cover
Contact Name
Andy Sapta
Contact Email
saptaandy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppm_stmik@royal.ac.id
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Published by Smart Education
ISSN : 26154307     EISSN : 26153262     DOI : -
Journal of Science and Social Research is accepts research works from academicians in their respective expertise of studies. Journal of Science and Social Research is platform to disclose the research abilities and promote quality and excellence of young researchers and experienced thoughts towards Change for Development. The journal releases on February and July.
Arjuna Subject : -
Articles 1,452 Documents
THE GOVERNMENT'S LEGAL RESPONSIBILITY IN FULFILLING PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT FOR DOCTORS DURING THE COVID-19 PANDEMIC Putri Bahari Derma; Ardiansyah Ardiansyah; Sudi Fahmi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v5i3.1000

Abstract

Abstract: The high rate of Covid-19 infection that occurs today requires the fulfillment of health facilities for doctors and health workers, especially Personal Protective Equipment (PPE) in handling patients during the Covid-19 pandemic. PPE shortages were widely reported in some health care facilities in various regions. Not only in privately owned health service facilities, government hospitals and puskesmas are also not spared from experiencing limited PPE. This Study discusses how the Government's Legal Responsibility Arrangements in Fulfilling PPE (APD) for Doctors amidst the Covid-19 Pandemic. This study used normative legal as its research method. The results of this study indicated that there are no specific arrangements that regulate the government's responsibility in providing PPE (APD) for doctors during the Covid-19 period. The government's responsibility for providing PPE for doctors amidst the covid-19 period was a form of main responsibility. But it was still not done well. Ideally, the governments responsibility in fulfilling physicians rights to health has emerged in accordance with the standards set by WHO in the form of providing appropriate personal protective equipment. It was important to Special monitoring is needed regarding the availability of existing PPE (APD) in the form of quantity and quality so that the safety and health rights of doctors can be fulfilled.Keywords: Job Characteristics, Individual Characteristics, Job Satisfaction, CivilServant Performance.Abstrak: Tingginya angka infeksi Covid-19 yang terjadi saat ini menuntut pemenuhan fasilitas kesehatan bagi dokter dan tenaga kesehatan khususnya Alat Pelindung Diri (APD) dalam menangani pasien di masa pandemi Covid-19. Kekurangan APD dilaporkan secara luas di beberapa fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai daerah. Tidak hanya di fasilitas pelayanan kesehatan milik swasta, rumah sakit pemerintah dan puskesmas juga tidak luput mengalami keterbatasan APD. Kajian ini membahas bagaimana Pengaturan Tanggung Jawab Hukum Pemerintah dalam Pemenuhan APD (APD) bagi Dokter di tengah Pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan hukum normatif sebagai metode penelitiannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaturan khusus yang mengatur tentang tanggung jawab pemerintah dalam penyediaan APD (APD) bagi dokter selama masa Covid-19. Tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan APD bagi para dokter di tengah masa Covid-19 merupakan bentuk tanggung jawab utama. Tapi itu masih belum dilakukan dengan baik. Idealnya, tanggung jawab pemerintah dalam memenuhi hak dokter atas kesehatan telah muncul sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh WHO dalam bentuk penyediaan alat pelindung diri yang sesuai. Penting Perlu pemantauan khusus mengenai ketersediaan APD (APD) yang ada dalam bentuk kuantitas dan kualitas agar hak keselamatan dan kesehatan dokter dapat terpenuhi.Kata kunci: Karakteristik Pekerjaan, Karakteristik Individu, Kepuasan Kerja, Sipil Kinerja Pelayan.
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM REPRODUKSI MANUSIA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI KELAS XI IPA1 SMA IT INDAH MEDAN T.P 2020/2021 Dita Putri Iskandar Nasution
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 4, No 3 (2021): October 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v4i3.1077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (PBM) pada materi sistem reproduksi manusia di kelas XI IPA1 SMA Swasta IT Indah Medan Tahun Pembelajaran 2020/2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah kelas XI IPA1 dengan jumlah siswa 33 orang. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa ada peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada tiap siklus, untuk data aktivitas belajar siswa diketahui bahwa tingkat aktivitas belajar siswa siklus I pertemuan pertama tergolong buruk, pada siklus I pertemuan kedua tergolong cukup, pada siklus II peningkatan aktivitas siswa tergolong baik. Untuk data hasil belajar saat pretest persentase perolehan siswa adalah sebesar 0% yang tergolong sangat rendah, meningkat pada postest (siklus I) menjadi 23% yang tergolong masih rendah dan kembali meningkat saat postest (siklus II) menjadi 89,74% yang tergolong tinggi. Untuk data persentase ketercapaian Indikator diketahui bahwa pada siklus I tujuan pembelajaran yang ditetapkan pada kedua indikator belum tercapai, sedangkan pada siklus II indikator yang ditetapkan telah tercapai.
PENERAPAN METODE SMART DALAM MENENTUKAN LOKASI TOKO ROTI Raja Tama Andri Agus; Muhammad Ardiansyah Sembiring; Mhd Istaufa Arif Sinaga
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v5i2.973

Abstract

Sistem pendukung keputusan sebagai sekumpulan prosedur berbasis model untuk data pemrosesan dan penilaian guna membantu mengambil keputusan. Sehingga dapat disimpulkan, bahwa sistem pendukung keputusan merupakan sistem yang melakukan proses dalam pengambilan keputusan didasarkan pada teori bahwa setiap alternatif terdiri dari sejumlah kriteria yang memiliki nilai dan setiap kriteria memiliki bobot yang menggambarkan seberapa penting nilai dari bobot tersebut dibandingkan dengan kriteria lain.[4] Hal yang terjadi jika penyelesaian masalah penentuan lokasi Toko Roti terpecahkan adalah untuk mempermudah pemilik Toko Roti dalam penentuan lokasi cabang selanjutnya dan meningkatkan penghasilan dari Toko roti. Untuk kriteria penilaian dari penentuan lokasi berupa tingkat keramaian, harga tanah, tingkat keamanan lokasi, jarak lokasi cabang ke lokasi utama, dan luas tanah. Penentuan lokasi Toko Roti saat ini masih menggunakan data secara manual dan belum memiliki sistem khusus dalam penentuan lokasi Toko Roti maka di buatlah sebuah aplikasi sistem pendukung keputusan penentuan lokasi Toko Roti ini dan diharapkan dapat membantu pemilik (owner) Toko Roti dalam menentukan urutan prioritas lokasi usaha yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya dan dapat meminimalisir kesalahan terhadap pemilihan lokasi yang dilakukan secara         manual yang dapat mengakibatkan kerugian terhadap usaha yang dijalani.
GAYA BELAJAR SISWA DIMASA PANDEMI COVID-19 Toni Nasution; Iza Mahendra Marpaung; Nurul Afifah Sibuea; Gita Gita
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v5i3.909

Abstract

Covid-19 adalah virus yang sangat menular dan menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Hal ini berdampak sangat luas pada semua sektor kehidupan sosial, termasuk pendidikan. Menyikapi masalah ini, pemerintah Indonesia untuk sementara waktu meniadakan proses belajar mengajar di sekolah dan menerapkan home teaching. Guru harus dapat memberikan pengajaran kepada siswa sesuai dengan situasi dan keadaan yang dihadapinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi gaya belajar siswa di SMA Negeri Bengai dan menemukan perangkat pembelajaran yang paling tepat untuk gaya belajar siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Dokumentasi, observasi dan wawancara digunakan dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran visual paling disukai, sehingga disimpulkan bahwa media pembelajaran video pendidikan adalah yang paling tepat. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memahami gaya belajar siswanya sebagai pedoman untuk menentukan pembelajaran yang tepat.
SISTEM KENDALI BERBASIS MACHINE LEARNING MENGGUNKAN MODEL NEIVE BAYES PADA PENGERINGAN PADI OTOMATIS Andrew Ramadhani; Muhammad Ardiansyah Sembiring
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v5i3.1040

Abstract

Sebagian besar penduduk Indonesia menjadikan padi yang diolah menjadi nasi sebagai makanan pokoknya. Salah satu proses yang memiliki peranan penting dalam produksi padi menjadi beras adalah proses pengeringan. Pengeringan padi selama ini dilakukan dengan mengandalkan panas matahari karena dirasa cukup menghemat biaya produksi. Akan tetapi, permasalahan cuaca yang tidak menentu seringkali dapat mengakibatkan kerugian bagi para petani. Misalnya saja yang terjadi di Desa Rawang Panca Arga Kabupaten Asahan, berdasarkan observasi yang peneliti lakukan salah satu kendala pengeringan padi selama ini adalah dikala cuaca yang sangat tidak menentu seperti hujan secara tiba-tiba dapat menyebabkan kondisi padi menjadi kembali basah. Berdasarkan permasalahan di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang bertujuan menerapkan teknologi dalam sistem kontrol penutup otomatis dalam pengeringan padi. Penelitian ini diharapkan dapat memudahkan petani dalam melakukan kontrol pengeringan padi. Teknologi yang akan dirancang menggunakan sensor dan microkontroler yang ditanamakan pengetahuan yang bersumber dari model Nave Bayes berbasis machine learning.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DANA DESA DALAM PEMBERDAYAAN LANJUT USIA (LANSIA) DI DESA MASNAULI KECAMATAN SIRANDORUNG KABUPATEN TAPANULI TENGAH Fadilah Pratiwi Sihotang; Asima Yanty Sylvania Siahaan
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v5i3.988

Abstract

Kebijakan Dana Desa merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat di desa. Salah satunya adalah pemberdayaan lanjut usia (lansia) yang dimaksudkan agar lansia tetap dapat melaksanakan fungsi sosialnya untuk berperan aktif secara wajar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Implementasi pemberdayaan lanjut usia di desa masnauli belum sesuai dengan UU No. 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan Dana Desa dalam pemberdayaan lanjut usia di Desa Masnauli Kecamatan Sirandorung Kabupaten Tapanuli Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan Dana Desa mengakibatkan tidak tercapainya tujuan pemberdayaan lansia yaitu lansia yang sehat, memiliki kebugaran fisik, dan bermartabat. Implementasinya dapat dilihat dari empat indikator, pertama komunikasi, koordinasi yang dilakukan pemerintah Desa Masnauli hanya sedikit melibatkan masyarakat dalam musyawarah. Kedua, rendahnya kualitas sumber daya aparatur desa karena tidak memiliki keahlian dalam bidang pengelolaan dana desa, dan sumber daya finansial dana desa yang dimiliki tidak mencukupi untuk memberikan pemberdayaan lansia kepada seluruh lansia di Desa Masnauli. Ketiga, rendahnya disposisi tingkat kejujuran implementor dalam pemaparan dana desa. Keempat, struktur birokrasi yaitu dalam pelaksanaannya Desa masnauli tidak memiliki SOP atau kerangka kerja yang jelas.
PENERAPAN METODE K-NEARST NEIGHBOR UNTUK MENGIDENTIFIKASI KELAYAKAN PENERIMA KREDIT INVESTASI Sartika Mandasari; B Herawan Hayadi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v5i3.1017

Abstract

Sistem pengidentifikassian kelayakan penerima kredit investasi pada BPD Bank Aceh terhadap para penerimanya masih dilakukan secara manual pada setiap prosesnya, yang terdiri dari proses mengajuan, penyeleksian berkas, wawancara, pengobservasian terhadap calon Nasabah masih dilakukan secara manual.Untuk dapat mengatasi permasalahan yang ada, maka dibuatlah suatu sistem pengelompokan pengidentifikasian penerima Kredit Investasi dengan data mining menggunakan metode K-Nearest Neighbor untuk mengidentifikasi objek atau individu yang serupa dengan memperhatikan beberapa kriteria. Dengan demikian hasil pengelompokan yang telah dirancang dapat membantu pihak BPD Bank Aceh dalam proses penidentifikasian penerima Kredit Investasinya berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan sehingga pengelompokan dan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih cepat,tepat, dan akurat serta terhindar dari kesalahan.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN PEMBANGUNAN DESA DI DESA SINGENGU JULU KECAMATAN KOTANOPAN KABUPATEN MANDAILING NATAL Novi Ernita; Simson Ginting
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v5i3.983

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi kebijakan Dana Desa dalam meningkatkan pembangunan desa di Desa Singengu Julu Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yatu wawancara, observasi dan dokumentasi dengan menggunakan teori model implementasi kebijakan dari Van Meter & Van Horn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Dana Desa dalam meningkatkan pembangunan desa di Desa Singengu Julu sudah berjalan namun belum optimal yakni berkaitan dengan sasaran dalam pelaksanaan program Dana Desa di Desa Singengu Julu masih ada yang belum terealisasi seperti halnya pemberdayaan masyarakat. Kurangnya komunikasi antara pemerintahan Desa dengan masyarakat Desa Singengu Julu merupakan salah satu faktor belum maksimalnya implementasi kebijakan Dana Desa dalam meningkatkan pembangunan desa di Desa Singengu Julu.
SYSTEM ARTIFICIAL INTELEGENCE DALAM MENDIAGNOSA AWAL CONSTIPATION DISEASE (SEMBELIT) Egi Affandi; Trinanda Syahputra; Ahmad Fitri Boy; Lusiyanti Lusiyanti
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v5i3.1004

Abstract

Abstract: Expert System is a part of artificial intelligence that imitates human reasoning. Utilization of technology makes it easier for humans to access information without being limited by space and time. With the construction of an Artificial Intelligence System for Early Diagnosing Constipation Disease Using the Dempster Shafer Method, it is hoped that it will make it easier for the public to consult about constipation disease. So that the community can take early action to overcome the problem of constipation disease (constipation). The stages in this research are collecting data to several experts, identifying the data as the basic rule of constipation disease, then developing the system, then testing the system and implementing the system. This study uses a system that can provide additional knowledge to the general public, especially about constipation disease. This application developed aims to help provide clear information for the general public, is expected to help in handling constipation disease (constipation) and provide the right solution, by only paying attention to the symptoms experienced.Keywords: Expert System; constipation disease; Dempster Shafer; Website.Abstrak: Sistem Pakar merupakan bagian dari kecerdasan buatan yang meniru penalaran manusia. Pemanfaatan teknologi memudahkan manusia untuk mengakses informasi tanpa terbatas ruang dan waktu. Dengan dibangunnya System Artificial intelegence dalam Mendiagnosa awal constipation disease (Sembelit) Menggunakan Metode Dempster Shafer diharapkan akan memudahkan masya-rakat untuk berkonsultasi tentang constipation disease. Sehingga masya-rakat dapat melakukan tindakan awal untuk mengatasi masalah constipation disease (sembelit). Tahapan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data kepada beberapa orang pakar, identifikasi data sebagai Rule dasar constipation disease kemudian melakukan pembangunan sistem, selanjutnya dilakukan pengujian sistem dan implementasi sistem. Pada penelitian ini menggunakan sistem yang dapat memberikan tambahan pengetahuan kepada masyarakat umum, khususnya tentang constipation disease. Aplikasi yang dikembangkan ini bertujuan untuk membantu memberikan informasi yang jelas bagi masyarakat umum, diharapkan dapat membantu dalam penanganan constipation disease (Sembelit) memberikan solusi yang tepat, dengan hanya memperhatikan gejala- gejala yang dialami.Kata kunci: Expert System; constipation disease; Dempster Shafer; Website.
IMPLEMENTASI BLENDED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN DAN PEMECAHAN MASALAH MAHASISWA Muthia Dewi; Sri Rezeki Maulina Azmi; Dailami Dailami
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v5i3.982

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to find out how the application of the blended learning learning process in students' reasoning and problem solving abilities. This type of research is Classroom Action Research. Where the operations in this study are translated into 4 stages in the form of a cycle, namely the planning, action, observation and reflection stages. The subjects in this study were students of STMIK Royal Kisaran and the object in this study was the students' reasoning and problem solving abilities using the blended learning method. The research instruments in collecting data were initial tests, learning outcomes tests, interviews and observations. Based on the results of the study, it was obtained that the total score obtained from the implementation of learning in cycle 1 in the class was categorized as less successful with an average score of 2.25. The total score obtained in cycle 2 was categorized as less successful with an average score of 2.75. The total score obtained from the implementation of learning in cycle 3 is categorized as successful with an average score of 3.5. Thus, in cycle 3 the implementation of learning is categorized as successful. Keywords: Blended Learning; Reasoning Ability; Solving Abilit  Problem Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan proses pembelajaran blended learning dalam kemampuan penalaran dan pemecahan masalah mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Dimana operasional dalam penelitian ini dijabarkan menjadi empat tahap yang berupa siklus yaitu tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa STMIK Royal Kisaran dan objek dalam penelitian ini kemampuan penalaran dan pemecahan masalah mahasiswa menggunakan metode blended learning. Instrumen penelitian dalam mengumpulkan data adalah tes awal, tes hasil belajar, wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Jumlah skor yang diperoleh dari pelaksanaan Pembelajaran pada siklus 1 di kelas dikategorikan kurang berhasil dengan rata-rata skor 2,25. Jumlah skor yang diperoleh pada siklus 2 dikategorikan kurang berhasil dengan rata-rata skor 2,75. Jumlah skor yang diperoleh dari pelaksanaan Pembelajaran pada siklus 3 dikategorikan  berhasil dengan rata-rata skor 3,5. Dengan demikian pada siklus 3 pelaksanaan pembelajaran dikategorikan berhasil.Kata kunci: Blended Learning; kemampuan penalaran; kemampuan pemecahan masalah

Page 19 of 146 | Total Record : 1452