cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
REVIEW ARTIKEL: PERBANDINGAN SISTEMATIKA PRODUCT QUALITY REVIEW DI AMERIKA, EROPA, DAN INDONESIA Khanifah Hidayati Puspa Negara; Patihul Husni
Farmaka Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i3.19408

Abstract

Product Quality Review (PQR) merupakan evaluasi terhadap semua obat terdaftar yang dilakukan untuk menilai kualitas setiap produk obat dengan maksud melihat konsistensi proses yang ada dan mengetahui kelayakan spesifikasi saat ini sehingga dapat menentukan perlu atau tidaknya perubahan pada spesifikasi, proses, atau prosedur pembuatan dari produk tersebut. Artikel ini memberikan gambaran secara singkat tentang persyaratan dalam pembuatan Product Quality Review yang berlaku di Amerika, Eropa, dan Indonesia. Dalam artikel ini dilakukan evaluasi komparatif yaitu persamaan dan perbedaan persyaratan terkait dengan pembuatan Product Quality Review pada ketiga negara tersebut. Ketiga negara tersebut memiliki perbedaan dalam menentukan persyaratan minimal aspek yang ditinjau dalam Product Quality Review. Sistematika PQR di negara Eropa memiliki lebih banyak persyaratan dasar yang harus dipenuhi dibandingkan dengan Indonesia dan Amerika.Kata kunci: Product Quality Review, Amerika, Eropa, Indonesia
STUDI KOMPARATIF PERATURAN PENARIKAN PRODUK OBAT DI INDIA DAN INGGRIS GALUH AYU WANDITA; JESSICA TRISTI; ANNIESAH RAHAYU SAKINAH; RANO KURNIA SINURAYA
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.27305

Abstract

Lembaga yang berwenang dalam peredaran obat, seperti Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA) di Inggris dan Central Drugs Standard Control Organization (CDSCO) di India, memiliki tanggung jawab dalam mengawasi peredaran obat agar tetap aman dan berkualitas hingga ke tangan pasien. Drug Recalls atau penarikan obat merupakan suatu tindakan menarik kembali obat yang telah beredar karena tidak memenuhi standar keamanan, efikasi dan kualitas. Pencarian referensi dilakukan dengan menggunakan kata kunci “CDSCO Product Recall, MHRA Product Recall” di google, google scholar, dan PubMed. Referensi yang didapat sebanyak 12 sumber. Artikel ini bertujuan untuk membandingkan regulasi penarikan produk di negara dengan produksi obat terbesar di dunia, yaitu Inggris dan India. Hasil dapat dilihat bahwa masing-masing negara memiliki perbedaan dalam penarikan obat seperti jumlah klasifikasi, prosedur serta jangka waktu dalam penarikan obat. Secara keseluruhan Inggris memiliki keunggulan dalam kecepatan penarikan obat cacat dari peredaran dibandingkan dengan India. Kata Kunci: CDSCO, MHRA, Penarikan Obat
IDENTIFIKASI POTENSI INTERAKSI ANTAR OBAT PADA RESEP UMUM DI APOTEK X BULAN JANUARI 2020 SABNABILA KHOERUN NISA
Farmaka Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i3.27155

Abstract

Penggunaan obat semakin meningkat di masyarakat, bahkan banyak pasien yang menerima lebih dari 5 R/ dalam 1 resep. Hal ini mengakibatkan semakin besar kemungkinan adanya potensi interaksi antar obat. Interaksi obat dapat berupa penurunan efek sehingga hasil terapi tidak maksimal atau peningkatan efek yang menyebabkan toksisitas. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi interaksi obat dilakukan dengan memilih secara acak lalu ditentukan tingkat keparahannya menggunakan situs www.drugs.com. Klasifikasi jenis interaksi potensial berdasarkan level yaitu mayor, moderat dan minor. Hasil yang didapatkan yaitu terdapat 55 resep dari 63 resep yang terdapat interaksi antar obat. Potensi interaksi antar obat sebesar 87,3 %. Untuk interaksi minor 15,95 %, interaksi moderate 77,65 % dan interaksi mayor 6,38 %.Kata Kunci: Interaksi Obat, Mayor, Minor, Moderate, Resep
Identifikasi Bahan Kimia Obat dalam Obat Tradisional Stamina Pria dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis FIKAMILIA HUSNA; SORAYA RATNAWULAN MITA
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.25955

Abstract

Obat tradisional adalah campuran bahan alami yang digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman, salah satu bentuk obat tradisional adalah jamu. Obat tradisional di Indonesia dilarang mengandung bahan kimia obat karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Bahan kimia obat yang sering ditambahkan ke dalam jamu dengan klaim khasiat stamina pria adalah Sildenafil Sitrat, Tadalafil, Vardenafil HCl, Yohimbin HCl, dan Kofein. Identifikasi bahan kimia obat bertujuan untuk mengetahui bahwa sediaan yang beredar di pasaran tidak mengandung bahan kimia obat. Sampel yang digunakan adalah jamu stamina pria yang diambil secara acak dari tempat penjualan jamu yang ada di Kota Bandung dengan jumlah 5 sampel jamu. Identifikasi bahan kimia obat dalam obat tradisional dilakukan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis dengan eluen etil asetat – asetonitril – ammonia 25% untuk identifikasi Sildenafil Sitrat, Tadalafil, Vardenafil HCl, Yohimbin HCl, sedangkan eluen yang digunakan untuk idenifikasi Kofein adalah etil asetat – metanol – ammonia 25%. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sampel obat tradisional yang diperiksa memenuhi persyaratan karena tidak mengandung bahan kimia obat.Kata kunci : Sildenafil Sitrat, Tadalafil, Vardenafil HCl, Yohimbin HCl, Kofein, KLT.
PERSEPSI, PENGETAHUAN, DAN SIKAP MAHASISWA TERHADAP GANGGUAN KESEHATAN JIWA: REVIEW ARTIKEL DHEANDA, HILALLYA MAURIZKA; Puspitasari, Irma Melyani; Sinuraya, Rano Kurnia; Witriani, Witriani
Farmaka Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i3.27356

Abstract

Masalah kesehatan jiwa telah diidentifikasi oleh World Health Organization (WHO) sebagai prioritas pembangunan global. Stigma dan sikap yang negatif terhadap orang dengan gangguan kesehatan jiwa masih banyak ditemukan di antara mahasiswa kesehatan dan jurusan lainnya. Hal ini jika terus dibiarkan dapat mempengaruhi perawatan mahasiswa yang menderita gangguan kesehatan jiwa. Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai persepsi, pengetahuan dan sikap tentang gangguan kesehatan jiwa pada mahasiswa dan membandingkan apakah terdapat pengaruh kultur budaya yang mempengaruhi tiga aspek tersebut. Metode dalam penyusunan artikel ini dilakukan dengan penelusuran pustaka melalui database elektronik PubMed dengan kata kunci “perception, knowledge, attitude,  student, mental illness “ pada April 2020. Sebanyak 14 artike dari berbagai negara dengan rentang waktu publikasi 10 tahun terakhir didapatkan dari total 305 artikel pada pencarian awal. Sebanyak  6 dari 8 artikel menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi yang baik, 1 dari 3 artikel menunjukkan mahasiswa mempunyai tingkat pengetahuan yang baik dan 7 dari 9 artikel menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki sikap yang positif. Mahasiswa di negara maju cenderung memiliki tingkat persepsi, pengetahuan, dan sikap yang lebih baik.Kata kunci: gangguan kesehatan jiwa, mahasiswa, persepsi, pengetahuan, sikap.
Review Artikel: Aktivitas Antioksidan Kolagen dari Berbagai Hewan VICANIA RAISA RAHMAN; NASRUL WATHONI
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.27830

Abstract

Stress oksidatif adalah ketidakseimbangan pembentukan ROS (reactive oxygen species) dan pertahanan oksidan yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, seperti penyakit neurodegeneratif, hipertensi, mempercepat penuaan, dan inflamasi. Sehingga perlu kolagen tambahan untuk mencegah efek dari ROS. Salah satu antioksidan tambahan adalah kolagen pada hewan ternak dan biota laut. Review artikel ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kolagen hewan yang mempunyai aktivitas antioksidan. Parameter yang digunakan untuk menentukan efektivitas kolagen hewan sebagai antioksidan adalah dari IC50. Hasil pengujian antioksidan dari 20 kolagen hewan menunjukkan aktivitas antioksidan dengan kategori kuat dan lemah.Kata Kunci: Kolagen, hewan, biota laut, antioksidan.
REVIEW: ANALISIS SIDIK JARI DALAM KONTROL KUALITAS TUMBUHAN Felia Rizka Sudrajat; Mutakin Mutakin; Febrina Amelia Saputri; Ayu Shalihat
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.27368

Abstract

Tumbuhan mengandung komponen-komponen kimia kompleks yang secara sinergis menghasilkan efek terapeutik. Saat ini, tumbuhan banyak ditelusuri dan dikembangkan untuk digunakan sebagai bahan baku obat herbal ataupun suplemen. Namun, kompleksitas komponen di dalam tumbuhan menjadi tantangan dalam pemastian mutu dan efektivitasnya sebagai bahan baku obat atau suplemen. Metode analisis sidik jari yang direkomendasikan oleh WHO sejak tahun 1961, merupakan metode dalam kontrol kualitas tumbuhan herbal yang memberikan informasi karakteristik komponen kimia dalam tumbuhan. Sidik jari kromatografi menggunakan KCKT menjadi metode yang umum digunakan diantara jenis kromatografi lain dalam analisis sidik jari. Review ini bertujuan untuk menjelaskan aplikasi analisis sidik jari dalam kontrol kualitas tumbuhan sebagai bahan baku obat atau suplemen. Analisis sidik jari memberikan informasi seluruh komponen kimia yang dibutuhkan dalam kontrol kualitas tumbuhan. Namun, secara konvensional, sidik jari kromatografi sederhana tidak memadai untuk mewakili semua pola atau karakteristik kimia ketika komposisi obat herbal terlalu kompleks, maka seringkali analisis sidik jari dikombinasikan dengan metode lain, seperti kemometrik. Kata kunci: Analisis sidik jari, Tumbuhan, KCKT.
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN C TERHADAP PEMERIKSAAN URIN DENGAN METODE DIPSTIK TEST Izzah Al Mukminah; Dwi Yuri Arista; Nurhayati .; Billy Dwi Saputra; Firda Silvia Pramashela; Gabriella Josephine Maranatha; Abib Latifu Fatah; Nadila Berliana; Dika Pramita Destiani; Rano Kurnia Sinuraya; Imam Adi Wicaksono
Farmaka Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i3.26174

Abstract

Urinalisis merupakan metode yang bermanfaat untuk mengetahui kondisi kesehatan dan membantu mendiagnosis kondisi medis. Salah satu metode urinalisis yaitu dengan menggunakan dipstik test. Namun ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil akhir pengukurannya, seperti vitamin C. Sebanyak 40 urin responden pagi hari ditest menggunakan dipstik test dan diberikan vitamin C pada rentang 3-6 jam sebelum pemeriksaan dengan dipstick test kembali. Beberapa data parameter pengujian memiliki hasil negatif atau positif palsu yang relatif kecil. Namun bila pengaruh vitamin C diabaikan hasil palsu ini dapat berpotensi serius terhadap pemeriksaan kesehatan selanjutnya.
PERSEPSI PENYAKIT PADA PASIEN HIVAIDS DENGAN TERAPI ANTIRETROVIRAL MENGGUNAKAN INSTRUMEN BRIEF ILLNESS PERCEPTION QUESTIONNAIRE (B-IPQ) VERSI INDONESIA DI KLINIK CST RSJD SUNGAI BANGKONG PONTIANAK Safitri Caesaria; Robiyanto Robiyanto; Eka Kartika Untari
Farmaka Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i3.21222

Abstract

Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) merupakan kuesioner untuk menilai persepsi pasien terhadap penyakit kronik yang diderita, salah satunya penyakit Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS). Farmasis memiliki peran penting dalam keberhasilan suatu terapi karena dapat membantu meningkatkan kepatuhan pasien dalam meminum obat Antiretoviral (ARV) agar kadar CD4 dapat ditingkat sekaligus mencegah munculnya gejala infeksi oportunistik. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan persepsi pasien HIV/AIDS di klinik Care Support Treatment (CST) Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Sungai Bangkong Pontianak dan mengetahui jenis ARV dan persentase pasien yang mendapatkan peresepan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan potong lintang antara Desember 2018 - Januari 2019. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner B-IPQ versi Indonesia yang sudah diuji validitas dan realiabilitasnya. Jumlah responden penelitian yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 50 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pasien HIV/AIDS cenderung negatif dengan skor total 49,56. Jenis ARV yang diresepkan dan persentase pasien yang memperolehnya adalah AZT+3TC+NVP (44%), TDF+3TC+EFV (40%), AZT+3TC+EFV (12%), dan TDF+3TC+NVP (4%). Kesimpulan dari penelitian ini 78% responden (38 pasien) memiliki persepsi negatif terhadap penyakit HIV/AIDS yang dideritanya dan jenis ARV yang paling banyak digunakan adalah kombinasi AZT+3TC+NVP untuk 44% responden.
REVIEW: VALIDASI PEMBERSIHAN (CLEANING VALIDATION) NADIATUL KHAIRA. Y; SANDRA MEGANTARA
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.27320

Abstract

Industri farmasi harus melakukan validasi proses pembersihan untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan. Pembersihan dan validasi pembersihan merupakan kegiatan untuk mencegah risiko terjadinya kontaminasi yang dapat mebahayakan pasien. Tujuan dari kegiatan validasi pembersihan adalah membuktikan efektivitas dan konsistensi dari serangkai proses pembersihan pada peralatan produksi. Proses pembersihan yang kurang tepat dapat meningkatkan peluang terjadinya risiko buruk pada produk. Sehingga validasi pembersihan merupakan kegiatan yang penting karena berkaitan dengan mutu produk yang dihasilkan. Artikel ini akan membahas secara singkat terkait validasi dan pentingnya serta beberapa aspek yang berkaitan dengan validasi pembersihan.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue