cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2016)" : 14 Documents clear
Respon Itik Cihateup dan Itik Rambon Jantan terhadap Imbangan Energi-Protein Ransum pada Sistem Pemeliharaan Minim Air (Response of Cihateup and Rambon Male Ducks on Energy-Protein Ratio in the Diet under Restricted Water Raising System) Siti Wahyuni HS; Abun -; Endang Sujana
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.204 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i2.11569

Abstract

Tujuan penelitian eksperimental ini adalah mempelajari imbangan energi- protein dalam ransum yang dapat menghasilkan performa maksimal pada itik Cihateup dan  Itik Rambon  jantan yang dipelihara secara intensif pada kondisi minim air. Itik dipelihara sejak umur sehari sampaidengan mencapai titik infleksi.   Perlakuan berupa enam  ransum pada imbangan energi-proteinberbeda, terdiri atas R1 ( ME 3000 kkal/kg, protein 20 %); R2 (ME 300 kkal/kg, protein 16 %); R3 (ME 3000 kkal/kg, protein 13,5 %); R4 ( ME 2700 kkal/kg, protein 20 %); R5 (ME 2700 kkal/kg, protein 16 %); R6 (ME 2700 kkal/kg, protein 13,5 %). Setiap perlakuan diulang empat kali, masing- masing ulangan terdiri dari lima ekor anak itik.  Evaluasi performa dilakukan pada umur delapan minggu terhadap peubah-peubah: konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, persentase karkas, dan persentase lemak abdominal dengan mengambil sampel   masing-masing seekor dari tiap unit percobaan. Sisa itik dipelihara sampai mencapai titik infleksi untuk mengamati pertumbuhan selanjutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menghasilkan pertambahan bobot badan dan konversi ransum terbaik, itik Cihateup memerlukan ransum dengan kandungan EM 2700 kkal/kg dan protein 20 %; sedangkan itik Rambon cukup dengan kandungan EM 2700 kkal/kg dan protein 13,5 %. Persentase karkas tertinggi dan persentase lemak abdo minal terendah baik pada itik Cihateup maupun itik Rambon dihasilkan oleh pemberian ransum dengan kandungan EM2700 kkal/kg dan protein 13,5 %. Fase starter itik Cihateup jantan berlangsung sampai dengan umur enam minggu, dan fase starter itik Rambon jantan sampai dengan umur lima minggu.  Dapat disimpulkan bahwa fase starter itik Rambon lebih singkat dibandingkan dengan itik Cihateup.Kata kunci : Itik Cihateup, Itik Rambon, minim air, performa
Produktivitas dan Rantai Pasok Ternak Kambing dan Domba (KADO) Studi Kasus di Kabupaten Tegal (Productivity and Supply Chain Sheep and Goat A Case Studyin Tegal District) I.G.M Budiarsana; Broto Wibowo; Dwi Priyanto
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.78 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i2.11574

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan 1).kinerja dan pelaku rantai pasokternak kado, 2). menganalisis kelembagaan manajemen rantai pasok dan 3). menganalisis rantai nilai ternak kado di Kabupaten Tegal. Data yang digunakan terdiri dari data sekunder danprimer.Data primer diperoleh melalui metode survai mewawancarai para pelaku rantai pasok dengan menggunakan daftar pertanyaan tersetruktur, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait yang terdiri dari data perkembangan populasi, produksi dan konsumsi.Data-data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis B/C rasio, analisis kelembagaan dan analisis margin tataniaga, namun data yang bersifat kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa terdapat 7 pelaku rantai pasok ternak kado yang diawali dari peternak selaku produsen, pedagang desa, belantik pasar, pedagang pengumpul, pedagang antar propinsi, pejagal dan pedagang sate, analisis kelembagaan menunjukkan bahwa lembaga pedagang pasar sangat  strategis  karena  mampu  sebagai  perantara  antara  penjual  dengan  pembeli.  Dengan analisis nilai rantai menunjukkan bahwa semua pelaku pasok memperoleh keuntungan sehingga dapat  disimpulkan  peternakan  kado  memberi  manfaat  bagi  perkembangan  ekonomi  suatu daerah.Kata Kunci : kelembagaan, ekonomi, domba dan kambing
Peningkatan Produksi Jagung Manis dan Jerami dalam Sistem Integrasi Tanaman Pangan dan Peternakan Sapi Brangus Dwi Retno Lukiwati; Karno -; Budi Adi Kristanto
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.394 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i2.11581

Abstract

ulangan pada tanah vertisol.   Pupuk organik yang digunakan adalah alfagro, pupuk kandanghalus (pukan halus) dan pukan granul (granular) masing-masing 20 ton/ha. Dosis KCl dan urea,masing-masing 125 kg K/ha dan 200 kg N/ha. Perlakuan yang diberikan adalah T1 (alfagro), T2 (alfagro+urea), T3 (pukan halus), T4 (pukan halus+urea), T5 (pukan granul), T6 (pukan granul+urea), T7 (pukan granul+urea+KCl).  Panen jagung manis umur 70 hari setelah tanam, dan  jerami  dipotong  untuk  mendapatkan  data  produksi  tongkol  jagung  manis,  jerami  dan kelobot.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan nyata berpengaruh terhadap produksi tongkol jagung manis, maupun jerami dan kelobot tongkol jagung.  Hasil uji DMRT menunjukkan bahwa   pukan halus+urea (T4) dan pukan granul+urea (T6), masing- masing menghasilkan produksi jagung nyata lebih tinggi dibanding pukan tanpa urea. Perlakuan pukan granul+urea (T6) menghasilkan produksi jagung serta jerami dan kelobot nyata lebih tinggi dibanding pukan halus (T3) dan pukan granul (T5).   Disimpulkan bahwa penambahan pupuk anorganik pada aplikasi pupuk organik dapat meningkatkan produksi jagung dan jerami serta kelobot jagung manis.Kata Kunci:  Zea mays saccharata, jerami, kelobot, pupuk organik, pupuk anorganik
Perubahan Kadar Kalsium, Fosfor, dan Kalium Biji Asam yang Diperam Dengan Nira Lontar pada Level yang Berbeda (Changing on the Level of Calcium, Phosphorus, and Potassium of The Fermented Tamarind Seeds Using Different Levels of Palm Sap) Maria Goreti Wunu; Johanis A Jermias; Bernadete B Koten; Redempta Wea
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.421 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i2.11570

Abstract

Penelitian yang bertujuan  untuk mengetahui perubahan kadar kalsium (Ca), fosfor (P), danKalium  (K)  biji  asam  berkulit  yang  diperam  dengan  nira  lontar  pada  level  yang  berbeda  serta mengetahui level penggunaan nira lontar yang terbaik  telah  dilaksanakan selama enam bulan mulaidari Agustus 2015- Februari 2016 di Unit Pelaksana Teknis Produksi Oesao dan Laboratorium UmumPoliteknik  Pertanian  Negeri  Kupang.  Analisis  mineral  di  Laboratorium  Kimia  Makanan  TernakJurusan  Nutrisi  dan  Makanan  Ternak  Fakultas  Peternakan  Universitas  Hasanuddin  Makassar.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan  rancangan  acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5Kata Kunci : pemeraman biji asam, nira lontar, kadar kalsium, kadar fosfor, kadar kalium
Analisis Hubungan Keragaman Gen SCD1 (Stearoyl CoA Desaturase) dengan Komposisi Asam lemak Daging Sapi Lokal di Ciamis Nena Hilmia; R.R Noor; C Sumantri; R Priyanto; Gurnadi E
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.734 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i2.11573

Abstract

SCD1 merupakan kandidat gen yang berperan dalam mengkonversi asam lemak jenuhmenjadi  tidak  jenuh,  dan  rasio  keduanya  menentukan  kualitas  daging.  Single  NucleotidePolymorphism (SNP) V293A pada gen SCD1 yang   mengubah asam amino Valina menjadiAlaninaberpengaruh terhadap komposisi asam lemak daging. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keragaman gen SCD1 berdasarkan SNP V293A, dan hubungannya dengan kandungan  asam lemak pada sapi lokal  di Ciamis. Penelitian ini menggunakan 14  sampel daging  dan  DNA  dengan  genotipe  yang  berbeda.  Metode  PCR-RFLPdengan  enzim  Aci1digunakan untuk mendeteksi SNP V293A pada exon 5.   Hubungan keragaman gen SCD1 dengan komposisi asam lemak daging dianalisis dengan uji T. Hasil penelitian ini menunjukkan gen SCD1 pada sapi lokal Ciamis polimorfik, terdapat dua alel, yaitu alel T dan C dengan tiga genotipe,   yaitu TT, CT  dan CC.  SNP V293A pada gen SCD1 tidak  berpengaruh terhadap komposisi asam lemak daging sapi lokal di Ciamis Jawa Barat.Kata kunci : asam lemak daging, PCR-RFLP, Sapi lokal Ciamis, SCD1.
Community Development Planning : Introduction of Integrated Farming System (IFS) to the Rural Community Yanu Endar Prasetyo; M Ali Mauludin
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1080.44 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i2.11580

Abstract

Development Center for Appropriate Technology (DCAT) is a research institute that has a role to develop and implement Appropriate Technology (AT) in accordance with the needs of rural communities in Indonesia. In practice, the application of AT can not be carried out in thescheme of top-down intervention, but rather requires a participatory community developmentmethods. Rural livelihoods, especially in the peasant community, have complex issues, ranging from land tenure, the means of production, waste pollution and management, production capacity, degradation of land, water and irrigation, information of technology, and marketing constraints of agricultural products. Therefore, it is necessary to create community development planning to determine the priority of the AT that is required. This paper will describe the steps of community development planning to introduce the Integrated Farming System (IFS) to the rural community. The setting and case study is the business development group of cattle and rice farmers in Sukatani Village, Subang, West Java, which is expected to be a pioneer of IFS within communities.Keywords : community planning, appropriate technology, integrated farming system, Subang, Indonesia
Pengaruh Suplementasi METIONIN-CPO Dalam Ransum Terhadap Performa Domba (The Effect of CPO-Methionine Supplementation in The Diet on The Performance of Sheep) M. Fatah Wiyatna; Iman Hernaman
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.022 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i2.11577

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui performa domba yang diberi ransum yangdisuplementasi metionin-CPO. Delapan ekor domba lokal dialokasikan ke dalam 2 ransum percobaan,yaitu  1)  ransum  basal  2)  ransum  basal  +  metionin  1%    (metionin-CPO).  Data  yang  terkumpul dianalisis dengan uji T. Hasil menunjukan suplementasi metionin 1% dalam bentuk metionin-CPO menghasilkan kercenaan dan performa domba yang sama dengan ransum basal. Kesimpulan, suplementasi metionin 1% (metionin-CPO) tidak efektif dalam meningkatkan performa domba.Kata kunci:
Pertumbuhan dan Produksi Rumput Setaria (Setaria sphacelata) Pada Berbagai Level Pemberian Pupuk Organik Cair Berbahan Feses Babi (Growth And Forage Production Of Setaria Grass (Setaria sphacelata) at Different Level of Liquid Organic Fertilizer Made Of Pig Manure) Paskalis Toe; Bernadete Barek Koten
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.789 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i2.11572

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan produksi rumput setaria (Setaria sphacelata) pada level pemberian pupuk cairyang berbeda, telah di laksanakan selama 3 bulan bertempat dilahan hijauan makanan ternak UPT Produksi Politani  di Oesao.Penelitian ini didesainberdasarkan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yang terdiri dariP0 : Tanpapupuk cair, P2 :Pupuk cair 1 liter: air 2 liter, P4: Pupuk cair 1  liter: air 4 liter, P6: Pupuk cair 1 liter: air 6 liter, P8 : Pupuk cair 1 liter : air 8 liter yang di ulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati  adalah  Pertambahan  Tinggi  Tanaman,  Pertambahan  Jumlah  Anakan,  Produksi  Bobot Segar, Produksi Bahan Kering. Analisis ragam menunjukkan bahwa level pemberian pupuk cair dari feses babi memberikan pengaruh yang  tidak nyata  (P>0,05) terhadap  pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah anakan, produksi bobot segar, produksi bahan kering, dengan rerata pertambahan tinggi tanaman 9,98 cm/minggu, dan rerata tiap perlakuan adalah P0= 09,75 cm P2=10,46 cm P4=09,50 cm P6=10,00 cm P8=10,17 cm rerata pertambahan jumlah anakan 7,70 anakan/minggu, dan rerata  tiap  perlakuan  adalahP0= 7,68  anakan P2=07,18  anakan  P4=07,91 anakan P6=08,07 anakan P8=07,51 anakan rerata produksi bobot segar hijauan  19,68 ton/ha dan rerata tiap perlakuan adalah P0= 20,43 ton/ha P2=18,96 ton/ha P4=16,65 ton/ha P6=20,98 ton/ha P8=21,37 ton/ha, rerata produksi bahan kering hijauan 3,60 ton/ha dan rerata tiap perlakuan adalah P0=   03,94   ton/ha   P2=03,47   ton/ha   P4=03,04   ton/ha   P6=03,78   ton/ha   P8=03,78   ton/ha. Disimpulkan bahwa penambahan pupuk cair berbahan baku feses babi hingga level tertinggi 1 liter air yang ditambahkan 8 liter air belum memberi pengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi rumput setaria.Kata  kunci:  Setaria  sphacelata,  pupuk  cair,  feses  babi,  tinggi  tanaman,  produksi bahan kering hijauan.
Efektifitas Organic Supplement Energizer (OSE) terhadap Helminthiasis pada Sapi Potong (Effectiveness of Energizer Supplement Organic (OSE) to Helminthyasis Disease on Cattle) Retno Widyani; Moch Hisyam Hermawan; Fitri Dian Perwitasari; Ida Herawati
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.705 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i2.11579

Abstract

Helminthiasis  adalah  penyakit  pada  sapi  potong  yang  biasa  terjadi  di  peternakantradisional. Upaya pencegahan preventif terhadap helminthiasis perlu dilakukan untuk meningkatkan kesehatan sapi potong sehingga pertambahan bobot badannya akan lebih cepat dan keuntungan ekonomi juga bisa meningkat. Salah satu cara pencegahan preventif adalah dengan pemberian obat cacing herbal. Penelitian dilakukan pada   Peternakan Rakyat di desa Dukuhbadak, Kecamatan Cibimbing, Kabupaten Kuningan, Propinsi Jawa Barat. Penelitian obat cacing herbal  telah dilakukan dengan menggunakan kombinasi temu mangga 20%, kunyit 20%, temu lawak 20% dan kakys fruity enzym 40%, dinamakan organic supplement energizer (O SE). Komposisi ini mengandung minyak atsiri, tanin, amilum, fruktosa, flavonoid, vitamin C, Fe, Cu dan Phosphor, yang berkhasiat antibakteri, antidota, analgetik, antipiretik dan pengurang gas asam  lambung.  Hasil penelitian  menunjukkan bahwa  sapi  yang diberi OSE  sebesar  60  ml ternyata dari uji laboratorium identifikasi telur cacing yang ada menunjukkan jumlah  telur cacingnya menurun. Identifikasi telur cacing menggunakan metode McMaster. Efektifitas penurunannya sampai 73%, dari 220 telur menjadi 60 telur endoparasit, sehingga rekomendasi yang   diberikan   adalah   pemberian   obat   cacing   herbal   secara   teratur   dapat   digunakan peningkatan produksi ternak sapi potong.Kata kunci:  mangga, kunyit, temu lawak dan kaky fruit enzym.
Sinkronisasi Estrus dan Inseminasi Buatan Menggunakan Semen Cair Hasil Sexing pada Sapi Bali Induk Yang Dipelihara dengan Sistem yang Berbeda (Oestrus Syncronization and Artificial Insemination using Sexing Semen from Bali’s Cattle with Different Management System ) Takdir Saili; La Ode Baa; La Ode Arsad Sani; Syam Rahadi; I Wayam Sura; Febiang Lopulalan
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.608 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i2.11576

Abstract

Sinkronisasi estrus umumnya diterapkan dalam program inseminasi buatan untuk memicu  terjadinya  estrus  sekelompok    sapi  disinkronkan  dalam  efektifitas  time.The  sama PGF2α  dalam  sinkronisasi  estrus  dan  kemampuan  sperma  bergender  untuk  menginduksikehamilan pada sapi bali dievaluasi dalam hal ini belajar. Empat puluh ekor sapi digunakan dimana 20 ekor sapi yang disimpan di bawah managementwhile intensif yang lain 20 sapi yang disimpan di bawah manajemen semifinal intensif. Semen dikumpulkan dari banteng bali dan sexing sperma menggunakan metode Colum albumin dilakukan untuk menghasilkan sperma bergender.   semen   segar   dan   sperma   bergender   dievaluasi   sebelum   inseminasi   untuk menginduksi kehamilan pada sapi bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% dari sapi menunjukkan estrus tanda dengan kualitas estrus berkisar antara 2,84 untuk sapi di bawah manajemen yang intensif dan 2,88 untuk sapi di bawah manajemen semi intensif. Tingkat tidak kembali juga tinggi yaitu 95% untuk sapi di bawah manajemen intensif dan 80% untuk sapi di bawah manajemen semi intensif. Sementara layanan per konsepsi hanya 1,15 untuk sapi di bawah manajemen intensif dan 1,20 untuk sapi di bawah manajemen semi intensif. Akhirnya, disimpulkan bahwa semua sapi memiliki respon yang baik untuk PGF2α untuk memicu estrus dan 95% dari sapi di bawah manajemen intensif  dan 80% dari sapi di bawah manajemen setengah intensif diprediksi pregnantbased pada tingkat non pulang pada hari 21 setelah inseminasi buatan dengan baik S / C.Kata kunci: sinkronisasi, sexing, sapi bali, intensif, semi intensif

Page 1 of 2 | Total Record : 14