cover
Contact Name
Muhammad Kurniawan Alfadli
Contact Email
m.kurniawan@unpad.ac.id
Phone
+6285669298592
Journal Mail Official
bsc.ftg@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bulletin of Scientific Contribution : Geology
ISSN : 16934873     EISSN : 2541514X     DOI : doi.org/10.24198/bsc%20geology.v18i1
BSC Geology adalah jurnal yang dikelola oleh Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran,terbit 3 kali dalam setahun (April, Agustus, dan Desember), yang menerbitkan karya tulis ilmiah dalam bidang kebumian terutama yang berkaitan dengan geologi seperti : Petrologi Paleontologi Geomorfologi Stratigrafi Geologi Dinamik Geologi Lingkungan dan Hidrogeologi Geologi Teknik Geokimia Geofisika Sedimentologi. Setiap artikel yang akan diterbitkan adalah bersifat tanpa biaya (no processing charges dan no submission charges). Dewan redaksi dan penerbit tidak pernah meminta bayaran untuk penerbitan pada jurnal ini. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk memperkaya pengetahuan dan informasi tentang ilmu kebumian dan dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan bersama.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 2 (2024): Bulletin of Scientific Contribution:GEOLOGY" : 9 Documents clear
PETA RAWAN LONGSOR DESA NANGGERANG, KECAMATAN SUKASARI, KABUPATEN SUMEDANG, JAWA BARAT MENGGUNAKAN ANALISIS KESTABILAN LERENG TIGA DIMENSI Aruan, Immanuel Hareanto; Yuniardi, Yuyun; Khoirullah, Nur; Sophian, Raden Irvan
Bulletin of Scientific Contribution Vol 22, No 2 (2024): Bulletin of Scientific Contribution:GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v22i2.55505

Abstract

Pada tanggal 3 Februari 2024, terjadi longsor di Desa Nanggerang, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Longsor ini terjadi di lereng persawahan masyarakat setempat. Berangkat dari hal ini, dilakukan penelitian mengenai peta kerawanan longsor lereng lokal di Desa Nanggerang untuk memberikan informasi kepada masyarakat setempat mengenai potensi longsor yang ada. Penelitian dilakukan menggunakan analisis kestabilan lereng tiga dimensi (3D) dengan perangkat Rocscience Slide 3. Geometri lereng diidentifikasi menggunakan proses fotogrametri yang diakuisisi oleh pesawat nirawak. Sedangkan lapisan yang dibagi, yaitu top soil OH, tanah MH, dan batuan andesit terlapukkan, diidentifikasi melalui observasi lapangan dan uji laboratorium mengenai sifat fisik dan mekaniknya. Dengan memasukkan index properties ke dalam model 3D lereng hasil proses fotogrametri, perhitungan kestabilan lereng menggunakan metode Janbu dilakukan untuk mendapatkan peta rawan longsor di daerah penelitian. Hasil komputasi menunjukkan, lereng di Desa Nanggerang berada pada kondisi stabil pada kondisi kering (FK = 1,5). Sedangkan pada kondisi jenuh dan pseudo-statis lereng mengalami keruntuhan (FK <1). Oleh karena itu, disarankan untuk mengefisiensikan penggunaan lahan dan aliran pada persawahan guna mengurangi risiko terjadinya longsor.
OPTIMASI BERAT LUMPUR PENGEBORAN DENGAN ANALISIS TEKANAN PORI DAN GRADIEN REKAH PADA LAPANGAN RZZ, FORMASI, BALIKPAPAN, CEKUNGAN KUTAI Zahran, Raihan Zaki; Abdurrokhim, Abdurrokhim; Mohamad, Febriwan; Nursasono, Danny
Bulletin of Scientific Contribution Vol 22, No 2 (2024): Bulletin of Scientific Contribution:GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v22i2.56154

Abstract

Analisis tekanan pori dan gradien rekah adalah proses penting dalam pengeboran minyak dan gas untuk memprediksi tekanan yang terjadi di dalam sumur dan mencegah kejadian bencana pengeboran. Analisis ini berlokasi di lapangan RZZ sebagai salah satu lapangan produksi minyak dan gas alam pada Kalimantan Timur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakterisitik tekanan pori agar dapat menentukan metode yang tepat dalam optimasi berat lumpur pengeboran. Penelitian ini menggunakan data dari 14 sumur, berupa data log tali kawat, PTFA, LOT atau FIT, laporan pengeboran, mud log, interval velocity, dan Ro. Penelitian ini menggunakan metode Eaton (Eaton, 1975) pada analisis tekanan pori dan gradien rekah serta metode statistika pada optimasi berat lumpur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman top overpressure berada pada rentang 9,850 – 11,000 ftTVD pada Formasi Balikpapan dan top hard overpressure pada rentang 12,000 – 13,000 ftTVD pada Formasi Balikpapan juga. Hasil korelasi menunjukkan distribusi overpressure mengikuti struktur geologi yang berkembang yakni antiklin. Overpressure pada daerah penelitian disebabkan oleh mekanisme loading dan unloading. Mekanisme loading dibuktikan berdasarkan analisis sejarah pemendaman, sedangkan mekanisme unloading dibuktikan oleh plot silang Dutta (Dutta, 2002) dan nilai Ro. Optimasi berat lumpur pada section 12 ¼” dilakukan dengan cara menaikkan berat lumpur menjadi 2.65 ppg dari tekanan pori untuk menanggulangi permasalahan tight spot dan overpull. Sedangkan pada section 8 ½” dengan cara menurunkan berat lumpur menjadi 2.5-3.5 ppg dari tekanan pori untuk menanggulangi high gas. Penggunaan berat lumpur optimum ini akan meminimalisir terjadi permasalahan saat pengeboran sehingga pengeboran menjadi lebih efektif dan efisien.Kata Kunci: Tekanan Pori, Overpressure, Berat Lumpur, Mekanisme, Optimasi
KAJIAN STRUKTUR GEOLOGI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KESTABILAN LAHAN DI DAERAH PINO BARU DAN SEKITARNYA, KABUPATEN BENGKULU SELATAN, PROVINSI BENGKULU Heriani, Nova; Sutriyono, Edy
Bulletin of Scientific Contribution Vol 22, No 2 (2024): Bulletin of Scientific Contribution:GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v22i2.54429

Abstract

Desa Pino Baru merupakan salah satu wilayah administratif di Kecamatan Air Nipis, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu. Studi ini berfokus memberikan informasi terkait kestabilan lahan di daerah Air Nipis dan sekitarnya yang didukung dengan fenomena geologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara struktur geologi dan implikasinya terhadap kestabilan lahan di daerah penelitian. Observasi lapangan didukung dengan analisa data struktur geologi untuk menginterpretasikan struktur daerah penelitian. Satuan batuan pada lokasi penelitian meliputi 2 formasi, yaitu: Formasi Seblat dan Formasi Lemau dengan struktur geologi berupa lipatan dan sesar. Analisis remote sensing berupa NDVI untuk menampilkan tingkat kerapatan vegetasi, kemudian analisa ruggedness index menunjukkan tingkat resiko tanah yang tidak stabil, dan analisa dissection index menunjukkan tingkat resiko pergerakan tanah di daerah penelitian. Berdasarkan analisis secara keseluruhan, dapat dihasilkan interpretasi bahwa daerah dengan tingkat kerentanan longsor di daerah penelitian paling tinggi berada pada arah WSW–ENE atau di Desa Batu Ampar, Desa Pino Baru, dan Desa Sukarami.
BIOSTRATIGRAFI FORMASI TELISA BERDASARKAN PERSEBARAN FORAMINIFERA DI DAERAH MUAROPAITI, KECAMATAN KAPUR IX, KABUPATEN LIMA PULUH KOTA, SUMATERA BARAT Harfiandri, Muhammad Said; Rochmana, Yogie Zulkurnia
Bulletin of Scientific Contribution Vol 22, No 2 (2024): Bulletin of Scientific Contribution:GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v22i2.56104

Abstract

Pendekatan analisis paleontologi dapat digunakan dalam menentukan umur relatif suatu batuan dengan melihat distribusi dan acuan umur fosil foraminifera yang terdapat pada batuan. Oleh karena itu, metode ini digunakan sebagai acuan dalam penelitian biostratigrafi yang membahas mengenai penentuan umur batuan dengan menggunakan fosil yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini dilakukan di Desa Muaropaiti, Sumatera Barat yang secara regional terletak pada Cekungan Sumatera Tengah. Observasi lapangan telah dilakukan dalam rangka perekaman data geologi permukaan serta data paleontologi berupa foraminifera yang di dapatkan dari hasil preparasi sampel batuan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menentukan umur relatif dan lingkungan batimetri pada Formasi Telisa melalui analisis biostratigrafi. Metode yang digunakan berupa analisis biostratigrafi dengan melihat umur dan batimetri pada fosil foraminifera planktonik dan bentonik serta analisis struktur sedimen yang terdapat pada daerah telitian. Studi ini mengungkapkan bahwa umur relatif pada Formasi Telisa berdasarkan analisis foraminifera planktonik adalah Middle Miocene (N8-N10). Lingkungan batimetri berdasarkan foraminifera bentonik didapatkan pada area Transisi-Neritik Tepi (15m – 90m). Hal ini menunjukan bahwa Formasi Telisa terendapkan pada kala Miosen Tengah dimana terjadinya transgresi (kenaikan muka air laut) yang mengendapkan litologi batuan sedimen dengan ukuran butir halus seperti batulempung, batuserpih, dan batulanau yang bersifat karbonatan.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK GEOLOGI PADA FENOMENA TUMBUKAN METEOR DI DAERAH CILETUH, JAWA BARAT DAN FENOMENA LAINNYA DI BERBAGAI BELAHAN DUNIA (LITERATURE REVIEW) Sambodo, Tri Hananto; Sukiyah, Emi; Hutabarat, Johanes; Endyana, Cipta
Bulletin of Scientific Contribution Vol 22, No 2 (2024): Bulletin of Scientific Contribution:GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v22i2.51283

Abstract

Artikel ini memberikan pemahaman terhadap fenomena tumbukan meteor pada permukaan bumi, dari aspek geologi yang ditemukan, khususnya di daerah Geopark Ciletuh, Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR), yang melibatkan analisis terhadap penelitian-penelitian sebelumnya yang telah dilakukan pada berbagai fenomena lain yang serupa di dunia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap fenomena benturan meteorit di bumi memiliki karakter geologi yang unik dan cenderung sama. Fenomena yang terjadi di daerah Ciletuh, Indonesia, salah satunya yaitu terdapat bukti unik berupa morfologi berbentuk cincin sebagai petunjuk terbentuknya kawah sederhana oleh karena dampak benturan, serta bukti lainnya ditemukannya struktur batuan yang menyerupai shatter-cone ditemukan di area kawah. Fenomena lainnya yang serupa dengan Ciletuh yaitu pada situs Yilan Crater di Cina, yaitu ditemukan bukti bentukan kawah yang menyerupai kawah sederhana dan bentukan punggungan perbukitan yang nampak unik. Penelitian lainnya juga mengungkapkan adanya anomali magnetik daerah Zagami Meteorite Impact Site di Nigeria, yang mengindikasikan kemungkinan adanya kawah tersembunyi yang menyerupai bentukan kawah sederhana hasil tumbukan yang melibatkan energi yang besar. Situs Lonar impact crater di India juga merupakan kawah dampak meteorit yang ditemukan pada permukaan basalt, beserta dengan danau kawah sentral yang menjadi daya tarik penelitian. Begitu pula pada situs lainnya seperti Barringer impact crater dan Bolaven volcanic field yang memiliki ciri dan persamaan akibat tumbukan meteor. Penelitian lebih lanjut tentunya diperlukan untuk memahami potensi adanya bukti keterjadian tumbukan meteor di Ciletuh tersebut, diantaranya melalui analisa photomicrograph maupun analisa lainnya yang mendukung. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang keterjadian tumbukan meteor beserta bukti lapangan berupa bentukan lahan yang unik pada situs-situs benturan meteorit. Hasil tulisan ini dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian lebih lanjut dalam memahami proses pembentukan kawah, perubahan geologi dan lingkungan akibat tumbukan meteor. Kata kunci: benturan meteorit, ciletuh, geopark, geologi
PRELIMINARY STUDI KELIMPAHAN MIKROFAUNA DAN POLEN DI TELUK CILETUH, KAWASAN GEOPARK CILETUH, SUKABUMI Fauzielly, Lili; Jurnaliah, Lia; Winantris, .; Fitriany, Ria; Rosana, Mega Fatimah
Bulletin of Scientific Contribution Vol 22, No 2 (2024): Bulletin of Scientific Contribution:GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v22i2.56710

Abstract

Sebanyak 31 sampel sedimen dari Teluk Ciletuh telah digunakan untuk studi mikrofauna dan polen. Pengambilan sampel permukaan menggunakan metoda shallow coring untuk analisis polen dan grab untuk mikrofosil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial mikrofauna dan polen di daerah konservasi kawasan Geopark Ciletuh.Pengambilan sampel sedimen dilakukan pada bagian barat dan timur dari muara Sungai Palangpang. Secara umum, kondisi perairan di bagian barat dari muara sungai terlihat lebih jernih daripada perairan sebelah timur. Sedimen pantai di sebelah timur menunjukkan penghalusan ke arah barat, terdiri atas sedimen berupa pasir sangat kasar-sangat halus dengan kandungan pecahan fragmen cangkang bivalvia yang dominan, ke arah pantai berkembang kawasan mangrove yang dikembangkan oleh komunitas masyarakat setempat. di bagian barat dari muara sungai, sedimen berupa pasir sedang hingga lempung, dan ke arah pantai, endapan berupa pasir sedang yang bercampur dengan tanah.Hasil identifikasi dari 25 sampel sedimen yang diambil dari Teluk Ciletuh menunjukkan hanya 19 sampel yang mengandung mikrofauna. Identifikasi mikrofauna dilakukan secara kuantitatif dengan menghitung jumlah individu per 1 gram sampel sedimen kering. Terdapat 5135 individu mikrofauna, dengan kelimpahan secara berurutan adalah dari kelompok foraminifera bentonik (82,07%), foraminifera planktonik (5,84%), spikula (4,55%) dan kelompok non foraminifera (7,53%).Dari kawasan mangrove yang berada di pantai Cikadal, analisis polen terhadap 6 sampel sedimen permukaan diperoleh polen asal lingkungan mangrove, polen freshwater, terrestrial dan polen dari pegunungan.
PERKEMBANGAN SANDI STRATIGRAFI INDONESIA: Sandi Stratigrafi Indonesia 1973-1996-2023 Muljana, Budi
Bulletin of Scientific Contribution Vol 22, No 2 (2024): Bulletin of Scientific Contribution:GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v22i2.55891

Abstract

AbstrakRevisi Sandi Stratigrafi Indonesia berkorelasi dengan perkembangan data serta konsep keilmuan khususnya stratigrafi. Seiring juga dengan pola pemikiran dalam memahami serta memberlakukan data-data stratigrafi. Selama perkembangan Sandi Stratigrafi Indonesia 1973 kemudian 1996 dan yang terakhir 2023, telah mengalami banyak sekali perubahan paragdigma konsep stratigrafi. Mulai dari pendekatan deskriftif atau yang sering disebut dengan stratigrafi tradisional ke pendekatan deterministic atau sampai ke prediktif atau sering juga disebut dengan stratigrafi modern. Tulisan ini ingin memberikan informasi bahwa perkembangan Sandi Stratigrafi Indonesia hamper 50 tahun ini. Tujuannya adalah untuk mengakomodir perkembangan data, metode dan konsep stratigrafi.Kata kunci : Sandi Stratigrafi Indonesia, Stratigrafi tradisonal, Stratigrafi modern AbstractStratigraphic Indonesian Codes revision correlate with the development of data and knowledge concept, especially in stratigraphy.  It is related to the point of view within to understand and interpret for all stratigraphic data. During the development of Stratigraphic Indonesian Code starting from 1973, 1996 and the last 2023, has changed the outlook paradigm of stratigraphic concepts. Starting on descriptive approaching point view or it’s called a traditional stratigraphy to deterministic or predictive interpretations or called as a modern stratigraphy.  This paper tries to give brief information about the developments of Stratigraphic Indonesian Codes almost during 50th years. The main point is to be able accommodate the data, methods, and stratigraphic concept development.Keywords: Stratigraphic Indonesian Codes, traditional stratigraphy, modern stratigraphy
VOLUMETRIK REMBESAN DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN TUBUH BENDUNGAN KOLAM RETENSI X (STUDI KASUS: DAS SANGGAI, IKN) Putri, Fauziah Listiana; Listiawan, Yudhi; Hendarmawan, Hendarmawan
Bulletin of Scientific Contribution Vol 22, No 2 (2024): Bulletin of Scientific Contribution:GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v22i2.56008

Abstract

Ibu Kota Negara Indonesia yang baru akan berada pada sejumlah Kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Penelitian ini akan fokus pada perencanaan pembangunan bendungan di Kolam Retensi X yang ada di DAS Sanggai, IKN. Dalam perencanaan pembangunannya memerlukan analisis debit rembesan yang dapat terjadi ketika bendungan sudah dioperasikan. Debit rembesan yang berlebihan akan mempengaruhi stabilitas dari bendungan dan dapat menyebabkan gejala piping. Analisis akan dilakukan pada kondisi Muka Air Rendah, Muka Air Normal, dan Muka Air Banjir. Data yang diperlukan yaitu data teknis Kolam Retensi X, gambar potongan melintang bendungan, dan hasil uji laboratorium. Debit rembesan ini dianalisis menggunakan software Geostudio SEEP/W 2012 dan metode flow net. Berdasarkan hasil analisis menggunakan Geostudio SEEP/W 2012, debit rembesan pada tubuh bendungan Kolam Retensi X pada kondisi Muka Air Rendah sebesar 1.6 × 10−9 m3 /det, Muka Air Normal sebesar 2.75 × 10−9 m3 /det, dan Muka Air Banjir sebesar 4.41 × 10−9
MORPHO-CONSERVATION ANALYSIS IN CRITICAL HILLS OF BINUANG MICRO-WATERSHED, SOUTH KALIMANTAN Ayuningtyas, Efrinda Ari; Khasanah, Alfiatun Nur
Bulletin of Scientific Contribution Vol 22, No 2 (2024): Bulletin of Scientific Contribution:GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v22i2.53863

Abstract

Geomorphology is crucial in analyzing erosion potential and selecting conservation measures to improve land resources. Morphometric analysis reveals that the Binuang Micro Watershed, with its upper part being a critical hilly area, has a high erosion potential due to the occurrence of splash erosion, sheet erosion, and rill erosion in all existing landforms. The analysis of watershed morphometry, such as shape, area, drainage density, bifurcation ratio, and drainage density, using DEM data at the research site, reveals a strong correlation between the morphometric conditions of the Binuang Micro Watershed and the incidence of erosion and flood inundation. These conditions are also influenced by the dominant soil texture, namely clay. This research has developed recommendations for conservation actions based on morphometry and the level of erosion occurrence for each landform condition. These recommendations are intended for policymakers to prioritize natural resource management for the sustainability of watershed development.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 23, No 2 (2025): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 23, No 1 (2025): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 22, No 3 (2024): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 22, No 2 (2024): Bulletin of Scientific Contribution:GEOLOGY Vol 22, No 1 (2024): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 21, No 3 (2023): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 21, No 2 (2023): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 21, No 1 (2023): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 20, No 3 (2022): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 20, No 2 (2022): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 20, No 1 (2022): Bulletins of Scientific Contribution : Geology Vol 19, No 3 (2021): Bulletins of Scientific Contribution : Geology Vol 19, No 2 (2021): Bulletins of Scientific Contribution : Geology Vol 19, No 1 (2021): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 18, No 3 (2020): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 18, No 2 (2020): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 18, No 1 (2020): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 17, No 3 (2019): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 17, No 2 (2019): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 17, No 1 (2019): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY Vol 16, No 3 (2018): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY Vol 16, No 2 (2018): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY Vol 16, No 1 (2018): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY Vol 15, No 3 (2017): Bulletin of Scientific Contribution:GEOLOGY Vol 15, No 2 (2017): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY Vol 15, No 1 (2017): Bulletin of Scientific Contribution Vol 14, No 3 (2016): Bulletin of Scientific Contribution Vol 14, No 2 (2016): Bulletin of Scientific Contribution Vol 14, No 1 (2016): Bulletin of Scientific Contribution Vol 13, No 3 (2015): Bulletin of Scientific Contribution Vol 13, No 2 (2015): Bulletin of Scientific Contribution Vol 13, No 1 (2015): Bulletin of Scientific Contribution Vol 12, No 3 (2014): Bulletin of Scientific Contribution Vol 12, No 2 (2014): Bulletin of Scientific Contribution Vol 12, No 1 (2014): Bulletin of Scientific Contribution Vol 11, No 3 (2013): Bulletin of Scientific Contribution Vol 11, No 2 (2013): Bulletin of Scientific Contribution Vol 11, No 1 (2013): Bulletin of Scientific Contribution Vol 10, No 2 (2012): Bulletin of Scientific Contribution Vol 10, No 1 (2012): Bulletin of Scientific Contribution Vol 9, No 3 (2011): Bulletin of Scientific Contribution Vol 9, No 2 (2011): Bulletin of Scientific Contribution Vol 9, No 1 (2011): Bulletin of Scientific Contribution Vol 8, No 3 (2010): Bulletin of Scientific Contribution Vol 8, No 2 (2010): Bulletin of Scientific Contribution Vol 8, No 1 (2010): Bulletin of Scientific Contribution Vol 7, No 2 (2009): Bulletin of Scientific Contribution Vol 7, No 1 (2009): Bulletin of Scientific Contribution Vol 6, No 2 (2008): Bulletin of Scientific Contribution Vol 6, No 1 (2008): Bulletin of Scientific Contribution Vol 5, No 3 (2007): Bulletin of Scientific Contribution Vol 5, No 2 (2007): Bulletin of Scientific Contribution Vol 5, No 1 (2007): Bulletin of Scientific Contribution Vol 4, No 2 (2006): Bulletin of Scientific Contribution Vol 4, No 1 (2006): Bulletin of Scientific Contribution Vol 3, No 2 (2005): Bulletin of Scientific Contribution More Issue