cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 427 Documents
Peran Penyuluh dalam Proses Pembelajaran Peternak Sapi Perah di KSU Tandangsari Sumedang (Role of Extention Agents in Dairy smallholder farmer learning process at KSU Tandangsari Sumedang) Unang Yunasaf; Didin S. Tasripin
Jurnal Ilmu Ternak Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v11i2.385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari peran penyuluh baik sebagai pendidik maupun sebagai fasilitator di dalam proses pembelajaran peternak sapi perah anggota KSU Tandangsari Kabupaten Sumedang. Penelitian dirancang sebagai penelitian survei, dengan responden sebanyak 30 peternak. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Penyuluh dinilai peternak telah tergolong cukup perannya, baik dalam perannya sebagai pendidik maupun sebagai fasilitator, (2) Hal-hal yang relatif sudah baik dari penyuluh dalam perannya sebagai pendidik adalah: dalam cara penyampaian materi, materi yang diberikan sudah berhubungan dengan pengetahuan peternak, dan tingkat kemampuan  dalam menjelaskan materi, (3) Hal-hal yang dianggap masih belum dilakukan dengan baik oleh penyuluh dalam perannya sebagai pendidik adalah dalam: kelengkapan materi aspek manajemen usaha, perhatiannya terhadap kesiapan mental peternak, dan pengulangan aktivitas demonstrasi, dan (4) Hal yang dianggap sudah baik dilakukan penyuluh dalam perannya sebagai fasilitator adalah dalam hal pengenalan sumber-sumber informasi.  Hal yang kurang adalah dalam hal penyediaan sarana belajar. Kata kunci: Peran penyuluh, Proses pembelajaran
Peningkatan Kadar Vitamin A pada Telur Ayam melalui Penggunaan Daun Katuk (Sauropus androgynus L.Merr) dalam Ransum (Improvement of Vitamin A Content in Chicken Egg by Katuk Leaves (Sauropus androgynus L.Merr) Utilization in Diet) Rachmat Wiradimadja; Handi Burhanuddin; Deny Saefulhadjar
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i1.2262

Abstract

Penelitian mengenai “Peningkatan Kadar Vitamin – A pada Telur Ayam melalui Penggunaan Daun Katuk (Sauropus androgynus L.Merr) dalam Ransum”, telah dilakukan. Penelitian dilakukan secara eksperimental terhadap 72 ekor ayam petelur fase produksi (umur 30 minggu). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 (tiga) perlakuan ransum dan 6 ulangan.  Ransum tersebut, yaitu R-0 mengandung 0% daun katuk; R-1 mengandung 7,5% daun katuk, dan R-2 mengandung 15% daun katuk.  Peubah yang diamati adalah :  kualitas telur (intensitas warna kuning telur, Haugh Unit, dan tebal kerabang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pemberian daun katuk 15% dalam ransum ayam memberikan kualitas telur terbaik dibandingkan dengan 0% dan 7,5%.Kata Kunci :  Ransum, Daun Katuk, Vitamin A, Warna Kuning Telur.
Dampak Faktor Eksternal Kawasan terhadap Efisiensi Usaha Ternak Sapi Perah (Analisis Berdasarkan Fungsi Biaya Frontier) Muhammad Hasan Hadiana
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i1.2229

Abstract

Dua persoalan utama yang diangkat dalam penelitan ini, masing-masing adalah bagaimana keragaman efisiensi usaha ini berdasarkan indikator efisiensi biaya, dan kedua, faktor-faktor eksternal apa saja yang mempengaruhi keragaman efisiensi tersebut. Pengamatan dilakukan terhadap 246 peternak sapi perah yang tersebar di delapan wilayah kecamatan, wilayah pengamatan ini  meliputi lima wilayah kerja koperasi susu di Kabupaten Bandung. Hubungan antara variabel eksogen dan biaya produksi (variabel endogen) dijelaskan oleh model regresi yang menggabungkan dua fungsi sekaligus, yaitu fungsi biaya fontier  dan fungsi dampak inefisiensi. Koefisien regresi diduga dengan metode kemiripan maksimum, data dianalisis dengan menggunakan program Frontier 4.1 (Coelli, 1996b). Hasil penelitian menunjukkan terdapat variasi indeks efisiensi yang lebar pada usaha ternak sapi perah, yakni berkisar antara 0,15 hingga 0,94 (ukuran efisiensi berdasarakan analisis frontier berkisar antara nol hingga satu). Variasi ini sebagian besar disebabkan oleh pegaruh secara simultan sejumlah faktor eksternal (R2=91%). Ini menunjukkan masih besar peluang untuk meningkatkan efisiensi di sektor ini dengan mempengaruhi variabel instrumen kebijakan yang terdapat pada  model. Hasil penelitian juga mengidikasikan bahwa penyebaran sapi perah secara geografis akan cenderung terkonsentrasi di sekitar dataran tinggi yang masih cukup menyediakan pakan hijauan, dan mudah terjangkau pelayanan koperasi. Implikasinya meningkatkan efisiensi usaha ternak sapi perah pola koperasi memerlukan dukungan kebijakan input dan tata ruang.Kata kunci: fungsi biaya frontier, dampak inefisiensi, kebijakana tataruang
Pengaruh Lama Pemeraman Dengan Nira Lontar Terhadap Perubahan Fraksi Serat Kulit Kopi Kering (The Effect of Various Long Ripening in The Palm Juice on Fibre of Dried Coffee Pulp) Serilus Bhia Tai
Jurnal Ilmu Ternak Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v15i1.8044

Abstract

Penelitian ini  telah dilaksanakan di Laboratorium Umum Politeknik Pertanian Negeri Kupang.Penelitian  mulai  dari  Bulan  November  2014–Januari  2015.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengkaji pengaruh berbagai lama pemeraman dengan nira lontar terhadap fraksi serat kulit kopi kering, dirancang dengan   metode rancangan acak lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan  dan 5 ulangan. Perlakuan tersebut adalah kulit kopi + nira lontar yang tidak diperam (K0), kopi + nira lontar yang diperam selama 6 hari (K1), diperam selama 12 hari (K2), diperam selama 18 hari (K3). Variabel  yang diamati  ialah kadar  fraksi  serat  berupa  Neutral  Detergent  Fiber  (NDF), Acid Detergent  Fiber  (ADF),  lignin,  selulosa,  dan hemiselulosa  kulit  kopi.   Hasil penelitian menunjukkan  bahwa lama pemeraman dalam nira lontar sangat mempengaruhi  (P<0,01) kadar NDF, ADF,   hemiselolosa,  selulosa dan lignin   kulit kopi,   dengan rata-rata 44,78%,   97,20%,52,51%,    41,16%,  dan    22,12%.  Disimpulkan  bahwa  lama  pemeraman  dalam  nira  lontarmeningkatkan kadar ADF, NDF, selulosa, dan lignin kulit kopi. Sementara kadar hemiselulosa menurun seiring dengan meningkatnya lama pemeraman dalam nira lontarKata Kunci: kulit kopi kering, nira lontar, lama pemeraman, fraksi serat, pakan
Peran Pola Bantuan Ternak Domba Dalam Rangka Meningkatan Fungsi Kelembagaan (Role of Sheep Support Model on Increasing of Institution Function) Marina Sulistyati; Linda Herlina; Siti Nurachma
Jurnal Ilmu Ternak Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v10i2.433

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: 1) Mengkaji peranan pola bantuan ternak domba terhadap fungsi hidrologis hutan; 2) Menganalisis kelembagaan yang ada sebelum dan sesudah adanya bantuan ternak domba; 3) Menganalisis peranan bantuan ternak domba terhadap kelembagaan.  Obyek penelitian adalah peternak domba dengan responden sebanyak 25 peternak yang dipilih secara simple random sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa: 1) Bantuan domba nyata bermanfaaat bagi peternak, walaupun dari segi pertambahan populasi atau keberlanjutan usahanya masih rendah, akan tetapi secara sosial dan ekonomi memberikan manfaat positif; 2)  Kelembagaan yang mendukung keberhasilan program Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis (GRLK) adalah kelompok peternak yang dibentuk sebelum kelompok diberi bantuan domb; 3) Peranan bantuan domba terhadap kelembagaan dapat meningkatkan peran kelembagaan bagi anggotanya.  Hal ini ditunjukkan dengan belum berfungsinya kelembagaan bagi anggota. Kata Kunci: Pola Bantuan ternak domba, kelembagaan, GRLK.
Hubungan Fungsi-Fungsi Koperasi dengan Keberdayaan Peternak Sapi Perah (Relationship Cooperative Function with Empowerment of Dairy Farmers) Unang Yunasaf
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i2.2285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari: fungsi-fungsi koperasi,  keberdayaan peternak sapi perah dan keeratan hubungan dari kedua hal tersebut. Populasi sampling adalah koperasi peternak sapi perah yang ada di Kabupaten  Bandung, dan  populasi sasaran adalah seluruh peternak sapi perah anggota dari koperasi tersebut. Pengambilan sampel penelitian dilakukan melalui teknik pengambilan sampel gugus bertahap (multistage sampling), sehingga terpilih 4 koperasi dengan peternak sapi perah responden sebanyak 120 orang. Uji keeratan hubungan yang digunakan adalah uji korelasi rank spearman.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi-fungsi koperasi rata-rata tergolong rendah, khususnya di dalam fungsi pengembangan keanggotaan, pengembangan kelompok, dan pengembangan partisipasi. Keberdayaan peternak sapi perah rata-rata tergolong rendah, khususnya di dalam peran peternak sebagai manajer dan peran peternak sebagai individu otonom. Terdapat hubungan positif yang sangat nyata antara fungsi-fungsi koperasi dengan keberdayaan peternak sapi perah.Kata kunci: Fungsi-fungsi koperasi, keberdayaan peternak
Penggunaan Tepung Daun Jambu Batu Sebagai Anti Diare Pada Pertumbuhan Babi Periode Starter (Using of Guava (Psidium Guajava) Leaf Meal As anti Diarhea On Growth of Starter Pig Period) Sauland Sinaga
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2252

Abstract

Penelitian tentang pengaruh Penggunaan Tepung Daun Jambu Batu sebagai Anti Diare Pada Babi Periode Starter dilaksananakan di Laboratorium Ternak Babi KPBI desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua. Penelitian ini menggunakan 18 ekor babi ras dengan bobot badan rata-rata 24,83 kg, rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan tiga  tingkat pemberian tepung daun jambu batu (0; 0.4; dan 0,8%), setiap perlakuan diulang sebanyak enam kali.    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian tepung daun jambu  dalam ransum memberikan pengaruh tindak nyata terhadap konsumsi harian, konversi ransum, kecernaan energi dan protein, tetapi berbeda nyata (p < 0,05) terhadap pertambahan bobot babi periode starter. Pemberian ransum yang mengandung tepung daun jambu batu 0.8% dapat digunakan sebagai pakan tambahan dalam ransum babi starter.Kata Kunci : Babi Periode starter, pertumbuhan, Tepung Daun Jambu Batu
Upaya Pengolahan Feses Domba dan Limbah Usar (Vitiveria zizanioides) Melalui Berbagai Metode Pengomposan Yuli Astuti Hidayati; Ellin Harlia; Eulis Tanti Marlina
Jurnal Ilmu Ternak Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v8i1.2220

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Dan Pengolahan limbah Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Bandung, selama 3 bulan. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui sejauhmana pengaruh berbagai metode pengomposan terhadap kadar N total, P2O5 dan K2O. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen di laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 kali ulangan, yaitu metode pengomposan konvensional, metode vermikomposting dan metode penambahan inokulum EM4. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan, data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan yang diberikan tidak berpengruh terhadap kandungan N total, kandungan P2O5 total, dan kandungan K2O kompos yang dihasilkan.  Kandungan N total tertinggi ditemukan pada pengomposan tradisional, kandungan P2O5 tertinggi ditemukan pada metode pengomposan menggunakan EM4, kandungan K2O tertinggi ditemukan pada pengomposan tradisonal.Kata kunci : metode pengomposan, N total, P2O5, K2O.
Pengaruh Lama Penyimpanan Pada Suhu Ruang Terhadap Perubahan Nilai pH, TVB dan Total Bakteri Daging Kerbau (Effect of Storage Length in the Room Temperature on pH, TVB, and Total Bacteria Changes of Buffalo Meat) Kusmajadi Suradi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i2.5121

Abstract

Penelitian Pengaruh lama penyimpanan pada suhu ruang terhadap perubahan nilai pH, TVB danTotal   Bakteri Daging Kerbau telah dilakukan di laboratorium Teknologi Pengolahan Produk Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap nilai pH, TVB dan jumlah mikroba daging kerbau selama penyimpanan pada suhu ruang. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam menggunakanRancangan Acak Lengkap, dengan perlakuan 5 lama penyimpanan pada suhu ruang (270C), yaitupenyimpanan awal, 6 jam, 12 jam, 18 jam dan 24 jam, dengan  ulangan 4 kali. Variabel yang diukur adalah nilai pH, Total Volatile Base (TVB) dan jumlah mikroba daging. Hasil penelitian menunjukan bahwa, masa simpan nyata (P<0,05) meningkatkan nilai pH, TVB dan total mikrobadaging kerbau. Daging kerbau tidak layak dikonsumsi sampai penyimpanan 18 jam pada suhu kamar.Kata kunci : daging kerbau, pH, TVB
Penggunaan Starter Bakteri Asam Laktat pada Produk Susu Fermentasi “Lifihomi” (Utilization of Lactic Acid Bacteria in Fermented Milk Product “Lifihome”) Hartati Chairunnisa
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i2.2276

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui penggunaan berbagai dosis kombinasi starter Bakteri Asam Laktat (BAL) pada pembuatan produk fermentasi “lifihomi” dari bahan baku susu sapi yang meliputi jumlah total bakteri asam laktat, kadar asam laktat dan pH. Penelitian dilakukan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan penggunaan dosis kombinasi starter bakteri asam laktat 2%, 3%, 4%, 5% dan 6% dalam volume per volume (v/v) bahan baku, yang diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dosis starter culture 5% atau 6% menghasilkan produk fermentasi “lifihomi” dengan jumlah total bakteri asam laktat dengan kisaran 25,30 -31,42 x 109cfu/g, kadar asam laktat kisaran 0,69-0,70 dan pH 4,37-4,36.Kata kunci : Bakteri Asam Laktat , “Lifihomi”.