cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 427 Documents
Derajat Keasaman Dan Karakteristik Organoleptik Produk Fermentasi Susu Kambing Dengan Penambahan Sari Kurmayang Diinokulasikan Berbagai Kombinasi Starter Bakteri Asam Laktat (Acidity And Organoleptic Characteristics Of Fermented Goat Milkswith Dates Extra Roostita L. Balia; Hartati Chairunnisa; Obin Rachmawan; Eka Wulandari
Jurnal Ilmu Ternak Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v11i1.411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur derajat keasaman (pH) dan karakteristik organoleptik produk fermentasi susu kambing dengan penambahan sari kurma yang diinokulasikan berbagai kombinasi starter Bakteri Asam Laktat (BAL).Perlakuan yang diberikan ada empat, diantaranya penggunaan kombinasi starter bakteri asam laktatS. thermophilus + L. bulgaricus (3:1; P1),S. thermophilus + L. bulgaricus +L. acidophilus(3:1:1; P2),S. thermophilus + L. bulgaricus + L. casei(3:1:1; P3) danS. thermophilus + L. bulgaricus + B. longum(3:1:1; P4) yang diulang sebanyak 5 kali dan dilakukan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penggunaan kombinasi starter BALS. thermophilus + L. bulgaricus + B. longum(3:1:1) terbukti menghasilkan produk fermentasi susu kambing dengan penambahan sari kurma yang disukai dengan pH 4,40, penampakan kental hingga sangat kental dengan skala hedonik (skala numerik4,85), aroma dengan skala hedonik suka hingga sangats uka (skalanumerik 7,35), warna dengan skala hedonic suka hingga sangat suka (skala numerik 7,1)r asa manis dengan skala hedonic sangat suka hingga amat sangat suka (skala numerik 8,15) dan rasa asam dengan skala hedonic sangat suka hingga amat sangat suka(skala numerik8,2). Kata kunci : fermentasi susu kambing, bakteri asam laktat (BAL), pH, organoleptik
Tingkat Kesukaan Bakso dari Berbagai Jenis Daging Melalui Beberapa Pendekatan Statistik Kusmajadi Suradi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i1.2233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan baso dari daging yang berbeda melalui beberapa pendekatan statistik.  Sebagai perlakuan empat macam bakso yang dibuat dari daging sapi, ayam, kelinci dan domba, masing-masing berjenis kelamin jantan., sedangkan  sebagai ulangan digunakan 15 orang panelis agak terlatih. Panelis dikelompokan sebagai ulangan Pada Uji Friedman dan Rancangan Acak Kelompok (RAK), sedangkan pada Uji Kruskal Wallis dan Rancangan Acak Lengkap (RAL), panelis diasumsikan sebagai ulangan yang seragam. Peubah yang diukur adalah tingkat kesukaan terhadap rasa, bau dan kekenyalan dengan skala hedonik sangat suka, suka, agak suka, biasa, dan tidak suka. Hasil penelitian menunjukan, bahwa tingkat kesukaan rasa, bau dan kekenyalan baso dari daging sapi dan domba lebih disukai panelis,   kemudian diikuti baso dari daging ayam dan kelinci. Pendekatan statistik dengan uji Friedman, uji Kruskall Wallis, Rancangan Acak Lengkap dan Rancangan Acak Kelompok terhadap tingkat kesukaan umumnya tidak berbeda nyata, hanya pengujian rasa melalui uji Friedman menghasilkan  perbedaan yang nyata (P< 0.05).Kata kunci : Tingkat Kesukaan, bakso, statistik
Bioproses Biji Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L) D.C) oleh Rhizopus oligosporus terhadap Peningkatan Protein Murni dan Penurunan Asam Sianida (Bioprocess of Winged Bean Seeds (Psophocarpus tetragonolobus (L) DC) BY Rhizopus oligosporus to Improved Tjitjah Aisjah
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i1.5135

Abstract

Penelitian telah dilakukan di Laboratorium Nutrisi Ternak Unggas, Non Ruminansia danIndustri   Makanan   Ternak   Fakultas   Peternakan   Universitas   Padjadjaran,   JatinangorSumedang.  Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis inokulum Rhizopus oligosporus dan waktu fermentasi biji kecipir yang optimum terhadap peningkatan kandungan protein murni dan penurunan asam sianida.  Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola tersarang (3x3).  Perlakuan terdiri atas faktor A, yaitu dosis inokulum Rhizopus oligosporus (d1=0,1% b/b, d2=0,2% b/b, dan d3=0,3% b/b) dan faktor B yaitu waktu fermentasi (w1=24 jam, w2= 48 jam, dan w3=72 jam).   Faktor B (waktu) tersarang pada faktor A (dosis), masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali.  Peubah yang diamati adalah kenaikan kandungan protein murni dan penurunan asam sianida.   Hasil penelitian diperoleh bahwa dosis inokulum Rhizopus oligosporus sebesar0,2%  (b/b)  dan  waktu  fermentasi  48  jam,  merupakan  dosis  dan  waktu  optimal  yang menghasilkan peningkatan kandungan protein murni tertinggi, yaitu sebesar 46,90% (dari15,70% menjadi 23,06%).  Adapun penurunan kandungan asam sianida tertinggi diperoleh pada dosis inokulum Rhizopus oligosporus sebesar 0,3% (b/b) dengan waktu fermentasi 72jam, yaitu sebesar 97,29% (dari 45,48 mg/kg menjadi 1,23 mg/kg).Kata Kunci : Bioproses, biji kecipir, Rhizopus oligosporus, protein murni, sianida.
Performan Domba yang Diberi Ransum Mengandung Zn-Fitat dan Pb-Asetat (Performance of Sheep Fed Diet Containing Zn-phytate and Pb-acetate) Iman Hernaman; Toto Toharmat; Wasmen Manalu; Putut I. Pudjiono
Jurnal Ilmu Ternak Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v10i1.463

Abstract

Penelitian ini mempelajari performan domba  yang diberi  ransum  mengandung Zn-fitat dan Pb-asetat pada domba. Dua puluh ekor domba yang sedang tumbuh dengan bobot 14-21 kg dipelihara selama 42  hari dan dialokasikan ke dalam 5 perlakuan ransum percobaan. Seng-fitat dan Pb-asetat dibubuhkan ke dalam ransum percobaan sebagai berikut : 1) ransum basal, 2) ransum  basal + ZnCl2, 3) ransum basal + Pb-asetat, 4) ransum basal + Zn-fitat, 5) ransum basal + Zn-fitat + Pb-asetat.  Hasil menunjukan bahwa suplementasi Zn-fitat nyata tidak berpengaruh terhadap pertambahan bobot badan harian dan  konversi ransum (P>0,05), namun kehadiran Pb-asetat menurunkan konsumsi bahan kering (P<0,05).  Kesimpulan suplementasi Zn-fitat tidak efektif dalam meningkatkan performans domba dan Pb-asetat menurunkan konsumsi ransum. Kata Kunci : seng (Zn), timbal (Pb), performan, domba
Dampak Pemberian Probiotik Probio_FM Terhadap Status Kesehatan Ternak Itik Kerinci (Impact of Probiotik Probio_FM to Health Status of Kerinci Duck) Manina F. f
Jurnal Ilmu Ternak Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v14i1.5140

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Dampak Pemberian Probiotik Probio-FM Terhadap status kesehatan  Itik Kerinci Jantan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Sebagai perlakuan adalah pemberian probiotik Probio_FM dalam pakan dan air minum, yang terdiri dari : P-0 (tanpa pemberian probiotik Probio_FM), P-1 (pemberian Probio_FM dalam air minum) P-2 (Probio_FM dalam pakan), P-3 (gabungan antara Probio_FM  dalam pakan dan air minum) dengan dosis 2% w/w dan 2% w/v, kosentrasi bakteri 1010cfu/gr. Ransum yang digunakan adalah ransum basal dengan kandungan PK 18% dan EM 2800 kkl/kg. Peubah yang diamati adalah gambaran darah (jumlah eritrosit, leukosit, hemoglobin dan hematokrit), dan derajat keasaman (pH), jumlah bakteri asam laktat dan E.coli usus halus. Peubah yang diukur dianalisis dengan sidik ragam menggunakan procedureANOVA (SAS Institute, 2000) dan apabila terdapat perbedaan diantara peubah yang dianalisis dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dapat meningkatkan jumlah eritrosit dan hemoglobin (P<0.05)  dan menurunkan derajat keasaman (pH) dan jumlah  E.coli  dalam  usus  halus  itik  Kerinci  (P<0.05).  Disimpulkan  bahwa  pemberian  probiotik probio_FM melalui air minum, pakan dan gabungannya dapat meningkatkan status kesehatan ternak itik jantan periode pertumbuhan.Kata kunci: probiotik Probio_FM, status hematologik, Lactobacillus, E.coli, itik Kerinci
Kualitas Fisikokimia Naget Ayam yang Menggunakan Filer Tepung Suweg (Amorphophallus campanulatus B1) (Physicochemical Quality of Chicken Nugget Using Suweg (Amorphophallus campanulatus B1) Flour as Filler) Jajang Gumilar; Obin Rachmawan; Winda Nurdyanti
Jurnal Ilmu Ternak Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v11i1.393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas fisikokimia naget ayam yang menggunakan tepung tapioka dengan naget ayam yang menggunakan tepung suweg. Kualitas fisik didasarkan pada daya ikat air, susut masak, dan keempukan, sedangkan untuk kualitas kimia didasarkan pada kadar air, kadar protein, serta kadar lemak. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap degan empat perlakuan tingkat penggunaan tepung Suweg yaitu P1 = 10%, P2 = 15%, P3 = 20%, P4 = 25%, dan kontrol P0 = 10% tepung Tapioka, masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung Suweg berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kualitas fisiko kimia naget ayam. Penggunaan tepung Suweg sebanyak 10% memiliki kualitas fisikokimia yang tidak berbeda dengan kontrol yaitu daya ikat air 61,99%; susut masak 1,94%; keempukan 102,92 mm/g/10 detik; kadar air 62,22%; kadar protein 22,86; dan kadar lemak 7,05%. Kata kunci: Kualitas fisikokimia, Naget ayam, tepung Amorphophallus campanulatus
Hubungan Berat Potong dengan Berat, Luas dan Tebal Pelt Kelinci (The Relation of Slaughter Weight with the Weight, the Wide and the Thickness of Rabbit's Pelt) Husmy Yurmiaty
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i1.2266

Abstract

Ternak kelinci banyak dipelihara di pedesaan, karena mampu hidup dengan baik pada berbagai macam kondisi lingkungan dan mudah beradaptasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bobot potong dengan berat, luas dan tebal pelt kelinci, sehingga dapat memprediksi produksi peltberdasarkan bobot potongnya. Penelitian menggunakan 25 ekor kelinci peranakan New Zealand White jantan dengan berat potong pada kisaran 1700 – 1990 gram. Data dari peubah yang diukur dianalisis secara statistik menggunakan regresi linier untuk mengetahui hubungan antara bobot potong dengan berat, luas dan tebal pelt. Hasil uji linieritas regresi menunjukkan hasil yang nyata (P<0,05) antara berat potong kelinci dengan berat, luas dan tebal  pelt.  Hubungan antara bobot potong dengan berat pelt nyata (P<0,05) mengikuti persamaan regresi  y =  0,185 x – 191,77 (R2 = 0,78 dan r= 0,88), dan hubungan terhadap luas pelt nyata (P<0,05) mengikuti persamaan regresi  y = 1,4904 x -  1,043,6 (R2 = 0,75 dan r = 0,86), sedangkan hubungan antara berat potong dengan tebal pelt tidak nyata (P>0,05) dengan persamaan regresi  y = 0,0005 x - 0,2324 (R2 = 0,14 dan r = 0,37).Kata kunci :  Kelinci, Pelt
Inventarisasi dan Pemetaan Lokasi Budidaya dan Lumbung Pakan Ternak Sapi Potong (Inventory and Mapping of Cattle and Feed Resources) Hasni Arif
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i2.5126

Abstract

Tujuan dilakukannya kajian ini adalah untuk menginventarisir dan memetakan wilayah-wilayah pusat sapipotong dan lumbung pakan, terutama pakan hijauan dan sumber konsentrat.   Ruang lingkup kegiatan ini meliputi  wilayah  Provinsi  Jawa  Barat.  Hasil  analisis  LQ  menunjukkan  wilayah  kabupaten/kota  yang berpotensi sebagai lokasi budidaya dan lumbung pakan ternak sapi potong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) sekitar 50% wilayah Jawa Barat berpotensi sebagai wilayah untuk lokasi budidaya/pengembangan ternak sapi potong (14 wilayah kabupaten, diantaranya: kerisidenan Bogor, dan Priangan Timur); 2) sebagian besar wilayah Jawa Barat berpotensi untuk lokasi lumbung pakan ternak sapi potong ( 17 wilayah kabupaten: ke-14 wilayah di atas, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Banjar) ; dan 3) Hasil analisis kapasitas tampung ternak sapi potong dan potensi pakan menunjukkan wilayah prioritas 1: wilayah unggulan untuk pengembangan dan lumbung pakan ternak sapi potong, wilayah tersebut adalah ke-17 wilayah yang tersebut pada poin (1); wilayah prioritas 2: wilayah yang bukan unggul untuk pengembangan ternak sapi potong tetapi memilki potensi pakan hijauan, meliputi wilayah tersebut adalah Kabupaten  Cirebon,  Kabupaten  Indramayu,  Kabupaten  Bandung  Barat,  dan  Kota  Banjar;  dan  wilayah prioritas 3: wilayah yang tidak memiliki keunggulan baik untuk pengembangan/budidaya ternak sapi potong maupun  untuk  lumbung  pakan,  wilayah  tersebut  yakni  seluruh  kota  di  Jawa  Barat:  Kota  Bogor,  Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Cimahi, dan Kota Tasikmalaya. Kata kunci: pemetaan, wilayah, potensi, lumbung pakan, sapi potong
Efek Penggunaan Produk Fermentasi Limbah KKO dalam Pakan Lengkap Terhadap Produksi Karkas, Lemak Abdominal, Lemak Daging dan Nilai Ekonomis Pakan padaKelinci Usman Ali; M. Farid Wadjdji
Jurnal Ilmu Ternak Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v15i2.9527

Abstract

Limbah  agro  industri  KKOF  merupakan produk fermentasi campuran limbah kulitdaging kelapa, kulit ari kedelai dan onggok menggunakan bakteri selulolitik sebagai bahan pakan alternatif bergizi dan palatabel bagi kelinci. Komposisi nutrien dalam KKOF: PK 11,55%; SK 12,34% ; NDF 28,23% dan selulosa 8,89%. Selain itu fermentasi dapat menurunkankandungan antinutrisi dan ketengian kulit daging kelapa serta memperpanjang masa simpan bahan pakan. Metode penelitian percobaan in vivo menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan kelompok bobot badan. Pakan perlakuan menggunakan KKOF, T1= 7,5% KKO, T2=7,5%KKOF, T3= 15% KKOF, T4=22,5%KKOFand T5= 30% KKOFdalam pakan lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya penggunaan limbah KKOF dalam pakan dapat meningkatkan persentase karkas, lemak abdominal, lemak dagingdan pendapatan IOFC pada kelinci jantan. Performans kelinci pada kelompok bobot badan sedang lebih optimal. Penggunaan 30% KKOF dalam pakan dapat mengoptimalkan performan kelinci dengan produksi karkas 56,28%, lemak abdominal 7,91%, lemak daging 10,03% dan IOFC sebesar Rp. 38617,-/ekor.Kata kunci: KKOF, pakan lengkap, karkas, lemak daging, pendapatan
Peran Usaha Perbibitan Dalam Pengembangan Ternak Sapi Perah di Indonesia (The Role of Breeding Farm on Dairy Cattle Development In Indonesia) Achmad Firman; Sri Bandiyati Komar Prajoga; Hermawan -
Jurnal Ilmu Ternak Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v10i1.445

Abstract

Usaha perbibitan pada peternakan sapi perah memegang peranan penting dalam penyediaan stock bibit sapi perah. Dalam kerangka budidaya sapi perah, perbibitan atau breeding merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari siklus feeding, breeding, dan management. Ke tiga faktor tersebut sangat penting dalam usahaternak sapi perah. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana peran perbibitan dan program-program perbibitan dalam penyediaan ternak pengganti, dan untuk mengetahui berapa besar investasi yang diperlukan dalam usaha perbibitan sapi perah. Metode yang dilakukan pada kajian ini adalah kajian pustaka yang dititikberatkan pada usaha perbibitan sapi perah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil mapping terhadap peran pelaku perbibitan sapi perah dapat dikatakan bahwa (1) usaha perbibitan sapi perah sangat berperan dalam memasok kebutuhan akan bibit; (2) belum maksimalnya pelaku usaha di sapi perah dalam mengembangkan perbibitan; (3) selama ini, peran usaha perbibitan sapi perah hanya ditujukkan sebagai penyedia ternak pengganti produksi/replacement stock, padalah diperlukan juga untuk menghasilkan produksi bibit sapi perah unggulan untuk menghasilkan elit cow dan proven bull; dan (4) usaha perbibitan sapi perah memerlukan investasi yang cukup besar, namun usaha ini cukup prospektif untuk diusahakan karena mampu menghasilkan keuntungan per harga pokok produksi sebesar 3,4% per bulan atau melebihi suku bunga bank. Kata Kunci: Peranan, Perbibitan, Sapi Perah