Articles
1,452 Documents
ANALISIS WAKTU BAKU PROSES PRODUKSI ROTI DENGAN METODE STOPWATCH DI UKM FANDRA BAKERY
Mufrida Meri;
Hary Fandeli;
Ratih Zulia Ramadhani
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Smart Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54314/jssr.v5i2.887
Indonesia has many industries engaged in food and culinary. Among them are small and medium enterprises (SMEs) which are very large and make a large contribution to Indonesian economy. To ensure the sustainability of the industry, there is a standard time for each production process. Standard time is the work of observing and recording the working times of both each element or cycle using the tools that have been provided. UKM Fandra Bakrie is one of the small and medium-sized industries that produce bread in Padang City. It is important to know the standard time of the bread making process so that it becomes a reference for management policies. Time measurement using the stopwatch method by calculating the cycle time of each element of bread making work. Measurement data is tested statistically using uniformity tests and data adequacy tests. Then the calculation of standard time by considering adjustment factors and leeway factors. Standard time is used as the basis in determining the amount of production in a given period and for planning production. Based on the results of the study obtained the total time standard for bread production at UKM Fandra Bakery is 287.99 seconds / unit or 4.8 minutes / unit. Thus UKM Fandra Bakery is able to produce as much as 3,200 Pcs per day.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI CALON POLRI BARU DI POLRES ASAHAN MENGGUNAKAN METODE MULTIFACTOR EVALUATION PROCESS (MFEP)
Hidayatullah Hidayatullah;
Juna Eska
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Smart Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54314/jssr.v5i2.908
Proses pengambilan keputusan penyeleksian calon Polri saat ini masih dilakukan secara manual dalam penentuan calon Polri yang mempunyai kriteria-kriteria tertentu. Dimana dalam penyeleksian masih sering terdapat beberapa calon Polri yang diterima tidak sesuai dengan yang diinginkan. Maka perlu dibuat sebuah aplikasi yang mampu menentukan seleksi penerimaan calon polri yang optimal yang dapat membantu manajemen Polri dalam mengambil keputusan. Pembuatan sebuah aplikasi harus dibuat secara matang, supaya tampilannya mudah dipahami dan hasil nya bermanfaat dan memuaskan bagi para pemakai. Untuk keputusan yang berpengaruh secara strategis, lebih dianjurkan mengunakan sebuah pendekatan kuantitatif seperti Multifactor Evaluation Process (MFEP). Dalam pengambilan keputusan dengan Multifactor Evaluation Process (MFEP), pengambilan keputusan secara subyektif dan intuitif menimbang berbagai faktor yang mempunyai pengaruh penting terhadap alternatif pilihan yang dinginkan.
IMPLEMENTASI RUJUKAN PERAWATAN SALURAN AKAR GIGI KE DOKTER GIGI SPESIALIS PADA RUMAH SAKIT DI PEKANBARU
Andreas Susandy;
Eddy Asnawi;
Bahrun Azmi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Smart Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54314/jssr.v5i2.936
Abstract: The dentist available at the hospital or FKTL in the city of Pekanbaru is not a dentist who specializes in dental conservation but is a general dentist. There are not several supporting examinations for patient health care needs that hospitals can provide to patients. Where should a general dentist, following the decree of the minister of health Number HK 02.02/MENKES/62/2015, not handle root canal treatment for molar teeth and following the Regulation of the Minister of Health Number 001 of 2012 that second-level referrals must be to a specialist? This type of research is sociological, legal analysis. Based on interviews and direct observation of services, referrals to patients who need a specialist or sub-specialist health services cannot be provided and are available at referral hospitals due to limited facilities, equipment, and human resources or personnel, such as not there are specialist doctors who are more competent to handle patients with cases that require specialist or sub-specialist health services. Keywords: referral, specialist dentist, minister of health regulation. Abstrak: Dokter gigi yang tersedia di rumah sakit atau FKTL di kota Pekanbaru bukan seorang dokter gigi spesialis konservasi gigi melainkan seorang dokter gigi umum. Dimana seharusnya seorang dokter gigi umum sesuai dengan keputusan menteri kesehatan Nomor HK 02.02/MENKES/62/2015 tidak boleh menangani perawatan saluran akar pada gigi molar dan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 001 tahun 2012 bahwa rujukan tingkat kedua harus ke dokter spesialis. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum sosiologis. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dan observasi terhadap pelayanan secara langsung diketahui bahwa rujukan kepada pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan spesialistik atau sub-spesialistik yang tidak dapat diberikan dan tersedia di rumah sakit rujukan disebabkan alasan keterbatasan fasilitas, peralatan dan/atau sumberdaya manusia atau ketenagaan, seperti tidak adanya dokter spesialis yang lebih berkompeten untuk menangani pasien dengan kasus yang membutuhkan pelayanan kesehatan spesialistik atau sub-spesialistik serta tidak terdapat beberapa pemeriksaan penunjang kebutuhan pelayanan kesehatan pasien yang dapat diberikan oleh rumah sakit kepada pasien. Kata kunci: rujukan, dokter gigi spesialis, peraturan menteri kesehatan
PENGOLAHAN CITRA DIGITAL DAN LOGIKA FUZZY DALAM IDENTIFIKASI TINGKAT KEMATANGAN BUAH
Agus Suryadi;
Meylia Vivi Putri;
Eka Lia Febrianti
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Smart Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54314/jssr.v5i2.863
This study aims to implement digital image processing and fuzzy logic in identifying the maturity level of red dragon fruit and describing the level of accuracy. The process carried out is to change the type of red dragon fruit image from the red green blue (RGB) type to the grayscale type. Furthermore, extraction is carried out using MATLAB to obtain information from the image. Information from the image is contrast, correlation, energy, homogeneity, mean, variance, entropy. There are 7 information used as fuzzy input. The input fuzzy model uses triangular and trapezoidal membership functions to construct fuzzy rules on 28 data, so there are 28 fuzzy rules. After the fuzzy rules are obtained, then the inference and defuzzification processes are carried out. The inference used is the mamdani method. The result of defuzzification is the value for the maturity level of red dragon fruit which is divided into four categories, namely raw, half-ripe, ripe, rotten. The fuzzy model that has been built will test the model by determining the level of accuracy and error of the model. With the results of 96.42% with an error of 3.57%.
TANGGUNG JAWAB DAN KEWENANGAN PERAWAT GIGI DALAM MELAKUKAN TINDAKAN
Jambi Luna Maisyarah;
Hasnati Hasnati;
Indra Afrita
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Smart Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54314/jssr.v5i2.931
Abstract: This study aims to determine the authority of the dental nurse in carrying out medical actions delegated by the dentist to the dental nurse. Dental nurses have the authority to perform medical actions on the basis of statutory regulations and the delegation of part of the authority of dentists. The research conducted is using. Sociological legal research method, this research was conducted in Rokan Hilir Regency. The type of data in this scientific paper is in the form of primary data and secondary data supported by tertiary data. The result of this study is that the authority of dental nurses in carrying out health care efforts has two powers, namely the attribution authority and the delegation authority. Sanctions that can be given to dentists and dental nurses can be in the form of disciplinary, administrative, civil and criminal sanctions. Keywords: Dental Nurse; medical action Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kewenangan dari Perawat Gigi dalam melakukan tindakan medik yang dilimpahkan oleh Dokter Gigi terhadap perawat gigi. Perawat gigi memiliki kewenangan dalam melakukan tindakan medik atas dasar peraturan perundang-undangan dan pelimpahan sebagian kewenangan dokter gigi. Penelitian yang dilakukan yaitu menggunakan. Metode Penelitian hukum Sosiologis, penelitian ini dilakukan di Kabupaten Rokan Hilir. Jenis data dalam karya tulis ilmiah ini berupa data primer dan data sekunder didukung dengan data tersier. Hasil dari penelitian ini adalah kewenangan perawat gigi dalam melakukan upaya pelayanan kesehatan keperawatan memiliki dua kewenangan yaitu kewenangan atribusi dan kewenangan delegasi. Sanksi yang bisa diberikan kepada dokter gigi maupun perawat gigi bisa berupa sanksi disiplin, administrasi, perdata dan pidana. Kata kunci: Perawat Gigi; tindakan medik
IMPLEMENTASI DATA MINING PADA PENGATURAN DISTRIBUSI BARANG DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA FP-GROWTH
Ahmad Fitri Boy;
Suardi Yakub;
Ishak Ishak;
Zulfian Azmi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Smart Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54314/jssr.v5i2.947
Dengan begitu banyaknya distribusi barang dari warehouse yang terjadi setiap harinya ke perusahaan Lastana Express, Lastana Express mengalami kesulitan dalam mendistribusi barang yang mau didistribusikan. Berdasarkan permasalahan ini peneliti tertarik untuk menerapkan salah satu teknik Data mining untuk mengetahui distribusi barang pada warehouse, dimana nantinya dapat membantu Lastana Express untuk menganalisa pola. Maka sistem yang di butuhkan dalam menganalisa pola barang distribusi dari warehouse dengan keilmuan Data mining.Penerapan Data mining telah banyak digunakan dalam pengelolahan data untuk menghasilkan pengetahuan, salah satunya adalah menggunakan Data mining untuk penentuan dalam menganalisa pola barang distribusi dari warehouse ke Lastana Express. Dengan menganalisa pola barang, maka algoritma yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu FP-Growth.Algoritma FP-Growth sendiri merupakan hasil perbaikan dari algoritma apriori. FP-Growth membangkitkan struktu data tree atau yang lebih dikenal sebagai frequent pattern tree. Dari system tersebut mendapatkan hasil yang maksimal dalam menganalisa pola barang distribusi dari warehouse dengan menggunakan algoritma FP-Growth yang lebih efisien maupun efektif dalam mengambil keputusan dengan minim resiko.
PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING DALAM MENDIAGNOSA PENYAKIT KULIT KEPALA
Barany Fachri;
Rika Nurleni;
Ricky Ramadhan Harahap;
Iskandar Iskandar
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Smart Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54314/jssr.v5i2.922
Kulit merupakan organ terpenting pada manusia, jika kulit kepala mulai terasa gatal, perih dan tidak tahu cara menanganinya lama kelamaan penderita itu akan terkena penyakit kulit kepala tingkat akut. Metode forward chaining adalah suatu rantai yang di cari atau dilintasi dari suatu permasalahan untuk memperoleh solusi. Hasil yang diberikan dari penelitian ini adalah sistem pakar diagnosa penyakit kulit kepala yang dibangun menggunakan sistem aplikasi website menggunakan bahasa pemrograman PHPMySQL dan menggunakan software XAMPP dan Adobe dreamweaver CS5. Dari data pasien dan data gejala yang diterapkan didalam sistem pakar diagnosa penyakit kulit kepala tersebut diketahui tingkat keakuratan sistem terhadap diagnosa penyakit kulit kepala pada pasien 96%.
MENINGKATKAN ADVERSITY QUOTIENT SISWA MENGGUNAKAN AUTOGRAPH
Ely Syafitri;
Sahat Saragih;
E. Elvis Napitupulu;
KMS. Muhammad Amin Fauzi;
anim anim;
Elfira Rahmadani;
Syahriani Sirait;
Ismail Hanif Batubara
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Smart Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54314/jssr.v5i2.905
Abstract. This study aims to determine the difference in adversity quotient between students who learn to use the Autograph learning media and students who receive conventional learning. The formulation of the problem in this study is "Is there a difference between the adversity quotient of students who learn to use Autograph learning media and students who receive conventional learning?". This research is a quasi-experimental research, where the teacher plays a direct role in the learning process and the researcher acts as an observer. The subjects in this study were students of class VIII MTs Al-Arifin Rahuning totaling 100 people and as a sample of class VIII-1 totaling 28 people. While the object of this research is the adversity quotient of students towards learning mathematics. Collecting data in this study using observation sheets and adversity quotient. To find out the results of this study, it was carried out using the t test and to determine whether or not there were differences in the adversity quotient of students towards learning mathematics. Based on the results of data analysis carried out, it was concluded that there was a difference in the adversity quotient between students who learned to use the Autograph learning media and students who received conventional learning with a tcount= 8.29 greater than ttable at the 5% significance level and significant 1% of 2.14 and 2.96.Keyword: Autograph, Adversity Quotient, Mathematic educationAbstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan adversity quotient antara siswa yang belajar menggunakan media pembelajaran Autograph dan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah ada perbedaan antara adversity quotient siswa yang belajar menggunakan media pembelajaran Autograph dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional?”. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu, dimana guru berperan langsung dalam proses pembelajaran dan peneliti bertindak sebagai pengamat. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Al-Arifin Rahuning yang berjumlah 100 orang dan sebagai sampel kelas VIII-1 yang berjumlah 28 orang. Sedangkan objek penelitian ini adalah adversity quotient siswa terhadap pembelajaran matematika. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dan adversity quotient. Untuk mengetahui hasil penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji t dan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan adversity quotient siswa terhadap pembelajaran matematika. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, disimpulkan bahwa terdapat perbedaan adversity quotient antara siswa yang dibelajarkan menggunakan media pembelajaran Autograph dan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional denganhitung= 8,29 lebih besar dari ttabel sebesar 5 % tingkat signifikansi dan signifikan 1% sebesar 2,14 dan 2,96.
REGRESI LINIER BERGANDA UNTUK MEMPREDIKSI JUMLAH NASABAH
Agus Fahmi Limas Putra;
Junaidi Junaidi;
Zakarias Situmorang;
Asyahri Hadi Nasyuha
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Smart Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54314/jssr.v5i2.915
Industri perbankan merupakan sektor penting dalam pembangunan maupun dalam pemodalan usaha dan dipandang sebagai inti dari sistem perekonomian. Melihat hal ini, pemerintah melonggarkan aturan-aturan bagi perbankan dan non perbankan baik dari sektor pemerintah ataupun swasta untuk memberikan pinjaman atau bantuan kepada para nasabah atau pelaku UMKM. Banyaknya nasabah-nasabah dalam penyaluran kredit atau perbankan juga akan banyak terjadi masalah – masalah dalam pinjaman ataupun pengembalian pinjaman dana, maka dari itu pihak penyaluran kredit harus siap menghadapi resiko kredit yang bermasalah atau biasa disebut dengan kredit macet. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan suatu sistem berbasis komputerisasi, kemudian dengan diterapkannya sistem tersebut maka hasil yang didapatkan akan benar-benar akurat dan cepat. Diharapkan metode regresi linier berganda ini dapat menyelesaikan permasalahan dalam menangani atau mengatasi nasabah yang bermasalah sehingga dapat membantu pihak perusahaan untuk memprediksi jumlah kredit macet setiap bulannya.
ITIKAD BAIK HUBUNGAN HUKUM PERJANJIAN KERJASAMA TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT PEMERINTAH
Dinni Indrayuni;
Suhendro Suhendro;
Yetti Yetti
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Smart Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54314/jssr.v5i2.937
Abstract: Health workers or medical workers with work agreements are the utilization of health workers by health facilities with work agreements for a certain time but their position is not as civil servants or non-permanent employees. Therefore, the regulation of rights and obligations refers to the laws and regulations in the field of manpower, including the determination of the salary and wage structure. The type of research used in this research is normative legal research. The results of the discussion in the study are the principle of good faith in the collective work agreement between hospitals and health workers. All material facts must be notified and explained to medical personnel or health workers to avoid the consequences of future losses that will be received. The process of negotiating collective bargaining agreements uses the principle of accuracy in drafting agreements, namely the carefulness of medical or health workers to research and examine material facts relating to collective labor agreements whether the contents of the collective labor agreement contain good faith or not. Keywords: Good Faith, collective work agreement, medical personnel Abstrak: Tenaga kesehatan ataupun tenaga medis dengan perjanjian kerja merupakan pendayagunaan tenaga kesehatan oleh sarana kesehatan dengan perjanjian kerja dalam waktu tertentu namun kedudukannya bukan sebagai PNS maupun pegawai tidak tetap. Oleh karena itu pengaturan hak dan kewajiban mengacu pada peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan termasuk penetapan struktur gaji dan upah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif (normative legal research). Hasil pembahasan dalam penelitian adalah asas itikad baik dalam perjanjian kerja bersama antara rumah sakit dan tenaga kesehatan. Seluruh fakta material harus diberitahukan dan dijelaskan kepada tenaga medis ataupun tenaga kesehatan untuk menghindari akibat kerugian dikemudian hari yang akan diterimanya. Proses negosiasi perjanjian kerja bersama menggunakan asas kecermatan dalam menyusun perjanjian, yaitu adanya kecermatan tenaga medis ataupun tenaga kesehatan untuk meneliti dan memeriksa fakta-fakta material yang berkaitan dengan perjanjian kerja bersama apakah isi perjanjian kerja bersama tersebut mengandung itikad baik atau tidak. Kata kunci: Itikad Baik, perjanjian kerja bersama, tenaga medis