cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
Analisis Amlodipin Dengan Metoda KCKT dan Spektrofotometri UV NENG RIKA NURHAYATI; Febrina Amelia Saputri
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.185 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.10750

Abstract

Abstrak Amlodipin merupakan salah satu antagonis kalsium golongan dihidropiridin yang bekerja menghambat masuknya ion kalsium melalui membrane kedalam otot polos vascular dan otot jantung. Beberapa metode analisis telah dikembangkan untuk menentukan kadar amlodipin dalam sediaan tablet, diantaranya dengan metode spektrofotometri UV dan kromatografi cair kinerja tinggi. Metode spektofotometri UV dan KCKT masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, artikel review ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar amlodipin dalam sediaan tablet secara spektrofotometri UV dan KCKT dalam hal ketepatan, ketelitian dan sensitivitas, dalam analisis amlodipin ini memenuhi persyaratan uji validasi dan parameter lainnya. Hasil artikel review ini menunjukan analisis amlodipin secara spektrofotometri UV dan KCKT memiliki ketepatan,, ketelitian, dan sensitifitas yang baik.Kata kunci : Amlodipin, Spektrofotometri UV, KCKT
PENGARUH JPH203 SEBAGAI INHIBITOR LAT1 DALAM TERAPI KANKER Yolanda Pertiwi; Holis Abdul Holik; Imam Adi Wicaksono
Farmaka Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.666 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i1.22142

Abstract

Radiofarmaka adalah obat yang bisa digunakan untuk diagnosis maupun terapi. Didalam radiofarmaka biasanya terkandung radioisotope yang sifatnya sangat tidak stabil sehingga akan memancarkan energy radioaktif agar mencapai bentuk stabil. Human L-type amino acid transporter 1 atau biasa disebut LAT1 merupakan asam amino esensial yang terekspresi pada sel normal, namun LAT1 ini terekspresi jauh lebih banyak pada sel kanker. Sedangkan JPH203 mempunyai kemampuan secara spesifik untuk menghambat LAT1 atau biasa disebut inhibitor, sehingga JPH203 ini biasanya digunakan dalam diagnosis maupun terapi pada kanker. Dalam beberapa penilitian membuktikan, pengobatan kanker dengan menggunakan JPH203 bisa dilakukan pada kanker mulut, kanker tiroid, osteosarcoma, dan medulloblastoma.Kata Kunci : JPH203, LAT1 inhibitor, kanker
PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT DENGAN SIX SIGMA KANIA NABILA FAJRIANTI; Ahmad Muhtadi
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.376 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.13460

Abstract

Rumah sakit merupakan salah satu instalasi kesehatan terbesar, di mana terdapat jenis pelayanan yang mendukung kesehatan masyarakat seperti pelayanan medik, penunjang klinik. kefarmasian, penunjang nonklinik, keperawatan dan kebidanan, dan rawat inap. Tidak semua rumah sakit memiliki mutu pelayanan yang tinggi, melainkan terdapat juga yang mutu pelayanannya masih rendah. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan adalah Six Sigma. Six Sigma adalah alat manejemen yang biasa digunakan dengan tujuan mengurangi cacat produksi dan menekan biaya yang dikeluarkan. Alat manajemen ini biasa digunakan di suatu industri perusahaan, namun juga dapat digunakan di instalasi kesehatan seperti rumah sakit dengan tujuan meningkatkan mutu pelayanannya. Berdasarkan hasil penelusuran pustaka, Six Sigma mampu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit.
FARMAKOTERAPI DEPRESI DAN PENGARUH JENIS KELAMIN TERHADAP EFIKASI ANTIDEPRESAN AJENG RATNA NINGTYAS; Irma Melyani Puspitasari; Rano Kurnia Sinuraya
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5601.292 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17522

Abstract

Depresi merupakan penyakit yang berhubungan dengan alam perasaan yang sedih dan gejala penyerta berupa perubahan pola tidur dan nafus makan, psikomotor, konsentrasi, anhedonia, kelelahan, rasa putus asa, dan tidak berdaya serta bunuh diri. Menurut WHO, terdapat 322 juta orang penderita depresi. Depresi menjadi penyebab utama bunuh diri yaitu 800.000 per tahun. Pengobatan depresi dengan menggunakan obat antidepresan. Review artikel ini bertujuan untuk mengetahui farmakoterapi yang tepat untuk mengobati depresi dan mengetahui pengaruh jenis kelamin terhadap efikasi antidepresan. Metode yang digunakan dalam review artikel ini adalah studi literature. Studi literature dilakukan dengan cara mencari jurnal, e-book, dan situs web yang membahas tentang farmakoterapi depresi dan pengaruh jenis kelamin terhadap efikasi antidepresan. Kriteria tahun penerbitan yang dikumpulkan adalah 10 tahun terakhir. Dari hasil studi literature didapatkan 17 jurnal, 5 e-book, dan 1 situs web. Dari studi yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa farmakoterapi depresi yang paling sering digunakan dan lini pertama adalah SSRI dan SNRI. Terdapat pengaruh jenis kelamin terhadap efikasi antidepresan.Kata Kunci: Depresi, Pengobatan, Farmakoterapi, Antidepresan
PENGGUNAAN INSTRUMEN HIGH-PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY SEBAGAI METODE PENENTUAN KADAR KAPSAISIN PADA BUMBU MASAK KEMASAN “BUMBU MARINADE AYAM SPECIAL” MEREK SASA ARIF SATRIA WIRA KUSUMA; Raisa Metantryana
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.636 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.9290

Abstract

Instrumen High-Performance Liquid Chromatography dapat digunakan dalam proses penentuan kadar kapsaisin dalam “Bumbu Marinade Ayam Special” merek Sasa. Bumbu rempah yang sering digunakan dalam seasoning umumnya memiliki rasa pedas yang berasal dari kapsaisin. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur secara kuantitatif kadar kapsaisin yang terkandung dalam bumbu masak instan yang diperoleh dari toko swalayan, digunakan merek Sasa sebagai pembanding standar kapsaisin yang digunakan dengan gradien konsentrasi.metode yang digunakan menggunakan prinsip “Like Dissolve Like” dan ekstraksi sampel menggunakan kloroform untuk mengikat kapsaisin dari bumbu instan. Pada instrumen, waktu running alat dipilih pada panjang gelombang 227nm dan 281nm serta gradien konsentrasi dari standar dan ekstraknya (1ppm, 2ppm, 5ppm, 10ppm, 20ppm, 40ppm). Hasil menunjukkan bahwa kapsaisin yang terkandung di dalam ekstrak mengandung nilai AUC yang lebih tinggi pada 271nm dibanding 281nm. Ditemukan konsentrasi kapsaisin sejumlah 0,9905ppm pada panjang gelombang 227nm dan 3,0872ppm pada panjang gelombang 281nm.
REVIEW ARTICLE: PENGGUNAAN RADIOFARMAKA TEKNESIUM-99m DARI SENYAWA GLUTATION DAN SENYAWA FLAVONOID SEBAGAI DETEKSI DINI RADIKAL BEBAS PEMICU KANKER QUINZHEILLA PUTRI ARNANDA; RINA FAJRI NUWARDA
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.67 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22071

Abstract

Radikal bebas merupakan senyawa dengan satu atau lebih elektron tak berpasangan yang tak stabil dan sangat reaktif. Radikal bebas dapat berasal dari polutan lingkungan dan dari gaya hidup masyarakat yang tidak sehat sehingga menurunkan kualitas hidup dengan adanya berbagai penyakit degeneratif dari penuaan dini, stroke, bahkan kanker. Dengan adanya senyawa antioksidan, stres oksidatif yang dipicu oleh radikal bebas dapat distabilkan dan dinetralkan sehingga dapat menurunkan risiko kerusakan pada sel tubuh. Dengan penggunaan senyawa dari bahan alam sebagai antioksidan yaitu senyawa golongan flavonoid (kuersetin, rutin) dan glutation yang merupakan antioksidan endogen yang telah diformulasikan dengan radionuklida teknesium-99m (99m-Tc) menjadi beberapa sediaan radiofarmaka yang siap digunakan sebagai alat deteksi dini adanya radikal bebas dalam tubuh manusia penyebab kanker.Kata kunci: antioksidan, flavonoid, glutation, radikal bebas, radiofarmaka, stress oksidatif, teknesium-99m.
AKTIVITAS FARMAKOLOGI DAUN ILER (Plectranthus scutellarioides (L.) R.Br.) HENIVIA NOVANTI; Yasmiwar Susilawati
Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.208 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i1.13196

Abstract

Iler merupakan salah satu tanaman yang berasal dari famili Lamiacaea. Di Indonesia, tanaman ini umumnya dikenal dengan nama daerah jawer kotok. Secara etnofarmakologi telah digunakan dalam berbagai pengobatan seperti postpartum, dermatitis, sakit perut, batuk, nyeri pada otot, asma, gangguan pencernaan dan lain-lain. Berdasarkan studi farmakognosi dan kegunaannya secara tradisional, P. scutellarioides berpotensi secara terapetik dalam pengembangan obat herbal. Review ini menjelaskan aktivitas farmakologi. P scutellarioides pada studi in vitro mapun in vivo. Aktivitas farmakologi tersebut yaitu antiinflamasi, imunomodulator, antioksidan, antihistamin dan antidiabetes.
REVIEW: Validasi Metode Analisis Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Untuk Penetapan Kadar Uji Disolusi Terbanding Tablet Amoksisilin CINDY MELINDA SOFYANI; Anis Yohana Chaerunnisa; Taofik Rusdiana
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.209 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17496

Abstract

Amoksisilin adalah suatu antibiotik penicillin berspektrum luas  yang memiliki cincin β-laktam. Amoksisilin digunakan sebagai antibakteri yang disebabkan oleh bakteri gram positif dan bakteri gram negatif yang rentan.Untuk menilai mutu produk obat baru yang akan dipasarkan perlu dilakukan profil bioekivalensi uji disolusi terbanding untuk dipasarkan. Untuk mendapatkan %terdisolusi perlu mendapatkan kadar amoksisilin terlebih dahulu. Penentuan kadar amoksisilin dilakukan dengan instrumen KCKT. Validasi  metode instrumen sangat diperlukan sebelum penentuan kadar dari amoksisilin. Validasi metode diperlukan agar hasil yang diinginkan akurat, sensitif dan hasil yang didapatkan dapat dipertanggung jawabkan. Validasi yang dilakukan berupa optimasi kondisi kromatografi, penentuan fase gerak, linearitas, akurasi, presisi, LOD dan juga LOQ.Kata Kunci: Amoksisilin, KCKT, Validasi.
OPTIMASI PENANDAAN LUTEOLIN DENGAN RADIONUKLIDA TEKNESIUM 99m DALAM PENGEMBANGAN OBAT BARU PENDETEKSI KANKER Fairuz Nabilah Syarafina
Farmaka Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.073 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i4.18977

Abstract

DETEKSI Listeria monocytogenes DALAM MAKANAN NUR LIYANA BINTI RAHIM; Sri Agung Fitri Kusuma
Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2222.78 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12574

Abstract

AbstrakListeria monocytogenes adalah jenis patogen bawaan makanan yang akan menyebabkan listeriosis di mana memiliki kecenderungan sampai 30% tingkat kematian untuk populasi berisiko tinggi. Hasil dari review mendapati adanya metode seperti berikut: (1) Metode isolasi dan enumerasi (International Organization for Standards (ISO) 11290-1: 1996 + A1: 2004 BS 5763-18: 1997, ISO 11290-2: 1998 + A1; 2004), Standar PrPN EN ISO 11290-Z: 1999, metode USFDA/ BAM/ CFSAN) dan (2) Metode deteksi di mana untuk komfirmasi Listeria spp. (pewarnaan Gram, uji katalase, uji motilitas) dan untuk Listeria monocytogenes (uji hemolisis, uji CAMP, utilisasi karbohidrat).Kata Kunci: Deteksi, Listeria monocytogenes, Makanan

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue