cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 427 Documents
Peningkatan Kadar Vitamin A pada Telur Ayam melalui Penggunaan Daun Katuk (Sauropus androgynus L.Merr) dalam Ransum (Improvement of Vitamin A Content in Chicken Egg by Katuk Leaves (Sauropus androgynus L.Merr) Utilization in the Diet) Rachmat Wiradimadja; Handi Burhanuddin; Deny Saefulhadjar
Jurnal Ilmu Ternak Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v10i2.429

Abstract

Penelitian mengenai “Peningkatan Kadar Vitamin A pada Telur Ayam melalui Penggunaan Daun Katuk (Sauropus androgynus L.Merr) dalam Ransum”, telah dilaksanakan selama enam minggu.  Penelitian dilakukan secara eksperimental terhadap 72 ekor ayam petelur fase produksi (umur 30 minggu). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 (tiga) perlakuan ransum dan 6 ulangan.  Ransum tersebut, yaitu R-0 mengandung 0% daun katuk; R-1 mengandung 7,5% daun katuk, dan R-2 mengandung 15% daun katuk.  Peubah yang diamati adalah :  kualitas telur (intensitas warna kuning telur, Haugh Unit, dan tebal kerabang) serta kandungan vitamin A kuning telur.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa  penggunaan daun katuk 15% dalam ransum memberikan kualitas telur dan kandungan vitamin A yang terbaik dibanding perlakuan pemberian ransum tanpa daun katuk maupun dengan penambahan daun katuk 7,5%. Kata Kunci :  Ransum, daun katuk, vitamin A, kualitas telur.
Perlakuan Superovulasi Sebelum Pemotongan Ternak (Treatment Superovulation Before Animal Sloughter) Nurcholidah Solihati
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i2.2284

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan superovulasi selama 48 jam sebelum pemotongan ternak terhadap jumlah folikel,  kualitas oosit, dan residu hormon gonadotropin eksogen. Penelitian ini menggunakan domba betina dewasa sebanyak delapan ekor yang dibagi menjadi dua kelompok masing-masing terdiri dari empat ekor domba.  Siklus estrus diamati dengan cara melakukan pengamatan/deteksi estrus baik secara visual maupun dengan menggunakan pejantan pengusik (teaser). Perlakuan superovulasi dilakukan dengan memberikan injeksi intramuskular 500 i.u. PMSG (Folligon, Intervet) pada hari ke-10 dari siklus estrus.  Pemotongan dilakukan 48 jam kemudian, kemudian diambil ovariumnya dan segera dievaluasi. Pengujian residu hormon dilakukan menggunakan metode HPLC (High Performance Liquid Chromatography), sampel diambil dari serum darah. Parameter yang diamati meliputi (1) Jumlah folikel berdasarkan ukuran dan, (2)  Jumlah oosit berdasarkan kualitas, (3) Residu hormon gonadotropin eksogen (PMSG) pada ternak yang diberi perlakuan.. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental.  Data yang diperoleh dianalisa menggunakan uji t dengan ulangan sama.  Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata antara domba kontrol dengan domba yang mendapat perlakuan injeksi PMSG dalam hal jumlah folikel, jumlah oosit maupun kualitas oosit, namun jumlah folikel ukuran sedang (2-6 mm) dan oosit grade A pada domba yang diberi PMSG lebih banyak dibandingkan pada domba kontrol.  Hasil pengujian dengan HPLC ditemukan kadar hormon PMSG sebanyak 240,62 i.u/ml.Kata Kunci :  superovulasi, pmsg, domba 
Heritabilitas Sifat-Sifat Reproduksi Sapi Fries Holland (Heritability of Reproduction Traits on Fries Holland) Nena Hilmia
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui nilai heritabilitas sifat-sifat reproduksi sebagai dasar  seleksi pada sapi Fries Holland.   Penelitian ini menggunakan catatan reproduksi  dari tahun 1989 sampai 2002. Analisis keragaan data menggunakan program SAS.12,  heritabilitas  dianalisis menggunakan   Animal Model dengan Restricted Maximum Likelihood (REML) dengan program paket yang digunakan adalah VCE 4.2.   Hasil penelitian ini menunjukkan  Nilai heritabilitas selang beranak, masa kosong, dan angka kawin per kebuntingan masing-masing sebesar 0,016, 0,016, dan 0,018  Heritabilitas sifat reproduksi rendah menunjukkan  variasi genetik aditif yang mempengaruhi fertilitas adalah kecil, lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Seleksi berdasarkan sifat ini tidak efektif.Kata Kunci : Heritabilitas dan reproduksi
Pengaruh Temperatur dengan Lama Pengasapan Terhadap Keasaman dan Total Bakteri Daging Ayam Broiler Kusmajadi Suradi; Lilis Suryaningsih
Jurnal Ilmu Ternak Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v8i1.2219

Abstract

Kombinasi temperatur dan lama pengasapan merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pengasapan daging ayam, karena akan mempengaruhi pH dan jumlah mikroba daging.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kombinasi  temperatur dengan lama pengasapan terhadap keasaman (pH) dan jumlah bakteri daging asap ayam broiler dan untuk mendapatkan pada kombinasi temperatur dengan lama pemasakan berapa yang menghasilkan pH dan jumlah bakteri  daging asap ayam broiler terbaik. Rancangan acak lengkap digunakan dalam penelitian ini dengan 6 perlakuan kombinasi temperatur dengan lama pemasakan berbeda, yaitu : temperatur pengasapan 60oC selama 4 jam (P1), dan 6 jam (P2),  temperatur pengasapan 70 oC selama 4 jam (P3) dan 6 jam (P4), temperatur pengasapan 80 oC selama 4 jam (P5) dan 6 jam (P6), setiap perlakuan diulang 4 kali. Variable yang diukur, yaitu pH dan jumlah bakteri. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat dikemukakan kesimpulan, bahwa keasaman (pH) dan jumlah bakteri daging asap ayam broiler nyata (P<0,05) dipengaruhi oleh kombinasi temperatur dan lama pengasapan. Pengasapan daging ayam broiler terbaik pada temperatur 70 oC selama 6 jam atau 80 oC selama 4 jam.  Kata kunci : daging, broiler, asap
Peran Kelompok dalam Mengembangkan Keberdayaan Peternak Sapi Potong (Kasus Di Wilayah Selatan Kabupaten Tasikmalaya) Role of the Group in Developing Beef Cattle Farmers Empowerment (A Case Study in Tasikmalaya South Region of Kabupaten Tasikmalaya) M. Ali Mauludin
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i2.5120

Abstract

Penelitian bertujuan mempelajari: (1) Peran yang dilakukan kelompok peternak dalam fungsinya sebagai kelas belajar, unit produksi, dan wahana kerjasama dan usaha anggota, (2) Keragaankeberdayaan peternak sapi potong, (3) Derajat hubungan antara peran kelompok dengan keberdayaan peternak sapi potong di Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian dirancang sebagai penelitian survei,  dengan responden sebanyak 30  peternak dari 5  kelompok peternak.   Hasil penelitian menunjukkan: (1) Peranan kelompok peternak sebagian besar, yaitu sebanyak 83,33 persen tergolong tinggi.   Sisanya sebanyak 16,67 persen tergolong cukup. Peran atau  fungsi kelompok yang paling menunjang adalah peran kelompok sebagai kelas belajar dan kelompok sebagai unit produksi, (2)  Keberdayaan peternak sebagian besar, yaitu sebanyak  53,33 persen tergolong cukup.   Sisanya sebanyak 46,67 persen tergolong tinggi.   Kecenderungan yang ada menunjukkan bahwa peran peternak, baik sebagai pemelihara maupun sebagai manajer masih belum berjalan optimal, dan (3) Terdapat hubungan yang cukup kuat antara peranan kelompok peternak dengan keberdayaan peternak sapi potong dengan nilai korelasi rank spearman sebesar0,53.Kata kunci: peran kelompok peternak, keberdayaan peternak sapi potong
Evaluasi Performa Domba Persilangan Barbados dengan Domba Priangan sebagai Sumber bibit Unggul (Evaluation of Performance of Crossbreed Barbados and Priangan Sheep as Excellent Breed) Dedi Rahmat
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i2.2275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa domba persilangan barbados dengan domba priangan sebagai sumber bibit unggul. Objek  penelitian adalah ternak domba persilangan dan domba priangan yang dipelihara di LSPI dan peternak di Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang.. Metode yang digunakan adalah study kasus pengambilan sampel peternak dilakukan dengan cara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa domba hasil persilangan antara domba barbados dengan domba priangan memeiliki keunggulan relatif bobot lahir sebesar 42.56-46.60% dan keunggulan relatif bobot sapih sebesar 31.90-56.27% dibandingkan dengan domba priangan. Proporsi kelahiran kembar tinggi yaitu diatas 71% dan mampu beradaptasi dan renponsif terhadap kondisi lingkungan setempat.Kata kunci:  Persilangan, Domba Barbados, Domba Priangan
Pengaruh Subtitusi Minyak Sawit oleh Minyak Ikan Lemuru dan Suplementasi Vitamin E dalam Ransum Ayam Broiler terhadap Performans Denny Rusmana
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2242

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh subtitusi minyak sawit oleh minyak ikan lemuru dan suplementasi vitamin E dalam ransum ayam broiler terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi ransum , dan konversi ransum. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial 3 x 3. Faktor pertama adalah tingkat subtitusi minyak sawit oleh minyak ikan lemuru (0, 50, dan 100%),dengan tingkat penggunaan minyak dalam ransum sebesar 6%.  faktor kedua adalah tingkat suplementasi vitamin E (0, 100, dan 200 ppm).  Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis ragam yang dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Tingkat subtitusi minyak sawit oleh minyak ikan lemuru yang dikombinasikan dengan suplementasi vitamin E (0, 100 dan 200 ppm), memberikan interaksi terhadap konsumsi ransum, namun tidak mempengaruhi pertambahan bobot badan.  Pada tingkat penggunaan minyak  6 %, subtitusi 100% minyak sawit  oleh minyak ikan lemuru yang disuplementasi vitamin E 200 ppm menyebabkan penurunan konsumsi ransum, sehingga konversi ransum menjadi rendah. Kata Kunci : Minyak Sawit, Minyak Ikan Lemuru, Vitamin E, Performans
Evaluasi Nilai Nutrisi Tongkol Jagung Hasil Bioproses Kapang Neurospora Sitophila Dengan Suplementasi Sulpur Dan Nitrogen Nurafni Noverina; Tina Harlina; Dinda Yolandasari; Annisa Septianie; Kantilah Nugraha; Tidi Dhalika; Atun Budiman; Mansyur -
Jurnal Ilmu Ternak Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v8i1.2210

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui nilai nutrisi tongkol jagung hasil bioproses menggunakan kapang Neurospora sitophila dengan suplementasi sulpur dan nitrogen. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial 4 x 4. Faktor pertama adalah taraf suplementasi 0,02 %, 0,04 %, 0,06 % dan 0,08 % sulpur (S), faktor kedua adalah taraf suplementasi 1,00 %, 1,50 %, 2,00 % dan 2,50 % nitrogen (N), tiap perlakuan diulang sebanyak 3 (tiga) kali. Peubah yang diamati untuk melihat respon terhadap perlakuan yang diberikan adalah kandungan protein kasar, protein murni, Non Protein Nitrogen (NPN), lemak kasar, serat kasar, dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN) yang diukur menggunakan metode analisa kimia (AOAC, 1989 : Apriyantono dkk, 1989). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat interaksi pengaruh antara suplementasi sulpur dengan nitrogen terhadap kandungan protein kasar, protein murni, lemak kasar, serat kasar dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen tongkol jagung hasil bioproses kapang Neurospora sitophila, kecuali terhadap kandungan Non Protein Nitrogen (NPN). Suplementasi sulpur dan nitrogen memberikan pengaruh terhadap peningkatan kandungan protein kasar (19,93 %), protein murni (18,09 %), dan lemak kasar (4,64 %), serta penurunan kandungan serat kasar (26,55 %) dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (47,02 %). Imbangan suplementasi 0,08 % sulpur dan 2,50 % nitrogen menghasilkan nilai nutrisi tongkol jagung hasil bioproses kapang Neurospora sitophila paling baik.Kata kunci : Jagung, Neurospora sitophila, sulpur, nitrogen dan  nilai nutrisi.
Analisis Jumlah Bakteri dan Identifikasi Bakteri pada Pupuk Cair dari Feses Domba dengan Penambahan Saccharomyces cerevisiae (Analysis of Total Bacteria and Identification of Bacteria in Liquid Fertilizer with the Addition of Sheep Feces Saccharomyces cer Yuli Astuti Hidayati
Jurnal Ilmu Ternak Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v13i2.5111

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui jumlah bakteri dan identifikasi bakteri yangterkandung pada pupuk cair dari feses domba dengan penambahan Saccharomyces cerevisiae. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif. Peubah yang diamati adalah jumlah bakteri awal pada feses domba dan jumlah bakteri serta identifikasi bakteri pada pupuk cair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jumlah bakteri awal pada feses domba sebesar 26 x 1012 cfu/g dan jumlah bakteri pada pupuk cair dari feses domba dengan penambahan Saccharomyces cerevisiae sebesar 33 x 107  cfu/g. Bakteri yang berhasil diidentifikasi Enterobacter sp., Bacillus sp., Escherichia coli.Kata kunci : feses domba, bakteri, pupuk cair, Saccharomyces cerevisiae
Kecernaan Fraksi Serat Pada Kambing Kacang Jantan Yang Mengkonsumsi Rumput Kume (Sorghum plumosum var.timorense) Kering Hasil Biokonversi (Fiber Digestibility of Bioconverted Kume Hay Fed to Kacang Goat Male) R. Beku
Jurnal Ilmu Ternak Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v14i1.5149

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Oeltua Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  pada bulan Juli –  Desember 2013. Penelitian ini bertujuan mengetahui level biokonversi rumput kume kering, yang menghasilkan kecernaan NDF, ADF, selulosa dan hemiselulosa yang terbaik, pada kambing kacang jantan. Penelitian ini menggunakan metode rancangan bujursangkar latin (RBL). Terdapat 4 perlakuan (rumput kume kering tanpa biokonversi + konsentrat  (R0), perlakuan rumput  kume  kering  biokonversi  urea  dan  starbio  0,4%,  +  konsentrat  (R1),  rumput  kume  kering biokonversi urea dan starbio 0,6% + konsentrat (R2) dan rumput kume kering biokoversi urea dan starbio0,8% + konsentrat(R3)) dengan 4 ulangan. variabel yang diamati adalah kecernaan NDF, ADF, selulosa, dan Hemiselulosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian ini tidak berpengaruh nyata (p>0,05)pada kecernaan NDF, ADF, selulosa, dan hemiselulosa dengan persentase rerata NDF 45,28%,  dengan persentase rerata ADF 35,59% ,  dengan  persentase rerata selulosa 46,29%,  dengan persentase rerata hemiselulosa 67,77%. Disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kecernaan fraksi serat rumput kume kering yang dibiokonversi dengan starbio dan urea dibandingkan dengan kontrol.Kata Kunci : Rumput Kume, Biokonversi, NDF, ADF, Selulosa, Hemiselulosa

Page 11 of 43 | Total Record : 427