cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
PENGGUNAAN KLINIS TRAMADOL DENGAN BERBAGAI ASPEKNYA HIRALIUS BIMA ARDIKA PUTRA; ANAS SUBARNAS
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2541.898 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22079

Abstract

Tramadol merupakan salah satu obat analgesik yang memiliki efek seperti narkotik, biasanya obat ini diminum setelah pasca operasi untuk menghilangkan rasa nyeri. Obat ini memiliki efek ketergantungan serta meningkatnya jumlah dosis yang digunakan (adiksi). Banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahayanya penggunaan obat ini dan menyalahgunakan penggunaannya.  Oleh sebab itu, diperlukannya edukasi mengenai penggunaan obat ini. Tramadol memiliki struktur trans-2 (dimethylaminomethyl)-1-(m-methoxyphenyl ) - cyclohexanol hydrochloride. Selain sebagai analgesik, tramadol memiliki fungsi sebagai penghambat transpoter norepinerfin di sel medula Barium adrenal. Pada umumnya setelah mengkonsumsi obat ini, akan timbul beberapa efek samping seperti rasa mual , muntah, berkeringat, dan mulut kering.
AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA BEBERAPA TANAMAN DI ASIA SAFIRA ANNISSA; SRI ADI SUMIWI
Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.537 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i1.13202

Abstract

Hiperurisemia adalah suatu keadaan yang ditandai dengan meningkatnya kadar asam urat karena disfungsi dalam produksi atau ekskresi. Prevalensi hiperurisemia terus meningkat secara cepat pada beberapa dekade terakhir  dan menjadi penyebab terbesar gout dan inflamatori artritis. Pengobatan lini pertama untuk hiperurisemia adalah alopurinol. Namun penggunaannya memiliki efek samping terhadap tubuh sehingga dibutuhkan obat alternatif yang memiliki efek samping minimal, seperti obat herbal. Pada review ini akan dibahas beberapa tanaman yang berasal dari asia yang potensial menjadi obat antihiperurisemia  Metode yang digunakan adalah studi pustaka. Pencarian data dilakukan dengan instrumen search engine online seperti Google, Pubmed, dan Science Direct. Hasil yang diperoleh adalah beberapa tumbuhan yang berasal dari Asia seperti Annona muricata L., Gloriosa superba L., Orthosiphon stamineus Benth, dan Hibiscus sabdariffa L. berpotensi menjadi obat alternatif dalam pengobatan hiperurisemia.Kata kunci: Hiperurisemia, Asam Urat, Obat Herbal 
REVIEW ARTIKEL: PUASA RAMADHAN DAN DIABETES MELITUS ANDRENA NATALIA; SULISTIYANINGSIH SULISTIYANINGSIH
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.784 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17498

Abstract

Selama menjalankan ibadah puasa terdapat penurunan asupan makanan yang dapat menyebabkan pasien dengan diabetes berada pada resiko yang lebih tinggi untuk mengalami komplikasi. Tingginya resiko yang terjadi dapat dipengaruhi oleh lamanya waktu berpuasa. Tujuan dari review jurnal ini adalah untuk mengetahui resiko pasien diabtes yang menjalankan puasa Ramadhan serta cara menanganinya. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan pencarian data sekunder di internet berupa publikasi jurnal. Menurut penelitian dalam jurnal yang telah direview, selama berpuasa terdapat beberapa perubahan metabolisme pada tubuh. Resiko komplikasi yang mungkin dapat terjadi, yaitu hipoglikemia, hiperglikemia, dehidrasi, serta trombosis. Pencegahan komplikasi tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup yang direkomendasikan atau dengan melaksanakan pendidikan pra-Ramadhan.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI IN VITRO EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG TRENGGULI (Cassia fistula L.) TERHADAP Salmonella typhi ATCC 14028 Maulida Aguslestari
Farmaka Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.505 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i4.18979

Abstract

Review: Variasi Metode Uji Disolusi Terbanding (UDT) NOR IZZATI NOR; Rina Fajri Nuwarda
Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.927 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12575

Abstract

AbstrakMenurut BPOM, uji ekivalensi sesuatu produk obat dapat dilakukan dengan Uji Disolusi Terbanding (UDT). UDT adalah uji disolusi komparatif yang dilakukan untuk menunjukkan similaritas ataupun perbedaan profil disolusi antara obat uji dengan obat inovator/komparator. UDT juga dapat digunakan untuk memastikan ekivalensi dan sifat-sifat produk sesuatu produk obat. Uji ini dilakukan dalam media disolusi dengan pH yang disesuaikan dengan kondisi in vitro yaitu pada pH 1,2; 4,5; dan 6,8. Terdapat tiga metode yang dianjurkan oleh FDA untuk melakukan uji disolusi terbanding ini seperti metode model-independen, metode model-dependen dan metode ANOVA. Hasil daripada penelitian, metode berbasis ANOVA dan model-dependen  agak rumit dan lebih diskriminatif jika dibandingkan dengan metode model-independent (f-factors).         Kata kunci: ANOVA, model-dependen, model-independen, UDT, uji disolusi terbanding   AbstractAccording to BPOM, the equivalence test of a drug product can be done with the Comparative Dissolution Test (CDT). CDT is a comparative dissolution test conducted to show the similarity or dissimilarity dissolution profiles between test drugs and innovator / comparator drugs. CDT can also be used to ensure the equivalence and product properties of a drug product. The test was performed in a dissolution medium with pH adjusted to in vitro conditions at pH 1.2; 4,5; And 6.8. There are three methods recommended by the FDA to perform this comparative dissolution test such as model-independent method, model-dependent method and ANOVA method. Based on the results, the ANOVA-based and model-dependent methods are more complex and more discriminative than the model-independent (f-factors) method.Keywords: ANOVA, comparative dissolution test, model-dependent, model independent
Aktivitas Senyawa Aktif Michelia champaca sebagai Inhibitor Topoisomerase Antikanker NAOMY OCTAVINNA
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.643 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17583

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi kedua di dunia. Oleh karena itu, telah dilakukan berbagai penelitian untuk mengatasi kanker. Salah satunya dengan melakukan pemanfaatan dari zat metabolit pada tumbuhan yang memiliki aktivitas antikanker. Menurut berbagai penelitian, terdapat beberapa suku tanaman yang berpotensi memiliki aktivitas anktikanker, salah satunya cempaka kuning (Michelia champaca). Cempaka kuning memiliki banyak metabolit sekunder yang terkandung di dalamnya. Salah satu kandungan kimia yang bersifat aktif dalam kulit batang cempaka kuning adalah liriodenin. Liriodenin memiliki mekanisme kerja yang dapat menghambat enzim topoisomerase yang berperan dalam pembelahan pada fase proliferase dalam sel kanker
KARAKTERISTIK DAN MANFAAT TUMBUHAN PISANG DI INDONESIA : Review Artikel HISBAN HAMID ARIFKI; Melisa Intan Barliana
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.085 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i3.17605

Abstract

Pisang merupakan buah yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Buah ini menjadi konsumsi sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. Indonesia memiliki kurang lebih 200 jenis pisang yang tersebar di seluruh penjuru pulau. Beberapa pisang yang sering dikonsumsi orang indonesia antara lain pisang ambon (Musa paradisiaca S.), pisang tanduk (Musa paradisiaca fa. Corniculata.) dan pisang tongka langit (Musa troglodytarum L.). Banyak masyarakat tidak tahu manfaat buah pisang secara farmakologis karena minimnya sosialisasi kepada masyarakat terkait manfaat pisang. Hal ini membuat masyarakat cenderung lebih memilih untuk sekedar memakan buahnya saja.. Manfaat pisang yang sering dikonsumsi ini harus dianalisis lebih lanjut guna memberikan edukasi kepada masyarakat. Berdasarkan studi literatur dari hasil penelitian terdahulu didapatkan kesimpulan bahwa pisang memiliki banyak sekali manfaat dan khasiat diluar daging buah yang sering dikonsumsi.
REVIEW ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI HIPERTENSI DARI BERBAGAI NEGARA MEIVANA ESTHER ROSINTA TAMBUNAN; iyan Sopyan; Marline Abdassah
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.101 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10802

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor resiko utama untuk Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan stroke. Dengan prevalensi pengidap hipertensi di dunia yang meningkat dengan pesat, maka perlunya peningkatan efektivitas terapi hipertensi. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkannya adalah dengan menganalisis pedoman terapi hipertensi dan golongan-golongan obatnya dalam aspek farmakoekonomi, yaitu Analisis Efektivitas Biaya. Dari enam data studi literatur di berbagai negara, yaitu Amerika Serikat, Jerman, Afrika Selatan, Serbia, Indonesia dan Brazil, maka dapat diketahui bahwa tiap pedoman terapi hipertensi serta obat-obatan menghasilkan efektivitas dan biaya yang berbeda-beda. Tetapi secara umum setiap pedoman terapi hipertensi merupakan highly cost effective karena ICER kurang dari GDP tiap negara, dan golongan obat antihipertensi dengan efektivitas biaya terbaik adalah golongan Diuretik. Hypertension is a major risk factor for Coronary Heart Disease (CHD) and stroke. With the prevalence of people with hypertension in the world that increase rapidly, therefore, we need to improve the effectiveness of treatment for hypertension. One thing that we can do to improve it is by analyzing the hypertension treatment guidelines and drug factions in Pharmacoeconomics aspects, which is Cost-Effectiveness Analysis. By six data from the study of literature in various countries, the United States, Germany, South Africa, Serbia, Indonesia and Brazil, it is known that each of hypertension treatment guidelines and medicines create a different effectiveness and costs. But generally every guidelines for treatment of hypertension is highly cost effective because ICER less than the GDP of each country, and antihypertensive drug classes with the best cost-effectiveness is a class of diuretics.
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN, ERITROSIT, DAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWA FARMASI UNIVERSITAS PADJADJARAN ANGKATAN 2016 QUINZHEILLA PUTRI ARNANDA; DIAH SITI FATIMAH; SHINTA LESTARI; SHELLA WIDIYASTUTI; DEDE JIHAN OKTAVIANI; SAQILA ALIFA RAMADHAN; ALIA RESTI AZURA; MAURA SYAFA ISLAMI; KIARA DIRGANTARA; RANO KURNIA SINURAYA; DIKA PRAMITA DESTIANI; IMAM ADI WICAKSONO
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.898 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22053

Abstract

ABSTRAKHemoglobin dan eritrosit memiliki fungsi yang penting dalam tubuh, salah satunya adalah membawa dan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Saat kadar hemoglobin kurang, oksigen yang dibawa oleh hemoglobin berkurang, sehingga kinerja organ yang bersangkutan akan menurun dan kelancaran proses fisiologis akan terganggu, salah satunya siklus menstruasi. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan ada atau tidaknya hubungan antara kadar hemoglobin, eritrosit, dan siklus menstruasi pada mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran angkatan 2016. Penelitian dilakukan dengan pengumpulan data siklus menstruasi dengan menggunakan lembar observasi, kemudian dilakukan pengambilan sampel darah untuk dianalisis dengan haematoanalyzer untuk mengukur kadar hemoglobin dan eritrosit. Hasil analisis dengan uji asosiasi Chi-Square hitung lebih kecil dari table yaitu 1.160 untuk hemoglobin dan 0.040 untuk eritrosit dengan nilai p value 0.314 untuk hemoglobin dan 0.842 untuk eritrosit lebih besar dari 0.005 sehingga dapat simpulkan tidak ada hubungan antara siklus menstruasi dengan kadar hemoglobin dan eritrosit.Kata kunci : eritrosit, hemoglobin, siklus menstruasi ABSTRACTHaemoglobin and erythrocytes have important functions in the body, one of which is carrying and circulating oxygen throughout the body. When the haemoglobin level is less, the oxygen carried by haemoglobin decreases, so the performance of the organs is disrupted and the physiological process will be disrupted, one of which is the menstrual cycle. This study was conducted to determine whether or not there was an association between haemoglobin, erythrocyte, and menstrual cycle in students of the Faculty of Pharmacy, University of Padjadjaran 2016. The study was conducted by collecting menstrual cycle data using observation sheets, then taking blood samples and analyzed with haematoanalyzers to measure haemoglobin and erythrocytes level. The results of the analysis with Chi-Square association tests are smaller than Chi-Square table, 1.160 for haemoglobin and 0.040 for erythrocytes with a P-value of 0.314 for haemoglobin and 0.842 for erythrocytes greater than 0.005 so that there are no relationship between the menstrual cycle and haemoglobin and erythrocyte levels.Keywords : erythrocytes, haemoglobin, menstrual cyclee 
REVIEW: AKTIVITAS FARMAKOLOGIS, SENYAWA AKTIF DAN MEKANISME KERJA RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) ASMAN SADINO
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.904 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.12693

Abstract

ABSTRAKRambutan merupakan salah satu spesies tumbuhan yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat herbal. Rambutan mengandung banyak metabolit sekunder yang saling bersinergis dalam memberikan efek. Penggunaan bahan alam sebagai obat sebaiknya berdasarkan bukti ilmiah. Review ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait senyawa aktif, aktivitas farmakologis, dan mekanisme kerja rambutan dalam mengatasi berbagai penyakit. Pada review artikel ini digunakan literatur online dan offline. Literatur online didapat dari jurnal dan artikel ilmiah publikasi lokal maupun internasional yang diperoleh melalui hasil pencarian langsung secara online dengan menggunakan mesin pencari online yaitu  Google dan Google Scholar. Sedangkan literatur offline yang digunakan yaitu buku dan e-book. Diketahui bahwa rambutan memiliki berbagai macam aktivitas farmakologis dalam mengatasi antidiabetes, antihiperkolesterol, antimikroba, antioksidan, antihiperurisemia, antikanker. Senyawa aktif yang umumnya bertanggungjawab terhadap aktivitas farmakologi yaitu kandungan senyawa flavonoid, saponin, kuersetin dan geraniin, Aktivitas farmakologis terjadi dengan berbagai mekanisme kerja dalam mengatasi berbagai penyakit.Kata kunci : Rambutan, Nephelium lappaceum L., Aktivitas farmakologis

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue