cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 427 Documents
Penggunaan Berbagai Bahan Pengikat Terhadap Kualitas Fisik Dan Kimia Pelet Hijauan Makanan Ternak (Effect Of Binder On Physical And Chemical Quality Of Grass Pellet) Iin Susilawati
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i1.5137

Abstract

Penelitian  ini  dilakukan  untuk  mengkaji  pengaruh  berbagai  bahan  pengikat  terhadap kualitas fisik (durabilitas dan densitas) serta kimia (kandungan protein kasar dan energi) pelet hijauan makanan ternak. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri atas 3 dosis jagung (20, 30, 40 %) dari tepung hijauan, molasses (20, 30, 40 %), gaplek (20,30, 40 %) dan tapioka (20,30, 40 %), masing-masing perlakuan dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dilihat dari sifat fisiknya, molasses merupakan bahan pengikat untuk pelet hijauan yang paling baikyaitu dengan campuran 40 % dari tepung hijauan memberikan durabilitas 89,5 % dan densitas sebanyak 370,2 kg per m3, kemudian gaplek (40 %) memberikan durabilitas 85,2%, densitas 326,7 % dan jagung (40 %) yang memberikan durabilitas 85,0 % dan densitas269,0 kg per m3. Bahan pengikat dari gaplek (20 dan 30 %), tapioka (20 dan 30 %), dan jagung (30 dan 40 %), menghasilkan kandungan protein kasar pelet hijauan yang tidak berbeda nyata yaitu masing-masing 13,4 %, 12,5 %, 13,4 %, 11,8 %, 12,0 % dan 12,7 %. Kandungan energi tertinggi diperoleh dari campuran bahan pengikat tapioka 30 dan 40 %yaitu sebesar 4222 dan 4374 kkal/kg, kemudian jagung (20,30,40 %) yaitu 3580,3597 dan3790 kkal/kg.Kata kunci : Bahan pengikat, durabilitas, densitas, kandungan kimia, pelet hijauan
Penggunaan Pakan Fungsional terhadap Performan Produksi dan Kualitas Telur Ayam Arab (The Use Of Functional Feed toward the Performance of Production and Quality For Arabic Chicken’s Eggs) Yadi Mulyadi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v13i2.5104

Abstract

AbstrakTujuan penelitian pakan fungsional yang mengandung probiotik Lactobacillus dan minyak ikan lemuru (Sardinela longiceps) sebagai sumber omega-3 dilakukan untuk mengevaluasi penggunaan dan level pakan fungsional terhadap performan produksi dan kualitas telur ayam arab.   Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan R0 (0%), R1  (5%), R2  (10%), R3  (15 %) dan R4  (20 %).  Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan pakan fungsional yang mengandung probiotik Lactobacillus dan minyak ikan lemuru   sebagai sumber omega-3 dalam pakan ayam arab berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kualitas telur secara kimiawi; akan tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap performan produksi dan kualitas telur secara fisik.  Penggunaan pakan fungsional sampai level 20 persen menghasilkan performan produksi dan kualitas telur ayam arab secara fisik   yang relatif sama dan penggunaan pakan fungsional memberi peningkatan kualitas telur ayam arab secara kimiawi yaitu protein kuning telur sebesar 16,08 persen dan menurunkan lemak kuning telur sebesar 26,99 persen.Kata kunci :  pakan fungsional, performan produksi, kualitas telur, ayam Arab
Studi AsosiasiAntara Masa Kosong (Days Open) Terhadap Produksi Susu dan Kerugian Ekonomi Pada Peternakan Sapi Perah Di Kabupaten Garut (Association Study Of Days Open On Milk Production And Its Implication on Economic Losses of Dairy Cattle in Garut Regen Rangga Setiawan
Jurnal Ilmu Ternak Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v14i1.5142

Abstract

Masa kosong merupakan indikator utama kebehasilan usaha sapi perah yang sangat terkait pada pendapatan peternak.  Tingkat  pendapatan  yang  berhubungan  dengan  masa  kosong  dapat  berasal  dari  jumlahperkawinan yang menghasilkan kebuntingan, kesehatan serta produksi susu. Tujuan dari penelitian ini adalah  mengetahui  asosiasi  masa  kosong  terhadap  produksi  susu  yang  efek  selanjutnya  terhadap pendapatan yang diperoleh peternak. Metode yang digunakan berupa survey pada 49 ekor sapi perah yang berada pada fase laktasi kedua. Hasil penelitian menunjukan bahwa masa kosong berasosiasi dengan produksi susu dengan nilai R2 = 14%, dimana masa kosong yang memberikan produksi susu paling rendah yaitu pada masa kosong 6,63 bulan atau 199 hari. Selanjutnya, berdasarkan analisis ekonomi, peternak harus mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp. 6.211,57 per hari masa kosong. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pertambahan masa kosong berasosiasi dengan penurunan produksi susu dan meningkatkan biaya produksi.Kata kunci: Masa kosong, produksi susu, kerugian ekonomi, asosiasi
Reduksi Abamektin Pada Cacing Tanah (Lumbricus Rubellus) Melalui Proses Pengolahan Tepung Cacing (Abamectin Reduction At Eartworm (Lumbricus Rubellus) Trough Eartworm Meal Processing) Yuli Astuti Hidayati; Tb. Benito A. Kurnani
Jurnal Ilmu Ternak Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v11i1.397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi residu abamektin pada cacing tanah (Lumbricus rubellus) melalui proses pengolahan tepung cacing dan untuk mendeteksi residu abamektin yang tertinggal pada tepung cacing dengan Batas maksimum Residu (BMR) dari FAO. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen di laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan, yaitu KK= media + limbah kubis bebas pestisida abamektin,KL= media + limbah kubis dari lapangan, KA1=media + limbah kubis yang disemprot abamektin dengan dosis 0,1%, KA2= media + limbah kubis yang disemprot abamektin dengan dosis 0,2%, KA3 = limbah kubis yang disemprot abamektin dengan dosis 0,3%,Untuk mengetahui pengaruh perlakuan, data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  residu abamektin dalam tubuh cacing pada perlakuan KA3 (0,1345 ppm) dan KL (0,1196 ppm) berbeda nyata lebih tinggi dari perlakuan KA2 (0,0885 ppm) dan KA1(0,0653 ppm), sedangkan KK bebas dari residu abamektin. Residu abamektin pada tepung cacing yang mendapat perlakuan pengeringan dengan oven (KA1 =0,0203 ppm; KA2 = 0,0247 ppm; KA3 = 0,0428 ppm dan KL= 0,0374 ppm) maupun sinar matahari (KA1 =0,0217 ppm; KA2 = 0,0309 ppm; KA3 = 0,0557 ppm dan KL = 0,0864 ppm) tidak menunjukkan perbedaan yang nyata Kata kunci : feses sapi perah, serbuk gergaji, limbah kubis, cacing tanah, abamektin
Ukuran-Ukuran Tubuh Domba Garut Jantan di UPTD Margawati Garut dan Daerah Sumber Bibit Domba Di Kabupaten Bandung (The Body Measurement of Garut Ram and Prospective Resource Regions In Bandung Regencies) Denie Heriyadi; Novi Mayasari
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i1.2268

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan ukuran-ukuran tubuh Domba Garut jantan di UPTD Margawati Garut dan Daerah Sumber Bibit Domba Di Kabupaten Bandung dengan Standar Domba Garut jantan yang telah dilaksanakan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah sensus. Data yang diperoleh diolah dengan deskriptik analitik, dengan peubah yang diamati adalah ukuran-ukuran tubuh pada Domba Garut jantan. Hasil pengamatan terhadap beberapa ukuran-ukuran tubuh Domba Garut jantan memperlihatkan bahwa rata-rata panjang badan (PB) Domba Garut jantan di UPTD Margawati Garut adalah 66,04 SD 4,82 cm sedangkan di Kabupaten Bandung 69,96 SD 4,99 cm. Rata-rata tinggi pundak (TP) Domba Garut jantan di UPTD Margawati Garut adalah 75,05 SD 3,63 cm sedangkan di Kabupaten Bandung 80,62 SD 4,68 cm. Rata-rata lingkar dada (LiD) Domba Garut jantan di UPTD Margawati Garut adalah 92,41 SD 2,98 cm sedangkan di Kabupaten Bandung 102,55 SD 6,47 cm. Rata-rata lebar dada (LeD) Domba Garut jantan di UPTD Margawati Garut adalah 18,80 SD 1,85 cm sedangkan di Kabupaten Bandung 23,55 SD 1,72 cm. Rata-rata dalam dada (DD) Domba Garut jantan di UPTD Margawati Garut adalah 33,94 SD 1,98 cm sedangkan di Kabupaten Bandung 39,03 SD 8,29 cm. Maka dapat disimpulkan bahwa ukuran-ukuran tubuh Domba Garut jantan di UPTD Margawati dan daerah sumber bibit domba di Kabupaten Bandung hampir seluruhnya di atas standar Domba Garut jantan. Namun Domba Garut jantan di Kabupaten Bandung memiliki ukuran-ukuran tubuh yang lebih baik dibandingkan di UPTD Margawati Garut. Hal ini di duga karena peternak-peternak di Kabupaten Bandung memiliki perekonomian yang cukup kuat sehingga mampu membeli Domba Garut terbaik.Kata kunci : Ukuran Tubuh, Domba Garut jantan
Performa Sifat-Sifat Produksi Susu dan Reproduksi Sapi Perah Fries Holland Di Jawa Barat (Milk Production and Reproduction Performance of FH Dairy Cattle in West Java) Moch. Makin
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i2.5128

Abstract

Penelitian mengenai sifat-sifat produksi susu dan reproduksi pada sapi perah Fries Holland (FH) di Jawa Barat, telah dilaksanakan di tiga daerah yang potensial dalam peternakan sapi perah yaitu Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Sukabumi yang dapat mewakili atau menggambarkankondisi peternakan sapi perah di Provinsi Jawa Barat. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari data dasar performans produksi susu dan reproduksi sapi perah FH di Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan teknik penentuan peternak secara proporsional, dan pengambilan sampel  peternak dan  ternaknya dengan  metode random  sampling. Perhitungan data yang diperoleh dilakukan dengan menggunakan analisis deskripsi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan performans sifat produksi susu sapi perah FH yang terdiri atas rataan produksi susu 4185,89 ± 990,43 kg/ekor/laktasi, rataan lama laktasi 317,97 ± 26,15 hari, dan lama kering 65,93 ± 14,79 hari. Rataan sifat reproduksi yang terdiri atas kawin pertama setelah beranak 86,45 ± 20,64 hari, lama masa kosong 119,10± 31,33 hari, jumlah perkawinan perkebuntingan (S/C) 1,88 ± 0,88 kali, lama bunting 276,20 ± 7,52 hari dan selang beranak 389,60 ± 25,40 hari. Performans produksi susu maupun performans sifat reproduksi sapi perah FH yang dipelihara di daerah Jawa Barat menunjukkan nilai-nilai performans yang sudah termasuk baik, mendekati standar bangsa sapi perah FH di daerah tropis.Kata Kunci : sapi perah FH, sifat produksi susu, sifat reproduksi
Pengaruh Berbagai Konsentrasi Daun Salam (Syzygiumpolyanthum) Terhadap Daya Awet Dan Akseptabilitas Pada Karkas Ayam Broiler (The Effect Submersion of Chicken Meat in Various Concentration of Bayleaf (Syzygium polyanthum) to Shelf Life, pH, Total Number of Bacteria and The Acceptability) Erdy Anugrah Pura; Kusmajadi Suradi; Lilis Suryaningsih
Jurnal Ilmu Ternak Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v15i2.9525

Abstract

Daun salam mengandung senyawa antibakteri tanin dan flavanoid, sehingga mempunyai potensi sebagai bahan alami untuk pengawetan bahan pangan.  Penelitian mengenai pengaruh berbagai konsentrasi daun salam (Syzygiumpolianthum) terhadap daya awet dan akseptabilitas karkas ayam broiler telah dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pengolahan Produk Peternakan  (TPPP) Fakultas  Peternakan  Universitas  Padjadjaran
Deteksi Jumlah Bakteri Total dan Koliform Pada Lumpur Hasil Ikutan Pembentukan Gasbio dari Feses Sapi Perah (Detection Total Bacteria amount and Coliform in Sludge Biogas from Dairy Cattle Feces) Yuli Astuti Hidayati; Ellin Harlia; Eulis Tanti Marlina
Jurnal Ilmu Ternak Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v10i1.449

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Mikrobiologi dan Pengolahan Limbah Fakultas Peternakan universitas padjadjaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah total bakteri dan koliform pada lumpur hasil ikutan pembentukan gasbio dari feses sapi perah. Penelitian dilakukan dengan metode eksplorasi pada peternak sapi perah yang membuat instalasi gasbio di desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan-Sumedang. Hasil penelitian menunjukkan jumlah bakteri total adalah 41,82 x 1012 cfu/ml lumpur, sedangkan jumlah 8,23 MPN/ml lumpur. Kata kunci : bakteri total, koliform, lumpur, gasbio, feses sapi perah.
Fermentabilitas Dan Kecernaan Ransum Lengkap Sapi Perah Berbasis Jerami Padi Dan Pucuk Tebu Teramoniasi (In Vitro) Fermentability and Digestibility of Rice Straw and Cane Top Ammoniated Based Complete Rations (in Vitro) u U. Tanuwiria
Jurnal Ilmu Ternak Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v5i2.2291

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari fermentabilitas dan kecernaan ransum lengkap sapi perah berbasis jerami padi dan pucuk tebu teramoniasi in vitro. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) enam perlakuan yang diulang lima kali. Perlakuan terdiri atas R1 (60% RG + 40% konsentrat), R2 (30% RG + 30% JPA + 40% konsentrat), R3 (30% RG + 30% PTA + 40% konsentrat), R4 (30% JPA + 30% PTA + 40% konsentrat), R5 (60% JPA + 40% konsentrat) dan R6 (60% PTA + 40% konsentrat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fermentabilitas pucuk tebu diamoniasi lebih tinggi daripada jerami padi diamoniasi, hal ini tercermin dari produksi NH3 (8,3 mM vs 6,3 mM) dan VFA total (122,6 mM vs 119,5 mM).  Kecernaan pucuk tebu diamoniasi lebih rendah daripada jerami padi diamoniasi, hal ini tercermin dari nilai KcBK (24,1% vs 28,5%) dan KcBO (25,4% vs 28,6%). Fermentabilitas dan kecernaan rumput Gajah meningkat jika disubtitusi oleh jerami padi diamoniasi atau pucuk tebu diamoniasi, hal ini tercermin dari produksi NH3 (4,6 mM vs 5,7 mM dan 6,1 mM), produksi VFA total (128,6 mM vs 138,4 mM dan 126,6 mM), KcBK (23,4% vs 29,1% dan 30,9%) dan KcBO (30,1% vs 33,0% dan 33,5%).Kata kunci : Fermentabilitas, kecernaan, jerami padi, pucuk tebu, amoniasi
Respons Ayam Broiler yang Diberi Ransum dengan Suplementasi Fitase, Zn dan Cu (Broiler Response Feed upon Phytase, Zn, and Cu Suplementation) Hendi Setiyatwan; Wiranda Piliang
Jurnal Ilmu Ternak Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v11i2.373

Abstract

Seng dan tembaga bersifat antagonis di dalam media intestinal metallothionein.  Zn mempunyai afinitas yang lebih tinggi untuk berikatan dengan histidin dan sistein, sedangkan Cu hanya berafinitas tinggi dengan histidin.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara mineral seng, tembaga, dan aktivitas alkalin fosfatase pada ayam broiler  yang  diberi ransum dengan suplementasi  fitase, Zn dan Cu.  Dua ratus delapan puluh delapan ekor DOC (Unsexed) yang dipelihara selama 42 hari, dialokasikan ke dalam rancangan acak lengkap dengan sembilan ransum perlakuan dan diulang sebanyak empat kali.  Kombinasi ransum penelitian terdiri atas: R1 (Ransum kontrol positif), R2 (Ransum kontrol negatif), R3 (R2 + 132,70 ppm ZnO), R4 (R2 + 286,16 ppm CuSO4), R5 (R2 + 132,70 ppm ZnO + 286,16 ppm CuSO4), R6 (R2 + fitase 1000 FTU/kg), R7 (R2 + fitase 1000 FTU/kg + 132,70 ppm ZnO), R8 (R2 + fitase 1000 FTU/kg + 286,16 ppm CuSO4), R9 (R2 + fitase 1000 FTU/kg + 132,70 ppm ZnO + 286,16 ppm CuSO4).  Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suplementasi kombinasi fitase 1000 FTU/kg, ZnO 132,70 ppm, dan CuSO4 286,16 ppm dalam ransum memberikan interaksi sinergis yang ditandai dengan peningkatan kandungan Zn dalam serum dan aktivitas alkalin fosfatase. Kata kunci : seng, tembaga, aktivitas alkalin fosfatase, ayam broiler