cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
PELÜK: Deep-touch-pressure (DTP) Sensory Vest to Reduce Anxiety Permanasari, Maharani Dian; Shavira, Mirza; Trivan, Fauzia; N, M. Agung; Azka, Hikman; Maira, Muthia; Zulfa, Nadia; Karnita, Rosa; Noviana, Eka
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i3.309-319

Abstract

AbstrakMahasiswa dapat mengalami beragam pengalaman selama proses pembelajaran di kampus, termasuk situasi yang dapat menimbulkan stress. Penelitian ini merangkum penggunaan metode Deep Touch Pressure (DTP) atau tekanan di titik tertentu yang diterapkan pada produk rompi untuk membantu mengurangi kecemasan yang dialami oleh mahasiswa. DTP adalah salah satu metode terapi yang memberikan sensori taktil/sentuhan dan tekanan pada titik tertentu pada tubuh, yang diperoleh melalui media seperti bahan kain berpemberat, untuk memberikan efek pelukan sehingga membantu proses penyembuhan fisik dan emosi yang dialami oleh individu. Perancangan ini menawarkan ide teknologi adaptif – asistif berupa rompi sensori dengan metode DTP untuk memunculkan efek menenangkan. Untuk memenuhi kebutuhan dari mahasiswa yang mengalami gangguan belajar spesifik dan atau mahasiswa yang didiagnosa dengan kebutuhan khusus serta yang mengalami kecemasan dalam situasi tertentu di perkuliahan adalah tujuan utama dilakukannya penelitian ini. Metode pendekatan desain diaplikasikan dalam proses penelitian, dimulai dari observasi kebutuhan, ideasi, proses sketsa alternatif desain, dan ujicoba purwarupa rompi sensori yang melibatkan mahasiswa. Rompi DTP sebagai teknologi adaptif-asistif divalidasi menggunakan metode Visual Analogue Scales yang diisi oleh mahasiswa partisipan. Hasil perancangan ini menjadi solusi untuk membantu menenangkan kecemasan, memberikan stimulasi positif dalam regulasi emosi diri, terutama dalam situasi pembelajaran yang kompetitif. Hasil dari perancangan ini ini juga menjadi media pendukung Unit Layanan Disabilitas Itenas Bandung, yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa maupun dosen dan civitas akademika yang mengalami gangguan kecemasan. Kata kunci: rompi deep-touch pressure vest, adaptif, teknologi asistif, rompi sensori, disabilitas AbstractIn the learning process on campus, students could experience pressuret hat could cause anxiety if not treated well. This research comprises one potential approach in applying DTP (deep touch pressure) as an adaptive technology vest product to help students through their anxiety. Deep touch pressure (DTP) is a type of tactile sensory input obtained through physical action by using pressure interventions to help students' physical and emotional healing process. Designing a sensory vest with the deep-touch-pressure method (DTP/weighted vest) aims to provide a calming effect. To solve the needs of the students who experience specific learning difficulties and/or students diagnosed with special needs when they experience anxiety in certain situations on campus is this research’s main objective. The design approach method was applied in this research process, starting with observation, interviews, ideation, sketching design alternatives, and prototype testing of sensory vest products involving students. The DTP Vest as an adaptive-assistive technology was validated using the Visual Analogue Scales method completed by student participants. The results of this design provide a solution to help calm anxiety, offering positive stimulation in self-emotional regulation, especially in competitive learning situations. The outcomes of this design also serve as a supporting media for the disability service unit at Itenas Bandung, which can be utilized by students, lecturers, and the academic community experiencing anxiety dysregulations.Keywords: deep-touch pressure vest, adaptive, assistive technology, sensory vest, disability
Analisis Perubahan Karakteristik pH, Suhu dan COD Pada Air Limbah Rumah Sakit Terhadap Perubahan Jumlah Dan Kapasitas Kegiatannya APRIYUNITA, SONIA -; Retnawaty, Sri Fitria; Fitri, Yulia
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i3.285-296

Abstract

AbstrakAmerican Hospital Association menyatakan bahwa rumah sakit adalah lembaga yang mencakup tenaga medis profesional dan fasilitas kesehatan tetap yang mengelola berbagai layanan kesehatan, termasuk pemeriksaan, diagnosis, dan pengobatan. Aktifitas rumah sakit berpotensi menghasilkan limbah cair, padat, dan gas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi hubungan antara aktivitas rumah sakit dan karakteristik pH, suhu, serta COD dalam limbah yang dihasilkan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik secara deskriptif, menggunakan uji korelasi Pearson untuk menganalisis hubungan antara variabel-variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH memiliki hubungan signifikan dengan jumlah pasien rawat inap (r = -0,840, p = 0,018). Karakteristik suhu tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan variabel lain, sementara COD menunjukkan hubungan signifikan dengan jumlah karyawan (r = -0,905, p = 0,005), yang berarti peningkatan jumlah karyawan berkorelasi dengan penurunan COD. Kata Kunci : air limbah rumah sakit, korelasi , pH, suhu, COD  AbstractThe American Hospital Association defines hospitals as institutions comprising medical professionals and fixed health facilities that manage various health services, including examination, diagnosis, and treatment. Hospital operations have the potential to generate liquid, solid, and gaseous waste. This study aimed to evaluate the relationship between hospital activities and pH, temperature, and COD characteristics in the waste produced. The research employed a descriptive-analytical observational approach, utilizing the Pearson correlation test to analyze the relationships between these variables. The findings revealed that pH had a significant relationship with the number of inpatients (r = -0.840, p = 0.018). Temperature characteristics showed no significant relationship with other variables. Meanwhile, COD demonstrated a significant relationship with the number of employees (r = -0.905, p = 0.005), indicating that an employee increase correlates with decreased COD levels. Keywords: hospital wastewater, correlation, pH, temperature, COD              
Analisis Limbah Minyak Jelantah Hasil Penggorengan Pelaku UMKM di Kelurahan Gegerkalong Kota Bandung Gusti, Utari Akhir; Surtikanti, Hertien Koosbandiah
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i3.263-272

Abstract

AbstrakMinyak goreng telah menjadi kebutuhan sehari-hari, namun sisa minyak jelantah mempunyai dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi dampak tersebut dengan menganalisis limbah minyak jelantah hasil penggorengan pada UMKM di Desa Gegerkaron Kota Bandung. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, tinjauan pustaka, dan angket yang dibagikan kepada pemangku kepentingan UMKM, masyarakat, dan mahasiswa dengan teknik pengambilan dengan purposive sampling. Teknik analisis data dengan triangulasi yang terdiri dari pengumpulan data, analisis data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83,33% usaha kecil dan menengah memproduksi minyak jelantah tanpa mengetahui cara membuangnya, dan sisanya sebesar 16,67%  tidak memahami bahayanya. Kondisi sungai-sungai di sekitarnya seperti Sungai Cibereum tercemar menjadi indikasi kuat ancaman limbah minyak jelantah. Solusi dari penelitian ini antara lain edukasi yaitu dukungan dan inovasi untuk mengolah minyak jelantah menjadi sabun ramah lingkungan sehingga mengurangi polusi dan dapat memberikan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.Kata kunci: Minyak Jelantah, UMKM, Kelurahan Gegerkalong.AbstractCooking oil has become a daily necessity, but the remaining used cooking oil has a negative impact on health and the environment. This study aims to reduce these impacts by analyzing used cooking oil waste from frying in MSMEs in Gegerkaron Village, Bandung City. Using a qualitative approach, data were collected through observation, semi-structured interviews, literature review, and questionnaires distributed to UMKM stakeholders, the community, and students with purposive sampling techniques. Data analysis techniques with triangulation consisting of data collection, data analysis, verification, and conclusion drawing. The results showed that 83.33% of small and medium enterprises produced used cooking oil without knowing how to dispose of it, and the remaining 16.67% did not understand the dangers. The condition of the surrounding rivers, such as the polluted Cibereum River, is a strong indication of the threat of used cooking oil waste. Solutions from this research include education, namely support and innovation to process used cooking oil into environmentally friendly soap so as to reduce pollution and can provide sustainable community empowerment. Keywords: Used Cooking Oil, UMKM, Gegerkalong Neighborhoods
Integration of Road Roughness Measurement Between Specialized Instrumentation and an Android-Based Application Lukman, Arbi Parianta; Utami, Retno; Yudhzan, M. Rafli
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i3.217-234

Abstract

ABSTRAKKeadaan permukaan jalan sangat penting untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Menjaga kondisi jalan agar tetap aman dan nyaman merupakan hal krusial karena jalan adalah infrastruktur vital dalam transportasi orang dan barang. Untuk memperbaiki infrastruktur transportasi, evaluasi kondisi jalan sangat diperlukan. Salah satu pendekatan umum adalah dengan mengukur kekasaran jalan, yang sering dilakukan dengan perangkat seperti Roughometer III dan aplikasi Roadroid berbasis smartphone. Penelitian ini bertujuan membandingkan nilai International Roughness Index (IRI) yang diperoleh dari kedua perangkat tersebut pada perkerasan kaku di jalan tol. Pengujian dilakukan sepanjang 10 kilometer, dengan pengukuran nilai IRI setiap 10 meter. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perangkat Roughometer III dan Roadroid dipasang pada kendaraan yang sama. Analisis hubungan antara nilai IRI dari kedua perangkat menggunakan analisis polinomial menghasilkan persamaan IRI (Roughometer) = -0,0022(IRIrd)² + 0,8464(IRIrd) + 1,8894, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,47. Kata kunci: Internasional roughness indeks, Roughometer III, Roadroid, Evaluasi Perkerasan. ABSTRACTThe condition of road pavement surfaces is crucial for ensuring the safety and comfort of road users. Proper maintenance of road conditions is essential as roads serve as vital infrastructure for transporting people and goods. Evaluating road conditions is therefore critical for improving transportation infrastructure. Road roughness measurements are the most common method used by road managers to assess pavement surfaces. This study aims to compare the International Roughness Index (IRI) values obtained using the Roughometer III device with those obtained using the smartphone-based Roadroid application. Testing was conducted on a 10-kilometer stretch of rigid pavement on a toll road. IRI values were measured every 10 meters. The Roughometer III and Roadroid devices were tested on the same vehicle. A polynomial analysis was performed to determine the relationship between the IRI values from both devices, resulting in the equation IRI (Roughometer) = -0.0022(IRIrd)² + 0.8464(IRIrd) + 1.8894, with a coefficient of determination (R²) of 0.4701.Keywords: Internasional Roughness Index, Roughometer III, Roadroid, Pavement Evaluation.
Optimasi Bundling Produk Toko Roti berbasis Waktu menggunakan Algoritma FP-Growth Fahrudin, Nur Fitrianti; Maulana, Rifki; Barmawi, Mira Musrini
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i3.297-308

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan teknik asosiasi untuk mengidentifikasi pola tersembunyi dalam data transaksi penjualan. Analisis pola pembelian pelanggan  yang terkandung dalam sebuah data transaksi dilakukan pada dataset milik sebuah Toko Roti. Dataset memiliki atribut utama seperti nomor transaksi, item, kemudian variabel waktu  seperti daytime, daypart dan daytype.  Guna memaksimalkan hasil rekomendasi, dataset dibagi kedalam 6 bagian berdasarkan waktu pembelian dengan memanfaatkan atribut DayPart dan DayType. Selanjutnya algoritma FP-Growth dipilih karena kemampuannya  mengidentifikasi sekumpulan item yang sering muncul dalam database transaksional dengan efisiensi tinggi.  Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penelitian ini merekomendasikan 6 rules yang diambil masing -masing dataset. Aturan-aturan yang dihasilkan ini nantinya dapat digunakan sebagai rekomendasi bundling produk pada waktu tertentu.  Untuk mendapatkan rule yang kuat dalam data transaksi toko roti dimasukkan nilai minimum support berkisar diantara 0.02 (20%) – 0.06 (60%) dan nilai minimum confidence diantara 0.03 (30%) – 0.06 (60%) semua rules yang di diperoleh memiliki nilai nilai lift ratio lebih dari 1 yang menunjukkan adanya korelasi dan manfaat dari rules tersebut. Penentuan nilai minimum support dan confidence dipengaruhi dari jumlah transaksi yang terkandung pada setiap datasetKata kunci: Data Transaksi, Data Mining, Teknik Asosiasi, FP – Growth, Lift Ratio AbstractThis study aims to explore the use of association techniques to identify hidden patterns in sales transaction data. The analysis of customer purchasing patterns contained in transaction data is conducted using a dataset from a bakery. The dataset includes key attributes such as transaction number, item, and time-related variables such as daytime, daypart, and daytype. To maximize recommendation results, the dataset is divided into six segments based on purchase time using the DayPart and DayType attributes. The FP-Growth algorithm is selected due to its efficiency in identifying frequently occurring itemsets within transactional databases. Based on the conducted analysis, the study recommends six rules derived from each dataset segment. These rules can be used for product bundling recommendations at specific times. To obtain strong rules, the transaction data of the bakery includes a minimum support value ranging from 0.02 (20%) to 0.06 (60%) and a minimum confidence value ranging from 0.03 (30%) to 0.06 (60%). All obtained rules have lift ratios greater than 1, indicating a correlation and benefit of the rules. The determination of minimum support and confidence values is influenced by the number of transactions within each dataset.Keywords: Transaction Data, Data Mining, Association Techniques, FP – Growth, Lift Ratio.
Pengaruh Kemiringan dan Diameter Tube Settler terhadap Kinerja Unit Sedimentasi Novemi, Ramsiska; Ariani, Ismi Khairunnissa; Anifah, Eka Masrifatus
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i3.251-262

Abstract

AbstrakUnit sedimentasi yang bekerja tidak optimal mengakibatkan rendahnya kualitas efluen.. Oleh sebab itu, modifikasi diperlukan dengan cara menambah tube settler di zona pengendapan untuk meningkatkan efisiensi IPAL. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemiringan dan diameter tube settler pada proses sedimentasi terhadap kualitas efluen. Penelitian dilakukan secara kontinu menggunakan reaktor sedimentasi dengan debit aliran 94,44 L/jam dan waktu detensi 3 jam. Variabel yang digunakan yaitu kemiringan (40°, 55°, dan 70°) dan diameter (4, 6, dan 8 cm). Semakin besar diameter dan kemiringan tube settler semakin rendah efisiensi penyisihan TSS dan kekeruhan. Efisiensi penyisihan TSS yang paling tinggi yaitu pada kemiringan 55° dan diameter 4 cm sebesar 57,14%. Efisiensi penyisihan kekeruhan yang paling tinggi yaitu pada kemiringan 70° dan diameter 6 cm sebesar 86,84%. Penambahan tube settler pada unit sedimentasi dapat meningkatkan efisiensi penyisihan TSS sebesar 60%, sehingga terjadi peningkatan kualitas efluen IPAL. Kata kunci: air limbah, kekeruhan, sedimentasi, total suspended solid, tube settlerABSTRACTAn inefficient sedimentation process deteriorates effluent quality in WWTP. Tube settler integration to the clarification zone is required. The research aims to determine the effect of the tube settler slope and diameter on the sedimentation unit efficiency. The experiment was conducted in a continuous sedimentation reactor with a flow rate of 94.44 L/hour and a detention time of 3 hours. The slope is 40°, 55°, and 70°, and the diameter is 4, 6, and 8 cm. The larger the diameter and higher slope of the tube settler, the lower the TSS and turbidity removal efficiency. The highest TSS removal of 57.14% was obtained at the slope 55° slope and a diameter of 4 cm. The tube settler with a slope of 70° and a diameter of 6 cm demonstrated the highest turbidity removal of 86.84%. The tube settler increased the TSS removal efficiency by 60%. Keywords: sedimentation, total suspended solid, tube settler, turbidity, wastewater 
Perencanaan Instalasi Pengolahan Lumpur IPA IKK Pemangkat Perumda Air Minum Kabupaten Sambas Wahyudi, Wahyudi; Purnaini, Rizki; Apriani, Isna
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i3.235-250

Abstract

AbstrakPengolahan air minum di IPA IKK Pemangkat menggunakan koagulan berupa tawas, sehingga menghasilkan sisa olahan dalam bentuk lumpur yang bersumber dari unit clarifier dan filtrasi yang akan mencemari sungai jika langsung di buang tanpa proses pengolahan. Tujuan dari perencanaan ini mengetahui debit lumpur yang dihasilkan, merencanakan IPL (Instalasi Pengolahan Lumpur), mengetahui kebutuhan terhadap luas lahan dan menghitung RAB. Berdasarkan hasil laboratorium, lumpur yang dihasilkan dari IPA IKK Pemangkat memiliki kadar TSS sebesar 6.100 mg/l yang melewati batas baku mutu, berdasarkan PerMen LH No.5 Tahun 2014 yang hanya mengizinkan kadar TSS sebesar 200 mg/l. Debit lumpur yang dihasilkan dari pengolahan IPA IKK Pemangkat sebesar 150,96 m3/hari. Unit IPL yang direncanakan masing-masing terdiri 1 unit diantaranya yaitu bak pengumpul, unit gravity thickening, unit belt filter press, bak penampung filtrat, bak tangki supernatan dan bak penampung dry cake. Perencanaan unit IPL ini membutuhkan luas area sebesar 79 m2 dengan rencana anggaran biaya pembangunan sebesar Rp. 3.418.831.142,75. Kata kunci: Lumpur, Rencana Anggaran Biaya, Sungai Pelanjau, Tawas.AbstractDrinking water processing at the IKK Pemangkat WTP uses a coagulant in the form of alum, resulting in residue in the form of sludge originating from the clarifier and filtration units which will pollute the river without processing. This planning aims to find out the mud discharge produced, plan the IPL, find out the area of land needed and calculate the RAB. Based on laboratory results, the sludge produced from the Pemangkat IKK WTP has a TSS level of 6.100 mg/L which exceeds the limit of quality standard, based on Minister of Environment Regulation No. 5 of 2014 which only allows TSS levels of 200 mg/L. The sludge discharge produced from the IKK Pemangkat IPA processing is 150,96 m3/day. The planned IPL units each consist of 1 unit including a collection tank, gravity thickening unit, belt filter press unit, filtrate storage tank, supernatant tank and dry cake storage tank. The planning for this IPL unit requires an area of 79 m2 with a planned construction cost budget of Rp. 3,418,831,142.75. Keywords: Aluminium, Mud, Budget Plan, Pelanjau River.
Analisa Kebutuhan Unit Pendukung dan Daya Tampung TPA Sistem Pengelolaan Sampah Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak Akbar, Muhammad Fadli; Akbar, Aji Ali; Utomo, Kiki Prio
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i3.273-284

Abstract

AbstrakKecamatan Ngabang merupakan salah satu induk dari kota kabupaten Landak yang mengalami berbagai perkembangan dalam berbagai sektor. Adanya perkembangan di berbagai sektor membuat aktivitas masyarakat bertambah dan peningkatan jumlah hasil buangan makin meningkat. Buangan sampah ini kebanyakan dihasilkan dari kegiatan domestik/ rumah tangga yang mana pada tahun 2022 jumlah estimasi timbulan 32,2 ton/perhari. Jumlah unit yang dimiliki Kecamatan Ngabang yaitu truk angkut 9 unit dan TPS kontainer 13 unit. Pengelolaan sampah Kecamatan Ngabang  dirasakan belum efektif karena masih adanya penumpukkan sampah di sekitar TPS karena kepenuhan. Adanya permasalahan tersebut maka penelitian ini diangkat bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan dan menganalisis kelayakan sistem serta unit pengelolaan sampah dalam menunjang timbulan sampah yang ada di Kecamatan Ngabang. Kebutuhan unit diproyeksikan menggunakan rumus geometrik, ketersediaan daya tampung TPA ditinjau dengan jumlah timbulan sampah. Hasil analisis kebutuhan TPS/kontainer diketahui total kebutuhan tahun 2024 sebanyak 26 unit dan kebutuhan truk angkut sampah sebanyak 17 unit. Analisis ketersediaan kapasitas TPA dalan jangka waktu 20 tahun kedepan diketahui hasil bahwa ketersediaan daya tampung TPA masih dapat menampung timbulan sebanyak 61.533,33 m3. Hasil dari kajian diketahui bahwa adanya penumpukkan sampah kecamatan Ngabang dikarenakan ketersediaan unit pengelolaan sampah yang masih kurang serta belum dapat menunjang timbulan sampah yang ada. Kata kunci: kebutuhan unit, pengelolaan sampah, proyeksiAbstractNgabang sub-district is one of the main cities of Landak district, which has experienced various developments in various sectors. The development in various sectors has increased community activities and increased the amount of waste products. This waste is mostly generated from domestic/household activities, which in 2022 will generate an estimated 32.2 tons/day. The number of units owned by Ngabang Sub-district are 9 haul trucks and 13 container TPS. Waste management in Ngabang Sub-district is not effective because there is still accumulation of waste around TPS due to fullness. The existence of these problems, this study aims to identify problems and analyze the feasibility of waste management systems and units in supporting waste generation in Ngabang Sub-district. Unit needs are projected using the geometric formula, the availability of landfill capacity is reviewed by the amount of waste generation. The results of the analysis of TPS/container needs showed that the total need in 2024 was 26 units and the need for garbage trucks was 17 units. Analysis of the availability of landfill capacity in the next 20 years shows that the availability of landfill capacity can still accommodate 61,533.33m3 of waste. The results of the study show that the accumulation of waste in the Ngabang sub-district is due to the availability of waste management units that are still lacking and have not been able to support the generation of waste. Keywords: Unit Requirements, Waste Management, Projection
Klasifikasi Cyberbullying Pada Tweet Bahasa Sunda Dengan Menggunakan Hybrid Learning Model Setyaningrum, Anisa Putri; Nadhif, Muhammad Fahmy
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i1.58-69

Abstract

ABSTRAKCyberbullying dalam bahasa Sunda semakin marak di media sosial, dengan kasus seperti penghinaan fisik, body shaming, dan ancaman yang dapat berdampak negatif pada korban. Namun, deteksi otomatis masih menghadapi tantangan, terutama dalam keterbatasan dataset dan efektivitas metode pemrosesan bahasa alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem deteksi cyberbullying bahasa Sunda menggunakan gabungan model stemming dan hybrid learning. Peneliti menerapkan beberapa model machine learning yaitu random forest dan Support Vector Machine (SVM) serta model deep learning yaitu convolutional neural network-bidirectional long short-term memory (CNN-BiLSTM), CNN, dan BiLSTM. Peneliti melakukan eksperimen untuk mengevaluasi kinerja masing-masing model dengan mengukur akurasi dan F1-score. Berdasarkan hasil penelitian, model hybrid learning memperoleh kinerja terbaik dengan akurasi sebesar 97,3% dan F1-score sebesar 97%. Selain itu, waktu pelatihan pada CNN-BiLSTM lebih cepat dibandingkan dengan model lainnya yaitu sekitar 30 detik per epoch.Kata kunci: Bahasa Sunda, Cyberbullying, Hybrid LearningABSTRACTCyberbullying in the Sundanese language is becoming more common on social media, with cases like physical insults, body shaming, and threats that can seriously affect victims. However, detecting it automatically remains challenging, mainly due to limited datasets and the difficulty of processing the language effectively. This study aims to develop a Sundanese cyberbullying detection system using a combination of stemming and hybrid learning models. The researchers applied several machine learning models, namely random forest and Support Vector Machine (SVM), and deep learning models, namely convolutional neural network-bidirectional long short-term memory (CNN-BiLSTM), CNN, and BiLSTM. The researchers conducted experiments to evaluate the performance of each model by measuring the accuracy and F1-score. Based on the results, the hybrid learning model achieved the best performance, with an accuracy of 97.3% and an F1-score of 97%. Besides that, the training time on CNN-BiLSTM is faster than the others which is approximately 30 seconds per epoch.Keywords: Sundanese, Cyberbullying, Hybrid Learning
Pembuatan Bantalan Dermaga Menggunakan Karet Bekas (Reclaimed Rubber) Sitio, Brian Agriel Saragih; Satwikanitya, Pani
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i1.11-21

Abstract

ABSTRAKTingginya harga karet bahan baku dan faktor kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadikan karet bekas (reclaimed rubber) sebagai alternatif bahan yang hemat biaya untuk banyak aplikasi produk karet, seperti bantalan dermaga. Studi ini mempelajari pemanfaatan karet bekas dalam pembuatan bantalan dermaga dengan memvariasikan jumlah (phr) karet bekas dalam kompon, masing-masing 0, 15, 35, dan 50 phr. Pengujian sifat mekanik dilakukan untuk mengetahui pemenuhan kualitas produk berdasarkan SNI. Sementara, biaya bahan baku dievaluasi berdasarkan harga kompon/kg. Penambahan karet bekas dalam kompon mempengaruhi sifat mekanik vulkanisat. Ketidakhomogenan kompon dan pemutusan ikatan saat proses reclaiming menyebabkan penurunan sifat mekanik vulkanisat karet bantalan dermaga. Penggunaan karet bekas sebesar 15 phr menghasilkan produk yang paling baik, yaitu harga rendah dengan sifat mekanik yang optimal. Karet bekas sebesar 15 phr yang dicampurkan dalam kompon bantalan dermaga mampu memberikan harga yang lebih ekonomis dan penurunan biaya bahan baku mencapai 6,73% dengan harga kompon sebesar Rp26.455,47/kg. Hasil pengujian vulkanisat yang mengandung karet bekas 15 phr (R15) memenuhi persyaratan mutu SNI 06-3568-2006 Vulkanisat karet kompon bantalan dermaga, meliputi tegangan putus, perpanjangan putus, ketahanan sobek, dan kekerasan dengan nilai masing-masing sebesar 173,69 kgf/cm2; 470,67%; 97,34 kgf/cm; dan 71,40 Shore A.Kata kunci: bantalan dermaga, fender, karet bekas, reclaimed rubber, sifat mekanikABSTRACTDue to the cost of raw rubber and environmental considerations, waste rubber can be a cost-effective alternative material for many rubber product applications, such as marine rubber fender. This study investigates the utilisation of waste rubber in the manufacture of marine rubber fender by varying the amount (phr) of waste rubber in the compound, by 0, 15, 35, and 50 phr, respectively. Mechanical properties testing was conducted to determine the fulfilment of product quality based on SNI. Meanwhile, the cost of raw materials was evaluated based on the price of compound/kg. Adding waste rubber to the compound affects the vulcanizate's mechanical properties. The inhomogeneity of the compound and the breaking of bonds during the reclaiming process cause a reduction in the mechanical properties of the rubber vulcanizate for marine rubber fender. Using 15 phr waste rubber results in an optimum product that is inexpensive and has optimum mechanical properties. Waste rubber of 15 phr mixed in the marine rubber fender compound can provide a more economical price and a decrease in raw material cost that reaches 6.73% with a compound price of IDR 26,455.47/kg. The test results of vulcanizate containing 15 phr waste rubber (R15) meet the quality requirements of SNI 06-3568-2006 Vulkanisat karet kompon bantalan dermaga, including tensile strength, elongation at break, tear strength and hardness with respective values of 173.69 kgf/cm2; 470.67%; 97.34 kgf/cm; and 71.40 Shore A.Keywords: rubber fender, fender, waste rubber, reclaimed rubber, mechanical properties