cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 427 Documents
Pengaruh Inokulasi terhadap Pertumbuhan dan Produksi Hijauan Legum (Effect of Inoculation on Growth and Forage Production of Legumes) Iin Susilawati; Mansyur -; Lizah Khairani
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i1.2259

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh inokulasi terhadap pertumbuhan dan produksi hijauan legum (Centrosema pubescens, Macroptilium atropurpureum, Pueraria javanica) yang dipotong pada umur 3 bulan. Perlakuan yang dikaji pada penelitian ini terdiri atas dua faktor yaitu: (1) inokulasi 2 macam (2) spesies legum (3 macam). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dan diulang 4 kali. Peubah yang diamati meliputi tinggi tanaman dan produksi bahan kering hijauan legum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi interaksi antar perlakuan terhadap tinggi tanaman legum, tetapi tidak terjadi interaksi antar perlakuan terhadap produksi hijauan legum. Perlakuan inokulasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) tetapi spesies legum tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman. Perlakuan inokulasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) tetapi spesies legum tidak berpengaruh nyata terhadap produksi hijauan legum.Kata kunci : inokulasi, legum, pertumbuhan, produksi hijauan.
Aspek Nutrisi dan Karakteristik Organoleptik Keju Semi Keras Gouda pada Berbagai Lama Pemeraman Hartati Chairunnisa
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i1.2226

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakteristik keju semi keras Gouda yang meliputi kadar air (Moisture on Fat Free Basis/MFFB), kadar lemak (Fat in Dry Basis/FDB) dan protein terlarut, serta mengetahui hubungan kadar air keju dengan kekerasan berdasarkan penetrometer, juga menentukan tingkat kesukaan keju semi keras  Gouda, pada berbagai lama pemeraman keju secara organoleptik. Rancangan  Acak Lengkap digunakan dengan empat perlakuan lama pemeraman keju semi keras Gouda, yaitu dua, empat, enam bulan, dan keju semi keras Gouda segar sebagai perlakuan kontrol, yang masing-masing diulang lima kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air (MFFB) keju semi keras Gouda semakin menurun dengan meningkatnya lama pemeraman, yang berarti keju Gouda semakin keras. Berdasarkan overall acceptance secara organoleptik yang meliputi penampakan, warna dan konsistensi, maka diperoleh  keju semi keras Gouda yang paling  disukai bila dilakukan pemeraman selama dua atau empat bulan, atau keju Gouda tanpa pemeraman  (fresh Gouda), yang mengandung kadar air (MFFB) dengan kisaran 48,14 - 30,62%,  kadar lemak (%bahan kering=FDB) dengan kisaran 43,54 – 33,44%, dan kadar protein terlarut 9,17 – 25,26%.Kata kunci : Keju semi keras Gouda, nutrisi, karakteristik organoleptik, lama pemeraman.
Pengaruh lama penyimpanan dan Aditif dalam pembuatan silase terhadap kandungan NDF dan ADF silase rumput Gajah (Effect of Storage time and Additives in Silage Making on Neutral Detergent Fiber and Acid Detergent Fiber of Naipergrass Silage) Oka T. Senjaya; t T. Dhalika; A. A. Budiman; i I. Hernaman; Mansyur -
Jurnal Ilmu Ternak Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v10i2.425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengunaan additif  dan waktu penyimpanan pada pembuatan silase terhadap kandungan NDF, ADF, dan hemiselulosa. Rancangan acak lengkap pola factorial digunakan pada penelitian ini. Factor pertama adalah jenis aditif, yaitu molasses dan lumpur kecap. Faktor kedua adalah waktu penyimpanan, yaitu 3, 6, 9, dan 12 minggu. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali.  Peubah yang diamati adalah kandungan NDF dan  ADF.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian lumpur kecap menghasilkan kandungan neutral detergent fiber (NDF),  dan acid detergent fiber (ADF) yang lebih rendah dibandingkan dengan pemberian molases. Selanjutnya waktu penyimpanan sangat berpengaruh terhadap kandungan kandungan neutral detergent fiber (NDF), dan  acid detergent fiber (ADF).  Kandungan NDF dan ADF menurun sejalan dengan meningkatnya waktu penyimpanan Kata kunci : silase, aditif, waktu penyimpanan, dan fraksi serat  
Perubahan Kualitas Telur Ayam Ras dengan Posisi Peletakan Berbeda Selama Penyimpanan Suhu Refrigerasi (The Changing of Hen's Egg Quality with Diffferent Laying Position During Refrigerator Temperature Storage) Kusmajadi Suradi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i2.2282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi peletakan terhadap perubahan kualitas telur ayam ras selama penyimpanan suhu refrigerasi. Penelitian dilakukan secara eksperimen di laboratorium menggunakan rancangan petak terpisah dengan rancangan dasarnya acak lengkap (RAL). Sebagai petak utama adalah lama penyimpanan suhu refrigerasi (5-10°C), yaltu 2, 4, 6, 8 dan 10 minggu, sedangkan sebagai anak petak adalah posisi peletakan, yaitu tumpul di atas, dan tumpul di bawah. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa lama penyimpanan pada suhu refrigerasi berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap penyusutan berat, pH albumen, dan nilai Haugh unit (HU) telur avam ras, sedangkan posisi peletakan tidak memberikan pengaruh yang nyata dan tidak terdapat interaksi yang nyata antara kedua faktor tersebut, sehingga dapat dikemukakan kesimpulan, bahwa penyimpanan telur ayam ras dengan berbagai posisi peletakan pada suhu refrigerasi dapat mempertahankan kualitas sampai grade A selama penyimpanan 10 minggu.Kata kunci : Posisi, Telur, Refrigerasi
Pengaruh Sistem Pengawinan dan Paritas Terhadap Penampilan Reproduksi Ternak Babi Di PT Adhi Farm, Solo, Jawa Tengah (The Effect of Mating System and Parity on Swine Reproductive Performance in PT Adhi Farm, Solo, Central Java) Ligaya -; I. T.a Tumbelaka; P. H. Siagian
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2249

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh sistem pengawinan dan paritas (beranak ke-) terhadap persentase kebuntingan, litter size dan interval antara penyapihan ke bunting kembali. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial 2 x 5. Faktor pertama adalah sistem pengawinan (Alami dan IB) dan factor kedua adalah paritas (1, 2, 3, 4 dan 5). Khusus untuk mengetahui interval antara menyapih ke bunting kembali digunakan rataannya dan diuji dengan uji Turkey. Sistem pengawinan berpengaruh nyata (P< 0,05) terhadap laju kebutingan dan litter size lahir hidup dimana pengawinan cara alami (93,23%) lebih baik daripada cara IB (81,64%) dengan litter size lahir hidup masing-masing 10,12 dan 9,26 ekor. Paritas dan interaksinya dengan sistem pengawinan tidak berbeda nyata terhadap laju kebuntingan dan litter size lahir hidup. Interval antara penyapihan ke bunting kembali untuk paritas pertama hingga keempat masing-masing adalah 9,55; 9,08; 7,17; dan 5,64 hari.Kata kunci: sistem pengawinan, paritas, babi.
Implikasi Penerapan Kebijakan Otonomi Daerah Terhadap Kegiatan Penyuluhan Peternakan di Kabupaten Sumedang (Kasus di Cabang Dinas Pertanian Tanjungsari Sumedang) Syahirul Alim; Unang Yunasaf; Sugeng Winaryanto
Jurnal Ilmu Ternak Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v8i1.2217

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di wilayah kerja Cabang Dinas Pertanian Tanjungsari Kabupaten Sumedang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penerapan kebijkan otonomi daerah terhadap perencanaan program penyuluhan peternakan dan pelaksanaan program kegiatan penyuluhan peternakan di Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif analitis. Responden dipilih dengan cara purposif sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Berlakunya otonomi daerah di Kabupaten Sumedang tidak memberikan pengaruh yang positif bagi perbaikkan kualitas penyuluh dan penyuluhan di wilayah Kecamatan Tanjungsari  2) Petani/peternak kurang dilibatkan dalam perencanaan program penyuluhan sehingga antusiame untuk mengikuti kegiatan penyuluhan menurun, 3) Pelaksanaan program penyuluhan bersifat jalan ditempat karena tidak ada penjelasan yang memadai bagi tugas serta fungsi penyuluh dan penyuluhan.Kata kunci : Otonomi Daerah, Perencanaan Program Penyuluhan, Pelaksanaan Program Penyuluhan.
Analisis Kualitas Kompos dari Sludge Biogas Feses Kerbau (The Quality Analysis of the Compost of Sludge Biogas Buffalo Feces) Eulis Tanti Marlina
Jurnal Ilmu Ternak Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v13i1.5118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menganalisis kualitas kompos dari sludge biogas feses kerbau  pada  berbagai  rasio  C/N.  Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metodeeksperimen menggunakan rancangan acak lengkap, dengan tiga perlakuan (P1 = C/N 25, P2 = C/N 30P3 =  C/N 35) dengan enam kali ulangan. Peubah yang diamati adalah kandungan N total, P2O5, K2O.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Rasio C/N berpengaruh nyata terhadap kandungan N total,P2O5 dan K2O,  2) Rasio CN 30 menghasilkan kandungan N total,  P2O5 dan K2O yang paling tinggi, yakni masing-masing 2,14; 1,70 % dan 4,58%.Kata kunci : feses kerbau, sludgerasio C/N, N, P, K
Perbandingan Model Kurva Produksi Susu pada Periode Laktasi 1 dan 2 Sapi Friesian Holstein Berdasarkan Catatan Harian Kunto Nugroho
Jurnal Ilmu Ternak Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v15i1.8041

Abstract

Penelitian berjudul Perbandingan  Model Kurva Produksi Susu pada Periode Laktasi 1 dan 2 Sapi Friesian Holstein Berdasarkan Catatan Harian telah dilaksanakan pada Mei 2015 di BBPTU Baturraden. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model kurva produksi susu yang memiliki akurasi kecocokan terhadap produksi susu harian pada periode laktasi 1 dan 2. Jumlah catatan  yang dipergunakan  sebanyak  18,476  catatan  terdiri  dari  31 ekor induk  dewasa  pada periode laktasi 1 dan 2 yang diperoleh  sejak 2008 hingga 2015. Rataan produksi susu harian pada periode laktasi 1 sebesar 15,8 ± 0,0538 kg/hari dan pada periode laktasi 2 sebesar 15,4 ±0,0601 kg/hari. Model Ali & Schaeffer, Yadav, dan Wood menunjukkan akurasi tertinggi pada periode laktasi 1 dibandingkan 8 model lainnya, yaitu r sebesar 0,99171, 0,99032, dan 0,97723 dan Se sebesar 0,43, 0,46, dan 0,71. Model Ali & Schaeffer,  Dave, dan Yadav menunjukkan akurasi tertinggi pada periode laktasi 2 dibandingkan 8 model lainnya, yaitu r sebesar 0,99423,0,98861, dan 0,98819 dan Se sebesar 0,44, 0,61, dan 0,63.Kata kunci: friesian holstein, kurva produksi susu
Optimalisasi Fermentasi Bungkil Inti Sawit (Elaeis guineensis Jacq) oleh Kapang Trichoderma reesei Achmad Jaelani
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2240

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mempelajari optimalisasi fermentasi bungkil inti sawit oleh kapang Trichoderma reesei.   Eksplolasi bungkil inti sawir melalui proses mikrobiologi sekarang ini merupakan salah satu upaya dalam memecahkan masalah produksi limbah pada industri kelapa sawit.  Karakteristik pertumbuhan dari Trichoderma reesei mengikuti suatu rumus regresi untuk jumlah koloni adalah  Y = 0,0652x + 2,29  dengan jumlah koloni yang optimum 2.13 x 106 CFU/cc yang mana ditemukan setelah 60 jam.  Diameter koloni tertinggi ditemukan setelah 30 jam sebesar 102,89%.  Penelitian tentang optimalisasi pengguanan produk permentasi menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola factorial 3x3. faktor pertama adalah ketebalan dari median bungkil init sawit (1, 2, dan 3 cm) dan faktor kedua dosis penggunana Trichoderma reesei (104, 105, 106 CFU/cc).  hasil penelitian menunjukkan adanya  perbedaan yang  nyata antara dosis Trichoderma reesei dan ketebalan medium terhadap pH,  suhu media, dan kandungan protein kasar.  Interkasi antara ketebalan medium dan dosis tidak terjadi pada kandungan protein kasar bungkil inti sawit hasil fermentasi.Kata kunci: Bungkil inti sawit, fermentasi, Trichoderma reesei.   
Pengaruh Penambahan Tepung Kunyit (Curcuma domestica Val. ) Dalam Ransum Yang Diberi Minyak Jelantah Terhadap Performan Ayam Broiler A. A. Rahmat; e E. Kusnadi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v8i1.2208

Abstract

Penelelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pembrian kunyit terhadap performans ayam broiler yang diberi fakan minyak jelantah.  Rancangan penelitian yang dihignakan  Rancangan Acak Lengkap pola faktorial pola 3 x 3, faktor pertama adalam pemberian kunyit 0% (K0), 0,05 (K05), dan 0,10% (K1) dalam ransum, dan faktor kedua adalah tingkat minyak jelantah , yaitu 0% (J0), 50% (J50), dan 100% (J100)  menggantikan minyak kelapa.  Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada interaksi antara pemberian kunyit dengan pemberian minyak jelantah terhada konsumsi ransum, pertambahan berat badan, konversi ransum, dan kandungan protein daging ayam broiler.  Penambahan kunyit nyata menuruankan konsumsi ransum, tetapi pemberian sebanyak 0,05% kunyit dapat meningkatkan pertambahan berat badan dan kandungan protein dagaing.  Pemberian minyak jelantah meningkarak konsumsi  dan  konversi pakan, tetapi tidak brpengaruh terhadap pertambahan berat bandan dan kandungan protein  daging ayam broiler.Kata kunci:  kunyit, ayam broiler, minyak jelantah