cover
Contact Name
Andy Sapta
Contact Email
saptaandy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppm_stmik@royal.ac.id
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Published by Smart Education
ISSN : 26154307     EISSN : 26153262     DOI : -
Journal of Science and Social Research is accepts research works from academicians in their respective expertise of studies. Journal of Science and Social Research is platform to disclose the research abilities and promote quality and excellence of young researchers and experienced thoughts towards Change for Development. The journal releases on February and July.
Arjuna Subject : -
Articles 3,645 Documents
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL SEBAGAI KATALISATOR INOVASI: MENDORONG ADOPSI CLOUD COMPUTING UNTUK KEUNGGULAN BERSAING Erliza Yubarda; M. Giatman; Hasan Maksum; Remon Lapisa; Fadhilah Fadhilah
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5108

Abstract

Abstract: This study analyzes the function of transformational leadership as a driver of innovation in promoting the adoption of cloud computing to achieve sustainable competitive advantage. Using a systematic literature review (SLR) approach, this study combines the results of six leading articles published between 2018 and 2025. The analysis results show that transformational leadership, using intellectual stimulation, inspirational motivation, and cultural change, can generate innovation in organizations that directly supports cloud adoption. Cloud computing further enhances organizational responsiveness and innovation capacity, enabling companies to respond more quickly to market changes. The research findings confirm that competitive advantage stems not only from technological aspects but also from the dynamic capabilities shaped by transformational leaders who align cloud resources with strategic objectives. This study contributes to filling a gap in theory by proposing a sequential mediation mechanism linking transformational leadership, organizational innovation, cloud adoption, and competitive advantage. Implications for management recommend that organizations focus on digital-based leadership training and ensure that cloud resource allocation is aligned with corporate strategy. Keyword: Transformational Leadership; Innovation; Cloud Computing; Organizational Agility; Competitive Advantage Abstrak: Penelitian ini menganalisis fungsi kepemimpinan transformasional sebagai penggerak inovasi dalam mendorong penerapan cloud computing untuk meraih keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Melalui pendekatan tinjauan pustaka sistematis (SLR), studi ini menggabungkan hasil dari enam artikel terkemuka yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional, dengan menggunakan stimulasi intelektual, motivasi inspirasional, serta perubahan budaya, dapat menghasilkan inovasi dalam organisasi yang mendukung langsung penerapan cloud. Cloud computing selanjutnya meningkatkan responsivitas organisasi dan kapasitas inovasinya, sehingga perusahaan lebih cepat dalam merespons perubahan pasar. Temuan penelitian menegaskan bahwa keunggulan kompetitif tidak hanya berasal dari aspek teknologi, tetapi juga dari kemampuan dinamis yang dibentuk oleh pemimpin transformasional yang menyelaraskan sumber daya cloud dengan tujuan strategis. Studi ini memberikan kontribusi dalam mengisi kekurangan teori dengan mengusulkan mekanisme mediasi berurutan yang menghubungkan antara kepemimpinan transformasional, inovasi organisasi, penerapan cloud, dan keunggulan kompetitif. Implikasi bagi manajemen merekomendasikan agar organisasi fokus pada pelatihan kepemimpinan yang berbasis digital dan memastikan alokasi sumber daya cloud selaras dengan strategi perusahaan. Kata kunci: Kepemimpinan Transformasional; Inovasi; Cloud Computing; Kelincahan Organisasi; Keunggulan Bersaing
ANALISIS REPRESENTASI BENTUK EKSPRESI FILM TILIK SUTRADARA AGUNG WAHYU PRASETYO Surya Darma; Sri Wahyuni; Muhammad Ali Mursid Alfathoni
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5109

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to analyze the representation of the form of expression in the film Tilik (2018) by director Wahyu Agung Prasetyo. The reason the researcher analyzed the film Tilik (2018) is because it authentically visualizes the social dynamics of rural communities, especially in Java, through dialogue and visuals of its characters. This research method uses descriptive qualitative research with content analysis techniques in the film Tilik (2018) through scenes, visuals, dialogue, narration, facial expressions, body language, and cinematography techniques used. The results of this study produce three main forms of expression in the film Tilik (2018), namely emotional expressions seen through facial expressions and gestures that depict several forms of expression such as anger, happiness, sadness, disgust, and surprise, then linguistic expressions in the form of depiction through sarcastic dialogue and satire through gossip practices as a model of social forms, and visual expressions depicted through cinematography techniques such as close-ups, narrow framing, and natural lighting as supporters of emotional assertiveness. The conclusion of this study is that the film Tilik (2018) presents a micro-portrait of rural Javanese society, which faces complex and dynamic problems. Keywords: Tilik (2018), forms of expression, analysis of expression, cinematography Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah analisis representasi bentuk ekspresi film Tilik (2018) karya sutradara Wahyu Agung Prasetyo. Alsan peneliti menganalisis film Tilik (2018) ini karena memvisualkan dinamika sosial masyarakat di pedesaan khususnya Jawa secara autentik melalui dialog dan visual tokohnya. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif desktiptif dengan teknik menganalisis isi (content analysis) pada film Tilik (2018) melalui adegan, visual, dialog, narasi, ekpresi wajah, bahasa tubuh, dan teknik sinematografi yang digunakan. Hasil penelitian ini menghasilkan tiga bentuk ekspresi utama pada film Tilik (2018), yaitu ekspresi emosional yang terlihat melalui mimik wajah dan gestur yang menggambarkan beberapa bentuk ekspresi seperti marah, bahagia, kesedihan, rasa muak, dan terkejut, selanjutnya ekspresi linguistik bentuk penggambarannya melalui dialog sarkastik dan bentuk sindiran melalui praktik gosip sebagai model dari bentuk sosial, dan ekspresi visual yang di gambarkan melalui model teknik sinematografi seperti close-up, framing sempit, dan pencahayaan alami sebagai pendukung ketegasan dari emosional. Kesimpulan dari penelitian ini adalah film Tilik (2018) menghadirkan potret mikro masyarakat di pedesaan Jawa yang memiliki permasalahan kompleks, dan dinamis. Kata kunci: Film Tilik (2018), bentuk ekspresi, analisis ekspresi, sinematografi
ANALISIS KEAMANAN LALU LINTAS WEB PADA PERANGKAT IOT ESP8266 MENGGUNAKAN TEKNIK SNIFFING PAKET Sofyan Pariyasto; Raja Tama Andri Agus; Fitria Priyulida; Rina Julita
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5110

Abstract

Abstract: Technological developments in recent years have increased quite rapidly, especially in the field of IoT (Internet of Things). With the increasing development of IoT, of course, in line with the increasing use of IoT devices in everyday life. With the increasing number of IoT devices, the issue of data security in IoT devices is certainly one of the important things that must be considered. In this study, a security analysis of web data traffic was conducted on the IoT NodeMCU esp8266 device. The experiment was conducted using two IoT devices acting as senders and receivers of data and one computer device as an attacker. In the analysis process, three scenarios were carried out: sending data without encryption, sending data with base64 encryption without a key, and finally sending data with XOR encryption with a key inserted in the header of the sent data packet. The tapping process was carried out using Wireshark software. From the results of the trials carried out, the entire data transfer process between the two IoT devices can be fully intercepted by Wireshark. Plaintext data (without encoding) tends to be easier to obtain information, while data with encryption without a key on base64 must be analyzed for its pattern to be able to be decrypted. And for encryption that requires a key in XOR, further analysis is carried out by looking for the key inserted in the header so that decryption can be carried out. Keywords: Internet Of Things (IOT); Wireshark; NodeMCU; Base64 Encoding, XOR Encoding. Abstrak: Perkembangan teknologi dalam beberapa tahun terakhir meningkat dengan cukup pesat khususnya dalam bidang IOT (Internet Of Things). Dengan semakin meningkatnya perkembangan IOT tentu sejalan dengan meningkatnya penggunaan perangkat IOT dikehidupan sehari-hari. Dengan semakin banyaknya perangkat IOT yang ada tentu masalah keamanan data dalam perangkat IOT menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan. Dalam penelitian ini dilakukan analisa keamanan lalu lintas data web pada perangkat IOT NodeMCU esp8266. Percobaan dilakukan dengan menggunakan 2 perangkt IOT yang bertindak sebagai pengirim dan penerima data dan satu perangkat komputer sebagai penyerang. Dalam proses analisa dilakukan tiga skenario yaitu pengiriman data tanpa enkripsi, pengiriman data dengan enkripsi base64 tanpa key, dan yang terakhir pengirimn data dengan enkripsi XOR dengan key disisipkan di header paket data yang dikirim. Proses penyadapan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Wireshark. Dari hasil ujicoba yang dilakukan seluruh proses transfer data antara kedua perangkat IOT dapat disadap sepenuhnya oleh Wireshark. Data plaintext (tanpa encoding) cenderung lebih mudah didapatkan informasinya, sementara data dengan enkripsi tanpa key pada base64 harus dianalisa polanya untuk bisa dilakukan dekripsi. Dan untuk enkripsi yang membutuhkan key pada XOR dilakukan analisa lanjutan dengan mencari key yang disisipkan diheader agar bisa lakukan dekripsi. Kata kunci:  Internet Of Things (IOT); Wireshark; NodeMCU; Base64 Encoding, XOR Encoding.
TRANSFORMASI SOSIAL DAN NILAI RESIPROSITAS DALAM TRADISI PASAJI PONAN PADA MASYARAKAT SUMBAWA KONTENPORER Endang Utami
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5121

Abstract

Abstrak: The Pasaji Ponan tradition is a longstanding reciprocity practice that plays a central role in the social life of Sumbawa communities. It functions not only as a system of material exchange and mutual assistance but also as a mechanism for strengthening solidarity and preserving cultural identity. However, modernization, technological development, and shifts in social structure have influenced the form and meaning of this practice. This study employs a qualitative approach using mini ethnography to examine how social transformation affects the values of reciprocity within Pasaji Ponan in contemporary Sumbawa society. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that Pasaji Ponan has undergone changes in the forms of exchange from agricultural products to processed foods and financial contributions and in coordination mechanisms that now often occur through digital platforms. Nevertheless, the core values of reciprocity, solidarity, and social honor remain intact. These adaptations demonstrate that Pasaji Ponan is not a static tradition but a flexible cultural practice capable of negotiating with social change. This study concludes that Pasaji Ponan remains relevant as a form of social capital and a marker of cultural identity among the people of Sumbawa. Keyword: Pasaji Ponan, reciprocity, social transformation. Abstrak: Tradisi Pasaji Ponan merupakan praktik resiprositas yang telah lama menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat Sumbawa. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pertukaran barang dan bantuan, tetapi juga sebagai penguat solidaritas dan identitas budaya. Namun, modernisasi, perkembangan teknologi, dan perubahan struktur sosial telah memengaruhi bentuk dan makna praktik ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan etnografi mini untuk menganalisis bagaimana transformasi sosial memengaruhi nilai resiprositas dalam Pasaji Ponan pada masyarakat Sumbawa kontemporer. Data diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasaji Ponan mengalami perubahan bentuk pemberian dari hasil pertanian menuju makanan olahan dan bantuan finansial serta pergeseran mekanisme koordinasi melalui media digital. Meskipun demikian, nilai inti resiprositas, solidaritas, dan kehormatan sosial tetap dipertahankan. Adaptasi ini membuktikan bahwa Pasaji Ponan bukan tradisi statis, melainkan praktik budaya yang fleksibel dan mampu bernegosiasi dengan perubahan zaman. Penelitian ini menegaskan bahwa Pasaji Ponan tetap relevan sebagai modal sosial dan identitas budaya masyarakat Sumbawa. Kata kunci: Pasaji Ponan, resiprositas, transformasi sosial.
MANAJEMEN KEUANGAN PENDIDIKAN ERA DIGITAL: MENDORONG TRANSPARANSI DAN EFISIENSI OPTIMAL Bellamorita Rahel Promovenda; Binur Panjaitan
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5128

Abstract

 Abstract: This research aims to analyze the urgency and strategic role of digitalization in transforming educational financial management, particularly in achieving optimal transparency and efficiency. Employing a Systematic Literature Review (SLR) approach on publications and policies from 2015 to 2024, this study synthesizes findings regarding the impact of digital-based financial systems (such as ARKAS) on school budget governance. The SLR results indicate that digitalization serves as a vital strategic instrument. E-budgeting and real-time reporting systems significantly enhance transparency and accountability by providing a strong audit trail and reducing the scope for fund misuse. Furthermore, digitalization drives operational efficiency by cutting down administrative workload, allowing for the reallocation of resources to core learning activities, thus supporting education as a strategic investment. Digital systems also function as an instrument of equity through accurate, data-driven decision-making. In conclusion, financial management has shifted from a passive function to an active strategic function that causally affects educational outcomes. Long-term implementation success requires continuous investment in digital financial literacy training for human resources and the integration of financial systems with academic data. Keywords: Educational Financial Management, Digitalization, Transparency, Efficiency,        School Governance. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi dan peran strategis digitalisasi dalam transformasi manajemen keuangan pendidikan, khususnya dalam mencapai transparansi dan efisiensi optimal. Menggunakan pendekatan Kajian Literatur Sistematis (Systematic Literature Review/SLR) terhadap publikasi ilmiah dan kebijakan periode 2015-2024, penelitian ini mensintesis temuan mengenai dampak sistem keuangan berbasis digital (seperti ARKAS) terhadap tata kelola anggaran sekolah. Hasil SLR menunjukkan bahwa digitalisasi berfungsi sebagai instrumen strategis yang vital. Sistem e- budgeting dan real-time reporting secara signifikan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dengan menyediakan audit trail yang kuat dan mengurangi ruang gerak penyalahgunaan dana. Selain itu, digitalisasi mendorong efisiensi operasional melalui pengurangan beban kerja administratif, memungkinkan realokasi sumber daya ke aktivitas inti pembelajaran, dan secara efektif mendukung pendidikan sebagai investasi strategis. Digitalisasi juga berperan sebagai instrumen pemerataan melalui pengambilan keputusan berbasis data yang tepat sasaran. Disimpulkan, manajemen keuangan telah bergeser dari fungsi pasif menjadi fungsi strategis aktif yang secara kausal memengaruhi outcomependidikan. Keberhasilan implementasi jangka panjang memerlukan investasi berkelanjutan pada pelatihan literasi digital SDM dan integrasi sistem keuangan dengan data akademik.Kata Kunci: Manajemen Keuangan Pendidikan, Digitalisasi, Transparansi, Efisiensi, Tata Kelola Sekolah. Kata kunci: Manajemen Keuangan Pendidikan; Digitalisasi; Transparansi, Efisiensi; Tata Kelola Sekolah.
SCHOOL DIGITAL TRANSFORMATION MANAGEMENT IN THE HYBRID LEARNING ERA Juandi Nababan; Binur Panjaitan
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5130

Abstract

Abstrak: The development of educational technology requires schools to carry out digital transformation to support hybrid learning that integrates face-to-face and online learning. This research aims to analyze the digital transformation management process in schools through a descriptive qualitative approach. The research focus includes digital planning, implementation of technology infrastructure, developing teacher competencies, as well as school leadership strategies in managing change. Data was obtained through literature study, document observation, and interviews from previous relevant research. The study results show that effective digital transformation requires digital strategy planning, infrastructure readiness, digital literacy of educators, adaptive school culture, and visionary leadership. Digital transformation is not just the provision of devices, but also a change in school management paradigm. This research provides implications for policy makers and school leaders in managing digital transformation sustainably in the hybrid learning era. Keywords: digital transformation, education management, hybrid learning, digital leadership, educational technology. Abstract : Perkembangan teknologi pendidikan menuntut sekolah melakukan transformasi digital untuk menunjang pembelajaran hybrid yang mengintegrasikan tatap muka dan pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses manajemen transformasi digital di sekolah melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Fokus penelitian meliputi perencanaan digital, implementasi infrastruktur teknologi, pengembangan kompetensi guru, serta strategi kepemimpinan sekolah dalam mengelola perubahan. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi dokumen, dan wawancara dari penelitian-penelitian relevan sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi digital yang efektif memerlukan perencanaan strategi digital, kesiapan infrastruktur, literasi digital pendidik, budaya sekolah adaptif, serta kepemimpinan visioner. Transformasi digital bukan hanya penyediaan perangkat, melainkan perubahan paradigma manajemen sekolah. Penelitian ini memberi implikasi bagi pengambil kebijakan dan pimpinan sekolah dalam mengelola transformasi digital secara berkelanjutan pada era pembelajaran hybrid. Kata kunci: transformasi digital, manajemen pendidikan, pembelajaran hybrid, kepemimpinan digital, teknologi pendidikan.
FILSAFAT PENDIDIKAN OTOMOTIF DALAM ERA DIGITAL: SEBUAH ANALISIS TENTANG PERUBAHAN KONSEP BELAJAR DAN MENGAJAR DALAM PENDIDIKAN MULTIVARIAT Meiyaldi Eka Putra; Refdinal Refdinal; Rijal Abdullah; Jonni Mardizal; Ambiyar Ambiyar
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5131

Abstract

Abstract: The rapid development of digital technology has brought significant transformation to the philosophy of automotive education, particularly in its traditional learning and teaching approaches that previously relied on manual skills. This study aims to analyze the shift in automotive education from the perspective of multivariate educational philosophy, which integrates technical competencies, digital literacy, problem-solving abilities, and an understanding of electronic vehicle systems. Using a qualitative approach, data were collected through in-depth interviews and observations involving automotive teachers, workshop instructors, program coordinators, industry technicians, and students. The findings reveal that digital tools—such as vehicle scanners, simulation software, animated videos, and e-learning modules—not only enhance learning methods but also shift the learning paradigm toward more analytical and data-driven processes. The role of teachers has also evolved significantly, from mere transmitters of information to facilitators, mentors, and digital analysts. The integration of industry technology into classroom and workshop learning increases students’ job readiness and reduces the skills gap between vocational schools and professional workshops. Therefore, automotive education in the digital era requires a philosophical reconstruction to align with multivariate competence demands, curriculum relevance, and the technological needs of the modern automotive industry. Keyword: educational philosoph; automotive education; digital era; multivariate learning; industrial technology integration Abstrak: Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan mendasar terhadap filsafat pendidikan otomotif, terutama dalam cara belajar dan mengajar yang sebelumnya berpusat pada keterampilan manual. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi konsep pendidikan otomotif dalam perspektif filsafat pendidikan multivariat, yang menekankan keterpaduan antara kompetensi teknis, literasi digital, pemecahan masalah, serta pemahaman sistem elektronik kendaraan modern. Menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi pada guru otomotif, instruktur bengkel, kepala program keahlian, teknisi industri, serta siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital, seperti scanner kendaraan, software simulasi, video animasi, dan modul e-learning, tidak hanya memodifikasi metode pembelajaran, tetapi juga menggeser paradigma belajar menuju model yang lebih analitis dan berbasis data. Peran guru turut mengalami perubahan signifikan, dari penyampai informasi menjadi fasilitator, mentor, dan analis digital. Integrasi teknologi industri dalam pembelajaran terbukti meningkatkan kesiapan kerja siswa dan mengurangi kesenjangan keterampilan antara sekolah dan bengkel modern. Dengan demikian, pendidikan otomotif dalam era digital memerlukan rekonstruksi filosofis agar mampu menjawab tuntutan kompetensi multivariat, relevansi kurikulum, serta kebutuhan industri otomotif berbasis teknologi. Kata kunci: filsafat pendidikan; pendidikan otomotif; era digital; pembelajaran multivariat; teknologi industri
PENGARUH PENCEMARAN LINGKUNGAN PERAIRAN TERHADAP KEBERHASILAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DI KOTA PADANG Muhammad Amri; Budi Santosa; Desi Ratna Sari; Siti Aisyah
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5132

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the impact of river pollution on the performance of freshwater aquaculture using five major rivers in Padang City: Batang Arau, Batang Kuranji, Batang Air Dingin, Batang Kandis, and Batang Anai. A quantitative approach was applied through field surveys and laboratory analyses at three stations of each river to measure physical, chemical, and biological water parameters, as well as aquaculture performance indicators including survival rate, specific growth rate, feed conversion ratio, and harvest biomass. The results show that most water quality parameters exceeded the Class II standards of Government Regulation No. 22/2021, particularly turbidity, TSS, ammonia, BOD, COD, and total coliform. Regression analysis indicates that chemical parameters have the strongest influence on aquaculture performance, followed by physical parameters, while biological parameters are near-significant, and anthropogenic pollution exerts a significant negative effect. Batang Air Dingin showed the best water quality and aquaculture performance, whereas Batang Kandis exhibited the highest pollution level and lowest production outcomes. The study concludes that river pollution significantly reduces freshwater aquaculture productivity and highlights the need for sustainable water quality management. Keywords: Aquaculture; Performance; Pollution; River; Water Quality. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pencemaran air sungai terhadap keberhasilan budidaya ikan air tawar pada lima sungai utama di Kota Padang, yaitu Batang Arau, Batang Kuranji, Batang Air Dingin, Batang Kandis, dan Batang Anai. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan dan analisis laboratorium pada tiga stasiun setiap sungai, meliputi parameter fisika, kimia, dan biologi, serta indikator performa budidaya yang terdiri dari survival rate, laju pertumbuhan harian, feed conversion ratio, dan biomassa panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar parameter kualitas air telah melampaui baku mutu PP 22/2021 Kelas II, terutama kekeruhan, TSS, amonia, BOD, COD, dan total coliform. Analisis regresi mengindikasikan bahwa parameter kimia merupakan faktor paling dominan memengaruhi keberhasilan budidaya, diikuti parameter fisika, sementara parameter biologi mendekati signifikan, dan pencemaran antropogenik terbukti berpengaruh negatif terhadap performa budidaya. Sungai Batang Air Dingin memiliki kualitas air terbaik dan hasil budidaya tertinggi, sedangkan Batang Kandis menunjukkan tingkat pencemaran tertinggi dan performa budidaya terendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencemaran sungai berperan nyata dalam menurunkan produktivitas budidaya ikan dan perlu dilakukan pengelolaan kualitas air secara berkelanjutan. Kata Kunci: Budidaya Ikan; Kualitas Air; Pencemaran; Performa Budidaya; Sungai.
FILSAFAT TEKNOLOGI DALAM ERA DIGITAL: PEMAKNAAN EKSISTENSI MANUSIA DI TENGAH DOMINASI TEKNOLOGI INFORMASI Candra Surya; Rijal Abdullah; Jonni Mardizal
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5133

Abstract

Abstract: This study aims to understand how humans perceive their existence amid the dominance of information technology in the digital era. The research employed a descriptive qualitative approach using in-depth interviews and observations with five informants, including a philosophy lecturer, IT practitioner, digital literacy activist, philosophy student, and social psychologist. The findings reveal that information technology has created a new form of existence, where human presence is defined not only physically but also digitally. The dominance of technology reshapes thinking patterns, social behavior, and human values, leading to a modern crisis of humanity. Nevertheless, humans retain reflective capacity to redefine their relationship with technology. Critical awareness, digital ethics, and balance between the real and virtual worlds are essential to preserve existential values so that technology remains a tool rather than the ruler of human life. Keyword: philosophy of technology; human existence; information technology; digital era; humanity. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana manusia memaknai eksistensinya di tengah dominasi teknologi informasi dalam era digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi terhadap lima narasumber yang terdiri atas dosen filsafat, praktisi teknologi informasi, aktivis literasi digital, mahasiswa filsafat, dan psikolog sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi informasi telah menciptakan bentuk eksistensi baru, di mana kehadiran manusia tidak hanya diukur secara fisik, tetapi juga melalui identitas digital. Dominasi teknologi menyebabkan perubahan pola berpikir, perilaku sosial, dan nilai kemanusiaan, sehingga muncul krisis humanitas modern. Namun demikian, manusia tetap memiliki kemampuan reflektif untuk menata ulang hubungan antara dirinya dan teknologi. Kesadaran kritis, etika digital, serta keseimbangan antara dunia nyata dan dunia maya menjadi kunci dalam menjaga nilai-nilai eksistensial agar teknologi tetap berperan sebagai alat, bukan pengendali kehidupan manusia. Kata Kunci: filsafat teknologi; eksistensi manusia; teknologi informasi; era digital; humanitas
ANALISIS PENGELOMPOKAN KARAKTERISTIK SISWA MENGGUNAKAN METODE K-MEANS DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT SAINS KOMPUTER Sardo Pardingotan Sipayung; Mahyuddin K. M. Nasution
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5153

Abstract

Abstract: The development of information technology in education is changing the way students construct and access knowledge, but differences in academic ability, motivation, discipline, and digital literacy often lead to learning disparities. This study grouped student characteristics using K Means Clustering and reviewed them from the perspective of computer science philosophy: ontology, epistemology, axiology, logic, and induction. The data from 120 students included academic scores, learning motivation, discipline, and digital literacy. After normalization, the number of clusters was determined using the Elbow and Silhouette methods, and the quality of the clusters was evaluated using the Davies–Bouldin Index. The findings indicate an optimal number of three clusters, with a Silhouette value of 0.466 and a DBI of 0.733, indicating fairly good and stable clustering. The three clusters describe: 1) highly motivated students with high digital literacy; 2) disciplined students with good academic performance but moderate digital skills; 3) low-motivated students with low digital literacy who require a personalized and empathetic learning approach. Ontologically, data is not just numbers, but the manifestation of students' digital existence in the modern learning space. Epistemologically, knowledge is formed inductively from students' interactions with technology and data. Axiologically, the clustering results support fairness in digital learning with an approach tailored to student characteristics. The dimensions of logic and induction show the clustering process as a scientific pattern of thinking from observation to meaningful rational generalization. The findings support a balance between algorithmic rationality and human values in digital education. Keyword: K-Means Clustering; Philosophy of Computer Science; Ontology, Epistemology; Axiology; Student Characteristics; Digital Learning. Abstrak: Perkembangan teknologi informasi di pendidikan mengubah cara siswa membangun dan mengakses pengetahuan, tetapi perbedaan kemampuan akademik, motivasi, kedisiplinan, dan literasi digital sering menimbulkan ketimpangan pembelajaran. Penelitian ini mengelompokkan karakteristik siswa dengan K Means Clustering dan meninjaunya melalui perspektif filsafat sains komputer: ontologi, epistemologi, aksiologi, logika, dan induksi. Data 120 siswa meliputi nilai akademik, motivasi belajar, kedisiplinan, dan literasi digital. Setelah normalisasi, jumlah klaster ditentukan lewat metode Elbow dan Silhouette, lalu kualitas klaster dievaluasi dengan Davies–Bouldin Index. Temuan menunjukkan jumlah klaster optimal tiga, dengan nilai Silhouette 0,466 dan DBI 0,733, mengindikasikan pengelompokan yang cukup baik dan stabil. Tiga klaster menggambarkan: 1) siswa bermotivasi dan berliterasi digital tinggi; 2) siswa disiplin dan berprestasi akademik baik, namun kemampuan digital sedang; 3) siswa bermotivasi dan literasi digital rendah yang memerlukan pendekatan pembelajaran personal dan empatik. Secara ontologis, data tidak sekadar angka, melainkan wujud eksistensi digital siswa dalam ruang belajar modern. Epistemologis, pengetahuan terbentuk secara induktif dari interaksi siswa dengan teknologi dan data. Aksiologis, hasil klasterisasi mendukung keadilan pembelajaran digital dengan pendekatan sesuai karakteristik siswa. Dimensi logika dan induksi menunjukkan proses klasterisasi sebagai pola berpikir ilmiah dari observasi menuju generalisasi rasional bermakna. Temuan mendukung keseimbangan antara rasionalitas algoritmik dan nilai kemanusiaan dalam pendidikan digital. Kata kunci: K-Means Clustering; Filsafat Sains Komputer; Ontologi, Epistemologi; Aksiologi; Karakteristik Siswa; Pembelajaran Digital.