWENANGAN PENYIDIKAN TNI ANGKATAN LAUT TERHADAP TINDAK PIDANA PEMBAJAKAN KAPAL DI WILAYAH LAUT TERITORIAL Harahap, Mhd Ripai; Yunara, Edi; Suhaidi, Suhaidi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4230

Abstract

Abstract: This study examines the legal authority of the Indonesian Navy (TNI AL) to investigate the crime of ship piracy in the territorial waters of Indonesia, with an emphasis on the limits of authority between law enforcement officers and the potential for regulatory conflicts. Indonesia's vast and strategic sea area involves many institutions in law enforcement functions, such as the TNI AL, Polri, Bakamla, Ministry of Transportation, and Ministry of Maritime Affairs and Fisheries. This multi-institutional involvement often results in overlapping authority, especially in the process of investigating crimes of piracy that are cross-border and international in nature. This research is to answer (this uses a normative legal method with a statute approach and a case approach. Authority is very important to be given legal rules so that there is no clash of authority and conflict between law enforcement institutions including the sea area has various types of law enforcers who on average have the authority to conduct investigations including the Indonesian Navy. However, in the crime of ship hijacking, seen from the existing law, the Indonesian Navy has not been authorized to investigate the crime, due to the absence of a legal basis that is relevant and certain to provide the authority to investigate the Indonesian Navy.Keyword: Investigative Authority, Indonesian Navy, Ship Hijacking, Territorial Sea Area, Conflict of Authority, Law of the SeaAbstrak: Penelitian ini mengkaji secara yuridis kewenangan penyidikan TNI Angkatan Laut (TNI AL) terhadap tindak pidana pembajakan kapal di wilayah laut teritorial Indonesia, dengan menitikberatkan pada batasan kewenangan antar-aparat penegak hukum dan potensi konflik regulasi. Wilayah laut Indonesia yang luas dan strategis melibatkan banyak institusi dalam fungsi penegakan hukum, seperti TNI AL, Polri, Bakamla, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Keterlibatan multi-institusi ini seringkali menimbulkan tumpang tindih kewenangan, khususnya dalam proses penyidikan tindak pidana pembajakan yang bersifat lintas batas dan berskala internasional. Penelitian ini untuk menjawab (ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Kewenangan sangat penting diberi aturan hukum agar tidak terjadi benturan kewenangan dan konflik antar lemabaga penegak hukum termasuk wilayah laut memilik berbagai macam penegak hukum yang rata-rata memiliki kewenangan dalam melakukan penyidikan termasuk TNI Angkatan Laut. Namun pada tindak pidana pembajakan kapal dilihat dari undang-undang yang ada TNI Angkatan Laut belum berwenang menyidik Tindak Pidana tersebut, akibat ketiadaan dasar hukum yang secara relevan dan pasti memberikan kewenangan penyidikan pada TNI Angkatan Laut.Kata kunci: Kewenangan Penyidikan, TNI Angkatan Laut, Pembajakan Kapal, Wilayah Laut Teritorial, Konflik Kewenangan, Hukum Laut
Komunikasi Budaya Dalam Tradisi Nyelametang Gumi: Konstruksi Moral Dalam Tradisi Lokal Di Desa Kebon Ayu putri, kharisma ika; malik, abdul; wahid, abdul
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.3458

Abstract

Tradisi Nyelametang Gumi di Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat merupakan bentuk budaya yang masih terjaga hingga saat ini. Tradisi Nyelametang Gumi merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan dan alam atas panen yang melimpah, serta permohonan keselamatan untuk musim tanam berikutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana komunikasi budaya terjadi dalam tradisi gumi nyelametang dan nilai-nilai moral apa saja yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, melalui wawancara, observasi, dan tinjauan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Nyelametang Gumi mencerminkan bentuk komunikasi budaya yang kaya akan simbolisme, nilai-nilai spiritual, sosial, dan ekologis. Melalui simbol-simbol dan praktik ritual ini, masyarakat mengkomunikasikan nilai-nilai moral seperti rasa syukur, harmoni dengan alam, solidaritas sosial, penghormatan kepada leluhur, dan pelestarian budaya. Selain sebagai bentuk spiritualitas, tradisi Nyelametang Gumi juga merupakan sarana komunikasi verbal dan nonverbal. Tradisi ini menunjukkan bahwa budaya dan komunikasi membentuk dan saling menguatkan dalam menjaga keberlanjutan kehidupan masyarakat