cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Pengujian Mutu Bahan Aktif IPA Glyphosate 480 SL dalam Sampel Produk Pestisida Secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (HPLC) Meilany, Laili; Naidir, Ferra; Elia, Novita
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i1.70-79

Abstract

ABSTRAKSektor pertanian berperan penting dalam kehidupan, pembangunan, dan perekonomian Indonesia. Untuk meningkatkan produktivitas hasil panen, penggunaan pestisida, termasuk herbisida berbahan aktif seperti IPA Glyphosate, efektif dalam menghambat pertumbuhan gulma, sehingga tanaman utama dapat tumbuh optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan bahwa kadar bahan aktif IPA Glyphosate dalam produk pestisida sesuai dengan spesifikasi standar yang telah ditetapkan. Penentuan kadar bahan aktif IPA Glyphosate menggunakan metode HPLC pada kolom fase terbalik C-18 menggunakan fase gerak Aquabidest : Metanol (24:1) dengan pH 1,9 dan detektor UV-Vis panjang gelombang 205 nm. Parameter pengujian ini meliputi pengujian linearitas, presisi, kadar bahan aktif. Hasil analisis pengujian mutu yang dilakukan menunjukkan linearitas koefisien determinasi (R2) sebesar 0,9973 sesuai pada CIPAC 3807 bahwa mendekati 1. Presisi digambarkan dalam bentuk persentase Relative percent different (%RPD) didapatkan hasil sebesar 2,3%, memenuhi syarat karena ≤ 3,14% (CV Horwitz). Dan pada pengujian kadar bahan aktif IPA Glyphosate didapatkan hasil sebesar 499,19 g/L atau 499,19 SL.Kata kunci: IPA Glyphosate, hplc, linearitas, presisi, kadar bahan aktifABSTRACTThe agricultural sector is crucial in Indonesia's life, development, and economy. To increase crop productivity, the use of pesticides, including herbicides with active ingredients such as IPA Glyphosate, is effective in inhibiting weed growth so that the main crop can grow optimally. This study aims to ensure that the levels of active ingredients of IPA Glyphosate in pesticide products are by predetermined standard specifications. Determination of IPA Glyphosate active ingredient levels using the HPLC method on a C-18 reversed-phase column using a mobile phase of Aquabidest: Methanol (24:1) with pH 1.9 and UV-Vis detector wavelength 205 nm. The parameters of this test include linearity, precision, and active ingredient content. The results of the quality testing analysis achieved show the linearity of the coefficient of determination (R2) of 0.9973 by CIPAC 3807, which is close to 1. Precision was represented as Relative percent different (%RPD) obtained results of 2.3%, qualified because ≤ 3.14% (CV Horwitz). And in testing the active ingredient content of IPA Glyphosate, the result is 499.19 g/L or 499.19 SL.Keywords: IPA Glyphosate, hplc, linearity, precision, active ingredient content
Evaluasi Kenyamanan Termal dan Kualitas Udara Dalam Ruang di Pujasera Politeknik Negeri Bandung Annisa, Poetri Noer; Prasetyo, Bowo Yuli; Simbolon, Luga Martin
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i1.22-31

Abstract

AbstrakKenyamanan termal dan kualitas udara dalam ruang merupakan faktor penting yang memberikan dampak bagi produktivitas penghuni, tidak terlepas bagi bangunan Pujasera. Penelitan ini bertujuan untuk mengevaluasi kenyamanan termal dan kualitas udara di Pujasera berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan standar ASHRAE 55. Parameter kualitas udara yang dikaji meliputi karbon monoksida (CO), PM₂.₅, dan PM₁₀, sedangkan  untuk kenyamanan termal, parameter yang digunakan antara lain Predicted Mean Vote (PMV) dan Predicted Percentage of Dissastisfied (PPD). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan data secara langsung pada tiga waktu berbeda selama dua hari. Selain itu, penyebaran kuesioner digunakan untuk menghimpun data mengenai tingkat metabolisme dan insulasi pakaian. Hasil penelitian menunjukkan kualitas udara di dalam Pujasera  berada pada kategori sedang, kecuali pada siang hari dengan ISPU PM₁₀ berada pada tingkat yang sangat tidak sehat. Sementara itu, aspek kenyamanan termal menunjukkan bahwa 51.29% penghuni merasa nyaman. Melihat kondisi ini, maka perlu dilakukan upaya untuk menunjang kenyamanan termal dan kualitas udara yang lebih baik bagi penghuni.Kata kunci: kualitas udara, kenyamanan termal , PMV, PPD AbstractThermal comfort and indoor air quality are important factors that affect occupant productivity, including Pujasera building. This study aims to evaluate thermal comfort and air quality in Pujasera based on the Air Pollution Standard Index (ISPU) and ASHRAE standard 55. The air quality parameters examined include carbon monoxide (CO), PM₂.₅, and PM₁₀, while the thermal comfort parameters include Predicted Mean Vote (PMV) and Predicted Percentage of Dissatisfied (PPD). The study used a quantitative approach with direct data collection at three different times over two days. In addition, questionnaires were distributed to gather data on metabolism and clothing insulation. The results of the study showed that the air quality inside the food court was in the moderate category, except during midday when the PM₁₀ ISPU reached an unhealthy level. Meanwhile, thermal comfort aspects indicated that 51.29% of occupants felt comfortable. Therefore, efforts are needed to improve thermal comfort and better indoor air quality for the occupants.Keywords: air quality, thermal comfort, PMV, PPD
Validasi dan Perbandingan Metode QuEChERS EN 15662:2008 dan AOAC 2007.01 untuk Analisis Residu Pestisida pada Kentang (Solanum tuberosum L.) Menggunakan LC-MS/MS Yesan, Cantikha Fortuna; Nuraliyah, Andi; Adhani, Lisa
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i1.80-89

Abstract

ABSTRAKResidu pestisida pada kentang dapat membahayakan kesehatan jika melebihi batas aman, sehingga diperlukan metode analisis yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi metode QuEChERS EN 15662:2008 dan QuEChERS AOAC 2007.01 untuk analisis residu dimethoate dan methidathion. Hasil menunjukkan metode QuEChERS EN 15662:2008 memiliki koefisien determinasi (R²) sebesar 1 dan 0,9966, menunjukkan linearitas yang sangat baik dengan LoD dan LoQ masing-masing 0,000003 μg/kg dan 0,000009 μg/kg untuk dimethoate, serta 0,000003 μg/kg dan 0,000008 μg/kg untuk methidathion, menunjukkan sensitivitas tinggi. Metode QuEChERS AOAC 2007.01 memiliki R² sebesar 0,9888 dan 0,9858, menunjukkan linearitas yang sangat baik dengan LoD dan LoQ 0,0028 μg/kg dan 0,0094 μg/kg untuk dimethoate, serta 0,1221 μg/kg dan 0,4069 μg/kg untuk methidathion, menunjukkan sensitivitas lebih rendah. Hasil validasi menunjukkan metode QuEChERS EN 15662:2008 lebih optimal untuk analisis dimethoate dan methidathion, sementara QuEChERS AOAC 2007.01 lebih baik untuk dimethoate tetapi kurang sensitif terhadap methidathion.Kata kunci: Kentang, LC-MS/MS, QuEChERS, Residu Pestisida, Validasi MetodeABSTRACTPesticide residues in potatoes can be harmful to health if they exceed safe limits, so an accurate analysis method is needed. This study aims to validate the QuEChERS EN 15662:2008 and QuEChERS AOAC 2007.01 methods for dimethoate and methidathion residue analysis. Results showed the QuEChERS EN 15662:2008 method had a coefficient of determination (R²) of 1 and 0.9966, showing excellent linearity with LoD and LoQ of 0.000003 μg/kg and 0.000009 μg/kg for dimethoate, respectively, and 0.000003 μg/kg and 0.000008 μg/kg for methidathion, indicating high sensitivity. The QuEChERS AOAC 2007.01 method had R² of 0.9888 and 0.9858, showing excellent linearity with LoD and LoQ of 0.0028 μg/kg and 0.0094 μg/kg for dimethoate, and 0.1221 μg/kg and 0.4069 μg/kg for methidathion, showing lower sensitivity. Validation results showed that the QuEChERS EN 15662:2008 method was optimal for dimethoate and methidathion analysis, while QuEChERS AOAC 2007.01 was better for dimethoate but less sensitive for methidathion.Keywords: Potato, LC-MS/MS, QuEChERS, Pesticide Residues, Method Validation
Kajian Efisiensi Penyisihan Unit IPAM Karangpilang III PDAM Surya Sembada Kota Surabaya Adlaa, Lutfiah Qa'ilina; Nengse, Sulistiya; Setyowati, Rr. Diah Nugraheni; Nilandita, Widya
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i1.32-43

Abstract

ABSTRAKAir menjadi kebutuhan primer semua makhluk hidup. Pengolahan air minum Kota Surabaya dinaungi oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada. Setiap tahunnya kebutuhan air pelanggan Kota Surabaya semakin meningkat sehingga dilakukan peningkatan kapasitas pada setiap unit IPAM. Perubahan peningkatan kapasitas tersebut akan membuat kinerja IPAM dalam kondisi maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efisiensi penyisihan unit IPAM Karangpilang III dibandingkan dengan penelitian terdahulu yang ada. Studi ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Data yang digunakan merupakan data sekunder. Hasil analisis yang didapatkan yakni persentase penyisihan unit IPAM Karangpilang III pada Bulan Januari Tahun 2024 terdapat dua parameter yang memiliki persentase rendah yaitu parameter warna (-26,58%) dan nitrit (-35,00%). Efisiensi rata-rata parameter pada setiap unit di antaranya warna 89,05%, kekeruhan 99,29%, Nitrit 94,45%, Aluminium 67,78%, Amonia 73,17%, dan Zat organik 65,18%. Efisiensi penyisihan unit IPAM Karangpilang III PDAM Surya Sembada Kota Surabaya sebagian besar memiliki nilai yang efisien dan menandakan bahwa kinerja unit IPAM masih optimal.Kata kunci: efisiensi penyisihan, parameter, air bersih, unit IPAMABSTRACTWater is a primary need for all living things. The drinking water treatment of Surabaya City is managed by the Regional Drinking Water Company (PDAM) Surya Sembada. Every year, the water needs of Surabaya City customers increase so that the capacity of each IPAM unit is increased. The change in capacity increase will make the IPAM performance in maximum condition. The purpose of this study was to determine the efficiency removal of the Karangpilang III IPAM unit compared to previous studies. This study uses a descriptive quantitative method with data collection techniques through interviews and observations. The data used are secondary data. The results of the analysis obtained are the percentage of penyisihan of the Karangpilang III IPAM unit in January 2024, there are two parameters that have a low percentage, namely the color parameter (-26.58%) and nitrite (-35.00%). The average efficiency of the parameters in each unit includes color 89.05%, turbidity 99.29%, Nitrite 94.45%, Aluminum 67.78%, Ammonia 73.17%, and Organic matter 65.18%. The efficiency removal of the IPAM Karangpilang III PDAM Surya Sembada Surabaya City unit mostly has an efficient value and indicates that the performance of the IPAM unit is still optimal.Keywords: efficiency removal, parameters, clean water, IPAM unit
Analisis Perubahan Tutupan Lahan Menggunakan Algoritma CART untuk Evaluasi Kesesuaian Lahan Terhadap RTRW Kabupaten Tangerang Ramadhan, Gheo Damai; Nugroho, Hary
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i1.44-57

Abstract

ABSTRAKKabupaten Tangerang mengalami pertumbuhan penduduk pesat yang mendorong perubahan tutupan lahan. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2020 digunakan sebagai panduan pemanfaatan lahan, dengan klasifikasi utama: lahan terbangun, badan air, vegetasi, dan lahan terbuka. Penelitian ini menganalisis perubahan tutupan lahan menggunakan algoritma Classification and Regression Trees (CART) pada citra Sentinel-2A tahun 2019 dan 2023 di Google Earth Engine. Hasil menunjukkan peningkatan luas bangunan dan lahan terbuka masing-masing 19,866 km² dan 17,877 km², sementara vegetasi dan badan air menurun 33,446 km² dan 4,297 km². Akurasi klasifikasi mendapatkan 89,36% (2019) dan 90,29% (2023). Selain itu, kesesuaian tutupan lahan dengan RTRW meningkat 36,71 km² atau 4%. Hasil ini menunjukkan efektivitas metode CART dalam memantau perubahan tutupan lahan serta relevansinya dengan kebijakan tata ruang di Kabupaten Tangerang.Kata Kunci : Tutupan lahan; Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Google Earth Engine (GEE),Classification and Regression Trees (CART), Penginderaan jauh.ABSTRACTTangerang Regency is experiencing rapid population growth that is driving land cover change. The 2020 Regional Spatial Plan (RTRW) is used as a guide for land use, with the main classifications: built-up land, water bodies, vegetation, and open land. This study analyzed land cover change using the Classification and Regression Trees (CART) algorithm on 2019 and 2023 Sentinel-2A images in Google Earth Engine. The results showed an increase in building area and open land of 19.866 km² and 17.877 km² respectively, while vegetation and water bodies decreased by 33.446 km² and 4.297 km². The classification accuracy was 89.36% (2019) and 90.29% (2023). In addition, land cover conformity with the RTRW increased by 36.71 km² or 4%. These results demonstrate the effectiveness of the CART method in monitoring land cover change and its relevance to spatial policy in Tangerang District.Keywords: Land cover, Regional Spatial Plan (RTRW), Supervised Classification, Google Earth Engine (GEE), Classification and Regression Trees (CART), Remote sensing
Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Menjadi Biogas: Optimasi Laju Pertumbuhan Bakteri Dalam Produksi Gas HCHO dan TVOC Wibowo, Dwiprayogo; Nadi, Afanggun Anugerah; Ndibale, Wa
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i1.1-10

Abstract

ABSTRAKPenelitian fundamental mengenai produksi gas HCHO dan TVOC dapat digunakan sebagai parameter untuk menentukan laju pertumbuhan bakteri dalam proses fermentasi limbah cair tahu. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi optimasi produksi biogas dari limbah cair tahu melalui fermentasi anaerobik. Limbah cair tahu dihasilkan dari berbagai tahap proses pembuatan tahu dan mengandung senyawa nitrogen dan fosfat yang tinggi, menyebabkan bau tidak sedap dan potensi eutrofikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu optimal untuk fermentasi biogas berada pada kisaran 20-35°C, dengan suhu optimal dalam digester sekitar 28°C. Pengukuran pH menggunakan pH meter menunjukkan bahwa kondisi optimal pH untuk produksi biogas adalah pada hari ke-4 dengan nilai 10,9. Bakteri metanogen yang dominan dalam fermentasi biogas lebih efisien pada kondisi pH basa. Kinerja fermentasi dan produksi biogas dipengaruhi oleh perubahan pH dan suhu. Kecepatan fermentasi menunjukkan peningkatan pada awal proses, tetapi cenderung menurun setelah beberapa hari karena berkurangnya sumber nutrisi. Berdasarkan analisis linearitas, peningkatan laju fermentasi memiliki hubungan yang cukup signifikan dengan produksi biogas, namun masih memerlukan penyesuaian kondisi lingkungan. Penelitian ini memberikan pemahaman penting dalam optimasi produksi biogas dari limbah cair tahu dengan mempertimbangkan faktor-faktor pH dan suhu, yang dapat berkontribusi pada lingkungan yang lebih berkelanjutan.Kata kunci: Tahu, Limbah, Bakteri, Gas, OptimasiABSTRACTFundamental research of HCHO and TVOC gas production can serve as a parameter for determining the bacterial growth rate in the fermentation process of tofu liquid waste. So, this study aims to identify the optimization of biogas production from tofu liquid waste through anaerobic fermentation. Tofu liquid waste is generated from various stages of the manufacturing process and contains high nitrogen and phosphate compounds, causing an unpleasant odor and potential eutrophication. The results showed that the optimal temperature for biogas fermentation is 20-35°C, with the optimal temperature in the digester around 28°C. The pH meter measurement showed that the optimal pH condition for biogas production was on day 4, with a value of 10.9. The dominant methanogen bacteria in biogas fermentation are more efficient in alkaline pH conditions. Fermentation performance and biogas production were affected by changes in pH and temperature. Fermentation speed increased at the beginning of the process but tended to decrease after a few days due to the reduction of nutrient sources. Based on linearity analysis, increasing fermentation rate has a significant relationship with biogas production but still requires adjustment of environmental conditions. This study provides important insights into optimizing biogas production from tofu wastewater by considering pH and temperature factors, which can contribute to a more sustainable environment.Keywords: Tofu, Waste, Bacteria, Gas, Optimization
Uji Keakuratan Kinerja Tiga Tree-Based Model Berbasis Classification dalam Memprediksi Kualitas Udara di Daerah Khusus Jakarta Adzan, Muhizzadin Abdul; Aritonang, Binsar Hakim; Saputra, Agung Hari
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i2.113-122

Abstract

Beberapa dekade terakhir, isu kualitas udara menjadi masalah di kota-kota besar di dunia, terutama Daerah Khusus Jakarta. Penelitian ini membandingkan performa dari tiga tree-based model random forest (RF), extra trees (ET), dan gradient boosting classifier (GBC) dalam memprediksi kualitas udara di Daerah Khusus Jakarta dengan mengguankan data Automatic Weather Station BMKG dan ISPU Daerah Khusus Jakarta selama 2018 – 2021. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pemodelan terbaik serta mencari faktor terpenting yang memengaruhi kualitas udara di Daerah Khusus Jakarta berdasarkan nilai accuracy, precision, recall, f1-score, confusion metrics, dan (receiver operating characterist) ROC/AUC serta pengujian terhadap parameter menggunakan feature importance plot. Berdasarkan feature importance plot dari ketiga model tersebut menunjukan bahwa parameter IPSU O3 merupakan parameter yang sangat memengaruhi kualitas udara, serta arah dan kecepatan angin merupakan faktor meteorologis yang paling memengaruhi kualitas udara. Berdasarkan pengujian keakuratan model tersebut menujukan nilai yang hampir sama antara ketiga tree-based model tersebut dengan nilai accuracy 0.8646 – 0.8821, precision 0.8755 – 0.8870, recall 0.8646 – 0.8821, f1-score 0.8674 – 0.8816 serta AUC 0.9286 – 0.9441. Berdasarkan ketiga tree-based model tersebut, model random forest (RF) menunjukan kemapuan terbaik dibandingkan dengan dua model lainnya dengan nilai accuracy 0.8821, precision 0.8870, recall 0.8821, f1-score 0.8816, dan AUC 0.9425.
Analisis Penyisipan Pesan Terenkripsi Algoritma RSA Pada Gambar Dengan Pengujian PSNR Nurjaman, Asep Rizal; Ramadhan, Fauzan
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i2.123-133

Abstract

AbstrakKeamanan data digital menjadi tantangan dalam pengembangan sistem yang akan dikembangkan. Keamanan ini akan berbanding terbalik dengan kenyamanan. kriptografi merupakan salah satu teknik untuk mengamankan/mengacak data, namun jika hanya dilakukan pengacakan/pengamanan data, maka penyerang akan dengan mudah mencoba untuk melakukan dekripsi karena mengetahui pesannya teracak. Teknik lain yang bisa digunakan untuk mengamankan pesan adalah steganografi yang merupakan sebuah teknik untuk menyembunyikan informasi yang bersifat pribadi dengan sesuatu yang hasilnya tampak seperti informasi normal lainnya. Penelitian ini mencoba untuk menggabungkan antara kriptografi dan steganografi sehingga pesan yang terenkripsi akan disisipkan dalam sebuah gambar. Pengujian yang dilakukan dengan metode PSNR dimana kemiripan antara gambar asli dan gambar hasil penyisipan akan dihitung. Selain pengujian PSNR, skema yang dibangun akan diujikan dengan skema MITM Attack. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai PSNR dari gambar yang disisipkan pesan terenkripsi > 50dB yang berarti tingkat kualitas gambar antara gambar asli dan gambar yang disisipkan dengan pesan terenkripsi sangat tinggi. Hasil pengujian skema menunjukkan jika gambar berhasil di ekstraksi, penyerang harus melakukan dekripsi dengan menebak kunci rahasia pengirim untuk bisa mendapatkan pesan aslinya. Penelitian ini dibatasi pada gambar berekstensi .png. Ukuran gambar, panjang pesan dengan kombinasi karakter pada pesan yang sangat mempengaruhi ukuran gambar hasil penyispan pesan terenkripsi.Kata kunci: Algoritma RSA, PSNR, Steganografi, Enkripsi, Dekripsi AbstractDigital data security is a challenge in developing the system to be developed. This security will be inversely proportional to convenience. Cryptography is one technique to secure data, but if only for securing data, the attacker will try to decrypt it. Another technique that can be used to secure messages is steganography which is a technique to hide personal information with something that looks like other normal information. This study tries to combine cryptography and steganography so that the encrypted message will be inserted into an image. Testing is done using the PSNR method where the similarity between the original image and the embedded image will be calculated. In addition to PSNR testing, the scheme that was built will be tested with the MITM Attack scheme. The results of the study showed that the PSNR value of the image inserted with the encrypted message was > 50dB which means the level of image quality between the original image and the image inserted with the encrypted message is very high. The results of the scheme test show that if the image is successfully extracted, the attacker must decrypt it by guessing the sender's secret key to be able to get the original message. This research is limited to images with the extension .png. Image size, message length with character combination in the message which greatly affects the size of the image resulting from the embedded encrypted message.Keywords: RSA Algorithm, PSNR, Steganography, Encryption, Decryption
Implementasi Metode Analytical Hierarchy Process untuk Mendukung Pengambilan Keputusan Perekrutan Calon Dosen Putra, Kurnia Ramadhan; Reza, Flandi Muhamad
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i2.134-149

Abstract

AbstrakPerekrutan dosen yang berkualitas merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di perguruan tinggi. Namun, proses seleksi ini sering kali kompleks karena melibatkan berbagai kriteria yang harus dipertimbangkan secara objektif. Kesalahan dalam pengambilan keputusan dapat berdampak pada kualitas tenaga pengajar yang direkrut. Penelitian ini mengimplementasikan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perekrutan calon dosen di Institut Teknologi Nasional (Itenas). Metode AHP digunakan untuk menganalisis bobot prioritas dari berbagai kriteria seleksi, seperti kompetensi akademik, pengalaman mengajar, publikasi ilmiah, dan kemampuan komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode AHP mampu memberikan peringkat calon dosen berdasarkan bobot prioritas yang telah ditentukan dengan tingkat konsistensi rasio (CR) sebesar 0,077 yang berada dalam batas yang dapat diterima (<0,10). Implementasi metode ini membantu meningkatkan transparansi dan objektivitas dalam proses seleksi, sehingga mendukung institusi dalam memilih kandidat yang paling sesuai dengan kebutuhan akademik dan visi institusi.Kata kunci: perekrutan dosen, sistem pendukung keputusan, analytical hierarchy process, consistency index, consistency ratio AbstractThe recruitment of high-quality lecturers is a strategic step in enhancing the quality of education in higher education institutions. However, the selection process is often complex as it involves various criteria that must be considered objectively. Errors in decision-making can impact the quality of the recruited teaching staff. This study implements the Analytical Hierarchy Process (AHP) method to support decision-making in the recruitment of prospective lecturers at the National Institute of Technology (Itenas). The AHP method is used to analyze the priority weights of various selection criteria, such as academic competence, teaching experience, scientific publications, and communication skills. The results indicate that the AHP method can rank prospective lecturers based on the predetermined priority weights, with a consistency ratio (CR) of 0.077, which is within the acceptable threshold (<0.10). The implementation of this method helps enhance transparency and objectivity in the selection process, thereby supporting the institution in selecting the most suitable candidates for academic needs and institutional vision.Keywords: lecturer recruitment, decision support system, analytical hierarchy process, consistency index, consistency ratio
Memulihkan Kerusakan Lahan Bekas Tambang Inkonvensional di Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung: Upaya Reklamasi Berdasarkan Literatur Loziska, Tiara Millenia; Zahra, Sabrina Alifia; Safarina, Restri Ayu
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i2.90-101

Abstract

ABSTRAKPulau Bangka merupakan salah satu pulau penghasil timah terbesar dengan kualitas timah terbaik di Indonesia. Salah satu bentuk penambangan yang dilakukan oleh masyarakat adalah Penambangan Timah Inkonvensional yaitu penambangan Timah liar yang tidak memiliki izin. Dampak dari kegiatan ini adalah kerusakan lingkungan berupa lubang besar pada lahan bekas tambang (kolong) yang dibiarkan tanpa reklamasi. Studi ini membahas mengenai upaya reklamasi tambang timah inkonvensional yang terdapat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara menyeluruh dengan menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui faktor yang menyebabkan adanya penambangan liar, hambatan dalam melakukan tindakan reklamasi, dampak penambangan timah inkonvensional, serta strategi pemerintah dalam pelaksanaan reklamasi. Hasil dari studi ini adalah praktik tindakan reklamasi terhadap tambang timah inkonvensional di Pulau Bangka masih belum optimal dikarenakan berbagai hambatan. Salah satunya disebabkan oleh kepemilikan lahan yang tidak jelas. Maka dari itu, diperlukanlah strategi yang tepat untuk mewujudkan tindakan reklamasi yang masif dan berkelanjutan di Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.Kata kunci: lahan, pasca tambang, reklamasi, tambang timahABSTRACTBangka Island is one of the largest tin-producing islands in Indonesia, known for its high-quality tin. One form of mining carried out by the community is Unconventional Tin Mining, which refers to unauthorized, wild tin mining activities. The impact of these activities includes environmental damage such as large holes in abandoned mining areas (known as "kolongs") left without reclamation efforts. This study comprehensively examines the reclamation efforts of unconventional tin mining in the Bangka Belitung Islands Province through a literature review method employing a qualitative descriptive approach. The study aims to understand the factors contributing to illegal mining, obstacles to reclamation efforts, the impacts of unconventional tin mining, and government strategies in reclamation implementation. The study reveals that reclamation practices for unconventional tin mines on Bangka Island are still suboptimal due to various obstacles, including unclear land ownership. Therefore, appropriate strategies are needed to realize extensive and sustainable reclamation efforts on Bangka Island, Bangka Belitung Islands Province.Keywords: land, post miningm reclamation, tin mining