cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 427 Documents
Pengujian in Vitro Gelatin Sagu, Sumber NPN, Mineral Kobalt dan Seng pada Cairan Rumen Domba (Evaluation in Vitro Gelatinized Sago, Sources NPN, Minerals Cobalt and Zinc on the System of Sheep Rumen) Harry Triely Uhi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v5i2.2289

Abstract

Penelitian in vitro bertujuan mengamati pengaruh perlakuan gelatin sagu, amonium sulfat, mineral seng dan kobalt. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah R1  (gelatin sagu + urea  + Co 0.2 ppm); R2  (gelatin sagu + urea  + Zn 35 ppm); R3  (gelatin sagu + urea + Co 0.2 ppm dan Zn 35 ppm); R4  (gelatin sagu + amonium sulfat + Co 0.2 ppm); R5  (gelatin sagu + amonium sulfat + Zn 35 ppm); R6  (gelatin sagu + amonium sulfat + Co 0.2 ppm dan Zn 35 ppm); R7  (gelatin sagu + amonium fosfat + Co 0.2 ppm); R8  (gelatin sagu + amonium fosfat + Zn 35 ppm); R9  (gelatin sagu + amonium fosfat + Co 0.2 ppm dan Zn 35 ppm). Parameter yang diamati adalah kecernaan bahan kering dan bahan organik, konsentrasi  VFA total, Konsentrasi NH3, populasi bakteri dan populasi protozoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perlakuan mempengaruhi secara nyata (P<0.05) konsentrasi NH3, VFA total, KcBK dan KcBO and perkembangan populasi mikroba rumen. Kesimpulan perlakuan suplemen katalitik R6 memberikan respons yang nyata lebih baik terhadap produksi NH3, VFA total, kecernaaan ransum dan populasi mikroba  dibanding perlakuan lainnya.Kata Kunci : gelatin sagu, NPN, kobalt, zink, cairan rumen
Perbandingan Suplemen Katalitik dengan Bungkil Kedelai terhadap Penampilan Domba (Comparative of Catalytic Supplement and Soybean Meal on Performance of Sheep) Harry Triely Uhi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i1.2257

Abstract

Di Kawasan Timur Indonesia (KTI), musim kemarau lebih panjang dibandingkan dengan Kawasan Barat Indonesia (KBI). Hal ini menyebabkan produksi hijauan sangat terbatas dan kualitasnyapun rendah. Hal ini merupakan salah satu hambatan produktivitas ruminansia di kawasan itu. Penelitian ini menggunakan domba 40 ekor. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan acak kelompok, dengan 5 perlakuan pakan terdiri dari hijauan kualitas rendah dan suplemen katalitik (gelatin sagu, amonium sulfat, 0.2 ppm Kobalt dan 35 ppm Zink) dan kontrol positif menggunakan bungkil kedelei. Perlakuan tersebut adalah RS0 (hijauan kualitas rendah + bungkil kedelai), RS1  (hijauan kualitas rendah), RS2 (hijauan kualitas rendah + suplemen katalitik 10%), RS3 (hijauan kualitas rendah + suplemen katalitik 20%), RS4 (hijauan kualitas rendah + suplemen katalitik 30%). Parameter yang diamati yaitu pertambahan bobot badan, konsumsi (bahan kering, bahan organik, protein, NDF dan ADF), efisiensi penggunaan pakan dan income over feed cost. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suplemen katalitik 20% menghasilkan pertambahan bobot  badan harian terbaik sebesar 75,89 g/ekor/hari, konsumsi pakan 549,00 g/ekor/hari dan efisiensi penggunaan pakan 0,14. Perlakuan ini juga menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 838,- ekor/hari. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa suplemen katalitik 20% menghasilkan pertambahan bobot badan harian dan efisiensi penggunaan ransum lebih baik dibandingkan bungkil kedelei.Kata kunci : gelatin sagu, amonium sulfat, mineral mikro, hijauan , domba
Model Matematika Kurva Produksi Telur Ayam Broiler Breeder Parent Stock A. Anang; h H. Indrijani; Ta Sundara
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i1.2224

Abstract

Produksi telur membentuk suatu kurva dengan model matematika tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model matematika terbaik untuk menggambarkan  kurva produksi telur ayam broiler breeder parent stock Cobb 500 umur 24-45 minggu. Model matematika yang diuji dalam penelitian ini ada empat, yaitu model Mc Millan, model Yang, model Logistik, dan model Adams-Bell. Model Adams-Bell dengan rumus  memiliki kecocokan yang  paling baik dengan koefisien determinasi (R2) = 0,9998, koefisien korelasi (r) = 0,999, dan galat baku (SE) = 1,060. Dengan menggunakan model Adams-Bell ini, dapat dibuat suatu dugaan kurva produksi telur broiler breeder parent stock umur 24-45 minggu.Kata Kunci:   Kurva Produksi Telur, Ayam Broiler Breeder Parent Stock    
Karakteristik kimiawi Zn-Organik dan Cu-Organik Hasil Bioproses Saccharomyces cerevisiae dan Monolia sitophila (Chemical Characteristics of Zn-organic and Cu-organic Results of Saccharomeces cereviseae and Monolia sitophila Bioprocess) u U. Tanuwiria; d D. Budinuryanto; s S. Darodjah; w W. Putranto
Jurnal Ilmu Ternak Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v10i2.421

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mempelajari pembuatan Zn-organik dan Cu-organik hasil bioproses Saccharomyces cerevisiae (Sc) dan Monolia sitophila (Ms) dilihat dari karakteristik kimiawi. Karakteristik kimiawi didasarkan pada kadar, kelarutan, fermentabilitas di rumen dan kecernaan di pascarumen in vitro. Penelitian dilakuan secara eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) empat perlakuan yaitu Zn-organik.Sc, Zn-organik.Ms, Cu-organik.Sc dan Cu-organik.Ms, masing-masing diulang lima kali.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar Zn dalam Zn-organik.Sc dan Zn-organik.Ms masing-masing 3741±93,5 ppm dan 3726±32,1 ppm; kadar Cu dalam Cu-organik.Sc dan Cu-organik.Ms masing-masing 1126±58,8 ppm dan 1129±11,38 ppm. Kelarutan Zn dan Cu pada kedua bioproses relative rendah yaitu 1,64±0,74% vs 2,14±0,68% dan 1,32±0,55% vs 2,26 ± 0,44%. Fermentabilitas semua produk tidak berbeda nyata, sedangkan kecernaan bahan kering dan bahan organik dari Cu-organik.Ms lebih rendah. Kata kunci : Zn-organik, Cu-organik, kelarutan, fermentabilitas, kecernaan
Persentase dan Kualitas Karkas Ayam Pedaging yang Diberi Probiotik dan Prebiotik dalam Ransum (The Carcass Percentage and Carcass Quality of Broilers Given Probiotics and Prebiotics in The Ration) Muhammad Daud
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i2.2280

Abstract

Probiotik adalah pakan tambahan dalam bentuk mikroba hidup yang menguntungkan, melalui perbaikan keseimbangan mikroorganisme dalam saluran pencernaan. Sedangkan Prebiotik merupakan substansi dari makanan yang tidak dicerna, dan secara selektif meningkatkan pembiakan dan aktivitas bakteri yang menguntungkan pada usus besar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat persentase dan kualitas karkas ayam pedaging dari penambahan probiotik, prebiotik dan kombinasi keduanya sebagai pengganti antibiotik dalam ransum. Sebanyak 480 ekor ayam pedaging umur sehari strain Arbor Acres, dibagi dalam 4 perlakuan ransum dan 3 ulangan (40 ekor / ulangan). Ransum perlakuan yang digunakan terdiri atas : R1 = Ransum basal + 0.01% antibiotik (Zinc bacitracin), R2 = Ransum basal + 0.2% probiotik (Bacillus spp), R3 = Ransum basal + 0.2%  probiotik + 0.5% prebiotik dan R4 = Ransum basal + 0.5% prebiotik (daun katuk). Parameter yang diamati adalah : persentase karkas, lemak abdominal, hati dan daging, kolesterol hati, serum darah dan daging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam pedaging yang memperoleh probiotik dan prebiotik baik secara terpisah maupun kombinasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kualitas karkas. Kadar lemak hati, lemak paha dan kolesterol dada, secara nyata (P<0,05) lebih rendah pada perlakuan R3 dibanding dengan perlakuan kontrol (R1). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan kombinasi probiotik dengan prebiotik mampu menurunkan kadar lemak dan kolesterol karkas ayam pedaging.Kata kunci : Probiotik, prebiotik, karkas, ayam pedaging
Kajian Produktivitas Sapi Madura Karnaen -; Johar Arifin
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2247

Abstract

Penelitian tentang kajian produktivitas sapi Madura telah dilaksanakan di kabupaten Bangkalan Madura. Obyek atau materi penelitian adalah  ternak sapi Madura milik masyarakat petani – peternak yang berlokasi di kabupaten Bangkalan. Adapun penelitian tersebut dilakukan pada musim kemarau dan musim hujan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui keadaan umum dan profil peternak di kabupaten Bangkalan Madura; (2) mempelajari sifat kuantitatif produksi dan reproduksi dalam memberikan deskripsi yang lebih jelas tentang sapi Madura; (3) mempelajari perbedaan sifat kuantitatif reproduksi dan produksi sapi Madura pada musim  kemarau dan musim hujan. Metode penelitian yang digunakan bersifat survey dan pengamatan tersendiri yang dikontrol secara berkala setiap bulan sekali. Pelaksanaan survey dilakukan di sepuluh kecamatan secara acak dari 18 kecamatan di kabupaten Bangkalan dan teknik pengambilan sampel berdasarkan teknik penarikan sampel secara acak berlapis. Pengamatan tersendiri dilakukan di kecamatan Geger dan kecamatan Socah dengan mengamati sapi sejak lahir sampai umur 12 bulan dengan mengadakan penimbangan berat badannya.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa beberapa sifat reproduksi maupun sifat produksi pada musim kemarau berbeda nyata dibandingkan dengan sifat reproduksi dan sifat produksi pada musim hujan (P < 0,05).Kata kunci : Produktivitas sapi Madura
Hubungan Antara Tingkat Pelayanan Sarana Produksi dan Kegiatan Penyuluhan dengan Keberlanjutan Usaha Anggota Koperasi Lilis Nurlina
Jurnal Ilmu Ternak Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v8i1.2215

Abstract

Penelitian mengenai “Hubungan Antara Tingkat Pelayanan Sarana Produksi dan Kegiatan Penyuluhan dengan Keberlanjutan Usaha Anggota Koperasi”, telah dilakukan di Desa Haur Ngombong Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang, yang merupakan salah satu wilayah kerja KSU Tandang Sari. Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pelayanan sarana produksi ternak, kegiatan penyuluhan, keberlanjutan usaha dan hubungan antara tingkat pelayanan sarana produksi, kegiatan penyuluhan dengan keberlanjutan usaha anggota koperasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survai.  Penentuan sampel secara Simpel Random Sampling yang berjumlah 30 orang.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pelayanan sarana produksi termasuk kategori tinggi, sedangkan kegiatan penyuluhan termasuk kategori cukup dan keberlanjutan usaha termasuk kategori tinggi, dan terdapat hubungan yang berarti antara tingkat pelayanan sarana produksi dengan keberlanjutan usaha (rs = 0,534) dan antara kegiatan penyuluhan dengan keberlanjutan usaha (rs = 0,468).Kata kunci : Pelayanan Sarana produksi, Kegiatan Penyuluhan, Keberlanjutan                     Usaha.
Potensi Usaha Peternakan Sapi Perah Rakyat dalam Menghadapi Pasar Global (Potential of Small Scale Dairy Farm for Facing in Global Market) Marina Sulistyati
Jurnal Ilmu Ternak Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v13i1.5116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi dan potensi yang dimiliki usaha peternakan sapi perah rakyat saat ini dalam menghadapi pasar bebas di bidang persusuan yang sudah dicanangkan pemerintah sejak tahun1998.   Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Gabungan Kelompok Tani-Ternak Mitra Puspa Mekar, Parongpong, kabupaten Bandung Barat, yang saat ini kondisinya dalam posisi berbenah diri setelah koperasi susu yang menaungi mereka kolaps karena kesalahan manajemen, dan bermitra dengan KPSBU Lembang dalam hal pakan, reproduksi, dan pemasaran susu. Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh peternak yang tercatat sebagai anggota gapoktannak Mitra Puspa Mekar dan dapat ditemukan pada saat  pencacahan. Dari  244 orang responden di  tiga  kecamatan (Parongpong, Cisarua, dan Ngamprah), diungkap profil mereka sebagai peternak sapi perah, pengelolaan usaha peternakan, dan potensi yang mereka miliki sebagai peternak sapi perah saat ini. Data diolah secara deskriptif untuk memperoleh nilai rataan dari seluruh responden. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) usaha peternakan sapi perah masihdapat menarik minat masyarakat, (2) upaya peningkatan kuantitas dan kualitas produksi susu masih perlu dibantu dalam hal sarana dan prasarana, yang diikuti dengan peningkatan pemahaman dan kesadaran untuk memperbaiki  manajemen pengelolaan usaha,  (3)  pemasaran susu  yang dilakukan oleh  koperasi, masih memerlukan bantuan proteksi dari pemerintah, agar IPS tetap membeli susu hasil produksi peternak sapi perah rakyat.Kata kunci: sapi perah, usaha peternakan sapi perah rakyat, profil, potensi
Profil Mineral Serum Sapi Pejantan Bibit Berdasarkan Bangsa dan Umur Ida Zahidah Irfan
Jurnal Ilmu Ternak Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v15i1.8039

Abstract

Penentuan  konsentrasi  kalsium,  fosfor dan magnesium  dalam serum dapat digunakan sebagai   alat   diagnostik   yang   penting   dalam   biokimia   klinis.   Beberapa   faktor   dapat mempengaruhi  konsentrasi kalsium, fosfor dan magnesium dalam darah. Tujuan dari penelitian ini  adalah  untuk  memperoleh   profil  kalsium,   fosfor  dan  magnesium  sapi  pejantan  bibit berdasarkan  bangsa dan umur yang berbeda. Sampel darah dari 160 sapi pejantan bibit   telah dikoleksi.  Mineral  darah  dianalisis  dengan  prinsip  fotometer  menggunakan   kit  komersial. Bangsa sapi pejantan tidak berpengaruh  nyata (P>0,05) terhadap rerata konsentrasi  Ca dan P, namun berpengaruh sangat nyata (P<0,001) terhadap rerata konsentrasi Mg. Umur berpengaruh nyata  (P<0,01)  terhadap  rerata  konsentrasi  Ca pada  sapi  pejantan,  namun  tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap rerata konsentrasi P dan Mg.Kata kunci: profil mineral, serum, sapi pejantan, bangsa, umur
Pengaruh Pemberian Bungkil Biji Jarak (Ricinus communis) dalam Ransum terhadap Kuantitas Kulit Segar Kelinci Peranakan New Zealand White Wowon Juanda
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i1.2238

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian bungkil biji jarak dalam ransum terhadap kuantitas kulit segar kelinci peranakan New Zealand White. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), empat perlakuan pemberian bungkil biji jarak yaitu 0 %, 2,5 %, 5,0 % dan 7,5 %, masing-masing enam ulangan. Peubah yang diamati adalah kuantitas kulit kelinci meliputi berat, tebal dan luas kulit segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pemberian bungkil biji jarak sampai 5% dalam ransum tidak mempengaruhi kuantitas kulit segar kelinci peranakan  New Zealand White.Kata kunci: Kulit kelinci, Bungkil biji jarak, Ransum